Famiglia [part 7]

stb

 

Happy Reading N Sorry For typho ^^

Miss_Hoon

***

“Nona, Kau terlihat luar biasa.Sempurna” Salah seorang Asistant Stephanie berdiri di belakangku sambil menatap pantulan diri kami dari kaca. Aku tidak menyangkalnya, Gadis di depanku memang terlihat sempurna. Aku sendiri tidak bisa berhenti mengaggumi gaun yang kupakai, hiasan make up yang sesuai dan tatanan rambut yang di buat sedemikian rupa.

“Anda benar-benar terlihat seperti seorang Putri” katanya lagi

Menarik senyum tipis “Gomawo” sahutku pelan.

“Ah Hampir saja lupa” Dia berbalik cepat dan mengambil kotak perhiasan berukuran sedang. Aku meliriknya dari bahuku. Dia membuka penutup kotak dan terlihat kalung yang dipenuhi dengan puluhan batu berlian. Itu hadiah pertunangan dari Kakekku.

“Mari Biar aku pakaikan” aku berbalik menghadap cermin dan membiarkan Asistant Stephanie memasangkannya di leherku.

Tanganku terangkat dan meraba dinginnya batu berlian “Kau benar ini sempurna” gumamku rendah.

Dia tersenyum “Sekarang apa kita bisa Turun? Aku yakin Ibu Anda sudah tidak sabar menunggu”

Aku mengangguk setuju. Dia membimbingku keluar kamar, kami berjalan perlahan menuruni tangga. Eomma sedang berbicara di ponsel dengan suara pelan. Dia menoleh saat mendengar langkah kami. Senyum di wajahnya otomatis terkembang saat melihatku, dengan cepat Dia memutus panggilannya.

“Kau sangat cantik sayang” Katanya puas sambil mengelus pipiku lembut

Aku hanya tersenyum menanggapi

“Kau siap?”

Aku mengagguk

Kami berkendara menuju southern hall, Gedung yang sudah dipilih oleh Ibunya Siwon untuk acara pertunangan kami. Lalu Kakek dan Kyuhyun sudah berangkat lebih dulu. Menyebut nama Kyuhyun otomatis membuat otakku memutar kejadian saat di lapangan parkir rumah sakit. Ketika aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya. Menggeleng keras untuk mengenyahkan ingatan itu. Aku harus fokus pada acara hari ini. Fokus Park Hyura, Fokus!

Tamu undangan sudah memenuhi tempat pesta saat aku tiba. Well saat aku memasuki ruangan ini kukira aku sedang menghadiri pesta pernikahan pejabat penting. Ibuku dan Ibunya Siwon tidak tanggung-tanggung dalam menanganinya.

“Kau suka?”Bisik Eomma ditelingaku saat melihat ekspresi di wajahku.

Aku mengangkat bahu “tidak kah ini berlebihan?” sahutku tidak kalah pelan.

“Oh Sayang tidak ada yang berlebihan untuk dua orang pewaris perusahaan terbesar di negeri ini” Sahutnya yang membuatku memutar mata. Dalam waktu yang sama mata Siwon menemukanku dan Ibuku. Dia terdiam beberapa detik sebelum tersenyum dan melangkahkan kakinya menghampiri kami.

Dia menunduk menyapa ibuku “Eomonim”

Ibuku tersenyum membalasnya, baru setelah itu Siwon Melingkarkan tangannya di pinggangku dan mengecup pipiku singkat “Bolehkah aku membawamu lari dari sini? Aku tidak ingin pria lain melihat calon istriku secantik ini” Bisiknya menggoda

Aku terkekeh dan Dia menjauhkan wajahnya “Sayang sekali Tuan Choi, Jika kau membawaku pergi sekarang Kau tidak akan pernah menjadi calon suamiku”

Well itu tidak bisa dihindari” sahutnya pura-pura sedih, mau tidak mau aku tertawa mendengarnya. Begitu juga dengan ibuku.

Seorang penanggung jawab acara ini meminta kami untuk duduk di meja khusus keluarga. Disana sudah ada lengkap keluarga Choi, kakek dan Kyuhyun. Aku memberi Hormat pada kedua orang tua Siwon. Lalu Adik Siwon berdiri untuk mengecup pipiku sekilas. Kakekku tersenyum bahagia saat melihatku dan berkomentar betapa cocoknya Aku menggunakan kalung pemberiannya. Beralih ke Kyuhyun, Aku melempar senyum terbaikku padanya dan Dia hanya melihatku datar sebelum mengalihkan matanya ke depan. Dahiku berkerut, Apa Dia masih marah padaku? Semenjak hari itu Kyuhyun tidak pernah mengajakku bicara, Dia tidak menghindariku namun Dia bersikap seolah aku ini tidak ada. Apa pengakuanku sebuah kesalahan fatal sampai-sampai di memperlakukanku seperti ini.

Honey, Duduklah” Siwon menarik kursi di samping Kyuhyun untukku. Aku mengangguk dan mendudukinya sementara Siwon menarik kursi di sisiku yang lain. Bolehkah aku bertukar tempat duduk? Menyadari Kyuhyun berada di samping kiriku membuatku risih.

Setelah memastikan kami berada pada tempatnya masing-masing, Orang yang bernama Leeteuk memperkenalkan diri sebagai pembawa acara, memperkenalkan keluarga kami dan membicarakan hal-hal yang tidak penting, menurutku. Orang-orang disini bukan orang bodoh yang tidak tau google bukan? Aku yakin apa yang Dia bicarakan bisa di temukan dengan mudah di internet.

Tuan Choi mendapatan kesempatan untuk menyampaikan sebuah sambutan atau perlu ku katakan sebagai ceramah kepala sekolah? Dia berbicara kesana kemari yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pertunanganku.

Siwon tersenyum geli melihat ekspresiku “Dia membuatmu bosan yah?” bisiknya

“Apa aku harus menjawabnya dengan jujur?”

Siwon mengangkat bahunya

“Kalau begitu aku tidak akan menjawabnya”

Siwon masih tersenyum “Anggap saja Dia sedang bernyanyi”

“Nyanyian yang tidak ingin kudengar” sahutku jujur

Dia terkekeh, Ibunya menatapnya kemudian dengan cepat Siwon mengubah tawanya menjadi batuk yang di dramatisir. Aku menunduk menyembunyikan senyumku. Tapi tidak bertahan lama sampai bangku di sampingku bergeser. Kyuhyun berdiri dan berjalan menuju pintu keluar. Aku terus menatap punggungnya menjauh hingga lenyap di balik pintu.

Sebenarnya apa sih masalahnya?

Kepalaku kembali menatap ke depan Saat riuh tepuk tangan dan bersamaan dengan Ibuku yang mengucapkan terima kasih dan sebagainya baru setelah itu mc memanggilku dan Siwon. Siwon tersenyum padaku sebelum menautkan tangan dan membimbingku ke depan. Dia yang berbicara di depan para tamu lalu acara utama saat kami saling melingkarkan cincin di jari kami. Siwon mencium keningku dan Semua orang di ruangan ini bertepuk tangan bahkan ada yang bersiul dan berdiri. Siwon tersenyum bahagia dan memelukku. Suka cita dan kegembiraan di ruangan ini serasa hampir meledak. Aku juga tertawa senang dan gembira namun ada sesuatu yang kosong dalam dadaku hingga tanpa sadar aku menatap pintu yang menelan tubuh Kyuhyun

***

“Kau yakin dengan pernikahan?”Siwon menatapku terkejut. Sekarang kami berada di rumahnya, atau lebih tepatnya kamar Siwon. Setelah selesai acara Dia mengajakku kesini.

Aku mengangguk lemah “Eoh, sebenarnya Kakek menginginkan pernikahan daripada pertunangan ini”

Siwon terlihat berpikir, Dia terlihat sama bingungnya denganku “Hyura….aku….” Dia mendesah pelan lalu menggeleng “Aku benar-benar tidak tau harus bagaimana” katanya terus terang. “Kita baru bertunangan beberapa jam lalu dan sekarang….pernikahan—“

“Aku tau, Aku sama sekali tidak ingin menekanmu” potongku “Kau juga tau. Sebagai teman aku memahamimu, masih banyak hal yang ingin Kau capai dan ingin kau buktikan pada orang tuamu. Tapi Kau lebih tau siapa diantara kita yang paling tidak mengiginkan pernikahan”

Dia mendongak menatapku, mempelajari eksperisku sebelum bicara“Apa Kakekmu menjanjikan sesuatu atau semacamnya? Aku mengenalmu Hyura. Kau bukan tipe orang yang menurut begitu saja pada pernikahan”

Aku tidak ingin menggunakan penyakit Kakek sebagai suatu alasan, meskipun sebenarnya itulah satu-satunya alasan yang membuatku duduk disini dan membahas soal pernikahan yang belum kuinginkan. Aku balas menatap Siwon Tegas “Eoh, Saat aku menikah Kakek akan pensiun dan menyerahkan jabatannya untukku”

Dahinya berkerut dan terkejut “Apa…..Karena itu….Kau ingin segera menikah denganku?” Dia lebih meyakinkan dirinya sendiri ketimbang bertanya

Aku mengangguk kaku

Sekilas aku melihat bara api di matanya, Dia marah. Namun Choi Siwon cukup pintar untuk menyembunyikan kekesalannya.“Harus denganku atau—“

“Dengar. Aku memilikimu sebagai pasangan, seandainya Kau menolak untuk menikahiku dalam waktu dekat aku bisa mencari seseorang yang bersedia”

Dia tersentak mendengarnya, rahangnya mengerat dia berusaha sekuat tenaga untuk setenang mungkin saat berbicara “Kau mengancamku?” tanyanya tidak percaya

Aku mengangkat bahu “Terserah Kau menganggapnya apa” Okey, Aku bersikap menyebalkan sekarang.

Dia mendengus kasar “Baik, Posisi bukan yang Kau inginkan? Apa kita perlu membicarakan bisnis sekarang?” katanya tajam

“Jika itu yang kau ingin kan”

Dia berdiri tiba-tiba “Kuantar kau pulang. Besok Aku akan ke kantormu. Aku tidak suka membicarakan masalah pekerjaan di rumah” Tanpa menungguku Dia berbalik berjalan keluar kamar. Jelas sekali aku membuatnya marah. Aku tau ini salah, tapi hanya Siwon yang bisa membantuku memenuhi keinginan Kakekku. Aku bahkan tidak peduli dengan posisi sialan itu. Aku tidak ingin membuat akhir hidupnya menjadi penyesalan karena aku gagal memenuhi keinginan terakhirnya.

***

 

Senin pagi hari pertama aku bekerja setelah akhir pekan dan Cuti yang kuambil karena pertunanganku. Tidak ada yang lebih baik dari kembali bekerja setelah mengalami akhir pekan yang tidak bisa dibilang menyenangkan. Kakak tiri pura-puraku marah dan mendiamkanku setelah aku menyatakan perasaanku padanya sehari sebelum acara pertunanganku, lalu Aku juga membuat tunanganku marah karena memintanya menikahiku. Kau sungguh hebat Park Hyura.

“Hai wanita yang sudah bertunangan” Ledek Nammie saat Dia masuk ke ruanganku sambil membawa beberapa map di dadanya. Aku baru saja meletakkan tasku di meja dan Dia memenuhi mejaku dengan map yang dibawanya.

“Apa tidak bisa menunggu?” kataku malas

“Tidak bisa Nona Park, ada beberapa dokumen urgent yang membutuhkan tanda tanganmu segera”

Aku mendesah dan mengangguk. Seakan mengerti Nammie keluar meninggalkanku sendirian. Asistanku sangat memahami caraku bekerja, Dia tau aku tidak bisa di ganggu saat membutuhkan banyak konsentrasi. Dan tanda-tanda aku membutuhkannya adalah kerena tumpukan map di depanku.

Tidak terlalu lama setelah memenuhi otakku dengan setumpuk pekerjaan intercom direct dari meja Nammie berbunyi. Dia mengatakan bahwa Siwon baru saja melewati receptionist menuju kantorku. Choi Siwon benar-benar membuktikan ucapannya.

Aku menunggunya masuk setelah dia mengetuk pintu kantorku. Aku mengantisipasi sikap apa yang akan Dia tunjukan pada kunjungan kali ini. Dan sejujurnya aku sangat terkejut bahkan ketika Dia membuka mulutnya.

“Selamat Siang Hyura ssi, Sesuai janjiku kemarin, aku akan datang untuk membicarakan bisnis kita” katanya dengan sangat sopan dan berusaha menyinggungku. Tentu Dia masih marah.

Aku memaksa tersenyum “Duduklah kalau begitu” Dia mengambil sofa yang kutunjuk lalu aku mengambil di sebrangnya.

“Menurutmu apa kita perlu saksi, pengacara atau semacamnya?” tanyanya sarkatis.

Aku memejamkan mata sejenak sebelum mendesah dalam “Oppa, sampai kapan Kau akan bersikap begini?”

“Apa maksudmu dengan ‘bersikap begini’? sekedar informasi, aku selalu bersikap layaknya professional Park Hyura ssi”

“Profesional? Baiklah jika kau ingin membicarakan pernikahan kita layaknya bisnis” Sahutku. Aku ikut dalam permainannya.

Rahangnya mengetat “Kau yang menginginkannya!”

“Aku menginginkan pernikahan yang normal! Bukan perjanjian bisnis” bantahku

“Ya tentu saja bukan, lebih tepatnya Kau memanfaatkan pernikahan ini untuk bisnis” Dia mendengus “Kau bahkan mengancamku akan menikahi pria lain untuk memenuhi ambisimu” gerutunya

“Tidak bisakah Kau menganggapnya sebagai usaha membantu tunanganmu?”

“Membantu?” dengusnya “apa mengancam juga bagian dari membantumu?”

“Aku tidak bermaksud mengancammu Oppa, Dan ku akui semalam aku bersikap menyebalkan, aku minta maaf okey? Aku juga tidak berniat menikahi pria lain. Aku memiliki tunangan kenapa aku harus menikahi pria lain!”

“Bagus kalau Kau masih mengingatku sebagai tunanganmu”

Aku memejamkan mata dan mendesah dalam “Oppa…” Panggilku lebih lembut “Kau datang kesini untuk mengajakku bertengkar atau menyelesaikan masalah pernikahan kita?”

Dia berdehem “Aku belum siap untuk menikah dalam waktu dekat” katanya mengakui.

Begitu juga dengan ku. “Kapan Kau akan siap?” tanyaku

“Setidaknya beri aku waktu lima sampai enam bulan lagi, itu waktu yang masuk akal”

Itu terlalu lama, Aku tidak tau Kakek akan bertahan sampai kapan

“Aku tidak butuh perayaan, cukup pemberkatan yang dihadiri keluarga dan sahabat terdekat. Kita tidak perlu mendaftarkan pernikahan kita jika Kau belum siap”

Wajahnya menatapku seolah aku ini benda menjijikan, matanya menghakimi “Apa sebegitu besar keinginanmu untuk mendapatkan posisi Kakekmu?”

Aku menurunkan pandanganku, tidak melihatnya. Tidak atu harus menjawab apa. Menggunakan Kakekku sebagai alasan terdengar murahan, tapi memang itu kan alasanku?

“Apa Kau tidak mempercayaiku?” tanyanya menuduh “Lihat Aku Park Hyura!”

Mendongak balas menatapnya.

“Aku Mencintaimu. Aku tidak akan lari, Kita pasti akan menikah, tapi aku butuh waktu. Hanya beberapa bulan Hyura-ya, kuminta kau bersabar hanya beberapa bulan”

“Kakekku sakit” bisikku akhirnya

“Apa?” matanya membesar, terkejut melihatku.

Mengangguk lemah “Dia ingin melihatku menikah sebelum…. “ memejamkan mataku sejenak baru kemudian melanjutkannya “Sebelum…terlambat”

Siwon bangkit dari duduknya da berjongkok di sisiku, tangannya terangkat menyentuh pipiku.“Honey, maaf aku tidak tau. Aku tidak bermaksud menuduh….”

“Aku juga tidak bermaksud menekanmu dengan penyakit Kakekku, tapi memang beginilha keadaannya” desahku pasrah

Dia mendesah dalam, sama frustasinya denganku. “Dengar Hyura-ya, Aku akan membicarakannya dengan orang tuaku. Aku pasti akan menikahimu, kita tidak akan mengecewakan Kakekkmu”

Aku mengangguk dan mengguman terima kasih. Dia tersenyum lalu mengecup keningku dalam.

***

Aku tidak tau Dia memiliki asset seperti ini. Rumah danau berbentuk pondokan tersusun dari kayu yang jaraknya dua jam dari pusat kota. Sepertinya Rumah ini memang khusus di buat untuk peristirahatan. Udaranya begitu segar, Hutan pinus yang mengelilingi danau.

            Berdiri di pinggir dermaga, melihat Kakekku yang tengah memancing di perahu di tengah danau bersama dokter pribadinya. Aku belum bertanya lebih jauh mengenai penyakit Kakekku. Setauku Kakek adalah orang yang kuat, dia begitu sehat dan bugar.

            Menoleh ke belakang saat terdengar suara deruman mobil. Mobil KIA Kyuhyun baru saja terparkir persis di sebelah mobilku. Dia keluar dari sisi kemudi lalu membuka pintu belakang mengambil tas dan menyampirkan di bahunya.

            “Kau datang” Teriakku, mengingat jarak kami yang tidak terlalu dekat. Dia hanya menoleh sekilas padaku tanpa membalas atau menjawabnya, lalu dia masuk ke dalam rumah.

            Mendengus tidak percaya. Oh Ya Ampun, Aku tidak mengerti bagaimana jalan pikirannya. Dia yang meminta ‘perdamaian’ lalu hanya karena aku menyatakan perasaanku Dia kembali memusuhiku. Dan sampai detik ini aku tidak pernah menyesal mengatakan apa yang kurasakan. Aku juga tidak menyesal bertunangan dengan Siwon. Dia calon suami terbaik dari yang seharusnya kudapatkan. Aku hanya tidak ingin membohongi diriku sendiri kemudian bertunangan dengan orang lain. Tidak, aku tidak ingin seperti itu.

            Kembali ke Danau, perahu yang Kakek naiki sedang menuju ke dermaga. Ku lihat Dia terlihat senang. Dia banyak tersenyum, tertawa dan banyak bicara dengan teman Dokternya. Aku memasang senyum terbaikku saat perahu merapat. Mendekati mereka dan membantu Kakek turun dari sana.

            “Lihat apa yang kami dapat” katanya bangga. Dia mengeluarkan box dan terlihat tiga ekor ikan…aku tidak tau itu jenis ikan apa. Dua ekor berukuran sedang dan satunya lumayan besar. “Aku yang menangkap yang besar, bagaimana?” tambahnya lagi.

            Aku tersenyum menanggapinya

“Itu kebetulan yang bagus, Ikan yang besar memakan umpanmu” Sahut Seosangnim.

            “Ya mungkin saja begitu” kata Kakek masih tertawa “Oh, Apa Donghae sudah datang?” Dia merujuk pada Mobil Kyuhyun. Aku mengangguk sebagai jawabannya.

            “Baiklah, Aku harus menunjukkan ini padanya” Dia membawa box bersamanya ke dalam rumah, baru beberapa langkah Dia berbalik melihatku “Dan Hyura, Nanti Kau harus masakkan ikan ini untuk kami”

            Mataku melebar, panik .Aku tidak bisa memasak ataupun mengolah ikan. Membayangkan membersihkannya saja membuatku mengernyit jijik. Seosangnim terkekeh dan berjalan melewatiku sebelum aku memanggilnya.

            “Ada yang ingin kutanyakan” kataku padanya

“Tentu, Silahkan” sahutnya sambil melepas sarung tangan

“Sebenarnya bagaimana keadaan Kakekku? Apa penyakitnya sudah tidak bisa….” Aku tidak bisa melanjutkannya

            Dia menggeleng perlahan “Uhm Well, Dia tidak dalam keadaan cukup baik” desahnya. Dia berjalan lambat, aku mengikuti di sisinya “Presdir telah mengidap penyakit ini cukup lama, namun dia menolak untuk melakukan kemo” Dia melihatku sekilas “Kau tau, Efek kemoteraphy membuat kinerjanya akan berkurang drastis. Jadi dia terus menundanya hingga dia merasa tubuhnya tidak kuat lagi. Baru setelah itu Dia mendatangiku. Dan yang lebih parah aku tidak bisa melakukannya secara maksimal disini. Kau tau bagaimana Kakekmu kan? Dia tidak mau di bawa ke rumah sakit”

            “Apa spesifik dari efek kemotherphy?”

            “Itu di sebut ‘kemo brain’ Kakekmu akan merasa mudah lelah, lalu diikuti dengan kulit yang mengelupas, terkadang hilang ingatan atau kau bisa menyebutnya kepikunan, kebingungan, dimensia bahkan delusi”

            Aku berhenti menoleh ke arahnya ngeri “Separah itu?”

Dia mengangguk

“A..apa tidak ada yang bisa Kau lakukan? Pengobatan tradisional atau operasi misalnya”

            Dia mendesah pelan “Sudah terlalu terlambat untuk menghentikan penyebarannya, aku baru merawatnya kurang lebih lima bulan belakangan ini dan kondisinya terus menurun” Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan “Rasa sakitnya akan terus meningkat dan kita tidak bisa terus-terusan bergantung pada morfin”

            Aku menatap ke arah rumah, dadaku nyeri saat membayangkan Seorang Kakek tua menghadapi penyakitnya sendirian. “Apa Kyu…Maksudku apa Kakakku tau?” tanyaku berbisik

            “Ya selama ini Presdir selalu bergantung pada Donghae. Aku senang mendengar ada anggota keluarga lain yang mengetahuinya. Semakin banyak dukungan keluarga akan semakin baik”

            “Apa Dia akan bertahan?” tanyaku tercekat

            Seosangnim menatapku ragu sebelum menjawab “Sulit untuk mengatakannya. Tapi jika Dia melanjutkan pengobatannya secara rutin seperti sekarang mungkin Dia bisa bertahan tiga sampai enam bulan. Bisa jadi lebih buruk atau lebih baik, tidak ada yang tahu”

            Memejamkan mataku dan menggeleng pelan. Tiga sampai enam bulan? Apa-apaan ini?

            “Tidak bisakah kita membawanya ke rumah sakit? Mungkin disana kesempatannya lebih besar”

            “Aku dan Donghae sudah membujuknya, tapi Presdir tidak ingin mengundang perhatian. Dia memikirkan perusahaan kalian. Sahamnya mungkinnya akan turun”

            Aku mendengus keras “Saat seperti ini Dia masih memikirkan perusahaannya”

            “Sedikit saran dariku” Katanya lagi “Mungkin salah satu dari kalian bisa menemaninya disini. Sendirian tidak terlalu baik untuk psikis orang yang sedang sakit, Kau tau. Donghae tidak bisa selalu ada untuknya. Alangkah baiknya jika kalian berbagi tugas”

            Aku mengangguk mengerti “Akan kulakukan”

Dia tersenyum dan kami melangkah masuk ke dalam rumah.

***

Rumah ini memiliki dua kamar, satu ruang keluarga yang bergabung dengan ruang tamu, dilengkapi dengan perapian. Ada dapur kecil dan satu set meja makan minimalis. Ada tangga di dekat dapur namun bukan untuk ke lantai dua, itu akses untuk ke loteng, tempat kami menyimpan barang-barang.

Kyuhyun dan Kakek sedang bermain catur di dekat perapian saat aku dan Seosangnim masuk. Keduanya begitu serius hingga tidak menoleh sedikitpun.

“Akan kubuatkan minuman hangat” Kataku.

Seosangnim tersenyum sambil menggumam terima kasih, dia berjalan menuju perlengkapannya. Menarik kursi dan meja kecil ke sisi Kakek lalu mulai menyuntik dan memasangkannya ke tiang infuse. Kakekku sama sekali tidak terganggu, seolah hal itu sudah biasa di lakukan.

Aku meletakkan teko dan cangkir dekat mereka lalu kembali ke dapur, menatap lama ikan hasil tangkapan Kakek. Apa yang harus kulakukan dengan mereka? Memberanikan diri mengambil salah satu ikan yang lebih kecil, mencoba mengangkatnya namun begitu licin dan masih menggelepar di tanganku hingga terlepas lagi.

Ugh, aku benci Ikan!

“Harabeoji, bisakah kita memesan makanan saja untuk makan siang?” kataku setengah berteriak. Mereka bertiga menoleh kearahku sekilas sebelum memusatkan lagi pandangannya pada papan catur kecuali Kakek.

“Kau ingin pesan apa? Jarak dari sini ke kota cukup jauh Hyura-ya”

“Tapi…”

“Harabeoji” Kyuhyun memotongku “Giliranmu” Kakek tidak menggubrisku lagi dan sibuk mengurusi permainan caturnya. Aku memberengut. Sial.

Kembali pada Ikan, aku mengangkat boxnya ke meja dapur tepat di sebelah bak cuci. Ini hanya ikan sekarat yang tidak berdaya Park Hyura! Apa yang kau lakukan? Cukup angkat dan memotongnya, dia tidak akan menggigitmu.

Memejamkan mataku sebelum menurukan tanganku ke dalam box, mengambil yang pertama yang tersentuh tanganku, menggenggamnya erat agar tidak terlepas, menahan nafas saat benda di tanganku bergerak-gerak lalu meletakkannya dengan kasar ke bak cuci. Menghembuskan nafas kasar saat ikan itu terleas dari tanganku.

Bagus, sekarang tinggal membersihkannya. Aku begitu percaya diri saat mengambil pisau dari cabinet. Tapi sedetik kemudian Gerakanku terhenti begitu menyadari tidak tau dari mana aku harus membersihkannya. Atau bagaimana memotongnya.

Mengerang tertahan. Ugh, kenapa aku harus melakukan ini!

“Kemarikan” Suara berat menginterupsiku. Aku menoleh padanya kaget, Dia menggeser tubuhku menggunakan bahunya “Minggir” kemudian mengambil pisau dari tanganku dengan mudah. Dia menyalakan keran dan menggosok badan ikan sebelum membelahnya.

Aku melirik ke meja catur yang sudah kosong, kemana mereka semua?

“Kakek…”

“Lee Seosangnim mengantarnya beristirahat di kamar” sahutnya cepat.

“Oh begitu” aku melihat caranya memotong tipis-tipis daging ikan “dari mana ku belajar ini?” tanyaku

Dia melirikku malas “Apa kau tidak pernah pergi berkemah?” sindirnya tajam

Mengigit bibirku, ini tidak akan berakhir baik. Aku tidak ingin memperburuk hubungan kami. Mungkin Dia tidak nyaman berada di dekatku. Jadi aku mundur perlahan, beralih ke meja catur dan membereskannya. Aku melihat tas ransel Kyuhyun tergeletak di dekat perapian. Mungkin Dia berniat menginap, yang mana berarti aku tidak bisa tinggal disini juga. Padahal aku sudah membawa semua perlengkapanku untuk berakhir pekan disini. Mungkin lain kali.

Membuka pintu kaca di beranda samping lalu menutupnya. Angin yang menggigit langsung menerpa wajahku, tapi aku suka bau dari air danau. Ini benar-benar menyegarkan. Merogoh saku cardigan mengeluarkan ponsel menghubungi Siwon, sejak tiga hari lalu dia pergi ke Singapore dan baru sekali Dia menghubungiku.

“Hai Honey” sahutnya langsung

“Apa kau Sibuk?”

“Uhm Yeah lumayan, walaupun akhir pekan.Kenapa? Kau merindukanku?” tanya nya menggoda

Aku terkekeh “Hmm…ya, Lumayan”

Dia tertawa sebagai balasannya

“Apa Kau begitu senang?” tanyaku

“Kau tidak tau apa artinya teleponmu sekarang diantara kegilaan yang kuhadapi di sini” desahnya “Oh Ya, kau jadi menemani Kakek?”

“Ya , sekarang aku berada di rumah danau”

“Maaf, aku tidak bisa menemanimu. Tapi lain kali aku akan kesana dan menemanimu juga Kakek. Aku janji”

Aku tersenyum samar, Siwon memang selalu baik.

“Arasseo, cepatlah pulang. Jangan lupa makan dan jaga kesehatanmu”

“Tentu Nyonya Choi, Sampaikan salamku pada Kakek. Aku mencintaimu” dengan itu Dia menutup panggilannya. Aku masih tersenyum saat memasukkan ponsel ke sakuku. Berbalik ke arah pintu kaca, Kulihat Kyuhyun sedang menatapku dari balik meja pantry. Aku membuka pintu.

“Ada apa?” tanyaku

“Makanan sudah siap, Aku akan memanggil Kakek” katanya Dingin lalu menuju kamar Kakek. Aku melihat ke meja dapur, dia membuat sashimi lengkap dengan sausnya. Aku mengambil peralatan makan untuk empat orang lalu menyiapkannya di meja baru setelah itu menghidangkan makanan. Bersamaan dengan itu Seosangnim dan Kyuhyun keluar dari kamar Kakek. Dia berjalan ke arah pintu diikuti Kyuhyun,

“Seosangnim. Kau mau pergi?” tanyaku menghampirinya

“Ya, aku harus kembali ke rumah sakit”

“Tapi kami baru saja menyiapkan makanan”

Dia tersenyum lembut tangannya menepuk pundakku dan Kyuhyun “Kalian makan berdua saja” lalu matanya beralih ke Kyuhyun “Dan Kau ingat kan, apa yang kukatakan Tadi?”

Kyuhyun mengangguk “Ne Seosangnim. Kamsahamnida” Kyuhyun menunduk, aku mengikutinya. Setelah itu dia membuka pintu dan pergi.

Kyuhyun berbalik cepat kearah meja makan, mencari wadah menyisakan sedikit sashimi lalu memasukkannya ke dalam kulkas.

“Ikannya tidak akan segar lagi kalau kau memasukkannya ke kulkas”

“Nanti bisa diolah menjadi makanan lain, Kakek sedang tidur Aku tidak ingin mengganggunya”

Aku mengangguk mengerti lalu menarik kursi di meja makan dan mendudukinya. Kukira Kyuhyun juga akan melakukan hal itu, tapi Dia malah meleangos menjauh. Sebelum terlalu jauh aku memanggilnya.

“Kau tidak mau makan?”

“Aku tidak lapar” sahutnya tanpa melihatku.

Aku berdiri perlahan “Kau marah padaku?”

Dia menoleh sedikit tanpa benar-benar berbalik “Kenapa aku harus marah padamu?”

Menggeleng lemah “Aku….tidak tau—Tapi kau bersikap seakan-akan aku ini musuhmu. Kalau kau tidak suka karena ucapanku tempo hari, anggap saja aku tidak pernah mengatakannya”

Dia berbalik perlahan, rahangnya mengeras, matanya menatapku marah. Aku balas menatapnya bingung. Apa lagi sekarang? Apa aku berbuat salah?

“Kau tidak tau apa-apa Park Hyura” katanya di sela-sela giginya

“Kalau begitu katakan agar aku mengerti, jangan bermain teka-teki dan mendiamkanku, menganggapku seolah-olah aku ini musuh bebuyutanmu” kataku frustasi. Sungguh menyiksa Selama berhari-hari Dia memperlakukanku seperti ini.

“Bukankah itu lebih baik saat kita kembali ke awal. Saat Kau dan Ibumu begitu membenciku. Dulu Kau bisa menjalaninya dengan mudah. Jangan bersikap seolah-seolah Kau membutuhkanku” katanya tajam

Alisku bertaut, apa mengatakan perasanku yang sebenarnya membuatnya sebegitu marah hingga Dia ingin kembali memusuhiku? Entah kenapa hal ini melukaiku lebih dari seharusnya. Menelan gumpalan yang ada di tenggrokan sebelum sekuat tenaga membuka suaraku “Kembali dari awal?—Itukah yang kau inginkan?”

“Setidaknya begitu lebih mudah, setelah Kakek tiada Aku dan keluargamu tidak terikat apapun lagi. Aku yakin Kau cukup paham bahwa hanya Kakek yang menahanku tetap menyandang nama Lee Donghae—Kakak tirimu. Kenyataannya Aku bukan Kakakmu dan Kau bukan adikku. Bukankah selama ini Kau selalu menekankannya padaku?”

Aku menatapnya tidak percaya, tega-teganya dia bicara seperti itu. Bagaimana mungkin dia berharap Kakekku meninggal, orang yang telah mengambilnya dari panti asuhan dan merawatnya.

Memaksa menarik salah satu sudut bibirku “Kau benar, aku hampir lupa siapa Kau sebenarnya” aku berhenti dan menarik nafas, menatapnya sesinis mungkin “Penyelinap kecil yang di bawa tuannya dan dipaksa berbohong. Menghisap dan menempel seperti lintah. Dimana harga dirimu? Ahhh aku lupa, mungkin kau tidak tau apa artinya itu”

Rahangnya semakin mengeras, postur tubuhnya menegang matanya berapi-api seolah bisa membakarku hidup-hidup.“Jaga Ucapanmu Park Hyura!” katanya tertahan.

Dia menekanku maka Aku menekannya balik, Aku tidak mengerti kenapa dia begitu marah. Jika karena ucapanku waktu itu maka sebaiknya lupakan. Aku juga akan menikah dengan Siwon, lalu apa? Karena Aku tau dengan sangat jelas bahwa tidak ada kesempatan untukku.

“Sebaiknya Aku pergi” kataku cepat dan berbalik menuju pintu, aku mamutar kenop saat dia memanggilku. Aku berhenti namun tidak berbalik.

“Kakek menginginkan kita berdua disini”

Membuka pintu, tetap berjalan keluar tapi tidak benar-benar pergi. Mengeluarkan kunci mobil dan menekannya hingga bunyi ‘pip’. Masuk ke dalam mobil, menyetel music lalu menyandarkan kepalaku di sandaran jok sambil memejamkan mata. Merutuki diriku sendiri karena kebodohanku tadi. Bagaimana mungkin aku mengatakan hal seperti itu. Terdengar sangat kekanak-kanakan.

Tanpa kusadari aku jatuh terlelap, saat aku bangun sekelilingku sudah gelap. Perutku berbunyi keras, mengingat tadi aku melewatkan makan siang. Mengambil botol air diri jok belakang lalu menuangkannya sedikit ketanganku sebelum mencipratkannya ke wajahku. Dan meminumnya sampai perutku terasa kembung. Setidaknya dengan begini tidak akan mempermalukanku dengan bunyinya.

Aku melangkah keluar dan melihat lampu rumah pondok sudah menyala terang. Memasang senyum sebelum membuka pintu.

“Harabeoji” panggilku riang. Kakek dan Kyuhyun menoleh ke arahku, mereka seperti sedang berdiskusi serius di meja makan. Kyuhyun dengan laptopnya dan tumpukan kertas yang berserakan.

“Apa yang kalian kerjakan?” tanyaku masih dengan senyum palsu di wajahku

“Kemarilah cucuku” Kakek melambai dan menepuk bangku di sampingnya. Sedangkan Kyuhyun kembali fokus pada Laptopnya. Dia memakai kacamata dan terlihat sangat serius. Bolehkah aku membencinya? karena dia terlihat begitu tampan. Memaksa wajahku untuk tidak melihatnya dan hanya fokus pada Kakek atau bisa jadi Aku akan mempermalukan diriku sendiri dengan terus menatapnya sambil mengeluarkan air liur.

“Kyuhyun mengerjakan sedang memeriksa pekerjaanku dan pekerjaannya karena kemarin Dia menenamiku selama tiga minggu” jelas kakek.

Aku mengamit lengan Kakek dan tersnyum lembut “Bukankah sekarang ada Aku, Kau bisa mengandalkanku. Aku bisa bekerja dua kali seminggu di sini. Aku akan ke kantor saat meeting penting saja. Bagaimana?”

Kakekku tersnyum mengusap kepalaku lembut, saat seperti aku kecil.“Kau tidak akan kemana-mana Hyura-ya, perusahaan membutuhkan seorang pemimpin. Aku tidak akan membiarkannya kosong”

“Kita bisa mengatakannya pada Eomma. Aku yakin Eomma akan setuju”

Dia menggeleng lemah

“Wae?”

Kakekku ragu sejenak “Hmm Begini. Ibumu saat ini sedang dekat dengan seseorang yang kucurigai. Otomatis Aku juga tidak bisa mempercayainya”

“Orang yang kau curigai? Siapa Dia?”

Kakekku hanya tersenyum sebagai jawabannya “Bukan siapa-siapa”

Aku menatapnya curiga tapi setelah itu tersenyum kecut dan mengangguk, begitu juga denganku. Aku tidak ingin membicarakan soal kejelekan ibuku.

Saat menjelang larut aku mengantarkan Kakek ke kamarnya. Sebelum masuk ke kamarku aku berhenti menatap punggung Kyuhyun.

“Dimana kau akan tidur?” tanyaku

Dia tidak berbalik “aku bisa tidur dimana saja” sahutnya. Aku mencoba untuk tidak peduli dan masuk ke dalam kamarku. Tapi kenyataannya hingga menjelang subuh aku sama sekali tidak bisa tidur. Hanya memejamkan mata dan tidak kunjung terlelap. Mungkin karena aku tertidur cukup lama tadi di dalam mobil.

Terbangun, aku berjalan perlahan keluar kamar. Mungkin Kyuhyun sudah tertidur. Tapi dimana? Mengingat pondok ini sama sekali tidak memliki sofa panjang. Hanya satu set sofa single. Mungkin di lantai? aku tidak menyukai ide Dia tertidur di lantai.

Menutup pintu kamar sepelan mungkin, aku melihat cahaya api dalam kegelapan pondok. Melongok ke arah perapian. Kyuhyun tidur dengan posisi duduk dekat perapian dan kakinya ditumpangkan ke kursi lain. Tangannya terlipat didepan dada seolah memeluk dirinya sendiri. Aku kembali ke kamar mengambil selimut lalu kembali dan menyelimutinya.

***

Minggu yang sibuk setelah kembali pada realitas. Selalu seperti ini setelah akhir pekan. Awal Minggu aku sudah dikejutkan dengan beberapa keputusan Kakek untuk menjual dua anak perusahaan kami. Park Assurance dan Park Biotech. Alasannya karena dua perusahaan tersebut tidak memberikan keuntungan dalam lima tahun terakhir.

Tapi bukan itu masalahnya. Kedua perusahaan tersebut berada di bawah pengelolaan ibuku. Alasannya jelas karena ibuku menelantarkannya hingga berakhir seperti ini. Sedangkan Kakek memberikan perintah pada Kyuhyun untuk mengeksekusinya. Memberikannya kekuasan penuh atas kedua perusahaan tersebut. Membuat Ibuku benar-benar marah.

Saat rapat pagi ini aku hanya duduk di tengah dan berulang kali memijat keningku. Pihak Eomma dan pihak Kyuhyun bersitegang mengenai keputusan penjualan kedua perusahaan tersebut. Pertemuan ini berjalan alot dan tidak akan selesai jika Kakek tidak muncul. Dan aku tau itu tidak akan terjadi.

“Aku akan mencabik-cabiknya jika dia berani melelang saham Assurance dan Biotech” Geram ibuku saat semua orang di ruang rapat ini pergi. Hanya tinggal kami berdua.

Mendesah pelan “Eomma, ini sudah menjadi keputusan Kakek. Kyu—“ sial “ Donghae Oppa hanya menurutinya”

“Sejak kapan kau membela mereka? Bahkan saat rapat tadi kau sama sekali tidak membuka mulutmu untuk membantuku”

“Jika aku membuka mulutku maka jelas saham assurance dan biotech sudah ada di pelelangan sekarang” sahutku jengkel

“Park Hyura!” hardiknya

“Eomma! sadarlah! Ini keputusan Kakek! Dan orang tua itu tidak akan mengambil keputusan seekstrim ini jika kau becus mengurus kedua perusahaan tersebut!”

Dia melotot kearahku bersiap menyemburkan apinya tapi Aku buru-buru memotongnya “Aku disini berbicara sebagai bawahan langsung dari presdir! Bukan sebagai anakmu”

Dia menatapku kesal tapi tidak mengatakan apa-apa. Aku juga tidak ingin bertengkar dengan Ibuku. Itu benar-benar buruk, meskpun terkadang aku membencinya setengah mati tapi dalam hati kecilku aku tidak benar-benar bisa membencinya. Kenapa? Pertanyaan bagus, tentu saja karena dia ibuku.

Eomma berjalan lambat kearahku, matanya tidak pernah lepas dariku, telunjuknya menekan dadaku “Perhatikan posisimu sebelum membelanya. Dalam struktur aku masih atasanmu. Park Hyura!” Geramnya lalu pergi.

Mendesah berat. Hebat, dalam keadaan sekaratpun Kakek tua itu masih sanggup membuat keributan semacam ini.

***

Keesokan harinya setelah pulang kantor aku berkendara ke rumah danau. Mengunjungi Kakek di luar akhir pekan sama sekali bukan rencanaku. Meskipun aku yakin dia telah mendengar semuanya dari Kyuhyun. Tapi bukan itu yang kubutuhkan. Aku perlu bicara padanya.

Ponselku bergetar saat aku baru setengah perjalanan. Nama Siwon terpampang di layar lcd. Menekan tombol menerima dari sebelum menjawabnya.

“Ne Oppa”

“Kau masih di jalan?” tanyanya

“Eoh, waeyo?”

“Aku dalam perjalanan ke rumahmu, kau masih lama?”

“Bagaimana ini? Aku tidak pulang ke rumah malam ini. Aku sedang dalam perjalanan ke tempat Kakek”

“benarkah? Kalau begitu aku akan menyusulmu. Ada yang ingin kubicarakan pada Kakekmu”

“Ada masalah?” tanyaku penasaran

“Kau akan tau setelah aku sampai. Kirimkan saja alamatnya”

“Eoh arasseo. Akan kukirim melalui gps”

“Baiklah, sampai ketemu nanti” katanya lalu menutup sambungan.

Melalui jalan berkelok sekitar empat kilometer lalu ban mobilku keluar dari aspal, menandakan aku hampir tiba di pekarangan rumah danau. Sama sekali tidak terkejut melihat mobil Kyuhyun terparkir di sana. Yang kutahu dia lebih sering tinggal di sini daripada di rumah. Atau malah dia tidak pernah pulang sebenarnya. Jika aku menjadi dia akupun akan melakukan hal yang sama. Setidaknya disini tidak ada Eomma atupun aku.

Turun dari mobil, melewati jalan setapak berkerikil lalu undakan menuju pintu. Tanpa mengetuk aku membukanya. Aku berharap menemukan Kakek sedang bermain catur atau membaca buku seperti biasanya. Tapi ini diluar dugaan, Kakekku terbaring di kursi malas dengan mata terpejam dan infusan yang ada ditangannya. Kyuhyun duduk di sampingnya sambil membereskan beberapa obat-obatan asumsiku. Aku tau dia mendengarku tapi dia tidak mendongak.

Menutup pintu di belakangku lalu berjalan lambat “Apa yang terjadi?” tanyaku berbisik, namun cukup untuk di dengar Kyuhyun.

“Pagi tadi kondisinya menurun. Lee seosangnim baru saja pulang” gumamnya muram tanpa melihatku.

“Kenapa tidak di kamar saja?”

“Kakek bosan terus-terusan berada di kamar” jelasnya

Mengangguk mengerti, sealigus menyadari bahwa kunjunganku hari ini sia-sia. Aku harus segera menghubungi Siwon agar dia tidak perlu menyusulku kesini. Toh aku juga mau pulang.

“Oh ya Kenapa Kemari?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Seakan tersadar “Oh Uhm..itu, ada sesuatu yang ingin kubicarakan pada Kakek”

“Soal ibumu?” tebaknya

Mengangguk perlahan

Dia berdiri menuju cabinet dapur dan meletakkan kotak yang tadi dibereskannya. Berbalik ke arahku sambil menyandarkan pinggulnya di meja dapur, kedua tangannya masuk ke dalam saku celana.

“Sudah ku duga” gumamnya pelan.

Melewati Kakek aku mendekatinya dan berdiri di sebrang meja dapur “Apa tidak ada yang bisa kau lakukan? Eomma sangat marah, kau tau” kataku sepelan mungkin agar tidak mengganggu istirahat kakek.

Dia mengangkat bahunya “ini diluar kuasaku, assurance dan biotech sudah tidak bisa di selamatkan. Seandainya bisa itu bisa menelan banyak biaya dan tidak ada jaminan perusahaan itu bisa selamat melewati tahun ini”

“Maksudku tidak bisakah kau melibatkan Eomma dalam prosesnya, kedua perusahaan itu yang Eomma pertama kali tangani saat terjun di dunia bisnis. Dia yang berusaha mengembangannya lalu tiba-tiba orang lain ingin menjualnya. Setidaknya kau bisa memahami perasaannya”

“Jangan lupa, ibumu juga yang menelantarkannya hingga seperti ini. Lagipula Kakek bukan tanpa alasan menyerahkan tugas ini padaku”

“Jika kau melanjutkannya akan memperburuk hubungan keluarga kita” desahku

“Bukan urusanku, aku hanya menjalankan permintaan Kakek” sahutnya dingin.

Seperti menelan karma. Aku selalu mengatakan padanya bahwa dia bukanlah siapa-siapa, hanya orang luar dan bukan keluargaku. Sekarang berbalik, Kami bukanlah keluarganya jadi untuk apa dia peduli.

Mengangguk lemah “arasseo” gumamku pelan. “Aku pulang dulu” dia tidak menjawabku, berbalik perlahan menuju pintu. Tapi bersamaan dengan itu aku mendengar suara deruman mobil. Oh Sial, itu pasti Siwon.

Tiba-tiba Kyuhyun berjalan cepat melewatiku, dia mengintip ke jendela kecil dekat pintu. Lalu berbalik menatapku marah. “Kau mengundang tunanganmu?” daripada bertanya nada suaranya lebih terdengar menuduh.

“Dia bilang ada yang ingin dibicarakan dengan Kakek”

Kyuhyun mendengus kasar, tapi sebelum itu aku mendahuluinya membuka pintu, menunggu Siwon di teras.

Siwon mempercepat jalannya saat melihatku di depan rumah. Senyumnya begitu lebar, hampir sampai di undakan tangga dia malah setengah berlari lalu menunbruk tubuhku dan mengangkat tubuhku dan memutarnya “Ommo, Oppa…..”

Dia terkekeh, senyumnya begitu bahagia. Sepertinya ada sesuatu yang baik hingga di bisa sesenang ini. Dia menciumku cepat dan dalam “Honey, Kita akan menikah. Menikah.” serunya.

Dia menurukanku lalu melepas pelukannya. “Be..benarkah?” tanyaku setengah terkejut setengah tidak percaya. Secepat ini? Tidak tau harus senang atau sedih.

Dia mengangguk antusias “Ayahku setuju mengenai rencana pernikahan kita, kau tinggal menentukan tanggalnya.”

“Oh..Uhmm yeah, itu bagus sekali” memaksa tersenyum lebar, aku yakin akan terlihat sanagt jelek.

“sebentar” katanya. Dia merogoh saku jaketnya, kantong celana lalu menepuk-nepuk tubuhnya sendiri.

“Kenapa? Apa kau kehilangan sesuatu?”

“Oh Sial, pasti ketinggal di mobil. Tunggu sebentar”

“Tapi Oppa….” Tanganku terangkat menggapai udara. Dia langsung berbalik berlari kembali ke mobilnya tanpa menghiraukanku.

Pintu di belakangku terbuka tiba-tiba. Aku berbalik, Kyuhyun menutup pintu lalu menatapku dingin “Pergi dari sini”

“Apa?”

“Pergi dari sini Park Hyura! Aku ataupun Kakek tidak membutuhkan opera sabun yang kau mainkan dengan pacarmu”

“Kau ini bicara apa sih”

“Oh Ya sebelumnya aku harus mengucapkan selamat, Kau akan segera menikah” katanya sinis.

“Kau menguping?” aku tidak marah hanya sekedar bertanya.

“Suara kalian lebih keras ketimbang binatang malam disini, kurasa aku tidak perlu menguping”

Well, berhubung Siwon sudah datang jadi sebaiknya aku menunggu Kakek bangun. Aku harus mengatakan rencana pernikahan kami”

“Pergilah, kau bisa memberitaunya besok”

“Tidak apa, aku akan menunggunya”

“Pergi dari sini Park Hyura” geramnya tertahan.

Keningku berkerut “Kau mengusirku?”

“Ya”

“Kenapa?” bisikku, terluka dari seharusnya.

“Sudah kubilang kami tidak butuh drama disini. Kau bisa melanjutakan roman picisanmu di tempat lain. Tapi jangan disini!”

Aku tertawa hambar sebelum bicara “Aku tidak mengerti kenapa kau marah padaku, Sikapmu berubah drastis setelah aku…aku menyatakan…perasaanku” menelan gumpalan di tenggorokanku “Maaf, kalau itu membuatmu tidak nyaman. Aku…aku tidak bermaksud begitu”

Diam beberapa saat hingga akhirnya aku memberanikan diri menatap matanya. Dia masih terlihat marah dan juga…entahlah, mungkin tertekan atau terluka. Aku tidak tau mana yang jelas.

Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan sebelum bicara “Jika memang karena perkataanku waktu itu—Kau bisa menganggapnya tidak pernah mendengarku. Aku tidak ingin hubungan kita kembali seperti dulu. Perdamaian? Bukankah kau yang mengajukan usul itu padaku? Aku menginginkanmu seperti Cho Kyuhyun yang menganggapku seperti adik perempuannya. Maaf kalau aku mengacaukan segalanya. Tapi aku akan segera menikah, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi. Tapi kumohon, jangan bersikap seperti ini”

“Maaf tapi Cho Kyuhyun yang kau inginkan sudah tidak ada. Aku tidak bisa bersikap seperti Lee Donghae lagi”

“Apa?” tanyaku lemah, tidak mengerti lebih tepatnya.

“Bolehkah aku bertanya satu hal? Apa kau benar-benar mencintaiku Park Hyura?” tanyanya rendah.

Sesaat mataku melebar, tidak menyangka dia akan menanyakan hal itu. Mataku melihat ke berbagai arah asal tidak ke arahnya. Aku tidak sanggup dan malu.

“Kenapa? Kau tidak bisa menjawabnya?” katanya terkesan kasar dan tidak sabar.

“Kau sudah mendengarnya. Aku tidak perlu mengulanginya lagi” kataku pelan nyaris berbisik.

“Kalau begitu kenapa kau tidak memperjuangkanku dan malah ingin menikah dengan orang lain?”

Terkejut dengan ucapannya aku mendongak cepat “Apa?”

Dia menatapku tajam, menuntut “Kalau kau mencintaiku kenapa kau tidak memperjuangkanku?” katanya lebih gusar daripada sebelumnya “Kau menghancurkan pertahananku yang telah kubangun selama enam belas tahun hanya dengan satu kata! Kemudian kau meninggalkanku dan dengan mudahnya berkata untuk melupakannya” Dia mendengus kasar “Aku membencimu lebih dari yang kau pikirkan Park Hyura ssi. Karena itu pergilah dari sini dan bawa tunanganmu menjauh dari pandanganku!”

Aku membuka mulutku untuk mengatakan sesuatu tapi tidak tau apa yang harus kukatakan. Sekarang aku sadar, aku lebih mencintai diriku sendiri. Menyatakan perasaanku padanya tepat sehari sebelum pertunanganku. Kenapa? Karena aku tidak ingin penyesalan tertinggal dalam diriku. Setidaknya aku telah memberitaunya dan dengan begitu kukira jadi lebih mudah melepaskannya.

Apa aku pernah berpikir apa efeknya pada Kyuhyun? Tidak sama sekali, karena aku lebih mementingkan perasaanku, aku tidak ingin terluka dan sakit hati. Karena itu aku memilih Siwon yang jelas mencintaiku.

Lalu Kenapa aku tidak memperjuangkannya? Karena memang begitulah seharusnya. Aku tidak ingin menyakiti hati Siwon, lalu menyenangkan hati ibuku. Semuanya harus tetap berjalan pada jalurnya.

“Mianhe” hanya kata itu yang sanggup kukeluarkan. Berbalik perlahan lalu terpaku saat melihat Siwon berdiri tidak jauh dari undakan tangga. Sejak kapan dia disitu? Apa dia mendengarnya? Aku tidak bisa melihat ekspresi wajahnya karena dia berdiri di tempat gelap.

“Oppa….” Bisikku. Kyuhyun ikut menoleh saat mendengarku.

Dia berjalan lambat ke arahku. Sampai lampu teras menerangi wajahnya, banyak ekspresi terlihat dari sana. Tapi yang tergambar jelas adalah kecewa. Dia menaiki undakan tangga dan berhenti di depanku. Kedua bibirnya tertarik seolah benang telah terpasang disana.

Dia beralih pada Kyuhyun “Apa-apaan ini?”

“Oppa…” Aku memegang lengannya

Dia menepisku kasar “Jangan sentuh aku Park Hyura!” bentaknya

Tersentak, aku mundur selangkah

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya “Terserah kau mau mengartikannya seperti apa”

“Oppa, kita pergi dari sini eoh, kita bicarakan di luar” aku memegang lengan Siwon lagi.

Siwon tidak menatapku , matanya terus menatap tajam pada Kyuhyun “Singkirkan tanganmu Park Hyura” desisnya.

Aku tidak menurutinya “Oppa kumohon, kita pergi dari sini” aku merengek dan memohon-mohon. “Oppa…”

Kepalanya perlahan menoleh ke arahku, mata dan wajahnya memerah. Jelas aku membuatnya marah, kecewa dan menyakitinya. Tanpa sadar air mataku turun, Park Hyura kau sungguh tidak berguna. Bunuh saja aku karena hanya bisa menyakiti hati orang lain.

Dia menarik lengannya kasar dariku “Menjauh dariku!” dia mundur perlahan lalu berbalik pergi.

***

TBC

Hai…hai….. famiglia come back after three weeks ^^

ini waktu paling cepet yng bisa saya usahain, mohon maklum yah reader-readerku tersayang :* :*

seperti biasa saya mau ucapin terima kasih sudah berkunjung, baca n ninggalin jejak.

See yaa ^^

 

 

 

 

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

144 Balasan ke Famiglia [part 7]

  1. Angel_Cho berkata:

    Hiyaaaaa…. update!!! Stempel dulu eon ^^

    • Angel_Cho berkata:

      For God’s sake !!!
      Ya ampun eonni kenpa jadi rumit gini ?!
      Hah, tapi aku seneng pas bgian Hyura debat sama Kyuhyun soal perasaan nya.
      Dan entah kenapa aku jadi gak suka sama Hyura yang lebih mentingin diri sendiri.
      Dia ngaku soal perasaannya, tapi tunangan sama Siwon. Ck, cool sekali !!!
      Panteslah Kyuhyun marah, aku juga setuju sama usulan Kyuhyun yang katanya mau kembali kayak dulu–Hyura yang gak sama Lee Donghae.

      Yeah.. aku setuju!

      Biar hyura tau rasa gimana di cuekin sama Kyuhyun.
      Hah? Gak enak kan? Rasain loh!! Hahahahhaa XD

      Ayo eonni… semangat lagi nulis nya! Bikin Hyura dalam posisi serba bingung, yang dimana Siwon benci, dan Kyuhyun yang muak sama dia.
      waks! Pasti bakal seru banget hahahhahaha

  2. Angel_Cho berkata:

    Situ lagi hahhahhaaa

  3. revickasaskia berkata:

    lanjuttttt palliwa, kpn hyura sama kyu jadian nih haha

  4. adelcho berkata:

    Kyuhyun kayaknya punya rasa yg sama ke hyura. Hyura egois sih mementingkan perasaan sendiri. Kyuhyun sakit,dan siwon udah tau kalo hyura cinta kyuhyun. Apa yg terjadi setelah insiden itu ya

  5. ceo chua berkata:

    kenapa park hyura malah bertunangan ma siwon…….bukankah waktu itu hyura menyatakan perasaannya ma kyuhyun……kenapa hyura tidak menunggu jawaban dari kyuhyun malah bertunangan dengan orang lain…..pantas ja kyuhyun marah bgt ma hyura…..

  6. Hilda hidayah berkata:

    Serasa dikocok-kocok.. Hadooh.. Feel nya dpt bgt. Berasa nyata pisan. Naik turun. Napasku jd ga stabil gini.
    Awal’y kukira,pas hyura nyatain perasaannya kyuhyun bakal senang,trus ngasih smangat hyura bwt batalin ptunangan..taunyaaaa…. Benerkan,crita’y g gampang ditebak?!
    Ayo de author,makin smangat lagi ya lanjutnya!
    #puas_bgt_ga_sia_sia_nengokin_blog_ini_tiap_menit_swear_deh

  7. Lia puspita berkata:

    Konflik nya bener” seru banget apalagi sekarang hyura udah ketauan sama siwon terus kyuhyun juga sekarang dingin banget sma hyura,hmm kasian banget hyura nya,
    Eonni next part nya jgan lama” ya hhee

  8. Catherine/cheesy berkata:

    Why?!?!?!?kenapa berakhir kayak gini? 🙁 huhu konfliknya bener2 kereeen. Aduh aku ikutan sedih bacanya…. plis supaya dia sama kyuhyunnnnn huhuhu

  9. ranie_nie berkata:

    Kyuhyun jg mendem rasa ke hyura!! Horeeee.. tp kasian siwon jg sih dia udh terlalu baik ke hyura…

  10. pikaminj berkata:

    next!!!! arghh gregetan bgt…!

  11. restycho berkata:

    Ya tuhaaan siapapun klo d posisi kyu osti nyeseek liat cwe yg d cintainya tinggal stu rumah dg tunanganya hiks ,, iya bngeet sbnernya hyura cnta gk sih sma kyu ko rsanya gak mau prjuangin cintanya pd kyu mlah mau nikah dg siwon 😒 jdi hyura syang jan slahin kyu jga klo dy skrang mkin ingin pdmu ..

  12. Rosari90 berkata:

    Ceritanya semakin menarik… semoga pernikahan hyura siwon batal terjadi, hehe..

  13. yoon sena berkata:

    Tinggalin jejak dulu….

  14. ninepisces berkata:

    Spechless saya…

  15. hyun berkata:

    OMoooooooo… Kyuhyun nggak pinter kode2 sih, buahahaha.. Nyerangnya beraninnya belakangan..
    Ya ampun, happy bgt stelah liat ini judul ada di beranda sayahhh thanks mbak Ela Lusiana wkwkwk

  16. akyuikha berkata:

    Akhirnya yang ditunggu2 publish juga…

    Di awal-awal aku ngerasa kok semakin gini banget ya, maksudnya gak ada pengembangan di tokoh utamanya dalam hal ini Kyu dan hyura tapi makin kebawah aku cuma bisa bilang “oh gini ternyata..” pesan moralnya dapet banget tentang bagaimana dalam bersikap bahwa sebaiknya tidak hanya melihat dari satu sisi tapi banyak sisi, seperti hyura… dia menganggap bahwa dirinya benar, tapi tidak tahunya justru sikap yang dipilihnya itu adalah sikap paling egois…

    aaa aku suka banget… di tunggu sangat next nya ^^

  17. Ayuk berkata:

    whoaa.,makin seru dan bkin deg2an..next partnya ditunggu kak

  18. inet berkata:

    kirain hyura batal tunangan krn dy trnyata suka nya ma kyu…tp trnyata sbliknya…><
    stelah dgr smua obrolan kyu n hyura,siwon bkal ngelakuin apa ya???
    hyura gk peka,kyu jg trllu berbelit2..bkin greget dh,pdhl kykny prasaan hyura gk spihak doang…
    penasaran bgt ma lanjutannya…mdh2n cpt dbkin lagi,hehe…keep writing,authornim…dtggu bgt lanjutannya…fighting…^^

  19. kyukyukyuniw berkata:

    Hemmmmm kyuhyun sudah kuduga.
    Ahhhh complicated, dan smkin seru. Ayo siwon putuskan saja pertunangan kalian.

  20. Rhenol berkata:

    konfliknya benar2 tak terduga… Hyura kenapa tak maubmengakui perasaannya. Oh Kyuhyun harus menelan kekecewaan deh. Makin greget ceritanya makin buat penasaran.

  21. Tanti berkata:

    Haaaa apa yg bakalan terjadi nih klo dah begini

  22. Seyeon` berkata:

    Omooooo… Lanjut lanjut lanjuttt..

  23. syalala berkata:

    sayang bgt sama kyuhyun yampuuuuunn disini ketauan bgt sih kalo dia terluka. abis gimana… 16 tahun boong kalo kyuhyun gaada rasa sama hyura. tp knp ga jujur aja huhu pengen kyuhyun sama hyura aja. hyura harusnya sadar tp ah parahhhh sedih bacanya asli huhu ditunggu selalu lanjutannyaaaa kayanya udah mau selesei yah? huhu fighting!

  24. Lee kyuhee berkata:

    Setau saya dari cerita2 yang lain kalo manggil dokter itu uisinim, jadi waktu baca ff ini sedikit kagok… Maaf kalo salah. Atau kalo dokter pribadi beda ya?

  25. Dianelf berkata:

    annyeong eonni ,,prtma2 ff mu kerennn bgt eonni,gk nyangka klw hyura tnangan ama wonie oppa,pntesan kyu nya mrah ama hyura udh nyatain prasaan ke kyu trus tunangan ama won,next ny jgn lma2 yaaa

  26. chaca berkata:

    kyk nya kyuhyun jga suka sm hyura

  27. nuryani berkata:

    jadi kyu sebenarnya suka sama yoora tp dia diam aja trus siwon td dengar percakapan mereka… penasaran d tunggu nextnya.

  28. Widya Choi berkata:

    Nah loh kok jd ribet gini sih…hmm mkin yakin q klo sbnrny kyu itu cmburu am hyura n siwon..mk ny sikap dy brubh dingin am hyura. Aplg mrk akn sgra nikah..pdhl hyura jg bru nytain prasaanny am kyu.
    n skrg siwon udh tw smuany. Q jd pnsaran, kira2 mrk jd nikah g y

  29. ross berkata:

    huwaaaaaaaa ini benar2 tegang dagdigdug

    pantesan sie Kyu sifatnya begonoh lha dia jg berharap akan sesuatu hhhhh

    sie siwon oppa marah….oh no…..tapi juga berharap endingnya tar ama choKyuhyun kkkkkk

    moga kakek hyura cepet sembuh ye thor kkkk

  30. hyokwang berkata:

    tuh kan sebenernya kyuhyun itu suka sama hyura…hyura sama kyuhyun aja, dari pada terpaksa sama siwon… walau nanti nyakitin orang banyak…
    ditunggu lanjutannya 🙂
    semangat 😀

  31. iiz_leekim berkata:

    Waahhh siwon bakal batalin pernikahan dia sama hyura?

  32. lia berkata:

    aduh gmna nh kdepannya..
    jadinya hyura sma siapa yah..?? sma kyukyu aja yah,,, hehe

  33. uchie vitria berkata:

    hyura kamu tuh egois sok tahu sok berkuasa dan paling baik nyatanya dia sendiri yang bodoh
    egois pengen memiliki segalanya
    egois lebih mementingkan urusan ibunya yang diam” pengen ngancurin
    egois nganggap dirinya paling pintar tapi hasilnya nol
    apa sich yang mau diharapkan hyura sebenarnya kekuasaan perusahaan cinta atau apa
    kan sekarang bukan hanya kyuhyun ataupun kakek yang kecewa bahkan siwon pun akhirnya tahu dan kecewa juga
    mending semua wasiat kakek diberikan aja kekyuhyun semua biar hyura ama eommanya gk bisa berkutik
    ini part bikin aku bete ama hyura

  34. sukhwi berkata:

    ah baru sadar Hyura mempermainkan perasaan orang, kebayang perasaan siwon yang kini juga hancur setelah kyuhyun juga di buat sama..ga tau deh kedepannya gimana..keduanya udah sakit hati soalnya..

  35. vinni_cho berkata:

    makin rummiiiitttttt aja
    hah rasa nya serba salah
    kalo di perjuangkan perasaan nya itupasti bkal ibu nya itu murka
    dan gak tau apa yg akn terjadi
    dan sekarang kndisi nya seperti ini
    langkah apa yg akn di ambil hyura
    sebenar nya dia gak mau tapi karna keadaan yg mendesak dia jdilah bgini
    merelakan hati nya…

  36. Nur berkata:

    Apa yang akan terjadi setelah ini. Uhh penasaran. Miris dan kasihan. Ditunggu part next nya ..

  37. EunKyu berkata:

    Jadi tambah ribet nih….. Antara hyura sama kyu and siwon…… Kalo gini jadinya gimana bakal ama kyu atau siwon…… Ahhhh gk sabar lanjutannya…..

  38. nia novianti berkata:

    nie komen first aq kak….mklum sja ru th caranya ninggalib jejak….norak emng….
    akhirnya nongol jg nie ff….dah ku nantikan lma….
    hyura kau egois sekali ngungkapin perasaan ma kyu cma agr hati dy nyaman….besoknya mlah tunangan ma siwon…haiiii pa kbar nya tuh perasaan kyu klo gtu…pntesan za kyu jd bnci ma dy….emng dy pntes ko d gtuin….
    skrng siwon jg marah ma dy….wahhh hyura kau memang hebat…
    d tunggu next partnya kak…

  39. siti nss berkata:

    kyuhyun galau gt. hyura kenapa ga bsa memahami kyuhyun -_-

  40. KyuHyunCho_Pet berkata:

    Rumittt..
    Kalo lun kyu sama hyura pacaran, bakalan ttp ada konflik sama keluarganya kn??
    Bener2 rumit ini mah, next chap dtunggu

  41. Krysdha berkata:

    Ini lebih baik Deh..
    Soal’x,, Ini bs Buat jd alasan Siwon Ama Hyura Berpisah..
    Berharap Bgt..
    Kyuhyun Hyura Bisa bersatu..

  42. Shin cira berkata:

    ckckkckkckkckc

    ,kyuhyun hyua nyatu donggg

  43. lulu berkata:

    Hyura egois bngt, tpi kasian jga dy harus nikah karna tekanan dri kakeknya, kyuhyun ternyata suka jga sma hyura, mw mereka berdy jdian, siwon sma yg lain aja,
    Kasian sma kakeknya hyura, udh tua msih aja ngurusin perusahaan
    Di tunggu ka kelanjutannya, semangta lanjut ff nya…

  44. Choi Rinna berkata:

    Akhirnya update lg dan ini lebih cepet drpd biasa nya ><
    Sering2 publish cepet kak klo bisa n ada waktu 🙂
    Ini knpa jd makin rumit konfliknya?? Siwon denger lg td conversation nya kyuhyun n hyura,, dia marah besar pula, trus gimana ntar dgn rencana pernikahannya? Lanjut atau malah batal?
    Bingung ini ama sikap kyuhyun.. dipart2 awal dulu keliatan klo dia suka ma hyura, tp terkadang jg dia terkesan dingin, gk peduli,, trus ini td dari sikap n ucapannya keliatan lg suka ma hyura,, gw jd bingung, lu yg jls lah kyu, jgn plin plan –"

    Untuk next chapter nya ditunggu kak 😀
    Keep writing ^^

  45. Pearluhan berkata:

    Romance kyuhyun dan hyura mana? Pacaran dong kalo bisa menikah aja sekalian. Seneng banget ni ff di update. Mudah-mudahan next part juga cepat publish kalo bisa besok. Hahahahaha just joke dude.

  46. eunsoo93 berkata:

    Waaaah akhirnya ceritanya muncul wkwkwkw penasaran bagaimana selanjutnya sih siwon, kyuhyun itu kalo disuruh milih pasti gak mau milih salah satu tapi harus semuanya wkwkwkw moga lanjut dengan karya yg menarik lagi untuk part selanjutnya yaaa

  47. lilyanacallacho berkata:

    Hueee benerr ternyataa kyu punya perasaan sm hyura. Dan wow, 16 tahun??? Dr mereka kecil berarti ya….
    Semoga mereka jadian akhirnyaaaa

  48. chochocho berkata:

    Sebel ma hyura harus’a peka dikit napa? Abis blang suka eh besik’a tetep tunangan ma orang laen… klo tau ragu jangan diterusin dri awal kakek jga udah nanyain yakin gag??? Seneng jga siwon akhir’a tau walopun hrus t’sakiti… gag mo nebak karna pasti salah kkk abis ini gmana ya? Apa kakek jga denger tadi???

  49. atif309 berkata:

    hehe heboh sendiri waktu ngecek ternyata udah ada part 7 nya … wkwkwk
    waduh kok greget abizz .. kyuhyun cinta juga ternyataaa ..
    bener aja deh kali siwon nya tau … biar ngak bingung buat yuraa .. wkwk
    itu si kyuhyun sengaja bilang gitu apa gimana sih? sumfah aku setuju kalo kyu sama si hyuraa …
    tapi kasian sama siwonnn …. hmmm

  50. Cho hyuna berkata:

    Jd tu alsn kyu oppa brbh dingin.. Hyura ktrlaluan ce..

  51. Mira_MM berkata:

    Ak br mau ngamuk,apaa2an tu si kyu minta dia yg d perjuangkan..knp pula bkn dia yg memperjuangkn hyura..
    tapiiiii…
    stlh baca paragraf slnjtny..ternyata!!! kyu beneran ud ad rasa sm hyura selama 16 TAHUN!!!!!
    oh Ya Allah…
    siwon pake acara denger pembicaraan hyura n kyu pula lg.. tambah ruwet deh mslhny..
    tp bner jg si hyura it maen aman
    tp klo dy ga milih siwon lbh milih kyu.. ibuny n siwon bakaln kecewa..
    ga milih kyu..kyu yg kecewa..
    klo ak jd hyura.. ak lbh pilih kyu-lah..ak lbh milih org yg kucintai..dr pd ntar ak nyesel

  52. rahmi berkata:

    daebak.
    apakah kyuhyun tdk mencintai hyura???
    apakah siwon oppa mengetahui hyura mencintai kyu???
    akankah siwon ttp menikahi hyura stlh mengetahui perasaan hyura bknlah untuk????????

  53. inggarkichulsung berkata:

    Ternyata Kyu oppa jg suka Hyura, sama seperti Hyura menyukainya, dan semua pengakuan Hyura yg diutarakan kembali krn takut Kyu oppa tersinggung dgn perkataannya yg lalu dan ia ingin minta maaf agar Donghae aka Kyu oppa tdk marah lagi, sayangnya semua itu didengar Siwon oppa tunangan Hyura dan pastinya tersinggung krn yg ia th kekasihnya ini mencintainya juga, kasihan Hyura.. Ditunggu bgt kelanjutannya, smg kakek Hyura bs melihat cucu perempuannya ini bahagia jg

  54. julia berkata:

    Bagaimana ini? Apa ug akan dilakukan Siwon? Akhirnya semuanya ketahuan. Tapi aku ingin tahu bagaimana sudut pandang Kyuhyun. Author buat sudut pandang Kyuhyun donk…

  55. gamekyu54 berkata:

    oh my kyuhyun juga cinta ma hyura,tp hyura malah mu nikah ma siwon..
    gw aja sakit. hati pa lagi kyuhyun.
    aku pengen hyura ma kyuhyun,tp gmna ibunya hyura ..

  56. BabyBoo berkata:

    Udahlaahh nikah sama kyuhyun aja kenapa siiihhhhh;((

  57. zahra syifa berkata:

    g tw mst nyalahin siapa.. trlalu mengenaskan cinta mreka…tp setidaknya siwon udh tw tinggal nunggu siapa yg mw ngerelain siapa. kakek kebangun g ya td?

  58. lisamei berkata:

    pasti sakit banget jadi kyu, karna kyi sebenarnya juga mencintai hyura,,,
    hyura-ya putuskan aja pertunanganmu dengan siwon, hhm… dan perjuangkan kyu, kyu takut mengatakan perasaan nya karna dia takut sakit hati,kyu sadar akan posisinya…oh…kyu oppa yang malang…
    aq ngerasa haraboeji pura pura sakit, untuk membuat hyura dan kyu bersatu…
    semangat thor…

  59. Kimy Chee berkata:

    Kyuhyun baik tapi, kasian sama siwon 🙁 ah rumitlah, gak bisa nebak kelanjutannya

  60. kim vikyu_94 berkata:

    Hyura emang egois . Ughh kesel sendiri jadinya. Kyu pasti sengajaj ngomongin hal ini mesti ada siwon, dia pasti udah liat siwon. Gak bisa bela siwon juga, masih ragu kalo dia itu orang baik wkwkwk apaan deh ini 😀 . Ditunggu kelanjutannya authornim 😉

  61. anianiya berkata:

    Hyora ngak konsisten bangt masa dia udah nyatain cinta sama kyuhyun Eeeeh malah tunangan lagi sama siwon dan skarang mau nikah…

    waaah akhirnya siwon tau apa di mau btalin pertunaganya dan ninggalin hyora nanti???

    Apa kake hyora denger semuanya ngak ya???

  62. anianiya berkata:

    Hyora ngak konsisten bangt masa dia udah nyatain cinta sama kyuhyun Eeeeh malah tunangan lagi sama siwon dan skarang mau nikah…

    waaah akhirnya siwon tau apa di mau btalin pertunaganya dan ninggalin hyora nanti???

    Apa kake hyora denger semuanya ngak ya???

    Di tunggu part berkutnya yaaa…

  63. piyoELF berkata:

    gemes sama mereka berdua😆😆

  64. kyu vs hyun berkata:

    Ff bagus, suka semacam ff kaya gini. Good job. Pertahanin! gw suka style penulisan kaya gini, sudut pandang enak dibaca. High art~

    N.b : bikinin ff kyuhyun sama hyukjae dong miss hoon? Karena bertahun2 suka sama kyu gw jdi ga sadar ada org yang luar biasa kaya hyuk, hiks gw baru sadar sayang sama hyuk. Udah sayang juga eh malah ditinggal wamil. Gw telat banget sayangnya. Sedih

  65. eginachoi11 berkata:

    Ohhh ternyata kyuhyun udh suka dari dulu..duh tambh ruwet neh…

  66. niza berkata:

    ini nih kyuhyun karena efek jaim jdinya deh menahan prsaannya thd hyura dan hyura jg gak ada peka2nya sma skli thd kyuhyun. justru brtnangan dg pria lain sesaat stlh dia mngungkpkn prsaannya dan yg lbh parahnya mau mnkh.

    lalu skrg gmn klnjutn hbngn hyura dan siwon stlh kejadian siwon mndngr pmbcaraan mrka.
    putusin aja lah bang siwon hehehe.

  67. donghaecouple berkata:

    Bacana ud kmrn. Tp aq lupa ud comment ap blm,…
    ceritana mkin complicated… mkin seru
    kasian jg siwon,dy cinta na jg tulus. Jd mkin penasaran lanjutan na…

  68. fey berkata:

    bener yang diparagraf akhir…hyura tuh egois..tapi kebanyakan cewek pasti milih cowok yang jelas2 suka ama dia daripada yang gak jelas perasaannya kayak kyuhyun..hahaha
    sabar ya kyuu..paham laaah yang udah cinta segitu lamanya dan kudu ditahan2…
    semangat buat next partnya ya miss hoon..

  69. alkyblast berkata:

    Sebenernya ada sebuah pertanyaan mengenai siwon ‘apa dia bener2 cinta sama Hyura?’ tapi membaca ekspresi Siwon pas denger pembicaraan Kyu-Ra sih mungkin beneran yah. Dan ini udah masuk konflik. Ditunggu kelanjutanny 😀

  70. leekhom berkata:

    Hyura ada apa denganmu ?
    Ck sdh kyuhyun marah siwon jg marah ibu’a jg marah hadohh lengkap sudah :-D..
    Ya ampun kyuhyun gk nyangka loh 16th wkwk sejak pertama ketdmu kyk’a tuh pantesan kyu marah luar biasa ma hyura,hyura kurang peka sh -_-

  71. angelkim393 berkata:

    Kyu kasian bgt :'( sedih liat kyu kek gtu yah hyura jg KNP gtu JD tukang php :'(

  72. Dwi2 berkata:

    Wah daddy won marah…
    Lalu bgimana pertunanganx???
    Oh jd itu alasanx kyu ngejauhin hyura
    kkk terxata kyu sakit hati karna gk diperjuangin

  73. babycho berkata:

    Berarti kyuhyun udah suka sam hyura, ahhhh siwin denger semuanya tuh,
    Kasian kyuhyunnya

  74. tyafeyaya berkata:

    hyura tuh gmna sih??kasian siwon tp kyuhyun jg kasian..tuh emaknya hyura jg serakah amat..next next next..hehee

  75. david berkata:

    gw suka kosa katanya
    bagus+rapih
    konfliknya bikin greget !
    lanjutlan

  76. stevan_p berkata:

    bagus
    malah tambah runyem masalahnya hahaha
    kenapa si siwon kagak mau disentuh ama si hyura
    trus si kyuhyun juga kagak jelas perasaan nya
    tadi nyuekin
    sekarang minta diperjuangin
    kaya cewe aja ngerajuk nya hahaa

  77. nurbaiti.bay berkata:

    Hufh makin rumit aja.
    Dan hyura tidak peka sama sekali dengan perasaan nya.
    Apa setelah siwon tau dia masih ingin menikahi hyura atau dibatalkan penasaran nih dtunggu next part nya ya

  78. Han Cemunung berkata:

    buat selanjutnya biarlah hyura keder dengan perasaannya.milih perasaannya pake hati ato egonya buat hyura selamat menikmati kemurkaan siwon!!abisnya sebel bangets udah pHpin kyu..bilang cinta tapi tetep aja ngelanjutin pertunangannya dengan siwon.Sebenernya kakeknya hyura sakit beneran apa karena ada motif lain??
    tapi kalo hyura menjalin hubungan serius ama kyu pasti berat bangets rintangannya “eommanya” hyura pasto ngamuk dech.

  79. Selvi Nurjayanti berkata:

    jiahhh ini tuh cepet kak.. biasanya jga nunggu ber bul bul,bru nongol.. kgak papa kok pan orang pnya kesibukan masing”…

    duhh kyu lu knpa sih???
    ngomong dong ngomong.. jgn cma mrah doang…

    pikiranku kok ada ya orang kek hyura???

    konflik nih.. siwon woy#lambai”…
    apa rencana lu selanjutnya???

  80. entik berkata:

    whaaa gia gila jalan cerita nya makin berat buat aku, aku lebih setuju mereka ber3 gk jadi sama siapa pun, kyu, hyura, dan siwon tidak dengan siapa pun.

    dari pada saling menyakiti.

    aku gk tega dan rela siwon tersakiti.

  81. puput caca berkata:

    Ga kebayang gmn perasaan kyu…..hyura kau harus tegas mana yg kau pilih..

  82. Lovey denalisa berkata:

    tu kannn q dah nyadar napa ,,kenapa kyuhyun brubah???ternyata gittu..dia slama ini bertahan,bertahan ma prasannya tapi apa sesuatu yg dia tahan bakal utuh kalo hyura ternyata punya prasaanya yg sama????
    ooohh mayyyyy

    paham si ya klo jadi kyuhyun,juga paham jadi hyura,,,apa lagi siwon…
    nerharap yg terbaik…terbaiknya ya. kyuhyun ma hyura yg jadi satu

  83. Nayakun berkata:

    Waaah, complicated situation
    Baca part ini aku sedih liat kyu
    Dia menahan semua perasaannya, tp ga nyangka bagian terakhir siwon dgr
    Aah, ga bsa bayangin gmn next part cerita ini
    Hyura bnr” deh -____-

  84. Atika clalu ceria berkata:

    huft…
    Benar benar menegangkan.
    Semoga masalah keluarganya hyura cepat terselesaikan.aku berharap kakek masih di beri umur panjang,seenggaknya sampai hyura menikah.
    Sejujurnya aku lebih mendukung kyuhyun oppa jadi kakak hyura,supaya hyura punya tempat bersandar yang lebih mengerti dirinya.aku suka kyuhyun oppa sebagai pelindung.
    ini hanya mauku saja.Terima kasih eonni sudah mau lanjut kisahnya.
    aku senang,karna rasa penasaranku terobati.

  85. karensica berkata:

    Hihihi pengen jadi yg ke 100 komentar. Nunggu lanjutan ini ff.

  86. mind of clouds berkata:

    astaga TBC nya gk nguatin banget bisa dsitu… salut buat alurnya yang masih buat reader mati penasaran buat nungguin ff ini, jadi gk gampang nebak dengan mudahnya ntar nikah sama si kyukyu atau siwonie!

    oh ya, maaf baru bisa nyapa dan comment kak! #bighug

  87. Latuf berkata:

    huhah trik nafas…huahhh wonded denger x yh ..wichh ni mh gwat..bkl berntem x nih..pi gimnh ma c kakek klo denger orng rbut” tkutnya penyakit nya tambh prah…achhh wonded jngn gtu dong..kyuuuuuuuuu…ayo kyu lwan wonded kyu

  88. Chohiro berkata:

    Konflik nya makin seru, sbener nya hyura lbh milih kyu kan? Semoga iya.. Makin lama ff ini makin seru, g pernah bosenin.. Jujur sya pernah bca ff lain, tuk part berikut nya sya merasa bosen, tp tuk smua ff d sni sya bner bner suka, g ada bosen nya. Semangat saeng..

  89. rara berkata:

    siwon dengar smwny
    psti dy bkl mutusin hyura bneran nih
    kyuhyun cinta trpendam slma 16thn
    dy brusaha bunuh rasany
    tp stelah hyura blg suka sm kyuhyu. rasa itu mncul lg
    hyura egois nih
    pntesan kyuhyun mrh
    dy mw nikah sm siwon krn siwon cinta sm dy
    tp dy ngakuin perasaanny sm kyuhyun
    srasa d phpin nih
    ntar hyura bkl nikah sm siapay?

  90. tin berkata:

    keren!!!

    awalnya kaget pas liat ada chapter 7. kirain updatean yg lama, eh pas dibaca ternyata beneran chapter 7.. efek kelamaan nunggu chapter 6 hahaha..

    penasaran dengan seseorang yg dicurigai kakek, yg lagi dekat dengan ibunya hyura.
    trus sedikit curiga sama keluarganya siwon. kek ada niat terselubung gitu.. *apalah terkaan ini..

    trus pengen tau dong sudut pandangnya kyuhyun. sebenarnya apa yang ada dikepala dia selama ini.

    ga berani nebak atau nerka-nerka karena pasti bakalan melenceng jauh.. seperti selama ini..

    authornim, hwaiting!!!

  91. erlanysaskia berkata:

    Anjir makin pelik aja ya, siwon kasian ih udah disakitin berkali-kali:”’)

  92. Mochi berkata:

    kyuhyun gila…..
    seharusnya yang memperjuangkan cinta itu cowo. bukan nyuruh hyura.tapi kamu sendiri yang harus usaha pabbo…..
    seperti biasa. cerita akhirnya bikin greget. penasaran gila.buat jeonghoon-ssi, makasih ya updetnya gak terlalu lama. meskipun sempet lupa cerita sebelumnya.cepet updet lagi ya….

  93. khosinurohmah berkata:

    Halooo,saya pengunjung baru di sini: ). Saya udah baca famglia ep sebelumnya, tp baru komen, mian. Bagus ceritanya, perasaan si kyu udah mulai terungkap ini mah. Kyu udah lama yah suka ama hyura, daebak deh bisa nyimpen cinta selama 16 thn tanpa di ungkapin. nggk kebayang sakitnya kyu kalo liat hyura sama lelaki lain, padahal kyu duluan yg suka hyura. Ok, nice ff: )

  94. Gyuhi berkata:

    Mungkin niat hyura baik ga mau nyakitin siwon tapi tanpa dia sadarin dia udah buat kyuhyun lebih terluka. ceritanya semakin menarik, pengennya si kyuhyun bisa deket sama hyura melebihi ini.Semangat ya thor buat chapter selanjutnya

  95. nezarinda berkata:

    Niat baik yang salah jalan.. pantes aja kyu kecewa.setelah menyatakan cinta malah ditinggal tunangan gitu….mgkin selama ini kyu jg ada rasa…tp karena perannya dia tdk bisa bnyak bertindak apalagi sblmnya hyura benci bgt ma kyu…keren…..dtggu nextnya….

  96. DubbyBlue berkata:

    aaaaa yaampun! aku baru bacaaaa :-!
    kok ngeliat siwon marah aku malah seneng ya? hahaha tetep aja dalam hati berkomat-kamit hyura sama kyu aja hihihi lebih auuuww (?)
    selalu memuaskan eon. bener* memuaskan *apaini?*
    tapi apapun endingnya nanti. hyura sama kyu atau siwon atau malah sama namie (?) aku tetep nerima dengan pasrah. kalo sama kyu, berarti siwon aku yg nampung. kalo sama siwon, aku rujukan sama suami tercinta ku kyu. kalo sama namie? well— aku menang banyak dapet dua sekaligus hahaha

  97. Rhuky93 berkata:

    Kyu bukan siapa siapa so dia ga bs mertahnin sang wanita, ta kan?? Kyu hanya anak YG harus patuh.. Bukan Pubya kuasa sma sekali.

  98. vhiy zaza berkata:

    nah kyuhyun marah sama hyura karena hyura gak memperjuangkan dia, kenapa mesti marah si kyu, kenapa buan situ yang memperjuangkan hyura,,,
    tapi aku akui hyura egois si, karena yang dia cuma mikirin perasaan dia tanpa sedikitkanpun mempertimbangkan perasaan kyuhyun setelah pengakuan nya itu

  99. Cho youngie berkata:

    Annyeong q reader baru slam kenal.
    Bnar jga c apa yg dikatakan kyu,low hyura bner” cnta ma kyu harusny hyura mmperjuangkan cintany,pi kyu jga hrus sma” berjuang dia jga kenapa gk blas pernyataan cinta hyura.
    Ap siwon mndengar smuany.?mga aj itu bsa jd jlan buat kyu ma hyura.maav ak gk mmihakmu siwon oppa

  100. atif309 berkata:

    mbg nya juga d lanjutin dongggg … :v
    hihi tapi kalo ini mau diselesaiin(?) dulu juga okelahh :v wkwkwk pizz
    ini aku baca ulang lho min .. sebelum a udah pernah baca .. biasa ngecek ada ff baru apa engk :v

  101. azkia berkata:

    Poor kyu,stelah prnyataan cinta hyura pasti jdi lebih tersiksa lg. Sama2 saling mncintai tp g bisa bersatu,parahnya hyura akan segera nikah sma siwon. Dilema….
    Smoga next part soon y,pnasaran gmna kisah cinta segi 3 ini slanjutnya…

  102. nanaelsha berkata:

    Ahh tadi udah komen tapi error huhuhu yah intiny kyu kok mulai dingin lagi, kyu merasa ditinggalkan ya… kyakny kyu suka kan sama hyura soalny dlu jg kyu blang klo dia jga mau nkah sama hyura… semogaa update cepet yaa kak heheh

  103. Fanny_Park berkata:

    sangat amat mnanti kelanjutannya >.<
    teganggg sangattt :3

  104. rei berkata:

    authoorrr aku reader baru aku sukaaa ff ini kereennn ditunggu part selanjutnya 🙂

  105. Liamuliyana berkata:

    Fiuuhh… jadi makin complicated
    Hyura maupun kyuhyun sama2 keras kepala ga ada yg mau ngalah buat mengakui cinta…
    Sebenerny sma2 cinta tp entahlah yg ada d pikiran mereka itu… ya kalo cinta harusny berjuang sama2…
    Pliss bikin kyu sma hyura bersatu…

  106. rislianafebiany berkata:

    Huaaaaaa baru liaaaat akhirnya di post thor ku tunghu ya next partnya

  107. Mizfy berkata:

    Bikin gregetan sama sikap KyuRa sama2 cinta tapi gengsi & egois gak da yg mau ngalah memperjuangkan cinta,
    Hyura cari aman dengan memilihh Siwon org yang mencintainya, mengorbankan perasaanya sendiri,
    Kyu lebih milih diam mengalah merelakan cintanya buat Hyura demi menjaga perasaan kakek & karena dia sadar posisinya siapa di keluarga itu,

    Low jadi Kyu wajar aja sakit hati gimana gak ada cewek yg bilang cinta tapi sehari sebelum dia tunangan sama orang lain?
    “Sakitnya tuh disini..”

    Ditunggu next part, bakal gimana kelanjutan kisah KyuRaSi..

    Keep Writing Fighting!

  108. rianti berkata:

    ohh.. Jd ngrti skrg knp kyu marah. Y ia blg cinta tpi malah mau nikah ma org lain. Ckckck hyunra bkaln byk org yg terluka,. Kasian siwon jg si

  109. meyameylan berkata:

    grepppp rasa rasanya aq yg sakit hati feel hyura nyampe bgt. Masih banyak teka teki nya. makin penasaran ajaa

  110. Cho Sarang berkata:

    Kyu pabo…gimana hyura mau memperjuangkanmu sedangkan dia tak tahu sama sekali dengan perasaanmu padanya,apakah berbalas atau hanya bertepuk sebelah tangan. Tiba2 saja sikapmu berubah drastis kembali seperti sikapmu terdahulu setelah hyura menyatakan perasaannya padamu,bisa saja hyura mengira kalo cintanya tak berbalas jadi wajar bila dia memilih siwon yang jelas2 mencintainya di bandingkan dirimu yang tak jelas bagaimana perasaanmu kepadanya lalu dengan seenaknya saja sekarang kau menyalahkan hyura karena dia lebih memilih siwon dan tak memperjuangkanmu,kenapa bukan dirimu yang memperjuangkannya dan berusaha merebut hyura dari siwon ? Sekarang siwon tahu kenyataannya dan bisa ditebak hyura akan berada diposisi yang sulit karena pengakuanmu yang penuh emosi itu,gw benar2 gak ngerti dengan jalan pikiranmu kyu…kau ingin hyura tau dengan perasaanmu tanpa harus kau mengatakannya ? Kau pikir dia mslaikat yang bisa membaca isi hatimu ? Kau sungguh menyebalkan

  111. susi anty berkata:

    ahh siwon yg sabar y .keren bngt

    ff nya sampe bingung mau coment.next part nya ditunggu y kak.fightingg

  112. wiwiex lee berkata:

    Mian….baru koment skrg, saking penasarannya sampe bingung mo koment apa. hyura gmana sih, jangan nggantungin perasaan kyuhyun dong, bilangnya cinta eh..mlh tunangan n mo nikah ama siwon, gimana kyuhyun ga sakit hati coba? gilir
    an siwon tau yg sebenarnya marah jg kan dia, aq sieh pengennya hyura ama kyu sieh…lebih cocok aja gitu….ditunggu next partnya ya… hwaiting!!!

  113. phieea berkata:

    Jadi makin g terkendali.
    Kalo kataku sih ya, Kyuhyun sengaja mancing Hyura ngomongin masalah pernyataan perasaan biar Siwon denger deh. Dia kan g mungkin sepasrah itu…

  114. teenaclouds berkata:

    Waduuh ko jdi gni… hrusny kyu yg prjuangin hyura bkn mlh ngediemn hyura dan bkin dia salh ngrtiin sikp kyu yg cuek… Trus gmna itu sama Siwon yg udah tau prsaan hyura yg sbnrny ??

  115. Mrs.Donghae berkata:

    Nah kan, akhir’a ketauan jg sama Siwon isi hati Hyura yg sbnr’a!
    Walau menyakitkan tpi setidak’a Siwon jdi tau. Biar bubaran aja deh…hehehe

  116. ricassie berkata:

    Apa karena kyu sadar ga punya posisi d keluarga itu makqnya dy ga berani memperjuangkan hyura, justru hyura yg harus memperjuangkannya…
    Trus aq agak curiga sm siwon yg tiba2 mau nikah sm yura,, apa orng yg dbilang dekat dengan ibu nya hyura itu kluarga choi?
    Smoga hyura ga nikah sm siwon, aq pengen dy sm kyu…

    Aq penasaran sm kelanjutannya…

  117. LEA berkata:

    setidaknya kyuhyun harus memberi jwbn untuk perasaan hyura dan mereka bisa brjuang brsama2..
    kau juga salah kyu jdi jngan menyalhkn hyura..
    Oh kasian uri siwonie..sma aq aja deh hhh

  118. cynitiya berkata:

    sebenernya kyuhyun ama hyura itu sama2 salah
    hyura menyatakan perasaannya, itu bknlah sebuah kesalahan tp hyura menyatakannya pada waktu yg tdk tepat.
    kyuhyun skt hati pun jg bkn sebuah kesalahan tp kl aq liat kyuhyun udh pny rasa ama hyura sejak 16 thn tp dipendam krn hyura sempat membencinya dan ia jg menyadari posisinya di keluarga hyura, dan sebaiknya kyuhyun jgn menyalahkan hyura krn hyura br menyadari perasaannya hny saja waktunya tdk tepat.
    kalo sama2 suka knp tdk diperjuangkan bersama2 jg?
    siwon jelas2 pihak yg plg tersalikiti di sini.
    tp aq yg jls penasaran liat reaksi keluarga choi ama ibunya hyura stlh tau kejadian ini hehehe…..

  119. mitarashi8899 berkata:

    Kasian siwon ;( padahal udh cukup berkorban hyura nya juga plin plan sih… Aku penasarannnnn hyura ya tegas dan mantapin hati sih tapi…… Aku bingungggg

  120. nana berkata:

    siwon mendengar semuanya dan dia pasti kecewa,

  121. Shinc berkata:

    Annyeong hoon ssi~
    Huft… Setelah sekian lama ga berkunjung ke blog ini dan ternyata bikin kangen.. hihihi
    Maaf ya untuk postingan flamigia sebelumnya aku ga komen…
    Oh iya.. ini nick name baru ku.. yg sebelumnya aku lupa nick name ku apa di setiap komentar. kalau ga salah shin min atau min rin.

  122. nisa11 berkata:

    aku yakin pasti kyuhyun mencintai hyura dari dulu,tapi keadaan yang tidak bisa membuat kyuhyun menyatakan cintanya.
    haha kenapa aku senang yah mengetahui siwon mendengar percakapan mereka hahaa…
    #fighting

  123. nisa11 berkata:

    aku yakin pasti kyuhyun mencintai hyura dari dulu,tapi keadaan yang tidak bisa membuat kyuhyun menyatakan cintanya.
    haha kenapa aku senang yah mengetahui siwon mendengar percakapan mereka hahaa…
    #fighting ka

  124. Leevee berkata:

    hyura egois? iia… dya mkirin perasaan.nya sndri… tp itu jg krna dya ngga tahu prasaan kyuhyun slma enam belas tahun…
    uwwaa konfliknya makin rumit… feel.nya jd mkin dapett
    gmna kyuhyun sma hyura nantinya??
    siwon gmna?? >_<
    mkasih buat authornim…. ceritanya kerennnn… (y) 😀

  125. Hyerim berkata:

    Kyuhyun hyura mrka sama2 keras kepala, gk mau kalah.
    Dilihat dri sisi ini kasihan juga siwon, dy cinta mati ke hyura tpi hyuranya mlah cinta kyuhyun

  126. Deborah sally berkata:

    Mau tanya, chapt 10 udah ada?

  127. example6865 berkata:

    Konflik nya makin seru ajj

  128. oriiigamine berkata:

    knp kyu jg ga jujur ttg perasaanna ke hyura?
    kan jadi jelas klo gitu

  129. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  130. nabilauma berkata:

    pertahanan apa nih kyu? 😀
    makanya jujur aja sama hyura.

    si siwon ngambek tuh. moga aja hubungan siwon sm hyura udahan hahaha 😀

  131. nha_onk berkata:

    ohoho siwon tau
    tuhh kan bner klo kyu jg cinta sma hyura
    kya nya ini bnr2 konflik nya dehh

  132. yoongdictasticgorjes berkata:

    Makin kesini mkin seru ajh baca nya..sharusnya hyura prjuangin dia gx tau ajh slma ini kyu nahan prasssaan nya sndri

  133. Goldilocks berkata:

    OMG konflik dimulai… huah part ini angst banget. Kondisi kakek yang semakim turun. Sikap Kyuhyun yang berubah drastis. Perasaan Siwon yang kecewa. Hyura yang dilema~

    Emang sih ini salah Hyura yang gak bisa tegas sama perasaanya. Tapi aku juga gamau nyalahin Hyura sepenuhnya. Aku juga sedih liat Siwon diginiin, padahal dia tulus banget sama Hyura. Terakhir Kyuhyun, aku juga gamau nyalahin sikapnya–siapa sih yang gak sedih saat dia gak diperjuangin? Aaaaah baper u,u

  134. LeeHyun berkata:

    Siwon udh tau perasaan Hyura yg sebenarnya, kasian juga sih siwon dia pasti kecewa berat sma Hyura,apalagi dia taunya Kyu kakak tirinya Hyura …

  135. Elvvvvv berkata:

    Wahhhh ternyata benerkan kyu uda suka sm hyura dr awal? Slama 16thn? Omaygatttt. Dia berusaha mendem smpe akhirnya hyura ungkapin perasaannya juga. Tp hyura egois. Dia gatau doa ud ancurin kyu sm 1 katanya itu. Ini skua cuma krn salah paham.
    Kalo aku jd kyu aku jg marah. Kenapa hyura gaperjuangin kyu.
    Tp kalo aku jd hyura aku mikirnya. Kenapa hyura ungkapin itu krn dia mau kyu yg usahain dia disaat2 trakhirnya dia mo nikah am siwon. Iyakan???
    Aduhhh. Gmna dong ni eonni. Kasian siwon.

  136. esakodok berkata:

    gezzzzz…hyura..cewek ini mengerikan..dgn ego setinggi langit…jd pengen liat dia hancur krn trlalu cinta sama kyuhgyn

  137. Nurlaely D berkata:

    Hyura mnghncurkan prasaan dua laki2 sklgus,,,qu gk tega bnran….
    Brulang kali Siwon hrus kcwa krn sikap Hyura,,,

  138. Widya Choi berkata:

    Si hyura please deh jgn plinplan. Ksian mrk berdua. Kan jd ny brasa kyk d php in doank. Liat skrg jd mkin rumit kan. Hadeuhhh jd pusing pala barbie

  139. Park ni young berkata:

    Wah siwon marah kayaknya, apa dia denger semua yg d omongin hyura ma kyuhyun?? Next part

  140. Park ni young berkata:

    Wah siwon kayaknya marah deh, apa dia denger omongan kyuhyun ma hyura dari awal? Next part

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *