The Crown [Part 3]

The Crown

Happy Reading and Sorry For Typho

***

              Aku tidak pernah berlari dari apapun. Aku selalu menghadapinya. Masalah, kesulitan, kematian keluarga. Aku tidak pernah kabur. Tidak sekalipun. Tapi sekarang aku harus lari. Kabur dari pria di sampingku. Sejak pembicaraan terakhir kami, dia belum sekalipun menghentikan mobilnya. Aku jadi bertanya-tanya apa dia tidak kehabisan bensin?

              Mungkin ide yang murahan bahwa kemungkinan aku bisa kabur saat dia mengisi bahan bakar. Tapi aku juga tidak mungkin membuka pintu penumpang lalu meloncat dari mobil. Bukannya berhasil kabur malah bisa-bisa aku masuk rumah sakit.

              Jika perhitunganku tidak salah kami sudah menempuh jarak setidaknya lima jam. Tapi stamina Kyuhyun sepertinya tidak berkurang sama sekali. Matanya tetap awas meskipun sudah menyetir selama itu.

              “Kau lapar?” suaranya yang tiba-tiba membuatku berjengit.

              “Tidak, terima kasih.” Sahutku datar tanpa melihatnya. Pandanganku tetap terkunci di jendela. Dari kejauhan aku bisa melihat laut. Tunggu dulu. Laut? Bagaimana bisa kami sampai sini? Ya ampun ini pasti jauh sekali dari London.

              Kyuhyun sepertinya bisa mencium kepanikan yang menguar dari tubuhku. Meskipun tidak melihatnya tapi aku tahu dia berkali-kali melihat ke arahku. Memastikan aku tidak berniat kabur. Tentu saja. Bagaimana aku bisa kabur jika di sisi kiriku pegunungan batu sementara di kanan hanya lautan. Aku tidak sebodoh itu untuk bunuh diri.

              Pemandangan birunya laut hanya sekitar lima menit lalu tergantikan oleh gelapnya terowongan. Kegelapan melingkupi kami lebih lama dari yang kuharapkan. Ini lebih menyesakkan karena bukan orang yang kuharapkan yang berada di sisiku.

              “Kau butuh makan!” putusnya. Bersamaan saat mobil keluar dari terowongan. Aku tidak peduli apapun yang dikatakan pria ini. Bukan haknya untuk memutuskan aku butuh makan atau tidak.

 Kyuhyun mengambil jalur keluar dari north wales expy, baru setelah itu aku mulai melihat tumpukan kendaraan. Rumah-rumah, lampu lalu lintas, gedung-gedung dan pertokoan mulai berjejer. Untuk mengurangi resiko, Kyuhyun berbelok ke restoran yang menyediakan drive thru.

Saat dia bersiap memesan aku memotongnya.

“Aku butuh ke toilet.”

Kyuhyun menilaiku, mencari kebohongan di mataku. Dia terlihat tidak yakin. Tapi aku memang benar-benar harus ke toilet.

“Baiklah.” Desahnya, lalu membatalkan untuk memesan dan memarkirkan mobil. Kyuhyun membayangi langkahku saat masuk ke restoran. Dia langsung mengarahkanku ke toilet.

“Aku tunggu di sini.” Tatapannya seolah mengatakan awas-saja-kau-kalau-mencoba-kabur.

Toiletnya kecil dan berbau, untung saja masih layak untuk di gunakan. Aku mencari jalan lain untuk keluar dari sini, tapi satu-satunya jalan hanya pintu yang sedang di jaga Kyuhyun. Mendesah berat, pasrah sebelum membuka pintu.

Kyuhyun menatapku lama, melihatku dari atas sampai bawah. Seolah dia memastikan tidak ada yang kurang dariku. Baru setelah itu dia berbalik, aku ragu untuk mengikutinya atau berlari ke arah sebaliknya. Namun seolah membaca pikiranku dia mengatakan. “Jika kau mencoba lari, aku hanya tinggal mengejarmu dan menangkapmu.”

Sialan.

              Memutar mataku lalu melangkah di belakangnya. Kyuhyun tetap memilih memesan makanan menggunakan drive thru. Dia berjalan memutar ke kursi pengemudi, dia menungguku membuka pintu baru setelah itu dia juga membuka pintu. Dengan ekspresi polos aku menunggunya hingga masuk ke balik kemudi dan menutup pintu. Sementara aku masih berdiri di luar sambil memegang pintu mobil yang terbuka.

Melebarkan pintu selebar-lebar, Kyuhyun menoleh ke arahku curiga, dia melihat kelakuanku yang aneh.

“Cepat masuk.” Perintahnya.

Aku mengangkat bahu bersamaan dia melotot, membaca niatku. Sebelum dia bergerak aku berbalik ke arah parkiran dan berlari sekuat yang kubisa. Aku mendengarnya mengumpat dan membanting pintu mobil. Aku tidak berani menoleh kebelakang. Aku tahu aku bukan pelari yang kuat, karena itu aku tidak berlari ke jalanan melainkan ke arah puluhan mobil yang sedang terparkir. Menyelipkan tubuhku, bersembunyi di balik mobil-mobil.

Mengangkat gaun tidurku, merendahkan tubuhku hingga sejajar dengan tinggi mobil. Padahal Aku hanya berlari tidak lebih dari tiga puluh kaki tapi rasanya paru-paruku seolah kehabisan udara. Mengambil nafas sebanyak-banyaknya sambil meraba-raba pintu mobil yang tidak dikunci.

“PARK HYURA!”

Aku tersentak mendengar suara itu tidak jauh dariku. Menoleh ke balakang. Tidak ada siapapun. Dia masih mencariku. Suaranya semakin keras dan marah. Aku membabi buta menarik setiap pintu mobil yang kulewati.

Cepat!cepat! Kumohon! Kumohon terbukalah.

Aku hampir menangis saat mendengar suara langkah cepat dan berat tidak jauh dariku, menundukkan tubuhku lebih rendah beralih ke mobil yang lain. Saat aku hendak berpindah seorang anak laki-laki sedang memakan eskrim berdiri di depanku, dia melihatku aneh.

Meletakkan telunjuk di depan bibirku, menyiratkan agar dia tidak bersuara. Anak laki-laki itu berjinjit untuk melihat ke sebrang mobil yang menutupi kami.

“Apa orang itu mencarimu?” tanyanya tidak jelas karena es krim di mulutnya.

“Dia orang jahat,” aku berbisik. “Di mana mobil ibumu? Aku butuh bantuannya.”

“Apa kita akan bermain polisi dan mafia?”

Aku mengangguk cepat, berharap bocah ini segera menunjukkan mobilnya dan aku bisa bersembunyi.

“Wow Kereen.”

“Dimana mobil ibumu?” bisikku tidak sabar.

Dia menunjuk mobil persis di sebelahku. Dahiku berkerut, aku yakin mobil ini terkunci. Belum sempat aku beralih ke arah bocah itu lalu terdengar suara pip, dan kunci terbuka. Aku meliriknya, dia menyeringai sok. Aku tidak punya waktu meladeni  bocah itu dan langsung beringsut ke jok belakang. Sementara dia masuk ke jok penumpang di depan.

Memerosotkan tubuhku hingga hampir berbaring di jok. Kaca mobil ini tidak gelap, jika Kyuhyun melewatinya tamat riwayatku. Bocah itu setengah memutar tubuhnya menghadapku.

“Aku bisa melihat payudaramu.” Katanya tiba-tiba sambil mengelap pinggiran mulutnya dengan tisu. Aku melotot. Dasar bocah mesum! Merapatkan jaket, menutupi gaun tidurku sambil menatapnya garang. Aku memang tidak pernah memakai bra saat tidur. Aku jadi berpikir ulang, apa selama perjalanan tadi Kyuhyun memperhatikannya? Bulu kudukku langsung berdiri membayangkan dia benar-benar memperhatiakn payudaraku.

Bocah itu mengangkat bahunya, “Jangan khawatir aku tidak terangsang, aku pernah melihat yang lebih seksi. Kristen punya payudara yang ukurannya hampir sama denganmu.”

“Berhenti membicarakan payudara!” bentakku.

“Maaf.” Gumamnya datar, dia sama sekali tidak terlihat bersalah. “Aku hanya mengatakan apa yang kulihat.”

“Siapa namamu?”

“Clayton. Kau?”

“Hyura.”

Dia mengernyit, “Namamu sulit diucapkan.”

Aku memutar mata. Dasar orang eropa. “Kau bisa memanggilku Hayle”

“Baiklah Hayle, dia berdiri di sampingmu.”

“Huh?” aku menoleh ke jendela, Pinggul seseorang sedang bersandar persis di jendela di sisiku.

Sial.

Aku semakin memerosotkan dudukku. Tahu meskipun tidak membantu jika Kyuhyun merendahkan tubuhnya dan mengintip ke dalam.

“Sejak kapan kau melihatnya.” Bisikku.

“Sejak tadi” ujarnya santai.

“Kenapa baru mengatakannya?” ujarku kesal.

Dia mengangkat bahu. “Dimana kesenangannya kalau begitu?”

Ugh! Aku ingin memukul anak ini.

Clayton menggeleng pura-pura prihatin. “Aku kasihan dengan pria itu. Sebentar lagi pasti petugas keamanan menghampirinya. Lihat saja dia seperti orang gila berteriak-teriak memanggil namamu. Ngomong-ngomong apa tenggorokannya tidak sakit?”

Aku memutar mata. Tidak ingin menanggapi komentarnya. Mengintip ke lapangan parkir, Kyuhyun sudah berpindah ke sisi lain. Benar apa kata Clayton. Dia berteriak keras sekali. Apa tenggorokannya tidak sakit?

Aku menggeleng keras. Apa sih yang aku pikirkan. Aku harus menemukan cara untuk menghubungi Donghae.

“Dimana ibumu?” tanyaku.

“Di rumah.”

Huh?

Melirik ke samping sekilas, memastikan Kyuhyun tidak berada di dekat mobil ini, aku meneggakkan tubuh.

“Berapa umurmu? Dengan siapa kau kesini?”

“Aku sepuluh tahun.” Clayton menunjuk toko obat di sebrang jalan dengan dagunya. “Seharusnya Kristen sudah kembali, tapi sepertinya dia sibuk meminta nomor telepon penjaga toko itu.” Katanya jelas tidak suka. “Well, Kristen kakakku.”

Aku mengangguk. menjelaskan kenapa dia tidak menyukai tindakan kakaknya. Reaksi alami saudara laki-laki mengenai saudara perempuannya.

“Aku akan keluar setelah pria itu pergi.” Kataku.

“Kusarankan untuk menutup payudaramu atau akan ada pria-pria seperti itu lagi.”

“Sudah kubilang berhenti membicarakan payudara!” Sahutku jengkel.

“Terserah. Aku kan hanya memberi saran.”

Aku tidak menanggapinya dan bertanya. “Apa dari sini ke London jauh?”

“Tergantung seberapa jauh apa yang kau maksud dengan ‘jauh’. Menurutku London cukup jauh karena aku belum pernah ke sana.”

“Apa aku bisa naik taksi ke sana?”

“Kau bercanda?” Clayton tertawa mengejek. “Kau hampir menyebrang ke Irlandia dan bertanya apa bisa naik taksi untuk kembali ke ibukota? Kurasa kau lebih bodoh daripada Claire, setidaknya Claire bisa membaca peta.”

“Tunggu. Kau bilang apa? Irlandia?” suaraku hampir naik satu oktaf saat menanyakannya.

Clayton menunjuk jalanan diantara lapangan parkir dan bangunan-bangunan toko. “Kau lihat itu.” Katanya . “Mungkin delapan atau sepuluh kilometer lagi kau tidak akan menemukan jalanan aspal karena kau sudah berada di ujung Negara ini, kawan. Tidak jauh dari sini ada pelabuhan untuk menyebrang, bahkan dibalik bangunan itu kau bisa melihat lautan.”

Menghempaskan tubuhku ke jok sambil mendesah berat. Ya Tuhan, aku tidak tahu Kyuhyun membawaku sejauh ini. tidak heran kami menempuh perjalanan semalaman. Pertanyaannya adalah apakah Donghae akan mencariku? Apakah dia bersedia mencariku sejauh ini?

Menutup wajahku dengan kedua tangan. Aku ingin menangis. Apa yang harus kulakukan? Sendirian, tidak kenal siapapun, tidak punya uang dan aku tidak tahu berada dimana.

“Hey. Pria itu sudah pergi.” Suara Clayton membuatku mendongak. Ya mobil Kyuhyun sudah tidak ada di depan restoran. Meskipun begitu aku tidak boleh terlalu lega, bisa saja dia masih di dekat sini.

Aku mengangguk. “Terima kasih atas bantuanmu.”

“Bukan apa-apa.” Sahut Clayton ringan.

Merapatkan jaket saat keluar dari mobil sedan Clayton. Sekarang aku benar-benar buta. Tidak tahu harus kemana dan bagaimana. Sebelum beranjak aku kembali mengetuk kaca jendela mobil Clayton. Dia membukanya.

“Kau punya ponsel?” tanyaku.

“Maaf, orang tuaku belum mengijinkanku memiliki ponsel.”

“Oke. Aku hanya bertanya.”

Tanpa rencana, tanpa tujuan aku berjalan keluar lapangan parkir. Berjalan di bawah pohon di pinggiran trotoar. Aku tidak tahu rencana Kyuhyun, kenapa dia repot-repot membawaku sampai ke sini. Tapi jika dia berniat jahat, Dia bisa saja membuangku saat aku tertidur tadi.

Dahiku berkerut saat menemukan sesuatu dari kantung jaket Kyuhyun.

Jam tangan?

Tanpa sadar aku menyeringai. Kelihatannya jam tangan mahal. Aku bisa menjualnya dan mendapatkan uang untuk ongkos kembali ke London. Aku menghampiri shuttle bus terdekat. Ada dua anak perempuan remaja di sana yang sedang ngobrol. Keduanya berambut pirang, yang satu berpotongan pendek hampir seperti laki-laki, sedangkan yang lain dikuncir kuda.

 Aku menyapa mereka. Kedua anak itu mendongak, melihatku janggal, memperhatikan penampilanku yang dibilang tidak wajar. Mungkin mereka berpikir aku wanita asia gila yang lari dari rumah sakit jiwa.

Aku tersenyum seramah mungkin. “Hey, aku punya jam keren. Apa salah satu dari kalian ingin membelinya?” merogoh saku jaket dan memarkannya di depan mereka.

Keduanya mengernyit bersamaan. Yang berambut pendek yang pertama kali membuka suaranya.

“Kau yakin ini jam?” nadanya jelas mengejek.

Aku mengangguk.

“Dari mana kau mencurinya?” tanya si kuncir kuda.

Memutar mataku. “Kalian mau membelinya tidak? Bukan hal yang penting dari mana aku mendapatkan jam ini.”

“Yang kau jual itu bukan jam tapi ponsel. Smartwatch.”

“Huh?”

Aku yakin sekarang tampangku persis orang idiot, sampai mereka berdua menertawakan ketololanku. Menarik jam kembali, aku memperhatikannya dengan seksama. Dilihat dari manapun bentuknya seperti jam. Memang tampilan jarum jamnya sedikit aneh, bukan digital bukan juga analog.

Dua anak di depanku tiba-tiba berdiri, mata mereka melebar, melihatku aneh dan… ngeri. Menyipitkan mataku. Tidak, mereka tidak melihatku melainkan ke belakangku. Aku merasakan perasaan familiar yang tidak nyaman, seperti seseorang menodongkan pisau kepunggungku.

Dua anak itu melangkah mundur lalu berbalik menjauh, bersamaan suara berat  terdengar di belakangku seperti air es.

“Kau mau berbalik atau aku harus memaksamu?”

Memejamkan mataku sambil mendesah berat, baru setelah itu memutar tubuhku. Kyuhyun berdiri tepat di hadapanku sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Dia terlihat tenang namun aku tahu dia jelas marah.

Dia mundur dua langkah sampai sejajar dengan Range, lalu membuka pintu penumpang.

“Masuk.”

Aku bergeming. Masih mempertimbangkan apa aku masih memiliki kesempatan kabur. Tapi Kyuhyun jelas bisa membacanya di wajahku.

“Kenapa aku harus ikut denganmu?” suaraku naik satu oktaf. Berusaha keras untuk tidak terintimidasi. Aku adalah tunangan sepupunya, tidak seharusnya dia memperlakukanku seperti ini. “Kau jelas-jelas berbohong padaku.”

“Aku ingin membawamu pulang. Bukankah tadi sudah kukatakan.” Sahutnya dengan nada bosan.

“Pulang? Kemana? Aku tidak punya rumah.”

“Kau akan tahu kalau sudah sampai nanti.”

“Kau tidak menjawabku dengan jelas. Kenapa aku harus percaya padamu?”

Kyuhyun terlihat kesal sekarang. Dia membanting pintu keras. Memasukkan tangannya ke saku celana sambil menatapku menantang.

“Kau ingin sesi tanya jawab? Baiklah, apa pertanyaanmu!”

Meskipun ragu dia akan menjawab jujur, tapi aku tetap bertanya. “Kenapa kau membawaku kesini?”

Kyuhyun mendengus. “Harus berapa kali kubilang aku akan membawamu pulang!” sahutnya tidak sabar.

“Berhenti berbohong! Sebelumnya Kau membohongiku dengan menyebut nama Donghae! Dan sekarang kau terus mengatakan kata ‘pulang’ yang mana sama sekali tidak masuk akal! Kau dan aku sama-sama tahu apa yang terjadi padaku!” aku hampir menangis saat mengatakan kalimat terakhir. Bisa-bisanya dia membohongiku dengan alasan konyol seperti itu. Padahal jelas dia tahu aku tidak memiliki rumah ataupun orang tua.

“Salah! Aku tahu. Kau tidak. Aku harus berbohong karena tanpa melibatkan pangeranmu kau tidak akan secara sukarela keluar dari sana.”

“Mimpipun jangan berharap!”

“Aku bukan tukang tidur yang suka bermimpi. Aku lebih menyukai kenyataan. Sekarang masuklah, hawanya semakin dingin. Bajumu sangat tipis.”

“Jangan sok peduli padaku. aku lebih baik mati kedinginan daripada ikut denganmu. Dasar penculik brengsek.”

“Jaga mulutmu.” katanya dingin. Dia tidak berbicara keras seperti sebelumnya tapi ini terkesan lebih mengerikan. “Aku tidak suka mendengarmu mengumpat.”

“Persetan dengan apa yang kau suka dan tidak.” Jelas aku tidak mendengarkannya. Rahang Kyuhyun berkedut. Benar-benar tidak suka makian yang keluar dari mulutku. Tapi siapa yang peduli? Aku bahkan tidak peduli.

“Jaga. Mulutmu. Park. Hyura.” Katanya tertahan.

“Peduli setan denganmu.”

Kyuhyun memejamkan matanya, menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara teratur. Seolah dia menahan diri untuk tidak memukul sesuatu. Apa sih masalahnya? Kurasa bukan urusannya aku mengumpat atau tidak.

“Masuklah saat aku masih memintamu baik-baik.” Katanya setelah dia yakin dia sudah tenang.

“Sudah kubilang aku tidak akan ikut denganmu. Kemanapun! aku tidak percaya padamu.”

Sekarang seringaian mengejek muncul di wajahnya. Persis saat dia mengancamku di kantor EAK, membuatku ingin meninju wajahnya.

 “Memangnya siapa yang kau percayai? Setelah apa yang terjadi padamu kurasa kau juga tidak bisa percaya pada Tuhan sekalipun.”

Aku mempercayai Donghae. Meskipun seharusnya tidak boleh, tapi aku mempercayainya. Namun aku tidak mengatakan hal itu pada Kyuhyun. Dia bukan seseorang yang pantas untuk mendengar apa yang kurasakan.

“Telepon Donghae. Jika kau membiarkanku bicara padanya aku akan ikut denganmu.”

“Tidak bisa.”

“Apa-apaan sih.”

“Kau pikir kau bisa mempercayai pangeranmu.” Katanya dengan nada menghina.

“Lalu kenapa aku harus percaya padamu.” Balasku menantang.

“Karena tidak ada lagi orang yang bisa kau percaya selain aku. Dengar…” Kyuhyun maju selangkah ke arahku di barengi dengan aku mundur selangkah. Dia menatap jarak diantara kami. Baru tatapannya kembali padaku. Jangan harap aku mau didekati setelah apa yang dia lakukan padaku.

“Hyura-ya.” Panggilnya. Aku baru sadar ini pertama kalinya Kyuhyun memanggil namaku seolah kami sangat dekat. Padahal aku tidak mengenalnya dan aku yakin dia juga tidak mengenalku.

“Aku akan mengatakan semuanya asal kau masuk ke dalam mobil. Aku tidak akan mengatakannya di sini sementara kau menjaga jarak cukup jauh dariku.”

Aku tidak menanggapinya dan tetap diam di tempatku, sementara dia menunggu dengan sabar selama beberapa menit lalu mendesah berat saat sadar aku tidak akan menurutinya.

Kyuhyun menggelang lemah sambil menggerutu tidak jelas. Mengatakan aku bersikap lebih sulit dari seharusnya.

“Kukira kita dalam posisi yang sama.” Ujarnya. “Setelah apa yang terjadi padamu dan padaku.” aku mengernyit tidak mengerti, Kyuhyun melanjutkan. “Setelah kita berdua kehilangan segalanya kurasa kau bisa memahami posisiku seperti aku memahamimu. Dan kita bisa melampaui apa yang mereka pikirkan jika kita bertahan bersama.”

Aku melihatnya seperti dia sudah gila, aku sama sekali tidak mengerti apa yang di ocehkannya. Posisi yang sama? Yang benar saja!

“Kehilangan semuanya? Kau bercanda?” aku melambaikan tanganku menunjuk ke arahnya. “Lihatlah. Kau masih berdiri dengan sombong sebagai Cho Kyuhyun. Kerabat Keluarga Lee. Pemimpin para pengusaha di Eropa.” Aku melebarkan tanganku sebelum menjatuhkannya di sisi tubuhku. “Sementara aku? Lihatlah! Aku berantakan! Aku tidak memiliki apapun. Bahkan baju yang kukenakan adalah belas kasihan dari keluarga Lee dan…kau.” Menelan gumpalan yang tiba-tiba muncul di tenggorokanku. “Kau menyamakan posisi kita?” aku mendengus tidak percaya. “Apa kau gila!” setitik air mata terbit di sudut mataku, sebelum jatuh aku mengusapnya kasar. Terkutuklah aku jika aku membiarkannya melihatku menangis.

“Saat kau kehilangan alasan untuk tetap hidup sama saja kau sudah kehilangan segalanya.” Sahut Kyuhyun lelah. Dia melambaikan tangannya ke arahku. “Setidaknya kau masih bertahan hidup.” Meskipun sekejap, aku melihat sisi Kyuhyun yang rapuh. Dan aku tidak menyukainya.

Aku bukan wanita yang keras kepala dan keras hati. Itu sama sekali bukan sifatku. Tapi entah kenapa saat menghadapi Kyuhyun aku merasa aku harus menjadi wanita seperti itu. Padahal aku selalu bersikap lembut meskipun dengan Lee Hyukjae.

“Berikan kunci mobilmu!” menengadahkan tanganku.

Dahi Kyuhyun berkerut bingung.

“Untuk?”

“Aku akan menurutimu masuk ke dalam mobil tapi berikan kuncinya.”

Salah satu sudut mulutnya terangkat, seolah aku bercanda, tapi detik berikutnya dia sadar aku tidak bercanda. Aku serius seratus persen. Kyuhyun mengangkat bahunya tidak peduli lalu merogoh saku jinsnya. Dia mendekat. Untuk kali ini aku tidak mundur. Kyuhyun menekan kunci mobilnya sampai berbunyi ‘pip’ baru setelah itu meletakkanya di tanganku.

“Sekarang. Masuklah.”

Aku meliriknya tajam sebelum melangkah melewatinya. Kyuhyun langsung mengitari kap depan menuju pintu kemudi. Aku sudah berada di dalam saat Kyuhyun masuk. Harus kuakui disini terasa lebih aman dan hangat. Kaki sudah hampir mati rasa karena kedinginan.

Memiringkan posisi dudukku menghadap Kyuhyun.

“Sekarang apa maumu?”

“Aku tidak tahu kau bisa setajam ini.” dia tertawa kecil dengan komentarnya sendiri. Aku tidak menanggapinya dan tetap menunggu.

“Ikutlah pulang bersamaku…ke rumahmu.”

Alisku terangkat satu. “Rumahku?

“Bukan, lebih tepatnya rumah peninggalan ibumu. Keluarga Ibumu.” Kyuhyun berhenti, dia menilai ekspresiku. Tapi aku mendorongnya untuk melanjutkan. “Ibumu memiliki keluarga di Irlandia. Nenekmu asli keturunan tuan tanah sementara kakekmu adalah mantan narapidana yang lari dari tiongkok.”

“China?”

Kyuhyun mengangguk. “Aku menelusuri pohon keluargamu yang ternyata sangat sulit. Kakek dan nenekmu sudah meninggal sejak lama, bahkan saat ibumu masih kecil. Ibumu tinggal bersama bibinya hingga usia delapan belas tahun lalu pergi ke London untuk sekolah seni, disanalah dia bertemu ayahmu. Ayahmu membawa ibumu pulang ke korea dan menikah di sana. Sejak saat itu ibumu tidak pernah sekalipun kembali ke negara ini. Seolah dia lupa, atau sengaja melupakan kehidupannya di sini.”

Aku tidak terkejut dia bisa berbicara sepeti itu padaku. Kalian juga akan merasakannya saat sadar kau hanya dikelilingi kepalsuan.

“Apa kau mengarang sebuah cerita?” tanyaku hampir sinis.

“Kau pikir aku mengada-ada?” sahutnya tersinggung.

Mengangkat bahuku acuh. “Tidak ada alasan bagiku untuk percaya padamu.”

“Kembalikan kunci mobilku!” suaranya kasar.

“Kalau begitu aku bisa keluar.”

Kyuhyun menggeram lalu sedetik kemudian bunyi klik dari central lock.

Aku menatapnya sengit.

“Sayang sekali kita berdua terkunci disini.” Salah satu sudut mulutnya tersungging. “Serahkan kunci mobilku dan ikut denganku atau kita berdua terkunci disini sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.” Kyuhyun meregangkan tubuhnya lalu meletakkan tangannya di belakang kepala, menggunakannya sebagai alas di sandaran mobil. “Aku sih tidak keberatan.” Tambahnya. Dia melirikku. “berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa ceritaku benar. Aku akan membawamu kembali ke rumah nenekmu. Di sana kau bisa memutuskan untuk percaya padaku atau tidak.”

Aku menunduk, menatap kunci mobil Kyuhyun yang masih kugenggam. Seperti yang kukatakan sebelumnya, tidak ada alasan bagiku untuk percaya tapi Jujur saja aku ingin dia membuktikan kebenarannya. Kemungkinan aku masih punya keluarga lain membuatku tergoda untuk ikut bersamanya.

Tapi bagaimana jika dia hanya pembohong?

Kyuhyun sudah berbohong padaku mengenai Donghae, bukan hal yang aneh jika dia berbohong lagi. Percaya pada Kyuhyun malah bisa membuatku menjadi keledai tolol yang jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.

“Bangunkan aku kalau kau sudah memutuskannya.” Kyuhyun memejamkan mata. “Aku belum tidur semalaman.”

“Apa kau tidak bekerja?”

Kyuhyun langsung membuka mata, menoleh ke arahku. Menatapku ragu, seperti tidak mendengar pertanyaanku. Aku sendiri bingung kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu. Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulutku.

“Kau ingin tahu kenapa aku tidak bekerja?” tanyanya seperti meyakinkan diri sendiri.

Aku sendiri kebingungan harus menjawab ‘iya’ atau ‘tidak’ jadi aku hanya menggeleng. “Tidak, anggap aku tidak bertanya. Kau bisa kembali tidur.” atau tidak.

Kyuhyun mengernyit bingung, tapi dia tidak bertanya lagi dan kembali ke posisinya dan memejamkan mata. Saat dia seperti itu membuatku ingin bertanya apapun yang membuatnya membuka mata dan berbicara padaku. Aku tidak suka keadaan seperti ini. Dia bisa nyamannya tertidur di sampingku sementara aku merasa canggung. Bagaimana dia bisa percaya bahwa aku tidak akan mencekiknya saat dia terlelap.

“Aku tidak percaya padamu.” Kataku. Perlahan mata Kyuhyun terbuka lagi. Tapi dia tidak menoleh padaku. “Tapi aku ingin kau menunjukkan dimana rumah ibuku.” Aku menyodorkan kunci mobil padanya. Kyuhyun menegakkan tubuh dan mengambil kuncinya tanpa menoleh padaku, tapi aku masih sempat melihat salah satu sudut mulutnya terangkat.

Aku kembali menegakkan dudukku di jok, menatap ke depan. Kyuhyun tidak berkata apa-apa sampai di tempat penyebrangan.

“Tutupi wajahmu dengan rambut.” Perintahnya.

Aku tidak mengerti maksudnya tapi aku melakukan yang di minta. Menundukkan wajahku hingga helaian rambutku jatuh melewati bahu dan menutupi wajah. Kyuhyun melewati gerbang pemeriksaan dan dia menyerahkan sesuatu pada petugas berseragam. Petugas memeriksa lembaran-lembaran yang diberikan Kyuhyun lalu menyipitkan matanya ke arahku.

Kyuhyun tersenyum ramah dan menepuk bahuku ringan “Dia saudariku. Kami ingin ingin mengunjungi kerabat kami.”

Petugas itu mengangguk dan mengembalikan apapun yang Kyuhyun berikan tadi lalu membuka gerbang.

“Apa itu tadi?” tanyaku setelah merasa aman.

“Petugas imigrasi, kita membutuhkan tanda pengenal.”

Aku tidak punya tanda pengenal dan aku yakin seratus persen pasporku berada di tangan Eomonim.

“Aku menggunakan paspor kakakku.” Kyuhyun menjawab pertanyaanku yang tidak terucap. Aku memutar mata. Penyakit orang eropa yang menganggap semua orang asia sama, padahal jelas-jelas wajahku berbeda dengan Cho Ahra.

Kyuhyun memarkir mobilnya di dalam kapal feri. Dia tidak mematikan mesin dan kembali bersandar di sandaran jok sambil memejamkan mata.

“Jangan bangunkan aku sampai satu jam ke depan.” Katanya tanpa membuka mata. “Kau boleh keluar melihat laut kalau kau mau.”

“Kau tidak takut aku kabur?”

Dia terkekeh. “Kecuali kalau kau nekat berenang di udara sedingin ini kembali ke dermaga.”

Sial, dia benar.

Merapatkan jaket Kyuhyun sampai ke batas leher, aku keluar dari mobil dan naik ke atas dek. Angin kencang langsung menyambutku dan aku mengigil. Aku naik lebih keatas agar bisa melihat pemandangan lebih jelas. Dan itu ide yang sangat buruk. Gaun tidur tipisku terus berkibar-kibar, rambutku kusut dan aku menjadi pusat perhatian beberapa orang di sini. Padahal di atas sini cukup sepi, tidak lebih dari lima orang. Kebanyakan mereka melihatku aneh lalu berpaling lagi, namun tidak dengan seorang kakek tua yang terus mengawasi gerak-gerikku. Aku mencoba mengabaikannya dan berdiri di pinggiran besi, menikmati pemandangan birunya laut di depanku. Aku lupa kapan terakhirnya melihat pemandangan seperti ini. Tahun-tahun belakangan ini hanya taman mansion keluarga Lee yang kulihat, sebelum itu aku tidak bisa mengingat pemandangan seindah ini. Mungkin karena ingatanku payah atau memang aku tidak punya. Saat menyadarinya aku baru sadar ternyata aku semenyedihkan itu.

Aku berdiri di sana sampai ingusku keluar. Aku baru hendak berbalik saat tiba-tiba kehangatan melingkupiku. Berniat memutar tubuhku tapi tangan Kyuhyun mencengkram bahuku kuat agar tetap berdiri seperti sebelumnya. Dia menyampirkan selimut tipis di sekeliling tubuhku, lalu tangannya melingkar dan jemarinya terkunci di perutku.

Kyuhyun merendahkan tubuhnya hingga mulutnya di telingaku. Nafasnya yang  hangat menggelitikku.

“Tetap diam seperti ini.” bisiknya tegas. “Kakek tua itu memandangimu seolah kau telanjang. Berengsek.” Aku meliriknya, tapi tidak mengatakan apapun. Rasanya agak aneh dia melindungiku sementara dia tidak kalah berengsek dengan orang itu.

“Setelah keluar dari sini kita harus mencari pakaian untukmu.” Katanya lagi. Sebenarnya aku sendiri tidak terlalu peduli pada apa yang kupakai kecuali memang gaun tidur ini benar-benar bisa membuatku membeku di luar sini.

“Berapa lama kita terkurung di sini?”

“Tiga sampai empat jam.” Gumamnya. Kyuhyun menyandarkan kepalanya di bahuku.

“Apa kita harus seperti ini? bersikap seperti pasangan kekasih?” tanyaku setengah prostes. “Sekedar mengingatkan! Aku ini tunangan sepupumu.”

Kuarasakan dia menegakkan kepalanya. “atau kau lebih suka aku meninggalkanmu dan menjadikanmu tontonan gratis? Karena gaun tidur sialanmu ini?” katanya hampir marah.

“Mengingat sifatmu biasanya kau langsung menyeretku kembali ke dalam mobil.”

Kyuhyun mendongak, menyandarkan dagunya di bahuku. “Kau berhak menikmati pemandangan ini, meskipun cuma sebentar.” Gumamnya rendah. “Lagipula kau tidak mengenalku, jangan sok tahu bagaimana kau memahami sifatku.”

Aku terdiam sepenuhnya terkejut dan juga sedikit…malu. Terkejut karena dia memikirkanku. Kyuhyun tahu aku tidak bisa menikmati pemandangan semacam ini, dan malu karena dia benar, aku tidak mengenalnya jadi bukan hakku untuk menghakimi bagaimana dia harus bertindak.

Kami tidak berbicara selama beberapa menit, menikmati udara laut dan baunya yang khas, meskipun sangat berangin. Kyuhyun harus beberapa kali merapikan rambutku yang menggores wajahnya. Yang mengejutkan adalah pelukan Kyuhyun yang nyaman. Seluruh tubuhnya seolah melindungiku, ditambah selimut dan jaketnya membuatku tidak terlalu kedinginan. Well, itu tidak berlaku pada kakiku, karena sejak semalam aku hanya menggunakan sandal rumah tanpa kaus kaki.

“Kau lapar?” tanyanya pelan. “Mau kubelikan sesuatu?”

“Aku tidak apa-apa.”.

Dia tidak bertanya lagi, melepaskan kaitan tangannya di perutku lalu merogoh sesuatu di saku jaketnya yang masih kukenakan. Kyuhyun mengambil pergelangan tanganku lalu memakaikan jam yang tadi kutemukan.

“Ini ponsel.” Katannya sambil memakaikanku jam ponsel..

“Aku tahu.” Baru tahu lebih tepatnya.

“Bagus. Gunakan ini untuk menghubungiku.” Dia memutar tombol kecil di sisi jam lalu timbul angka-angka. Dia menekan angka satu langsung di layar dan langsung muncul nama ‘Cho Kyuhyun’

“Mudah kan? Kau mengerti?”

Aku mengangguk.

Kyuhyun langsung menekan gambar gagang telepon berwarna merah.

Aku mengamati jam atau ponsel baruku. Lumayan keren meskipun terlalu besar di pergelangan tanganku yang kecil.

“Kau tidak takut aku menghubungi Donghae?”

“Kayak kau tahu nomer ponselnya saja?” ejeknya. Dan dia benar. Aku cemberut.

“Aku akan mencari tahu.”

“Kau tidak akan bisa jika aku tidak mengijinkan.” Suara Kyuhyun sangat meyakinkan dan entah kenapa membuatku jengkel, seolah aku ini bodoh atau apa. Hanya nomor ponsel, aku bisa mendapatkannya.

“Aku tidak butuh ijinmu, aku bisa mencarinya sendiri.”

Dia tertawa. “Sama saja seperti kau mencari nomor ponsel Leonardo DiCaprio, tahu. Lee Donghae adalah anak pengusaha terkenal, privasinya dilindungi, kau pikir semudah itu menemukan nomor ponsel orang penting.”

Aku menggembungkan pipiku. Masih keras kepala bahwa aku akan mendapatkan nomor ponsel Donghae. Dia kan tunanganku.

Kyuhyun melepas pelukannya, aku menoleh ke arahnya.

“Sudah aman.” Hanya itu yang dia katakan lalu berbalik dan menuju tangga turun. Sebelum turun dia berbicara lagi. “Kembalilah ke mobil sebelum kau beku.”

Aku melihat sekeliling. Kakek tua tadi sudah tidak ada, hanya ada seorang ibu paruh baya bersama anaknya yang masih kecil. Aku kembali melihat hamparan biru tenang di depanku, memutuskan untuk berdiri di sana sebentar lagi sebelum kembali ke mobil. Tapi aku tidak bertahan lama karena jari-jari kakiku mulai matai rasa.

Untung saja Kyuhyun menyalakan pemanas membuatku nyaman meringkuk di jok mobil. Kyuhyun juga sepertinya sudah terlelap jadi aku ikut memejamkan mata.

***

Rumah-rumah kayu ,hijuanya rumput dan pegunungan landai menjadi pemandangan pertama yang kulihat saat membuka mata. Jok yang kutiduri hampir sepenuhnya rebah ke belakang dan selimut yang membungkusku masih di tempatnya. Pantas saja tidurku lumayan nyenyak.

“Kita hampir sampai.” Kata Kyuhyun tanpa melihatku. Kami melewati danau besar sepenjang jalan yang pinggirannya di pagari pagar kayu, lalu Kyuhyun membelokkan mobil ke sebuah rumah berbatu bata merah yang hampir mirip seperti rumah-rumah yang akan kau lihat di buku sejarah. Rumah ini satu-satunya bangunan berbata merah dan bertingkat sedangkan rumah-rumah sebelumnya yang aku lihat adalah rumah kayu berlantai satu yang sederhana.

Belum sempat aku bertanya, Kyuhyun sudah turun dari mobil. Dia menatapku bingung. “Kenapa diam saja? Turunlah!”

Aku mengikutinya sampai kami tiba di depan pintu. Kyuhyun menekan bel dan muncul wanita paruh baya berbadan gempal. Tokoh-tokoh yang biasa kau dapati di cerita dongeng sebagai ibu yang sangat suka memasak kue untuk anak-anaknya

“Tuan Cho.” Sapanya riang. Kyuhyun tersenyum.

“Masuklah, aku akan memanggil Nyonya.”

“Terima kasih Anna. Dan ini Hyura.”

Anna melihat ke arahku bingung lalu kembali pada Kyuhyun.

“Park Hyura.” Kata Kyuhyun lagi lebih jelas.

“Ya Tuhan.” Anna terkesiap. “Aku tidak menyangka akhirnya bisa bertemu denganmu.” Wanita gempal itu langsung memelukku dan mencium kedua pipiku. Aku terbalalak bingung.

“Ya ampun aku hampir menangis melihatmu.” Katanya lagi, jelas matanya berkaca-kaca. Kyuhyun tertawa renyah sambil mendorongku ke dalam. Ruang duduknya besar, perabotan, lukisan, lampu gantung, semuanya modern. Berbanding terbalik dengan penampilan luar rumah ini.

Anna menghilang setelah aku duduk. Sementara Kyuhyun berdiri di sisi jendela yang langsung menghadap ke sebrang jalanan sekaligus ke arah danau. Dalam beberapa menit aku bisa mendengar suara mobil-mobil yang melintasi depan rumah.

“Apa ini rumah wanita tadi?” tanyaku.

Kyuhyun menoleh, “Anna. Dia pelayan keluarga Hamilton. Keluarga ibumu.”

“Hamilton?”

“Itu nama keluarga ibumu sebelum dia menikah.”

Aku masih menganggap Kyuhyun mengarang cerita. Bisa saja ini rumah yang dia sewa berikut orang-orang di dalamnya. Karena rasanya aneh mengetahui semua informasi ini dalam sekejap, jadi cara satu-satunya adalah mode penyangkalan. Ini lebih mudah kuterima.

Anna kembali dengan wajah kecewa sambil menggeleng lemah. “Keadaannya tidak begitu baik, dia sedang tidur. Maklum usianya tidak lagi muda. Sebaiknya kalian istrihat dulu, akan kutunjukkan kamarnya.”

Anna mengisyaratkan agar kami mengikutinya. Aku ragu-ragu tapi Kyuhyun mengisyaratkan bahwa aku HARUS menurut. Bangunan ini ternyata jauh lebih luas daripada kelihatannya. Tangganya besar dan lorong-lorongnya panjang, Anna membuka salah satu pintu berpelitur rumit di sisi kirinya.

“Nona Park, ini kamarmu.” Katanya padaku, lalu beralih pada Kyuhyun. “Dan Tuan Cho kamarmu yang di sebrang” Anna menunjuk pintu tepat di sebrang kamarku.

“Terima kasih, Anna.” Aku langsung masuk ke kamarku dan menutup pintunya tanpa menunggu mereka pergi. Baru semalam bersama Kyuhyun aku sudah lupa bagaimana caranya bersikap sopan. Tapi bukan berarti aku sengaja. Aku hanya perlu akses ke kamar mandi. Aku belum ke kamar mandi lagi sejak di restoran tadi pagi.

Setengah jam kemudian aku menemukan diriku dalam balutan handuk putih, tubuh dan rambutku basah, jelas bauku sudah tidak seperti comberan seperti sebelumnya. Senang mengetahui aku masih menjadi diriku, setidaknya aku masih suka kebersihan. Di kloset tergeletak tas kertas, di dalamnya ada baju bersih dan pakaian dalam. Dan semuanya terlihat baru. Aku tidak tahu kapan dan siapa yang meletakkannya disana. Rasanya mengerikan ada seseorang yang masuk ke dalam kamar mandi sementara aku berada di dalamnya. Aku tidak pernah berbagi tempat privasi selain berasama Casey.

Mengeluarkan gaun, alisku bertaut. Bajunya sangat sesuai dengan gaya berpakaianku. Bulu kudukku langsung berdiri. Ini menakutkan. Yang bisa mengetahui gaya berpakaianku hanya Casey, begitu juga dengan merk pakaian dalam. Mengingat hubungan mereka, kemungkinan besar Kyuhyun bertanya pada Casey. Bertanya-tanya apa Casey tahu yang terjadi padaku?

 Jika dia tidak tahu kemungkinan besar Casey akan ketakutan setengah mati saat tidak menemukanku di kamar lalu melaporkannya pada Donghae. Yah, aku sangat berharap demikian. Namun lain ceritanya jika dia mengetahui apa yang Kyuhyun lakukan padaku. Aku menggeleng kuat menepis dugaan bahwa mereka berdua bekerja sama untuk menipuku.

Tidak. Tidak mungkin. Casey tidak akan melakukan hal itu padaku.

Memakai baju yang sudah tersedia dengan cepat lalu menyisir rambutku yang sebelumnya lebih mirip tumpukan jerami. Setelah merasa lebih baik aku keluar dari kamar mandi, lalu mendadak berhenti diambang pintu

Kyuhyun duduk menyelonjor di ranjang dengan punggung menyandar di kepala ranjang. Tangannya bermain-main dengan pajangan yang ada di nakas. Dia tidak melihatku, matanya fokus pada pajangan yang dia mainkan. Tapi berhubung aku tepat berada di depannya jadi tidak mungkin dia tidak tahu aku berdiri di sini.

“Apa yang kau lakukan disitu?” tanyaku ketus.

Kyuhyun separuh tersenyum, dia meletakkan pajangan ke tempatanya baru beralih padaku.

“Bajunya cocok.”

Bukan jawaban yang ingin kudengar, karena itu menjawab ketakutanku yang sebelumnya. Bahwa dialah yang masuk ke dalam kamar mandi sementara aku telanjang di balik tirai.

“Berhentilah bersikap berengsek! Kau tidak seharusnya berada di sini. Bagaimana jika aku belum memakai baju? Setidaknya hargailah aku sebagai wanita.”

Dia mengangkat bahunya acuh. “Jangan membesar-besarkan masalah. Kau sudah memakai baju, dan kita perlu bicara.”

“Maksudmu kau akan menjejalkan cerita karanganmu lagi kekepalaku?” aku berjalan lambat mengitari ranjang dan mengambil duduk di sofa dekat pintu kaca bertirai. Menyilangkan kakiku. Memandnagnya tidak bersahabat.

Kyuhyun menggeleng lemah, terlihat…kecewa. “Kau masih belum percaya padaku?”

Aku tidak menjawabnya, karena dia sudah tahu jawabanku.

Kyuhyun mendesah berat, tatapannya berubah serius. “Aku tahu kau akan kembali ke Korea.” Cetusnya. Aku terkesiap.

Tidak mungkin.

“Ba…bagaimana kau bisa tahu?” aku berusaha tenang tapi tidak bisa. Tiba-tiba dadaku mencelos, hatiku sakit, merasa dikhianati. Tidak ada yang mengetahui rencana kami kecuali aku dan Donghae. Aku tidak pernah memberitahu siapapun, jadi jelas siapa yang memberitahunya.

Kyuhyun menyeringai. “Melihat ekspresimu membuatku tergoda untuk berbohong, dengan begitu  kau akan lebih mudah membenci pangeranmu. Tapi sayang aku sudah berjanji akan mengatakan semuanya tanpa embel-embel kebohongan.” Dia berhenti sejenak, aku menunggu dengan was-was.

Tatapan Kyuhyun menerawang melewati bahuku. Melihat apapun di balik tirai pintu kaca. “Donghae mendadak sibuk dengan urusan yang sama sekali tidak berhubungan dengan perusahaan. Dia mendatangi perusahaan property, dia mengganti mobilnya, dia mendatangi kantor pengacara…” Kyuhyun menggeleng sambil tertawa tanpa humor, “dia bahkan mendatangi toko perhiasan.” Matanya turun hingga tatapan kami bersiborok. “Aku tidak mempercayainya karena itu aku menyadap semua alat komunikasinya dan dari sana aku tahu dia berencana membawamu lari. Padahal dia tahu lebih dari siapapun kau belum boleh pulang sampai kau siap.”

Bahuku sedikit rileks. Lega sekaligus marah. Lega karena tahu Donghae tidak akan mengkhianatiku dan marah tentu saja. Bisa-bisanya dia memperlakukan Donghae seperti itu. Namun dari semua itu aku justru lebih merasa bingung.

“Siap? Siap untuk?” tanyaku.

“Siap untuk mengambil mahkotamu.” Sahutnya penuh arti.

“Aku tidak mengerti.”

Kyuhyun tertawa kecil. Maksudku benar-benar tertawa, tanpa ada seringaian ataupun ejekan di balik tawanya. Dan aku membencinya, karena dia jauh terlihat lebih baik seperti itu, padahal aku tidak ingin dia terlihat seperti itu. Kyuhyun bangkit dari ranjang, mengitarinya dan duduk di tepian yang lebih dekat denganku. Padahal aku duduk di sofa ini karena sengaja menjauh darinya.

“Tentu saja kau tidak mengerti.” Sahutnya masih dengan sedikit senyum di bibirnya. “Aku yang akan membawamu pulang ke Negara itu setelah kau seratus persen siap, tapi sekarang aku harus membawamu pergi karena kebodohan Pangeranmu. Dia harus sadar sikap gegabahnya hanya akan membahayakan apa yang sudah kami bangun.”

“Bisakah kau berbicara dengan Bahasa yang aku mengerti.”

Dia berdehem, merendahkan tubuhnya, dengan tangan yang digantungkan diatas lutut. Kyuhyun menatapku hati-hati dari balik bulu matanya. “Pertama, pernahkah kau bertanya-tanya kenapa kau bisa bertahan di keluarga terkutuk itu sampai detik ini? kenapa kau masih diperlakukan seperti putri raja padahal ayahmu melakukan pengkhianatan?”

Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba Kyuhyun bertanya mengenai hal itu, namun aku tetap menjawabnya. “Bukankah pertanyaan itu memiliki jawaban yang sederhana? Karena aku tunangan salah satu dari putra-putra mereka.”

“Pertanyaan lain. Kenapa kau masih ditunangkan dengan anak dari Keluarga Lee padahal mereka membenci keluargamu?”

“Kehormatan.” Jawabku cepat. “Mereka menjunjung tinggi kehormatan lebih dari apapun. Dan mengingkari janji yang sudah mereka buat sama saja mengingkari kehormatan yang selama ini mereka agung-agungkan.”

Kyuhyun mengangguk khidmat, dia setuju dengan pendapatku. “Jawabanmu tidak salah tapi tidak bisa kubilang benar.” Dia memandangku serius. “Coba kau pikir, jika kau mati semuanya justru akan berjalan lebih mudah. Kehormatan mereka tetap terjaga dan tidak perlu tetap memegang janji untuk menjadikanmu menantu, dan yang paling penting mereka tidak perlu repot-repot memberimu makan, pakaian, ataupun pengajar.”

Jujur saja aku juga tidak pernah berpikir sampai kesana. Kupikir apa yang kunikmati saat ini hanya belas kasihan. “Mungkin mereka menikmatinya.” Aku mengangkat bahu. “memberi apa yang kubutuhkan lalu dengan begitu mereka menikmati menyiksaku secara psikologi.”

“Kau pikir mereka sebaik itu?”

“Mungkin. Aku bilang mungkin” sahutku setengah jengkel.

“Tidak, Hyura-ya. Ada alasan kenapa Lee Hyangsuk menginginkanmu tetap hidup.”

Dahiku berkerut tidak setuju. Pernyataan Kyuhyun menyiratkan bahwa posisiku aman, jika Eomonim menginginkanku hidup jelas keselamatanku terjamin, sementara Donghae ketakutan akan terjadi sesuatu padaku makanya dia ingin membawaku pergi. Jadi yang mana yang benar?

Alisku naik sebelah, sangsi. “Maksudmu aku seratus persen aman?”

Kyuhyun mengangguk. “Selama nenek sihir itu masih hidup sebenarnya tidak ada tempat lebih aman untukmu selain di Mansion keluarga Lee.”

“Tapi kau menculikku.” Aku mencibir.

“Aku harus melakukannya sebelum pangeranmu yang tolol itu bertindak gegabah.”

Aku jengah mendengar panggilan Kyuhyun untuk Donghae.

“Apa sih masalahmu! Bersikaplah sopan sedikit, dia itu sepupumu.”

Kyuhyun mendesah sambil memutar matanya bosan. “Oke, maaf.” Katanya setengah hati. “Tapi dia memang si tolol menyebalkan dan pengkhianat.”

“Ya! Cho Kyuhyun!”

“Dia mengkhianatiku!” Semburnya marah. Kyuhyun berdiri tiba-tiba. Dia berjalan mondar-mandir di depanku. “Dia sudah berjanji akan menyelesaikan tugasnya menjadi tunanganmu paling tidak sampai Hyukjae menggantikan posisi ayahnya atau menikah, yang mana saja salah satu dari kedua hal itu. Tapi dengan bodohnya dia bilang dia jatuh cinta.” Kyuhyun menggeram pada kalimat terakhir. “Saat dia bilang ingin terus bertunangan bersamamu, lalu menikah atau bila perlu membuang semuanya. Ugh, percayalah, aku ingin meninjunya saat itu juga.”

Aku tidak bisa mencegah untuk tidak tersenyum. Jadi benar Donghae jatuh cinta padaku. Dia tidak berbohong dan dia benar-benar tulus. Jika dia di depanku sekarang aku tidak akan ragu untuk memeluknya dan mengatakan aku juga mencintainya.

“Jangan senang dulu tuan putri.” Kyuhyun bertolak pinggang di depanku.

Aku melirik Kyuhyun sebal. Dia memang pintar merusak suasana.

“Akan kuberi satu fakta.” Kyuhyun menyeringai, dia mendekat ke arahku. Tangannya bertumpu di punggung sofa, di kedua sisi kepalaku, lalu dia menunduk hingga Bibirnya menempel di telingaku, sampai aku merasakan hembusan nafasnya. Dia berbisik, “Pangeranmu tahu siapa pembunuh ayahmu…baby.”

Aku tersentak. Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku terasa dipilin. Kyuhyun menjauhkan tubuhnya masih menyeringai. Ekspresinya terlihat puas, seolah dia menikmati melihat reaksiku.

Keparat

Aku membuka mulut untuk berbicara tapi aku tidak bisa menemukan suaraku. Aku terlalu bingung, terlalu terkejut. Aku perlu waktu lebih lama mencerna perkataan Kyuhyun. Tidak mungkin Ayahku dibunuh.

Tenanglah Hyura, tenang. Dia pasti berbohong. Dia adalah pengarang cerita yang hebat. Lihatlah sekelilingmu hingga kau berada di tempat ini Karena kebohongannya. Yah, Kyuhyun pasti berbohong. Donghae bukanlah orang seperti itu. Dia tidak akan diam saja jika mengetahui fakta Ayahku.

 Kyuhyun adalah pembohong.

Aku meyakini diriku sendiri dengan kenyataan bahwa pria di depanku hanyalah si berengsek tukang tipu. Tapi saat aku sadar, mata dan pipiku sudah basah.

Kenapa aku menangis?

Aku tidak boleh menangis hanya karena cerita karangan, tapi ini seperti sesuatu yang nyata. Rasa sakitnya nyata. Seperti seseorang baru saja meremukkan jantungku. Tubuh Kyuhyun kaku di depanku, dia ingin melangkah maju mendekatiku namun dia mengurungkan niatnya. Dan aku bersyukur karena itu. Kyuhyun tidak melakukan apa-apa. Dia menatap lurus ke depan dengan postur tubuh tegang. Sementara aku mati-matian menggigit bibir agar tidak bersuara. Menarik nafas panjang beberapa kali, berusaha menenangkan diri.

Setelah merasa yakin baru aku berani mengangkat wajah, melirik Kyuhyun tajam. “Pembohong keparat. Ayahku sakit! Dia tidak dibunuh!” suaraku seperti tercekik meskipun aku sudah berusaha semampuku. “Apa maumu? Kau ingin mengadu domba aku dan Donghae. Caramu sungguh murahan.”

Rahang Kyuhyun mengerat, kepalan disisi tubuhnya menguat. “Hati-hati. Dengan. Ucapanmu.” Dia menggeram. “Sudah kubilang Aku benci mendengarmu mengumpat!”

Dari semua ucapanku dia hanya menangkap umpatanku. Apa sih yang dia pikirkan?

Aku berdiri cepat sambil menatapnya marah. Berjalan menuju pintu namun tangannya mencengkram lengan atasku saat melewatinya.

“Kau tidak bisa pergi, kau tahu itu.”

Menarik tanganku kasar tapi cengkramannya begitu kuat hingga hanya nyeri yang kudapatkan. Kyuhyun menarik tubuhku kasar hingga aku berdiri di hadapannya. Menarikku hingga tubuh kami menempel. Menunduk menatap mataku langsung. Dia terlihat lebih tenang daripada yang kuharapkan.

“Aku mengatakannya agar kau bisa membuka matamu. Jika dia baik padamu bukan berarti dia juga orang baik.” Tangan Kyuhyun yang bebas mengusap bekas sisa air mataku. Aku menoleh kasar, menolak sentuhannya. Dia mendesah pelan.

“Kita harus bicara agar kau mengerti. Kumohon Hyura-ya.”

Aku tidak menyahut. Karena aku tidak ingin tahu ataupun mengerti. Aku benci semua ucapan yang dia jejalkan ke kepalaku.

 “Buktikan padaku!” Air mataku meluncur diam-diam, aku mengusapnya kasar dengan tanganku yang bebas. “Buktikan padaku bahwa Ayahku dibunuh.”

“Aku tidak bisa.” Sahutnya. “Aku tidak memiliki bukti apapun. Bertanyalah padanya. Mungkin Donghae akan menjawabnya.”

“Kau ingin membodohiku?”

“Kau akan tahu jika mengkonfirmasinya sendiri. Kau bisa langsung bertanya padanya. Melihat seberapa kasmarannya dia, kurasa bukan hal yang mustahil dia mau menjawabmu dengan jujur.”

Ucapannya sangat tidak masuk akal. Aku menarik tanganku yang mulai mati rasa karena cengkraman Kyuhyun. “Lepas.”

Dia bergeming.

“Cho Kyuhyun!”

“Aku tidak akan melepasmu sampai kau tenang dan kita bisa bicara.”

“Aku tidak ingin membicarakan apapun lagi denganmu!”

“Kalau begitu kita tetap akan begini.” Kyuhyun tidak tergoyahkan sedikitpun. Cengkramannya sama sekali tidak mengendur. Kami berdua sama-sama keras kepala. Saling menatap, sementara aku masih menarik tanganku dan Kyuhyun menahannya. Rasa nyeri di lenganku tidak terasa karena aku cukup keras kepala untuk mengakuinya. Sampai Kyuhyun mendesah berat, tatapannya melembut.

“Kita hanya perlu bicara Hyura-ya. Kau tidak perlu menyakiti dirimu sendiri.”

“Kau yang menyakitiku.”

Kyuhyun mendesah kasar. Dia melepaskan cengkramannya lalu mengangkat kedua tangannya ke atas, seolah menyerah. Terlihat jejak merah bekas tangan Kyuhyun di lenganku. Dia meliriknya, sebelum dia bisa melihatnya lebih banyak aku menutupinya dengan tanganku.

 “Bisa kita bicara?” tanyanya lebih lembut. “Kumohon Hyura-ya, aku sudah membawamu sejauh ini dan aku tidak ingin membuatnya sia-sia.”

“Apa maumu?” tanyaku akhirnya

Kyuhyun menunjuk sofa yang tadi kududuki, mengisyaratkanku agar kembali duduk di sana. Aku menurut. Berjalan mundur ke sofa sambil meliriknya sinis. Setelah yakin aku tidak kemanapun dia kembali ke tempatnya duduk di pinggir ranjang.

Kyuhyun berdehem sebelum memulai. “Aku ingin kau membantuku.” Katanya hati-hati, “Bantu aku mengambil posisi Lee Hyukjae dan aku akan membantumu membalaskan dendam keluargamu, menghancurkan keluarga Lee yang terkutuk itu.”

Aku tertawa, benar-benar tertawa. Kurasa bocah ini sedikit tidak waras. “Apa yang membuatmu berpikir aku mau membantumu?”

Kyuhyun terlihat tidak terganggu melihatku tertawa mengejeknya, seolah dia sudah memperkirakan rekasiku. Dia hanya mengangkat bahu. “Kupikir lama-kelamaan kau akan sadar bahwa selama ini selain di siksa kau juga dimanfaatkan dan dijadikan boneka, tapi sepertinya delapan tahun masih belum cukup menyadarkanmu.”

 “Dimanfaatkan?” ulangku. Aku tidak mengerti maksudnya, aku tidak merasa dimanfaatkan, lagipula apa yang bisa mereka ambil dariku?

“Posisimu.” Sahutnya. “Kau lupa dengan Korean Kingdom?”

Seperti dibangunkan dari mimpi buruk saat Kyuhyun menyinggung Korean Kingdom. Perusahaan milik Ayahku di Korea. Aku sepenuhnya melupakan segala hal yang berhubungan dengan bisnis atau perusahaan, karena bagiku tidak ada bedanya mengetahui hal itu atau tidak.

Apa perusahaan itu masih berdiri?

Kyuhyun menyeringai menilai rekasiku.

“Sekedar informasi, perusahaan itu masih berdiri dan berkembang pesat.” Sahutnya menjawab pertanyaan yang tidak kukatakan.

Aku berjengit. Benarkah?

Kyuhyun melanjutkan. “Itulah alasan Lee Hyangsuk membutuhkanmu tetap hidup. Kau satu-satunya pewaris resmi dari kerajaan ayahmu. Ibarat sebuah kapal, Korean Kingdom adalah jangkarnya, tanpa perusahaan Ayahmu E.A.K akan oleng dan berlayar entah kemana. Karena itu dia menginginkanmu menikahi putranya agar  benar-benar bisa menguasai E.A.K.” Seriangain Kyuhyun sama sekali tidak meninggalkan wajahnya saat dia berbicara. “Sekarang apa kau mengerti, Nona Park Hyura?”

Aku tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Apakah harus senang karena ternyata selama ini hidupku lebih bernilai? Atau harus marah karena memang dimanfaatkan? Atau sedih karena aku begitu bodoh dan tidak menyadarinya.

“Apa hanya itu?” Tanyaku, “hanya itu yang ingin kau beritahu padaku atau masih ada yang lain?”

Kyuhyun melihatku tersinggung. “Kau masih menganggapku berbohong?” sergahnya marah. “Apa kau terlihat sedang berbohong?”

Tanpa menghiraukan tuduhannya aku malah bertanya lagi. “Apa Donghae tahu?”

Kyuhyun langsung terlihat tidak nyaman, dan aku mengasumsikan bahwa ada sesuatu diantara mereka. Sebelum dia menjawab aku memotongnya. “Donghae akan menyelesaikan tugasnya menjadi tunanganku’?” Aku tersenyum miris menyadari kemana arah pembicaraan ini. “Tugasnya adalah bertunangan denganku? apa itu sebuah perjanjian?”

Kyuhyun mendesah, dia memejamkan mata sejenak sebelum mengangguk lemah. “Lebih tepatnya persekongkolan.”

Aku yakin ekpresiku menunjukkan apa yang tidak bisa kukatakan. Jawaban Kyuhyun menyiratkan banyak hal. Karena ini lebih menyakitkan dari sebelumnya, mengetahui Donghae bekerjasama dengan Kyuhyun untuk menipuku. Menarik nafas panjang, mati-matian mencegah air mataku agar tidak jatuh.

“Kalian juga berencana memanfaatkanku dan menipuku?”aku tidak bisa mencegah suaraku terdengar menyedihkan. Tapi memang inilah yang kurasakan. Pertama kali setelah keluargaku meninggalkanku akhirnya ada yang menginginkanku. Kukira Donghae tulus padaku namun dia hanya memanfaatkanku.

“Kami tidak memanfaatkan atau menipumu. Kami memutuhkanmu.”

“Omong kosong!” Hardikku

“Dengar. Kau bisa menyimpan sakit hatimu untuk Lee Donghae. Aku berjanji akan membantumu untuk membalasnya tapi kau juga harus membantu rencanaku.”

“Apa yang Donghae dapatkan sebagai gantinya membantumu mengambil posisi Lee Hyukjae?”

“Itu bukan keseluruhan ceritanya.” Sahut Kyuhyun enggan, dia terlihat tidak ingin mengatakannya, tapi aku disini dan dia tidak punya pilihan selain menceritakan semuanya padaku.

“Awalnya Donghae yang menginginkan posisi Lee Hyukjae, dan aku mendapatkan bagian perusahaan Ayahmu. Dengan begitu kami berdua bisa memimpin dan mengatur E.A.K. Tapi sayangnya pangeranmu berhati lemah dan malah jatuh cinta.” Kyuhyun menggeleng tidak percaya. “Perusahaan besar tidak bisa dikendalikan oleh orang yang berhati lemah. Karena itu aku menyingkirkannya.”

“Lalu apa yang akan kudapatkan jika aku membantumu?”

“Apapun. Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan.”

“Apapun?” tanyaku menegaskan.

Kyuhyun mengangguk mantap. “Apapun.”

Aku tahu bagaimana seharusnya menanggapi perkataan Kyuhyun. Tapi sayangnya aku tidak lagi peduli alasan apapun yang membuat mereka semua gila dengan kedudukan. Kenapa Donghae tega menyingkirkan saudaranya dan kenapa Kyuhyun begitu menginginkan posisi itu. Aku tidak mau tahu dan tidak ingin tahu. Namun jika mereka ingin bermain, maka aku akan bermain.

Hingga pada akhirnya aku berkata “Apa yang harus kulakukan?”

Kyuhyun mendongak cepat. Terlihat terkejut, senang dan tidak percaya.

Perkataanku seperti pelatuk pistol yang melesatkan peluru. Bedanya bukan tembakan mematikan tapi sebuah tembakan untuk membangkitkan sesuatu dalam diriku. Aku tahu seharusnya aku menolak, aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan pernah merusak hatiku dengan dendam. Tapi ini bukan dendam. Aku tidak ingin menghancurkan mereka. Perasaan ini lebih dari itu. Aku akan menginjak mereka di bawah kakiku. Termasuk pria yang sedang duduk di hadapanku.

***

TBC

Part ini tebusan karena di part sebelumnya Kyuhyun cuma nongol jd cameo, jd sekarang aku kasih full part Kyuhyun – Hyura.

XD XD

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

114 Balasan ke The Crown [Part 3]

  1. Ckh berkata:

    Makin greget. Makin penasaran.
    Pnsaran Gmna nanti cara hyura blas prbuatan org” yg manfaatin dy.
    N kyu misterius bgt, tp q suka ^^ hehe

  2. tiptoelips berkata:

    huwaaa… tengkyu udah update… aku terhura.. hihihi…. save dulu yak…

    • tiptoelips berkata:

      jiyaaaahhh…. gak pake bra, bonus buat kyuhyun yg jadi supirnya selama berjam-jam! btw si Clayton ini cocok kali jadi adek angkatnya kyuhyun, sama-sama mesum..ㅋㅋㅋㅋ!! dan park hyura, ya ampun! gaptek sekali kmu nak, sampe gak bisa bedain mana jam biasa mana smartwatch… #sama tapi aku kok suka ya scene hyura ngumpat-ngumpat ke kyuhyun dan kyuhyun nya gak suka kalo hyura ngumpat-ngumpat. entahlah, kayak ada yg manis-manis gitu… #plak

      kyuhyun ini menurutku sih peduli sama hyura (entah tulus atau emang ada maksud lain), sampe-sampe nyari silsilah keluarga hyura segala. wajar klo hyura nya ragu, wong dia sendiri gak tau silsilah keluarganya. ini petugas imigrasi bego amat yak, enak kali bisa lolos gtu. aku pun mau sih klo petugas imigrasinya gak ribet kayak……. #LahJadiCurcol. ngomong-ngomong… ah, aku mau dipeluk kyuhyun juga!! betapa romantisnya, di kapal… dipeluk dari belakang… yaawooooo… sayang suasananya berbeda ya..;)

      kalo boleh saran, buat kalimat ini: – “Kayak kau tahu nomer ponselnya saja?” ejeknya. Dan dia benar. Aku cemberut. – kata ‘kayak’ mungkin lebih enak kalo diganti ‘seperti’ aja kali ya…:) hihihi… #sotoy

      tapi emang masih penuh misteri sih part ini. masih banyak pertanyaan dikepalaku? kenapa donghae sama kyuhyun kerja sama? kenapa donghae tega mengkhianati keluarga lee dan memilih kerja sama dengan kyuhyun? dan masih banyak pertanyaan lain lagi diotakku. tapi beberapa fakta sih mulai terungkap (kalo cerita kyuhyun emang bener sih ya). kayak hyura yg dibiarin hidup cuma karna dia ahli waris, terus kenapa ayahnya dibunuh. jadi itu semua ulah keluarga lee yg ingin menguasai perusahaan hyura di korea? dan apa seluruh keluarga park emang dilenyapkan sama keluarga lee? dan lagi, balik ke sungmin. dia bneran mati wajar? maksudku bener-bener mati biasa? dan… kyuhyun?? yaelah itu orang penuh misteri euy, itungannya kan dia masih kerabat keluarga lee ya, tapi kok………

      ah sudahlah… aku tunggu aja next chapternya… kali aja makin terungkap kebenerannya… ditunggu syekaleee, kalo bisa sih jangan lama-lama ya…;) hihihi

  3. leekhom berkata:

    jd donghae kmn sebener’a ><.. Trus apa cerita kyuhyun itu bnr ? Ualahhh ribet bgt sh hidup hyura 😀

  4. desiharuelf berkata:

    Klo ea bnr gth hdp hyura kya kluar dr mulut singa msk k mulut buaya,so klklo kyu menguasai E.A.K brti kyu bsa ngelakukan ap aj trmsk jg dgn hyura??
    Ahh mkn seru aj ni crta y ka

  5. gamegyu berkata:

    aduhhh pusing bgt ini complicated akut mungkin karna otakku aja kali yah hahaaa.. tapi beneran deh ini konflik berat bgt. pasti bnyak yg trsakiti dehhh.. hyura sisi gelapnyapun muncul.. yaampun kaka author please jgn lama2 postingnya ditakutkan bakal lupa part sebelumnya tapi sejauh ini aku masih mengingat jelas part sebelumnya haha *apasih.. intinya sih jgn kelamaan posting gtu semangat ka selalu ditnggu part selanjutnya. anyway kalau gasalah famiglia pnya sequel yah?? prasaan atau apa yah aku lupa hehe kalau emng ada aku tnggu juga itu ff nya. okesip sekian komenku. semangat yaah ka nulis dan cepat posting kkkkk~

  6. siti nss berkata:

    kyu apa bkalan sama hyunra

  7. yanteuk berkata:

    bagus park hyura mereka bisa memperalat kamu,kamu juga bisa memperalat mereka. jangan takut karena kamu berharga. donghae juga ternyata sama aja kaya hyukjae.feelnya dapat.

  8. lindachoore berkata:

    Waah senangnya akhirnnya update baru lagi. Eh tpi itu si kyu dsini motifnya “nyulik” hyura msh blum terlalu jelas, knapa dia mo ngejatuhin keluarga donghae yg jg notabene msh sepupuyna, trus hubungan kyu ma cassie apa ya? Msh biingung nih thor, makanya aku bakal nungguin terus update selanjutnya deh biar g pusying. Author semangatt!!!

  9. kharina park berkata:

    Wow byak kjutan di part nie,,

  10. Monika sbr berkata:

    Ternyata masalahnya ribet banget…. Semoga saja hyura tetap baik2 saja menghadapinya.

  11. chochocho berkata:

    Gomawo udah apdet
    jadi gitu toh, tpi kbapa kyuhyun pengen posisi’a hyuk jae??? Kyuhyun punya dendamkah ma keluarga lee?
    Seperti biasa hyura dgn keras kepala’a kkk kyu jangan katain dongek lemah dulu ntar klo u yg lope” na hyura baru tau rasa
    Mkin penasaran ma next’a, pengin liat hyura ntar yg balik ‘nyiksa’ keluarga lee secara mereka semua udah lbh dri menyiksa hyura. Hyura ykin m nginjak kyuhyun juga???

  12. Nanaelsha berkata:

    Yaaampun fuulllll kyuhyun hyura.. Dugaanku sih cast nya kyuhyun hyura. Semoga. Btw aku baper pas scene di kapal tadi yang di peluk wkwkwk ceritanya bagus taapi ini pasti agak panjang ceritanya, harus ekstra sabar menunggunya hehehe…

  13. saecha berkata:

    kyuhyun kayak ngeremehin banget si donghae bisa jatuh cinta ama hyura.

    gak tau aja dia, kl hyura pny pesona yg bisa buat orng jatuh cinta ama dia, termasuk si kyu jg tar lope” ama hyura

    ceritanya msh sulit ditebak, msh banyak misteri-nya.. tambah penasaran ama next story-nya!!

    siapa sebenarnya hyura itu?? apa tujuan utama kyuhyun minta tolong ama hyura?? apa yg pengen keluarga lee ambil dr hyura?? dan gimana reaksi keluarga lee dan donghae kl tau hyura gk ada di istana-nya?? dan siapa pembunuh ayah hyura dan keluarganya??
    PENASARAAAANNNN !!!!!

    Ditunggu next chapternya lah!!

    keep writing and hwaiting!! ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭

  14. Dianelf berkata:

    akhir nya nongol jg ni ff dr kmren nungguin nih ff sampe bolak-balik ke blog ini,,sneng bgy part ini full kyuhyura ,,,hmm kasihan bgt jd hyura cma di mnfaatin ama kluarga lee,,dsini si kyu misterius bgt,,mkin pnasaran ama crita nya

  15. EunKyu berkata:

    Uhuhuhu kyuhyun hyura akhirnya nongol penuh…. Itu si kyu kenapa gila jabatan juga nah itu si hyura malah jadi benci ama kyuhyun…. Moga aja cinta nanti tumbuh di antara keduanya….

  16. Widya Choi berkata:

    Aduhhh mkin ribet y msalah ny.. jd hyura cm d mnfaatin doank dunk y?.. trs itu hae sbnr ny kmn? & cp yg bunuh appa ny hyura?..
    N kyu sndri ap yg dy inginkn dr hyura?..
    Tp dr smua pmslahan yg rumit ini..q sk bgt yg pas mrk d kapal. Yg kyu meluk hyura dr blkg. Rasa ny kyk ad manis2 ny gt hihihihi.
    ahhh pkokny dtgu lanjutan ny… o y min epilog familigia jg msih d tgu loh. Cz sy msih blom bs move on dr itu ff huhuhu

  17. tanti berkata:

    Penasaran nih ama ff nih
    Jd misteri jalan ceritanya

  18. ida dewi berkata:

    Jdi mkin pnsaran….smkin rumit hubngan antra kyuhyun,hyura dan donghae,..fighting

  19. Lovey denalisa berkata:

    Tapi belum puas ka…pengen cepet cepet nyampe di part di mana kyuhyun hyutanya love love an….

    Sumpah teka teki bgt,pengem cepet cepet liat inti dari permasalahnnya….
    Sebennernya apa si??? Penasaraaaannnnnnnn

  20. rei berkata:

    aku sudah lama gak ke blog ini dan ternyata sudah ada dua part yang belum di baca aaaaa… tapi jujur aku jadi tambah penasaran apa maksudnya hyura siap untuk meerima mahkotanya ? apa dia seorang putri ? FF ini agak rumit beda dgn FF sebelumnya yang ada di blog ini The crown penuh konspirasi kalo baca gak pelan2 gak mungkin mengerti

  21. Choi Rinna berkata:

    Yg ditunggu tunggu muncul >\\\,< next chapter nya always ditunggu, semangat 🙂

  22. lia berkata:

    jadi kyu sama donghae sekongkol buat jatuhin hyukjae..
    masih blom ngerti sama keluarga lee ini masih bnyak rahasia kaya.a

  23. Chohiro berkata:

    Menurut saya d part ini msh byk misteri yg blm terungkap, ada begitu byk pertanyaan. Bikin saya penasaran..

    Semangat saeng tuk part selanjut nya

  24. Citra Rizkiyani berkata:

    Ya ampun ternyata Kyuhyun pinter bohong
    Aku agak sengsi kalo Hyura percaya ke Kyuhyun

  25. nisa11 berkata:

    aku masih bingung sama silsilah keluarga hyura,kyuhyun sebenarnya siapa? aku yakin kyu dn hyura akn jatuh cinta hihi
    ditunggu nextnya ka fighting:)

  26. aryanahchoi berkata:

    finally huahhhhhh muncul juga ni ff yg ditunggu2 omg msh bingung sulit di tebak ffmu eon mistery bgt pokoknya keren fighting hyura ma di couplein ma siapa aja q terima

  27. Amaya berkata:

    uhhh gilaaaa part yang benar-benar gila. aku kasihan sama Hyura .. well ceritanya makin lama makin seru sampai gak tahu harus memberikan komentar apa haha …

  28. Lia puspita berkata:

    Makin penasaran aja deh apa lagi sama kyuhyun yg kayanya di bikin licik deh di sini hheee

  29. cha shi berkata:

    Yes yes yes… akhirnya nongol juga… udh di tunggu tunggu dri kemaren unnieee…

  30. mrs.shim berkata:

    baca part ini bukannya hilang rasa penasaran malah tambah penasaran sama ceritanya eon.. , daebakk aku ga bisa nebak jalan crtanya. crta ini benr2 mnrik. kira2 apa ya yg akan hyura dan kyuhyun lakukan? hehe ditunggu ya eonn

  31. Nur berkata:

    Ahh seru banget ceritanya. Aku suka part ini. Dan semakin penasaran. Meski terkadang masih bingung maksud mereka apa. Tapi aku suka.

  32. inet berkata:

    yeayyy, yg dtgu2 dtg jg.. \^^/
    bkin jejak dlu ah,,hehe..
    btw,mdh2n yg skrg comentny bs msuk cz dchapter2 sblmny gagal trz.. ><

  33. inet berkata:

    yeayyy..akhrny yg dtggu2 dtg jg.. \^^/
    bkin jejak dlu ah,,,hehe :p

  34. inet berkata:

    yeayyy..yg dtggu dtg jg.. \^^/bkin jejak dlu ah..hehe..
    mdh2n masuk comentny,cz yg part kmren gagal trs..

  35. leebee berkata:

    Makin pusing dgn masalahnya yg utama makin penasaran…. sbnrnya apa yg d smbunyukan mrk smua? Siapa yg jahat? Jyuhyun mnginginkan apa? Diantara moment yg bnyak tu aq suka dgn adegang d kapal….hahhahhahhaha…. aq sika momnt yg swett……love kyuhyun…..

  36. Kyukyukyuniw berkata:

    Yayyyyyy Kyuhyun hyura. Semoga Kyuhyun juga hatinya lemah dan jatuh cinta sama hyura

  37. kim_vikyu94 berkata:

    Whoaaaa makin seru… Suka karakternya kyuhyun , dan aku mendukung keputusannya hyura .. Gak sabar liat dia berubah , gak lagi jadi si putri yang sopan…

    Lanjut authornim ! semangat !!!!

  38. EkaShfly berkata:

    Annyeong kaka, akhirnya rilis juga nih ff
    Sempet mondar-mandir tp ga ada yg update, eh dan ternyata sudah publish..
    Wah kaka ∂ķΰ kira kyuhyun tulus bantuin Hyura tp dia sama saja, manfaatin Hyura buat kekuasaan..
    Dan Donghae, dia pengecut jg yah.. Heheh
    Hyura dan Kyuhyun kbyng deh pas dikapal jadi inget Titanic 😀 #keep writting Kaka mudah”an KyuRa bisa jd couple yg romantis,

  39. mira_MM berkata:

    Yahh.. Brarti kyu n hae sama2 licik dong..
    Pd akhrny hyura milih siapa coba? Saranku kyu aj hyura ahhahahaha..
    Keuntungan yg. Dpt hyura cm dia bs balik k korea? Trus perusahaan bpkny gmn??? Apa it jg d balikin k hyura jg?? Ga ngerti ak..
    Kyu.. Beruntung amat ya. Hyura ga pake bra..Berjam2 d mobil pake acara peluk2 pula ckckckckc ahahahhahaha

  40. jihan8897 berkata:

    tengkyu udah update thor ^^
    ceritanya seru banget bikin penasaran, keren de👍

  41. uchie vitria berkata:

    jadi benar ya kalo hyunra sendirilah saag putri mahkota keranjaan keluarganya
    makanya keluarga lee bersikeras untuk menikahkan dia dengan salah satu putra keluarga lee
    kyuhyun kamu ini baik apa enggak sich

  42. chochokyu berkata:

    beneran kann ke irlandia,,,kyaaaa,makin penasaran,,kyu mah cocok bgt yak klo jd sosok misterius,,,hahahay

  43. Rhenol berkata:

    Kejutan sekali baca part ini, kasihan Hyura ia hanya dimanfaatkan demi kepentingan orang2 tersebut termasuk Kyuhyun dan Donghae
    Smartwath yg ternyata berbentuk jam tangan ini bikin salut deh, pasti nantinya akan ada IT yg lebih maju lagi yg akan dihadirkan dalam kisah ini.
    Pasti masih banyak rahasia besar dalam keluarga Lee. Kisah Hyura, Kyuhyun, dan Donghae juga pasti akan menarik.
    Keep writing 🙂

  44. mitarashi8899 berkata:

    ueeee makin seru aja ni ff nya n tbah bikin penasaran… baca ff ini kaya ngupas bawang makin bikin perih kkkkk

  45. diana berkata:

    Makin penasaran sama kyuhyun …dia benar2 baik atau juga manfaatin hyunra q suka klu mereka lagi bertengkar …
    Next part ditunggu

  46. viinaa berkata:

    Ah masih bingung, nnti hyura sama donghae atau sama kyuhyun?

  47. Lovekyu berkata:

    Rumitt banget kisahnyaa
    Bener” alur yg gak bisa ditebak!!!
    Kerennn

  48. inet berkata:

    keren!suka bgt ma adegan kyu peluk hyura dr blkang…hehe
    clayton ny gokil!haha..
    jd smw pd pny niat trselubung ma hyura?penasaran akhrny hyura bkal ma sp y?!

  49. kim_vikyu94 berkata:

    Whoaaa makin seru…
    Suka karakternya kyuhyun, aku setuju sama keputusan hyura ..
    Pengen cepet.cepet liat hyura berubah, gak lagi jadi tuan putri yang lugu…
    Aku lebih suka karakter cwek yang cerdas…
    Samangat lanjutin ya authornim

  50. donghaecouple berkata:

    Setelah sekian lama akhirna update jg… makin penasaran… lanjut thor..

  51. prahezty berkata:

    kirain kyu bneran d sruh donghae hadehh gga tau.a sepertii ituu ..
    jd pnasaran sm part slnjut.a ..
    d.tunggu yaa thor ..

  52. LeeHyun berkata:

    Kyaaa!!!!! Pdhal awal cerita Hae cocok bgt sma Hyura, tp y udh lah ikut aja jln ceritanya. ….
    Ditunggu Kka next partnya, Fightingggg!!!!

  53. vhiy zaza berkata:

    Haduh aku gagal paham, sebenarnya tujuan kyuhyun apa ? Terus apa kyuhyun punya dendam pribadi sama keluaga Lee ?

    Itu kyuhyun beneran cuma mebutuhkan hyura ? Padahal aku kira kyuhyun juga cinta sama hyura

  54. epha berkata:

    wah..hyura bakal ngelakuin apa yaa
    masih ada misteri di kyuhyun

  55. Apriliayanti berkata:

    Ya ampun ternyata kyu mencari tau asal usul hyura, apa maksud kyu sebenernya?msh byk bgt misteri nya, dan aku makin suka n terus menunggi lanjutannya, hehe..donghae beneran jatuh cinta ama hyura dan kyu mencibir kelakuannya hae, blm tau aja kyu gmn pesona hyura, ntar pasti dy juga jatuh cinta, gk sabar liat kyu ama hyura jatuh cinta nih

  56. Mochi berkata:

    Sama seperti ‘Famiglia’ cerita di part awal rada membingungkan, tapi tidak mengurangi kesan greget-nya kok, justru membuat reader makin penasaran. masih banyak misteri yang belum diungkap. *sesuai EYD
    Awas aja kalo Hyura kagak sama Kyuhyun, bakalan aku cekik Miss hoon. Sekali lagi aku bilang, kalo cerita hyura tidak melibatkan Kyuhyun, rasanya hambar. males baca(siapa peduli). Semakin bagus cara penulisannya. Tetap semangat melanjutkan cerita ya Miss. Hoon, Hwaiting …

  57. maydee berkata:

    duh klo emang holang kaya tapi sodara banyak jadi gila kekuasaan deh itu sodara sendiri loo si hyukjae ituuu

    complicated banget dan sebagai pembaca aku cuma bisa nunggu sama liat aja.. semangat writter-nim update an nya ditunggu

    di chapter ini aku gak komen banyak.. sedikit2 uda tau masalah ceritanya. chapt ini ngejelasin kelanjutan si kyu yang nge bawa hyura di chapt lalu.

    btw hyura aku mau bilang sama kamu donghae beneran cinta sama kamu looooh sampe ngianatin si kyu demi kamu #teamdonghae

  58. mutiarackj berkata:

    makin greget seriusan. dan hyura itu kenapa keras kepala banget si untungnya kyuhyun sabar ngadepin dia ya

  59. Tia Destyliana berkata:

    Uuuhhh jadi kyuhyun dan donghae besekingkol utk mendapatkan kedudukan?? trus donghae jatuh hati ke hyura??.. jadi bingung.. ditunggu next partnya thor..

  60. Hoam berkata:

    Woahh mkin seru crtnya, konfliknya masih kurng jlas wlaupun sdkit demi sdkit udah trkuak hehe
    Nextnya dtnggu sgra yah kak

  61. Rissalii berkata:

    Penasaran banget sama lanjutan critanya. next chap di tunggu banget

  62. choopi berkata:

    bikin penasaran banget!!! kadian hyura, hidupnya cuma dimanfaatin sama orang2 ajaa..
    itu anna pelayan rumah itu kok tau kyu sih? terus tau seluk beluk keluarga hyuraa?

  63. ATA berkata:

    Baru nemu blog ini karena blog yg sebelumnya udah dihapus, kemudian nemu cerita baru dan langsung baca 3 part jd maaf kalo komen nya aku bikin sekaligus di part 3 😀

    lagi-lagi bikin cerita dengan ide luar biasa, ide cerita yg jarang dipikirin orang lain. selalu penuh dengan misteri dan teka-teki. selalu bikin gregetan tiap part nya bikin emosi pembaca diaduk-aduk.
    dan agak kaget pas baca part 2 kyuhyunnya cuma muncul sebagai cameo doang hahahaha

    dari awal aku udah ngira hidup nya hyura ini pasti berharga banget makanya dipertahankan keluarga Lee. tapi sedih hyukjae disini kok brengsek abis lol

    ditunggu part selanjutnya ya, semoga gak panjang kayak famiglia haha tapi kalopun panjang juga gak apa-apa sih 😀

  64. babycho berkata:

    Huaaa masih abu abu eonn ,
    Hyu ra jadi shok dong yaa ,
    Ternyata ada udang dibalik batu yaa , tpi si ikan malah jatuh cinta sama hyun ra , kkkkkk

  65. dewilila berkata:

    hmmm.. ceritanya makin rumit n bikin penasaran.. kyuhyun jg misterius bgt..

  66. lismaelf berkata:

    sumpah. aku masih gak ngerti sama ff ini, bayak pertanyaan yang berlarian diotakku. ada apa dengan donghae? apa kyuhyun otak dari semua ini? apa donghae cuma disuruh kyuhyun biat jadi tunangan hyura? kenapa donghae pengen banget ngambil posisinya hyukjae? terus kyuhyun juga mau menguasai perusahaan hyura? apa kyuhyun mencintai hyura?.. aku udah greger banget pengen tau part selanjutnya.

  67. chokyu berkata:

    cho kyuhyun!!!!!

  68. Arinyoung berkata:

    Emang otak aku yg gak terlalu sampai or emang konflik ff ini yg terlalu berat? 😀 gilak! Ribet dan bercabang kemana2, dan masih bingung.
    Next next next (y)

  69. cho nina berkata:

    Aaaaaaa…. ini konfliknya berat banget. Itu nanti Kyuhyun atau Donghae yang bakal sama Hyura. Tapi aku lebih suka KyuRa 😀
    Ditunggu part selanjutnya kak 😉 semangat nulis ya! 😀

  70. Goldilocks_ berkata:

    Aaaah seriusan baru nangkep sedikit alur dari cerita ini gimana ini akunya yang ketololan atau authornya yang suka bikin teka-teki? Heleh…

    Tadi pas awal-awal sempet ikut deg-degan. Waktu Hyura mau pergi dari Kyuhyun. Disitu aku juga mikir, apa sih sebenernya masalah Kyuhyun? Ampe maksa banget gitu. Ternyata–

    Well ini makin greget. Makin bikin gila. Makin penasaran. Makin kepo >< tapi–sebenernya Kyuhyun punya perasaan juga gak sih ke Hyura? Atau pure emang keinginan dia cuma posisi Hyukjae? Ditilik dari cara Kyuhyun ngelindungi Hyura dari kakek-kakek mesum tadi, dia kayak gak rela gitu hihi tapi seriusan aku suka moment mereka yang pelukan kayak tadi. Pura-pura jadi sepasang kekasih :3

    Okelah ditunggu next partnya ^^

  71. Zah berkata:

    rasanya pengen nyakar kyuhyun sama donghae, hyura yang semula berhati polos digituin, nggak tega

  72. Krysdha berkata:

    Hoo,, br ada waktu buat bc Ini..
    #Mian
    kyk’x Bkln sk deh ama Krakter Hyura yg akan dtg..
    Smangat aja ya kak..

  73. Mariani berkata:

    DAEBAAAKK !!
    Complicated BGT .. Klw q baca nih y,di stiap partnya itu bikin w penasaran Tingkat Akut , jangankan di’setiap partnya,d’setiap paragrafnya klw perlu … XD
    Apalagi pas baca part ini .. Rasa a kayak gimana gitu .. Full part a Kyuhyun and Hyura .. <3 ..
    Ditunggu next partnya y thor ..
    Udh gk sabar nih ..
    Hihi .. 😀

  74. puputzaroh berkata:

    Wahh hyura dimanfaatkan ternyata kasihan hyura disini yg dipermainkan orang banyak ditunggu next part yak

  75. elzi15 berkata:

    Sebenernya kyuhyun itu punya rencana apa dibalik itu semua,,ya ampunnn…jadi tambah penasaran dah sama cerita ini,, semoga kelak hyura bisa dapet kebahagianlah,,kasian selama ini ia selalu menjadi tawanan keluarga hukjae.,,,,

  76. inggarkichulsung berkata:

    Aigoo ceritanya tambah kompleks, benarkah fakta yg dijabarkan Kyu oppa td, Hyura sepertinya akan bermain di dlm permainan yg sdh dibuat Donghae oppa dan Kyu oppa dan akan mengendalikan semuanya di akhir nanti, pgn nya Donghae oppa nanti mengakui semuanya dan minta maaf pd Hyura, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  77. BabyBoo berkata:

    Bercabang yaa rumit hahaha nextneexxtt

  78. devi yunitasari berkata:

    gak sabar kelanjutannya kak , bagus banget bikin tambah penasaran hehe
    cocok nih dijadiin novel kayaknya hehe
    semangat nulisnya kak

  79. Park Nara berkata:

    Kyuhyun msh trliht misterius… knp aku lbih trtarik sama Kyuhyun wkwkwk Hyura kasian sekali skligus bruntung skli wkwk crtanya mkin gg nih
    Ditunggu part slnjutnyaa 😀 fightinggg!!!!

  80. Agooo iya g slh hyura xixixiix hiks ntr yg ada hyura yg jatuh bertekuk lutut ama kyuhyun huwee nae seh bs baca ya kyuhyun mah g setolol itu ya kan???
    Aigook hyuraaa apa yg akan kau lakukan jgn sampe kamu terjebak permainmu sendiri hiks hiksss part slnjtnya kayaknya lbh tegang dehhh wkekwk tp mnrt nae ntr yg lbh tegang itu kisah cinta kyu ama hyura huwaaaaaa

  81. nachan berkata:

    Yaampun ada apa ini dengan sikapnya kyuhyun? sepertinya ada sesuatu selain dia ingin ngerebut eak. Ditunggu kelanjutannya kaka

  82. choi sena berkata:

    kyuhyun ternyata bersekongkol dengan donghae

  83. hyerapark27 berkata:

    wah.. rumit sebenarnya. daebak!

  84. Nurlaely D berkata:

    Kasihan skli Hyura d klilingi dgn kepalsuan,,smua yg mndktinya hnya mngingnkan kduduknnya aja,,,huh pantas Hyura gk d bnuh,, mlh d jdikn tuan putri,,jd dy gadis yg sgt brhrga… Qu ykin Kyu jg sbnrnya jtuh cinta ama Hyura,,tp dy pinter buat nutupinnya…

  85. kim_vikyu94 berkata:

    Miss Hoon !!!! Miss You, kapan dilanjutin 🙂

  86. kim_vikyu94 berkata:

    Miss hoon !!! miss you , kapan dilanjutin ?

  87. syalala berkata:

    nah ceritanya mulai keliatan dari sini..jd hyura sebenernya punya keluarga yg jabatannya tinggi? mahkota? maksutnya gimana jd hyura ah semuanya aja ngemanfaatin hyura hahaha parah sih ini isinya kyuhyun hyura tp adu mulut terus jd gemes kapan jatuh cintanya wkwkwkw kyuhyun harus bikin hyura percaya dulu sih sama dia itu yg terpenting tp gimana hmmmmm gemes bgt asliiiii ditungu selalu lanjutannyaaaa

  88. devi yunitasari berkata:

    bagus kak seru banget enggak sabar kelanjutannya
    cocok dijadiin novel kak bolehlah hehe
    semangat nulisnya kak

  89. Nina berkata:

    Setelah sekian lama ga pernah mampir lg ke wp ini..
    Ternyata ganti id heuheu..

    Terakhir baca famiglia habis itu ngilang…
    Dan cerita ini ga kalah seru sama famiglia meski critanya masih sama tentang harta kedudukan dan cinta segitiga…

    And…
    Aku ngerasain feelnya hyura..
    Gmna ya bimbang bimbang gmna gitu..
    Ga paham tea, ga ngerti apa² gitu..
    Terlalu banyak rahasia..
    Dengan org org penjilat di setiap sudutnya…

  90. nathyan berkata:

    lanjut dong kak..
    penasaran nih kelanjutannya gimana
    fighting

  91. susianty9 berkata:

    makin kesini jujur gue bingung ..cerita nyaa kerennn hidupp bngt ga terduga cerita nyaa…ga monotonn ga boseninn yg pastinyaa ga bisaaa ditebakkkk kerennnnn

  92. tiptoelips berkata:

    where is my Kyu?

  93. inet berkata:

    nunggu bgt lanjutan nya,,,penasaran..hehe

  94. inet berkata:

    kpn d lanjut,miss hoon?!udh kgn bgt nggu lanjutanny..hehe
    mdh2n cpt dpt inspirasi ya..fighting \^^/

  95. Monika sbr berkata:

    Masih misterius….
    Tapi semoga aja hyura bisa bebas dari keluarga lee, biar dia bisa hidup normal seperti orang lain.

  96. rei berkata:

    authoorr kapan FF ini di lanjut penasaran bingitt sama lanjutannya yah aku sudah nebak2 seperti apa cerita kedepannya tapi gak tahu apa sama seperti yang author buat nantinya 🙂 comeback soon author

  97. dewdew berkata:

    Emang..nungguin cerita dari ini blog beneran lama banget..perlu kesabaran..tapi selalu tidak mengecewakan dari konflik,karakter,penggambarannya..pokoknya imajinasi yg di usung di setiap ff tuh gak bikin nyesel deh..bagus,bagus banget malah!!..makanya para reader disini rela banget klo dianggurin agak lama gini…hahahahaha~
    Gak mau ngomenin apa pun deh..dah seneng dulu bacanya..berasa dah gak jadi masalah soal typo atau pemilihan kata..dah tersamarkan dengan rasa seneng ama penasaran pengen tau kelanjutannya kapan ini..kapan~
    Ditunggu lanjutannya friend~
    Fighting!!!!

  98. inet berkata:

    authornim,,cpt comeback ya…
    nunggu bgt kelanjutan ini.mdh2n sllu dpt inspirasi.. 🙂
    kgn KyuRa.. 🙁

  99. dewdew berkata:

    Kakaaaakkk….ini kapan lanjutnya??kekekkekeke…aku ampe baca berkali2 ini part..dan dah berapa kali ya aku komen..hahaha ..
    Sebenaernya cerita2 dari blog ini gak bosenin meski dah dibaca ulang2#ketauan banyak ngaggurnya~
    Ampe ebookmu aja masih aja aku baca klo lagi kangen ama bacaan dari ini blog…kekekekek

  100. tiptoelips berkata:

    udah mau setahun…

  101. ThePirate berkata:

    kira kira ff ini kapan bisa di lanjut?

  102. ThePirate berkata:

    ini kapan di lanjut?

  103. inet berkata:

    Authornim…..the crown juseyo~ … ^^

  104. Camila O'Pry berkata:

    ini kapan dilanjut??? TT___TT

  105. summer han berkata:

    Udah kangen tulisanmu kak…
    Cpet comeback yaa..

  106. Aderina berkata:

    Aduh ceritanya tambah bikin penasaran, kapan akan lanjutnya thor??

  107. Camila O'Pry berkata:

    yeay! blog nya udah kebuka…

  108. kim_vikyu94 berkata:

    akhirnya bisa dibuka ,,, udah sedih kirain tutup TT thank you miss hoon

  109. Camila O'Pry berkata:

    “disini kumenunggu dan bertanya…. park hyura…” – nyanyi ala kangen band.

  110. gitnul berkata:

    woaaah goosebump!!
    keren banget thor ceritanyaaaa

  111. Camila O'Pry berkata:

    Gak bosen-bosen aku tanya: Kapan dilanjut?

  112. Rona berkata:

    Kapan ff ini mau di lanjutin lagi???? Udah mau 2018 loh…. Kelamaan

  113. Nur berkata:

    Ceritanya udah lama sekaliiii. Kapan ada kelanjutannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *