The Crown [Part 4]

 

Happy Reading and Sorry for typho

@miss_hoon

***

“Kau ingat bagaimana menggunakan jam pemberianku kan?”

“Kau sudah menanyakan hal itu lebih dari tujuh ratus ribu kali Cho Kyuhyun ssi.” Kataku bosan. Kyuhyun setuju menghubungi Donghae. Demi mendapatkan kepercayaanku, Kyuhyun membiarkanku mengorek informasi dari Donghae. Itu yang kukatakan padanya. Jujur saja sebenarnya aku tidak mempercayainya, tidak siapapun, jadi aku akan melakukannya dengan caraku.

“Beri tahu aku kalau kau sudah tiba.” Katanya lagi.

“Kau juga sudah mengatakan hal itu.”

Kyuhyun mengeluarkan nafas kasar. Membenturkan keningnya pelan di kemudi dua kali baru mendongak. Menegakkan tubuhnya. Beralih padaku dan melihatku serius. “Cari tahu apa yang perlu kau ketahui. Donghae berhati lemah, terlebih lagi padamu. Mungkin dia akan mengatakan apapun yang dia ketahui. Setelah itu kau harus menghubungiku. Kau mengerti?”

Aku menatap Kyuhyun tidak suka. “Aku tidak akan memanfaatkan Donghae seperti yang kalian semua lakukan padaku. lagipula Donghae bukan tipe seperti itu.”

“Tipe seperti itu?” Salah satu alisnya terangkat.

“Berhati lemah.”

“Kau tidak mengenalnya dengan baik. Kau harus tahu tuan putri, pangeranmu adalah seorang pengamat, orang yang tahu segalanya, dia tahu apa yang terjadi pada keluarganya, pada keluargamu, tapi sayangnya dia memiliki hati yang lemah, Donghae tidak tahu kapan dan dimana harus menggunakan otaknya.” Kata Kyuhyun setengah jengkel. “Sebagai buktinya dia menyerah dan jatuh cinta. Cih, dasar idiot.”

“Apa kau ingin mengajakku bertengkar?” kataku tak kalah jengkel. Perasaanku campur aduk karena sebentar lagi akan bertemu Donghae. Fakta apapun yang Kyuhyun ceritakan padaku, aku tetap mengharapkannya, aku merindukan Donghae meskipun rasa percayaku tidak lagi seperti dulu.

“Aku hanya memberitahumu seperti apa orang yang akan kau hadapi.”

“Donghae tunanganku. Jangan membuatku terlihat seperti orang tolol yang tidak mengenal tunangannya sendiri.”

“Kau memang tidak mengenalnya, Nona Park. Dia…”

“Hentikan, Cho Kyuhyun.” Aku memperingatkan. “Jika kau mengucapkan sepatah kata lagi aku akan pergi.”

Kyuhyun memberengut. “Baiklah.” Dia melirik jam. “Ayo. Seharusnya dia sudah sampai sejak tadi.”

Kyuhyun membuka pintu mobil, aku mengikutinya. Dia melingkarkan tangannya di pinggangku begitu aku berdiri di sebelahnya. Meskipun sentuhan ringan tapi tetap saja membuatku menggeliat tidak nyaman. Namun aku tidak menolak. Ini salah satu hal yang membuatku menunjukkan bahwa kami da