Famiglia [Part 6]

stb

Happy Reading N Sorry For Typho

@miss_hoon

***

Menjelang tengah malam aku tiba Di Seoul. Menyetir berjam-jam bukanlah keahlianku, tapi berhenti untuk beristirahat juga tidak akan membantu. Aku butuh pulang secepatnya. Tidak maksudku aku butuh seseorang menjelaskan hal yang terjadi selama aku pergi. Dan mendengarnya langsung dari ibuku merupakan jalan paling cepat, tapi masalahnya aku tidak tau dimana ibuku. Aku menghalau pikiran ibuku berada di tahanan kantor kejaksaan. Tidak, dia tidak boleh berada disana.

Memarkir mobil sembarang di pelataran rumah, Bukan lagi mengetuk tapi aku menggedor pintu rumahku dengan cara bar-bar. Bunyi suara kunci memutar dan sebelum pintu terbuka aku mendorongnya. Kim Ahjumah terhuyung ke belakang, wajah mengantuknya seketika terjaga saat melihatku.

“Agashi…” dia memekik, entah gembira atau ketakutan. Aku tidak peduli.

“Dimana Kakekku atau ibuku atau terserah… siapapun dari mereka berdua.

“Nyonya sedang tidur di kamarnya, Tapi Tuan besar….”

Oke itu cukup, tanpa menungu Ahjumah menyelesaikan ucapannya aku menuju kamar Eomma.

Berhenti di depan pintu kamar, mempersiapkan diri sebelum mengangkat tangan untuk mengetuk pintunya. Tapi belum sempat aku mengetuk, pintu di depanku telah terbuka. Mungkin Eomma mendengar keributan kecil yang tadi kuciptakan.

“Eomma” desahku lega. Bayangan penjara yang menjadi teman ibuku otomatis menghilang.

Eomma tersenyum tipis “Apa harus seperti ini baru bisa membuatmu pulang?”

“Apa?” kelegaan di wajahku menghilang.

“Ini lebih lama dari waktu yang kuperkirakan”

Dahiku berkerut sambil menggeleng “aku tidak mengerti”

Eomma membuka pintu kamarnya lebar, mengundangku masuk “Masuklah, kita sudah lama tidak tidur bersama”

Aku mengikutinya tanpa mengeluarkan suara. Eomma berbalik melihat penampilanku yang janggal. “pakaian apa itu? apa kau habis dari pemakaman?”

“Huh?” Aku melihat kebawah, terusan sederhana berwarna hitam ditambah stocking dan sepatu hitam. “Hanya—bukan apa-apa” menceritakan Donghae bukanlah hal yang tepat saat ini. Ada yang lebih penting ketimbang kematian kakak tiriku.

Eomma mendekat, menyentuh wajahku “Kau terlihat kelelahan, apa kau sudah makan?”

Apa aku sudah makan? Tentu saja belum. Makan menjadi hal terakhir yang kupikirkan saat aku menangis tidak karuan karena memikirkan ibuku dan Kyuhyun.

“Kukira ada yang ingin Eomma katakan”

“Tentu saja nak. Tapi sekarang bersihkan dulu dirimu setelah itu turunlah ke bawah. Setidaknya kau harus mengisi perutmu” Eomma menyentuh bahuku lembut sebelum melewatiku keluar, asumsiku dia pergi ke dapur, menyiapkan sesuatu untukku.

Aku kembali kekamar yang sudah berhari-hari kutinggalkan. Aroma kamarku yang terbaik dari semua tempat yang pernah kusinggahi. Menuruti ucapan ibuku, aku membersihkan diri, mengenakan pakaian yang diambil dari lemari, bukan dari tumpukan baju yang tidak terpakai. Asal kalian tau, aku mengemas pakaian untuk kabur dari tumpukan baju tersebut. Aku juga tidak mengerti kenapa, mungkin karena otakku sedang bergeser dan sekarang otakku kembali pada tempatnya.

Aku turun ke bawah memasuki dapur, bau omelette ayam kesukaanku langsung memasuki indra penciumanku. Tapi aku sedang tidak berselera makan. Mungkin dalam keadaan normal air liurku akan menetes tidak tau malu.

Eomma menoleh saat mendengar kedatanganku. Menyiapkan piring untukku lalu menaruhnya di meja makan “makanlah” perintahnya lembut. Sedangkan dia kembali ke konter dapur menyeduh teh melati.

Aku duduk di meja makan menatap omlette dan punggung ibuku bergantian. Eomma tidak pernah memasak lagi untukku semenejak dia memutuskan untuk bekerja.

“Kau tidak memakannya?” Eomma menghampiriku sambil membawa dua cangkir teh. Meletakkannya di depanku sebelum dia menarik bangku dan mendudukinya.

Aku mengangkat bahu “sebenarnya aku tidak terlalu lapar”

Wajahnya berubah kecewa “Sayang sekali”

“Kupikir kita perlu berbicara, aku tidak ingin menunda-nundanya lagi”

“Terus terang, dingin dan berani” Komentarnya

“Itu yang Eomma ajarkan padaku”

Eomma mengangguk setuju “Dan aku tidak pernah menyesal mendidikmu dengan cara seperti itu. Sekarang apa yang ingin kau dengar?”

“Bukankah Eomma harus menjelaskan soal ciuman—“ aku tidak bisa melanjutkna pertanyaanku, jujur saja mengingatnya saja membuatku jijik

“Aku tidak akan menjelaskan apapun soal itu” sahutnya cepat

“Apa?—Kenapa?”

“Dua orang saling menyukai dan mereka berciuman, apa yang harus ku jelaskan? Itu sudah sangat jelas Park Hyura”

Ibuku mengatakannya seolah-olah hal itu tidak berpengaruh bagiku.

“Dan sangat jelas itu berpengaruh untukku”

Eomma mendesah pelan “Ayahmu sudah meninggal, dan selama ini aku kesepian. Ayolah sesama wanita kau pasti mengerti”

Aku menggeleng keras “ Tidak, aku tidak mengerti”

“Kau memiliki Siwon Nak, kau pasti mengerti:

Aku menyipitkan mataku, memahami kata-katanya yang tersirat sampai aku membuka mulutku untuk mengatakannya tapi aku menutupnya kembali. Aku menggeleng tidak percaya “Apa kalian pernah…..” jika aku meneruskannya aku yakin akan muntah saat itu juga.

Eomma hanya mengedikkan bahu. Dan kuanggap itu sebagai jawaban iya. Sesaat aku melihat ibuku sebagai jalang tidak tau malu. Aku menarik nafas dalam menahan agar aku tidak meneriakinya.

“Baiklah, aku tidak ingin mengurusi kehidupan asmaramu dan kuharap kau pun begitu”

Eomma menggerakkan telunjuknya ke kiri dan ke kanan “ Itu tidak bisa sayang. Bagaimanpun juga kau pewaris PL Group, Siapa yang akan menjadi suamimu kelak akan sangat berpengaruh pada posisimu. Bisa menguatkan atau justru menjatuhkan. Kau tidak bisa membandingkannya denganku”

Mataku menyipit “Apa sekarang kita membicarakan soal perjodohon? Karena jujur saja aku tidak tertarik. Aku disini bukan untuk membicarakan pernikahan atau semacamnya”

“Baiklah kita melenceng jauh dari topic, tapi suatu saat kita harus membicarakan masalah ini”

“Terserah” kataku mulai muak. “Dan sekarang jelaskan, apa Eomma benar-benar melakukan penggelapan uang?”

“Ya dan tidak” sahutnya ringan.

Melihatnya seolah dia baru saja berbicara bahasa alien.

“Begini, aku melakukannya untuk memancingmu keluar. Menggunakan Donghae sebagai alatnya dan kau memakan umpanku”

“A..apa?—apa ini hanya permainanmu?” ” aku masih bingung sekaligus tidak percaya

“Tentu saja tidak Park Hyura. Aku tidak pernah main-main dengan apa yang kulakukan. Aku telah mempersiapkan banyak hal agar kau bisa mengambil alih kedudukan ayahmu. Dan kasus ini hanya sebagian kecil dari rencanaku”

“Aku tidak butuh bantuan Eomma. Aku akan mengambil hakku dengan caraku sendiri. Aku tidak butuh caramu yang licik” kemarahan meracuni ucapanku. Aku membencinya karena membuatku dalam posisi seperti ini, lihatlah apa yang telah dia lakukan dengan hidupku sampai aku harus melewati semua hal sialan ini. Air mataku mulai menggenang “tidak bisakah Eomma seperti orang tua pada umumnya?” kataku tercekat.

“Jangan mulai Park Hyura. Aku melakukan hal terbaik yang bisa kulakukan untukmu dan Berapa kali kubilang aku tidak suka melihat kau menangis!”

Mengusap kedua mataku kasar sebelum mataku menumpahkan cairan terkutuk itu. aku juga benci kenapa aku harus menangis.

“Terbaik untuk Eomma, bukan untukku” aku mengusap mataku lagi..

Eomma mendesah berat “Sayang” Dia menggapai tanganku lalu menyentuhnya. Mengenggamnya erat “Aku menyayangimu melebihi apapun. Aku ingin kau mendapatkan apa yang harus kau dapatkan, mengusahakan yang terbaik untukmu. Tidakkah kau bisa melihat itu?”

“Aku tau apa yang kuinginkan, biarkan aku mengusahakannya sendiri. Cukup lihat dan dukung aku. Hanya itu Eomma. Hanya itu yang kubutuhkan”

“Hyura Ini tidak akan mudah nak, Donghae seorang pria dan dia memliki kakekmu juga pendukung kakekmu yang cukup banyak”

“Apa ini kembali lagi pada Gender?”

“Seharusnya tidak, tapi kakekmu dan pengikutnya termasuk orang-orang kuno. Mereka tidak menyukai ide dipimpin oleh seorang perempuan”

“Apa yang salah terlahir sebagai perempuan? Aku akan merubah pemikiran mereka. Lagipula hanya aku satu-satunya keturunan kakek” dan orang tua itu tau benar dia tidak memiliki cucu lain selain aku. Tambahku dalam hati.

“Hyura, dengar…….” Eomma berhenti saat mendengar gedoran yang cukup keras di pintu depan. Mengingatkanku apa kulakukan tadi saat pulang. Kim Ahjumah tergopoh-gopoh berlari ke pintu depan. Eomma berdiri sambil melongok ke ruang depan.

“Siapa yang berkunjung malam-malam begini” gerutu Eomma lalu selang beberapa detik tersenyum sinis. Aku menoleh ke belakang. Kyuhyun berdiri di lorong pembatas dapur dan ruang tengah, masih mengenakan pakaian yang sama saat aku meninggalkannya tadi.

Well, lihat siapa yang datang” kata Eomma sarkatis.

Aku berdiri perlahan, Kyuhyun tidak mendengarkan Eomma. Matanya hanya terpaku padaku.

“Akhirnya tikus kecil yang pemberani kembali ke rumah”

“Eomma…” Keluhku.

“Hyura-ya, bisa kita bicara?” Kyuhyun benar-benar tidak menganggap kehadiran ibuku. Seharusnya Dia tersinggung, tapi kenyataannya tidak sama sekali.

Aku hendak membuka mulut tapi Eomma memotongku “Apa kau tidak melihat kami sedang berdiskusi? Atau kau bisa bergabung. Kita bisa menganggapnya sebagai pertemuan keluarga”

“Kumohon Hyura-ya, kau harus mendengarkanku” lagi-lagi dia tidak menggubris ucapan ibuku. Bibirku berkedut menahan senyum saat sekilas melihat raut wajah Eomma yang hampir meledak karena diacuhkan oleh Kyuhyun. Entah sejak kapan membuat ibuku kesal adalah hiburan yang menarik.

Alih-alih menolak aku justru mendekati Kyuhyun lalu mengangguk. Dia mendesah lega diikuti oleh suara ibuku yang memanggil namaku dengan nada tidak percaya.

Aku mengikuti Kyuhyun ke ruang tengah, dia berjalan di depanku. Baru sampai di bawah tangga aku menarik ujung kemejanya. Dia menoleh dan aku tidak sanggup menahan tawaku, aku tertawa sambil menutup mulutku, menghindari ibuku bisa mendengarnya. Kyuhyun melihatku seolah aku sudah gila.

“Park Hyura” Tegurnya

Aku berdehem setelah tawaku reda “Kita bicara disini?

“Apa menurutmu ini lucu?” katanya sedikit tersinggung

“Tidak, tentu saja tidak. Maafkan aku” kataku diiringi tertawa kecil.

Alisnya mengernyit tidak suka. Dia berbalik sepenuhnya menatapku serius. Menyilangakn tangannya di depan dada. “Apa disini aku berdiri seperti pelawak? Karena aku merasa tidak ada yang lucu sama sekali Park Hyura!” Oke dia mulai kesal.

“Apa kau tidak lihat ekspresi Eomma tadi?”

“Huh? Apa maksudmu?” dia benar-benar kebingungan

Melirik ke arah dapur “Sebaiknya kita tidak bicara disini” aku menaiki anak tangga dan meraih tangannya. Dia mengikutiku. Namun tangannya menarikku lebih kuat saat aku hendak membuka pintu perpustakaan.

“Kamarku” Gumamnya rendah sambil membawaku ke satu-satunya ruangan yang tidak pernah ku lihat di rumah ini. Tidak ada yang istimewa dari kamar Kyuhyun, bahkan bisa dibilang lebih mirip kamar tamu namun terlihat lebih maskulin dan tentu saja aroma tubuhnya memenuhi ruangan ini.

Aku melepas genggaman tanganku dan langsung berbaring di kursi malas, terletak di tengah ruangan, disisi kiri terdapat lampu tinggi dan meja kecil yang diatasnya terdapat tumpukan beberapa buku. Dia memiliki meja kerja yang besar dan rak yang di penuhi dengan Bindex.

Apa dia membawa semua arsip perusahaan kerumah?

“Hyura” suaranya menarik perhatianku. Dia berdiri canggung tidak jauh dariku. Lucu padahal ini kamarnya sendiri.

“Duduklah dimanapun kau suka. Anggap saja rumah sendiri” kataku.

Dia tersenyum sekilas sebelum melirik sepasang sofa yang letaknya dekat balkon atau bisa dibilang yang terjauh dari tempat yang kududuki sekarang. Kemudian Menimbang-nimbang duduk di belakang meja kerja sementara aku disini bukanlah pilihan yang tepat. Hingga akhirnya dia memutuskan duduk di tepi ranjang. Tempat terdekat denganku.

“Ku asumsikan kau sudah tidak se marah saat meninggalkanku tadi” katanya memulai. Menatapku sambil duduk dengan sedikit membungkuk, tangannya tergantung diantara kedua lutut.

Aku hanya mengangkat bahu menanggapinya. Sebenarnya Karena tertawa tadi aku jadi sedikit melupakan perasaan kesalku padanya

“Apa yang sudah kau dengar dari ibumu?”

“Dia belum menjelaskan apapun yang membuatku mengerti” sahutku jujur

“Baiklah, aku ingin kau mendengarnya dariku dan bukan dari orang lain atau bahkan ibumu, Sebenarnya….”

“Tunggu” potongku cepat “Bukankah kau berhutang maaf padaku?”

“Maaf?”

Aku memutar mata “Ya tentu saja. Membawaku menjauh dan mengasingkanku. Kau seharusnya meminta maaf padaku”

“Aku melakukannya demi kebaikanmu—Kita. Baiklah aku memang harus meminta maaf tapi bukan karena masalah itu. Aku meminta maaf karena tidak jujur padamu”

Alisku terangkat satu “Kebaikan kita?”

“Aku menyukai hubungan ini Hyura. Setelah apa yang kita lalui, Kau dan aku seperti ini, tidak ada lagi permusuhan, perang dingin dan semacamnya. Enam belas tahun kita saling membenci dan…. Aku ingin kita terus seperti ini. Perdamaian”

“Perdamaian?” Aku tertawa kecil “Istilah yang kau gunakan sangat tidak biasa”

“Ayolah” keluhnya “Aku yakin kau pun lelah”

“Satu pertanyaan” Tegasku, dia menunggu “bagiamana denganmu? Apa kau tidak lelah menyamar menjadi orang lain? Apa kau mau terus-terusan menjadi Lee Donghae?”

“Aku akan melakukannya jika memang harus” katanya mantap tanpa keraguan sedikitpun.

Aku membuka mulutku untuk mendebatnya namun kupikir aku tidak dalam posisi untuk menghakiminya. Itu pilihannya untuk memenuhi janjinya pada kakakku, pilihannya juga untuk hidup sebagai orang lain. Jadi aku hanya mengangguk.

“Jadi— apa kau setuju?” tanyanya

“Untuk?”

Dia mendesah pelan “Perdamaian Hyura-ya. Perdamaian”

“Tergantung bagaimana kau menjelaskan masalah ini, karena sejujurnya aku tidak mengerti peran apa yang kau mainkan dalam permainan ibuku”

“Sebenarnya ….” Dia mengambil jeda sebelum melanjutkan “Eomonim meminta bantuanku untuk mencarimu saat kita memutuskan keluar dari motel tempo hari. Ibumu tidak tau bahwa kau bersamaku, aku ingin menolak karena bagaimanapun aku pasti membohonginya” Kyuhuyn tertunduk

“Maksudmu dengan membohongi?”

Dia mengambil nafas panjang sebelum mengangkat kepalanya melihatku “Aku tidak ingin Ibumu menemukanmu” jawabnya hampir berbisik

“Kenapa?” tanyaku tak kalah pelan

Dia mendesah pelan“ Selama ini secara tidak langsung ibumulah yang membuat hubungan kita memburuk, Kau terlalu terpengaruh olehnya”

“Hanya—itu?” entah jawaban apa yang kuharapkan keluar dari mulutnya.

“Tentu saja aku ingin semuanya berjalan dengan benar dan semestinya”

“Apa maksudmu dengan semestinya?”

“Tidak ada lagi persaingan, permusuhan diantara keluarga. Aku akan mendukungmu sepenuhnya baik dirumah maupun di perusahaan. Karena memang itulah yang harus kulakukan”

“Maksudmu seperti saudara?” tanyaku hati-hati.

“Tentu saja”

Mendengarnya aku merasa kecewa dari seharusnya. Sikap Kyuhyun selama ini memang seperti kakak kepada adiknya. Tapi memangnya apa yang kuharapkan dari hubungan kami yang mustahil. Selamanya dia akan menyandang nama Lee Donghae. Dan bahkan dia tidak keberatan meskipun dia kehilangan identitas aslinya.

Aku menarik nafas panjang sambil tersenyum kaku “Jadi apa yang harus kulakukan mengenai kasus ibuku?” Tanyaku kembali ke topic

“Jangan lakukan apapun. Ibumu yang mengurusnya. Bahkan Harabeoji telah bertemu dengan teman jaksanya untuk mengurus kasus ini”

Aku mengangguk pelan seolah mengerti meskipun aku tidak merasa begitu. Aku kembali ke kamarku, tidur dengan mata menyalang. Pikiranku sibuk berlarian memikirkan kata-kata Kyuhyun, juga mengingat momen perjalanan singkat kami. Jujur saja aku menikmatinya, dan sekarang semuanya kembali pada posisi semula. Dengan perbedaan hubunganku dengan Kyuhyun mulai membaik. Tidak ada lagi persaingan kotor, perebutan kekuasaan, dan perang antar keluarga. Semuanya berubah seketika menjadi jauh lebih baik. Tapi aku sama sekali tidak senang, seperti masih ada yang mengganjal di hatiku.

***

Kembali pada realitas dan kenyataan. Aku memiliki setumpuk persoalan yang harus kuhadapi. Salah satunya yang sekarang berada di hadapanku. Pagi ini aku mendapatkan ponselku kembali dari Kyuhyun. Ternyata Selama ini dia yang menyimpannya. Aku juga tidak bisa lagi marah padanya toh semuanya sudah berlalu.

Saat menyalakan ponsel aku mendapatkan puluhan voicemail yang tidak mungkin aku dengarkan semuanya dalam satu hari. Siwon menjadi orang pertama yang kuhubungi. Aku mengajaknya sarapan bersama tapi Dia menolak dengan alasan sibuk. Jadi Kuputuskan untuk mendatangi kantornya. Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa tapi aku tau dia marah besar. Terlihat bagaimana sikapnya yang sangat dingin padaku.

Setelah Sekertarisnya menyajikan minuman untuk kami, Siwon menyandarkan tubuhnya di punggung sofa yang ada di kantornya sambil melipat tangannya di depan dada. Dia menatapku dingin “Bagaimana kabarmu?” tanyanya datar

            Aku tertunduk, mengigit bibir bawahku sambil Menautkan jari-jariku. Terlihat seperti anak kecil yang ketahuan bersalah. Dalam masalah ini aku memang sepenuhnya bersalah.

            “Mianhe” kataku rendah

            “Kau bilang apa?” tanyanya jengkel

            Menarik nafas panjang sebelum mengangkat wajahku menatapnya langsung. Setidaknya aku harus meminta maaf dengan cara yang benar. “Maafkan aku. Aku yang salah, aku benar-benar minta maaf. Oppa” aku berhenti sejenak, dia menunggu “Selain maaf, aku tidak tau harus mengatakan apa lagi. Aku juga tidak ingin mencari alasan tapi Saat itu aku benar-benar dalam situasi yang sulit”

            Dia menatapku cukup lama tanpa mengucapkan apapun, kemudian dia memajukan duduknya sambil menatapku serius “Sebenarnya apa arti diriku untukmu?”

            “Huh?”

            Siwon tersenyum miris “Aku tidak merasa kau menganggapku sebagai kekasihmu. Kau menghilang tiba-tiba tepat di hari aku ingin mengenalkanmu pada orang tuaku Park Hyura. Tanpa kabar dan tidak bisa dihubungi. Tidak ada orang yang bisa kutanya, tidak ada yang tau keberadaanmu. Kau tau seberapa kalutnya aku?” dia menegakkan tubuhnya menatapku keras “Aku tau kau wanita mandiri, keras kepala dan bukan orang yang mengandalkan bantuan orang lain. Tapi—Ya Tuhan, aku ini kekasihmu.Apa kau tidak bisa bersikap lebih terbuka padaku? Aku bahkan tidak tau apa yang sedang kau hadapi sampai aku melihat berita mengenai ibumu. Kau tau apa yang kupikirkan saat itu?” Siwon menelan ludah kasar, seolah menelan kepahitannya. Aku tidak tau aku melukai perasaannya sampai seperti ini

Sesaat wajahnya terlihat kusut dan—sedih. “aku benar-benar tidak mengenalmu, kau membuat dirimu jauh dari jangkauanku Hyura-ya” tambahnya lemah

            “Aku minta maaf, aku tidak bermaksud…. Kau tau, aku tidak… sama sekali tidak ingin melukaimu. Aku menyayangimu”

“Apa Kau mencintaiku?”

“A..Apa? Ke.. kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu?”

Dia memejamkan matanya sesaat, dan matanya benar-benar teluka “Aku tidak tau apa yang sebenarnya kau harapkan dari hubungan ini. Atau— mungkin Lebih baik kita akhiri”

Air mata menusuk mataku, putus cinta selalu membuat pelakunya menderita di luar nalar. Perubahan dalam suatu hubungan apapun tersebut ke arah yang buruk tentu tidak menyenangkan.

Aku menelan ludahku kasar “K..kau, ingin mengakhirinya?”

Dia tidak menjawab dan justru tertunduk membuatku yakin memang itu yang dia inginkan. Kepanikan melandaku. Tidak, aku belum siap ditinggalkan. Jika memang harus berpisah setidaknya aku harus mempersiapkan diriku.

“Kau tidak memaafkanku?”

Dia mendongak melihatku nanar, seperti ini juga bukan hal mudah baginya.

“Apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkanku Oppa, Aku…. Aku tidak siap….aku…”

“Kau benar” potongnya “Aku belum memaafkanmu, aku begitu marah padamu dan diriku sendiri. Aku merasa—Seperti ada yang salah pada hubungan ini. Aku tidak tau apa kita masih bisa memperbaikinya Atau….”

“Oppa” Potongku cepat. Bangkit berdiiri dan duduk di sisinya. Menangkup wajahnya untuk melihatku “aku tau aku salah. Aku minta maaf. Katakan padaku apa yang harus kulakukan untuk memperbaiki semuanya. Hanya jangan pernah mengatakan—untuk mengakhirinya”

Dia diam sesaat seperti menimbang-nimbang sesuatu. Lalu memegang tanagku yang masih berada di pipinya kemudian mengenggamnya “Aku tidak tau ini berhasil atau tidak. Tapi aku ingin menikahimu.”

“Ne?”

“Menikahlah denganku Hyura-ya”

Mulutku terbuka, terkejut lebih tepatnya. Aku tidak pernah berpikir dia akan menyinggung masalah pernikahan. Menikah menjadi urutan kesekian bagiku, perjalananku masih panjang, aku masih muda dan masih banyak hal yang ingin kulakukan sebelum menikah.

Aku menarik tanganku dari genggamannya kemudian membuang mukaku menolak untuk menatapnya.

“Kau tau persis apa yang terjadi padaku dan pernikahan” sahutku datar “Dan aku belum siap untuk menikah”

“Aku tidak memintamu untuk menikahiku besok. Tapi aku butuh mengklaim bahwa kau milikku”

Aku menelengkan kepalaku melihatnya bertanya-tanya.

“Dengar, Aku ingin orang tuaku mengenalmu, begitu juga dengan keluargamu. Setidaknya secara resmi Aku ingin semua orang tau bahwa kau kekasihku”

Aku mengangguk mengerti “Arasseo, maaf minggu lalu aku merusak acara kita. Aku akan menemui orang tuamu”

Siwon mengangguk setuju dan mengambil tanganku lagi “Kita bertunangan, bagaimana?”

“A..apa? tidakkah ini terlalu cepat, bahkan hubungan kita belum ada satu tahun” entah mencarai alasan atau apa tapi bertunangan sama mencekiknya dengan menikah. Aku menyukai hubunganku saat ini dengannya dan belum berniat mengganti status kami dalam waktu dekat.

”Tapi kau sudah mengenalku sejak lama Hyura-ya”

“Ta…Tapi…..” aku menggigit bibir bawahku, kehabisan kata-kata.

“Jangan katakan kau takut berkomitmen”

Aku menggeleng keras “Tentu saja bukan itu. Tapi… status kita mungkin akan mempengaruhi posisiku” kataku beralasan. Aku tidak sepenuhnya berbohong. Meskipun Kyuhyun sudah mengatakan akan membantuku tapi keputusan tetap berada di tangan Kakek.

“Untuk masalah itu aku sudah memikirkannya. Aku akan membicarakannya dengan Ayahku, sebisa mungkin perusahaanku akan mendukungmu sehingga bisa menguatkan posisimu”

“Kau yakin tidak apa-apa?” tanyaku ragu.

Dia mengagguk “Ayahku pasti senang bisa membantu calon menantunya”

Tidakkah aku terdengar seperti memanfaatkan kekasihku sendiri? alih-alih menolak aku justru mengiyakannya.

Dia tersenyum lalu mengecup keningku seperti biasanya.

***

“Tunangan?” Nammie menatapku terkejut. Dari sekian banyak masalah dan pekerjaan yang sudah kutinggalkan berhari-hari selama kepergianku, kami malah membicarakan hal ini.

Aku mengangguk lemah

“Bukankah kau bilang kau di jodohkan? Lalu kenapa sekarang tiba-tiba ingin bertunangan?”

Aku mengangkat bahuku lesu “Berikan apa yang harus kukerjakan” kataku mengalihkan topic.

“Hey, jangan mengalihkan pembicaraan”

“Aku tidak ingin membicarakannya Han Nammie ssi” kataku malas.

Dia hendak membantahku saat pintu ruanganku di ketuk. Kami berdua menoleh ke arah pintu. Lalu aku menatap Nammie bertanya-tanya. Sedangkan dia hanya mengendikkan bahunya sambil menggeleng.

“Masuklah” kataku akhirnya.

Pintu terbuka dan kepala Kyuhyun menyembul “Apa Kau sedang sibuk?”

“Tidak, masuklah” sahutku.

Kyuhyun membuka pintu lebih lebar namun dia tetap berdiri di sana “Mau makan siang denganku?” tawarnya

Tanpa sadar senyumku mengembang kemudian mengangguk. Dia membalas senyumku, aku berdiri menghampirinya lalu dia menyingkirkan tubuhnya dari pintu memberikanku jalan sebelum dia menutup pintu kantorku. Meninggalkan Nammie yang terbengong-bengong melihat kami.

“Kau lihat ekspresi asistantmu?” tanya Kyuhyun sambil menahan senyum. Kami masuk ke dalam lift lalu dia menekan lantai basement. Tempat kami memakirkan mobil.

“Dia akan memberondongku seperti wartawan setelah kita kembali ke kantor nanti” sahutku pura-pura kesal.

“Kau tidak harus menjawabnya”

“Dan dia tidak akan berhenti”

Kyuhyun terkekeh, bersamaan dengan pintu lift terbuka. Dia berhenti setelah keluar dari lift.

“Kenapa berhenti?”

“Mobilku atau mobilmu?”

“Aku tidak membawa kuncinya” sahutku jujur.

Dia terlihat kecewa sesaat namun buru-buru menutupinya dengan seolah tidak peduli “Baiklah dengan mobilku” dia membimbingku menuju mobilnya, membukakan pintu untukku sebelum masuk ke dalam balik kemudi.

“Bagaimana hari pertamamu? Apa terjadi sesuatu?” tanyaku membuka pembicaraan.

Dia mengangkat bahu acuh “Sama seperti biasa. Tidak ada yang istimewa, Yuri menanganinya dengan baik selama aku pergi”

Aku mengangguk

“Oh ya Besok ibumu akan di panggil ke kejaksaan begitu juga dengan kakek. Tapi kau tenang saja, mereka datang hanya untung membersihkan nama perusahaan kita”

“Bisa kau jelaskan lebih detail peranmu dalam menuduh ibuku?”

Dia melihatku sekilas sebelum mendesah dalam “Aku memberikan data palsu pada tim audit dan meminta mereka langsung memprosesnya secara hukum”

“Data palsu?”

Dia mengangguk “Ibumu sendiri yang memintaku. Seperti yang kukatakan kemarin, dia memintaku membantunya untuk menemukanmu”

“Aku tidak tau kau bisa menuruti permintaan ibuku” kataku setengah meledek

Kyuhyun diam sesaat, seperti kebingungan harus mengatakan apa sampai dia mengendikkan bahunya “Well, itu pertama kalinya dia memohon padaku”

Aku merubah posisi dudukku langsung menghadapnya “Eomma memohon padamu?” Tanyaku sedikit terkejut . Ini sangat jarang terjadi, atau bahkan tidak pernah “Apa yang dia katakan?”

“Bukan hal yang menarik, sama seperti seorang ibu yang panic saat kehilangan anaknya. Seperti itulah kira-kira”

Aku berdecak “Kau tidak ingin membicarakannya”

Dia melirikku malas “Sebenarnya apa yang ingin kau dengar?”

“Semuanya. Apa yang ibuku katakan lalu apa jawabanmu”

Dia menggeleng pelan “wanita” gumamnya rendah namun aku masih bisa mendengarnya.

“Ayolah” bujukku

Dia mendesah kasar “Kau ingat Saat aku mengikutimu masuk ke dalam mobil?—ibumu sudah menghubungiku dan meminta untuk menghubunginya jika aku melihatmu. Dan seperti yang kau lihat aku tidak memberi taunya tapi justru aku mengikutimu” Dia melirikku lagi “Hingga beberapa hari kau menghilang sepertinya ibumu putus asa dan menggunakan cara seperti itu untuk memancingmu keluar. Begitulah kira-kira”

“Kenapa harus kau?”

“Karena Ibumu tau kau membenciku, dia berpikiran kau akan muncul jika itu juga berkaitan denganku” Kyuhyun memakirkan mobilnya di tepi jalan dan mematikan mesin. Dia menoleh ke arahku “Tapi lihat, setelah mendengarnya kau langsung pergi tanpa menoleh lagi ke arahku” dia tersenyum kecut “Ibumu sangat memahamimu Park Hyura”

“YA….” Protesku terhenti saat tangannya mengusap kepalaku lembut lalu tersenyum “Ayo Turun, aku kelaparan” dengan itu dia melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil. Aku mengikutinya. Kyuhyun menuju café kecil dipinggir jalan.

Memesan makanan dan kami melanjutkan obrolan kami. Apapun yang bisa kami bicarakan. Mulai masalah pekerjaan, rekan kerja dan sedikit menyinggung soal keluarga. Terkadang kami saling mengejek atau menggoda satu sama lain. Aneh tapi menyenangkan. Sudah lama aku tidak merasa seringan dan senayaman ini.

Aku mengatakan padanya bahwa aku suka mengerjai Yuri dan dia bilang dia bisa membalasnya pada Nammie jika aku terus menyulitkan bawahannya.

“Ya! Apa kau begitu menyukai bawahanmu?”

“Kau tau memilih rekan kerja sama seperti memilih pasangan, kami harus memiliki visi dan misi yang sama. dan itulah yang kurasakan pada Yuri. Kami memiliki kesamaan pada pekerjaan”

Aku menyipitkan mataku “Apa kau tidak terdengar seperti bos yang menyukai sekertarisnya”

Kyuhyun menatapku tidak setuju “Menyukai dalam hal pekerjaan, tidak ada yang lebih dari hubungan kami”

Aku memutar mata “Untuk saat ini”

“Untuk saat ini dan seterusnya!” dengusnya sebal

Aku mengangkat bahu pura-pura acuh dan melanjutkan makanku, meskipun sebenarnya aku mati-matian menahan senyum.

“Pagi tadi aku tidak melihatmu”

Aku mendongak “Huh?”

Dia mengambil serbet lalu mengusap ujung mulutku “Aku tidak melihatmu tadi pagi di rumah” aku mengambil serbet darinya dan mengusap mulutku sendiri

“Ah aku berangkat lebih pagi”

Dahinya berkerut “Tapi aku tiba lebih dulu di kantor”

Aku menunduk menatap makananku “Aku bertemu Siwon”

“Lalu?”

Aku mantapnya dari balik bulu mataku, melihat reaksinya namun tidak ada yang berubah seolah aku membicarakan menu sarapanku pagi ini. Meskipun aku tidak tau apa yang kuharapkan.

“Dia marah” Kataku Akhirnya

Kyuhyun mengangguk “Aneh kalau dia tidak marah”

“Ini semua gara-gara Kau”

“Apa?—Enak saja. Kau yang kabur kenapa aku yang disalahkan”

“Ini tidak akan terjadi jika kau tidak menyembunyikan ponselku. Setidaknya dia tidak akan semarah itu jika aku menghubunginya”

“Jika kau berniat menghubunginya sejak awal kau pasti menghubunginya seperti yang kau lakukan pada Nammie”

“Oh Yeah, kau pikir saat itu aku masih memikirkan keberadaan kekasihku”

“Memangnya apa yang kau pikirkan?”

“Aku—“ Aku mengigit bibirku, hampir saja aku menagatakan penyebab pertengkaranku dengan ibuku. Mendengus kasar, aku mengambil segelas air dan langsung meneguknya habis “Sebaiknya kita kembali, jam makan siang hampir habis:

“Makananmu belum habis”

“Aku sudah kenyang”

Dia mengangguk “okey”

Meskipun sedikit agak kesal padanya namun Kyuhyun masih memperlakukanku seperti sebelumnya. Selama perjalanan pulang kami pun masih saling mengejek yang berujung aku selalu kalah dan memukul lengannya sedangkan dia hanya terkekeh tidak berdosa.

Sekembali ke kantor Nammie menatapku seperti alien dari meja kerjanya. Aku pura-pura tidak melihatnya dan langsung masuk ke dalam kantorku. Sepanjang siang aku disibukkan dengan pekerjaan menumpuk yang kutinggalkan sehingga Nammie tidak akan bisa menanyakan apapun selain pekerjaan. Sebisa mungkin dia menahannya dan menyimpannya untuk besok.

Sepulang kerja aku mendapati Kyuhyun berdiri di sisi mobilku. Dia nyengir “aku butuh tumpangan”

“Ada apa dengan mobilmu” aku berjalan menghampirinya

“Aku memasukkannya kebengkel” tangannya terangkat ke atas “Aku yang menyetir”

Merogoh tasku dan memberikan kunci Vanquiz padanya. Dia tersenyum lalu membukakan pintu untukku. Entah perasaanku atau apa namun Kyuhyun seperti merindukan mobilku.

“Kau sudah makan?” tanyanya saat baru masuk ke mobil lalu menyalakan mesinnya. Dia menyeringai saat Vanquiz menderum di bawah kendalinya.

“Apa kau begitu menyukai mobilku?” tanyaku. Dia menjalankan vanquiz keluar dari basements.

“Ya bisa di bilang mobilmu lumayan keren” katanya pura-pura acuh

“Lumayan?” dengusku “Kalau begitu ganti saja KIA jelekmu itu”

“Bagaimanapun juga itu mobil pertamaku” katanya tersinggung.

“Lalu kau akan terus menyimpan rongsokan itu? Kau tidak tau benda seperti itu memiliki masa pakai”

Kyuhyun menepikan mobil ke restoran keluarga yang sering Aku dan Kakekku dataangi. “Ya! Apa aku mengatakan ingin makan?” protesku

“Kau tidak menjawab saat kutanya tadi. jadi kusimpulkan kau belum makan” sahutnya ringan

“Apa-apaan ini”

Kyuhyun melepas sabuk pengamannya sebelum beralih ke sabuk pengamanku. Dia mengangkat salah satu sudut bibirnya “Aku tidak tau apa yang wanita pikirkan mengenai makan malam membuat gemuk, tapi yang jelas kau butuh asupan setelah seharian bekerja. Ayo” dia membuka pintu dan berlari cepat ke sisiku membukakan pintu mobil untukku.

Aku berjalan di sisinya memasuki restoran, tangannya menyentuh ringan pinggangku. Dan bodohnya aku berdoa agar dia tidak menjauhkan tangannya. Tentu saja aku tau betul doaku tidak akan terkabul, pasalnya kami tiba di meja dan secepat kilat dia mengambil tempat di sebrangku.

Sama seperti siang tadi, kami banyak membicarakan hal-hal ringan dan sepele diluar pekerjaan. Aku lebih banyak mengajukan pertanyaan tentangnya, bukan untuk basa-basi atau untuk mengisi bahan pembicaraan. Tapi karena aku benar-benar ingin tau. Aku ingin mengenalnya lebih jauh.

Mulai dari warna kesuakaannya, makanan yang dia suka dan tidak suka. Film favorite dan music yang sering dia dengarkan. Dia mengejek selera musicku yang menyukai Lady Gaga. Dia bilang wanita aneh yang berbaju daging itu lebih pantas menjadi ratu kontroversi ketimbang penyanyi. Aku hanya mengangkat bahu tidak peduli saat mendengarnya. Well, Aku bukan pendengar fanatiknya.

Malam harinya kami pulang kerumah dan kembali ke kamar masing-masing. Hal tersebut berulang hingga beberapa hari kedepan. Aku selalu bersama Kyuhyun, saat makan siang dilanjutkan dengan makan malam di luar dan pulang ke rumah hampir tengah malam saat semua orang telah tidur. Tanpa kusadari itu semua membahayakan diriku.

Di hari Jumat aku kehilangan dia, maksudku aku tidak melihatnya di rumah maupun di kantor. Berkali-kali aku menatap ponselku berharap dia akan menghubungiku, mengajakku keluar seperti biasanya atau mungkin mengatakan dimana keberadaannya.

Sedangkan aku terlalu gengsi untuk menghubunginya lebih dulu. Hingga menjelang subuh aku masih terjaga menunggunya. Melihat ke ponsel, melongok garasi atau mengintip kamarnya.

Keesokan paginya aku menemukan diriku tertidur di sofa di kamarku. Saat aku membuka mata Ibuku tengah berdiri di depanku sambil melipat tangannya di depan dada.

“Selamat pagi” kataku serak sambil memaksa tubuhku bangun dan terduduk. Tubuhku benar-benar pegal dan kepalaku sedikit pusing karena kurang tidur.

“Apa kau merencanakannya?” kata Ibuku sinis

“Apa?” tanyaku bingung

“Kau lebih memilih bekerja sama dengan Anak haram itu ketimbang dengan ibu mu sendiri?” Teriaknya marah.

Aku mendongak menatapnya bingung.

Apa sih yang dia bicarakan?

“Aku tidak mengerti” sahutku

Eomma mendengus “Perwakilan dari Jepang menelponku kemarin dan mereka bilang kau menolak untuk datang”

“Ahh itu. Aku punya alasan sendiri”

“Aku tidak butuh alasan Park Hyura! Aku butuh Kau berada disana. Seharusnya kau pergi di awal minggu ini!”

“Awal minggu Aku tidak bisa pergi karena banyak pekerjaan ku yang tertunda dan harus segera di selesaikan. Dan akhir minggu ini aku harus bertemu orang tua Siwon. Aku tidak mungkin membatalkan untuk kedua kalinya” jelasku. Mendengar nama Siwon ekspresi ibuku melunak.

“Kapan Kau bertemu mereka?”

“Besok”

“Bersiaplah kalau begitu. Kita harus berbelanja dan merapikan penapilanmu. Ku tunggu di bawah tiga puluh menit lagi” dengan itu Eomma melengos pergi. Mengusap wajahku kasar dan mendesah berat. Menyeret paksa bokongku ke kamar mandi. Aku bisa saja menolak tapi itu akan memperburuk suasana hati ibuku dan mengakibatkan neraka selama berminggu-minggu di kantor maupun di rumah. Aku ingat saat Eomma memergoki aku dan Kyuhyun saling menggoda di garasi rumah kami. Setelah itu Eomma tidak berhenti menggangguku dan selalu berkomentar sinis mengenai Kyuhyun meskipun di depan koleganya.

Tiga puluh menit kemudian aku telah siap, Eomma menungguku dibawah dan meminta supirnya mengantar kami ke klinik perawatan dermatologis langganannya. Kemudian ke salon merapikan sedikit tatanan rambutku, mengecat kuku dan menghilangkan bulu-bulu di tubuhku. Yang terakhir Eomma membawaku ke beberapa butik langganannya. Berbelanja baju dan sepatu lengkap dengan tas. Oh ya tidak lupa kami menjelajahi beberapa mall mencari aksesoris dan perhiasan juga peralatan make up baru. Kami baru pulang saat menjelang malam dan aku tidak punya tenaga lagi bahkan untuk mengeluh pada ibuku. Ini lebih melelahkan di banding bekerja.

Keesokan harinya, sebelum ke rumah Siwon aku menyempatkan diri mengecek ke kamar Kyuhyun, tidak ada tanda-tanda dia pulang, mobilnya juga tidak ada. Aku masih berharap dia akan menghubungiku. Namun aku sadar kami tidak dalam hubungan seperti itu. Dimana saling menghubungi dan memberi kabar adalah hal yang wajar. Sambil Menelan kekecewaan aku memacu vanquiz keluar dari rumah.

Siwon sendiri yang membukakan pintu untukku saat aku menekan bel rumahnya. Dia tersenyum lebar menyambutku.

“Hai” sapaku

Dia tidak membalasnya dan langsung memelukku singkat “Kukira Kau tidak akan datang lagi” katanya setengah bercanda.

“Bukankah sudah kubilang aku akan datang” aku mengangkat bungkusan kotak yang kubawa. Eomma yang menyiapkannya untukku. Dia berpesan untuk memberikannya pada calon besan dan menantunya. Aku hanya memutar mata saat Eomma mengatakan hal itu.

“Ayo” Siwon menggiringku masuk dan Dia mengambil bungkusan dari tanganku dan membawanya. Kami melintasi ruang depan yang dihiasi berbagai benda-benda koleksi, asumsiku. Ada beberapa lukisan, berbagai guci mulai dari yang kecil hingga setinggi orang dewasa, lalu benda-benda aneh berbentuk abstrak di lemari kaca. Kemudian melewati ruang tamu—mungkin. Lalu Siwon berbelok ke lorong pendek dan disana ada ruangan yang lebih mirip ruang keluarga. Disini lebih terlihat lebih santai daripada ruang tamu yang tadi kami lewati.

Di sana sedang sedang duduk tiga orang sambil berbicara pelan. Seolah mereka memang sedang menunggu seseorang. Kepala mereka serentak menoleh saat mendengar langkah kaki.

Aku melihat Tuan Choi duduk dengan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik. Jelas itu ibunya Siwon. Dan di hadapan mereka ada wanita muda yang sepertinya umur kami tidak jauh berbeda.

Aku menunduk dalam memberi salam “Annyeonghaseo. Park Hyura imnida”

Nyonya Choi yang pertama kali berdiri menghampiri kami dan tersenyum ramah “Akhirnya kami bisa menemui mu”

“Maafkan aku, minggu lalu aku mengacaukannya” kataku penuh penyesalan.

Nyonya Choi menyentuh bahuku lembut “Tidak apa, kami mengerti apa yang menimpa keluargamu. Syukurlah sudah diselesaikan dan hanya salah paham. Iya kan Yeobo?” Dia melirik suaminya sekilas. Tuan Choi hanya mengangguk sekilas.

“Hai Aku Jiwon. Choi Jiwon” Wanita yang sejak tadi duduk melambaikan tangannya padaku dari balik tubuh ibunya. Aku menunduk singkat membalasanya sambil tersenyum.

“Eomma, Hyura membawa ini” Siwon mennunjukan bungkusan yang tadi kubawa.

“Oh Ya ampun, Kau sangat perhatian sayang” Dia mengambil bungkusan itu dari tangan Siwon kemudian memanggil pelayan untuk menyimpannya. Dia menyuruhku duduk dan bergabung dengan mereka.

Sama seperti pertama kali Siwon bertemu dengan Kakekku. Sekarang giliranku yang diberondong banyak pertanyaan. Mengenai semua aspek kehidupanku. Dimana aku bersekolah, pekerjaan apa yang kupegang di perusahaan. Hingga mereka menyinggung betapa baiknya Kakekku mengangkat seorang cucu untuk menjaga dan menemaniku. Mendengarnya aku hanya tersenyum kecut.

“Jadi kalian sudah menentukan tanggal?” Tanya Tuan Choi.

“Eh? Tanggal?” Aku menatap Siwon Bingung.

“Ya untuk pertunangan kalian” jelas Nyonya Choi.

“Apa?” Aku menoleh ke arah Siwon “ Ta..Tapi aku belum…”

“Hyura-ya, Kau tidak perlu cemas, soal perusahaan….” Siwon terhenti saat Ayahnya berdehem keras. Memperingatkan seolah Dia salah bicara.

“Bukan, maksudku kami belum membicarakannya sejauh itu” kataku.

Nyonya Choi tersenyum “Soal persiapan kau bisa menyerahkannya padaku. Aku menyukai mengurus hal seperti ini.”

“Ta..Tapi….”

“Jangan Cemas Hyura-ya. Kau dan Siwon hanya perlu muncul dan saling menyematkan Cincin” Potongnya cepat.

Aku melirik Siwon gelisah, tapi dia Justru melingkarkan tangannya di bahuku. “Kami akan mempercayakannya pada Eomma” sahutnya.

Apa-apaan ini? Kenapa dia mengambil keputusan seenaknya. Aku belum siap mengikat hubungan ini lebih jauh dan Dia tau benar mengenai itu. Aku memang setuju untuk bertunangan tapi tidak secepat ini.

Sisa Obrolan aku lebih banyak diam. Lalu menjelang siang mereka mengajakku makan siang bersama namun aku menolaknya dengan halus dan mengatakan aku memiliki janji dengan Kakekku.

Siwon mengantarku hingga ke mobil. Sebelum membukakan pintu untukku Dia menarik lenganku lembut hingga kami berhadapan.

“Kau marah” itu bukan pertanyaan.

“Seharusnya kau membicarakan hal ini dulu denganku. Di dalam aku seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa mengenai pertunanganku sendiri”

“Aku tau, ini salahku. Maafkan kau” Sahutnya lembut. “Maaf aku hanya—terlalu bersemangat saat kau menyetujui untuk bertunangan denganku dan tanpa sadar aku ingin segera memberi kabar ini pada orang tuaku. Mereka tidak kalah senang mendengarnya. Maafkan Aku Hyura-ya”

“Oppa… Kau tau masalahku kan?”

Dia memegang kedua bahuku dan menatapku serius “Kau tidak perlu cemas, aku punya cara sendiri”

“Apa maksudmu dengan ‘punya cara sendiri’?”

Dia tersenyum misterius lalu membalik tubuhku dan membukakakn pintu mobil. “Masuklah, kau bisa terlambat nanti. Kau bilang kau punya janji dengan Kakek”

Aku menuruti dan masuk. Dia menutup pintu mobil untukku. Aku menurunkan kaca dan mengeluarkan kepalaku “Kau belum menjawab partanyaanku”

Masih tersenyum saat menjawabku “Aku belum bisa mengatakan apapun sekarang tapi kau akan tau pada saatnya” dia menunduk dan mengecup keningku sebelum menegakan badannya lagi.

“Kau janji akan memberitau ku?”

Dia mengangguk pasti.

“arasseo” gumamku pelan dan menjalankan mobilku menjauh.

***

Untuk pertama kalinya aku merasakan minggu yang amat panjang. Aku belum bertemu Kyuhyun. Dia tidak pernah kembali. Hingga pada Rabu sore kebetulan aku memiliki pertemuan di lantai tempatnya bekerja. Dengan perdebatan panjang dalam diriku akhrinya aku memaksa berbelok ke meja Yuri. Dia bilang Kyuhyun sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota. Aku ingin bertanya lebih jauh, seperti kemana, kapan dia kembali, kenapa Dia harus pergi, dan pekerjaan apa yang sedang Dia kerjakan. Namun aku menahan semuanya di ujung lidahku.

Menanyakan hal itu hanya akan memperburuk suasana hatiku. Mengetahui alasan kenapa Kyuhyun tidak pulang dari bawahannya saja sudah membuatku kesal. Aku tau tidak seharusnya begitu tapi tetap saja aku kesal. Kupikir kita cukup dekat mengingat kebersamaan kami belakangan ini.

Kemudian yang paling buruk dari semuanya adalah di akhir pekan berikutnya aku menemukan ibuku dan ibunya Siwon sibuk mempersiapkan acara pertunanganku. Ibuku akan berada di telepon selama berjam-jam sambil memegang majalah, buku catatan dan pena. Dia merokomendasikan sesuatu, mencatat, mengangguk dan sedikit berdebat. Yang jadi pertanyaan sejak kapan mereka begitu akrab? Dan apakah aku telah setuju mengenai tanggal pertunangan kami yang seenaknya mereka putuskan.

“Kau akan bertunangan di akhir bulan ini sayang. Jadi persiapkan dirimu” Dengan sangat tidak berdosanya Eomma berkata seperti itu padaku.

Aku atau pun Siwon tidak mengetahui sepak terjang ibu-ibu kami dalam merencanakan pesta pertunangan ini. Seperti kata mereka, aku danSiwon hanya cukup muncul dan saling menyematkan cincin.

***

“Berliannya terlalu kecil” kataku sambil menggeleng.

Siwon mendesah berat “Tadi terlalu besar sekarang terlalu kecil” gerutunya pelan tapi aku masih bisa mendengarnya. Dia mengembalikan cincin yang dipegangnya pada pelayan.

“Jika tuan dan Nyonya ingin desain sendiri kami bisa membuatkan cincin sesuai pesanan” kata pelayan di depan kami ramah.

Siwon menatapku penuh harap.

“Sepertinya cincin yang di toko pertama lumayan” kataku dan langsung membuat Siwon menatapku tidak percaya. Dia memaksa tersenyum sebelum berpaling pada pelayan toko “Maaf, sepertinya kami harus mendiskusikannya lagi. permisi” Dengan Itu Siwon mengambil tanganku dan menggandengnya keluar.

Dia langsung menuju mobilnya dan memaksaku masuk. Aku tau Dia kesal, namun seorang Choi Siwon tidak akan mempermalukan kami dengan bertengkar di depan umum.

“Apa menurutmu ini lucu?” Geramnya begitu kami sudah aman di dalam mobil.

“Tidak ada yang lucu sama sekali saat membeli cincin” sahutku

“Lalu kenapa….ugh..” Dia memejamkan mata dan memukul kemudi dengan satu tangan. Baru dia menatapku lagi “Kita sudah berkeliling di tempat ini selama berjam-jam dan Kau sama sekali tidak menunjukan minatmu Park Hyura!”

Aku menunduk, aku tau ini salah. Aku sama sekali tidak menginginkan pertunangan ini. Tapi melihat Siwon begitu antusias dan Ibuku yang bersemangat aku tidak ingin menjadi pengacau dan merusak segalanya hanya karena keegoisanku.

“Hyura-ya” Panggilnya tidak sabar.

Aku mendongak “Maaf, aku tau seharusnya tidak seperti ini. Tapi aku kewalahan dengan pertunangan yang tiba-tiba” Kataku mengakui.

Tatapannya melunak, tangannya menyentuh pipiku lembut “Aku tau, Maaf semuanya jadi terburu-buru seperti ini”

Aku menggapai dan memeluknya “Semuanya akan baik-baik saja kan?” aku butuh seseorang untuk mengatakan hal itu. Bahwa tidak ada yang salah dengan hal ini. Dengan begitu setidaknya Aku bisa melanjutkan pertunangan ini.

Dia membalas pelukanku dan menepuk-nepuk punggungku lembut “Ya Honey, tentu saja semuanya akan baik-baik saja. Setelah pertunangan ini aku janji tidak akan memaksamu untuk menikah saat kau belum siap”

Aku menjauhkan wajahku menatapnya “Kau mau menungguku?”

Dia mengangguk sambil tersenyum

“Gomawo”

Dia tersenyum tipis dan mengecup keningku “Semuanya akan baik-baik saja Hyura. Aku janji” bisiknya di keningku

***

Hari ini tepat di minggu ketiga kepergian Kyuhyun. Aku tidak berniat menghitung tapi itu terekam secara otomatis di kepalaku. Meskipun tidak ingin mengakui tapi aku merindukannya—sangat. Aku selalu menatap ponselku berharap Dia akan menghubingiku. Atau aku hanya akan menatap lama nomer ponselnya tanpa berani menghubunginya.

Dan yang terparah dari kegilaan ini adalah, aku begitu merindukannya hingga setiap malam aku melongok ke kamarnya. Berlama-lama duduk disana atau bahkan tidur di ranjangnya. Menghirup aroma tubuh Kyuhyun tertinggal di bantal.

Apa aku gila?

Mungkin saja

Lalu Setiap hari aku berharap bahwa besok dia akan muncul di rumah atau di kantor. Dimana pun asalkan Dia muncul. Tapi kenyataannya tidak, dan tanpa kusadari aku selalu memiliki harapan yang sama setiap harinya.

Lamunanku buyar saat seseorang masuk ruanganku tanpa mengetuk pintu. Tanpa menoleh akupun sudah tau siapa-siapa saja yang bisa masuk kesini tanpa mengetuk.

“Sayang apa kau sudah mendapatkan cincinnya?”

“Belum” sahutku dingin

“Ya ampun, apa bisa di percepat?”

Aku mengangkat bahu “Entahlah, Siwon yang memutuskan design mana yang akan di pakai”

“Kuharap Design-nya tidak melenceng jauh dari harapanku. Kau tau kan aku ingin mencocokkannya dengan gaunmu. Aku ingin konsep gaun dan cincin kalian serasi”

“Eomma. Bisakah kita tidak membicarakan masalah ini di kantor” kataku malas

Ibuku terkekeh “Kau benar sayang. Aku terlalu bersemangat. Kita akan membicarakan ini di rumah, sampai nanti” Eomma melenggang keluar. Semenjak bergaul dengan Nyoya Choi, Suasana hati ibuku selalu baik. Seolah dia menemukan teman sejati yang selama ini dia cari. Ingatkan aku untuk berterima kasih padanya nanti. Setidaknya Eomma tidak terlalu bersikap menyebalkan lagi.

Aku sengaja pulang lebih larut agar Eomma tidak menungguku dan merecoki mengenai tetek bengek pesta pertunanganku. Menyeret langkahku ke kamar, membersihkan diri dan mengganti bajuku. Lalu Merebahkan diriku di ranjang yang terasa asing. Well sebenarnya beberapa malam belakangan ini aku memang tidur di kamar Kyuhyun.

Aku menggeliat saat mendenagr bunyi gemerisik. Membuka mataku perlahan, menyesuaikan mataku pada kegelapan. Aku melihat siluet tubuh seseorang sedang duduk tidak jauh dari tempatku. Memaksa membuka mata, tanganku meraba-raba mencari saklar. Lampu kecil di samping tempat tidur menyala redup namun cukup menjelaskan siapa orang yang ada di depanku.

Kyuhyun sedang duduk sambil membuka sepatunya. Dia menoleh ke arahku.

“Maaf, apa aku membangunkanmu?”

Dahiku berkerut “Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku serak.

Dia tesenyum miring “Harusnya aku tanya, kenapa kau tidur disini?”

“Eh?” Aku melihat sekeliing, dan baru menyadari ini memang bukan kamarku. Kapan aku kesini? Tidak mungkin kan aku berjalan saat tidur?

Kyuhyun menghampiriku dan menepuk kepalaku lembut “Tidurlah lagi. ini masih tengah malam” katanya kemudian beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi. Sepeninggal Kyuhyun aku terbangun cepat. Menyentuh kedua pipiku dan menepuk-nepuknya.

Sial, Aku harus menjawab apa saat dia bertanya kenapa aku tidur disini? Lebih baik aku mengigit lidahku sampai berdarah daripada harus mengatakan aku merindukannya. Sebelum Kyuhyun keluar dari kamar mandi aku kembali ke kamarku sendiri.

Keesokan paginya aku berangkat lebih pagi dari biasanya. Aku belum ingin bertemu Kyuhyun, lebih tepatnya aku belum siap menjawab saat dia bertanya mengenai semalam. Dan sisa malam tadi aku sama sekali tidak bisa memejamkan mataku lagi. Alhasil aku menenggak bergelas-gelas kopi saat di kantor.

***

“Kakek?” tanyaku pada Nammie

“Iya, Presdir memintamu menemuinya sekarang”

“Kapan Dia menghubungiku?”

“Belum lama saat kau ke Toilet”

“Harus sekarang?” tanyaku lagi memastikan.

“Itu yang Dia bilang”

Aku mengangguk mengerti. Akhirnya ‘Yang Mulia Raja’ kembali dari perjalanan bisnis yang super panjang. Atau harus kusebut persembunyiannya. Semenjak kasus ibuku Dia tidak pernah muncul lagi dimanapun.

Naik ke lantai kantornya berada, aku melewati meja sekertarisnya, Nona Jung mengangguk singkat saat melihatku. Mengetuk Dua kali sebelum kakek mempersilahkanku masuk.

Dia duduk di kursi kebesarannya dan tersenyum saat melihatku.

Aku menunduk memberi hormat setelah menutup pintu di belakangku.

“Duduklah cucuku” katanya lembut. Bukan kursi yang ada di depan mejanya, Dia Justru menunjuk deretan sofa single yang biasa di gunakan untuk diskusi atau meeting.

Aku menurutinya dan duduk di salah satu sofa. Kakekku bangkit dari kursinya, dia menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Kalau di perhatikan wajahnya juga terlihat lebih pucat biasanya. Aku bangun dari dudukku, menghampirinya, membantunya berjalan.

“Harabeoji, Gwenchanseyo?” Dia mengambil kursi paling ujung dan aku disisi terdekatnya.

Dia terbatuk sebelum menjawabku “Aku tidak apa-apa. Ini hanya penyakit orang tua”

“Kau yakin?” tanyaku cemas

Dia tersenyum lemah , tangan keriputnya terangkat menyentuh wajahku “Lihatlah, Cucuku tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik ”

“Harabeoji, kau menakutiku” kataku terus terang.

Dia menurunkan tangannya dan terkekeh “Aku memujimu, apa pujianku menakutkan”

“Bukan begitu, hanya saja—ini bukan seperti biasanya”

“Ya aku tau, aku memang sangat jarang memujimu. Aku selalu menekanmu, memojokkan mu, dan selalu membanding-bandingkana dirimu dengan Donghae. Tapi ketahuilah, sebenarnya aku begitu bangga padamu”

“Apa Kau memanggilku kesini untuk ini? Karena sejujurnya Sekarang aku benar-benar takut” kataku spontan.

Dia tergelak “Reaksi yang wajar Cucuku. Tidak, tidak. Aku memanggilmu karena memang ada yang ingin kubicarakan. Bagaimana persiapan pertunaganmu?”

Aku mengangkat bahu “Eomma dan Nyonya Choi yang mengurusnya”

Dia mengangguk mengerti “Sebenarnya, Dua hari lalu Aku bertemu Cho Kiho” katanya memulai, tubuhku sedikit menegang mendengar nama Ayahnya Siwon.

“Dia menawarkan sebuah merger yang—ya bisa kubilang sangat menguntungkan. namun dengan syarat, harus Kau sendiri yang memimpinnya. Tapi bukan itu yang kupertanyakan. Jawab Aku dengan Jujur Hyura-ya, Apa ini sebuah perjanjian bisnis?”

“Maksud Kakek?”

“Maksudku Pertunanganmu, apa sebuah akuisisi bisnis?” tanyanya lagi lebih tegas.

“Tentu saja Tidak. Hubunganku dan Siwon murni sepasang kekasih. Latar belakang kami yang sama hanya sebuah nilai plus”

Dia mengagguk “Harus ku akui kau cukup pintar mencari pasangan” Komenternya membuatku kesal, mengingatkanku pada ucapan ibuku.

“Aku bukan penggali Emas” sahutku tidak terima.

“Tidak, tentu saja kau tidak. Aku tau bagaimana dirimu. Jangan salah paham, aku tidak peduli meskipun Kau menyukai seorang gelandangan Hyura-ya. Asalkan Dia baik untukmu. Aku hanya ingin menegaskan apa kau benar-benar yakin dengan pertunangan ini?”

Dahiku berkerut “Kenapa aku harus merasa tidak yakin?”

Dia mendesah pelan “Aku hanya ingin Kau yakin mengenai pertunangan ini Hyura-ya. Apa Kau yakin?” tanyanya lebih mendesak.

Aku mengigit bibir bawahku, Apa aku yakin? Aku sendiri tidak tau. Tapi Siwon bilang semuanya akan baik-baik saja bukan?

“Park Hyura!”

Aku mendongak lalu mengangguk “Tentu, karena aku menyayangi Siwon”

“Kalau begitu menikahlah”

“Apa?” Aku pasti salah dengar, Tidak mungkinkan Kakek menyuruhku menikah.

“Ya kalau Kau yakin dengan Choi siwon, menikahlah dengannya Hyura-ya. Jangan membuang-buang waktumu dengan pertunangan”

“Membuang-buang waktu? Ya ampun, aku masih muda. Masih banyak hal yang ingin kukerjakan. Aku tidak ingin menikah dalam waktu dekat. Atau jangan-jangan…..ini caramu menendangku dari perusahaan dan menjadikan Kyuhyun penggantimu”

“Park Hyura! Jaga bicaramu, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Donghae”

“Namanya Cho Kyuhyun! Jangan memanggilnya dengan nama Donghae” sahutku emosi.

“Arasseo arasseo. Dengar Hyura! Kyuhyun akan tetap di posisinya sekarang, besok dan seterusnya. Tapi tidak denganmu, Kau satu-satunya cucuku. Jadi hanya kau yang berhak atas perusahaan ini. Pernikahan akan menguatkan posisimu cucuku, dukungan keluarga Choi akan sangat membantumu memimpin kelak. Ditambah ada Ibumu dan Kyuhyun yang pasti akan membantumu”

Penjelasan Kakek justru membuatku semakin bingung “Harabeoji… apa maksudmu? Aku tidak mengerti. Apa kau akan memberikan posisimu padaku setelah aku menikah?”

Dia mengangguk lemah.

“Ta..tapi kenapa? Dulu Bahkan aku harus bersaing keras dengan Kyuhyun hanya agar Kau melihat hasil pekerjaanku”

“Waktuku tidak lama lagi Cucuku. Aku ingin melihatmu menikah, jika Tuhan mengijinkan mungkin aku bisa melihat cicitku kelak”

“A..apa Maksud Kakek?” Aku menelan gumpalan di tenggorkanku “Apa Maksudmu dengan Waktumu tidak lama lagi?”

“Aku sakit Hyura-ya” sahutnya lemah “Kanker di usus besar, Kemo yang kujalani akan berefek pada kerja otakku, cepat atau lambat aku akan mengalami kepikunan dan tidak bisa bekerja lagi”

Mulutku terbuka, ini jauh diluar dugaanku. Aku tidak bisa menerima kehilangan lagi. Meskipun aku selalu membencinya tapi didalam lubuk hatiku aku mencintainya, selama ini Kakek selalu menjadi Ayah untukku.

Menarik nafas panjang dan menelan ludah susah payah sebelum bicara “Apa Eomma tau?”

Dia menggeleng lemah.

“Hanya Aku?”

“Kyuhyun juga tau”

“Kakek memberitaunya lebih dulu?”

Dia mendesah lelah “Aku membutuhkan seseorang, Tapi aku tidak bisa membawamu karena harus ada seorang pemimpin disini, sedangkan aku tidak mempercayai ibumu. Karena itu aku hanya memberi tau Kyuhyun”

“Sejak kapan?”

“Sejak Kalian berdua menghilang” Kakek tersenyum getir “Aku, Kau dan Ibumu membuatnya berada dalam posisi sulit. Ibumu mengancamnya, Di lain pihak dia harus menjagamu dan menjagaku. Saat kalian pergi setiap hari Kyuhyun menelponku menanyakan kondisiku dan menceritakan keadaanmu. Aku senang kalian bisa akur”

“Apa beberapa minggu Terakhir Kyuhyun menemanimu?”

Dia mengangguk lemah “Aku jatuh saat memancing di rumah danau, dan penjaga di sana panik hingga menghubungi Kyuhyun”

Aku memejamkan mata dan menghembuskan nafas kasar. Aku benar-benar seperti orang tolol yang tidak tau apa-apa

“Apa…..Aku benar-benar harus menikah?” tanyaku bergetar.

“Ya jika kau masih mencintai orang tua ini”

“Aku mencintaimu Kakek tua! Meskipun Kau selalu berhasil membuatku membencimu”

Dia tersenyum tipis.

“Beri aku waktu, setelah pertunangan aku akan membicarakannya dengan Siwon”

“Ingat Hyura-ya, waktuku tidak banyak”

“Demi Tuhan Jangan mengatakan hal seperti itu! Kau akan melihatku menikah, melihat cicitmu bermain dan kau akan bermain bersama mereka! Umurmu akan lebih panjang, Kau juga akan mengalahkan penyakit sialan itu”

Kakek tersenyum dan merentangakan tangannya mengisyaratkan aku memelukknya. Aku memajukan tubuhku dan memeluknya erat. “Kau akan sehat, ingat itu” kataku bergetar, mengigit bibir bawahku menahan air mata “Kau juga akan melihat Kyuhyun menikah, Kau tidak boleh mati setelah membuat kekacauan dengan membawa Kyuhyun pulang. Kau harus bertanggung jawab” Air mataku mengalir tidak bisa kubendung lagi. Kakek menepuk-nepuk punggungku lembut.

“Kau juga harus melihat hasil kerjaku pada perusahaan ini, Jika kau mati aku akan menjualnya. Jadi jangan berani-beraninya Kau meninggalkanku sebelum aku berhasil. Kau dengar itu Kakek Tua!” Aku semakin mengeratkan pelukanku “Aku mencintaimu Harabeoji”

“Aku juga mencintaimu Cucuku” bisiknya lembut

***

Aku menatap kosong pada cermin di depanku, ini pengepasan terakhir sebelum lusa aku akan memakainya. Gaun panjang berwarna hijau tosca membungkus tubuhku erat dari atas hingga kepinggang dan melebar kebawah, jatuh ke lantai selembut sutra.

“Kau sangat cantik sayang, ini sangat sempurna” Kata ibuku kagum dari belakang. Aku menatapnya melalui kaca.

“Eomma”

“hmm” Dia mendekat dan menyentuh ke dua bahuku, kami bertatapan melalui cermin.

“Apa Eomma ingin aku menikah?”

Tatapannya melebar “Tentu saja aku ingin Kau menikah”

Aku berbalik menghadapnya “Seandainya tanpa menikah aku bisa mendapatkan PL Group, apa kau tetap mendukungku”

Dahinya berkerut “apa masksudmu? Kau tidak ingin menikah dengan Siwon?”

Aku menunduk “Aku belum siap menikah” kataku pelan.

Eomma menyentuh daguku dan memaksaku melihatnya “Dengar, Aku pernah berada diposisimu. Namun aku bisa menyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa dan layak untuk menjadi istri dari Ayahmu. Kau juga bisa melakukannya Nak, Ambil waktu sebanyak-banyaknya sebelum kau putuskan untuk siap menikah. Mengerti?”

Aku mengangguk lemah.

Dia menepuk bahuku ringan “Bagus, Kau bisa meminta Stephanie untuk merapikan gaunmu. Aku harus kembali kerumah untuk membawa tuxedo kakekmu”

Aku mengangguk lagi sebelum Eomma pergi. Kembali ke kamar ganti, mengganti bajuku dan memberikan gaunnya pada assistant Stephanie. Aku menolak untuk membawanya pulang dan meminta mereka mengirimnya besok ke rumahku.

Aku bersiap untuk pulang, dan saat aku membuka pintu butik Kyuhyun sedang berjalan ke arahku.

“Kyuhyun? Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku spontan

“Aku harus mengambil tuxedo untukku. Kau tidak ingin kan orang lain melihat kakakmu berpakaian tidak pantas”

“Oh” aku mengangguk dan menyingkir memberinya jalan. Dia melewatiku saat membuka pintu namun terhenti sesaat dan memanggilku.

“Kau bawa mobil?” tanyanya

Aku mengangguk

“Kebetulan, aku tidak membawanya. Tadi Sungmin yang mengantarku ke sini. Bisa tunggu sebentar? Aku tidak akan lama” tanpa menunggu jawabanku dia langsung masuk ke dalam.

Aku berdiri di sisi mobilku menunggu Kyuhyun, tidak lebih dari sepuluh menit Kyuhyun menghampiriku. Dia membawa bungkusan tuxedonya, Aku tersenyum diam-diam membayangkan terlihat seperti apa Dia saat memakainya.

Aku membuka pintu belakang dan membantu menggantungnya. Tanpa perlu diminta Dia langsung berlari berputar menuju balik kemudi. Lihat, sudah jelas dia begitu menyukai mobilku.

“Kau menghindariku” katanya cepat sesaat setelah dia menjalankan Vanquiz

Aku menoleh ke arahnya “Aku? Menghindarimu? Untuk apa?” kataku pura-pura bodoh.

“Harusnya aku yang menanyakan hal itu. Untuk apa Kau menghindariku”

Aku memutar dudukku menghadap ke jalan “Aku tidak menghindarimu Cho Kyuhyun ssi”

“Apa perlu aku menjabarkannya?” dia melihatku sekilas “Pertama Setiap hari Kau berangkat lebih pagi dari biasanya. Kau menyukai sarapan buatan Ahjumah tapi kau lebih memilih membeli roti di toko kue atau sarapan di restoran dekat kantor. Kedua, Kau tidak pernah lagi masuk ke ruang baca. Ketiga, Saat pulang kerumah sebisa mungkin kau tidak keluar kamar. Ke empat saat rapat gabungan di kantor Kau mengambil tempat terjauh dariku. Dan tidak pernah menyapaku. kemudian yang terakhir” dia sedikit menggeram saat mengatakan kalimat terakhir “Kau selalu berbohong saat aku mengajakmu makan siang”

“Dengar Cho Kyuhyun ssi, pertama aku memang selalu berangkat pada jam yang sama, aku bisa memakan apapun yang ingin kumakan. Bukan hanya masakan Ahjumah. Kedua aku tidak memiliki kepentingan di ruang baca karena itu Aku tidak perlu kesana. Ketiga, saat tiba di rumah aku kelelahan dan tidak berminat bergentanyangan mengelilingi rumah kita yang besar. Ke empat, aku tidak memiliki kepentingan untuk duduk di dekatmu atau menyapamu dan yang terakhir aku tidak berbohong”

Dia melirikku jengkel “Haruskah aku mendebatnya”

Aku menatapnya menantang “Apa Kau ingin berdebat denganku?” tanyaku sarkatis, Oh dengan senang hati aku akan melayaninya.

“Aku tidak ingin berdebat denganmu Hyura-ya. Aku hanya ingin tau kenapa kau menghindariku? Apa Aku melakukan kesalahan?”

“Aku tidak menghindarimu” sahutku keras kepala

“Ya Kau menghindariku”

“Sudah kubilang tidak”

“sudah kubilang Iya!”

“Tidak!”

Dia mendesah berat “Terserah”

Aku menekan tubuhku ke jok dan bersedekap “Jika aku menghindarimu Kau tidak akan ada disini sekarang. Aku akan meninggalkanmu tadi saat di butik Stephanie” kataku tanpa melihatnya.

“Dan seandainya begitu aku tidak lagi berpendapat kau menghindariku, tapi kau marah padaku” balasnya

“Terserah” sahutku. Aku meliriknya sekilas. Dia terlihat kesal tapi aku tidak memperdulikannya dan menatap jalanan di depanku

Sepanjang sisa perjalanan tidak ada lagi yang berbicara, Kyuhyun focus menyetir namun aku tahu kepalanya memikirkan banyak hal, terbukti sejak tadi dia menggerutu tidak jelas. Sebenarnya Dia tidak salah, aku memang menghindarinya. Terlepas dari masalah mengenai malam itu, aku butuh menjauh dari Kyuhyun. Aku ingin memastikan apa yang terjadi pada diriku. Berdekatan dengannya meragukan keputusanku mengenai pertunangan ini.

Hingga saat ini aku juga belum membicarakan masalah pernikahan dengan Siwon. Entah Dia setuju atau tidak. Mendesah berat dan Memejamkan mataku. Pernikahan selalu berhasil membuatku sakit kepala. Aku tidak pernah berpikir untuk menikah sebelum usiaku setidaknya tiga puluh tahun. Dan yang paling membuatku bingung setengah mati adalah pria di sampingku. Aku mengharapkan—sesuatu darinya yang kutahu jelas Dia tidak bisa memberikannya.

Siwon mencintaiku. Itu sudah jelas. Aku tidak lagi meragukan perasaannya. Saat Kakek bertanya padaku apa aku yakin dengan pertunangan ini, jawabannya adalah aku sangat yakin. Yang membuatku tidak yakin adalah perasaaanku sendiri. Selama berminggu-mingu aku terus menolaknya, tidak ingin mengakuinya. Tapi aku sadar aku tidak bisa terus seperti ini. Aku memiliki perasaan aneh pada Kyuhyun, merindukannya seperti orang gila saat aku tidak bisa melihatnya, tubuhku yang bergetar dan dadaku yang berdegup lebih cepat saat dulu Dia mendekapku. Hal yang tidak pernah kurasakan pada Siwon. Bahkan saat dia menciumku, aku tidak bisa merasakan hal yang sama pada apa yang kurasakan pada Kyuhyun.

Aku menyukainya?—Mungkin. Lalu bagaimana dengan Dia? Yang ku tahu dia menyayangiku selayaknya seorang adik. Berharap aku memiliki kehidupan bahagia dengan Siwon. Seandainya aku mengatakanya pada Kakek dan Meskipun kemungkinan besar Kyuhyun akan setuju menikahiku, Tapi aku tidak bisa bertahan dengan itu. Aku lebih memilih orang yang mencintaiku. Apa aku terdengar seperti pengecut? Ya terserah apa pendapat Kalian, yang jelas ini hal yang baru untukku dan aku tidak tau bagaimana memperjuangkannya.

“Hyura…Park Hyura…..” Kyuhyun melambaikan tangannya di depanku. Aku tersentak dan melihat sekeliling. Aku masih di dalam mobil dan mobil yang kami naiki berhenti di pinggir jalan.

“Kau melamun” katanya sambil melepas Seatbelt

“E..Eoh” Gumamku, kemudian sadar kami belum samapi rumah tapi dia melepas Seatbeltnya “Mau kemana?”

“Aku turun disini saja. Aku harus mengunjungi suatu tempat”

“Kemana?” tanyaku lagi.

Dia melihatku ragu antara menjawabnya atau tidak.

“Kukira kita sudah melewati fase kecanggungan” kataku “sampai-sampai kau menolak mengatakan kemana tujuanmu” aku mengatakannya dengan nada yang lebih sinis dari seharusnya. Mengingatkanku saat Dia pergi tanpa mengatakan apapun dan kembali seolah semuanya baik-baik saja.

Dahinya berkerut bingung “Kau marah?”

Aku tertawa hambar “Apa aku punya hak untuk marah disini?”

Dia menggeleng “Aku tidak tau”

“Kalau begitu menyingkirlah, aku mau pulang” Aku melepas Seat beltku dan bersiap keluar saat Kyuhyun membuka suaranya lagi.

“Aku akan ke rumah sakit” katanya cepat. Aku menoleh ke arahnya, menunggu dia melanjutkan “Aku ingin melihat Ahra Noona—Kau mau ikut?” dia terdengar ragu saat mengajakku.

Bukannya menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’ aku justru menggerutu namun memasang seatbeltku lagi “Hanya mengatakan hal itu apa susahnya”

Dia tersenyum canggung sambil mengikutiku dan memasang seatbeltnya sendiri “Aku hanya tidak terbiasa membagi rahasiaku. Selama ini hanya dengan Kakek aku merasa bebas membicarakannya” katanya lalu menjalan mobil lagi.

“Bagaimana denganku?” Aku tidak bisa menutupi nada kekecewaan di nada suaraku.

Dia melihatku sekilas dan tidak langsung menjawabnya. Terdiam beberapa detik sebelum menghela nafas “Bukannya ingin menyimpan rahasia atau tidak ingin memberi taumu. Tapi aku tidak merasa apa yang kukerjakan itu cukup penting untuk kau ketahui”

“Begitukah menurutmu?—Jadi dengan mudahnya kau pergi selama berminggu-minggu tanpa memberi tauku, tanpa kabar dan aku harus mencari tau dari sekertarismu”

Kyuhyun terlihat terkejut dia menatapku selama yang dia bisa sebelum memfokuskan dirinya lagi pada jalanan. “Kau mencariku? Apa ada masalah selama aku pergi?”

Aku mendengus “Apa harus ada masalah aku baru boleh mencarimu? Apa Harus selalu untuk makan siang Kau mencariku? Hanya sebatas itukah hubungan kita?” Aku merutuki mulut sialan ini yang hampir mengatakan hal yang tidak-tidak. Lihat saja Kyuhyun menatapku kebingungan. Dia hendak membuka mulutnya tapi dengan cepat aku memotongnya “Sudahlah, lupakan saja. Anggap aku tidak pernah mengatakan hal itu”

Kyuhyun mengeratkan rahangnya dan aku membuang mukaku ke sisi jendela. Hingga tiba di rumah sakit tidak ada yang membuka suara. Kami kurang beruntung karena Suster bilang Ahra Eonni baru menyelesaikan sesi terapi nya, jadi Dia kelelahan dan sedang tidur. Kami hanya diijinkan masuk sebentar agar tidak mengganggu istirahatnya.

Aku berdiri di sudut ruangan kamar inap Ahra Eonni. Dia sedang tertidur lelap, kelihatan sekali Dia kelelahan. Kyuhyun mendekatinya, mengelus kepalanya dan menunduk mencium keningnya. Mengingatkanku pada sikapnya yang hampir sama saat memperlakukanku. Sekaligus menyadarkanku bahwa selama ini Dia memang hanya menjagaku dan menyayangiku sebagai adiknya.

Tidak lebih dari sepuluh menit kami sudah keluar dari sana, aku dan Kyuhyun berjalan dalam diam di lorong rumah sakit. Aku berjalan di belakangnya dan aku tidak tau ini cukup menyakitkan melihat punggungnya di depanku, seolah memang dia tidak melihatku seperti aku melihatnya.

Saat Di Lift Aku tetap diam di belakangnya sampai dia membuka suara. “Meskipun aku ingin tapi aku tidak bisa mengatakannya padamu kemana aku pergi” katanya memecah keheningan di dalam kotak besi ini. Dia masih berdiri di depan ku dan aku masih menatap punggungnya.

“Aku tau” Sahutku pelan.

“Ya kurasa Kakek sudah memberi taumu”

Aku tidak menjawab dan hanya bergumam. Perlahan dia memutar tubuhnya menghadapku. Aku mendongak.

“Hubungan yang kita miliki memang aneh, aku bukan keluargamu atau Kakak tirimu. Tapi aku akan berusaha yang terbaik untukmu dan untuk Kakek” Bersamaan dengan itu Lift terbuka. Dia tersenyum hangat dan mengulurkan tangannya padaku “Kajja”

Tangan Besarnya masih terasa sama setiap menggenggam tanganku. Ada perasaan nyaman dan tidak ingin melepasknanya. Kami tiba di parkiran dan Saat Kyuhyun ingin melepas tanganku aku justru menggenggamnya lebih erat. Dia melihatku bingung.

“Hyura-ya….”

“Kau tau Apa yang Kakek minta dariku?” tanyaku

Dia mengangguk

“Setelah pertunangan aku akan sibuk dengan persiapan pernikahanku dan mungkin aku tidak sempat mengatakannya padamu” Aku mengambil nafas dalam dan menghembuskannya perlahan sebelum aku bicara “Aku menyukaimu. Bukan sebagai kakakku, keluargaku ataupun musuhku. Tapi menyukaimu sebagai Cho Kyuhyun. Saranghae”

Dia tersentak dan matanya melebar, Pegangan tangannya di tanganku terlepas dan terjatuh di sisi tubuhnya.

***

TBC

Rekor baru buat saya, bisa post setelah seminggu dari yg terakhir 😀 😀 hehehe

Mudah-mudahan kerajinan saya bertahan lama :p :p

Sedikit curhat untuk ff ini. famiglia sebenrnya melenceng jauh dari cerita asli. saya harus ngetik ulang untuk part ini, karena cerita aslinya sudah lenyap bersama flasdisk saya yg rusak dan udh ga bisa di selametin lg datanya 🙁 🙁  bukan cuma famiglia aja, ada beberapa draft ff yg jg lenyap *sigh

tapi yasudahlah, saya udh ikhlas koq 🙂 🙂

Dan ga bosen-bosen saya mau ucapin terima kasih yang udah mau baca, mampir dan ninggalin jejak di rumah saya ini.

See Ya 🙂 🙂

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

130 Balasan ke Famiglia [Part 6]

  1. Angel_Cho berkata:

    Akhir nya update jugaaaaaaaaaaaa…

    • Angel_Cho berkata:

      Ouh yaaa Tuhan eonni… kenapa mencetarkan sekali part ini?
      Hyura ngaku, nah lohh truss gimana donk???
      Dia mau nikah?
      Trussss? Ahhhhhh molla..
      Tapi yang jelas aku yakin Kyuhyun juga suka sama hyura. Jadi ya udahlah, satuin mereka eonni..

      Aku kesel nya sama ibu Hyura. Iiih… dia obsesi bgt buat hyura jadi pemilik PL grup… parah dia antusia penikahan hyura juga karena kekuasaan.. huweeek

      Ayooo eonni semangat nulis nya aku tunggu bgt kelanjutan ini… plisss eonni lagi seru sangaaaat…

      FIGHTING!!!

  2. dewiayuas berkata:

    Aaaaakkkk cukup syok sm par ini yaaampun hyuraaaaa

    Sudah lahhh tinggalkan saja siwon dan bersama kyuhyun aaaaaaaaaaa ayo dooong jadi makin penasaran eh….
    Dan sepertinya ibunya hyura jahat yaa disini

  3. Lia puspita berkata:

    Aahhhh author makasih ya posting ff nya ngga lama,aku udah nungguin ff ini lama banget,
    Yura ungkapin perasaan nya sama kyuhyun terus gmna sama siwon dong klo kaya gtu,jujur sih aku lebih suka kalo yura sama kyuhyun aja,tapi aku juga kasian sama siwon nih,
    Asli bikin penasaran banget nih,author nim posting part 7 nya jangan lama” ya hhee
    Mudah”an author makin rajin ya postingnya FIGHTING

  4. revickasaskia berkata:

    kak nunggu mulu loh ini famiglia nya dipercepat yah wkwk

  5. EunKyu berkata:

    Udah terima aja kyu….. Aku setuju kau bersama nya kaupun sering bngt cerita ttg hyura sama ahra eonni jadi terima aja…

  6. lulu berkata:

    makin pusing dah hyunra, pilih kyuhyun aja, kan hyunra udh mulai suka sma kyuhyun,
    tpi kyuhyun telat nyatain perasaannya, ya walaupun dy udh ngasih kode sihh ke si hyunra,,,,

  7. Pearluhan berkata:

    Hyura ngaku cinta.
    Akhirnya kan.

  8. Nofi J berkata:

    Ah aku selalu suka ff eonni, gx tau knpa setiap ff eonni itu aku selalu terbawa suasana dalam cerita yg eonni buat sampe buat aku nangis…….aku selalu menunggu ff u eonni…semangat ya bhat lanjutin nya

  9. septinahandayani berkata:

    haha hyura sampe segitunya saat merindukan kyuhyun , suka sama konflik di ff ini , greget juga sama ibunya hyura yg sampe segitunya maksa anaknya . wah ciyee akhirnya hyura ngaku kalau dia suka sama kyuhyun , moga kedepannya tambah banyak kyuhyun-hyura momen deh . Tetep semangat nulis eon !!

  10. lyla berkata:

    Omo…….akhinya hyura jujur juga dengan perasaanya tinggal kyuhyun yg harus jujur juga ke hyura semoga g jadi tunangan dengan siwon nya

  11. sukhwi berkata:

    bagiannya bikin aku sama kaya kyuhyun cengo..hyura~ya,,,oMG nekad juga dia..apa kyuhyun juga naruh perasaan yang sama? btw eommanya Hyura dicuekin kyuhyun hahaha..keren banget Kyu..:D

  12. Catherine/cheesy berkata:

    Selama ini aku sider kamuuu thorr. Im sooo sorry for that. dan entah kenapa aku memutuskan untuk tobat dan menghargai karya kamu lewat komen. And.. sejujurnya aku suka banget semua ff kamu. Semuanya. Jalan ceritanya gak ketebak. Sometimes, yang aku tebak happy end.. jadinya sad end.. dan sebaliknya. Sama kayak ini. Tapi sejujurnya aku ngarepin ini happy end sih. Aku seneng disini hyura ngungkapin perasaan dia ke kyuhyun. At least kalopun dia gak jadi sama kyu, dia gak bohong dan gak ada penyesalan. One thing, kita gak mungkin memilih sama siapa kita jatuh cinta. Bisa sama gelandangan, bisa sama bos, bisa sama musuh kita. Dan belon tentu cinta itu terbalas. Makanya, the most beautiful thing can’t be touched, but you can feel it. Sama kayak waktu cinta terbalas.. kayak kamu punya dunia, yang lain ngontrak hahahah

  13. adelcho berkata:

    Walaupun melenceng dari cerita asli,yang ini bagus banget kok. Hyura tanpa sadar punya rasa dg kyu. Penasaran reaksi kyu nanti setelah hyura udah nyatain perasaannya ke kyu

  14. Seyeon^^v berkata:

    Lanjut dahhh lanjut lanjuttttt hehhe gasabar nunggu part slanjutnyaaa:*:*

  15. NyKimRye berkata:

    Ibunya Hyura bikin aku pengen ngejambak dia deh HAISSS! She so obsession :/
    Melenceng dari cerita asli? Aku rasa engga deh, soalnya ide asli kan milik author, kita readers cuma bisa baca doang. Asli atau agak melenceng cuma jadi author sama Tuhan yang tahu.
    Aku turut berduka dgn flasdisk author.. Semoga idenya cepat datang dan sering update FF ini 😀 ckckck

    Terus, reaksi Kyuhyun apa ya atas pernyataan cinta Hyera? Next next next. Fighting thor!

  16. erlanysaskia berkata:

    Eh anjir Hyura nembak Kyuhyun aaakkk

  17. Ami_ulfa berkata:

    menarik….

    hyura yg kalem, dingin, n arogan jatuh pd pesona kyuhyun..

    apa tanggapan kyuhyun????
    aku rasa kyu jg punya rasa lebih…
    gmana siwon??? tetap dlanjutkan tunangannya atau ditinggalin??

    please sgera update ya unnh..ni ff lg greget bnget

  18. gamekyu54 berkata:

    hyura suka kyuhyun?
    please smoga kyuhyun juga suka,bukanya dah di jodohin ma kakenya smoga aja mereka bisa bersama
    fighting di tunggu lanjutanya..

  19. dewdew berkata:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ akhirnya..akhirnyaa…..
    ya ampuuun..senengnya bukan main..ini ff mucul juga di permukaan lagi…kangen setengah mati..kekekek
    ow..jadi salah satu alasan lama post karena FD hilang…aku tau itu berpengaruh kuat terhadap mood. syukur klo hati sudah mengiklaskan..itu bisa jadi obat buat naikin mood lagi buat berkarya lagi…ditunggu karya lanjutannya..atau pun yang lain…fighting!!!!
    soal komen cerita…waaaaahhhh…no coment…semuanya daebak pokonya…kekekkek

  20. Choi Rinna berkata:

    finally ini muncul jg kepermukaan ><

  21. Choi Rinna berkata:

    knp comment gw ini kepotong yah? -_-
    finally ini muncul jg kepermukaan ><

  22. ailla berkata:

    Oh my hyura menyAtakan perasaannya lebih dulu..

    Penasaran bagaimana reaksi kyuhyun
    Kira2 apa ya jawabannya

    Ditunggu next partnya
    Keep writing

  23. akyuikha berkata:

    selalu suka dg cerita ini…. akhirnya hubungan kyuhyun dan hyura ada sedikit perkembangan. Walaupun nanti Siwon yang harus dikorbankan tapi aku tetap mendukung kyuhyun-hyura bersatu. Kalau kakek tau pasti dia akn mendukung tapi Gimana ya reaksi ibu Hyura nanti???

    Aku doain semoga rekor baru terpecahkan lagi…. ^_^ ditunggu sangat kelanjutannya

  24. Tuty berkata:

    Cepetan dlanjut thor gak sabar liat reaksi kyu……….

  25. Cho hyuna berkata:

    Kykx siwon oppa g jht pi ayahx yg px rncna jht.. Hyura ngku suka ma cho, gmn ya reaksix cho?. Aq brhrap hyura ma siwon tnanganx btal alx kakek lbh ska hyura ma cho deh.. Next partx jgn lm2 ya

  26. iis berkata:

    Y alloh eon…kenapa km bkn kt penasaran ajj…lm bgt nunggu kelanjutan n ff tp akj ttp setia nunggu dg sabar he

  27. fairuuzaquila berkata:

    Seruuuuu bgt
    Lanjutinnn

  28. prahezty berkata:

    yeeaaayyy akhirnyaa update jugaaa kelanjutan fagmiliaa ..
    Keren keren ..
    Endingnya hyura ngungkapin perasaannya ke kyuhyun ..
    Ehh tbc ….
    Penasaraaann …
    Cepet dilanjut yaa ..

  29. syahhuny710 berkata:

    Keliatannya part 5 aku belum baca deh.. Tapi masih nyambung sih..
    Hhhuuaaaa hyura bisa ngungkapin perasaannya ke kyuhyun.. Itu WOW banget.. Kyuhyun pasti punya perasaan itu juga kan? Sumpah penasaran.. Berharap inspirasi sama rajinnya datang terus..

  30. hyunsoo28 berkata:

    Amin amin amin
    sem9ga bertahan terus yah rajinnya eon
    iiiibh seneng deh
    ga sabar nunggu kelanjutannyaas
    Penasaran sm hubungan mereka selanjutnya gimana
    kayanya akan sangat teramat sulit

  31. Rhenol berkata:

    ea…ea Kyuhyun udah jujur noh.Hyura bagaimana sepertinya ia juga memiliki perasaan pada Kyuhyun. Bahkan mereka dulu awalnya dijodohkan. Tapi bagian akhir apakah Kyuhyun juga akan segera menikah. Selain masalah harta dlm keluarga mereka Cinta mereka pasti akan pelik. Ntah mengapa Keluarga Choi sepertinya ada niat tersembunyi juga jika Siwon dapat menikah dgn Hyura. Penasaran banget ini.

  32. Sakura berkata:

    Hyura trnyta kau mencintai kyuhyun..

  33. karensica berkata:

    Ihhhhh seneng udah di terusin.. serius aq seneng banget part ini.. asam manisnya kerasa.. ciyeee yg udah d tembak kyuhyun bingung tuh..

    lanjutannya jangan lama2 ya thor… ini serius suka banget aq.

  34. tanti berkata:

    Ahhh… tdk hyura jatuh cinta sama kyuhyun
    terus gmn dengan siwon?
    apa yg bakal terjadi?
    Trus kyuhyun apakah dy juga suka ama hyura?
    Miss hoon di tunggu ya lanjutannya
    penasaran…
    .

  35. haekyura berkata:

    woaaah daebaaak…!!!! suka banget sama part ini. Gilaaa nekat bgt si hyura langsung ngomong gitu ke kyu >,<

  36. riri berkata:

    ohhhh Ya Ampunnnnn !!! hyura kesambet apa ini . ntah knp aku punya firasat kyuhyun bakal nolak hyura karna tau hyura mo tunangan . tapi semoga aku slah . karna part sebelumnya aku mengira part ini hubungan mereka lebih kacau lg karna kasus ibunya .eh taunya malah sweet” begini . memang ff ini susah ditebak .ditunggu bgt lanjutannya 🙂

  37. julia berkata:

    Wahhh akhirnya di post juga kelanjutannya, aku slalu nunggu FF ini gak kebayang gimana kangennya aku nunggu berbulan bulan.
    Ceritanya bagus banget eonnie, akhirnya Hyura ngakuin juga perasaanya trus gimana akhirnya Kyuhyun? Apa dia bakalan ngajak Hyura lari hahaha pikiran yg aneh hahaha lagipula kakek juga sakit takut juga nanti klo bikin masalah. Tiap part gak bisa ketebak alurnya. Keep Writting eonnie cepetan yah eonnie kelanjutannya jangan berbulan-bulan lagi: )

  38. chieva_chiezchua berkata:

    huweeeee!!! please ka’ TBC-nya beneran bikin galaauuu akuutt,,,, duuuhh ini kapan lgy ntr lanjutannya, semogaa g selama part ini lagyy, penasaran gimana reaksi Kyuhyun, trus gmn sama rencana pertunangan Hyura, bagaimaana nasib siwon,, sayangnya story ini cuma sudut pandang hyura jadi g tahu gmna isi hati Kyuhyun sebenarnya,,,, ditunggu part selanjutnya ya ka’,, semangat!!

  39. Shin cira berkata:

    uahhhhhh akhirnya akhirnya
    passss tau fagmilia publish langsung menuju tkp, komen dulu baru mau baca ni

  40. amoy berkata:

    Huwaaaah..akhirnya ada pengakuan cinta.
    tapiiiii..gimana caranya ngungkapin status kyu yg sebenarnya.

  41. uchie vitria berkata:

    senengnya udah nongol juga nich ff
    wowww hyura pengakuan cintamu ini sungguh” atau hanya sesaat aja sich kekyuhyun
    membingungkan kamu nya
    bagaimana reaksi kyuhyun nantinya
    kalo merasa ragu dengan siwon kenapa coba menerima pertunangan dengan siwon daa bantuan perusahaan siwon buat mengakuisisi posisimu diperusahaan
    jelas” bener kata kakek kalo pertunangan ini dari hubungan kekasih berubah jadi penguatan bisnis
    bete banget ama eommanya hyura kapan sich tuh nyonya dapet hidayahnya

  42. hyunvia berkata:

    Oh finally,, yang ditunggu2 muncul jugaa..yeah: D
    Woah, part ini mengejutkan sekali.. hyura nembak kyuhyun? Padahal dia mau tunangan? Gimana reaksi cho kyuhyun? huwaaaaa aku penasaran sama kelanjutannya..semoga sifat rajinnya kaka tahan lama dan bisa ngeshare kelanjutan ff ini dg cepat#berharapsekalii
    Walaupun katanya cerita ini beda dr aslinya tp tetep kereen ka 🙂
    Pokoknya ditunggu buat kelanjutan ffnya semoga ga sampe berbulan2 lagi..hehe^^
    Keep writing & fighting kaka^^ 😀

  43. babycho30 berkata:

    Eeeaaa demi apa hyura ngakuiin perasaannya secepat itu haha mungkin dia sudah lelah menahan perasaanya pada kyuhyun ya ampun kyu ayolah jgn jadi pengecut. Balas perasaan hyura okey

  44. Chohiro berkata:

    Jd slama ini hyura ga punya perasaan lbh donk ama siwon klo dia mencintai kyu? Kira kira kyu punya perasaan sma ga yach ama hyura.apa cma bneran nganggap adik sja, ach mudah mudahan kyu jg mencintai hyura dan mau memperjuangkan nnya.

  45. naila berkata:

    Hyura nyatain cinta ,., trs gimana nasib Siwon kasiannnn ,., Kyu suka ga ma Hyura…

  46. angelkim393 berkata:

    Finally ni ff lanjut jug a, lama bener br d post^^ tp penantian t terbayar DG ff yg memuaskan^^ ah g SBR buat BC next chapter NY, q harap kyu juga punya perasaan yg sm^^

  47. widya choi berkata:

    Nah loh..stelah bperang batin. Akhirny hyura mulai mnyadari prasaanny am kyu.. gmn nih jd ny?.. q jd pnsaran sm responny kyu.. trz gmn soal pnikahan itu. Mgkinkh pnikhn hyura n siwon bakal batal..? N kyu bw kabur hyura lg deh hohoho #Sotoy
    dtgu next chpterny…

  48. lovekyu* berkata:

    ceritanya tambah berat,,,

  49. hikarinta berkata:

    Omg..kira2 reaksi kyu apa ya. Tp mengingat kyu orgnya lurus2 aja psti dia bakal diem ajaaaa ahhhhh ngarep mereka sama2 susah kayaknyaa

  50. lisamei berkata:

    akhirnya hyura menyadari perasaan nya terhadap kyu, dan sebenarnya juga kyu menyukai hyura, hanya aja belum berani mengakuinya, aishhh…jinja kyu oppa…
    udah putusin aja siwon, lagian hati hyura gak ke siwon kn, sebel banget sama mama hyura, tega sama anak sendiri, aigooo…
    kakek cepat sembuh y…
    tetap semangat y Thor, jaga kesehatan,,,

  51. zahra syifa berkata:

    wAaaaawww…akhirnya ad yg ngungkapin prasaan…yaaahhh trus mreka pst dilema….tp ak ykin klw kyu pst g bkal bles langsung. yg ad dia pst diem aj krn bngung….

  52. kyukyukyuniw berkata:

    Yah yah yah jangan bertunangan dengan siwon.
    Udah nikah aja sama kyuhyun, tapi kasian siwon.
    Ahhh ini sulit untuk mereka. Tapi semakin gregettttt.

  53. Ayum berkata:

    Waow akhirnya hyura menyatakan perasaannya, bombastis sekali. Ayolah kyu, bilang jujur saja kalau kau suka.
    Author-nim semoga diberi semangat dan flashdisk baru jadi rajin nulis ff ^_^

  54. hyokwang berkata:

    ya ampun hyura ngungkapin perasaannya ke kyuhyun, seneng banget.. menurutku kyuhyun juga suka hyura tapi dia g mau ngungkapin krna ngerasa dia bukan siapa2…
    pingin hyura sama kyuhyun aja, jangan sama siwon dan menurutku kakeknya lebih setuju kalau sama kyuhyun.. yang jadi masalah ibunya hyura…
    ditunggu lanjutannya, kalau bisa sih jangan lama-lama 🙂
    semangat 😀

  55. exfriend365 berkata:

    tbc nya gak tepat, mau liat gimana reaksi Kyu nya fufu, pasti Kyu nya suka dah.
    disatu sisi ngedukung bgt Hyura udah mulai suka sama Kyu tapi disisi lain kasian sama Siwon, udah dehya biar adil Siwon sama aku lol
    ditunggu next chap nya kak, fighting^^

  56. vhiy zaza berkata:

    akhirnya ff yang ditunggu” post juga,
    ciye ciyd ada yang ungkapin perasaan ni, kyu shock gitu, apa kyu juga suka hyura ?

  57. babycho berkata:

    Wahhhhh hyura nyatain cintanya yahhhh,
    Kyuhyun ayo diterima dongggh

  58. Dwi2 berkata:

    Ah,,, akhirx hyura terus terang jg ma kyuhyun….
    Tp aq masih ragu sm cintax siwon ke hyura
    itu tulus gk ea??
    Jd penasaran sm kelanjutanx,,,,

  59. ninepisces berkata:

    Waaaaoooo!!!!!
    Hyura amazing!!!! Dy blg itu ke kyu di saat hyura mw tunangan!!! Sesuatu kug…

    Ahhhh g sabar bwt tw reaksinya kyu!!!! Lanjuuuuuuuuuut!!!!!!!

  60. niza berkata:

    omg hyura ngungkapin prsaannya kpd kyuhyun.
    kira2 apa tuh reaksinya, kagetkah atau gmna nih.

    tp mngkn apa yg dirskan hyura thdp siwon hny sbtas mnyayangi sdgkan brsma kyuhyun dia sdh mlai mrsakan prsaan yg lain.

    gak tau mau sng atau sdh soal rncana prtngan sklgua prnkhn hyura dan siwon. soalnya kasian kyuhyun nya.

  61. bintang0310 berkata:

    Makinn penasaran, ditunggu kelanjutannya ya

  62. Nur berkata:

    Ya ampun, akhirnya hadir juga ini cerita. Makin penasaran sama ini cerita. Dan maaf baru komentar di part ini. Untuk ceritanya bagus dan keren ..

  63. bobxy00 berkata:

    kakak jangan buat kakek hyura meninggal:(

  64. Nay berkata:

    Omo!!!
    Kok rasanya part ini nyesek ya?

    Cinta, tp ga bisa memiliki…
    Aish… Hyura yg sabar ya…
    Klo dr bau2nya sih, si kyu jg cinta ma kamu…

  65. fey berkata:

    makiin seruuu…ayo kyu bilang nado saranghae…
    hahaaha

    kyuhyun di ff ini karakternya beneer2 pelindung banget…
    walaupun belum bisa moveon dari rache…hahaha…

    gak bisa komen banyak…yang pasti aku selalu menikmati tulisan kamu..ini tulisan menurutku layak publish buku..
    pokoknya miss hoon semangat yaaa…
    ditunggu lanjutan cerita2nyaaa…

  66. DubbyBlue berkata:

    Penasaran sama jawaban kyu—
    Dia ngeliat hyura sebagai wanita atau sebagai adek ya? 0_o

  67. inet berkata:

    aaaahhhhh…knp tbc nya pas lg rame2nya????? >o,<
    keep writing authornim….dtggu bgt next partnya….^^

  68. ThaVitha Tresya berkata:

    Huaaa penasaran sma jawaban kyu .
    eonni jangan lama lama nge post nya yha .
    aku udh penasaran banget .
    di tunggu part selanjutnya .

  69. Kikii Ryeo berkata:

    si hyunra mulai bimbang,. jangan serakah dong.. kalo emang udah gak cinta sm siwon, ya dilepas aja.. jangan karena nyokap sm kakek hubungannya diterusin. nanti nyesel loh..

    si kyu udah mulai kode keras ni.. bakal banyak lg perhatiannya..
    semoga hyunra pilih yg tepat.,
    untuk kak miss hoon, chapter selanjutnya jangan telat updatenya.. SEMANGAT!! 🙂

  70. inggarkichulsung berkata:

    Suka bgt sama kelanjutan famiglia nya, akhirnya Hyura menyimpulkan bhw akhir2 ini saat ia dekat dgn Kyu oppa yg sbtlnya bkn Donghae oppa aka kakak tirinya/pny hub keluarga dgn nya, ia memiliki rasa suka, sayang menganggap Kyu oppa sbg seorg pria, bukan sbg kakak meskipun ia th kalau Kyu oppa hny menganggapnya sbg saudara tdk lebih, apakah krn itu kakeknya menanyakan berulang kali apakah Hyura yakin dgn hub nya bersama Siwon oppa, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  71. ghyunnvy berkata:

    Ikutan syok pas bagian akhir>< udah tau skrang perasaan Hyura ke Kyuhyun. Tinggal Kyuhyunnya perasaannya ke Hyura gmana. Semoga ajah kgk bertepuk sebelah tangan. Kasian juga tapi sma Siwon… next part ditunggu thour!^^ Fighting bwt nulisnya lagehhh lagehhh dan lagihhh^^

  72. kyutheee berkata:

    Hyura udah berani ngungkapin perasaannya tapi gna kyuhyun siap gak nih??

  73. ne,,,nae mau jujur ttg part ini ya chingu,,,g ada feelnya dan kayak malah muter2 gtu,,huhuhu miane.
    Yeah hyura ngakuin perasaanya,,,hah kemarin2 kyaknya si kyu emg suka deh ama hyura???
    Hah,,,smg nanti ending,nya happy ne,,,huwe berharap bgt hyura m kyuhyun aja,,,

  74. nezarinda berkata:

    Waaaaa…hyura akhirnya membuat pengakuan…..yeeee….kyu pasti syok…cintanya berbalas…tp ky apa jdnya ya…

  75. leekhom berkata:

    Kyuhyun mlompong bgtu denger hyura menyatakan perasaan’a hhhhhh…duh duh hyura mo tunangan ma siwon padahal ><,hyura keren berani menytakan cinta'a lbh dulu tinggl gmn prasaan kyuhyun q rasa sh kyu jg cinta ma hyura tp karna satu dan lain hal jd blm bisa bilang cinta..semoga kyu cepet bilang nado saranghae biar hyura gk jd tunangan ma siwon 😀

  76. lina berkata:

    rasanya memang agak melenceng thor. Awal cerita dulu, alurnya rapat dan jelas. Sekarang seperti menuruti perasaan hyura. ini tetap bagus, hanya terasa berbeda.
    kalau hyura dan siwon batal untuk menikah, sepertinya perusahaan mereka akan bermasalah.
    author semangat ya! Ini salah satu blog paling fav, hanya saja authornya jarang update ^^

  77. atif309 berkata:

    waa .. gile park hyura bilang gitu ..
    kepo gimana reaksi kyuhyun .. dia nga bisa kebaca bgt sikap nya .. pro apa kontra sama perasaan nha hyura ‘-‘
    ahh .. tambah seru ……
    part 7 nya mingu depan min .. wkwk

  78. nathyan berkata:

    Agak bingung + mikir2 pas bacanya..soalnya udah kelamaan juga jd harus inged2 cerita sebelumnya.
    akhirnya Hyura mengakui perasaannya ama kyuhyun.
    next part jangan lama2 ya kak.
    Semangatt :-)”

  79. ddeessttyy berkata:

    JUST……. WOW!!!

    GIVE APPLAUSE FOR HYURA. SETIDAKNYA DIA LEBIH CEPAT MENYADARI PERASAANYA SENDIRI, DAN…… TIDAK MUNAFIK UNTUK MENGUNGKAPKANNYA…. SEE??? WOMAN CAN DO IT ALSO. JANGAN NUNGGU SAMBIL NGODE, YANG BENER NGOMONG LANGSUNG. GOT IT?

    WAHHHHHH. JADI PENASARAN NEXT NYAAA 😀

  80. Babyniz137 berkata:

    Annyeong reader baru nih, numpang baca disini y thor~
    Baca ngebut dan baru sempet komen disini hehe *sorry
    Kesel atas sikapnya hyura ke siwon, kasian kan siwonnya padahal dia udah niat banget.
    Apalagi hyura nyatain perasaan <3 nya ke kyu, sukses tuh buat kyu kaget haha~ kayaknya kyu jg suka ma hyura, smoga kyu bertindak dan hyura jujur ama siwon. Kakek sakit? Smoga kakek bisa melihat hyura-kyu nikah, syukur2 ampe punya cicit.
    Ditunggu part selanjutnya~
    #semangat!

  81. syalala berkata:

    akhirnyaaaaaaaaaaaaaa hyura ngalahin gengsinya buat nyatain perasaan duluan ke kyuhyun! yakin banget sih sebenernya kyuhyun juga suka bahkan cinta sama hyura tapi karena keyakinan dia makanya dia tahan semua. paaraaaaaahh merinding baca yg terakhirnya sampe aku baca berkali2!!! aaaaaaaaahhh dari sekian lama (dan aku baru inget wpnya hehe) akhirnya baca lagi ff disinii kangen bangeeeeeett asli! apalagi fagmilia ini belom selese dan udah masuk tahap seru yg mana hyura kyuhyun udah mulai deket, gada lagi perang kaya sebelum2nya hahahaha ditunggu selaluuu lanjutannya, semoga rajinnya bertahan sampe fagmilian selesei hehehehe fighting!!

  82. entik berkata:

    Walau pun jauh dari yg asli tapi ini tetep ff yang aku tunggu tungu.
    Sebelum nya trimakasih masi tetap di lanjut kan.

    Ibu nya hyura gila cm demi cari hyura sampe buat gosip gila.

    Dan di ending beneran kaget sama pernyataan hyura., tapi kaya nya kyu juga sama suka nya sama hyura, bayangkan aja 16th hidup bareng.

    Tapi gmn sama siwon?

  83. Mochi berkata:

    awas aja kalo gak sama abang Cho. di part sebelumnya kan dia bilang gak pernah anggap hyura sebagai adik tapi sebagai ‘wanita’ sama kaya Donghae.
    Setelah baca ff di blog jeonghoon-si, aku cuma mau bilang kalo ceritanya bagus-bagus semua. cuma ada satu kekurangan, updetnya lama bingits. jadi pas part selanjutnya udah ada, seringnya harus baca juga part sebelumnya, soalnya saking lamanya gak dilanjut jadi lupa sama alur ceritanya. malah kadang aku baca mulai dari part pertama lagi.
    pokonya buat jeonghoon-si, semangat ya!!!
    jarang banget ada ff yang feel-nya ngena banget kaya punya kamu. aku suka semua ceritanya. semoga bisa cepet updet Famiglia secepetnya, karna jujur ya, dari dulu aku greget banget sama cerita ini. eh pas di post malah suka bikin kejutan di akhir cerita. kan kamvret….
    baca Famiglia beneran musti sabar. aku aja bacanya gak bisa berenti gigit sampe ngunyah baju….
    pokonya wajib lanjut secepetnya #maksa ^^V

    udah, buang aja abang kuda, toh pasti nanti dia banyak yang mungut. jadinya sama kyuhyun aja. Go Cho Kyuhyun I lop yu.
    Suka Siwon tapi lebih suka Kyuhyun huhuhu maruk sekali.

    sekian.

    salam hangat buat Miss Hoon.
    muach…

    ps : maap dari kemaren udah jadi pembaca ilegal alias jarang komen alias sider. apalah. habisnya sekali komen pasti bocor…

  84. selene berkata:

    Kyakyakyakya~~
    Kalau jadi Hyura pasti tetap nikah sama Siwon, wlwpun suka sama Kyuhyun~ kkk~ rumit bener ya…

  85. mira_MM berkata:

    Luar biasa.. hyura akhirny jujur jg klo dia suka sm kyu.. hmmm
    klo baca part sblmny..kurasa kyu dr dl ud suka sm kyu… hmm

    klo ak jd hyura.. ak bakal kabur tu dr acara pertunangan ku sndr
    eh tp kabur ga menyelesaikan mslh jg..
    gmn yah???? pokokny ku batalin deh..hehehhe

    berharap bgt part slnjtny ga lama2 bgt..amin..
    semangat!!!

  86. chriss berkata:

    gimana tanggapan Kyu ya? daebak bgt. disaat genting udh mw tunangan gini baru hyura sadar akan perasaannya. aaahhhh daebkkk. eonniii ditunggu kelanjuttannyaaa.

  87. Hilda berkata:

    Sider lama nih..baru bsa komen…maaaaf.
    Suka bgt cerita’y.
    Ga rugi dah nunggu lama bgt, tp emang layak BANGET bwt ditungguin.
    Hyura dah yakin dgn perasaan’y sma kyuhyun..ykin bgt kyu jg sama.jd ga btepuk sebelah tangan.. Tbc nya pas banget ya..bikin kesel gmna g2..
    Mdh2n miss hoon makin rajin posting part slanjutnya #kyk ga da krjaan lain aja.
    Pokoke smangat terus ya,thor!

  88. gaerriszrye berkata:

    Arrghttt Gemees!!!!!!!!!
    Dalem banget lah ini ….
    kereeen!

  89. meena berkata:

    Omg… di tunggu banget kelanjutannya

  90. dewi berkata:

    ditunggu lanjutannya ya

  91. Krysdha berkata:

    Ending’x Gk ‘xngka bgt..
    Di tung2u bgt next Part’x…

  92. alkyblast berkata:

    Ini sebutannya apa nih? Kalo pertemanan kan Friendzone, mungkin ini incestzone kali ya hihii.

  93. tyafeyaya berkata:

    nah lhoo??hyura gmana sih??mw tunangan ma siwon tp suka ma kyu??

  94. Lovey denalisa berkata:

    ya ampuuuuunnn napa jafinya gini…napa kakrnya rubah haluan???? napa ga jadi ma kyuhyun???

    jadi selama ini perdebatan ma kyuhyun tu cuma cuma doang????

    trus htura aja udah ngaku,,ayolahh kyuuuuu

  95. Latuf berkata:

    huahhh ternya hyu ra dh jtuh cinta ma kyu…ckck

  96. rara berkata:

    dr awal hyura emang hyura udh suka sm kyuhyun
    mkany jgn trlalu bnci sm org jdny gini deh
    tp ap kyuhyun punya rasa yg sama?
    siwon setia bgt nungguin hyura siap utk nikah
    tp ap hyura ykin mw nikah sm siwon?
    dy kn gk ad rasa
    gk mngkin jlann prnikahan tnp cinta
    mndingan jujur sblm trlambat
    haraboji tw gk perasaan hyura

  97. Ayu widyastuti berkata:

    Smgat kakak untuk ngelanjutin crtanya.suka sama tulisan kakak.crtanya bagus,tulisan kakak endingny sllu gk trduga^^

  98. nanaelsha berkata:

    Wow keren hyura disini brani blang kalo suka sama kyu, aahh semakin sukaaa sama cerita ini… suka jgaaa pas kyu perhatian, baik sama hyura, ga bersikap dingin gitu, seneng kalo liat merekaa akur gini… btw siwon gmana nasibnyaaa huaaaa kasian jga sama siwonny

  99. rianti berkata:

    hmp ahirnya hyunra yg blg cinta duluan, ga tau ni perasaan kyu kyk gmn. Trus ternyata kakek cuma nguji hyunra dan ttplah jdiin dy penerus perusahaan..

  100. Cho Sarang berkata:

    Ceritanya gantung n tbc nya pas jadi bikin semua orang penasaran dengan gimana perasaannya kyuhyun pada hyura,apa dia juga menyukai hyura sebagai seorang wanita bukan suka n sayang sebagai kakak ?
    Gw udah mengira kalo cintanya hyura itu sama kyuhyun bukan sama siwon trus gimana nantinya dengan siwon ?

  101. Cho Sarang berkata:

    Ceritanya gantung n tbc nya pas jadi bikin semua orang penasaran dengan gimana perasaannya kyuhyun pada hyura,apa dia juga menyukai hyura sebagai seorang wanita bukan suka n sayang sebagai kakak ?
    Gw udah mengira kalo cintanya hyura itu sama kyuhyun bukan sama siwon trus gimana nantinya dengan siwon ?

  102. teenaclouds berkata:

    Nah lohh hyura gmns itu kalo udah kya gtu dan apakah kyu jg pnya perasaan yg sama ky hyura kalo iya kyu hrus bisa ngbtalin prtunangan apalagi prnikhn hyura….
    Mkin pnsaran

  103. Mrs.Donghae berkata:

    Akhir’a justru Hyura yg menyatakan perasaan’a duluan.
    Walaupun setiap part’a panjang tapi ga pernah ada scene yg membosankan.

  104. ricassie berkata:

    Mendebarkannnn… hyura akhirnya blng cinta sm donghae….

  105. mitarashi8899 berkata:

    Ohohohoo… Ternyata hyura duluan yang ngungkapin perasaan kkk.. Btw aku penasaran sama kyu, kira2 apa yang akan kyu lakuin kedepannya ya 🙂

  106. nana berkata:

    ini kenapa gini????? semoga aja kyuhyun nrima hyura terus mereka bisa bahagia

  107. nisa11 berkata:

    akhirny hyura menyatakan cinta kkk: )
    #fighting

  108. Leevee berkata:

    ngga tega liat hyura.nyaa >__<
    terus2.an mendem sndirian… kyuhyun jg suka hyura kan?? pfen ngliat mreka bareng.. tp kasian jf siwon… ngga tega bayangin wajah kalem gitu sakit hati… kkk
    makin pnsaran sma next part… gmna respon kyuhyun nantinya??
    cuus baca next part ^o^

  109. minkijaeteuk berkata:

    hyura ngaku sama kyuhyun klo dia cinta ma kyuhyun wah…wah…
    n hyura tetep jalanin tunangan n mau nikah ma siwon… OMG…

  110. Deborah sally berkata:

    Baru nyatain sekarang

  111. elimns berkata:

    yEE.. Hyura nya ngaku duluan tuh,, ayo kyu.. cepetan bales perasaan nya hyura.. Figting eonni//

  112. example6865 berkata:

    Akhir nya hyura nyatain perasaan nya

  113. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  114. Dhewull berkata:

    Hyura ga slh tuch bilang cinta dluann sm kyuhyun?
    Shrus nya klo Suka kyuhyun ,siwon di lempar ke aku…

  115. nabilauma berkata:

    acieeee. si hyura nyatain perasaannya. pen tau respon kyuhyun kaya apa 😀
    pokoknya makin sweet sweet sweet 😀
    moga aja si hyura gajadi tunangan hahaha 😀

  116. choi sena berkata:

    rumit nya kisah asmara hyura

  117. @R_ELFIna berkata:

    Hyura memang sudah bimbang dari awal dengan perasaannya pada Siwon. Dia hanya sebatas menyukai sebagai teman yang sudah lama bersama dan dia nyaman sama Siwon, tidak mencintai Siwon sebagaimana mencintai seorang kekasih.
    Apa Hyura serius dengan ucapannya itu? Atau hanya akan dijadikan gurauan saja-sebagai alasan karna salah ucap-.

  118. nha_onk berkata:

    wuahhhh hyura keren bs ngungkapin perasaan nya gt
    tp aku yakin klo kyu jg sbnernya cinta sma hyura

  119. yoongdictasticgorjes berkata:

    Ciee yg udh nyatain prasaan nya tpi pnsran bgt nih ap tnggapan si cho…

  120. Goldilocks berkata:

    Whoaaah akhirnya kalimat cinta itu muncul. Muncul. Mun—cul..
    Huwaaaaaaah aku seneng banget! Aku pikir bakalan Kyuhyun duluan yang ungkapin perasaan itu. Tapi ini—–Hyura!
    Gak heran sih, soalnya Kyuhyun dingin banget. Ah ani! Bukan dingin. Susah dibaca 🙁 Well aku mau lanjut gaksabar sama feedback dr Kyuhyun

  121. Rithaaa16 berkata:

    Yatuhannnn!!!!
    Kata yang aku paling tunggu akirnya keluar!!

  122. LeeHyun berkata:

    Apa??!!! Hyura yg nyatain perasaannya duluan, kuharap pertunangannya Hyura sma Siwon batal. Dan Kyu nglakuin sesuatu bwat hub mereka…

  123. Elvvvvv berkata:

    Wahhh diluar dugaanku. Aku kira kyu yg bakal ngerasain tersiksa dan nyatain duluan. Gatau ya malah hyura. Keyennnnn.
    Kakek cepet sembuh ya. Kalo gada kakek gaseru ni kayany. Hahha.
    Gmna nasib siwon -_- kasian dia ud baek.

  124. esakodok berkata:

    hyura yg diluan menyatakan cinta? kerenn..hyura cool banget sebagai cewek..hahaha…kasihan kyuhyun..posisinya sulit banget…bakal ditentang g y kalo dia mempertahankan hyura

  125. Nurlaely D berkata:

    Ya ampuuun Hyura mnyatakn cintanya pd Kyuhyun??? Lalu gmna ya tnggpn Kyu??

  126. Widya Choi berkata:

    Klo g yakin sbaikny jgn d teruskan prtunangan itu. Ntr nyesel loh…trlbih si hyura kykny jg mulai bimbang am prasaan ny sndri.
    Nah loh… kceplosan deh. Si hyura udh g tahan am prasaanny sndri mk ny dy lgsg ngmg gt k kyu. Trs gmn ni respon si kyu?…

  127. Rika ricardo berkata:

    Iih hyura mah,,,,

  128. Park ni young berkata:

    Aigoo hyura ngaku kalau dia suka ma kyuhyun, terus gimana y reaksinya kyuhyun jadi penasaran nih aq

  129. Vivirakim_94 berkata:

    Hiksssssss terharu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *