The Crown [Part 1]

The Crown

Happy Reading and Sorry for Typho

@miss_hoon

***

London, Recent Day

West gardenia salah satu taman terbaik di mansion ini dibanding yang lain. Tidak terhitung berapa kali aku menghabiskan waktuku disana. Dan Aku berhutang banyak pada tempat tersebut. Dia adalah saksi bisu dari setiap penderitaan yang kualami di sini.

“Nona, Kau sudah siap?”

Aku berpaling dari jendela, menoleh ke arah Casey yang berdiri tidak jauh dariku. Dia adalah pelayan khusus untukku. Umurnya mungkin lebih tua tiga atau lima tahun dariku. Aku tidak tahu pastinya karena aku tidak pernah bertanya. Cassey baru bersama denganku sekitar tiga atau empat tahun lalu. Aku tidak peduli dari mana dia atau berapa umurnya, yang jelas Casey membantuku bertahan hingga saat ini.

Aku menarik senyum samar lalu mengangguk.

“Semua orang sudah berkumpul. Mereka semua menunggu keluarga dari China,” jelasnya.

Aku menatapnya ragu. “Apa aku harus terlihat sedih?” tanyaku bodoh.

“Tidak Nona, Kau tidak bisa menanganinya dengan baik saat kematian Tuan Sungmin. Akan sangat aneh jika kau terlihat sedih sekarang”

Aku mengangguk mengerti.

Casey berjalan di sisiku, Aku mengamit lengannya dan kami berjalan menuju ruang pertemuan, yang berada di sisi kiri hall mansion utama. Kami berjalan melewati lorong panjang dengan sangat perlahan mengingat gaun yang kugunakan cukup berat. Menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ini kedua kalinya aku digilir menjadi salah satu wanita dari keluarga Lee. Lagi-lagi statusku yang membuatku layaknya wanita murahan yang tidak berharga sehingga mereka dengan seenaknya menyodorkanku pada anak laki-laki keluarga ini, seperti mainan kuda yang siap di tunggangi.

“Calon suamimu yang baru tidak hadir malam ini” Bisik Casey saat kami menuruni tangga. Aku tidak menjawabnya, toh tidak berpengaruh Dia datang atau tidak.

Beberapa pasang mata telah melihatku dengan berbagai pandangan di mata mereka. Aku memasang senyum yang seolah sudah terpahat di wajahku. Aku telah melatih senyum ini selama bertahun-tahun. Awalnya sangat tidak mudah karena aku bukan orang yang pandai berbohong. Ibuku pernah bilang bahwa wajahku terlihat seperi buku yang terbuka, sangat mudah membacaku.

Casey melepaskan tanganku dari lengannya kemudian Dia menunduk mohon undur diri. Seorang pelayan rendahan dilarang ikut dalam acara-acara resmi. Aku tidak mengenal siapapun di sini kecuali anggota keluarga Lee.

Aku memilih berdiri di pinggiran, tidak berbaur dengan siapapun. Ini lebih mudah bagiku setidaknya aku harus terlihat murung karena disingkirkan dari posisiku sebagai calon menantu pewaris utama jaringan kerajaan pengusaha Eropa.

“Minuman untukmu.” Lee Hyukjae, calon suamiku untuk saat ini—menyodorkan segelas champagne padaku. Aku tersenyum dan menunduk sebelum menerimanya.

“Terima kasih.” gumamku.

Dia menyesap minumannya sambil tersenyum mengejek “Anggap itu hadiah terakhir dariku sebagai tunanganmu. Sayang sekali bukan, aku bahkan belum sempat menyentuhmu” tangannya terangkat, mengelus lenganku yang terbuka. Rahangku mengerat melihat wajahnya yang menjijikan.

Aku memaksa menarik senyumku yang entah tidak pernah kusadari. Seolah wajah tersenyum ini adalah wajah asliku.

“Tapi tenang saja Hyura-ya, aku bukan orang yang pelit dan tidak suka berbagi. Datanglah ke kamarku saat Kau membutuhkannya” Dia mengedipkan sebelah matanya dan mengecup bibirku sekilas sebelum pergi menjauh. Aku memejamkan mataku sejenak dan menarik nafas dalam. Ini cukup berhasil untuk menenangkanku agar tidak marah ataupun menangis selama beberapa tahun belakangan ini.

Pintu ganda terbuka lebar dan semua orang menatap ke pintu masuk. Rombongan keluarga dari China baru memasuki ruangan. Sepasang suami istri paruh baya berada di barisan depan dan sepasang pria dan wanita muda di belakangnya, kemudian di susul beberapa orang di belakangnya yang memakai pakaian tidak jauh dengan kami. Mewah dan elegan.

Lee Hyangsuk, calon ibu mertuaku tersenyum lebar menyambut mereka. Mereka saling berpelukan satu sama lain dan tertawa gembira. Dia mengambil gelas kosong kemudian mendentingkannya beberapa kali hingga mendapatkan perhatian dari semua Tamu. Para Tamu berkumpul di tengah menunggu apa yang akan di katakan Eomonim. Aku berjalan mendekat namun tidak sampai bergabung dengan kerumunan.

“Selamat malam semuanya, terima kasih telah hadir dalam acara keluarga kami malam ini. Aku memiliki berita bahagia untuk keluarga kami yang rasanya sangat sayang jika tidak kami bagikan.” Dia melirik Lee Hyukjae di samping kanannya sambil tersenyum lalu melirik keluarga dari China di sisi kirinya.“Seperti yang kalian ketahui, Saat ini putraku sebagai pewaris utama dari Europe Asian Kingdom memiliki seorang calon istri yang berasal dari darah seorang pengkhianat, yang sebenarnya sangat memalukan” Dia mengatakan dengan nada sedih yang dibuat-buat. Dan kemudian beberapa orang bereaksi sama sehingga terdengar sedikit keriuhan. Eomonim berdehem untuk menenangkan lalu berbicara lagi. “Namun kami Keluarga Lee tidak pernah mengingkari janjinya, Nona Park tetap menjadi menantu keluarga ini dari putra kedua kami. Dan demi nama baik Keluarga dan Europe Asian Kingdom, kami telah memilih Catarina Lau sebagai calon Istri Putra pertama kami” Eomonim mengambil tangan Hyuk Jae dan wanita cantik bernama Catarina, kemudian menyatukan tangan mereka dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Riuh tepuk tepuk tangan bergema di seluruh ruangan. Mereka semua terlihat seperti penjilat yang begitu senang melihat daging yang masih baru.

Aku berbalik dan berdiri di tempatku semula. Aku tidak menangis, tidak bersedih, aku masih bisa berdiri diatas kedua kakiku dengan mantap. Ini sama sekali bukan hal yang buruk, ini juga bukan pertama kali aku harus berpindah menjadi tunangan pria lain. Sebelum dengan Lee Hyukjae aku adalah tunangan Lee Sungmin. Namun sayang Dia meninggal dalam kecelakaan naas yang menimpanya. Saat itu aku juga tidak bersedih sama sekali. Kenapa? Karena aku sangat membenci keluarga ini. Jadi tidak masalah aku harus menjadi Istri siapa. Lagi pula sudah menjadi rahasia umum bahwa Aku adalah keturunan pengkhianat.

“Sayang calon suamimu yang baru tidak ada” Gumam suara nyaring di sampingku. Aku meliriknya sekilas kemudian kembali meluruskan pandanganku. Aku tidak tahu siapa namanya, yang kutahu wanita ini membenciku karena dulu dia dan Lee Sungmin saling menyukai..

“Mungkin Jika dia datang Kau akan berdiri di depan sana dan saling menautkan tangan kalian seperti pria bodoh itu” Dia terkekeh dengan ucapannya sendiri, menyesap minumannya sebelum bicara lagi “Apa kau senang lepas dari Lee Hyukaje?” tanyanya.

Aku menoleh sekilas dan memilih tidak menjawab. Selama tinggal di sini aku belajar bahwa diam lebih berharga daripada emas.

Well Seharusnya kau berterima kasih pada Ayahmu yang pengkhianat itu, setidaknya kau tidak perlu menikah dengan si bodoh Lee Hyukjae”

Aku meliriknya malas “Apa menurutmu dengan Lee Donghae menjadi lebih baik?” tanyaku sarkatis

Dia mengangkat bahu kemudian terkikik “Kau beruntung Park Hyura, pernah memiliki semua anak laki-laki di keluarga ini. Lee Sungmin, Lee Hyukjae kemudian Lee Donghae. Lalu setelah ini siapa? Semoga saja bukan penjaga pintu gerbang atau orang yang menjebloskan Ayahmu ke penjara” Ucapnya dengan kebencian di setiap kata.

“Terima kasih telah mengkhawatirkanku, aku tersanjung” Aku menunduk sekilas sebelum beranjak dari sana. Jika dia terus mengeluarkan racunnya aku tidak yakin untuk tidak melawan. Yang mana akan semakin menyulitkan posisiku.

Berdiri di puncak tangga sambil memandangi lukisan poto keluarga Lee. Ada enam orang yang berada di sana, Nyonya dan Tuan Lee dan empat anak mereka. Tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan. Lee Yong-ae merupakan anak perempuan tertua kemudian Lee Sungmin, Hyukjae dan Donghae. Aku tidak pernah benar-benar mengenal mereka secara personal.

Yong-ae Eonni sudah menikah dan menetap di Washington bersama suaminya. Dari yang kudengar dia sedang hamil tua sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan Jauh. Lalu mantan tunanganku Lee Sungmin yang meninggal empat tahun lalu. Kami tidak pernah bicara banyak, Dia juga tidak pernah menatapku lama. Sama denganku, Dia juga membenci perjodohan ini.

Lee Hyukjae satu-satunya anak lelaki yang sering kutemui dan paling banyak bicara. Sebagai putra kedua dia lebih sering bermain dan bersenang-senang, Seolah tidak memiliki tanggung jawab sama sekali. Aku sendiri tidak yakin Dia bisa menggantikan Ayahnya.

Dan yang terakhir Lee Donghae, Anak bungsu keluarga ini. Sama seperti Sungmin, Dia tidak terlalu banyak bicara. Dan dia yang paling jarang berada di rumah. Ibunya mengirimnya ke sekolah asrama di Yorkshire lalu dia melanjutkan kuliahnya di Prancis, setelah lulus Dia tidak kembali dan memilih bekerja di kantor cabang Paris. Aku hanya bertemu dengannya saat Natal atau tahun baru. Setelah itu Dia akan pergi lagi.

Lalu kenapa aku bisa berakhir terikat dengan keluarga Lee? Itu cerita yang panjang dan menyakitkan. Aku dibawa ke sini saat umurku lima belas tahun oleh Ayahku. Ayahku dan Lee Kangjun—ayah Sungmin, adalah sahabat karib, dulu Ayahku yang membantunya mengambil alih E.A.K, tidak ada yang lebih dipercayai Kangjun Ahjussi selain Ayahku. Kemudian beliau sakit sedangkan Sungmin masih berada di bangku kuliah dan tidak mungkin menggantikannya.

Kangjun menjemput Ayahku untuk datang ke Negara ini untuk membantunya dan mengukuhkan hubungan keluarga kami dengan pernikahan. Aku di jodohkan saat aku baru berusia lima belas tahun sedangkan Sungmin berusia dua puluh tahun. Awal kehidupanku di sini cukup menyenangkan meskipun aku harus berada jauh dari ibu dan saudaraku yang lain. Kakak dan adik laki-lakiku.

Setelah setahun akhirnya Kangjun meninggal, lalu yang kutahu Ayahku dituduh memalsukan surat wasiat Kangjun dengan mengukuhkan dirinya sendiri sebagai pemimpin E.A.K. Aku melihatnya di seret oleh polisi di depan mataku. Tidak ada yang bergerak, membuka suara atau bahkan menolongku saat aku memohon dan menangis untuk melepaskan Ayahku. Setelah dua Tahun Ayahku di penjara beliau juga meninggal karena sakit dan tidak diobati. Aku memohon pada Eomonim untuk mengirimku pulang beserta jenazah Ayahku. Tapi dia menolaknya mentah-mentah, Dia bilang dia tidak akan mengeluarkan sepeser uangpun untuk seorang pengkhianat.

Kemudian aku sadar kenapa dia tetap menahanku, karena Dia membutuhkan jaminan agar keluargaku di Korea tidak bertindak gegabah dan membahayakanku di sini. Mereka tidak bisa menuntut atau menyelidiki kasus ayahku selama aku berada bersama keluarga Lee.

Setelah kepergian Ayahku semuanya terasa semakin berat. Orang-orang mulai menatapku dengan tatapan menghakimi. Tapi hal itu belum seberapa di banding kebakaran yang merenggut semua anggota keluargaku dua tahun lalu. Ibu dan dua saudaraku meninggal di sana. Polisi mengangap kejadian itu karena kecelakaan konsleting listrik.

Tidak ada rumah dan tidak ada keluarga yang membuatku tetap bertahan di sini. Pernah terlintas di kepalaku untuk kabur dan pergi. Tapi jika aku melakukan hal itu, aku akan kalah. Aku tidak bisa mencari tahu dibalik kehancuran keluargaku. Jadi hingga sekarang aku menguatkan diri hingga kesempatan mendatangiku. Aku tidak mengerti takdir apa yang mengikutiku tapi terlalu banyak kematian yang kuhadapi. Bukan hanya dari pihakku, banyak anggota keluarga, rekanan yang berhubungan dengan keluarga ini meninggal satu persatu.

“Mau berdansa denganku?” aku tersentak dari lamunanku dan menoleh ke samping. Pria dengan senyum paling berbahaya yang pernah kulihat. Cho kyuhyun, Keponakan Eomonin, sepupu dari anak-anak Keluarga Lee. Sejak dulu aku menasihati diriku sendiri agar tidak terlalu dekat dengannya. Dia sama brengsek dengan Lee Hyukjae. Padahal saat aku baru tiba di Negara ini dialah satu-satunya orang yang mau menanggapiku saat aku berbicara dalam Bahasa Korea.

Meskipun tidak terlalu mengenalnya  tapi  seingatku dulu sekali Kyuhyun adalah bocah laki-laki yang manis. Namun setelah beberapa tahun kami tidak pernah bertemu. Kami bertemu lagi saat pemakaman kakak perempuannya. Kakaknya meninggal beberapa tahun silam karena sakit, meskipun aku mendengar gossip dari para pelayan bahwa Nona Cho meninggal karena bunuh diri. Entahlah, aku juga tidak terlalu peduli mengenai kebenarannya. Setelah pertemuan saat itu aku sadar dia tumbuh sama seperti anak-anak keluarga Lee, tidak ada yang berbeda dengannya.

Menarik kedua sudut mulut “Maaf tidak bermaksud menyinggungmu, Tapi dansa pertamaku hanya untuk calon suamiku”

“Tapi sayangnya Calon suamimu tidak ada disini”

“Karena itu aku tidak akan berdansa”

Dia masih tersenyum, tidak terlihat kecewa atau tersinggung sama sekali. “baiklah. Aku sangat mengerti” Dia menunduk sopan dan meninggalkanku.

Mengangkat gaunku dan menuruni tangga, aku menuju dapur mencari Casey. Memintanya mengantarku kembali ke kamar. Sudah cukup lama aku berada di tempat pesta, setidaknya aku sudah menunjukkan wajahku.

***

Menyulam, menjahit, bermain alat musik, melukis, berdansa, membuat masakan tradisional untuk perayaan dan upacara keagamaan untuk hari khusus. Semua kegiatan itulah yang kupelajari setiap hari. Aku menanganinya dengan baik. Aku tidak diijinkan bersekolah diluar. Eomonim akan mendatangkan guru private untukku. Dia menghindari segala ekspose wartawan terutama untukku. Baginya aku adalah bisul di keluarga ini.

Aku sedang membuat bunga di kain yang akan kugunakan untuk tirai di kamar tidurku saat Casey menghampiri guruku lalu berbisik di telinganya. Aku menatap mereka bertanya-tanya sebelum Casey menegakkan badannya.

“Hyura, kau bisa melanjutkannya lagi nanti.” Kata Mrs Snow, guru menjahitku. Aku mendongak menatap Casey menuntut penjelasannya.

“Nona Catarina Lau dan Ibunya ingin menemui anda Nona” sahut Casey

Aku mengernyit “Untuk?”

“Maaf, Aku tidak tahu”

Memberikan sulamanku yang masih setengah ke tangan Casey sebelum berdiri “Tolong simpan untukku.” Dia mengangguk “Di mana mereka?”

“Di Taman utama.”

Aku mengangguk mengerti dan berjalan menuju taman utama, taman yang berada di sisi utara mansion, Oh ya kalian harus tahu bahwa rumah ini memiliki setidaknya empat Taman dan satu taman utama yang lebih indah dari ladang bunga sekalipun.

Aku menunduk hormat pada dua wanita cantik di depanku. Mereka duduk di bawah kanopi tanaman rambat dengan meja bundar yang telah di penuhi camilan manis.

“Kau pasti Park Hyura” Kata Wanita paruh baya yang masih sangat terlihat cantik di usianya.

Aku tersenyum dan mengangguk.

“Duduklah, jangan Sungkan. Kami juga hanya tamu di sini” Wanita yang lebih muda yang kemarin kulihat sebagai tunangan Hyukjae berdiri, menarik tanganku lembut untuk duduk di sampingnya. Catarina tersenyum lembut padaku, gadis cantik ini memiliki lesung pipit di pipi kirinya menambah kecantikannya saat tersenyum. Tidak hanya wajah, Dia juga memiliki tubuh seperti model, langsing dan tinggi semampai.

“Mau Teh?” Nyonya Lau mengangkat teko bersiap menuangkan teh untukku, aku mengangkat cangkir menerimanya. Menggumam terima kasih sebelum menyesapnya sedikit.

“Jadi, Bisakah kau ceritakan sedikit mengenai Lee Hyukjae?” Tanya Catarina

Aku menatap kedua ibu dan anak di depanku dengan tatapan ragu, ingat kan apa yang pernah kukatakan, Diam lebih berharga dari pada emas. dan sekarang aku tidak tahu harus menjawab apa.

“Dia…Orang yang baik,” kataku, sangat terdengar tidak meyakinkan bahkan di telingaku sendiri.

Catarina terlihat tidak puas dengan jawabanku “Ayolah, jangan takut. Kau bebas membicarakannya di sini. Hanya ada kita bertiga, kau tidak perlu takut. Aku hanya ingin tahu orang seperti apa yang akan menjadi suamiku kelak”

Aku tersenyum kaku “Maaf, tapi sejujurnya aku tidak terlalu mengenal Lee Hyukjae. Kami jarang berbicara” kataku Akhirnya

Catarina mendengus kecewa “Kudengar dia seorang player

“Aku juga pernah mendengarnya, tapi tidak pernah melihatnya secara langsung” sahutku jujur

“Apa pertunangan ini membuatmu marah? Maksudku putriku telah menggeser posisimu” kali ini ibunya yang bertanya.

Aku menggeleng sambil tersenyum “Tidak sama sekali. Perjodohan ini dibuat oleh Ayahku dan Tuan Lee, sedangkan keduanya sudah tidak ada. Jadi menurutkan dilanjutkan atau tidak itu bukan masalah”

“Lalu bagaimana dengan kehidupan di sini? apa mereka memperlakukanmu dengan baik?” tanya Nyonya Lau lagi.

Tersenyum lagi “Aku diperlakukan layaknya wanita terhormat” jawabku jujur, setidaknya mereka tidak menyiksaku secara fisik.

“Maafkan kami menanyakan hal tersebut, jangan salah paham.Aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa putriku nanti. Aku mendengar apa yang terjadi pada keluargamu, kami turut prihatin” Kata Nyonya Lau tulus. “Kuharap Kau dan Catarina bisa bergaul dengan baik disini”

Aku tersenyum dan mengangguk.

“Mama tenang saja, Hyura akan menjadi saudari yang baik untukku” Catarina melingkarkan tangannya di bahuku, seolah kami adalah teman dekat. Tidak ada yang bisa kulakukan dengan baik sebaik tersenyum menyenangkan mereka.

***

 

“Mobil itu adalah milik seorang pengusaha botak yang mata duitan” Aku menunjuk pada mobil yang baru saja berhenti di halaman parkir. Aku sedang duduk di balkon kamarku sambil menikmati udara sore musim gugur London. Sedangkan Casey berdiri di belakang sambil menyisir rambutku.

“Kenapa Harus pria botak?” Tanya Casey

“Ya Pria Botak itu sangat menyukai uang dan takut terhadap Istrinya, namun dia juga tidak suka bermain-main dengan perempuan murahan. Dia begitu menyukai uang hingga terlalu sayang untuk memberikannya pada mereka”

“Aku pernah menemui beberapa pria botak yang sangat menyukai perempuan murahan, mereka bisa mengeluarkan uang berapapun untuk kesenangan sesaat” bantahnya

“Casey, jangan menghancurkan permainannya.” keluhku

“Permainan ini sangat aneh” gumamnya pelan.

“Bagaimana dengan pemilik mobil yang itu?” aku menunjuk mobil putih di sebelahnya.

“Pemilik mobil itu adalah seorang assistant yang sangat cakap mengerjakan tugasnya. Dia adalah seorang kaki tangan dia E.A.K”

“Kaki tangan?” tanyaku

“Nona, itu adalah mobil Natalie, mantan Asistant tuan besar dan sekarang bekerja untuk Nyonya”

Aku mendengus dan melirik Casey sebal “Casey, bukan begitu cara bermainnya. Kau tidak boleh asal bicara dan mengatakan yang sebenarnya. Kau harus mengarang sebuah cerita mengenai siapa dan bagaimana pemilik mobil-mobil itu” jelasku

“Kenapa aku harus mengarang cerita kalau aku tahu kebenarannya?”

Aku mendesah pelan sambil menerawang, “Karena kebenaran terkadang sangat mengerikan.” Aku bisa mendengar suaraku jauh lebih menyedihkan daripada seharusnya. Kemudian Pintu gerbang tiba-tiba terbuka dan masuk lagi salah satu mobil berwarna hitam. Membuat perhatianku teralih lagi.

“Lihat, sekarang giliranmu untuk menjelaskan mobil itu” kataku.

“Itu adalah mobil calon suamimu, Dia baru datang dari Prancis untuk melihat pengantinnya”

“Apa?”Aku mendongak mentap Casey. Dia mengangguk sambil menyampirkan rambutku kesisi kiri lalu memasang jepit rambut berhias batu.

“Anda sudah rapi dan cantik, saatnya bertemu dengan tuan Lee Donghae”

Dahiku mengernyit sebelum menoleh ke arah deretan mobil yang terparkir. Aku berdiri dipinggir balkon, mencondongkan tubuhku untuk memastikannya. Seorang pria berkacamata hitam baru saja turun dari mobil itu. Dia membawa tas lumayan besar di punggungnya. Mengenakan Jeans yang dipadu dengan polo shirt berwarna putih dan jaket kulit berwarna coklat. Benarkah itu Lee Donghae?

“Kau tahu dia akan pulang hari ini?” Aku berbalik menatap Casey

Dia menggeleng “Aku baru saja tahu setelah melihat mobilnya”

“Apa yang harus kulakukan? Harus terlihat sedih atau senang?”

Casey terkekeh “Bersikaplah seperti biasa Nona, sebagaimana dirimu apa adanya. Tuan Lee Donghae tidak sekaku tuan Sungmin dan tidak sebrengsek Tuan Lee Hyukjae. Dia orang yang cukup baik, Namun kau harus tetap hati-hati.Ingat apa yang pernah kukatakan?”

Aku mengangguk cepat “Jangan pernah mempercayai siapapun, termasuk dirimu”

Dia tersenyum lalu mengambil kain sutra panjang dan meletakkannya di bahuku “Tuan Lee Donghae menyukai warna biru” ujarnya. Aku menunduk dan menatap dress biru langit yang kukenakan lalu menatap Casey bingung. Bukankah Dia bilang Dia tidak tau Donghae akan pulang? Aku ingin bertanya namun tepat saat pintu kamarku di ketuk.

Casey tersenyum penuh arti padaku, dia berjalan membuka tirai yang membatasi ruang pribadiku dan ruang serbaguna sebelum membuka pintu untuk Donghae. Aku masih berdiri di balkon menunggunya masuk. Casey mempersilahkan Donghae masuk baru setelah itu dia menunduk mohon pamit.

Donghae menutup pintu di belakangnya lalu berjalan dua langkah dan berhenti. Dia tidak sampai memasuki ruang pribadiku. Yang kumaksud dengan ruang pribadi adalah ranjang dan bathtub terbuka, keduanya hanya di pisahkan tirai transparan. Sedangkan ruang pribadi dan ruang serbaguna di tutup dengan tirai yang lebih tebal.

Kami berdiri dalam satu garis lurus namun dengan jarak yang cukup jauh. Dia di dekat pintu dan aku masih berada di balkon. Bersikaplah seperti biasa Park Hyura.

Aku berjalan lambat mendekat lalu berhenti beberapa meter di depannya. sementara Donghae menatapku aneh, lalu beberapa menit kemudian Dia tertawa canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Apakah ini sangat aneh?” tanyanya lebih kepada diri sendiri.

Aku menunduk memberinya salam. Tapi Dia justru telihat makin salah tingkah.“Tidak, tidak, jangan bersikap terlalu sopan padaku—” dia mengacak rambutnya.

“Maaf Jika aku menempatakanmu dalam posisi yang sulit” kataku pelan

“Aniya! Bukan itu maksudku…bagaimana aku harus mengatakannya….”

“Kalau begitu duduklah dulu”

Aku menyebutnya ruang serbaguna karena aku melakukan segala sesuatunya di sini. Ada satu kursi malas yang biasa kugunakan untuk membaca dan sisanya ada satu set sofa nyaman dan meja kursi yang sering kugunakan untuk makan bersama Casey.

Kami duduk bersebrangan di meja kursi yang biasa kugunakan untuk meja makan. Donghae bergerak gelisah, terlihat tidak nyaman di tempatnya. Dia juga tidak kunjung membuka mulutnya. Jadi aku berdehem dan memulai pembicaraan.

“Bagaimana perjalananmu?”

“Eh? Uhm..Ya, itu lumayan” sahutnya tanpa melihatku. Matanya sibuk menjelajahi kamarku, entah apa yang ada dipikirannya.

“Jangan dipaksakan. Aku tahu sekarang posisi kita sangat aneh” kataku. Dia menoleh menatapku cukup lama.Wajah kekanakannya yang kuingat tidak pernah berubah. Dia tetap Lee Donghae yang kulihat saat aku masih berumur lima belas tahun. Yang kutahu saat itu Dia anak paling cengeng di keluarga ini. Sehingga kakak-kakakknya sangat suka menggodanya. Aku tidak pernah bermain dengan mereka, aku juga tidak pernah berbicara pada mereka. Cukup berdiri dari jauh dan menonton itu jauh lebih aman.

“Bukan itu, Aku hanya—selama ini aku menganggapmu kakak iparku. Jadi sedikit aneh sekarang justru Kau menjadi calon istriku” katanya jujur.

Bagus, setidaknya Dia tidak bersikap kurang ajar seperti Lee Hyukjae. Dulu Saat mendengar bahwa aku akan menjadi tunangannya, Pria itu memberikanku buku panduan Kamasutra. Dia bilang aku harus menyenangkannya saat menjadi istrinya kelak atau Dia tidak akan pernah menyentuhku dan mengancam menyebarkan gossip bahwa aku wanita mandul.Yah, sebrengsek itulah Lee Hyukjae.

Aku tersenyum kaku “Begitu juga denganku”

“Apa kita bisa memulainya dengan perlahan?”

Aku tersenyum mengangguk, Dia membalas senyumku lalu berpindah duduk di sampingku.“Hyura. Hyura-ya? Boleh aku memanggilmu begitu?”

Tersenyum, “tentu”

“Kita punya waktu selama dua bulan. Aku meminta di tugaskan di kantor pusat. Setelah itu aku harus kembali ke Prancis. Mungkin kita tidak punya banyak waktu untuk saling mengenal” jelasnya.

“Kau bisa membawaku ke Prancis.” itu ide yang sangat menggoda. Aku ingin keluar dari sangkar ini. Meskipun ke dunia antah berantah aku akan mengikutinya asal dia bisa membawaku keluar dari sini.

Donghae terlihat terkejut tapi Aku bisa melihat binar di matanya. Hanya beberapa detik lalu Dia tersenyum kecut “Kau tahu Eomma tidak akan mengijinkannya”

Aku menunduk menyembunyikan kekecewaanku. Tubuh Donghae condong menyebrangi meja. Jari telunjuknya mengangkat daguku perlahan. “Hey” bisiknya lembut, dia memajukan wajahnya menatap mataku dalam dan berbicara bersungguh-sungguh. “Aku berjanji akan membawamu keluar dari sini. Secepatnya”

Beberapa saat aku sempat terhipnotis oleh matanya tapi aku sadar aku tidak bisa mempercayai siapapun. Mengerjap cepat sebelum menarik senyum yang biasa kugunakan.

“Terima kasih” gumamku dan menjauhkan wajahku.

Dia menurunkan tangannya “Boleh aku menanyakan satu hal”

Aku mengangguk

Dia mengusap tengkuknya sedikit tidak nyaman “Tapi ini sedikit pribadi”

Aku tersenyum samar “tentu, tanyakan saja”

“Kurang lebih selama empat tahun kau bertunangan dengan Sungmin Hyung, apa….. Apakah kalian pernah…berciuman?” tanyanya hati-hati

Aku tertawa mendengar pertanyaannya lalu menggeleng “aku baru berumur lima belas tahun saat di jodohkan dengannya. Dia tidak pernah menyentuhku, menggenggam tanganku pun tidak. Kami bahkan jarang berbicara”

“Lalu bagaimana dengan Lee Hyukjae?” matanya menyipit saat menanyakannya, seolah dia paham betul bagaimana kelakuan kakaknya yang satu itu.

“Dia selalu menciumku di setiap ada kesempatan” jawabku jujur

Rahangnya mengetat, terlihat dia tidak suka dengan jawabanku.

“Aku hanya melakukan tugasku sebagai calon istrinya” tambahku.

Dia mengangguk namun masih terlihat tidak suka. Apa Dia cemburu? Aneh sekali. Kami tidak terlalu dekat bahkan hanya mengenal nama, sebelumnya dia juga menanggapku calon kakak iparnya. Jadi kurasa dia tidak memiliki alasan untuk cemburu.

Aku tertawa canggung dan mengalihkan topik. “Kau sudah bertemu dengan keluarga Lau? Calon besan untuk Lee Hyukjae” Tidak terlalu berhasil, Donghae seperti tidak mendengarkanku.

“Donghae ssi” panggilku

Dia mendongak melihatku sejenak sebelum tiba-tiba tangannya di pipiku dan membawa bibirnya padaku. Dia melumat bibirku dan menghisapnya. Tidak tahu apa yang harus kulakukan, tubuhku mematung, tanganku tergantung disisi tubuhku, sementara tangannya yang lain melingkarkannya di pinggangku, menarikku lebih dekat. Merasa tidak mendapatkan balasan Dia melepas ciumannya menatapku marah.

“Kenapa tidak membalas Ciumanku? Bukankah Kau selalu menjalankan tugasmu sebagai seorang calon istri?” desaknya

Menggigit bibir bawahku lalu menggeleng pelan. Air mataku mulai menggenang, aku begitu malu, merasa di lecehkan. Meskipun Hyukjae selalu menciumku tapi tidak pernah seperti ini.

“A..Aku… aku tidak tahu bagaimana caranya” sahutku terbata, Menahan air mataku yang mendesak keluar.

Matanya melebar menatapku terkejut “Ta..Tapi bukankah…kau bilang…..”

Aku menggeleng lemah dan air mataku menetes.

“Ya Tuhan! Maafkan aku” Dia menarikku ke pelukannya “Maafkan aku Hyura-ya. Aku tidak bermaksud…. Ya ampun aku bodoh sekali…maafkan aku. Hyura, Aku minta maaf”

Dia menjauhkan wajahnya mengusap air mataku dengan jarinya “Maafkan aku, Aku tidak tahu apa yang kupikirkan. Hyura kumohon maafkan aku”

Mengusap wajahku dan membersihkan air mataku sendiri kemudian mengangguk.

“Ya Tuhan Terima kasih” sahutnya lega dan memelukku lagi.“Aku tidak akan melakukannya lagi. Maafkan aku” Dia meletakkan pipinya di puncak kepalaku.

“Kenapa, kenapa Kau melakukannya?” tanyaku serak

“Aku tidak tahu” gumamnya rendah. “Meskipun Kau pernah menjadi tunangan kakak-kakakku tapi sekarang Kau milikku. Aku tidak pernah menyentuh milik orang lain, jadi aku tidak ingin milikku di sentuh juga. Maaf kalau aku terdengar seperti pria gila yang posesif.”

Aku menjauhkan wajahku melihatnya, aku tidak pernah jatuh cinta dan tidak tahu bagaimana rasanya. Seumur hidupku aku hanya mencintai keluargaku. Tapi melihat ketulusan di mata Donghae membuatku berharap lebih. Mungkin Dia akan menyelamatkanku, mungkin Dia bisa membantuku atau mungkin Dia benar-benar akan menyentuh hatiku. Mungkin.

***

“Jadi Kalian sudah bertemu?” Eomonim bertanya di sela-sela sarapan. Hyukjae dan Donghae duduk di sebrangku lalu Eomonim duduk di ujung meja tepat di sisi kiriku.

“Ne Eomonim” sahutku pelan tanpa melihatnya, focus pada makananku.

“Sayang sekali Catarina sudah pergi, Kau harus melihat calon istriku Brother” Kata Hyukjae pada Donghae “She’s hot” tambahnya berbisik lumayan keras.

Aku mengintip reaksi Donghae dari balik bulu mataku, Dia hanya menggeleng sambil tersenyum tipis. Kudengar Eomonim mendengus keras.

“Jadi—Kapan kau mulai bekerja di kantor pusat?” Tanya Eomonim pada Donghae sekaligus mengalihkan topic.

“Minggu depan. Aku ingin menggunakan minggu ini untuk mengenal Calon Istriku. Aku tidak punya banyak waktu di sini” jelasnya. Tanganku berhenti di udara saat mendengarnya, mendongak menatap Donghae. Dia juga menatapku, mata kami saling bertemu. Tapi sedetik kemudian Hyukjae bersiul membuat Donghae beralih kearahnya dan tertawa.

“Terserah” Dengus Eomonim. Jelas Dia tidak terlalu senang.

Aku kembali pada makananku dan diam-diam tersenyum. Untuk pertama kalinya selama aku hidup disini ada yang menginginkanku.

Setelah selesai sarapan Donghae membawaku ke perpustakaan, kemudian menghubungi semua guru privatku, mengatakan bahwa mereka di beri libur selama seminggu dan tidak perlu datang. Aku melihatnya sambil menahan senyum, bagaimana pria ini berbicara dan menanyakan setiap perkembanganku pada mereka. Seolah dia begitu perhatian pada apa saja yang sudah kukerjakan.

“Apa ini tidak apa-apa?” aku tidak bisa menyembunyikan kesenangan di balik suaraku.

“Hanya satu minggu, lagipula pelajaran yang kau terima hanya keterampilan. Kau bisa mengasahnya tanpa mereka”

“Gomawo” kataku lembut

“Untuk?”

“Untuk bersikap baik padaku”

Dia tersenyum kecut “Aku tidak yakin sikapku kemarin termasuk ‘baik’ dan— “ Dia berhenti terlihat ragu sejenak ”Aku tahu apa yang menimpamu—tapi Selama ini aku bersikap tidak peduli. Jadi jangan berterima kasih padaku dulu sebelum aku bisa mengembalikan semuanya”

Aku melihatnya bertanya-tanya. Apa maksudnya dengan ‘mengembalikan semuanya’

“Aku Janji akan mengembalikan senyum gadis kecil berumur lima belas tahun, saat kau pertama kali datang kesini” katanya sungguh-sungguh.

Bisakah?

Aku tidak pernah bersandar pada siapapun, aku selalu menahannya dan menangis sendirian. Mungkin terkadang Casey akan memergokiku, Dia akan memelukku menenangkan. Dan Aku sangat berterima kasih karena itu. Tapi tidak ada yang pernah berbicara padaku seperti Dia. Dia benar-benar menawarkan air segar padaku. Membuatku tergoda untuk lebih berharap dan mempercayainya. Dan kuharap aku bisa.

“Hyura-ya” Dia memanggilku seperti doa, menangkup wajahku selembut yang dia bisa. Matanya coklatnya menatapku penuh ketulusan membuat dadaku berdesir. “Jangan takut padaku. Katakan apa yang kau inginkan, katakan apa yang harus kau katakan. Jangan memendamnya sendirian, jangan memikulnya sendirian. Sekarang ada Aku, Kau bisa mengandalkanku. Hmm”

Aku mengangguk dan hampir menangis karena terharu.

Donghae memajukan wajahnya dan mengecup lembut keningku. Memejamkan mata, merasakan bagaimana bibir lembutnya menyapu keningku.

***

“Kau yakin ini pakaian yang cocok?” memutar tubuhku di cermin sambil Mengangkat tanganku menutupi belahan payudara. Ini pertama kalinya Aku menggunakan dress yang cukup ketat, Memperlihatkan semua lekuk tubuhku. Meskipun tidak terlalu pendek tapi ini sungguh aneh, Oh Ya ampun aku merasa seperti telanjang.

“Casey, Aku merasa seperti perempuan jalang, bisakah kita menggantinya?”

“Kau tidak bisa menggunakan pakaian sehari-harimu, Nona, itu terlalu sederhana. Kau juga tidak bisa memakai gaun pestamu, itu sangat berlebihan dan terlihat lucu di tempat seperti itu”

Aku berbalik melihatnya tidak setuju “Tapi aku juga tidak mau terlihat seperti perempuan murahan, Aku akan mempermalukan Donghae”

“Tidak ada yang akan menganggapmu perempuan murahan, Nona, Ini pakaian sangat cocok. Kau terlihat cantik, Tuan Donghae juga pasti akan menyukainya”

Aku memberengut “Tidak mungkin”

Casey mendesah dalam, Dia memegang ke dua bahuku dan memaksaku berputar melihat ke arah cermin. Dia menarik tanganku yang berada di payudara untuk turun.“Lihat inilah dirimu, jangan terus bersembunyi di balik dress-dress panjang seperti yang Nyonya besar katakan bagaimana seharusnya wanita terhormat berpakaian. Selama ini Kau lebih terhormat daripada Dia” Casey meyakinkanku.

Aku masih tidak setuju dengannya namun akhirnya Aku mengangguk “Jika Donghae tidak menyukainya, aku akan menggantinya tanpa ragu” kataku

Dia mengangguk “Tentu. Tanpa ragu”

Casey menyampirkan mantel di bahuku saat Donghae mengetuk pintu kamar.

“Kau cantik”

Itu kata pertama yang keluar dari mulutnya saat melihatku. Aku melirik Casey dan Dia mengedipkan matanya padaku seolah mengatakan Apa-kubilang.

Malam ini Donghae mengajakku ke Club papan atas di London. Dia bilang Hyukjae mengadakan pesta penyambutan untuknya setelah lama tidak pulang. Dia memberhentikan mobilnya di depan pintu Club. Memberikan Kunci pada petugas valley lalu menggiringku masuk. Mataku beralih pada barisan orang yang mengantri di depan pintu masuk, Sedangkan Donghae membawaku melewati pintu yang bertulis vip.

“Kita tidak perlu mengantri?” tanyaku polos

Dia terkekeh “Aku tidak akan membayar mahal jika kita perlu menunggu giliran. Kemarilah” Donghae membantuku melepaskan mantel dan memberikannya kepada petugas. Hingar bingar music langsung menyerang pendengaranku begitu kami masuk. Donghae melingkarkan tangannya di sekeliling pinggangku, menggiring kami ke tangga menuju lantai dua.

Membuka sebuah ruangan yang tidak terlalu bising dan mempersilahkanku masuk. Setidaknya di sana sudah ada setengah lusin wanita yang menggunakan pakaian super mini, masing-masing dari mereka mengelilingi Hyukjae, Kyuhyun dan dua orang pria lagi yang tidak kukenal.

Welcome home Brother” Teriak salah satunya. Dia berdiri langsung memeluk Donghae dan saling tertawa. Kemudian di susul pria yang lain baru setelah itu Kyuhyun. Hyukjae hanya mengangkat tangannya menyambut Donghae. Mungkin dia tidak bisa berdiri karena ada dua wanita yang sedang menduduki pahanya.

Baby, kemarilah” Donghae menarikku mendekat, “Guys, Ini Park Hyura, calon istriku”

Aku menunduk memberi salam.

“Hai Park Hyura” salah satu teman Donghae melambaikan tangannya padaku. Aku tersenyum membalasnya.

“Dia Brand Trent” Kata Donghae menunjuk pria tadi “Lalu yang di sebelahnya Jon Kim” Pria yang bernama Jon mengangkat tangannya menyapaku, aku kembali tersenyum membalasnya.

“Kau pasti sudah mengenal Dua pria ini” Donghae mengarah pada Kyuhyun dan Hyukjae.

“Wow, Park Hyura. Kau seharusnya lebih sering menggunakan pakaian seperti itu” Kata Hyukjae. Aku menunduk dan menggenggam tangan Donghae lebih erat. Dan beruntungnya Dia juga seperti tidak akan melepaskanku.

Donghae membawaku duduk di sofa sebelum dia menyalak pada kakaknya “Jaga bicaramu, Dia sekarang Calon istriku”

“Wooo easy brother, aku mengatakannya untuk kepentinganmu” Hyukjae menuangkan minuman keras ke gelas lalu menggesernya ke depan Donghae.

“Kau seharusnya mengajak Catarina” Gerutu Donghae

Hyukjae tertawa mengejek “Lalu dimana kesenangannya” dia menyesap minumannya sebelum matanya kurang ajarnya memindai tubuhku dai bawah ke atas. Membuatku mengkeret dan bersembunyi di balik tubuh Donghae.

“A..aku tidak terlalu nyaman disini” bisikku padanya. Seolah mengerti Donghae menatap tajam Kakaknya “Jaga pandanganmu” Donghae memperingatkan.

Tiba-tiba saja terdengar tawa di ujung ruangan. Itu Kyuhyun, dia tertawa geli hingga seluruh tubuhnya bergetar “Lihat Hyung, adikmu benar-benar luar biasa” katanya susah payah di sela tawanya. Hyukjae ikut tertawa, melirik kami sekilas lalu mengangkat gelasnya “Untuk Adikku dan calon istrinya”

Yang lain ikut mengangkat gelas lalu meneguk minuman mereka. Donghae juga melakukan hal yang sama, kecuali aku. Donghae memesankanku jus jeruk, aku bersyukur dia tidak menyuruhku untuk minum minuman keras. Aku tidak yakin bisa menanganinya dengan baik.

“Jadi semua anggota keluarga Lee sudah memiliki calon istri sekarang” Brand setengah mengejek, Dia mengangkat gelas dan wanita berambut pirang yang sedari tadi menempel di tubuhnya menuangkan cairan berwarna coklat ke gelasnya.“Sayang sekali, saudariku tidak bisa mendapat kesempatan” lalu meneguk minumannya.

“Kau bisa menyuruhnya menggoda Kyuhyun, mungkin dia masih berminat” Usul Hyukjae.

Kyuhyun tidak menjawab dan hanya mengacungkan jari tengahnya. Semuanya tergelak melihat ekspresi kesal Kyuhyun.

“Bagaimana Kyu? Apa Kau tertarik dengan Wanda—Adikku?” Brand menggodanya lagi.

“Tutup mulutmu!”Desis Kyuhyun dan meneguk beer langsung dari botolnya. Yang lain masih tetap tertawa mengejeknya. Sampai Dia berdiri dan mengajak wanita blasteran asia di sebelahnya. “Lebih baik aku turun daripada mendengar ocehan kalian” Sungutnya sambil lalu bersama wanitanya.

“Kenapa Dia begitu kesal?” tanyaku penasaran

Donghae terkekeh “Wanda adalah adik kembar Brand, tapi sayangnya Dia memilih jalan hidupnya sendiri dengan melakukan transgender”

Aku melongo “transgender?” ulangku

Donghae mengangguk dan terlihat senang setelah mengganggu sepupunya. Mau tidak mau aku juga tertawa kecil. Merasa lucu saat membayangkan Kyuhyun bersama seorang wanita transgender.

“Baiklah” Seru Jon, Dia berdiri dengan dua wanita di sisinya. “Waktunya bersenang-senang!”

“Woo hoo” Seru Hyukjae tak mau kalah. Mereka semua bangkit diikuti dengan para wanita.

Come on Brother” Hyukjae menggerakkan kepalanya mengajak Donghae, dalam sekejap ruangan ini tiba-tiba kosong.

