Reason


Pernah ada yang mengatakan padaku, hidup seperti cermin. Apa yang kau beri itulah yang kau terima, apa yang kau tanam itulah yang kau tuai. Karma. Percayakah kalian dengan kata itu? aku tidak. Yang kutahu sekarang alam sedang memperlihatkanku apa yang telah kuperbuat.

“bagaimana kabarmu?” tanyaku pada seorang gadis di depanku. Gadis yang sudah kutinggalkan 3 tahun lalu. Dan kini aku kembali untuk meraihnya kembali.

Dia tersenyum, senyum yang kusukai pastinya “aku baik, bagaimana denganmu?” suaranya tidak berubah, tetap lembut dan menenangkan. Well lebih tepatnya tidak ada yang berubah padanya sejak 3 tahun lalu. Kecuali hatinya, mungkin.

“aku juga baik”

“baguslah kalau begitu “ sahutnya sedikit canggung. dia meneguk teh didepannya. Dan melihat ke arah lain. Dia terlihat tidak nyaman duduk dihadapanku. aku tersenyum kecil, menyadari ia pasti akan menjawab seperti itu. jika aku menjadi dirinya aku pasti akan berteriak ‘kenapa tidak mati saja kau’. Tapi gadis ini bukanlah seorang pendendam, ia hanya gadis polos dan baik hati namun sialnya ia harus bertemu denganku. Pria brengsek dan kurang ajar yang telah menancapkan paku dihatinya.

Gadis ini adalah cinta pertamaku begitu juga dengannya, aku adalah cinta pertamanya. Kami telah berhubungan selama 5 tahun. Tentu saja bukan waktu yang singkat. Kami tertawa dan menangis bersama. Suka duka kehidupanku terisi oleh sosoknya. Ia bahkan tidak pernah sekalipun mengeluh tentang keadaanku saat itu.

Usaha Ayahku bangkrut dan beliau menjadi sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal. Dan ibuku bunuh diri tidak lama setelah ayahku meninggal. Sedangkan uang asuransi hanya bisa membiayai pendidikan kakakku. Dan aku harus berusaha sendiri agar aku tetap bersekolah.

Saat pasangan lain menikmati hari-hari kencan mereka, kami malah sibuk mencari uang. Bahkan ia tidak keberatan saat menemaniku bekerja dan ikut mencari uang. Atau menghabiskan waktu seharian di perpustakaan hanya untuk belajar agar aku mendapat beasiswa. Tapi sekali lagi, ia tidak pernah mengeluh. Bisa dibilang ia adalah malaikatku, penopang hidupku.

Tapi segalanya berubah begitu aku mulai bekerja. Putri pemilik perusahaan tempatku bekerja menyukaiku dan menawarkan akan menyekolahkanku ke luar negri. Keserakahan dan ambisius membuatku menerimanya.

Hari itu aku bisa melihatnya dengan jelas bagaimana malaikatku menitikkan air matanya saat melihatku menggandeng wanita lain. Dengan wajah memohon Ia bertanya apa kesalahannya hingga aku meninggalkannya. Bahkan disaat terakhir ia masih menyalahkan dirinya.

~

“kau akan menikah?” tanyaku saat melihat cincin yang melingkar di jari manisnya.

Ia mengagguk sambil tersenyum malu-malu. Dadaku panas melihatnya tersenyum seperti itu, senyuman yang selalu bisa mengobrak-abrik hatiku—tapi sayangnya senyum itu bukan lagi milikku.

“selamat kalau begitu”  sahutku dengan sangat tidak rela.

“Terima kasih” dia tersenyum lagi. astaga, kenapa gadis ini suka sekali tersenyum? Apa dia tidak tau efeknya bagi tubuhku?

“ah~maaf, aku harus pergi” katanya buru-buru sambil melihat ke sisi jendela besar disamping kiri meja kami. Ia bergegas mengambil tasnya dan berjalan keluar Cafe

“Hyura-ya” panggilku sesaat sebelum ia sampai pintu masuk. Ia menoleh dan menatapku menunggu apa yang ingin kukatakan.

“hati-hati” kataku akhirnya. Aku tidak tau apa yang harus kukatakan untuk menahannya lebih lama disini

Ia mengangguk dan lagi-lagi tersenyum sebelum pergi. “Hm, kau juga. Kyuhyun-ah”

Kulihat ia berlari kecil menghampiri sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat kami. Seorang pria gagah turun dari mobil dan membukakan pintu untuknya. Mereka saling melemparkan senyum bahagia. Saat itu aku sadar, aku telah kehilangan dirinya untuk selamanya.

Orang bilang cinta pertama mendewasakanmu dan cinta terakhir melengkapimu. Kurasa dirinya sudah merasa lengkap sekarang. Maaf, kata yang hingga saat ini belum kuucapkan padanya. Maaf sudah menorehkan luka dihatimu, maaf sering membuatmu menangis, maaf sudah membuatmu terlalu bekerja keras. Dan Sekarang kau harus bahagia.

Aku mencintaimu

END

64 thoughts on “Reason”

  1. Tapi end’a begini q stuju thor….. Jd tak terlalu nyesek bgi ke2nya… Eh brarti niat kyu utk membawanya kembali tak jd dong….??
    Author, gmana klo ff ni d.lanjut… Kyu’a jd jahat ga jahat sih cuman cara mendapatkn hyura kembali melalui sebuah obsesi /maaf thor bahasa’a membingungkan…. Kyanya seru kalo pemaksaan gitu… Mskpn sudah umum tpi q suka…. Hehehh
    tak maksa loh jikalau author berkenan…. ^^

    Reply
  2. Wah pagi2 dah bersedih2 ria nie..
    sad nya dapet.. meskipun cuma dikit ceritanya tp ngena..
    Apa lagi kata2 terakhirnya..
    Cinta pertama mendewasakan n cinta terakhir melengkapi

    Reply
  3. suka dgn quote “cinta pertama mendewasakanmu dan cinta terakhir melengkapimu” kayanya ini menjadi penutup cerita yang okss banget ^^

    Reply
  4. cukup begini endingnya plis g usah ada sequel! ini okey banget >< bener deh cinta pertama itu sbg pembelajaran dan terahir itu pelengkap! good job!^^

    Reply
  5. Thor sediih ya ceritanya T-T .. Tp sad endingnya buat kebaikan 2’2nya sih gpp .. 🙂 ditunggu karya2 yg lainnya yaaa , hwaiting 😀

    Reply
  6. Wae..???
    Dr td bc yg happy..dg hati berbunga2 q buka ‘reason’ brharp akhir yg sm, tp…
    Mungkin sekali2 gpp authornim buat yg kayk gini..biar kyu tdk sll d ats awan *plaakk* galau.com

    Reply
  7. Uri kyuhyun kesian tp aku suka klo kyu jadi kaya gini di ff abis biasa nya di ff lain dia yang nyiksa cwek nya karna kelakuan dia yang evill
    author daebak!

    Reply
  8. gatau kenapa berkali-kali baca ff ini tp feelingnya masih kerasa aja. gatau ff ini emang terlalu menyentuh atau gimana.. aku suka.. dan gausah ada sequel, ini udah pas banget. terimakasih kakak author:”)

    Reply
  9. Ya ampun apa si ini T.T
    walau bisa di katakan hanya sepenggal kisah tapi bisa buat aku ni yg baca Sedih. serasa memang keserakahan itu menguasai kyuhyun sampai dia lupa akan org yg selalu di sisinya saat dia jatuh.
    Hanya beberapa kata tapi itu cukup menyentuh hati yang terdalam 🙁

    Reply
  10. Aigoo sad ending, jd mrk putus krn ambisius nya cowok itu dgn keinginannya apalagi smp terang2an bergandengqn tgn wanita lain, namun stlh putus akhirnya Hyura mendapat kebahagiaan namun si cowok menyesal

    Reply
  11. Eonni apa ini ?? Ini apa ??
    Aduuh nyesek juga jadi Kyuhyun
    Jadii kaya gimana gtu akhir nya sad ending ?
    Napa gak bikin sequel nya ajh eonni
    Aku penasaran klo di dibikin sequel akhir nya kaya gimana ??
    Dan aku penasaran sama laki laki yang mau nikah sama Hyura ??

    Reply
  12. Hai..hai *ngerusuh bareng ddangkoma(?)* lah? ddangkoma pan hewan berjalan bagaikan bidadari surga(?)bisa ngerusuh? *gue aja heran tapi iyain aja thor wkwk*
    Aku tau ini blog dari salah satu blog ff juga hehe boleh dong jadi reader juga(?)
    Btw, Ini ff rada mirip sama kehidupan gue masa thor-_-
    Mantan gue kan cowo *yaiyalah* dia ninggalin gue karna dia udah bosen sama gue trus dia juga selingkuh dibelakang gue ternyata. Sakit? Banget :”)
    Kalo bisa sih lanjutin ff yang ini thor. Gue mau tau kalo karya bikinan lo bakalan sad or happy ending :v
    Makasih ya thor ^^

    Reply
  13. Ngenes baget, disaat kyu mulai menyadari akan arti hadir hyura semua sudah terlambat dan tak akan akan kesempatan untuknya lagi, yg ada hanya rasa penyesalan yg menghampri

    Reply
  14. huahhh…..
    apaan ini eonni? pendek banget, trus ini sad ending apa happy ending ya? buat kyu hyun pasti sad ending, buat hyura happy ending. tpi rasain lah kyu… siapa suruh terlalu ambisius, ujung-ujungnya yg pling berharga justru malah pergi

    Reply
  15. Ff pertama yg aku baca paling singkat tapi nyentuh.
    Penjelasannya jelas bgt, nyentuhhh sumpahhh.
    Sedihhhh, coba klo ada ff tentang cerita mereka yg sebelumnya. Pasti keren, woahhh debakkkk.

    Reply
  16. Cinta tak harus memiliki. Dan cerita ini juga mengingatkan tentang banyak orang berkata cinta pertama selalu tak termiliki…hiks..hikss..hiks
    Tapi kau pantas menadapat penderitaan atas keserakahan dan ambisi mu kyu.
    Dan hyura pantas dapat namja yang jauh lebih baik dari kyu.

    Reply

Leave a Reply to hyunjiwon Cancel reply