Donghae beralih kearahku “Kau mau turun?”

“Aku tidak bisa menari” kataku malu

“Jangan Khawatir ada aku, cukup gerakan badanmu mengikuti music, hmm”

“Aku tidak yakin”

“Ayolah” Dia berdiri mengulurkan tangannya “Demi aku”

Meskipun ragu akhirnya aku menyambutnya dan mengikutinya keluar ruangan. Kami menuruni tangga langsung menuju ke lantai dansa. Aku berdiri di tengah-tengah orang yang saling tertawa gembira dan menggoyang-goyangakn seluruh badan mereka dari kepala hingga kaki. Aku berdiri kaku tidak tahu harus bagaimana.

Donghae mengambil kedua tanganku menggenggamnya saat music berubah menjadi lebih cepat dan semua orang berteriak kegirangan.“Gerakan kakimu, Sayang” teriak Donghae berusaha mengalahkan kerasnya music. Aku mengikuti instruksi Donghae, awalnya aku hanya menggerakkan kakiku ke kiri dan ke kanan lalu lama kelamaan pinggul, pinggang, bahu dan kepalaku mengikuti irama music.

Aku terbawa suasana dan dengan mudahnya aku tertawa bahkan cekikikan. Donghae memutar tubuhku hingga punggungku menempel di dadanya, tangannya berada dipinggulku, memimpinku untuk menggerakkanya. Kepalaku mendongak bersandar di dadanya, bau keringat dan parfumnya bercampur jadi satu membuat kepalaku berputar.

Donghae menyurukkan kepalanya di leherku, sama sepertiku dia menyukai bau tubuhku. Dia menghirupnya dalam-dalam sebelum mencium pipiku. Dia berbisik di telingaku namun aku tidak bisa mendengarnya dengan baik, yang kutahu nafasnya menyapu telingaku membuat bulukudukku meremang.

Musik berubah menjadi lebih lembut, Donghae kembali memutar tubuhku menghadapnya. Dia menunduk dan meletakan keningnya di keningku. Aku melingkarkan tanganku di lehernya dan tangannya di sekeliling pinggangku. Kami bergerak lebih lambat.

“Kau senang?”

Aku mengangguk sambil tersenyum lebar, bukan hanya senang tapi sangat senang. “Gomawo” lalu memajukan bibirku menyapu bibirnya sekilas. Dia tersenyum lalu mencium keningku dalam “Apapun untukmu” katanya di keningku.

Aku menjauhkan tubuhku darinya “Aku haus”

Dia mengangguk mengerti, dia hendak menggiringku ke pinggir tapi aku menahannya.“Tetaplah, disini. Aku tidak akan lama”

“Arasseo”

Berbalik cepat menuju tempat kami, merapikan rambutku sambil mengipas-ngipas. Meskipun ada pendingin udara tapi badanku panas dan berkeringat. Aku tidak ingat kapan terakhir aku merasa sehidup ini.

Aku memutar kenop dan pintu baru terbuka sedikit, tapi aku buru-buru menutupnya lagi. Meskipun tidak lebih dari dua detik tapi aku bisa melihat dengan jelas Kyuhyun tengah berciuman panas dengan wanita yang duduk di pangkuannya.

Selama beberapa menit Aku tetap berdiri di sisi pintu, tidak tahu harus masuk atau tidak. Aku yakin Kyuhyun juga tidak peduli dengan kehadiranku, tapi tetap saja Aku merasa malu. Aku bisa saja turun ke lantai satu dan memesan minuman dari meja bar, tapi aku tidak punya uang.

“Hyura-ya, kenapa berdiri di situ”

Donghae muncul dari tangga.

“Oh, uhmm…Itu… Kenapa Kau kesini?”

“Kau terlalu lama, kupikir terjadi sesuatu. Kau sudah mendapat minumanmu?”

“Uhm, Yeah. Aku baru mau mengambilnya”

Alisnya terangkat bingung sebelum akhirnya bicara “Okey” dia melingkarkan tangannya di pinggangku lalu membuka pintu. Donghae masuk terlebih dulu, aku mengikutinya dan langsung melihat ke arah tempat duduk Kyuhyun.

Mendesah lega saat melihat wanita itu sudah tidak duduk dipangkuannya, mereka sedang bicara sambil tertawa ringan. Mungkin saling menggoda, mulut Kyuhyun begitu dekat dengan telinga wanita itu dan tangannya bergerak naik turun di paha bagian dalamnya.

Donghae mengulurkan gelas padaku, aku menerimanya dan meneguknya hingga habis. Aku sendiri terkejut aku sehaus itu. Donghae melirik jam di tangannya. “Dia mengambil Jas yang tadi sempat di lepas sebelum turun ke lantai dansa lalu memakainya.

“Kita harus pulang” gumamnya rendah.

Aku mengangguk setuju. Jika aku pulang terlambat Eomonim bisa marah.

“Kalian mau pergi?” tanya Kyuhyun dari sebrang Kursi.

“Eoh, Hyura tidak bisa pulang terlalu malam”

Kyuhyun melihat jam di tangannya lalu tertawa mengejek “Kau lebih parah dari cinderllela. Sekarang bahkan belum tengah malam”

“Terserah—Beritahu yang lain, aku pergi duluan” kata Donghae tanpa menggubris ejekannya.

“Ayolah, inikan pestamu” protes Kyuhyun

Donghae tidak peduli dan tetap membawaku menuju pintu, aku menahannya.

“Kyuhyun benar, ini pestamu. Aku bisa pulang naik taxi”

Donghae mengernyit tidak setuju

“Apa-apaan!” omelnya lebih kepadaku. “Kau datang bersamaku dan pergi bersamaku” tegasnya, dia beralih ke Kyuhyun “ Aku pergi, jangan khawatir. Aku yang bayar” dengan itu Donghae membawaku pergi dari sana.

***

“Kau terlihat sangat senang Nona” Tegur Casey.Aku mendongak dari rajutan yang sedang kubuat.

“Benarkah?” tanyaku tidak bisa menyembunyikan senyum.

Dia tersenyum lalu duduk di kursi di sebrangku “Aku tidak pernah mendengarmu bersenandung sebelumnya”

Mengangkat tangan dan menyentuh salah satu pipiku, “Apa terlihat sangat jelas?” tanyaku malu-malu

Casey mengangguk antusias “Apa ini karena Tuan Donghae?—Ya ampun ini bahkan baru hari ketiga, ceritakan padaku.” desaknya

Berdehem membersihkan tenggorokanku “Kau datang bersamaku dan pergi bersamaku” aku mengikuti gaya bicara Donghae semalam. “Dia menolak berpesta dengan teman-temannya dan memilih mengantarku pulang. Kau dengar Casey? Ini pertama kalinya seorang pria memperjuangkan kepentinganku. Tidak ada yang pernah melakukan hal itu selain Ayah dan Saudaraku” aku mengatakannya seolah itu hal yang luar biasa. seperti mukjizat yang tidak pernah kubayangkan akan terjadi pada hidupku.

“Ya aku ikut senang untukmu Nona. Aku bisa melihatnya, Sepanjang pagi ini Kau terus tersenyum seperti orang idiot” katanya sambil cekikikan

Aku ikut cekikian dengannya

“Apa Kau menyukainya?” tanya Casey. Masih tersenyum.

Aku menunduk dan mengangguk mau-malu “Dia membuatku merasakan hal yang baru” kataku mengakui.

“Itu bagus untukmu, Nona” katanya tulus

Aku mendongak melihatnya “Terima Kasih Casey”

Dia melihat ke pangkuanku “Apa itu untuknya?”

Aku tersenyum “Ya, aku ingin membuatkannya syal, sudah masuk musin gugur. Dan cuacanya akan semakin dingin—Aku baru menyelesaikannya setengah, semoga nanti malam sudah selesai. Aku ingin segera memberikannya”

“Baiklah, kubiarkan Kau menyelesaikannya. Jika perlu sesuatu Kau tahu dimana harus mencariku”

Aku mengangguk dan Casey menghilang.

Berjam-jam kemudian aku menghabiskan waktuku dengan rajutan syal. Aku memiliki waktu seharian untuk menyelesaikannya. Karena Pagi tadi sebelum sarapan Donghae mendatangi kamarku, Dia meminta maaf karena hari ini Dia harus ke kantor Kyuhyun. Jadi dia tidak bisa menemaniku.

Aku tidak keberatan dengan itu, Donghae pasti sibuk. Aku cukup menghargai usahanya untuk meluangkan waktu untukku. Dan aku akan memberikannya yang terbaik yang bisa kuberikan.

Melihat ke luar saat cahaya berubah oranye, bangkit dari kursi meregangkan tubuhku. Meletakkan rajutan di meja dan berjalan ke jendela samping. Sisi kiri Kamarku langsung berhadapan dengan westgardenia. Aku tersenyum senang saat melihat Casey berdiri di sana, di dekat kolam ikan. Aku hendak berteriak memanggilnya saat kusadari siapa yang tengah berbicara dengannya.

Senyumku tiba-tiba menghilang, Casey sedang berbicara serius dengan Kyuhyun. Casey seperti sedang menjelaskan sesuatu dan Kyuhyun mendengarkan lalu seolah mereka bergantian. Kyuhyun menjelaskan sesuatu dan Casey mendengarkannya. Aku memperhatikan mereka dengan seksama dan kebingungan. Tidak lama setelah itu mereka berpelukan, Kyuhyun dan Casey sama-sama tersenyum. Senyum tulus yang biasa Casey berikan padaku. Berbeda dengan Kyuhyun, Aku tidak pernah melihatnya tersenyum seperti itu.

Berbalik dan kembali kedalam kamar dengan jutaan pertanyaan di kepalaku. Aku tidak tahu Casey cukup dekat dengan Kyuhyun. Jika mereka benar-benar dekat itu bukan pertanda baik. Casey gadis yang baik dan dia tidak pantas untuk Kyuhyun. Kyuhyun tidak jauh berbeda dari Lee Hyukjae, bahkan mungkin lebih parah. Yang kutahu, pria itu hidup seolah tidak pernah ada hari esok.

***

Menantang angin malam di musim gugur bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh orang pintar. Tapi berhubung aku cukup bodoh, jadi inilah yang kulakukan. Berdiri di beranda kamar dengan selimut di sekeliling tubuhku. Sudah lewat tengah malam tapi Donghae belum pulang. Sedangkan sore tadi Kyuhyun berada di sini. Jadi kemana Dia sebenarnya?

Aku telah menyelesaikan rajutanku setelah makan malam tadi. Dan terus menunggunya hingga sekarang. Aku juga ingin membicarakan masalah Kyuhyun dengan Casey, Aku ingin meminta bantuan Donghae untuk menjauhkan mereka.

Tepat sebelum jam dua pagi pintu gerbang terbuka, mobil Donghae masuk dan terparkir di tempatnya. Seorang supir turun dari bagian kemudi dan membukakan pintu untuk Donghae. Berbalik cepat keluar kamar menuju lantai bawah, aku berlari kecil menuruni tangga. Tepat saat supir membukakan pintu untuk Donghae.

Ada yang tidak beres dengannya, Dia seperti tidak bisa berjalan dengan kakinya sendiri.

“Ada apa dengannya?” aku berlari menghampiri mereka.

“Tuan Donghae minum terlalu banyak, Nona”

Donghae mendongak mentapku lalu tersenyum “Baby, aku merindukanmu” katanya tidak jelas.

“Oh Ya Ampun. Biar aku yang membawanya” Aku mengambil tangannya melingkarannya di bahuku. Tanganku melingar dipingganganya. Bau minuman keras begitu menyengat dari nafasnya.

“Kenapa Kau minum sampai seperti ini?” tanyaku, kami menuju tangga.Donghae masih setengah sadar, Dia masih bisa berjalan meskipun tidak lurus. Aku membawanya langsung ke kamar. Dia masih bisa tersenyum saat aku merebahkan tubuhnya di ranjang.

“Hyura…” panggilnya sambil tertawa lemah. Aku tidak menyahut, meraih ke bawah melepaskan sepatunya setelah itu menyelimutinya.

“Istirahatlah” kataku pelan dan berbalik, tapi Dia menggapai tanganku, aku menoleh ke arahnya.

“Tidurlah ini sudah malam” kataku lembut.

Matanya yang setengah sadar menatapku sendu, lama-kelamaan berair. “Donghae-ya, ada apa?” bingung melihat ekspresinya “Apa ada yang mengganggumu?” aku mendekat dan duduk di pinggir ranjang.

“Berjanjilah jangan pernah meninggalkanku” katanya serak.

“Ke…kenapa tiba-tiba—“

“Berjanjilah!” desaknya, tangannya memegangku lebih erat.

“Y..ya tentu saja, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu” kataku masih bingung.

“Apa Kau mencintaiku?” tanyanya masih penuh harap.

“y ye?”

“Apa Kau mencintaiku, Park Hyura?” ulangnya.

Menggeleng lemah “Aku tidak tahu” jawabku jujur

Dia tertawa miris “Kenapa kau tidak tahu?”

Mengangkat tanganku lalu mengelus kepalanya lembut “Kau mabuk, bicaramu melantur. Sebaiknya Kau istirahat, kita bicara lagi besok. Hmm”

Dia tidak menjawab dan langsung memejamkan matanya. Perlahan aku beringsut dari ranjang dan keluar dari kamar Donghae.

Keesokan paginya Casey membawakanku sarapan ke kamar, Dia bilang tidak ada satu orang pun yang muncul di ruang makan. Eomonim terlihat sangat sibuk di ruang kerjanya dan sepertinya Donghae juga belum bangun. Jadi sekarang kami berdua berakhir di sini, seperti biasanya.

“Casey…” panggilku pelan.

“Ya Nona?” Dia mendongak dari piringnya.

“Apa kau cukup dekat dengan Cho Kyuhyun?” Tanyaku hati-hati. Wajahya terlihat terkejut namun Dia buru-buru menutupinya. Lihat, tepatkan dugaanku. Mereka pasti memiliki hubungan khusus yang tidak ingin kuketahui.

“Casey, Kau harus menjauhinya! Aku yakin Kau lebih tahu seperti apa Cho Kyuhyun. Dia tidak jauh berbeda dengan Lee Hyukjae, Aku tidak ingin Kau terluka”

Sudut mulutnya berkedut menahan senyum “Ya Nona, Aku tahu dengan jelas siapa Tuan Cho Kyuhyun”

“Aku serius Casey, Kau harus menjauhinya!”

Sekarang Dia benar-benar tersenyum lalu mengangguk “Aku mengerti”

Masih belum percaya sepenuhnya, aku menatapnya curiga.

“Nona, Aku mengerti. Aku tahu siapa Cho Kyuhyun, dan sebisa mungkin Aku akan menjauhinya”

Aku tahu ada yang Dia sembunyikan, Mungkin dia belum ingin membaginya denganku. Tidak ingin menekannya terlalu jauh, Jadi aku mengangguk mengiyakan.

***

            Di dapur sambil memegang buku catatan kecil aku mengobservasi, well jika kalian penasaran lihatlah apa yang kulakukan.

“Apa dia juga memakan ini mentah-mentah?” aku mengangkat daun seledri, mengendus baunya lalu mengernyit. Aku tidak suka baunya.

            Mrs Perkins tersenyum tipis, Dia adalah pelayan yang bertanggung jawab mengenai hidangan di rumah ini. Otomatis dia mengetahui apa yang disuka, tidak disuka, sampai ke jenis makanan alergi pada setiap penghuni rumah ini.

            “Tidak selalu menggunakan Daun seledri, biasanya Tuan Donghae juga sering menggunakan Daun Mint” katanya tanpa melihatku. Dia sibuk memilah-milah sayuran yang masih segar dan tidak. Pelayan lainnya baru saja mengantarkan bahan makanan mentah. Setidaknya Dia memiliki tiga assistant untuk membantunya menyiapkan hidangan setiap harinya.

            “Bagaimana cara kerjanya?” tanyaku lagi

            “Biasanya Tuan Donghae akan meletakkannya di dalam mulut semalaman, baru setelah itu Dia akan menggunakan buah stroberry untuk menggosok gigi keesokan paginya”

            “Wah” Aku bergumam takjub

            “Ya, Tuan Donghae memang sangat memperhatikan kesehatannya” kata Mrs Perkins setuju.

            “Apa ada makanan yang Donghae tidak suka?”

            Dia berhenti lalu berpikir sebentar lalu melihatku sekilas dan tersenyum “Tuan Donghae bukan tipe orang pemilih, Dia akan memakan apapun yang biasanya kami hidangkan. Dia juga tidak keberatan memakan makananan yang tidak enak asal itu bagus untuk kesehatannya”

            “Misalnya?”

            “Misalnya, setiap pagi aku membuatkannya jus sayuran organik. Dia Biasanya meminumnya pagi hari atau setelah berolahraga” jelasnya.

            Aku mengernyit membayangakn cairan pekat berwarna hijau, campuran dari berbagai sayuran yang di blender.

            “Dia lebih suka makanan Korea atau Barat?” tanyaku lagi

            “Dia menyukai keduanya. Tapi lebih penting Dia suka makan dengan nasi”

            Menganguk mengerti, Aku mencatat semua yang di katakan Mrs Perkins.

            “Mrs Perkins, terima kasih atas informasinya”

            Dia tersenyum lembut “Emily saja Nona”

            “Baiklah Emily, terima kasih sudah berbagi informasi denganku”

            “Dengan senang hati Nona Hyura, Aku yakin Kau akan menjadi calon istri terbaik untuk Tuan Donghae”

            Aku tersenyum tersipu sebelum beranjak dari dapur. Melewati Hall utama sebelum mencapai tangga. Kakiku baru menapak dua anak tangga saat terdengar suara ribut-ribut dari lorong ruang kerja Eomonim. Berhenti, aku melongok ke arah lorong. Mungkin Dia sedang memarahi bawahannya. Setahuku itulah satu-satunya keahlian yang Dia miliki. Memerintah dan memarahi orang.

            Tidak ingin menguping aku beranjak naik ke anak tangga berikutnya, namun terdengar pintu terbanting cukup keras. Aku melihat ke bawah lagi, Donghae berjalan cepat melintasi Hall utama menuju pintu. Dia tidak melihatku yang berada di tangga.

            Donghae terlihat marah, kelihatan bagaimana Dia membuka pintu ganda dengan kasar. Aku Menuruni tangga dengan cepat menyusulnya.

            “Donghae-ya” panggilku. Tapi Dia sudah keluar, saat aku mencapai pintu Dia sudah masuk mobil dan memundurkannya kasar hingga bannya berdecit. Membunyikan klakson tidak sabar agar pintu gerbang terbuka.

            Ada apa dengannya?

            Memutar tubuhku kembali ke arah rumah, Kulihat Eomonim sedang berdiri di tengah Hall menatapku tajam. Aku menunduk memberi hormat, tapi Dia berbalik tidak menggubrisku dan kembil ke ruang kerjanya.

            Melirik kembali ke arah pintu gerbang setelah itu ke ruang kerja Eomonim yang tertutup rapat. Aku tidak ingin menduga-duga apa yang terjadi diantara kedua anak dan ibu itu. Tapi seperti yang kubilang tadi, keahlian Eomonim adalah memerintah dan memarahi orang. Jelas Dia menekan Donghae lebih dari seharusnya, kemungkinan besar ini juga menjadi salah satu alasan Donghae mabuk semalam.

            Kembali ke kamar, aku melipat syal yang sudah kubuat serapi mungkin lalu membungkusnya dan memberikan pita sebagai pemanis.

            Semoga bisa menghangatkanmu

                                    ~Park Hyura~

Meninggalkan catatan di atasnya, aku meletakkan bungkusan syal diatas tempat tidurnya. Berharap lebih, bahwa hadiah kecilku bisa membuat suasana hatinya membaik. Apapun masalah yang sedang dihadapinya.

***

            Aku hampir terlelap saat ketukan pelan di pintu kamar. Mengerang pelan melirik jam di seberang dinding, aku sudah berbaring dari satu jam yang lalu. Memaksa menegakkan tubuhku dan turun dari ranjang sebelum menyalakan lampu. Membuka pintu, Donghae berdiri di sana sambil menggunakan syal yang kuberikan.

            “Hey” bisiknya rendah “Apa Aku membangunkanmu”

            Aku menggeleng, melihat ke arah lehernya dan tersenyum, “syal yang bagus.” komentarku

            Dia terkekeh lalu mengendus syal yang hampir menutupi setengah wajahnya “Ya, ini juga sangat hangat. Aku mendapatkannya sebagai hadiah dari wanita yang sangat special”

            Aku tidak bisa menahan senyumku lalu tertawa kecil “Masuklah” ajakku.

            Dia menggeleng lemah “Tidak ini sudah malam, Kau harus berisitirahat. Aku hanya ingin mengucapkan selamat tidur dan terima kasih atas syalnya” Dia memajukan tubuhnya lalu menciumku “Selamat tidur wanita specialku” Dia mendorng tubuhku lembut lalu menutup pintunya. Meninggalkanku yang tersenyum seperti orang bodoh di depan pintu.

            Pagi harinya Casey memandikanku seperti biasanya. Dia mendongakkan kepalaku lalu mencuci rambutku. Aku memainkan air dan bunga yang ada di bathtub, mencipratkannya ke bagian atas tubuhku.

            “Semalam Donghae mendatangi kamarku” aku tidak bisa menyembunyikan senyumku saat mengatakannya. “Dia memakai syal yang kuberikan dan terlihat tampan”

            “Sepertinya Nona benar-benar menyukai Tuan Donghae”

            “Apa terlihat sangat jelas” aku cekikikan, berusaha menoleh ke arahnya.

            Casey mengambil handuk lalu membungkus rambutku, meneggakkan tubuhku lalu ikut berdiri. Casey telah siap dengan jubah handuk lalu menutupi tubuhku yang masih basah. Sementara aku mengeringkan tubuhku sendiri, Casey memilihkan baju untukku.

            “Yang biru atau yang putih?”Casey menunjukan gaun panjang sederhana berwarna biru dan putih.

“Biru” sahutku tanpa berpikir dua kali.

            Setelah berpakaian, duduk di meja rias, Casey mengeringkan rambutku lalu menyampirkannya seperti biasa di bahuku. Dan yang terakhir hiasan rambut dari batu.

            “Apa menurutmu Donghae sudah bangun?” tanyaku padanya melalui cermin.

            “Kau bisa mengeceknya sendiri Nona. Membangunkan Calon suamimu sendiri bukankah itu hal yang manis?”

            “Aku….tidak yakin. Aku takut mengganggunya”

            “Tentu Tid….” Ucapan Casey terpotong oleh ketukan dipintu kamarku. Kami saling bertatapan selama beberapa detik.

            “Siapa?” tanyaku berbisik

            “Kita akan segera tahu” Dia berjalan ke pintu dan membukanya sedikit. Casey menatapku sekilas penuh arti sebelum membukakan pintu lebar. Donghae masuk sambil membawa nampan besar. Aku berdiri tiba-tiba , terkejut sekaligus senang.

            “Selamat Pagi, aku membawakan sarapan untuk kita” Dia meletakkan di meja kecil tempat biasa Aku dan Casey makan.

            “Kalau begitu aku permisi dulu” dengan sangat bijaksana Casey mundur dan menutup pintu untuk kami.

            Sebelum aku duduk dia menarik kursi untukku dan menggeser kursi di sebrang ke sisiku.  Dia membawa dua nasi, tumis sayaur, sup ikan dan juga daging. Sangat khas asia.

            “Kukira kau belum bangun” kataku

            Dia menuangkan teh hangat ke cangkirku dan cangkirnya sendiri “Ini sebagai permohonan maafku karena dua hari ini aku mengabaikanmu. Tapi hari ini Aku milikmu sepenuhnya”

            Aku mengingat bagaimana Dia mabuk dan bertengkar dengan ibunya. Jelas Dia memiliki masalahnya sendiri yang belum bisa dia bagi denganku. Tersenyum lembut “Aku yakin Kau pasti sibuk”

            “Aku senang Kau mengerti” Dia mendorong mangkuk nasi ke arahku “Makanlah”

            Mengambil mangkuk dan sumpit, kami makan dalam hening yang nyaman. Sesekali Donghae meletakkan lauk di dalam mangkokku begitu juga denganku.

            “Apa rencanamu hari ini?” tanyaku setelah selesai

            Donghae meneguk air putih dari gelasnya lalu membersihkan mulutnya dengan serbet “Kita akan keluar, tujuannya terserah padamu. Tapi sebelum itu aku harus ke kantor sebentar. Kau tidak keberatankan?”

            “Kantor? Maksudmu kita akan ke E.A.K?”

            “Tentu, memang kantor mana lagi”

            “Sejujurnya aku penasaran bagaimana kantor E.A.K, selama delapan tahun aku tinggal disini aku belum pernah kesana”

            Tangannya terangkat menyisir rambutku lembut terkadang sedikit menyapu wajahku “Nanti Kau bisa menghabiskan waktu sebanyak mungkin di sana. Sampai Kau muak” katanya sambil terkekeh.

            “Donghae-ya” panggilku ragu

            “hmmm?” tangannya masih betah berada di rambutku

            “Kemarin— aku mendengarmu dengan Eomonim” kataku hati-hati “Apa semuanya baik-baik saja?”

            Ekspresinya langsung berubah, Jarinya di rambutku berhenti tapi Dia tidak menariknya “Apa yang Kau dengar?” Tangannya bergerak lagi seolah memang Dia enggan menariknya.

     “Aku tidak mendengar apapun, Aku hanya mendengar keributan kecil lalu Kau keluar dari Kantor Eomonim”

            “Hanya sedikit salah paham” sahutnya enggan, jelas Dia tidak ingin membicarakannya.

            Mengambil tangannya di rambutku lalu mengecupnya, Dia tersenyum.

            “Keluarlah, aku harus ganti baju”

            Dia tersenyum sebelum memajukan wajahnya mengecup keningku “Kutunggu di bawah” katanya lalu pergi.

            Sepuluh menit kemudian aku turun dan menemui Dongahe yang sudah menungguku di hall. Dia tersenyum sumringah saat mendengar langkahku dari tangga. Aku menggunakan dress selutut berlengan panjang berwarna putih gading. Dan rambutku dikepang longgar kesamping oleh Casey.

            Donghae mengulurkan tangannya, aku menyambutnya “Kau sempurna” bisiknya.

            Aku tersipu.

            Donghae membawa mobilnya sendiri tanpa supir, dia juga bilang perjalanan Paris-London Dia tempuh dengan berkendara sendirian.

            “Bukankah itu melelahkan? Kenapa tidak menggunakan kereta atau pesawat?”

            Dia melirikku sekilas “Menyetir membuat pikiranku lebih terbuka, Beberapa kali aku menemukan diriku sendiri sedang berkendara mengelilingin kota saat pikiranku sedang buntu”

            Dia melihatku sekilas sambil tersenyum tipis “Bagaimana denganmu?”

            “Huh?”

            “Apa yang kau lakukan saat pikiranmu buntu?”

            Menggeleng lemah “Tidak ada, aku hanya duduk diam” sahutku pelan. Terdengar sangat menyedihkan bahkan ditelingaku sendiri. membuang muka ke jendela, aku tahu Donghae tengah memandangku. Tapi aku tidak ingin tatapan simpati darinya. Itu bahkan lebih parah.

            Tanganku yang tadinya masih dipangkuanku sekarang berpindah ke genggamannya. Aku menoleh melihatnya. Dia tersenyum tulus sebelum kembali melihat jalanan. Sama sekali tidak ada tatapan simpati atau kasihan. Yang ada hanya ketulusan.

            Kami terdiam beberapa menit tidak ada yang ingin membuka suara. Tidak ingin suasana berubah canggung, aku mulai melontarkan pertanyaan aneh, mengenai jalan dan tempat yang kami lewati. Kebanyakan Donghae tidak bisa menjawabnya karena Dia tidak tumbuh di kota ini. dan berakhir dengan dia menertawakan dirinya sendiri.

            “Kau punya ponsel?” tanyanya tiba-tiba.

            Pertanyaannya mengingatku pada ponsel usang yang tidak terpakai di kotak penyimpanan. Ponsel lama yang kubawa dari korea, biasanya kugunakan untuk menelpon Ibu dan Saudara-saudaraku. Tapi berhubung sekarang mereka sudah tidak ada, aku menjadikannya barang antik.

            “Ya, aku punya” sahutku pelan.

            Dia merogoh saku jinsnya lalu memberikan ponselnya padaku, aku menerimanya “Masukkan nomormu”

            “Aku tidak hapal”

            Dia melihatku tercengang, lalu kembali pada jalanan. “Kalau begitu berikan ponselmu”

            “Aku tidak membawanya”

            “Apa?—lalu untuk apa Kau punya ponsel?”

            “Aku tidak memiliki siapapun untuk kuhubungi” sahutku pelan nyaris berbisik

            Dia kembali melihatku sekilas, ekspresinya tidak terbaca. Tapi aku bisa melihat rahangnya mengeras dan urat dibalik tangannya mencuat sebagaimana dia mencengkram kemudi begitu kuat.

            Dia tidak bicara, begitupun denganku. Hingga kami tiba di tempat tujuan, E.A.K tower, gedung yang menjulang tinggi tepat di pusat kota. Seperti orang hutan yang baru pertama kali menginjakkkan kakinya di kota besar. Mataku terus melihat-lihat sekeliling.

            Donghae membawaku ke lift khusus tanpa tombol yang hanya ditujukan untuk satu lantai khusus juga. Setelah keluar lift akutidak merasa seperti di sebuah kantor melainkan di lobi hotel mewah. Kami melewati meja penerima tamu dan lorong pendek baru setelah itu kami dihadapkan pada pintu kayu ganda.

Donghae tidak mengajakku masuk, melainkan memintaku menunggu di salah satu sofa yang tidak jauh dari sana.

“Aku tidak akan lama” itu yang dia katakan sebelum masuk keruangan tersebut.

Melihat sekeliling, ruang tunggu ini terlihat sangat nyaman. Ada satu set sofa besar berwarna emas, tv flat yang sedang menyala dengan suara pelan. Dan tumpukan majalah di keranjang dekat dengan sofa. Oh ya tidak lupa pemandangan dari sini juga sangat indah, jam bigben terlihat begitu kecil dari atas sini.

“Apa sang putri sedang menunggu pangerannya” suara dingin mengejutkanku, aku berbalik. Kyuhyun berdiri di pintu lorong sambil menyeringai. Dia menggunakan setelan jas tanpa dasi. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana.

“Cho Kyuhyun” sapaku datar

Dia berjalan lambat, mengambil langkah mengitar. Matanya mengawasiku seolah aku ini mangsanya. Sementara Aku berdiri tidak nyaman di tempatku.

Memaksa menarik senyum “Masuklah, mungkin mereka sedang menunggumu”

“Kulihat Kau sedang bermain drama romantis” ejeknya, seolah dia tidak mendengar perkataanku barusan. “Maaf, maksudku drama tragis”

Dahiku berkerut, apa sih yang dia bicarakan.

“Kusarankan, nikmatilah peranmu tuan putri. Sebelum penonton bertepuk tangan yang menandakan drama telah berakhir”

“Aku tidak mengerti maksudmu” kataku akhirnya

Dia tertawa keras, namun tidak ada humor sama sekali. Sepertinya dia sudah gila. Tanpa menjawabku dia berbalik dan berjalan menuju pintu yang tadi juga di masuki Donghae. Dia baru meletakkan tangannya di pegangan pintu, kepalanya menoleh padaku. “Kau harus memegang calon suamimu erat agar dia tidak lepas, tapi hati-hati jika terlalu erat mungkin kau akan melukainya dan otomatis melukaimu juga” katanya setelah itu tubuhnya menghilang di balik pintu. Itu sama sekali bukan peringatan, tapi ancaman.

Apa masalahnya? Kenapa Dia mengatakan hal itu? kenapa dia harus mengancamku. Aku tidak memiliki sedikit urusanpun dengannya. Lagipula kenapa dia ikut campur hubunganku dengan Donghae? tiba-tiba saja aku merasa marah. Dia tidak memiliki hak mengatakan semua omong kosong itu padaku. Dia pikir dia siapa?

Mengenyakkan tubuhku di sofa sambil mendengus kasar. aku bahkan lupa menegurnya untuk masalah Casey. Aku harus memperingatkannya untuk tidak mendekati Casey lagi.

Tiga puluh menit kemudian aku menemukan diriku hampir membuka semua majalah yang disediakan. Sama sekali tidak membacanya dan hanya membolak-balik. Ini majalah bisnis, aku sama sekali tidak mengerti apa yang tertulis disana.

Mendesah berat, berulang kali melihat kearah pintu ganda. Sebenarnya apa yang mereka lakukan di dalam? aku berdiri menuju pintu, merabanya sebentar sebelum menempelkan terlingaku.

“Nona, kau tidak akan mendengar apapun”

Terkesiap, aku menoleh ke belakang. Wanita berambut merah berdiri tidak jauh dariku. Bibirnya tertekan menahan senyum.

Aku tertawa kecil, malu lebih tepatnya. Lalu berjalan menjauh dari pintu dan kembali ke sofa.

“Ingin minun sesuatu?” tawarnya

Aku menggeleng sopan, Dia tersenyum. Bersamaan dengan itu pintu ganda terbuka, Donghae keluar dengan muka kusut, dia langsung melihatku, aku berdiri.

Bibirnya tertarik kebelakang sambil mendekat “Aku terlalu lama yah?”

“Tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja?” tanyaku meyakinkan

Dia hanya tersenyum kecut, lalu tidak lama Kyuhyun dan dua orang lainnya keluar dari sana. Donghae menoleh sekilas menatap mereka lalu kembali melihatku. mengambil tanganku “Kita pergi” ajaknya.

Aku mengangguk

Berjalan melintasi lorong dan meja penerima tamu kami langsung menuju lift. disana ada Kyuhyun sedang menunggu pintu lift terbuka. Menunduk dan menyembunyikan diriku dari balik tubuh Donghae. Aku masih kesal mengingat percakapan aneh antara aku dan Kyuhyun tadi.

Anehnya, suasana diantara kami bertiga begitu suram. Tidak ada yang membuka suara. Donghae bahkan tidak melirik ke arah Kyuhyun begitupun sebaliknya. Seolah mereka sedang dalam mode defensif, dan siap menggigit kapan saja jika ada yang membuka mulutnya. Padahal beberapa hari lalu mereka begitu akrab di club. Mungkin terjadi sesuatu di dalam tadi.

Pinti Lift terbuka, Kyuhyun masuk lebih dulu baru setelah itu aku dan Donghae. Tubuhku seketika meremang begitu membalikkan badan. Seolah ada yang menodongkan pisau di punggungku. Menggenggam tangan Donghae lebih erat, berjaga-jaga agar tubuhku tetap berdiri tegak. Melirik ke samping, ekspresi Donghae sama sekali tidak terbaca, mulutnya terkunci rapat. Aku tidak tahu apa yang membuatku merasa seperti ini, tapi sepertinya keberdaan Kyuhyun di belakangku yang menjadi pemicunya. Aku tidak peduli apapun penyebabnya, aku hanya ingin keluar dari kotak besi ini.

Ting.

Aku medesah lega bersamaan dengan bunyi tanda lift berhenti. Donghae melangkah lebih dulu, aku mengikuti. Baru satu langkah tanganku yang bebas tertarik ke belakang, otomatis aku berhenti, Donghae berhenti. Donghae menoleh melihatku bingung, begitu juga denganku, lalu kami berdua menoleh ke belakang. Kyuhyun menahan lenganku dengan ekspresi datar.

Dahiku berkerut.

Apa-apaan dia!

***

TBC

Part 1 saya post lebih cepet dari perkiraan, soalnya buat sambutan selamat datang di rumah saya yang baru, 😀 😀 semoga bisa lebih keurus daripada rumah yang lama 😀

nah buat part 1 ini masih pengenalan tokoh, mungkin  konflik sama alurnya juga mulai sedikit kebaca, So, silahkan menebak-nebak hehehe,

Buat Part selanjutnya mudah-mudahan secepat part 1, semoga saya ga males buat ngetik :p :p

Okey sekian dari saya, See ya di next part 🙂 🙂

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

121 Balasan ke The Crown [Part 1]

  1. Tanti berkata:

    Miss hoon pemberkatan rumah baru ya
    Wah ff misteri lagi nih

  2. chieva berkata:

    Bnyak bnget teka tekinya…. kenapa kenapa dan kenapa? Kasian hyura jdi dikurung gtu sama kluarga lee, kehadiran donghae bkin hidup hyura jdi lebih berwarna… tapi aq masih penasaran dsini cast utama kyu apa hae… ?? Apa jngan2 kyu diem2 suka hyura dri dlu n berniat rebut hyura dri hae… dan itu alasan knapa hae mabuk2 krna g mau lepasin hyura.. klkkkkk mngkjn g ya… ahhhh entahlah lihat part2 selanjutx aja, selalu dtunggu ya ka’, moga g lama2 poatx hehe

    Seneng bnget Tdy pas ada tweet miss hoon di TL, sempat syock pas wep lama di hapus, aq kira bneran akan menghilang dri dunia ff, tapi syukurlah trnyta enggak… semngt terus nulisx…. ^^

  3. gyusso88 berkata:

    tes tes… *tes komen*

    • gyusso88 berkata:

      yasalam! kemaren pas baca prolognya udah sempet deg-degan, kali aja bukan kyuhyun/donghae cast utama prianya, melainkan sungmin.. well, ternyata sungminnya mati. alhamdulilah cast utamanya tetep kyuhyun, donghae, hyura… hahaha…
      ngomong-ngomong selamat atas rumah barunya, tapi aku masih rada susah di rumah barumu ini… maklum, aku gak canggih orangnya, gaptek…!!

      donghae manis banget yaaa… senyum-senyum sendiri pas dia sama hyura. aku pun klo jadi hyura juga bakalan melted… tapi kyuhyun disini masih suram(?) ya, karakter dia masih belum ketebak… iya sih tau dia sebrengsek hyukjae, tapi perkataan dia ke hyura+hubungan dia sama casey tuh seakan dia tau sesuatu (yg terselubung) soal keluarga lee. entah dia yg menjadi tokoh antagonisnya ataupun sebaliknya…

      ditunggu part 2 nya, semoga sih cepet yaa.. hehehe…

  4. Aristyana berkata:

    Kelabakan begitu tau blog kakak dihapus tapi.. Huft syukuuur banget engga cuma bener2 dihapus tok.. Tp ada yang baru 🙂
    judulnya udah berasa horor bukan horor karena hantu tp ada sesuatu yang beda di judul ini entahlah hehe… Jujur masih menebak2 dari awal sampe akhir.. Ini hyura-nya mau dibawa kemana??
    Kenapa penghianat?? Apa yang terjadi sebenrnya sama keluarga lee?? Yang paling buat penasaran, lee donghae dan cho kyuhyun..

  5. Aristyana berkata:

    Hehehe lupa… Selamat rumah barunya kak…..

  6. chohyunni11 berkata:

    Sepertinya memang ada yg disembunyikan casey dan kyuhyun..
    Dan aku yakin banget ini ada hubungannya sama hyura…
    Cuma aku masih sedikit bingung sama alurnya…
    Mungkin karena ini baru part pengenalan juga sih…

  7. iiz leekim berkata:

    Baca’y masi bingung kaya’y banyak bgt misteri..mgkin chap selanjutnya mulai terungkap

  8. raraagustin berkata:

    Penasaran apa yang sebenarnya terjadi disini. Masih banyak teka teki nyaa uhh
    Ceritanya keren. Ditunggu lanjutannyaa yaaa

  9. laela berkata:

    knp kyu tiba” bersikap begitu dan buat pa dia memegang tangn hyura dan pa hub kyu casey

  10. Rhenol berkata:

    Ternyata pindah sini yah.. langsung baca cerita baru ini.
    Sepertinya konflik yg ada berat dan rumit, tapi selama pemerannya Hyura, Donghae, dan Kyuhyun selalu membuat kangen dan ingin segera untuk membacanya.
    Di sini Donghae manis banget so sweet deh, Kyuhyun juga tertarik pada Hyura, tapi hidup Hyura rasanya berat banget yah entah siapa yg sengaja membuat seperti itu dalam kisahnya, tp yg jelas pasti ide authornya hehe.
    Ditunggu kelanjutannya.

  11. diana berkata:

    Berkunjung ke rumah baru selamat ya….ada ff penyambutan lagi , makin penasaran dgn kelanjutannya …

  12. Widya Choi berkata:

    Y ampun td sempet pnik loh nyari blog ny g ktemu..tp tyta pindah rumh toh..tp msih rada susah nyari ny..yg muncul slu rumah lama…
    Itu hyura brasa kyk bola deh d opor2 gt. Dr sungmim, truk k hyukjae n skrg k donghae hadeuhhhh..
    Msih bingung n pnsran q am crta ny.. sbnrny ap sih yg tjdi. Knp hyura d bilg kluarga pnghianat n kluarga lee seakan ngurung hyura gt.
    N ap lg ini kyu malah bikin q bingung.. ap kyu trtarik am hyura?…ahhhhh dtgu next chapterny

  13. Widya Choi berkata:

    Akhirny rumh baru ny ktemu jg y walaupn nympe pusing nyari ny huhuhu..
    Itu hyura brasa kyk bola deh d opor sana sini. Dr sungmin, hyukjae trs donghae. Hadeuhhh ksian bgt hyura.
    Sbnrny ad ap sih kok hyura smpe d cap kluarga penghianat. N kluarga lee kykny g ngebebasin hyura gt..brasa kyk d kurung aj.
    Nah loh itu si kyu knp, , hadeuhhh ni holanggg mkin bkin q bgung aj.
    Tp sumph jd pnsran bgt ni. Jd g sbr nggu lnjutnny

  14. aryanahchoi berkata:

    bingung mau blg apa sumpah baru part 1 aja udh sebagus ini apa lagi kedepannya eon emg amazinggg sbnrnya q blm terlalu phm tpi smga donghae gx nyakitin hyura n kyu apa suka ma hyura atau gmna??? berharap bsk bisa baca next partnya☺

  15. Dianelf berkata:

    wow ff bru ,crita ny msih pnuh dg misteri ,dn kyu ny msih abu2..dtnggu aj next ny ya eonni

  16. hyunvia berkata:

    Menariik…akuu sukaa..
    Aduh akhirnya ituu looh..kenapa kyuhyun narik tngn hyura ??trus kok kyuhyun sm casey bisa akrab gitu?? Masih teka-teki. Sempet bingung sama pemain utama laki2nya.. tapii skrng dah bisa nebak..hmm nnti ini nglibatin cinta segitiga mungkin…hihihi*soktauu

  17. Tari berkata:

    Hmmm sepertinya masih banyak udang dibalik bakwan. Masih banyak rahasia yg belum terungkap. Masih rada bingung jg. Semoga part selanjutnya memberi sedikit pencerahan

  18. chokyu berkata:

    wah ff baruuuu… akhirnya ketemu juga rumah barunya. sempet kaget pas tau blog yg dulu ga ada, abis liat twitternya langsung kesini 😀

  19. saecha berkata:

    sebenarnya rahasia apa yg ada dibalik keluarga lee..
    kenapa donghae sweet bngt dsini!! jd melting sendiri pas baca ≧﹏≦

    trus si kyuhyun karakternya msh tersembunyi, dia jg agak mencurigakan. seperti dia tau kebenaran dr semua ceritanya.

    penasaran!! ditunggulah part selanjutnya \(^O^)/

  20. gaemmy berkata:

    Eonn seruu
    Mash susah menebak
    Maksd kyuhyun apa coba?
    Duh bikin penasaran aja

  21. uchie vitria berkata:

    sempet bingung tadi kok blognya didelete
    ya ampun keluarga lee penuh misteri
    donghae lebih” dia mungkin malahan oraag yang paling utama bisa menyakiti hyunra
    kyuhyun dari nads bicaranya seperti mencoba menyelamatkan hyunra tapi masih terhalang banyak masalah

  22. restycho berkata:

    Eeh iya pntesan kmren mau coment d prolognya ko gak bsa trnyata pindah k sini toh
    Ya ampuun hyura dy kya piala brgilir za udh nyoba smua hbungan dg kel lee n skrang hyura mliknya lee donge kkk tpi sbntar lgi dy bkal jdi mliknya cho kyuhyun , sparah itu kah smapai kluarga hyura d cap sbgai pnghianat .. itu knpa kyu tba2 bwa pisau apa rncana dy sbnernya?? Apa mau bnuh donge krna hyura lbih mlih donge /?

  23. EunKyu berkata:

    Masih bingung alurnya…. Gk tau mau kemana yang aku tau kyu suka ama hyura dari dulu yah… Makanya nempatin casey di sana tapi kalo keseluruhan gk tau sama sekali…. Kenapa donghae di marahi bener2 gk tau…. Truz kenapa perusahaan di wariskan kpd ayah hyura juga gk tau…. Pokoknya bikin penasaran bngt berharap next chap gk lama….. Hehehehe

  24. MissJangChoii1 berkata:

    Iya nih rumah baru eonn. Sempat bingung juga awalnya sama rumah baru ini wkwk
    masih rada bingung sama castnya. mksdnya gini aku masih bingung sama org yg P0V di prolog the crown, di ambil dari sisi siapa yg ngmg di sana haha 😀 Tapi aku menikmati karya-karya eonni, bikin penasaran. Sepertinya donghae benar-benar menginginkan hyura, ah senyum-senyum sendiri juga sama tingkah mereka berdua. Oh iy, mungkinkah casey itu suruhan kyuhyun untuk melaporkan segala sesuatu mengenai hyura kepada kyuhyun? Scene terakhir bikin penasaran. Penasaran sama semuanya. Eonni, FIGHTING!
    Aku ganti ID eon, dulu misschoii1 wkwk mian udah lama ngga koment.
    I wish Eonni tambah rajin ngga males-malesan lg hehe.

  25. zahra berkata:

    anyeonggggg….

    ff perdana d rumah baru…bkin pe asaran. peran sm alur ceritanya ak blm bsa nebak msh pnuh dg misteri n pertanyaan. tp ini yg bkin asik bacanya.

  26. desiharuelf berkata:

    Kya crta y seru ka ff keren ka tp msh agk bingung sm konfik y,smoga d part slnjt y lbh menjelaskan d tunggu part slnjt y ka

  27. nuy azizah berkata:

    Wah keren rumah barunya bagus ff baruh rumah baru ahh gak Ada habisnya deh setiap ff miss hoon keren keren deh ahh gak sabar liat mereka ahh keren

  28. sandprill berkata:

    hai…salam kenal, ku dl sempat beberapa kali jadi sider di blog kmu…, ku tau kmu dr novel fou ny kemarin…maaf y…utk skrg ijin baca” ff ny …makasih sebelumny…

  29. devi fitri berkata:

    sebenernysa ada apa ini??

  30. lindachoore berkata:

    Aigh baru part 1 udah bkin greget, asli penasaran bnget ma alur n knfliknya soalnya masih pada blur semuanya. Tp yg jadi pertanyaan besar aku dsini, yg jadi main karakter dsini tuh donghae apa kyuhyun sih? Aku sih suka2 aja ma donghae tp kyuhyun slalu no1 dihatiku hehehe.. Good fic seperti biasanya thor, thumbs up pokoknya bwt atuhtor..

  31. Msh bingug ma jln crta’a,karakter orng2’a jg blm bsa dtbak min,omongan kyu ma hyura pnh tka tki misterius bgt,keluarga Lee knp gtu ma hyura,pa yg mrka rhsiakn,smua klarga lee bnar2 misterius sx,dtngu part slnjut’a min

  32. dina17 berkata:

    ohh kyuhyun hyura plissss, dongek pergi jauh2 dong hahahaha *oke aku jahat emang
    kayaknya ini bakal ada cinta segitiga gitu deh yaaa, tpi apapun itu, ditunggu miss hoon, gomawo updatenya cepet

  33. Rabiah siregar berkata:

    Apa yang dilakukan kyu, adan apa yang akan terjadi selanjutnya

  34. Rabiah siregar berkata:

    Apa yang kyu lakukan, dan apa yang akan terjadi selanjutnya penasaran ni

  35. kyuchan95 berkata:

    kesel sendiri ya bacanya,, keluarga lee itu tega bgt sama hyura dia bukan piala yg harus digilir kasian liatnya, semoga aja donghae bisa ngeluarin hyura dari rumah itu cuma dia satu2nya orang yg perduli sama hyura selain casey tentunya,, tapi ada sesuatu antara casey sama kyuhyun kira2 apa ya?? semoga bukan niat jahat

    part satunya banyak misteri,, ditunggu part part selanjutnya ya ka
    dan salam kenal ka aku reader baru 😀

    fighting!!! ^0

  36. Choi Rinna berkata:

    Yeayy, ff baru >\\\< masih agak bingung baca part ini, hyura disini bener bener polos,, hyukjae dimana mana tetep aja mesum -_-
    Penasaran dgn lanjutannya, sepertinya kyuhyun suka ma hyura, tp donghae jg perhatian bgt ma hyura,, tp tetep kyura number 1, couple kaporit :3
    Selamat untuk rumah barunya kak 🙂

  37. Ryukii Tan berkata:

    Sedikit banyak aku udah nebak konfliknya bakal seperti apa… tapi, aku tunggu lanjutan partnya ya 🙂
    Oh iya, cuma mau ngasih sedikit saran, Kak, untuk tanda baca dan penggunaan huruf kapital, lebih baik diperhatikan lagi. Keep writting, Kak 🙂 🙂

  38. shfly3424Arista berkata:

    Aku gak ngerti sbnerny

    Ap mngkn kyu yg bunuh mreka smuaaaa
    Kyu dendam/ gmn
    Casey mata2 kyu ya / pacarnnny/sepupunny

    Klw donghae emg tuluss……please jgn pisahin haae n hyura

  39. Monika sbr berkata:

    Kasihan hyura. Hidup seperti burung yg terkurung. Sebenar kenapa dgn hubungan hyura dan donghae yaa?? Apa mereka akan dipaksa pisah lg?? Terus kyuhyun kayaknya misterius gituu…..

  40. Ulfah hasanah berkata:

    Banyak banget teka-teki dari keluarga lee , tapi ada apa dgn kyuhyun ko tiba2 dia narik tangan hyura trus apa maksud kyu berbicara sepeti itu ?

  41. Lovey denalisa berkata:

    Ya ampun setelah penulusuran gagal masuk ke rumah baru…nyasarnya ke rumah lama terus,,,ahirnya….

    Jujr aku bingung ama jalanya bakal kaya gimana,ga ketebak bgt bakal kaya apa…
    Ahhh penasarn….apa lagi donghae jadi rival kyuhyun lagin..kemarenkan siwon..

    Donghae aja aku agag curiga ama dia…penasaran ama sosok dia…ngrasa aneh ama dia…dan kyujhun ada suatu yg ga bisa aku ucapin pake kata kata

  42. sasa bila berkata:

    Cerita nya keren kasihan hyunra selama 8 tahun harus terkurung di keluarga LEE yang kejam apa alasan ny lee menjodohkan hyunra dengan ke 3 putra nya untung saja sikap nya lee donghae kepada hyunra baik tapi seperti nya donghae di paksa untuk melepaskan hyunra dan menjodohkan hyunra dengan kyuhyun deh

  43. rei berkata:

    aku gak tahu mau komen bagaimana masih agak bngung, mau nebak2 juga masih banyak yag belum jelas semuanya sepertinya menyimpan rahasia tersendiri.

  44. Kyupit berkata:

    Masih penuh mistery penasaran ama konflik yg ada dikeluarga lee dan knpa hyura kaya rapunzel yg terpenjara di rumah mewah kel. Lee dan pasti kyuhyun yg terlihat akrab dgn casey

  45. Goldilocks berkata:

    Aaaah bikin kepo si KyuHae nya >< ada apa sih sama mereka? Aku gak baca prolog soalnya tadi langsung baca kesini..
    Penasaran sumpah,- udah gitu si Hyura kenapa dipindah-pindahin gitu? Dari Sungmin ke Hyukjae sekarang Donghae.. Kyuhyun juga bikin bingung..

  46. eunsoo93 berkata:

    baru nemu ini cerita, sumpahawal partnya aja bikin penasaran apa siih yang sebernya terjadi??
    terlalu banyak rahasia yaa di part awal,,,,
    ada apa dengan kyuhyun sebernya yaaa

  47. Dhewull berkata:

    Cerita menyedihkan.. gaya kyuhyun dan gya donghae berbeda.. jdi hyura hrus Sama siapa??

    Sma donghae trus tersenyum,,Sama kyuhyun slalu deg degan..
    bkn hyura yg deg degan seyum” sendiri tapi aku yg baca kkkkkk

    di tunggu part slnjut nya Authornim.. Aku readers bru dsni ..

  48. chochocho berkata:

    Ku kira yg awal itu keluarga kyu ma hyura, ternyata???? Ya ampun kesian bner hyura hidup’a, q ykin klo ayah’a hyura gag salah, ok kyuhyun sepupu’a dongek jga hyukie dan jujur penasaran ma kyuhyun kek ada yg disembunyiin trus apa coba mksd dri kata”nya ke hyura tadi??? Ma dongek jga sedikit ‘curiga’ apa ntar dongek bakalan kek sungmin??? Ato? Gag mau nebak” karna pasti ujung”a salah kkkk
    bner kta eonni mga next part cpet apdet kkk after story buat gamiglia jga ditunggu eon kkk penfen liat momen bahagia’a KyuRa

  49. pgpadi berkata:

    Anyonghaseyo eonni. Salam kenal new reader. Ijin baca eon.

  50. yanteuk berkata:

    sebenarnya kejadian ayah hyun ra gimana? jadi penasaran deh. apa casey itu ma2 kyu.salam kenal aku pembaca baru disini. ijin baca ffnya ya

  51. tiffany berkata:

    disini donghae kayak udah sayang banget sama si hyura, jangan2 waktu hyura jadi tunangan kakaknya dia udah naksir
    donghae mempekukan hyera layaknya ratu ya, dimanja disayang banget deh dan jadi pengen diperlakuin kyk hyura.
    tapi aku penasaran sama kisah si cho kyuhyun disini, sebenarnya sosok kyuhyun itu kayak gimana. kenapa kok casey dilarang mendekati kyuhyun, dan sepertinya di casey tau sosok kyuhyun deh
    dan lagi kenapa kyuhyun dan donghae bersitegang? ada apa? apa karna hyura? cinta segitiga kah? ahh penasaran banget sama kelanjutannya.
    ini cerita penuh misteri, tentang siapa sosok cho kyuhyun, rahasia apa yg disembunyiin kyuhyun, dan arti kata2 kyuhyun ke hyura tempo hari
    ceritanya sungguh membuat penasaran, feelnya dapet dan menarik banget alurnya.
    ditunggu part selanjutnya ya kak, semangat

  52. ekashfly berkata:

    Kakaaaa
    Kok kaka pindah rumah?
    Wah ceritanya seru nih, penuh misteri, jadi penasaran donghae itu bener” baik atau ada udang dibalik batu? ∂ķΰ rasa hyura ga boleh balik ke korea mungkin dia yg diwariskan kerajaan EAK
    Kyuhyun disini kenapa seperti tidak menyukai hyura? #keep writting kaka ditunggu MBG 🙂

  53. leebee berkata:

    Knp kyuhyun ama chesy ya… Apa mrk merencanakan sesuatu untuk hyura d bawak kabur kyuhyun?? trus donghae mabuk n ngigau gk jls jg knp n brantem ama emaknya jg… Aq penasaran… Atau mungkin ada niat trselubung donghae? biasa donghae kan sayang bnran ma hyura… Aq kgn kromantidan kyuhyun ma hyura, gimana agresifn posesif hyura k kyuhyun atau sebaliknya…. Kpn kyuhyun ciuman ma hyura…. Momen yg d tunggu yg selalu buat hyura keyagihan….Hahhaha

  54. yennypuppa berkata:

    Akhirnya nemu lagi rumah baru miss hoon..
    Sejauh ini aku mikirnya, Donghae emang baik dan selalu menunjukkan sikap peduli ke Hyura. Semoga kedepannya juga gitu. Hidup Hyura menyedihkan..
    Kyuhyun kayaknya ngawasin Hyura dari Casey deh, Kyuhyun juga sepertinya suka sama Hyura.

    Ini masih abu-abu banget sumpah, tapi aku suka konfliknya. Meskipun agak berat. Di tunggu part 2 nya ^^

  55. Krysdha berkata:

    Apa yg trjdi..
    Apa jgn2 Kyuhyun Ama Casey Ngebuat rncana..
    Smoga aja Bkn rncana Buruk..
    BTW,, Knp,, Kyuhyun nahan tangan Hyura..
    Apa Dia sk ama Hyura…?
    Smangat aja ya kak..

  56. hyokwang berkata:

    kirain sungmin yg jadi main castnya, tapi ko’ posternya foto kyuhyun donghae.. eh sungmin ternyata meninggal… kasian sama hyunra, masak dia digilir jadi calon istri anak keluarga lee…
    ditunggu lanjutannya 🙂
    semangat 😀

  57. kharina park berkata:

    Sebenernya ada apa sih nie, kok aku lom ngerti ya,,,
    Kyu knpa lagi dy kok sifatnya kyk gtu,,,
    Akhhh penasaran next partnya,,,

  58. Chohiro berkata:

    Knp yach tiap mau komen d blog nya miss hoon, gagal mulu. Smoga yg ini g.. Test.. Test.. Aa.. Aa.. Aa..

  59. Chohiro berkata:

    Akhir nya bisa jg, sbener nya byk bgt yg mau d tanyakan.. Tp nanti dech aku baca part selanjut nya pasti ada penjelasan ny. Sneng bgt pas ktemu lg rumah miss hoon yg baru, sempet kcewa, rmh lama g bisa d buka.

    Semangat saeng tuk part selanjut nya

  60. viinaa berkata:

    Ada apa dengan kyuhyun ya?? Aaa gk sabar, semoga cepat publish ya eonni

  61. inet berkata:

    wow!suka bgt ma ceritanya..wlwpn bnyk yg msh misteri n bnyk bgt hal2 yg bkin penasaran..
    ksian bgt hyura..djdiin kyk boneka,dglir2 dr 1org ke yg lain..
    sbnrny apa mksd kyu?apa hub ny ma casey..argh,penasarn bgt!! ><
    mdh2n cpt d update part slnjtny..fighting,authornim ^^

  62. Sukhwi berkata:

    dibikin penasaran banget ini ..banyak teka teki..serasa kaya nonton drama korea..ga tau ya aku takut terjadi sesuatu sama donghae..karena hanya dia yang membuat hyura nyaman , merasa dibutuhkan , aduh..trus itu kyuhyun apa maksudnya ngomong begitu? berharap authornya dijauhin sama setan pemalas jadi bis ngetik secepatnya kkk~

  63. Ofi berkata:

    Gx tau kenapa selalu suka sama ff yang eonni bikin ntah itu karna jalan ceritanya atau dri bahasa yang digunakan dlm cerita….
    selalu semangat ya eonni ….

  64. Cho_kyuchann berkata:

    Huaaaa apa2an itu? Ada apa? Seruuuuuuu.. Jangan2 Hyura dioper ke Kyuhyun ya? Wkkwkw kasihan Hyura…. Dioper sana sini *ups…. Wkwk.. Semangat unnie

  65. Lia puspita berkata:

    Tbc nya naggung sekalii kaka,
    Sumpah ini seru banget ff nya ka,apa lagi donghae nya keren banget,

    Aku kasin sama hyura yg di perlakukan seperti itu sama keluarga lee,.
    Dan juga penasaran banget sama keluarganya hyura yg meningal
    Di tunggu next chapternya ya ka dan semoga ngga selama famiglia post nya hheee
    Figting kakak

  66. adis berkata:

    Ternyata pindah rumah toh. awalnya udah histeris gak jelas ajah waktu worpressnya miss hoon hilang, kirain menghilang dari dunia ff…
    itu tulisan TBC nya kok nyebelin ya, bikin saya penasaran sama lanjutan ceritanya. ditunggu ya lanjutan ceritanya. gk apa deh nunggu lama yang penting ttp diposting lanjutannya. semangat miss hoon ^^9

  67. Kikii Ryeo berkata:

    awalnya bingung pas berkunjng ke rumah miss hoon yg lama.. eh tau taunya pindah kesini pas ngelihat twitter miss hoon.. cukup bersyukur karena miss hoon gak menghilang..

    saya kira hyura bakalan sama sungmin, eh ternyata sudah meninggal toh..
    disini penuh teka teki.. tapi sedikit demi sedikit mengerti apa yg terjadi. kasihan hyura seperti piala bergilir yg tidak ada harganya. masih bingung sebenarnya kenapa dan ada apa dg keluarga hyura dan keluarga lee.. misterius deh

    disini donghae muncul.. yeeee setelah famiglia tamat yg dimana cast donghae hanya sebagai nama samaran..
    penasaran sama kyu, bagaimana sifat dan karakternya. begitu juga dg donghae.. kok saya berasa donghae dn kyu sama2 licik ya? hehehee..
    masih penasaran dg keluarga lee

  68. choi sena berkata:

    aku selalu puas baca ff di sini
    gaya bahasanya sangat ringan hingga setiap adegan dapet feel nya
    tapi ada apa dengan kyuhyun dan cassey ?
    ada apa pula kyuhyun dan hyura?

  69. vinnagstna berkata:

    aku sempet baca karya author yg lainnya di blog lain jga.
    selalu suka sama cerita yg dibuat, keren dan menarik.
    Suka bgt sama ceritanya yg satu nih meskipun baru awal udh menarik, misterius penuh teka-teki gimana gitu. penasaran dgn part 2 semoga kyuhyun yg agak misterius disini sedikit keliatan aslinya nanti.
    author izin baca karya author yg disini ya 🙂

  70. Lovekyu berkata:

    Konfliknya berat bangett

  71. f-terence berkata:

    Jangan sampai hyura beralih ke kyuhyun, kasihan donghae nasibnya ditindas mulu. Yahh tapi lihat kelanjutannya dulu deh

  72. El berkata:

    Akhirnya kenapa bikin penasaran…………. Kenapa aku ga bisa nebak alurnya ya wkwk, penggambaran suasanya kereen. Hwaaa semoga author ga males ngetiknya ya haha. Ditungguu~~~

  73. kim_vikyu94 berkata:

    Keren… Dan selamat untuk rumah barunya
    Sempet galau kirain blog y beberan dihapus lega
    semoga ni komen bisa masuk, soalnya yang trakhir di flamiglia gak bisa komen
    Ditunggu lanjutannya .. semangat !!!

  74. KyuHae801 berkata:

    Awal baca aku masih bingung. Tapi good job. Aku selalu dapat feelnya. Apalagi main castnya Donghae sama Kyuhyun.

    Ayo lanjut eonni. Aku menunggu karyamu.

  75. Fishynick berkata:

    Kyu begitu misterius
    Entah kenapa aku yakin banget cassey tau apa penyebab masalah nya
    Keren banget nih .. baru baca part 1 aja udah penasaran buka main, ga bisa nebak apa yang bakalan terjadi di part selanjutnya
    Ditunggu part 2 nya

  76. Mochi berkata:

    selalu suka cerita kamu.
    aku sempet cari blog yang lama. tapi udah gak ada. sempet kecewa juga. takut blognya dihapus. soalnya eonni salah satu authour kesukaan aku.
    iya, semoga part selanjutnya bisa secepet ini ya.
    eonni semakin bisa membuat teka teki deh. famiglia aja aku pusing banget pas awal mula konflik cho kyuhyun yang jadi donghae. sekarang apa lagi sama sifat kyuhyun yang mendadak jadi misterius. hihihi

    tetep semangat nulisnya ya!

  77. kim_vikyu94 berkata:

    Ya ampun.. Kirain beneran ditutup, ternyata pindahan
    Cerita y bikin penasaran , tapi flamiglia masih favorit,, sempet kesel komennya dari kemarin di ff yg itu gak masuk.masuk *semoga yang ini bisa
    ditunggu lanjutannya, , semoga kyuhyun banyak nongol

  78. mutiarackj berkata:

    sepertinya keluarga donghae yang memanipulasi maksudnya yang merencanakan pembunuhan sama kasus penghianatan itu deh.. dia itu bisa jadi penolong hyura bisa jadi engga hahaha…. kyuhyun udah kode kode aja ihhh

  79. dewilila berkata:

    nggak bisa ngomong apa2.. kok rasanya hyura kaya piala bergilir yah.. berganti dr cowok yg satu ke cowok yg lain..
    hmm.. tp yg bikin penasaran sebenernya ada apa dg kyuhyun dan casey? trus pas di lift knp kyuhyuh narik tangan hyura? knp jg donghae jd marah kaya gt?
    nggak sabar nih nunggu part slanjutnya.. moga secepatnya

  80. dewilila berkata:

    ceritanya bikin penasaran.. nggak sabar nunggu part slanjutnya.. moga part slanjutnya smuanya lebih jelas

  81. mira_MM berkata:

    Yuhuuu… Rmh baru.. Ff br.. Penuh teka teki.. Hmmm
    Kupikir ini ff serringny kerajaan,secara wkt awl2 crita penggambaran critany spt lg ad pesta dansa super mewah di ballroom..
    Hmmm.. Hae pasti mau bw hyura pergi tp ga boleh sm ibuny hae. Kyu jg pasti ad sesuatu sm casey.. Btw kupikir casey it heenim oppa loh ahhahahahaha. Tnyata beneran cewe ya ahahaha.
    Ini ff penuh dgn teka teki.moga2 part dpn makin jelas critanya.. Trims

  82. Nur berkata:

    Penuh misteri. Sebenarnya ada apa dengan mereka. Blog baru dan cerita baru. Fighting author.:)

  83. auriga060500 berkata:

    Well, unpredicted kalau lihat dari prolognya. Karena tumben banget kalau pakai cast utama Lee Sungmin. Panjang, menantang, misterius, penokohannya sesuai, mengena, dan sikap tenang dingin tokoh wanitanya bikin gemez, greget. Semangat buat jeonghoon, ditunggu lanjutannya 🙂 your famiglia is good, but i think this is better than famiglia.

  84. regnatia berkata:

    Omg , sekian lama menanti karya terbaru …. Akhirnya ada juga .. Agak sedih juga pertama karna kirain blognya udh d hapus , ternyata cma ganti nama … Gak sabar dgn part selanjutnya … Kirain calon suami hyura itu kyuhyun ternyata lee donghae ….

  85. sandprill berkata:

    ak baca ulang , semakin suka deh….

  86. Nenilopelopebts berkata:

    ff nya keren ceritanya complicated. hyura harus terikat dengan keluarga lee yg penuh ra hasia, kasian hyura, smoga lee donghae bnerr2 tulus sm hyura..

  87. nisa11 berkata:

    aku awalnya bingung tapi lama kelamaan ngerti lah,tapi aku beneran kasian banget sama hyura huft fighting.
    maaf baru bisa koment ka:)

  88. Tia Destyliana berkata:

    Aaaa masih belum bisa menebak karakter kyu dan donghae disini.. apakah baik atau buruk dan ceritnya masih banyak rahasia.. tapii good thor aku suka cerita yg penuh dgn rhasia hihi aku menunggu kelanhutannya..

  89. septinahandayani berkata:

    Waktu baca prolognya sebenernya bingung , tp setelah baca part 1 ternyata emang banyak teka teki nya , penasaran bgt kenapa hyura jadi tawanan keluarga lee. Ceritanya bikin penasaran , sebenernya apa yg mereka sembunyikan dari hyura

  90. megga3424 berkata:

    ini benar2 misterius, apa yg dialamni hyura sangat menyedihkan pasti ada sesuatu dibalik semua ini.. selalu ya bikin penasaran tingkat akut..haha

  91. Youn berkata:

    Tetep gak ketebak,,,ohhhh ini seru tapi bahkan nebak aja gak bs,,, buntuuuuuu

  92. Nhiw berkata:

    Masih bingunh sma jalan ceritanya,banyak teka-teki dan penuh misteri

  93. Kyukyukyuniw berkata:

    Masih abu2 dengan Kyuhyun.

  94. prahezty berkata:

    woww woww woww ..
    miris bgd nasib.a hyura hrs gnti” clon suami ..
    tp kya.a donghae cocok sm hyuraa ..
    dan apa itu ending.a ??
    knp kyu nrik tangan hyuraa ??
    next part 2 ahh byar gga pnasaran ..
    hehe ..

  95. LeeHyun berkata:

    Waktu baca teasernya agak ga mudeng,tp makin kedini udh ada pencerahan…
    Itu Park Hyura kasian bgt dirumah itu, tekanan batin bgt hidup di rumah yg g ada seorangpun yg ngarepin dia ada…

  96. maydee berkata:

    first time dateng ke sini.. setelah randomly googling karena boring.. aku udah baca prolog setelah baca chapt satu ini. kukira tadi ada apa tapi cuma pengenalan. aku mutusin buat baca balik setelah coba liat ff yang lain. disini main castnya kyuhyun yaz

    personally aku dh fan jadi aku pasti dukung dh wkkwwk tapi buat nyimpulin buat ngenilai si dh yang ada sesuatu ato kyu yg mau nylametin hyura dst masih abu2 juga.

    bagus banget ceritanya dan juga disampeinnya pelan2. aku masukin the crown di list ff yang aku tunggu sekali

    dan terakhir salam kenal dan semangat menulis writter-nim!

  97. Hoam berkata:

    Crtnya seru kak, tp msih bngung sma konfliknya hehe

  98. choopi berkata:

    sebenernya donghae kenapa? apa terlibat perselisihan sama kyu? dan ada sangkut pautnyakah sama hyura?
    bikin penasaran bangettt

  99. babycho berkata:

    Eonnie surih nebak jalan ceritanya sendiri??
    Uuuuu nggak bisa nih eonn ,
    Gimana dong?? Masalahnya eonnie pinter banget buat ceritaa

  100. puputzaroh berkata:

    Hai salam kenal,aku readder baru jin baca

  101. inggarkichulsung berkata:

    Penasaran knp Kyu oppa memberikan warning pd hyura mengenai hub nya dgn Donghae oppa yg skrg adl tunangannya, knp jg skrg tangan Hyura ditarik Kyu oppa, smg sgr terbuka misteri kematian satu2 persatu keluarga Hyura dan dia hrs ditawan slm 8 tahun di rumah keluarga Lee dan menjadi tunangan bergilir dr putra2 mrk

  102. BabyBoo berkata:

    kasian hyura deh:( udah gapunya siapa-siapa eh dijahatin pula-_- terus maksud omongannya si kyuhyun apalagi gangerti:/

  103. Park Nara berkata:

    Aku baru ketemu blok kaka lagi T-T setelah mrsa kehilangan secra mendadak wkwkwk seperti teka-teki saat mmbca part ini, msh bingung juga dgn sifat Kyuhyun, lnjut chptr slnjutnya~

  104. Masih blm memahami isi ceritanya tp pasti ttg cinta segituga yya???
    Msh mencoba menelaah lgi biar paham eiyyy cayooo

  105. Vinni_cho berkata:

    Belum alur cerita nya bkal kaya gmna
    Bnar2 misterius
    Belum ada yg tertebak akn sperti apa

  106. Liamuliyana berkata:

    Bru nemu webny yg bru pantesan d pantengin web lamany kaga nongol2 hehehe…
    Ternyata ada yg baru
    Duh penasaran bgt ya ini bikin teka teki berganda
    Disini cast cowokny si kyu apa hae???
    Soalny dr td hae mulu yg d ceritain…hehehhe

  107. Nurlaely D berkata:

    Hdup Hyura sgt mnydihkan,,tp hebat dy bsa brtahan slma itu..
    Tokoh utama dsni sprtinya Kyu??
    Ntah knp dblik sikap cueknya Qu mrsa Kyu mnyimpan rasa buat Hyura…dan diem2 mnjaganya?? Itu mnrut pndpt qu hehehehe

  108. hyerapark27 berkata:

    ada apa ini ? ada apa? ini sebenarnya kyuhyun apa donghae ya?

  109. Dwi2 berkata:

    Wow welcome back thor..
    Senang rasax author telah kembali
    wah ad ff baru nieh
    rasax udh lama gk baca karya author jd kangen kkkk
    izin baca ff baru mu ya author-nim

  110. syalala berkata:

    wah wah wah ini seru banget kakkk!! pas di prolog mah kaya yg biasa aja gitu, yah namanya juga prolog yah masoh ga jelas tp pas udha masuk cerita aku bahkan sampe nunda mandi gegara gabisa berenti baca wakakaka selalu drh crrita kakak mah berbelit2 tapi seru dan menantang penuh misteri gitu hahaha ini apap pula donghae kyuhyun? penasaran itu donghar beneran tulus ga sama hyura ngeri lah karena emg gabida percata sama keluarga lee itu trs juga kyuhyun kenapa phla hihhh lanjut laghhh

  111. Yoolin berkata:

    Oh ini rumah baru nya? Pantesan aku buka yg web dulu gabisa
    Astaga ceritanyaa aku kebawa perasaan bnget..
    kasihan sekali hidup hyura -__-
    Aku penasaran bnet siapa tokoh utama laki laki disini.. donghae kah, atau kyuhyun??
    Aku berharap kyuhyun nnati perannya banyak..
    Dan juga knpa itu kyuhyun nahan lengan hyura?
    Adegannya udah kyak di drama2 korea

  112. susianty9 berkata:

    ceritanyaa kerennnn…rumitt tapi jalan ceritanyaa ga boseninn

  113. nuy azizah berkata:

    Aduh aku baru tau lebih ini pindah jadi lupa lagi cerita ini balik lagi diparut 1 keren jadi inget deh

  114. Ni Wayan Wanda Veronnica berkata:

    Ni ff keren banget sumvah, ceritanya gak ketebak banget, buat penasaran pula
    Daebak kak, hewaiting ne

  115. chokyuhyun86 berkata:

    sebenernya gimana ? masih bingung -,-

  116. Aderina berkata:

    Sumpah ffnya bagus banget bikin reader penasaran, kasihan hyura gak punya siapa2, tapi donghae datang dan dia calon suaminya, lanjut baca chap 2 boleh lah thor hehehe
    ma’af memaksa..

  117. fee3 berkata:

    Ada apa dgn kyuhyun. Hmmm kd penasaran

  118. gitnul berkata:

    jangan-jangan selama ini yang ngelindungin hyura dan buat casey jadi pelayannya hyura buat jagain hyura itu kyuhyun?!
    iya gak siiiih? tapi kasian donghae jg:( dia udh tulus sm hyura:(((

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *