Famiglia [Part 5]

stb

Happy Reading N Sorry For Typo ^^

***

Benar, salah. Keluarga, orang asing. Kakak atau adik. Aku tak lagi bisa membedakannya.

Wanita? Dia atau kakak tiriku selalu menganggapku sebagai wanita? Tentu saja aku seorang wanita. Apa Selama ini mereka menganggapku seorang pria?

“Apa maksudmu?” aku bertanya

Dia tidak menjawab dan malah berpaling lalu menjalankan mobilnya lagi. aku tidak berhenti menatapnya. Bertanya-tanya apa maksud ucapannya barusan? Tapi aku tidak yakin dia akan menjawabnya meskipun bertanya lagi.

“Apa kau ingin melubangi wajahku dengan tatapanmu?” katanya tanpa melihatku

“Aku tidak mengerti”

“Apa?”

“Perkataanmu barusan”

Dia menoleh sekilas lalu mendesah “Apa kau mau mengunjunginya?”

“Huh?”

“Lee Donghae. Apa kau mau menemuinya? Aku bisa membawamu kesana”

Aku tidak langsung menjawab. Aku bertanya pada diriku sendiri. apa aku mau menemuinya? bohong jika kukatakan aku tidak penasaran dengan wajahnya. Tapi bagaimana jika aku membencinya setelah melihat wajahnya. sebagaimana aku membenci ayahku karena mengkhianati ibuku. Aku telah membangun figure dirinya sebagai seorang kakak tiri yang baik hati. Dan aku tidak ingin merusaknya..

“Hyura-ya….”

“Entahlah. Aku tidak yakin” sahutku jujur

“Terserah” katanya. setelah itu tidak ada lagi yang berbicara. Aku melihat ke jendela, kami sudah memasuki jalan bebas hambatan. Sejak kapan? Aku tidak tau karena tidak begitu memperhatikan jalan. mungkin aku terlarut dalam pikiranku sendiri. Aku bahkan tidak peduli Kyuhyun akan membawaku kemana

“Kepalamu masih pusing?” tanyanya sekaligus membuyarkan lamunanku.

“Sudah agak baikan”

Dia mengangguk

“Tapi aku butuh berpakaian. Aku tidak tau sampai kapan aku tahan dengan selimut ini” kataku sedikit malu.

Dia kembali melirikku sekilas “Maaf aku hampir saja lupa. Tahan sebentar lagi sampai kita menemukan tempat pemberhentian”

Berselang sepuluh menit kami berhenti di rest area. Sekali lagi aku harus menahan malu saat Kyuhyun membopongku seperti buntalan kain sampai di depan toilet wanita. Dia menurunkanku lalu melepas tas punggungku dari bahunya dan memberikannya padaku.

Dengan susah payah aku berjalan menggunakan kepompong aneh ini menuju bilik toilet. Beruntung disini tidak ada orang, setidaknya aku tidak lagi menjadi pusat perhatian. Setelah pintu terkunci dan aku sendirian aku merasa bebas. Dengan kasar aku menyentakkan selimut lalu mengaduik tasku mencari pakaian dalam bersih. Memakainya dengan cepat lalu ditambah kemeja kasual dan celana jins.

“Aku tidak bisa menerimanya!!….Tidak Kau tau aku tidak bisa!……” Kyuhyun sedang menelpon sambil bersandar di badan mobil. Ekspresinya keras. Aku tidak berniat menguping jadi kuputuskan untuk segera masuk ke dalam mobil secepat yang kubisa “Itu berbahaya….. Hati-hati dengan tindakan…..” Ucapannya berhenti saat matanya menangkapku mendekat. Aku bahkan tidak melihatnya dan langsung masuk kedalam mobil. “Nanti kutelpon lagi” katanya cepat sesaat sebelum aku menutup pintu.

Dia masuk kedalam balik kemudi setelahku. Aku memasang seatbelt

“Aku bisa menunggu kalau itu telepon penting” kataku.

Alih-alih menjawab dia justru menyalakan mesin lalu menjalankannya. Dia terlihat seperti algojo yang siap menghukum mati narapidananya. Ekspresinya jauh berbanding terbalik dari sebelumnya. Mungkin telepon barusan atau mungkin hal lain. Entahlah.

Tidak ada yang berbicara di sisa perjalanan kami. Kyuhyun keluar jalan bebas hambatan, lalu berbelok ke arah jalan yang lebih kecil, di mana lalu lintas semakin jarang. dia menghentikan Vanquiz didepan rumah yang sangat sederhana. Ini mengingatkanku pada rumah kurcaci dan putri salju. Kecil, tua dan sederhana.

Aku menoleh hendak bertanya pada Kyuhyun namun dia sudah keluar. Aku melepas seatbelt dan mengikutinya. “Ini Vilanya?” tanyaku.

Kyuhyun mengangguk lalu membuka pagar rendah di depan kami. Aku mengikuti di belakangnya. Dia mengetuk pintu dua kali sebelum seorang wanita berumur lima puluhan menyambut kami.

“Anyeonghasseo” Sapa Kyuhyun sopan sambil menunduk. Aku mengikutinya.

Wanita itu tersenyum “Kalian pasti teman Tuan Muda Sungmin. Silahkan Masuk” Wanita itu menyingkirkan badannya memberikan kami jalan. Aku tetap berdiri di belakang Kyuhyun. daripada disebut vila bagiku ini seperti gubuk karena ukurannya benar-benar kecil dan lingkungan yang tidak mendukung.

Saat Kyuhyun menyebut kata vila, yang kupikirkan sebuah rumah pantai yang tenang dan terdengar suara ombak dan semilir angin laut. Tapi saat ini yang kuhadapi rumah kecil, beratap pendek dengan satu ruang serba guna. Kusebut serba guna karena berfungsi sebagai ruang tamu dan perpustakaan mungkin. Mengingat rak buku yang menjulang tinggi hingga atap yang mengelilinginya. Kemudian ada satu dapur kecil dengan meja makan yang tak kalah mungil. Serta dua kamar, yang tentu saja masing-masing aku dan Kyuhyun tempati. Tapi bukan disitu masalahnya. Rumah ini hanya memiliki satu kamar mandi. Kalian dengar?

Satu kamar mandi!

Yang artinya aku harus berbagi dengan Kyuhyun. seumur hidupku aku tidak pernah berbagi kamar mandi dengan siapapun. Siapapun!

Wanita tua tadi tetangga dekat sini yang membantu keluarga Sungmin menjaga gubuknya, Maaf maksudku vilanya. Jadi sekarang dia pergi setelah memberikan kunci pada kami, meninggalkan kami berdua.

“Kau bisa pakai kamar mana yang kau mau” Kata Kyuhyun sembari berjalan ke ruang depan.

“Kau mau kemana?” tanyaku spontan, ketakutan dia akan meninggalkanku di gubuk yang bahkan aku tidak tau ini berada di Korea bagian mana.

“Aku harus melakukan beberapa panggilan” sahutnya singkat lalu pergi tanpa melihatku lagi. Aku mendesah lega dan mulai memeriksa setiap kamar yangdi rumah ini.

Semua kamar hampir sama, yaitu dengan Satu tempat tidur berukuran sedang, lemari cabinet dan meja serta kursi. Sangat minimalis. Kupikir motel kemarin jauh lebih luas ketimbang disini.

Aku mengambil kamar yang paling dekat dengan ruang depan sedangkan kamar Kyuhyun dekat dengan dapur. Syukurlah, kamarnya tidak berbau apek seperti bayanganku. Aku tidak membongkar ranselku, toh aku tidak tau sampai kapan aku akan tinggal disini. Mungkin besok atau lusa aku sudah pergi ke tempat lain.

       Aku membuka tirai yang langsung memperlihatkan sisi kiri halaman. Satu lagi hal yang unik dari bangunan ini adalah halaman depan dan belakang lebih luas dari ukuran rumahnya sendiri.

       Aku melihat Kyuhyun sedang menelpon tidak jauh dari tempatku, meskipun begitu aku tidak bisa mendengarnya. Tapi aku berani bertaruh dia sedang tidak membicarakan hal yang menyenangkan. Lihat saja ekspresinya, bahkan jauh lebih muram sejak dia meninggalkanku tadi.

       Ngomong-ngomong soal telepon, aku belum menghubungi siapapun semenjak aku pergi dari rumah. Aku kembali ke mobil dan mengambil ponselku. Setidaknya aku harus memberitau Siwon ataupun Nammie. Tapi sialnya aku tidak menemukan ponselku.

       Aku ingat sebelum pergi dari motel aku meletakkannya disisi jok mobil, tapi sekarang tidak ada dimanapun. Aku memeriksa jok belakang, dibawah jok, setiap sudut kecil di dalam mobil. Aku bahkan kembali ke kamar membongkar rangselku, mengeluarkan semua isinya, lalu kembali lagi memeriksa mobil namun benda itu tetap tidak ada.

       Sial,

       “Sedang apa kau?” aku hampir melompat mendengar suara Kyuhyun dari balik tubuhku. Separuh tubuhku masuk ke dalam mobil bagian belakang.

       Aku mengeluarkan kepalaku dari sana, berbalik menghadapnya. “Aku mencari ponselku. Apa kau melihatnya?”

       Dia menggeleng “Kau yakin membawannya?”

       “Tentu saja, bahkan tadi pagi aku masih memegangnya”

       “Mungkin tertinggal di motel. Semalam kau mabuk. Ingat”

       Aku menggeleng“Aku sangat yakin tadi pagi aku masih memegangnya saat kau memasukkanku ke dalam mobil” Pagi tadi aku yakin sepenuhnya sadar.

       “Kalau begitu beli saja lagi” sahutnya enteng.

       “Tidak semudah itu” dengusku lalu kembali ke dalam rumah. Kyuhyun mengikutiku, dia menutup pintu dibelakangnya.

       “Kau mau makan? Sejak pergi dari motel kau belum memakan apapun. Kau mau apa? Aku akan membelikannya”

       Aku berhenti lalu berbalik menatapnya heran “boleh aku bertanya satu hal?”

       Dia mengangguk menunggu

       “Kenapa kau mengikutiku? Bahkan repot-repot mengurusku?”

       Dia terdiam sejenak, menimbang-nimbang jawaban apa yang harus dia keluarkan. “Sejujurnya—aku tidak tau”

       “Apa?”

       “Well, saat aku melihatmu malam itu digarasi, aku hanya merasa bahwa aku harus ikut denganmu. Semacam—Insting”

       “Omong kosong” dengusku.

       “Aku hanya khawatir” desahnya

       “Jangan mulai dengan ‘bahwa kau bertanggung jawab sebagai kakakku’” jika benar begitu. Detik ini juga aku akan pergi. Aku bukan anak kecil dan dia bukan kakakku.

       “Tidak tepat seperti itu. tapi….” Dia diam, atau lebih tepatnya tidak bisa melanjutkan ucapannya.

       “Tapi?”

       “Eomonim menelponku. Dia terdengar kalut. Meskipun aku tidak tau apa yang terjadi tapi aku yakin ini lebih tidak mudah untukmu”

       Mataku Menyipit “Sejak kapan kau tertarik dengan urusanku dan ibuku?”

       Dia mendesah dalam “Hyura, bisakah kita tidak membicarakannya. Aku tidak ingin berdebat. Anggaplah aku juga butuh penyegaran, liburan atau apalah istilahnya. Kita sama-sama tau sepanjang tahun kita hanya bekerja dan bekerja. Kau dan aku butuh melarikan diri sesaat dari rutinitas seperti itu”

       “Catatan! Aku tidak melarikan diri dari pekerjaan”

       “Apapun itu. aku tidak akan bertanya masalahmu dan kau tidak bertanya masalahku. Hanya nikmati saja. Bagaimana?”

       Aku mengangguk “kedengarannya cukup adil”

       Dia tersenyum tipis “Bagus. Sekarang katakan, apa yan ingin kau makan. Karena akupun kelaparan”

       “Aku ingin telur dadar dan salad”

       “Kau ingin kau memesan di restoran atau aku harus membeli bahan mentah?” tanyanya bingung.

       “Aku tidak bisa memasak”

       “Oke, itu menjelaskan segalanya” katanya sambil menahan senyum. dia baru akan berbalik tapi aku memanggilnya lagi.

       “Jasmine Tea?” katanya bahkan sebelum aku membuka mulutku. Dahiku berkerut tapi kemudian mengangguk. Dia menyeringai sebelum pintu menelan tubuhnya.

       Sepeninggal Kyuhyun aku memutuskan untuk membersihkan diri, selagi dia tidak ada aku bebas menggunakan kamar mandi. Tapi Aku tidak memiliki sabun ataupun shampoo. Mungkin tertinggal di motel kemarin. Bagi wanita kebersihan rambut dan kulit adalah dasar penunjang penampilan. Sialnya lagi aku tidak memiliki ponsel untuk menghubungi Kyuhyun.

       Tidak ada yang bisa kulakukan selain menunggunya. Rumah ini benar-benar parah. Disini tidak ada televisi ataupun computer. Aku memeriksa beberapa buku koleksi di rak tapi semuanya buku lama dan tidak ada yang menarik. Aku berjalan ke halaman belakang, melihat pemandangan yang sebenarnya terlihat bagus saat matahari masih bersinar. Di belakang rumah ini terdapat hutan kecil, warnanya hijau, sangat menyegarkan mata. Tapi aku mulai berkhayal saat gelap pasti sangat menyeramkan. Aku menggeleng pelan menghalau pemikiran konyol tersebut.

       Aku beralih ke masing-masing sisi rumah. Aku baru menyadari rumah ini tidak memiliki tanaman apapun selan rumput liar, padahal halamannya sangat luas. Aku mulai berpikir untuk berkebun. Kepalaku mulai menyusun rencana membeli beberapa bibit bunga, sekop, pot dan penyubur tanaman. Tapi kemudian aku sadar, memangnya sampai kapan aku mau menetap disini? Ini bahkan bukan rumahku.

       Aku memutuskan kembali kedalam rumah sebelum aku mulai berkhayal merenovasi rumah ini. Bersamaan dengan aku membuka pintu suara derum mobil yang akrab menyapa telingaku. Aku menoleh, Vanquiz terparkir mulus di depan pagar, otomatis senyumku merekah.

       Kyuhyun keluar dari mobil “Sesenang itu kau melihatku kembali?” katanya sambil menyeringai

       Senyumku langsung menghilang. “Oh yeah, aku senang melihat Vanquiz kembali dengan selamat dari tanganmu Mr. terlalu percaya diri “sahutku dengan nada muak yang kubuat-buat.

Dia terkekeh “Kuakui dia mobil terhebat yang pernah kukendarai. Sekarang bantu aku membuka pintunya Miss pemilik Vanquiz yang sombong” sahutnya. Berusaha membalasku tapi aku justru harus mati-matian menahan senyumku. Aku membukakan dan menahan pintu untukknya. Dia membawa dua kantong belanjaan. Yang satu besar dan yang lainnya lebih kecil.

          Aku mengikuti Kyuhyun menuju ke dapur, dia meletakan kantung belanjaan diatas meja makan, lalu mengeluarkan belanjaannya. Dahiku berkerut saat dia mengeluarkan beberapa jenis sayuran mentah.

       “Mana saladku?” aku melipat tanganku di depan dada.

       Dia mengendikkan bahunya. “Disekitar sini tidak ada restoran yang menjual salad, semuanya makanan korea. Kau harus memasaknya sendiri jika ingin tetap memakan salad” sahutnya ringan.

       Aku melotot ke arahnya “Kau menyuruhku memasak?”

       “Aku tidak bilang begitu” dia membuang plastic ke tempat sampah lalu memasukkan belanjaan ke kulkas. “kapan aku menyuruhmu?”

       Aku mendengus “berikan kunci mobilku” tanganku terulur ke arahnya. “Aku akan membeli makanku sendiri”

       Dia menegakkan tubuhnya, alis nya terangkat satu. Menatapku curiga “Dan meninggalkanku disini?

“Kenapa kau menuduhku seperti itu? aku bisa saja melakukannya sejak di motel kemarin”

       “Tidak. Tentu saja kau tidak bisa” sahutnya penuh keyakinan. “pertama karena aku tertidur di mobilmu dan kedua kau mabuk. Jadi kau tidak memiliki kesempatan satupun untuk meninggalkanku”

       Aku mendengus kasar “Aku hanya ingin membeli makanan Cho Kyuhyun ssi. Hentikan tuduhan-tuduhan konyolmu! Kau sangat tidak masuk akal”

       “Oke, hanya makanan bukan? Aku akan membuatkannya untukmu. Telur dadar, salad dan Jasmine Tea. Apa itu cukup Nyonya Park?” Katanya meniru pelayan restoran.

       Aku menahan senyumku, berpura-pura aku masih terlihat kesal “Kau yakin tidak meracuniku?”

       “Aku bisa saja melakukannya sejak pertama kali datang kerumahmu” balasnya. Kali ini aku benar-benar tersenyum dan berusaha agar tidak tertawa.

Dia ikut tersenyum “duduklah, aku akan membuatkan makananmu”

Aku mengangguk, dia berbalik dan mulai bekerja di meja dapur. Aku mengintip kantung belanjaan yang berukuran lebih kecil, dia belum menyentuhnya.

  “Apa lagi yang kau beli?” aku menyingkap bungkusan plastic sedikit tanpa benar-benar melihatnya.

Dia menoleh sekilas “itu kelengkapan alat mandi. Aku tidak membawanya saat mengepak barangmu” bunyi desisan di penggorengan menyamarkan suaranya dan bau harum langsung menyeruak membuat perutku memberontak.

Aku membuka plastic dan mengeluarkan semuanya. Shampoo, conditioner, sabun, pasta gigi lengkap dengan penyegar wajah. Dahiku berkerut, tidak ada yang salah dengan apa yang dia beli. Bahkan Merknya sama persis dengan yang selalu kupakai. Tapi disitu masalahnya.

Bagaimana dia bisa tau?

“Apa kau seorang penguntit?” tanyaku otomatis.

“apa?’ dia berbalik sekilas. Sepertinya dia tidak mendenagrku dengan jelas. Kyuhyun beralih ke bak cuci mencuci sayuran. Aku bangkit ke sisinya lalu mengambil tomat yang sedang dia pegang.

“Biar aku saja” dia tidak membantah dan beralih ke wajan, membalikan bacon yang hampir matang. Telurku sudah jadi, kemungkinan besar bacon itu miliknya.

“Bagaimana kau bisa tau?” aku meniriskan tomat melanjutkan dengan selada dan sayuran yang lainnya untuk dibersihakan.

“Apa?”

“Kelengkapan alat mandiku. Kau bahkan tidak salah membeli jenis apa yang kupakai”

Dia menatapku sekilas “Apa itu buruk?” tanyanya sedikit bingung

Aku berhenti sebentar balas menatapnya “Tidak buruk tapi sedikit. Aneh”

Dahinya berkerut tidak setuju. “Aneh?”

Aku menunjuk kearah wajan, kearah bacon yang hampir masak lebih tepatnya. Kyuhyun kembali memusatkan perhatiannya ke penggorengan.

“Ya Aneh, bagaimana mungkin kau tau persis merk sabun apa yang kupakai. Kecuali kau seorang penguntit. Bahkan Ibuku saja belum tentu tau”

Dia mengangkat bacon, mematikan kompor lalu beralih menatapku. Tangannya terlipat di depan dada. “Aku biasa bekerja dengan teliti, memperhatikan hal sekecil apapun. Karena itulah aku bisa seperti sekarang. Dan kau mempermasalahkan karena aku tau merk sabun yang kau pakai?” dia mendengus tidak percaya “Aku hidup denganmu selama enam belas tahun Park Hyura! Siapa yang sering berteriak karena Ahjumah salah membeli jenis sabunmu?” omelnya. “Kurasa bukan hanya penguntit bahkan tukan kebun pun akan tau jika kau selalu mengatakan hal yang sama sebelum Ahjumah pergi berbelanja” katanya kesal. Aku hendak membuka mulutku tapi dia terus saja berbicara. “Setidaknya hargailah usahaku, kau tau betapa malunya aku harus berdiri di bagian perlangkapan wanita bermenit-menit agar aku tidak salah membeli barang untukmu

Oke. Aku merasa sedikit malu sekarang dan lumayan tersanjung sebenarnya dia memperhatikanku selama ini.

“Aku tidak bermakud begitu” kataku pelan. “Maaf kalau itu menyinggungmu”

Dia mendesah berat “Permintaan maaf diterima. Sekarang bisakah kita makan saja?”.katanya masih terlihat kesal

Aku mengangguk.

Kyuhyun menyajikan telur dengan roti gandum serta melumuri beberapa sayuran yang sudah dicuci dan dipotong dengan saus salad siap pakai. Dia sendiri memakan bacon, roti juga telur.

Kami makan dalam diam. Aku mengambil telur buatan Kyuhyun ke piringku.

“Enak” gumamku.

Dia mendongak “Kau bilang apa?”

“Telur buatanmu enak”

Dia tertawa kecil “Ya ampun itu hanya telur goreng Park Hyura. Siapapun bisa membuatnya”

“Aku tidak bisa” kataku jujur

“Serius?”

Aku mengangkat bahu “Aku tidak tau. Aku belum pernah mencobanya”

“Kau sama sekali belum pernah memasak yah?”

“Apa kau pernah melihatku turun ke dapur?”

Dia terlihat berpikir sebentar kemudian menggeleng

“Tepat sekali”

“Kau harus mencobanya”

“Mungkin” sahutku acuh.

“Hey, bagaimana seorang wanita akan melayani suaminya sedangkan dia tidak bisa menghidangkan makanan yang layak? Apa kau ingin menjejali suamimu dengan masakan restoran terus menerus?”

“Siwon tau aku tidak bisa memasak”

“Dan dia membiarkanmu?” alisnya terangkat Satu

“Tidak, dia memintaku untuk belajar. Suatu hari nanti”

“’suatu hari nanti’ itu tepatnya kapan?”

“Mungkin setelah aku menjadi istrinya” kataku asal

“Dan kau akan menurutinya?”

“Aku tidak tau” sahutku berbisik. Sekarang Aku tidak ingin menuruti perkataan siapapun. Eomma, kakek atau bahkan Siwon. Aku hanya akan mengikuti kata hatiku. Aku tidak ingin lagi hidup dengan standar yang orang lain buat untukku. Apapun itu.

       Kyuhyun meletakkan sendoknya dan menatapku serius. Dia memajukan tubuhnya ke tengah meja. Condong ke arahku. “Pertanyaan paling mendasar” katanya “Apa kau yakin akan menikahi pewaris mall itu?”

       Aku mengangkat bahu “ aku tidak tau” sahutku sambil memasukkan suapan terakhir.

       “Kau berpacaran tapi tidak yakin dengannya?” dia tertawa “Lucu”

       Dahiku berkerut tidak setuju “Apanya yang lucu?”

       “Tentu saja kau” di tertawa lagi tapi seperti menghina “Apa kau tidak merasa membuang energimu? Dengan hubungan semacam itu?”

       “Ini sama sekali tidak lucu Cho Kyuhyun ssi! Dan berhentilah tertawa!” Aku menyalak “Kau tidak dalam posisi bisa menghakimiku sedangkan kau sendiri menempel seperti ngengat kasur di keluargaku”

       Dia tersentak mendengarnya, tapi kemudian wajahnya berubah tenang lagi “Kukira kita sudah melewati fase ini. Perdebatan antara saudara”

       “Kau bukan saudaraku”Tukasku

       “Tentu, aku bahkan lebih dari Seorang kakak laki-laki untukmu” sahutnya percaya diri “Aku panutan, rival, pendukung, dan penjagamu”

       Aku mengeluarkan suara jijik “Begitukah menurutmu Mr. Terlalu percaya diri”

       Dia terkekeh “Akuilah, kau tidak akan seperti sekarang tanpaku. Tanpa kau sadari sebenarnya perkambangan karena kehadiranku”

       Aku memutar bola mataku “Oh. Terima kasih Tuhan karna telah mengirimkan sesorang iblis yang sukses menyesarakan hidupku selama enam belas tahun” aku mencoba mengatakannya denagn penuh kebencian namun gagal. Kyuhyun malah menyeringai bangga dengan ucapanku yang dia anggap sebagai pujian.

       Aku mendengus sebelum bangkit. Pembicaraan ini sangat konyol.

       “Kau tidak bisa pergi begitu saja Nona Park” aku berhenti saat hendak melangkah.

       Matanya tertuju pada meja makan “Kau bereskan ini” perintahnya santai.

       “Apa?”

       “Aku sudah memasak. Sekarang giliranmu untuk membersihkannya”

       Aku melihatnya seolah dia sudah gila “Kau pasti bercanda”

       “Apa aku terlihat bercanda?”

       “Kau. Menyuruhku. Mencuci. Piring?”

       Dia bangkit dari kursi, menatapku manantang “Tentu saja tuan Putri. Kau sudah menikmati makanan dan sekarang kau yang memberesakannya. Cukup adil bukan mengingat kita tidak memiliki pelayan disini”

       Aku menatapnya sengit tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Aku tidak ingin terlihat tidak berguna di sini. Aku wanita mandiri dan aku tidak perlu bergantung padanya. Mungkin lain kali aku harus ingat untuk mengurus makananku sendiri.

       Dia berpura-pura tersenyum ramah “selamat bekerja” katanya lalu melenggang ke kamar sambil bersiul membuatku ingin melempar kepalanya dengan piring.

       Apakah aku terlalu mendramatisir jika kukatakan aku belum pernah mencuci piring sebelumnya. Oke, kuakui itu memang melebih-lebihkan. Aku pernah mencuci beberapa peralatan laboratorium. Kukira ini tidak jauh berbeda. Sejujurnya Secara teknis aku memang belum pernah mencuci piring. Tapi itu hal yang wajar bagiku, karena selama aku hidup Aku memiliki pelayan yang sudah dibayar mahal oleh ibuku.

       Aku menyingkirkan sisa makanan ke bak sampah sebelum menumpuk beberapa piring dan mangkuk ke bak cuci. Menyiram dengan air sebelum membasuhnya dengan sabun. Lihat tidak sulit bukan? Sama seperti peralatan laboratorium yang pernah ku cuci dulu. sambil mencuci aku berpikir kenapa aku menjadi seperti ini. Aku sama sekali tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mungkin beberapa orang akan berpikir itu memalukan , tapi tidak denganku. Aku di didik dengan cara yang berbeda. Dulu ibuku bilang aku tidak akan menjadi wanita biasa. Aku harus menjadi wanita kuat untuk memimpin PL group. Jadi kenapa aku harus Belajar memasak atau mencuci? Kukira hal itu tidak akan membantuku menjadi seorang pewaris perusahaan,

       Aku terbangun dari lamunanku saat piring yang tengah ku pegang menghilang. Aku menoleh, Kyuhyun berdiri di sampingku sambil memegang piring yang dia ambil dari tanganku.

       “Kenapa?” tanyaku bingung

       Dia mendesah pelan lalu meletakkan piring yang sudah bersih ke tempatnya. Dia membuka lemari cabinet diatas kepala kami. Mengambil sarung tangan berwarna pink.

       “Tanganmu bisa rusak jika tidak memakai ini” katanya sambil mengeringkan tanganku dengan handuk bersih yang entah dia dapatkan dari mana lalu baru memasukkannya ke sarung tangan “Apa kau tidak malu memiliki tangan kasar” katanya setelah selesai.

       Aku mengangkat bahu “aku tidak memikirkannya” aku mengambil sisa gelas dan sendok yang masih kotor. Dia bersandar dikonter sambil menontonku. Dan entah untuk alasan apa aku menjadi sedikit gugup.

       “Apa kau tidak memiliki pekerjaan lain? Selain mengawasiku?” tanyaku tanpa melihatnya dan berusaha focus pada gelas yang jelas-jelas sudah bersih. Aku berusaha membuat suaraku terdengar sinis namun tidak berguna

       “Aku hanya bertanya-tanya. Sebenarnya apa rencanamu dengan pergi dari rumah?” Matanya sama sekali tidak pernah pergi dariku.

       “Aku tidak punya rencana apa-apa” sahutku jujur. Aku meletakkan gelas terakhir lalu melepas sarung tangan dan menaruhnya di tempat Kyuhyun tadi mengambilnya. Baru setelah itu beralih ke arahnya.

       “Sudah kuduga” gumamnya pelan

       “Bagaimana denganmu” tanyaku balik “Apa rencanamu setelah menempel padaku seperti permen karet?”

       Dia terkekeh “seperti biasa, selalu berkomentar sinis”

       “Jawab saja”

       Dia mengendikkan bahunya “hanya menikmatinya saja, lagipula aku baru mengambil libur sehari”

       “Sehari?” kalau perhitunagnku tidak salah setidaknya aku sudah meninggalkan rumah tiga atau dua… aku tidak yakin dengan ingatanku sekarang. Apa karena hangover kemarin.

       “Ini akhir pekan Park Hyura”

       Oh, jadi begitu. Kalau diingat-ingat hari ini seharusnya aku bertemu orang tua Siwon. Dia pasti marah, apalagi sekarang aku tiba-tiba menghilang. Setidaknya aku harus mengabarinya. “Boleh aku pinjam ponselmu?”

       “Aku sedang mengisi baterainya, kau bisa memakainya nanti” sahutnya

       Aku mengangguk. Lalu beranjak dari sana. Tapi baru beberapa langkah aku berhenti, berbalik ke arahnya lagi. Dia masih melihatku, menunggu “Bisakah kita mengatur penggunaan kamar mandi?” kataku.

       “Ada apa dengan kamar mandi?”

       “aku harus membersihkan diriku setidaknya pagi dan malam, dan selama itu aku tidak ingin kau menggangguku. Selain itu kau juga harus menjaga kebersihan dan barang-barangmu. Selama kita berbagi kamar mandi”

       Dia menatapku seolah aku orang aneh, kemudian menggeleng pelan “dasar wanita”

***

Keesokan paginya Kyuhyun berdiri tidak jauh dari kamar mandi, dia berdiri dengan tidak sabar. Kemudian berteriak saat aku baru membuka pintu. “Apa kau bertapa di dalam!” lalu menabrak bahuku keras saat melewatiku masuk ke dalam kamar mandi dan membanting pintunya. Aku melihat pintu yang sudah tertutup dalam keadaan bingung. Kenapa dia jadi marah-marah?

       Aku masuk ke kamarku, mengganti bajuku dengan cepat. Kaos gardfield pemberian teman sekelasku saat kelulusan. Tidak kusangka cukup bagus dipakai. Lalu dilengkapi celana pendek yang manis. Aku memeriksa bawaanku dan sialnya aku tidak memiliki stok baju bersih lagi.

       Aku keluar kamar dan Kyuhyun sudah keluar dari kamar mandi. Dia meneguk air langsung dari botolnya. Kemudian meletakkannya dengan kasar saat melihatku.

       “Untuk pagi hari, aku yang harus menggunakan kamar mandi lebih dulu” semburnya.

       “Itu bukan salahku, kenapa kau tidak bangun lebih pagi” sahutku santai.

       Dia menatapku sebal

       Aku mengulurkan tangan padanya “Berikan kunci mobilku”

       “Kau mau kemana?” tanyanya curiga

       Aku memutar bola mataku malas “Aku kehabisan baju bersih, aku harus mencari laundry”

       Dia mengangguk “Beri aku dua menit” sahutnya lalu menghilang ke kamarnya sendiri. Aku menunggu di sisi mobil. Tidak sampai dua menit dia sudah muncul membawa tasnya sendiri. Sepertinya dia juga kehabisan pakaian bersih kami berkendara beberapa menit menuju pusat kota dan mencari laundry. Kyuhyun menepikan Vanquiz tepat di depan coffee shop yang di sebelahnya terdapat laundry self service.

       Aku mengikuti setiap langkah yang Kyuhyun ambil. Mulai dari membeli detergen dari mesin otomatis, memasukkan koin agar mesin cuci berputar, lalu menunggu sambil melihat televisi. Beberapa hari tidak melihat berita, aku tidak tau harga saham dan pertumbuhan ekonomi membuatku seperti baru keluar dari hutan.

       Aku baru saja memutar ke channel berita namun Kyuhyun menarik tanganku “Aku kelaparan, kita sarapan di kedai sebelah”

       Aku menggeleng “Aku tidak lapar. Kau saja yang pergi” tapi dia tidak mendengarkanku dan menarikku lebih keras. “sakit Kyu…” Protesku sambil menyeret langkahku mengikutinya. Dasar tukang paksa.

       Aku memberengut sambil mengelus pergelangn tanganku yang memerah saat kami di konter peemsanan.

       “Kau mau apa?” tanyanya sambil melihat ke arah menu di papan.

       “Sudah kukatakan aku tidak lapar” sahutku ketus

       Dia melirikku sekilas sebelum menyebutkan pesanannya pada pelayan. Aku tidak memperdulikannya dan beralih mencari tempat duduk, mengambil Koran gratis yang di sediakan kedai kopi. Membuka Koran mencari bagian bisnis.

       “Kebetulan sekali” suara Kyuhyun menginterupsi. Aku menurunkan Koran dari wajahku, Dia berdiri di sebrangku. Dalam sepersekian detik Koran ditanganku sudah berpindah tangan ke arahnya. Dia menggulungnya dengan tidak berperasaan menjadikannya pembersih tempat duduk yang akan didudukinya.

       Mulutku terbuka menatapnya tidak percaya

       Dia nyengir lalu melempar buntalan Koran ke tempat sampah seolah melepar bola basket ke keranjang. “Woooo” serunya saat tembakannya masuk dan bertepuk tangan sendiri.

       “Apa yang kau lakukan!” bisikku kasar.

       “Kursinya sangat Kotor, kau tau” katanya dengan nada jijik yang dibuat-buat.

       “Bisakah kau berhenti bersikap menyebalkan Cho Kyuhyun ssi!”

       Dia mengendikkan bahunya tidak peduli lalu bangkit mengambil pesanannya. Dia makan seolah dia adalah orang gua. Well, meskipun aku tidak begitu mengenalnya, tapi Kyuhyun bukan orang yang makan secara serampangan seperti ini. Atau mungkin dia hanya bersikap seperti ini di depanku.

       “Apa kau terpesona melihat ku makan?” katanya tanpa melihatku. Dia terlalu focus pada roti yang masih di kunyahnya.

       Aku bersandar pada pungung sofa sambil bersedekap “Oh aku sangat terpesona padamu, sampai aku tidak memiliki nafsu makan sama sekali” kataku sinis.

       Kyuhyun tersenyum di sela-sela mulutnya yang sibuk “Selera humormu tidak membaik sama sekali”

       “Aku bukan pelawak dan aku tidak berniat melucu”

       Dia meneguk kopinya, membersihkan sisa makanan di mulutnya “Hey pernahkah kau berpikir kita sangat cocok untuk menjadi partner?”

       “Tidak!” Jawabku cepat.

       “Please dengarkan aku dulu”

       “Kau yang dengarkan aku!. Lebih baik selesaikan sarapanmu dan berhenti bicara omong kosong. Kita masih punya cucian yang harus diurus”

       Dia menggerutu “Aku hanya bersikap lebih santai.” Lalu mengigit rotinya yang lain.

       Kami diam beberapa saat. Dia sibuk makan dan aku sibuk dengan pikiranku. aku memikirkan Nammie, Siwon dan…..ibuku. aku meninggalkan banyak masalah yang harus kuselesaikan di belakang. Tapi aku bersikap selayaknya pengecut dengan melarikan diri.

       “Pinjami aku ponselmu” kataku

       “Aku tidak membawanya”

       Aku mendesah berat. Kalau diingat-ingat Kyuhyun tidak pernah menyentuh ponselnya saat di dekatku. Mungkin dia tidak ingin aku mencuri dengar pembicaraannya lagi, seperti di restarea tempo hari.

       “Sepertinya aku harus membeli yang baru” gumamku .

       “Aku punya sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu” katanya tiba-tiba bersemangat. “Kau suka mendaki?”

       Aku menggeleng

       “Kau harus mencobanya”

       “Tidak terima kasih. Hutan membuatku membayangkan hal yang tidak-tidak”

“Memangnya apa yang kau bayangkan? Binatang buas? Penyihir? Warewolf?” Dia tertawa mengejek “Kau terlalu banyak menonton film”

“Sayangnya aku justru membayangkan bertemu Edward Cullen” sahutku asal

“Apa kau berharap menjadi Bella Swan?” dia tampak geli dengan ucapannya sendiri, aku tidak tau apa yang ada diotaknya dengan pemikiran film konyol itu.

Aku mencibir “Apa kau berharap bisa bergaul dengan Vampire?”

“Oh dengan senang hati aku akan menjadi Van Helsing”

Aku memutar bola mataku malas lalu melihat ke piringnya. “Kau sudah selesai. Sekarang bisakah kita pergi”

      Dia mengangguk. Kami kembali ke tempat laundry. Cucian kami sudah selesai tinggal mengeringkan dan merapihkannya. Aku membayar lebih agar pakaianku lebih rapi dan meninggalkannya disana. Sementara aku meminta Kyuhyun menemaniku membeli ponsel baru.

       Kami berjalan beberapa blok sebelum menumukan toko yang cocok. Mengambil model yang sama dengan milikku yang sebelumnya. Penjualnya bilang aku bisa mengembalikan semua data dan kontak yang ada di ponsel lamaku. Tapi aku harus menunggu. Dan kembali lagi besok. Kupikir itu bukan masalah, sama sekali bukan masalah. Jika orang gila yang bernama Cho Kyuhyun tidak menculikku ditengah malam dan membawaku pergi.

***

Aku menggeliat saat merasakan goncangan di kepalaku. Mataku perlahan terbuka, tempat tidur yang semua besar terasa menciut dan aku tidak bisa bergerak. Aku melirik ke bawah, kearah tubuhku yang berbalut selimut tebal. Dahiku berkerut Seperti dejavu. Bedanya aku masih merasakan pakain dibalik selimut ini.

       Aku menoleh ke samping. Kyuhyun sedang menyetir di tengah kegelapan, tapi kau masih bisa melihat pantulan wajahnya melalui lampu jalanan yang menembus masuk ke dalam mobil.

       “Ada apa ini?” tanyaku serak. Aku mencoba bergerak tapi sulit. Selain bungkus kepompong ini tubuhku tertahan oleh seatbelt.

       “Kenapa kita disini? Kita mau kemana?”

       “…….”

       Aku meliriknya. Dia berbeda dengan yang tadi siang kuingat seperti bocah lima tahun yang sengaja membuatku kesal. Ekspresinya lebih keras, sama pada waktu kami meninggalkan restarea. Moodnya yang berubah-ubah seprti wanita yang sedang pms.

       “Cho Kyuhyun”

       “Tidurlah, perjalanan masih jauh” sahutnya tanpa melihatku.

       “Kau mau membawaku kemana?”

       “Kita harus pergi dari tempat Sungmin” katanya datar

       “Kenapa?”

       “Dia mau memakainya”

       “Ditengah malam begini?” aku menguap “Aneh”

       Kyuhyun tidak menjawab dan hanya mengangkat bahunya. Aku pun tidak bertanya lagi, aku terlalu mengantuk untuk mengorek lebih jauh. Mungkin besok setelah pikiranku jernih.

       Aku terbangun dengan pegal diseluruh badan. Mataku menyipit menyesuaikan dengan cahaya yang masuk melalui kaca mobil padahal matahari belum terbit tapi cukup menyilaukan. Aku melihat sekeliling. Kami sedang berhenti di pinggir jalan. Tidak ada pemandangan selain tanah kosong. Mobil yang lewat pun tidak banyak. Aku melirik ke arah Kyuhyun. dia sedang terlelap, mungkin kelelahan karena menyetir semalaman.

       Aku membuka seatbelt, melepaskan diri dari lilitan selimut. Berusaha sepelan mungkin agar vanquiz tidak bergoyang dan mengganggu tidur Kyuhyun. Memakai sandal lalu keluar dari mobil, aku butuh udara segar. Dan —Ya ampun. Udara disini benar-benar segar saat pagi hari. Berjalan beberapa langkah sambil menghirup nafas panjang yang langsung masuk ke paru-paru.

       Menyilangkan kedua tanganku di depan dada sambil memandangi beberapa bukit yang kelihatannya masih sangat jauh. Untuk mencapai kesana aku harus melintasi tanah kosong di sisi jalanan, mungkin hutan kecil baru setelah itu aku bisa mencapai bukitnya.

       Untuk sesaat aku menyukai pelarian kecil ini, terlebih lagi aku tidak sendirian. Dalam hati kecilku aku sangat bersyukur ada Kyuhyun. Aku tidak bisa membayangkan aku melakukan hal ini semua sendirian. Seumur hidupku aku dilingkupi dengan kenyamanan. Jauh dari rumah sesuatu yang baru untukku.

       Tiba-tiba saja Sesuatu yang hangat menginterupsi lamunanku. aku menoleh, Kyuhyun menyampirkan selimut di bahuku. “Bajumu terlalu tipis di cuaca seperti ini” gumamnya sambil membenarkan selimut ditubuhku agar tidak jatuh. Aku membantu memeganginya. “Apa lagi hampir semua kakimu terekspose.”

       Kyuhyun berdiri dibelakangku dan tangannya tidak meninggalkan bahuku “kapan kau bangun? Aku tidak mendengarmu keluar dari mobil?” tanyaku sambil merapatkan selimut.      “Aku sudah bangun saat kau bangun. Aku menunggumu untuk kembali tapi sepertinya kau terlalu asik melamun”

       “Aku……” tubuhku membeku, Tiba-tiba Kyuhyun melingkarkan tangannya di sekelilingku. Menempelkan dadanya di punggungku. Aku menelan ludahku kasar, dadaku berdetak dua kali lebih cepat. Dan bau tubuhnya membuat perutku mengejang. Apa yang dia lakukan?

       Dia menyandarkan pipinya di puncak kepalaku “Kau harus tetap hangat” suaranya rendah dan lembut. Ya Tuhan, dadaku terasa mau meledak. “Jangan lupa kau mudah terkena flu” lanjutnya. aku tidak berani bergerak, tubuhku benra-benar kaku. Aku bisa mendengar nafas tenangnya di atas kepalaku. Dengan jarak sedekat ini mustahil dia tidak mendengar degub jantungku yang sekeras benderang perang.

     Aku menarik nafas dalam sebelum berbicara “Kyu…” Aku beursaha terdenagr senormal mungkin namun justru seperti cicitan burung.

       “Ya?”

       “Kemana tujuan kita sebenarnya?” tanyaku berbisik.

       Dia menghela nafas berat, hening beberapa saat sebelum dia menjawab “Apa kau akan marah jika kukatakan yang sebenarnya?”:

       “Tergantung apa jawabanmu” Kurasakan dia mengeratkan pelukannya, tanpa sadar aku tersenyum kecil. Tunggu—kenapa aku harus tersenyum? Tidak! Kau tidak boleh mengharapkan ini Park Hyura! Sadarlah!! siapa dia dan siapa kau! Aku menggeleng menyadarkan diriku sendiri.

       “Sebenarnya. Aku ingin membawamu bertemu Donghae” jawabnya pelan, sedikit ragu

       Kenapa?

       “Aku ingin kau mengenalnya, agar kau bisa mengenang dan menyayanginya seperti perasaannya padamu”

       Aku bergerak, Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu berbalik menatapnya. Aku perlu melihat wajahnya. “Kurasa itu bukan sesuatu yang bisa membuatku marah. Kau tinggal mengataknnya dan tidak perlu menculikku saat aku tertidur” aku tidak bermaksud menyindirnya, justru aku ingin memyiratkan bahwa membawaku bertemu kakakku bukan masalah besar. Tapi Ekspresi Kyuhyun tidak mengatakan seprti itu. dia masih terlihat bersalah.

       “hey. Aku tidak marah. Dan ini bukan apa-apa. Sungguh” kataku lebih meyakinkan.

       Dia mengangguk “ Aku tau” sahutnya muram.

       Aku mantapnya bingung “apa masih ada yang mengganggumu?

              Dia menggeleng lemah sambil tersenyum “Tidak ada. Masuklah, kita harus mencari sarapan” katanya lalu berbalik ke arah mobil. Sesaat sebelum Kyuhyun membuka pintu mobil aku memanggilnya.

       “Aku saja yang menyetir” kataku

       “Tidak perlu”

       “Tapi kau sudah menyetir semalaman” Tanpa menjawabku dia masuk ke balik kemudi. Sepertinya percuma mendebatnya. Aku menyusulnya dan kami melanjutkan perjalanan.

***

Aku dan Kyuhyun tiba di sebuah desa nelayan dekat pantai saat hampir menjelang siang. Aku menolak untuk sarapan agar kami tiba lebih cepat di tempat Tujuan.

       “Bukankah Kau mau membawaku melihat Oppa ku?” Protesku. Aku tidak mengerti maksudnya yang justru membawaku ke rumah peristirahatan di pinggir pantai. Meskipun Tempatnya jauh lebih baik ketimbang rumah tua milik Sungmin. Namun tetap saja aku tidak mengerti

       “Aku butuh tidur dan badanku benar-benar kaku” dia berjalan masuk ke dalam rumah, aku mengikutinya lalu menutup pintu. Dia menuju salah satu kamar yang berada di lantai dua, meletakkan tasnya di dekat ranjang sebelum melemparkan tubuhnya di tempat tidur King size.

       “Beri aku waktu satu jam” katanya sambil menutup mata.

       Aku menggeleng tidak percaya. “Ya! Cho….”

       “Bisa tolong tutup tirainya” potongnya, dia menggunakan punggung lengan untuk menutupi matanya “Mataharinya terlalu silau” gumamnya rendah. Aku mendengus keras sebelum berjalan ke arah jendela dan menutup tirainya kasar.

       “gomawo” katanya lemah. Mungkin Kyuhyun benar, dia butuh tidur. Jadi aku keluar dan turun ke bawah. Mengambil tasku yang masih kutinggal di dalam mobil. aku melihat kearah pantai, beberapa anak kecil sedang bermain di pinggir pantai bersama orang tua mereka. Aku senang Kyuhyun memilih rumah peristirahatan yang cukup bagus. Sepertinya disini memang sengaja dibangun resort atau sejenisnya. Karena cukup Banyak bangunan menyerupai cottage di sekeliling kami.

       Aku kembali ke dalam, mengelilinginya sebentar sambil mencari kamar mana yang harus ku tempati. Lantai satu terdapat ruang duduk yang dilengkapi perapian dan tentu saja dapur yang jauh lebih modern dan luas ketimbang ditempat Sungmin Kemarin. Aku beralih kelantai dua, membuka pintu kamar di sebelah kamar Kyuhyun.

       Terdapat ruangan yang jauh lebih kecil ketimbang kamar Kyuhyun. Meja kerja, dua sofa kecil yang saling behadapan dan lemari buku. Masih diambang pintu aku menyandarkan kepalaku di daun pintu sambil mendesah pelan.

       Sial, hanya satu kamar tidur

***

“Bagaimana kau mendapatkannya” Tanyaku. Kami berada di ruang duduk, Langit sudah gelap. Aku tenggelam di sofa sambil memegang buku yang kuambil di ruang kerja sedangkan Kyuhyun masih berusaha menyalakan perapian.

       “Apa?”

       “Rumah ini. Kapan kau mendapatkannya?”

       “Kemarin” Dia mengusap dahinya, kesulitan karena api tidak juga menyala

       “Bagaimana?”

       “Bagiamana apanya?” Dia menoleh sekilas

       Aku mengendikkan bahu “Kemarin kita masih tinggal di rumah Sungmin dan tiba-tiba kau membawaku kesini dengan alasan Sungmin akan menggunakan rumahnya. Bukankah sedikit aneh? Apalagi dengan mudah kau mendapatkan rumah ini hanya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam”

       Dia mendengus sembelum melempar Kayu ke dalam perapian. “Protes dan hanya duduk disana tidak akan membuat perapian ini menyala” katanya kesal.

       “Apa kau tidak pernah ikut pramuka?”

       Dia menoleh sedikit “Apa kau pernah?”

       “Tidak” kataku nyengir.

       Dia mendengus lagi “Kalau begitu pakai selimutmu” Katanya dan kembali berkutat di perapian.

       “Aku tidak merasa kedinginan” sahutku jujur. Tapi aku tetap mengambil selimut yang tersampir di punggung sofa lalu memakainya. Kyuhyun yang membawakannya tadi, bukan berarti aku benar-benar kedinginan, hanya tidak ingin membuatnya terus mengoceh seperti nenek-nenek yang menganggapku mudah terserang flu.

       “Untuk sekarang. Semakin malam akan semakin dingin. Kau tidak tau seberapa buruknya angin laut saat malam hari”

       “Ada apa dengan pemanas otomatis?”

       Dia menoleh ke arahku sambil menunjuk ke perapian “ini pemanasnya. Tempat ini di desain dengan pemanas dari perapian”

       “Lalu kenapa kau memilih tempat seperti ini?”

       “Aku tidak tau mengenai perapian ini Park Hyura”

       Aku melempar buku di pangkuanku ke samping “well, Kupikir kau tau. Bukankah ini seleramu? Kuno dan ketinggalan jaman”

       Dahinya berkerut

       “Menurutku bangunan ini tidak jauh berbeda dengan Gubug—Ani, maksudku Vila” Aku memberikan tanda kutip dengan tanganku. “Hanya bangunannya yang terlihat bagus. Tapi aku tidak melihat satupun hiburan disini. Televisi misalnya. Tempat sebagus ini harusnya memiliki hometheater sendiri atau setidaknya Soundsystem. Aku tidak terkejut kalau mereka tidak mempunyai pemanas ruangan otomatis”

       “Apa pentingnya televise?” tukasnya tidak sabar “Apa orang datang kesini hanya untuk menonton Tv? Kau bisa melakukan itu di rumah”

       “Memangnya apa yang bisa kulakukan disini yang tidak bisa kulakukan dirumah?” tanyaku menantang.

       Dia menunjuk buku disampingku “Kau membaca buku. Di rumah kau hanya memegang Pc tablet

       “Ahh Benar juga. Disini kau pun berusaha membuat api unggun” kataku sambil tersenyum ramah yang kubuat-buat. Dia cemberut. Aku bangun dari sofa. “Kalau begitu selamat bersenang-senang dengan mainan barumu Tuan Cho” kataku sebelum naik ke kamarku.

       Aku melempar selimut yang sejak tadi kupakai ke ujung ranjang sebelum naik ketempat tidur lalu masuk kebalik selimut yang lebih tebal. Mataku masih menyalang sambil melihat ke langit-langit. Aku tidak mengantuk, belum maksudku. Suara ombak yan samara-samar makin membuatku sulit memejamkanmata, Tapi tidak ada yang bisa kukerjakan. Buku yang kubaca tidak menarik dan Justru membuatku bosan. Sebenarnya menggoda Kyuhyun cukup menyenangkan tapi itu terlalu beresiko. Lama kelamaan aku merasa nyaman dengannya dan itu membuatku takut. Aku takut menjadi terbiasa dengannya. Takut keberadaa dirinya di sisiku membuatku bergantung padanya.

       Belakangan ini aku mulai ketakutan bahwa ini akan berakhir. Setelah beberapa hari kami harus pulang ke rumah. Kembali pada realitas, Kyuhyun kembali pada posisinya dan aku kembali pada posisiku. Aku bahkan lari dari Siwon. Saat dia ingin mengikatku lebih erat dan aku justru melarikan diri seperti pecundang.

       Sebenarnya kau ingin menghubunginya, setidaknya aku berniat meminta maaf. Tapi Kyuhyun dengan berbagai alasan tidak pernah mau meminjamkan ponselnya. Entahlah, mungkin dia takut aku melihat isi ponselnya yang mana aku tidak peduli sama sekali.

***

       Aku membuka mata saat tubuhku terasa seperti ditusuk-tusuk, menarik selimut lebih banyak untuk menghangatkanku. Kyuhyun benar, ini benar-benar dingin tanpa pemanas. Aku bahkan kesulitan menggerakkan kakiku. Sial, kakiku membeku. Bersamaan dengan itu aku ingat Kyuhyun masih berada di bawah.

       Aku mengambil selimut yang tadi ku lempar lalu membawanya ke bawah. Kyuhyun sedang tertidur sambil duduk memeluk dirinya bersandar disamping perapian. Aku mendesah lega saat melihat perapiannya menyala meskipun dengan api kecil. Setidaknya dia tidak akan membeku

       Aku mendekatinya sepelan mungkin, berjongkok di depannya lalu menyelimutinya. Aku bangun dan berbalik saat Kyuhyun memegang pergelangan tanganku. Aku menoleh ke arahnya, matanya masih terpejam.

       “K..Ky..Kyu…” Aku memanggilnya hati-hati.

       Dia membuka metanya perlahan sebelum menarikku duduk di depannya. “Aku kedinginan” bisiknya lemah.

       “Oh Ya ampun. Akan kuambil selimut lagi” aku hendak berdiri tapi tangannya tidak melepaskanku “Kyu…” dia menggeleng lemah lalu merangsek maju membalik tubuhku dan memelukku dari belakang “Begini saja cukup” bisiknya di telingaku.

       Untung kesekian kalinya aku mengigiti bibirku. Saat Kyuhyun bergerak meskipun sedikit menggesek punggungku, perutku menggelenyar aneh. Bau dan panas tubuhnya membuat kepalaku berputar.

       Tidak bagus

       “K.Kyu…” Suaraku bergetar “Lepaskan”

       “Sebentar saja. Sebentar saja Hyura-ya. Hanya sebentar” Dengan itu, dia semakin menarikku agar bersandar di dadanya. Memelukku lebih erat. Baiklah, hanya sebentar bukan? Aku bisa menanganinya. Tentu aku bisa. Aku memejamkan mata sambil merapalkan kataku itu seperti mantra.

       Sayang maafkan Eomma, Nak.

Kau Pikir Apa yang sedang kau lakukan Park Hyura.

Honey, Kenapa kau meninggalkan aku.

       Tinggalkan Choi Siwon dan Menikahlah dengan Kakakmu

       Aku tersentak, membuka mata dan semua bayangan juga suara-suara itu otomatis menghilang. Syukurlah hanya sebuah mimpi.

       “Kau bermimipi buruk?” Bisik Suara rendah di telingaku.

       Aku menoleh cepat. Kyuhyun tersenyum di belakangku. Apa yang terjadi?

       “Selamat pagi” Dia melepas tangannya yang masih terkait di perutku lalu meregangkan tubuhnya. Aku menjauhkan punggungku dari dadanya. Masih terlihat kebingungan.

       “A.. apa semalam….” Aku belum menyelesaikan pertanyaanku dia sudah berdiri sambil menguap. “Berhubung disini hanya ada satu kamar mandi. Aku yang akan memakainya duluan” katanya sambil mengedipkan sebelah matanya lalu menghilang ke lantai dua.

       Aku melihat kepergiannya dengan mulut terbuka tidak percaya. Oh Ya ampun Semalaman kami tidur sambil berpelukan bahkan dia mengerling padaku. Apa yang terjadi padanya? Kami bahkan tidak mabuk. Aku menggeleng keras menyadarkan diriku sendiri bahwa perasaan hangat yang menggelitik dadaku bukanlah apa-apa.

       Menepuk pipiki berkali-kali “Ayolah Park Hyura. Sadarlah! Kau harus sadar siapa kau dan siapa Dia!!” Aku bangun menuju bak cuci, menyiram kepalaku dengan air dingin, berharap bayangan tidur dalam dekapannya semalam menghilang, melupakan bagaimana harum tubuhnya di otakku, tidak berguna memang. Seolah bayangan semalam terpaku di otakku. Yang secara otomatis membuat sesuatu menggelitik perutku dan naik ke dada.

       Aku harus mencari udara segar

Aku mengambil handuk mengeringkan wajah dan kepalaku. Tanpa menggunakan alas kaki aku berlari kecil ke arah pantai. Kurasa joging di pinggir pantai bukan hal yang buruk untuk menjernihkan pikiran, mengingat setelah pergi dari rumah aku tidak lagi pergi ke Gym ataupun latihan yoga.

“Semangat yang bagus anak muda” Sepasang suami istri sedang berlari santai di sisiku.

“Annyeonghasseo” sapaku.

Si Suami tersenyum lembut sebelum mempercepat lajunya meninggalkanku. Meskipun matahari sepenuhnya terbit dan angin cukup dingin tapi sudah banyak orang yang berkumpul di pantai, Kebanyakan dari mereka adalah keluarga. Seingatku ini bukan musim liburan.

Aku kembali ke rumah setelah merasa siap menghadapi Kyuhyun. Menganggap bahwa berpelukan semalaman bukanlah apa-apa. Ya Tuhan, aku bahkan tidak pernah bermalam bersama Siwon. Tapi dengan Kyuhyun, Semuanya terasa kabur.

Aku berhenti didepan Vanquiz saat melihat dua orang anak sedang menatap mobilku kagum. “Apa yang kalian lakukan di sana?”

“Mobil yang hebat” kata anak perempuan yang umurnya sekitar dua atau tiga belas tahun. Dia menggandeng anak perempuan lain yang usianya lebih muda. Adiknya mungkin.

Aku menyeringai bangga “tentu saja”

“boleh kami berfoto?”

Aku mengangkat bahu “Asal tidak menyentuhnya silahkan saja”

Mereka saling berpandangan sebentar sebelum tertawa senang “Bolehkah?” dia Menyodorkan ponselnya padaku. Aku mengangguk dan mengambilnya. Mengambil beberapa gambar mereka lalu mengembalikan ponselnya lagi. Mereka melihat hasilnya sambil cekikikan

“Apa sudah cukup?” aku bertanya

Mereka mengangguk lalu menunduk sambil mengucapkan terima kasih. Anak perempuan yang lebih besar sudah siap pergi tapi yang lebih kecil memperhatikanku dengan seksama.

“Ada lagi yang kalian inginkan?”

“Apa kau seorang artis?” tanya anak yang lebih kecil dengan suara cempreng khas anak kecil.

“Bukan. Kenapa?”

“Hakyung-ah, jangan berikap tidak sopan” tegur anak perempuan yang lebih besar

“Eooni, Tapi aku pernah melihatnya di Televisi” sahut anak yang bernama Hakyung sambil menunjukku

“Kau pasti salah liat. wellI, Aku tidak pernah muncul di tv, mungkin kau melihatnya di majalah. Majalah bisnis. Ayahmu pasti membaca majalah bisnis”

Hakyung menggeleng pelan

Anak perempuan yang lebih besar menunduk dalam “Maafkan atas sikap adikku”

Aku mengangguk “Tidak apa-apa”

Mereka menunduk lagi sebelum berbalik pergi.

***

Sesuai janjinya, Kyuhyun membawaku ke rumah duka tempat abu Donghae di letakkan. Tidak ada karangan bunga tidak ada apapun. Barang peninggalannya hanya dua buah figura foto dan sebuah gelang silver yang tertata rapi di di kedua sisi guci abu di dalam lemari kaca.

Foto pertama berisi foto dirinya yang masih bayi dalam gendongan ibunya dan Neneknya—mungkin, berdiri tepat di sebelah ibunya. Lalu foto yang lain berisi foto keluargaku. Lengkap sebelum Ayahku meninggal. Kakek, Ayah, ibu dan aku. Foto itu diambil tepat saat hari pertama aku masuk sekolah, sekitar setahun sebelum kematian Appa. Tapi bukan itu yang menarik perhatianku. Di pinggiran figura dia menempatkan potongan foto dirinnya sendiri, seolah dia bagian dari keluargaku. Aku mendekat agar bisa melihat wajahnya lebih jelas. Dia terlihat seumuran dengan Kyuhyun saat baru pertama kali datang ke rumahku. Wajahnya tampan meskipun masih remaja.

Aku memajukan wajahku hingga hampir menempel di kaca pembatas, mengamati wajah Donghae yang masih remaja. Dan saat itu aku tau dia memang kakakku. Aku menoleh cepat ke arah Kyuhyun.

“Matanya…”

Kyuhyun mengangguk “Kalian memiliki mata yang sama”

Tersenyum enggan aku kembali ke Donghae “Dia memiliki mata Appa” Tanganku terangkat meraba kaca dan tanpa sadar aku mengucapkan kata yang terukir acak-acakan di bawah figura foto keluargaku “f.a.m.i.g.l.i.a”

Kyuhyun maju dan berdiri di sisiku. Aku meliriknya sekilas “Apa itu? famiglia?”

“Artinya keluarga. Dia yang mengukirnya sendiri disana setelah mendapatkan foto itu dari kakek”

Aku tersenyum sedih, merasa buruk dari seharusnya. Dia menganggap kami sebagai keluarga padahal Ayahku menelantarkannya hingga keluarganya berpisah dan dia harus masuk panti asuhan. Ditambah dengan keadaan kesehatan Donghae yang tidak baik.

Ya Tuhan, Apa yang telah kami lakukan

Air mata jatuh di salah salah satu sudut mataku. aku mengusapnya buru-buru. Tidak ingin Kyuhyun melihatnya.

“Kapan foto ini diambil?” menunjuk foto Donghae yang terselip diantara foto keluargaku.

“Saat dia di panti asuhan”

“Denganmu juga?”

Kyuhyun menggeleng “Saat itu aku belum bertemu dengannya. Foto itu diambil sebelum aku datang ke panti Asuhan.”

“Bagaimana kalian bertemu?”

“….”

Menoleh karena Kyuhyun tidak juga membuka suaranya. Aku menatapnya menunggu.

“Akan kuceritakan sambil jalan” Dia berbalik menjauh. Aku menyusulnya sebelum dia pergi terlalu jauh.

Kami berjalan santai di trotoar meninggalkan Vanquiz tetap terparkir di depan rumah abu. Siang ini jalanan tidak terlalu ramai, cuaca juga tidak terlalu buruk meskipun sedikit berangin bukan sesuatu yang perlu diributkan jika seandainya tidak merusak tatanan rambutku. Karena aku harus berkali-kali merapikannya dengan jariku.

.“Aku bersyukur bisa mengenalnya. Donghae Hyung” Katanya memulai.”Dia menjadi satu-satunya temanku di panti asuhan. Saat itu aku menjadi anak yang murung karena baru kehilangan kedua orang tuaku” kepahitan terdengar jelas di suaranya. “Tidak pernah keluar bermain dengan teman-teman sebayaku ataupun mengikuti kelas yang sudah menjadi kewajibanku. Aku melihat Donghae Hyung juga melakukan hal yang sama. Kukira dia merasakan hal yang sama denganku karena itu dia yang pertama mengajakku bicara lebih dulu”

“Tapi kau salah” aku menimpali

Dia mengangguk kecil “Yah aku salah. Aku sering memergokinya mengintip dengan tatapan iri pada anak lain yang sedang bermain, atau sibuk membantu saat ada kegiatan di panti. Sampai suatu hari dia ditemukan pingsan di salah satu ruangan. Aku tidak tau dia mengidap penyakit apa tapi lama kelamaan dia sering tidak sadarkan diri dan mengeluh nyeri di dadanya”

Kyuhyun berhenti sejenak, menatap kejauhan seolah menerawang masa kecilnya dengan kakak tiriku. Dia memasukkan salah satu tangannya ke saku celana sebelum berjalan lagi.

“Kemudian aku bertanya mengenai dirinya dan keluarganya. Kenapa dia bisa berakhir dipanti asuhan sedangkan aku sering melihat seorang kakek mengunjunginya”

“Apa dia katakan?” aku ingin mencocokannya dengan cerita kakekku, bukannya aku tidak mempercayai kakekku tapi bukankah lebih baik untuk mendengar lebih dari satu sisi?

“Dia menceritakan soal kematian ibu dan neneknya” Kata Kyuhyun muram lalu tersenyum miris “Dia bahkan tidak menangis saat menceritakannya. Awalnya Aku juga tidak mengerti kenapa Donghae Hyung masih mau menemui kakekmu setelah apa yang telah dilakukan orang tua itu pada ibunya”

Kuakui Kakek dan ayahku memliki sifat menyebalkan yang hampir sama, mungkin menurun juga padaku.

“lalu aku menyadari apa yang membuatnya begitu” Dia berhenti lalu menatapku intens sebelum mengatakan “Kau”

“Huh?”

“Yah dengan bangganya dia menunjukkan foto keluarga kalian”

“keluargaku?”

“Lebih tepatnya ‘kau’, dia hanya menatap fotomu Park Hyura. Dia memaafkan kakek dan ayahmu karena menganggap mereka telah anggota memberikan keluarga baru. adik perempuan yang manis” Kyuhyun memutar bola mata “manis apanya?” katanya dengan suara jijik yang dibuat-buat.

“Ya!”

Kami mulai berjalan lagi “Kau tau! Dia bahkan mengatakan kau wanita paling cantik yang pernah dia lihat selain ibunya” dengusnya “Tentu saja karena ibunya pasti sudah tua” katanya dengan nada jengkel yang dibuat-buat. Aku tau dia tidak merasa demikian tapi aku tetap bertanya.

“Apa masalahmu?”

“Karena aku merasa Lee Donghae hanya melebih-lebihkan. Lalu aku tau dia benar” suara Kyuhyun tenggelam di kalimat terakhir. Aku hampir tidak mendengarnya.

“Apa? Kau merasa aku cantiik?”

Dia berhenti, melihatku malas “kau tau itu dengan jelas Park Hyura”

Aku menahan senyumku meskipun sia-sia. Aku memang sering mendengar banyak pujian bagaimana rupaku tapi mendengar langsung dari mulut Kyuhyun membawakan getaran aneh di dadaku. Dan aku menyukainya.

“’Seandainya bukan adikku, aku pasti akan menjadikannya pengatinku’ dulu Donghae pernah mengatakan hal itu. Aku yakin saat dia melihatmu sekarang dia akan menyesali ucapannya”

Aku memukul lengannya “Ya!”

Dia terkekeh, mengambil tanganku yang masih dilengannya lalu mengaitkan jari kami. “Aku bercanda. Kita makan, aku lapar” Tangannya besar dan hangat, rasanya menyenangkan. Kyuhyun membimbingku menuju restoran mi yang tidak terlalu jauh.

Kami masuk dan langsung disambut pelayan restoran. Sebelum pelayan mempersilahkan duduk, Kyuhyun menghentikanku “Tunggu disini. Aku akan mengambil mobilmu” aku mengangguk. Dia melepaskan tangannya, aku merasa kehilangan dan tiba-tiba saja aku merindukannya.

Bodoh

Aku mengambil tempat duduk duduk sebelum Pelayan menghampiriku menungguku memesan. “aku akan memesan nanti” kataku ramah.

Dia menunduk sebelum pergi.

Sambil menunggu pikiranku melayang mengenai perjalanan aneh kami. Kebersaamaan kami membuat perasaanku tidak terkendali. Ditambah lagi sikap Kyuhyun, dia begitu—baik. Aku tau dia mempelakukanku begitu karena dia telah berjanji pada kakak dan Donghae untuk menjagaku. Akupun harus berkali-kali mengingatkan diriku bahwa perasaan ini terlarang. Aku memiliki Siwon. Sesaat pemikiran untuk mengikuti perintah kakek, dengan menikahinya terdengar menggiurkan. Tapi sekali lagi, aku memiliki Siwon, Aku tidak ingin menyakitinya. Aku juga tidak tau seberapa jauh perasaanku pada Kyuhyun. dan yang paling penting, Kyuhyun hanya memenuhi janjinya pada mendiang kakak tiriku.

Hari ini CEO sekaligus pemilik PL Group dijadwalkan pulang ke Korea untuk……” aku mendongak ke arah televisi saat penyiar berita menyebut-nyebut nama kakekku. Terlihat di gambar dia berada di bandara di kerubuti olah para wartawan. Ada apa ini? Apa yang kulewatkan?

“……Sedangkan menantunya masih dalam proses penyelidikan. Pihak PL Group masih menunggu keputusan dari pihak pengadilan bagaimana nasib perusahana tersebut. Berita selanjutnya……”

Aku menatap tv seperti orang idiot sepenuhnya. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang diberitakan barusan. Bangkit dari kursi aku meminjam teleopn kepada pemilik restoran dan menghubungi Nammie. Dia langsung mengangkat pada dering pertama.

“Han Nammie Ini aku Park Hyura. Apa terjadi sesuatu di perusahaan?” tuntutku tanpa mengucapkan salam padanya.

“Hyura?” tanyanya tidak yakin.

“Iya ini aku” kataku tidak sabar

“YAK!! Berani-beraninya kau menelponku! Kau benar-benar tidak tau malu!” dia berteriak, aku menjauhkan gagang telepon sesaat.

“Aku tau, aku benar-benar minta maaf. Sekarang jelaskan apa yang terjadi, aku tidak punya banyak waktu”

“Astaga kau benar-benar….” Nammie mendengus kasar “Ibumu terlibat penggelapan uang, dan keadaan perusahaan benar-benar genting sekarang”

“Tidak mungkin. Bagaimana bisa?”

“Tentu saja bisa. Kakak tirimu sendiri yang melaporkannya ke kantor kejaksaan”

“A..A..apa kau bilang? Kyuhyun yang….”

“Kyuhyun?” suara Nammie terdengar bingung “bukan Kyuhyun, tapi Kakak tirimu Lee Donghae”

Kenyataan menghantamku keras. Ingatan tentang sikap anehnya menjauhkanku dari informasi dunia luar terputar kembali diotakku. Jadi ini, alasan dia menjadi teman seperjalananku. Untuk menjauhkanku dari rencananya. Brengsek.

“Hyura? Kau msasih disana?”

“Aku mengerti. Aku akan pulang sekarang” kataku mengakhiri. Tanpa perlu repot-repot mengucapkan terima kasih pada pemilik restoran aku keluar dari sana. Bersamaan dengan itu Vanquiz baru saja berhenti persis di depan restoran. Aku berhenti menunggu Kyuhyun keluar dari mobil.

Dia keluar dan berjalan ke arahku sambil tersenyum “Kenapa tidak menunggu di dalam saja?”

Aku tidak menjawab, terlalu marah bahkan untuk mengeluarkan sepatah kata. Dia berhenti didepanku, menatapku bingung. “Apa ada yang salah?”

PLAK

Aku menamparnya sekeras yang kubisa, sampai kurasakan tanganku memanas dan wajahnya terlempar kebelakang. Dia meringis memegang pipinya lalu menatapku bingung “Ada apa denganmu?” Kyuhyun berteriak marah.

“Jadi ini rencanamu? Mengasingkanku, tanpa ponsel, koran, dan televisi? Dasar Licik!”

“Apa Sih yang ku bicarakan!”

“Tega-teganya kau….pada ibuku” tenggorokanku seperti tersumbat, aku mencoba menelan semuanya dengan suah payah. Aku tidak ingin menagis lagi didepannya. Aku mengerahkan seluruh kemampuanku untuk menahan laju air mataku.

Ekspresi Kyuhyun berubah, sepertinya dia menangkap maksudku. “Hyura-ya….”Dia maju, otomatis aku mundur. Dia berhenti lalu memejamkan matanya sebentar “Kumohon dengarkan aku dulu” wajahnya seperti kesakitan.

“Bisa-bisanya kau… dia yang membesarkanmu….”

“Aku tidak punya pilihan” Potongnya cepat

“Ya Kau punya! Tapi kau tidak menggunakannya”

Kyuhyun mendesah berat “Kita masuk, kita bicarakan in baik-baik, aku akan menjelaskannya”

Dia menunjuk ke arah restoran, tapi sayangnya aku tidak ingin lebih lama lagi bersamanya. Secepat kilat aku merebut kunci mobilku dari tangannya, berlari secepat yang kubisa ke arah mobil, menutup dan menguncinya.

Dia mengejarku, mengetuk-ngetuk kaca mobil, memohon, memanggil namaku. Tapi aku tidak memperdulikannya. Memundurkan Vanquiz sebelum memacunya ke jalan raya. Tangisku pecah saat aku membelokkan mobilku ke jalan bebas hambatan. Aku tidak menangisi Kyuhyun, si brengsek itu tidak pantas untuk kutangisi. Aku menangisi kebodohanku sendiri. Aku membiarkan diriku lengah. Seharusnya aku tau sejak awal dia hanyalah penipu dan terus akan begitu.Aku begitu bodohnya membiarkan dia masuk, mempercayainya bahwa dia benar-benar tulus. Dan yang paling ku sesali, aku membiarkan perasaanku padanya terlalu jauh. Dia sangat pintar memanfaatkan situasiku dengan ibuku. Menggunakan celah tersebut kemudian menjatuhkan ibuku, ibu yang membesarkannya juga.

Aku akan menghancurkanmu Cho Kyuhyun! setiap mimpi dan harapanmu! Aku bertekad akan menghancurkannya!

***

TBC

Hai hai… author yang malas ini kembali lagi :p :p

sesuai janji abis rache saya bakal fokusin buat cerita ini. bikin ff ini gampang-gampang susah saoalnya saya masih kebayang chemistry mereka di Rache (hahaha emng  dasar author amatiran) tapi mudah-mudahan masih ada yang suka :p

dan ga bosen-bosen saya mau bilang terima kasih udh mau baca dan berkunjung ke rumah saya:)

See Ya :* :*

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , . Tandai permalink.

150 Balasan ke Famiglia [Part 5]

  1. BabyBoo berkata:

    Udah numbuh cintacintaannyaa eh hancur dalam satu detik garagara berita itu hhh:(
    Neexxttt aku masih penasaran sama kyuhyun dia terlalu misterius hahaha

  2. jesschyntia berkata:

    Aaaaaa authorr tengkyuh nget,, ini yg bikin aku gegana klo famiglia gk update,, wah konfliknya muncul lagi, duh kyuhyun gimama tu, eh donghae kali ya, ah tau lah… susah banget sih ngakurin mereka berdua.

  3. cho haneul(tia) berkata:

    Aku suka ini kembali lagi…kangen sama Hyura…bahkan keras kepalanya melebihi kerasnya sebongkah batu..kekeke bingung dan galau dengan sikapnya hyura pada kyuhyun..yang terkadang gampang berubah-rubah kaya iklim di negara kita ini..hihihi

    aku berharap ini happy ending…hee

  4. cametcline berkata:

    Aduh2…. miss hoon come back nih , terharu banget nih …please miss hoon tbc nya jgn lama2 ku mohon pleeeaasseee… penasaran tingkat akut nih

  5. myteddybear berkata:

    dan ternyata ini dia yg menyebabkan kyuhyun bertingkah aneh kek gitu bawa dia malam2,gitu kek nyulik orang aja. tp aku suka moment2 mereka di sini haha so sweet banget

  6. chochocho berkata:

    Asli seneng bgt nih ff lanjut lagi dan makin senang liat kedekatan kyuhyun-hyura maniiissss bgt ampe iri… ㅋㅋㅋ
    Dan cie cie hyura yg udah mule suka ama kyuhyun tpi akhir’a knapa kek gitu??? Tapi sumpah nyesek tdi pas yg hyura ngunjungin donghae pas yg foto itu ya ampun bayangin hae kesian…
    Apa yg tjd dgn ibu hyura??? Moga entar hbngn kyuhyun-hyura membaik. Dan ya eon q jg msh keinget rache ada sequel gag eon??? *modus

  7. seulgi95 berkata:

    wah ternyata ada udang di balik bakwan. Hyura bakal benci bgt keknya. Next pasti seruuuuuu

  8. kyu3hae15 berkata:

    masih penuh tanda tanya?? Kyuhyun sukakah dg hyura?? Knp kyu melaporkan ibu hyura?

  9. megga3424 berkata:

    dari awal aku mah udah ada felling ada apa dg kyuhyun? dr dia telfon mrah2 sm hilangny hpo hyura??
    dtelfon dia bilang dia tdk bs, apa jgn2 kyu disuruh org ya? sbnerny aku jg sebel sih am ibu hyura dia sperty gila harta.. ya ampun semoga semua selsai deh masalahny..

  10. lina berkata:

    pertama-tama, terima kasih karena author masih ingat FF ini.
    Semoga ke depannya publishnya lebih stabil..#peace
    hubungan antara kyu dan hyura sedikit kurang “famiglia’ ya thor. Kaya bukan mereka. Tapi mungkin author sengaja bikin kaya gitu.
    perkembangan ceritanya menarik. Setelah bersenang-senang dalam 2 part, mungkin besok akan masuk part yang lebih serius nih

  11. EkaShfly berkata:

    Ooooooh jadi Famligia itu family??
    Eonni mudah2an gak terjadi sesuatu dghyura, itu apa maksud kyuhyun? Kenpa dia melaporkan ibu hyura? #keep wriTting

  12. lindachoore berkata:

    Aduh sumpah thor, nih ff slalu aku tungguin. Seneng banget pas tau udah update, dan asli keren bnget. Slalu penuh surprise setiap chapternya, g gampang ketebak jalan ceritanya n itu yg bkin menarik. Hubungan kyu ma hyura masih tarik ulur aja nih, nuansa romantikanya msh blom berkembang, lantaran stuck ma konflik keluarga n hati. Slalu ditunggu kejutan2 dinext chapternya. Author jjang lah. Pokoknya fighting!!!

  13. nisyara0320 berkata:

    maaf baru bisa komen di part ini soalnya baru tau ada ff kayak gini:D dannn~ini ceritanya terlalu complicated uhh fight for next part Author~

  14. atif309 berkata:

    sumfahh .. gregetttt ..
    semangat thorr .. d tunggu next part.a .. 😀

  15. nurul nh berkata:

    Hai kaaa , akhirnya update juga kkk , terlalu kebawa sama kebersamaannya hyura kyu jadi aku ga terlalu nyadar ada yg aneh .. tapi pas ada anak kecil itu baru nyadar masa wkwkwk .. Hyura sama Siwon itu gimana si .. maksudnya hyura cinta atau engga sama siwon ? Lah kyuhyun ngelaporin ? ko bisa ? penasaran banget yaampunn .. Makasih banyak juga ka udh mau bikin ff nyaa {} lopeksss semangatt ♡

  16. yayukchoi berkata:

    ohh ya ampun, mken greget aja ni ff..

  17. Rhenol berkata:

    Ternyata memang benar ada sesuatu yg menyebabkan Kyuhyun menjauhjkan Hyura dari media elektronik dan cetak. Huh, sebenarnya apa yg terjadi dibalik semua itu, Hyura sudah mulai baik pada Kyuhyun meskipun masih dingin dan sekarang malah bertambah parah dr sebelumnya.
    penasaran banget

  18. Mrs choi berkata:

    q yakin ommanya hyura emang bersalah

  19. kokyu berkata:

    makin seru ceritanya..
    pantesan si kyuhyun gak ngebolehin hyura ngapa2in ternyata.. udah curiga sih sebenernyaa..
    nextnya semoga cepet amin
    semangat..
    ini termasuk ff yang aku tunggu2 lo hihihi 🙂

  20. meyameylan berkata:

    makasih miss hoon udah mau lanjutin ff ini 🙂 . Seru yaaa bayangin hyura jalan” sama kyu meski tetep sih yaaa adu mulut mulu tapi sweet. Aku emang ngrasa si kyu pasti nyembunyiin sesuatu tapi g nyangka aja berhub sama eommanya hyura. Meski gimanapun aku pasti nanti ff ini miss hoon fighting!!!

  21. akyuikha berkata:

    Author nya line brp ya ??? tulisan nya keren bngt^^ Gak ada rencana buat mengepakan sayap (?) ke dunia tulis menulis yg profesional (hadeuh bahasa ku belibet…)

    Intinya aq slalu speechless klo baca tulisan km. Part ini pnjang dan gk ada bosen nya… adegan yg paling favorit pas Kyu ma Hyura ny adu mulut….. terlepas dari konflik ‘keluarga’ yg emang ng’jlimet (?) bngt, alur dan per adegn yg di bikin detail jadi point plus…… point minus nya cuma satu >> update ny kelamaan hehee….

    di tunggu kelanjutan nya ya…. semangat !!!!

    ps. Rache gak di bikinin sequel lagi? after story mungkin? #ditabok

  22. byraineedrop berkata:

    pas Hyura nanya siapa yg laporin ibunya dan Nammie bilang bukan Kyuhyun tapi Donghae awalnya bingung tapi “oh iya masih nyamar”

    akhirnya … kangen berat sama cast famiglia >_< bagus… tapi masih ada typo 🙂 gpp tapi masih bisa ngikutin ceritanya ^^ jangan lama" updatenya. btw aku kemarin yg inbox di fb pas part rache tamat.

    ^^ semangat nulisnya

  23. Angel_Cho berkata:

    Hah.. ternyata bner kan, ada udang dibalik bakwan. Kyuhyun sengaja pergi sama Hyura tanpa elektronik apapun.
    Sebenernya aku emang udah curiga si sama ibu Hyura. Kayaknya itu ibu2 bukan sayang sama anaknya. Tapi sama dan gila sama perusahaan. Masa iya Hyura gak pernah terjun kedapur. Gak pernah bekajar jadi wanita. Maksudnya buat jadi calon istri yg baek. Nyuci piring ajh kagak pernah. Ya ampun..

    Ehh seriuss deh eon lucu liat mereka berdua. Bisa tau daah sifat Kyuhyun kayak apa aslinya. Bukan lagi Lee Donghae yang dingin hahahaa

    Aku tunggu part selanjutnya eonni^^

  24. inggarkichulsung berkata:

    Tambah seru ff nya, suka bgt begitu menarik dan jd penasaran terus ceritanya akan seperti apa, sebetulnya apa maksud Kyu oppa ingin memenjarakan ibu yg selama belasan tahun jg mengurusnya, apakah memang benar oemma nya Hyura terlibat penggelapan uang di perusahaan bapak mertuanya sendiri, kenapa Kyu oppa begitu lihat u membuag berbagai skenario shg ia sll bs bersama Hyura dimanapun berada.. Hyura yg awalnya kesal krn ibu nya bercumbu dgn pria yg lbh muda dan ia sll mengira ibu nya hny akan mencintai ayahnya selama2nya mjd tambah bingung kenapa bs semua ini terjadi di perusahaan, alasan dan rencana apa yg sebetulnya Kyu oppa ingin lakukan thdp keluarga ini dan smp2 ia sengaja menjauhkan Hyura dr alat komunikasi dan media elektronik, menyentuh hatinya dgn perlakuan manisnya, menunjukkan betapa Donghae Hyung nya mencintai adik manis yg merupakan adiknya sendiri, apakah Kyu oppa mencintai Hyura, ditunggj bgt kelanjutannya chingu

  25. syalala berkata:

    aaaahhh akhirnya dilanjutiiiinn!! yeay! seneng ih heheh kangen ff ini soalnya haha btwwwww pasti kyuhyu ngelakuin itu ada alasannya kan?? huhuhu padahal udah deket gitu mereka lucu bgt sukaaaa, semoga hyura bisa ngerti atau gimanalah terserah yg penting mereka baik2 aja hahah saling suka cinta sampe nikah hahah amin daaahhhh. semoga lanjutannya ga lama yahhh ditunggu selaluuuu fighting!

  26. hyokwang berkata:

    padahal dibagian awal udah banyak momennya, eh di belakan baru keluar masalahnya bikin penasaran…
    ditunggu lanjutannya 🙂
    semangat 😀

  27. lia berkata:

    jadi tambah penasaran sama ceritanya..
    sweet2nya baru sbntar udah ada masalah lagi

  28. cametcline berkata:

    Miss hoon suka banget ama part ini kyuhyun nya manis sekali ….please miss hoon klo bisa tbc nya jgn lama2 ya pleasee..

  29. mhrnmaya berkata:

    Yah hyura nya makin gasuka sama kyuhyun padahal moment mereka bagus bgt. Kenapa ya kyuhyun ngelakuin itu semua. Penasaran eonni, terus hyura bakal ngerencanain rencananya gak ya. Ih penasaran bgt eonni next chap ditunggu yaaa

  30. charming93 berkata:

    eon, next chapt jangan lama lama jebbbbbbbbbbaaaaal *puppy eyes *ngelap ingus.. ._.v aku sampe baca ulang ff ini dari part 1 tau-_- gara gara udah lupa sama jalan ceritanya… ni author paling tega dan kejam update ff-nya tiap seabad sekali hiks T_____T you kno ur story always *pret* kwkwk selalu aku nanti nantikan eon ciusly…. argh daaaaaaaan berhubung otak aku yang pervertnya hampir sama kaya hyukie *._.v* sedikitttttttt lah ya eonni T___T you kno what i mean #ditimpukreaders sekampung wkwkkkwk

  31. sukhwi berkata:

    pelarian yang manis hinggga Hyura bisa lebih dekat mengenal sosok Kyuhyun dan juga donghae..tapi kenapa ujung pelarian ini bikin nyesek..sebenernya ada apa dengan ibu hyura benarkah dia melakukan itu..dan apa penjelasan kyuhyun yang melaporkannya…

  32. phieea berkata:

    Ugh,, pasti Kyuhyun punya alesan kenapa dia ngelapori ibunya Hyura, apa jangan-jangan emang beneran dia terlibat penggelapan dana? Kalo kataku sih emang ada kemungkinan kearah sana.
    Yah, Hyura udah keburu salah paham dulu ini
    padahal kayaknya Kyuhyun beneran sayang sama Hyunra deh

  33. Ajeng (KyuHyuk) berkata:

    Eon,semakin kesini makin good ^_^
    ff nya gk ngebosenin,semangat untk lanjutanny,fighting

  34. mira_MM berkata:

    Duh.. gmn ak mesti komen… haduh cho kyuhyun..
    yg ptama.. typo bertebaran miss hoon.. hehehehe
    yg kedua.. terlalu bny moment manis yg mrka lalui.. bingung mau komen gmn?
    haduh..ak yg baca aja senyum2 n deg2an sndr..pa kbr hyura yg d sana????
    Apalg bagian kyu meluk hyura dr bklng pas d pantai, pas d perapian dan obrolan n gandengan tangan stlh ngunjungin makam hae.. melting deh ak.. ahahhahaha
    cepet d nikahin ajalah..ahahahha

    tp kok blkngan ad situasi kyk gini????
    pilihan ap yg ga km pny kyu????
    ad apa ini??? pasti ad sesuatu ni..

    d tgg part slnjtny.. semangat!!

  35. Dwi berkata:

    Astaga itu sebabx hyura selalu dihindari dr yg nmx berita, koran dan semacamx
    emang dr awal udh curiga…..
    Kykx bakalan mumet nieh permasalahanx

  36. windy3288 berkata:

    yaaa ampun dari awal aku udah curiga sama kyu dan bisa jadi ponsel nya dia juga ada sama kyu
    tapi aku yakin ini cuma salah paham huhu

  37. mutkyu berkata:

    Uh?kenapa dengan kyuhyun?dia punya rencana apa?padahal hyura lagi ngerasain sesuatu yg beda tapi malah mereka bisa aja kembali jadi rival yang tak sehat lagi~uhhh…

    Penasaran sama rencana nya kyuhyun itu?dia punya maksud apa?

    Ditunggu kelanjutannya…

  38. Huh kpnlah semua mslah hyura dan kyuhyun ini selesai????
    Kpn hyura ini sadar lok dy cuma di manfaatin ibunya aja???
    Kasihan kyu jd disalahin terus!!!
    Smga part berikutnya mslahnya mereka cpt selesai y,,g d berantem2 atau saling benci lg!!
    Hwaiting authornim!!!!!!!

  39. han byun berkata:

    critanya semakin menarik. bnyk bgt yg tersembunyi. kasihan kyuhyun yg selalu salah di mata hyura. smg hyura bs mengerti kyuhyun.
    eonni cemungut buat nyelesain critanya. jgn lama2 postnya penasaran dg crita selanjutnya.

  40. amoy berkata:

    Kyu begitu pasti ada alasannya.
    dia ngak pernah melakukan sesuatu tanpa dasar.
    sayang hyura keburu pergi.

  41. fairuuzaquila berkata:

    Yaampun suka bgt ff ini eon plis lanjutin nya cepet ya aku selalu nungguin ff ini wkwkkw sukses selalu dan semangat nulis nya eon!

  42. Widya Choi berkata:

    Huff snang bgt pas liat blog ni ff udah ad lanjtny,, .. Tu kan bnr dugaan q, pzt emg ad ap2 ny. Tnyt kyu emg sngja jauhi hyura dr lingkungny, krn dy g mau hyura tau tntg pmsalahan yg tjdi..
    Wow tnyt eomma ny hyura mlakukan pgelapan y.. Demi ap q mkin pnasaran am ni crta, kira2 ap yg bkal dlakuin am hyura y..

  43. chohiro berkata:

    Apa kyu punya rasa ama hyura? Berharap sich iya.. Sya harap end nya mereka bisa bersatu..

  44. lelyalen berkata:

    oh jadi kyak gitu…kyuhyun pasti punya alasan kenapa dia ngelakuin itu….ditunggu kelanjutannya dan penjelasan dari sii cho kyuhyun….

  45. shelitaxcho berkata:

    Yeay..hyura goyah..tp kyuhyun suka jg ga tuh ma hyura..jd mamanya hyura ketangkasan atas laporan kyuhyun..
    Knp. Kakeknya hyura ga nyariin hyura jg..
    Sabar tuk menunggu ya thor..hehehhehe…
    Mpe ktmu next part…
    Hwaiting!!!

  46. alkyblast berkata:

    Ini nih gini nih yg bikin greget adalah kemunculan penyakit TBC :v aku kira kesengajaan Kyuhyun menjauhkan dari segala media ada sesuatu sama siwon, eh ternyata gini ckk, kyuhyun! Aku akan menghabisimu eeerrrr aku juga masih kebayang Rache hahaa :v tetep di lanjut ya 😉

  47. ulandsurya berkata:

    hay..hay…

    waktu awal2 aku jg “pengunjung” ke ff mu ini aku udh kecantol sm ff ini..
    sempet takut klo kamu ga ngelanjutin…
    tp seneng deh,kamu menjawab segalanya (?) hahaha…
    semangat lanjutin ff ini yah..
    ceritanya,gaya bahasa & idenya BAGUS 🙂

  48. christiejaena480 berkata:

    Hi permisi authornim, aku pengunjung barru disini.

  49. aayu berkata:

    Akhirnya di update, terima kasiiiiiih

    Perasaan part ini rada complicated ya buat hyura, dia galau mulu

    Tapi aku uda rada curiga wktu dia ga bisa nemu hpnya trus pas kyuhyun ngebuang korannya apalgi pas ninggalin villanya sungmin belom lgi yg pas nelpon d rest area. Uda kbayang kyuhyun punya rencana sndiri tpi entah apa

    Sbenernya rencana dia ngelaporin eommanya hyura biar apa sih ? Padahal hyura uda mulai ngerasa nyaman ama kyuhyun,

    Ahh aku bingung, smpet brasa sedih juga pas dceritain soal donghae
    Penasaran bakal kyak gimana lgi ini stelah hyura balik ke rmah ?
    Belom msalah eomma nya, msalah siwon soal kyuhyun juga

    Hyura ga ngeuh ya kalo kyuhyun kyak yg cinta gtu 

  50. ruunachy berkata:

    kyuhyun harus segera mengatasi kesalahpahaman hyura…..

  51. rislianafebiany berkata:

    Daebak thorr aku suka semua ff kamu fighting ne

  52. tin berkata:

    pantasan si kyu sengaja nyari penginapan yg ga ada akses buat si hyura berhubungan sama siwon maupun nammie.

    lah itu yg kabur malam-malam dari villanya sungmin, ada apa?

    issh.. baru juga senyam-senyum baca kedekatan mereka, eh malah disambar geledek lagi.

    ga sabar nunggu next chapternya..

    Hwaiting authornim.. *sodorin kopi, martabak biar semangat

  53. niza berkata:

    Maksih eon sdh di update ff nya.
    awalnya smpet mikir knp kyuhyun melarang hyura berdekatan dgn media spt hp, tv bahkan koran trs apa hbngnnnya dg siwon tp trnyta ada hal yg jauh lbh besar yg sdh dlkkkn kyuhyun kpd eomma nya hyura.

    Tp pãsti kyuhyun pny alasan trsndri knp dy mlkkkn itu semua. meski agak disygkn sih mengingat hyura perlahan2 sdh mlai nyaman brsama kyuhyun.

    Itu klimat trahr hyura sblm tbc rasa2 nya akan mnjdi awl kmblinya permusuhan hyura dan kyuhyun.

  54. fey berkata:

    serius..ini panjang dan seruu…gak kebayang bakal kyk apa konfliknya ntar…
    si tunggu next partnya… fighting !!!

  55. inet berkata:

    akhirnyaaaaa….sng bgt ada lnjutan ini… ^^
    mmm..aq ykin pst kyu bkn tnpa alasan ngelaporin ibu ny hyura.hrsny hyura dgrin kyu dlu sblm prgi..tp,jstru dstu seru nya ya,authornim??hehe… 😀
    ini seru bgt…dtggu next part nya.. ^^

  56. catherine berkata:

    aku sukaaa bgt ff ini!!

  57. Zana Ria berkata:

    akhir’a ni ff di lanjut jg…
    beneran tuh yg di lkuin ma mak hyura??? en kyu kno gak da pilhan lain…
    apa kbar yeh choi siwon…

  58. lovey denalisa berkata:

    Oh eonni author ku.. Q slalu nunggu karyamu walau harus nunggu lama..

    Q sukaaaa ma critanya..lg nantiin mereka jatuh cinta,kapan? Next part m0ga cepet dapet ilham.punya banyak waktu

  59. nisa berkata:

    sebenarnya apa rencana kyu ya dg membongkar penggelapan ibu hyera ,, next d tunggu cinggu

  60. PiyoElf berkata:

    TBC.nya itu loh gak banget 😀
    kenapa kyuhyun melakukan hal itu? apa emang dasarnya kyuhyun pengen balas dendam sama keluarga park. atau memang ada maksud lain
    ahhgrrr.. part ini banyak teka tekinya + bikin senyum2 sendiri pas bagian kyuhyun meluk hyura

  61. cinchan berkata:

    Wah daebak.

    Bikin penasaran bagaimana kisah Kyuhyun dan juga Hyura utk selanjutnua 🙂

  62. honneyhae berkata:

    hwadooohh..saya nggak sabar tunggu lanjutannya..hampir lupa ma ceritanya, tapi baca sambil inget2..akhirnya otak konek juga ke cerita sebelumnya.

  63. nuy azizah berkata:

    TBC muncul di saat yang tak tepat banget
    Sebenarnya apa sih rencana kyuhyun dan apa kyuhyun suka sama hyura ah penasaran banget nih hyura nya ka jadi benci lagi sama kyuhyun keep writing yaa thor next

  64. prahezty berkata:

    Woaahhh tnyata kyu ckckckck..
    Tp lg asik”.a mlah ada tbc..
    D tnggu lnjutan.a thor..

  65. Fee berkata:

    apa alasan kyu melaporkan ibu hyura ?
    hhmm…aq rasa kyu menyukai hyura, dan sepertinya kyu dan kakek nya hyura bekerja sama untuk sesuatu terhadap hyura, dan aq harap hyura putus sama siwon dan ibu hyura cepet sadar dari tingkah laku nya yg menyebalkan…
    tetap semangat y thor…

  66. Sakura berkata:

    Gak nyangka kalau ibunya korupsi.
    Pdhal hbngan hyura dan kyuhyun mulai membaik
    penasaran gmn pnyelasaian mslah mrka

  67. ChoKyu berkata:

    tbcnya datang di saat yang sangat tidak tepat, alu udh hampir hampir lupa sih sama ceritanya tapi pas baca ampe pertengahan udh inget lagi, aku yakin kok pasti si abang Kyu ini gak jahat haha pasti dia ada renca tersendiri gitu maksudnya

  68. eLa0215 berkata:

    wahhh.. akhirnya update juga nih ff …
    lama juga ga pp eonn .. yang penting nanti ff.nya lebih lebih panjang .. itu yang ngambil ponsel hyura pasti kyuhyun kan? gimana tuh !!ko’ bisa ibunya hyura korupsi sih ,bukannya udah banyak uang yahh ..itu siKyu kasihan ditinggalin didepan resto .. kasian hyura ..persoalannya makin rumit .moga bisa ngadepin yahhh

    fighting yahh eonn ,!!? aku selalu setia nunggu kelanjutan ff kamu 😀

  69. uchie vitria berkata:

    wow kyuhyun ngelaporin ibunya hyunra kepihak berwajib
    kayaknya kepergian hyunra yang tiba” bikin ibunya kalut dan melakukan penggelapan uang perusahaan pastinya kakeknya juga udah tahu rencana kyuhyun/donghae
    tapi hyunra terlanjur emosi

  70. julia berkata:

    TBC datang disaat yg tidak tepat…

    sebenernya Lee Donghae masih hidup atau udah nggak sih? bingung. kayaknya Siwon itu Donghae yah? *ngawur* tp aku curiga sama Siwon yg nyamar jd Donghae…
    itu knp tiba2 ninggalin Villanya Sungmin? trus eommanya Hyura kok jadi korupsi padahal kan udah kaya tuh dia…
    Bikin penasaran semuanya… semoga cepet yah eonnie kelanjutan FF Famiglia nya ini, jangan lama2 nunggu berbulan2 lamanya… hehehe…

    Fighting Keep Writting Author……

  71. zahra syifa berkata:

    stelah sekian hari…menunggu akhirnya muncul jg ni fagmilia ..

    miris bgt ya critanya donghae…
    hyunra galau dpart ini
    part slnjutnya gntian kyuhyun yg galau
    ish hrusnya hyunra dngerin kyuhyun dlu…tp ta sudahlah pst akan ad jlan keluarnya bwt mreka…suka sm hyunra yg msih mikirin siwon deh..

  72. eMJe berkata:

    Wew,, wew,, lama gag nongkrong dimari gara2 sibuk kuliah ternyata, AKHIRNYA!!! (#lebayy) famiglia dilanjut juga
    duhhhh ff kamu yang satu ini emang kaporit saya sampek rache saya terlantarkan hehehehe,,, ceritanya campur aduk diawal udah romantis, ditengah mengharukan,, eh! endingnya musuhan lagi,,, gak papa lah yg penting hyura dah mulai kesetrum cintrongnya kyuhyun,,,
    lanjutkan,,,,,,!!!

  73. rara berkata:

    Hyura udh ad perasaan dikit sm kyuhyun
    tp pasti cinta sesaat
    Donghae udh tenang dsana bs brkumpul dgn ibu,nenek dan ayahnya.
    Apa sih mksd kyuhyun jeblosin eomma hyura k penjara?

  74. ttaemyeon berkata:

    one thing that’s so great about you: misshoon bisa bawa reader ke klimaks dan motong ff ketika lagi klimaksnya, bikin readernya gemes mencak2 karena penasaran.

    ceritanya bagus banget, spt biasa. alurnya dan kata per katanya terbaca natural sekali kayak baca cerita novelis profesional. Suatu hari nanti, aku tunggu novelnya misshoon 🙂

    seneng juga, karena misshoon masih aktif menulis padahal author ff kyuhyun yg aku favoritkan udah banyak yg gak aktif. Tetep nulis ya, meskipun ntar bukan kyuhyun lagi. Aku suka semua yang misshoon tulis

    akhir kata Hwaiting! semoga misshoon dikasih ide yang menggelontor dan waku untuk menulis 🙂

  75. entik berkata:

    Awal nya biasa tapi ada sisi yg bikin mata ku berair pas nyangku soal hae.
    Tapi pas gemes bgt di akhir part ada knflik yg w.o.w.
    Tpi gk mungkin kyu bertndk kaya gitu kalo gk ada alasan laen nya, hyura hrus nya dgr dlu penjelasn nya kenap.

  76. iiz leekim berkata:

    Kenapa abis hyura mulai membaik sama kyuhyun ada masalah ini sih?

  77. leekhom berkata:

    Huhff dari part awal ff ni yg paling bikin greget hhhh…
    Bikin deg”an tiap x bc..
    Knp kyuhyun melaporkan eomma’a hyura ?? Penggelapan bnrkah tuh ??

  78. Rithaa16 berkata:

    Kesel banget sam kyu padahal hyura udah percaya sama kyu kenapa kyuhyun kayak gitu ke hyura?

  79. ismaenha berkata:

    Setelah lama nunggu..akhirnya ff ini di lanjut jga. Waktu itu yg d tunggu itu rache, sekarang ff ini. Emang bener ya, kalo mau dpt cerita bagus tuh hrs sabar..

  80. taemfallin berkata:

    ternyata oh ternyata…
    padahal mereka udah dekat gitu
    tapi pasti kyu punya alasan…
    ditunggu lanjutannya
    jangan lama2 ya 🙂

  81. kyutheee berkata:

    Setelah lama menunggu, akhirnya muncul juga! Huahahaha ato sya yg telat tau? Ahh molla….

    Eeeooonnniii! Sumpah stelah sya diterbangkan dengan kemesraan mereka berdua, tiba2 harus dilempar dari lntai 11 kamar kyuhyun…

    Ya ampun kyu! Aku gak tahan sma kamu!

  82. kyukyukyuniw berkata:

    Ahhhhh greget itu pas konfliknya muncul eh ada tulisan TBC.
    Ahahaha

    Bikin penasaran ya ampun miss hoon.

  83. gamekyu54 berkata:

    Akhirnya ni ff muncul juga,puas bgt baca part ini puanjang eonni walopun ketemu tbc tp udah puas bgt.
    Critanya masih penuh teka teki,pnasaran sma ibu hyura sebenernya baik pa jahat atou kyuhyun yg punya rencana jahat..
    Aaa saya pnasaran tingkat akut dah
    D tunggu bgt lanjutanya..fighting

  84. nia kurnianti berkata:

    kirain bakalan nggak ada masalah yang gimana gimana lagi,,,
    aku kira kyu nggak minjamin hyura hp gara gara nggak mau hyura menghubungi siwon,,,dan buat ngedapetin hati hyura
    eh,, ternyata, tapi pasti kyu punya alasan yang masuk akal buat ini,,
    semangat thor, ditunggu ff selanjutnya

  85. donghaecouple berkata:

    Aq suka sm hampir smua ff mu… rache luar biasa.. famiglia jg mantap… di tunggu next na. Saking lamana nunggu msti bca ulang part 4 na. Klo bs jgn lama2 y hahahha… smangat thor fighting….

  86. ayum berkata:

    Kalo baca ff nya misshoon kayak rollercoaster.. Kadang sedih, kadang so sweet, kadang menegangkan.. Ini lg sweet bgt trus malah ada masalah besar.. Ckck author emang top bgttt

  87. fivah_huncool berkata:

    Waduh jdi ibu’a hyura jdi tersangka korupsi??? Wah makin seru aja d tunggu ya author part selanjut’a 🙂

  88. RechaCho berkata:

    cukup tau apa yang dirasain Hyura tentang keluarganya ><
    dan pengen tau apa alesan kyuhyun setega itu ngelaporin ibunya hyura dan nutup"in ke hyura :3
    ditunggu next chapnya 😉

  89. hara980120 berkata:

    apasih sebenernya yang dilakuin sama kyuhyun..?? kenapa dia kayak gitu?? ngelaporin ibunya hyura?? dan akhirnya aku tau kenapa kyuhyun jauhin hyura dari TV (di tempat laundry) dan koran di tempat makan itu., kalo diliat, di chapt ini hyura mulai ngerasain ada yang salah sama perasaannya ke kyuhyun.. hhhh keep writing author!! aku tinggu next chapt-nya

  90. rianti berkata:

    kyunya uda brni meluk hyura…
    hah kykny nianak 2 punya rasa,cumn krn masalh mrk yg complicted bgt jdi susah ktmunya…

    ditmbh masalh bru lgi….
    bkin greget.

  91. nisa11 berkata:

    pasti hyura salah paham,
    next nya ditunggu bangett ka
    #fighting

  92. KimHeeSeon berkata:

    kapan nih yang part 6 dipost nya ? 🙂

  93. niul berkata:

    Ini rumit bener deh maksud kyuhyun perasaan hyura semua masih abu abu, ditunggu lanjutannya ajah biar terang benderang nga abu abu terus haha

  94. julia berkata:

    eonnie, please cepetan dilanjut donk udah gak tahan nih penasaran banget ama kelanjutannya……

  95. diankurdiana berkata:

    aku sukaaaaaaaa karakter kyuhyun ok banget di ff ini..

  96. Krysdha berkata:

    Ouh,,kayak’x Hyura udah mulai Sk deh ama Kyuhyun..Tp,,Ada msh br lg..Smangat aja buat Kyuhyun’xx..

    Fighting buat Eonni ya.

  97. Yumiku9 berkata:

    Aai hyura sudah jatuh cinta sama kuyun gembul sepertinya.

  98. julia berkata:

    eonnie, buat Donghae masih hidup donk bisa nggak yah? trus kasih konflik konflik antara Kyuhyun Hyura Donghae… hehehe cuma ngasih ide aja thor…

    keep writting yah dan jgn lama lama 🙂

  99. Awaelfkyu13 berkata:

    woaaaahhh kereenn fffnya… aku baru mnemukn ff ini..jd salam kenaaalll^^ suka bgd sma karakter kyu dsni… bagus..bagus… lanjutkan yaa…. semangaaatt!!.

  100. maurine adora berkata:

    waaaw..konflik mulai klimaks nih
    seruuu,bikin perasaan campur aduk baca nya
    author-nim.,jjang

  101. julia berkata:

    eonnie, kapan dilanjut?

  102. septinahandayani berkata:

    wah hyura udah mulai suka sama kyuhyun , hyura sama kyu baru akur sebentar ehh udah ada masalah lagi . semangat nulis eon , ditunggu next part !!

  103. end berkata:

    Yak, kenapa kyu jahat? Apakah alasan yg mendasari dia gerangan kak? Aku penasaran banget niiih. Setelah sekian lama nggak buka dan ternyata nemuin beberapa lanjutan ff, rasanya whu bahagia ulala… Tetep bikin penassran banget. Sbnernya aku udah penasaran sama si kyu, kenapa dijauhin sama dunia luar. Tapi nggak ngeh kalo yg jadi masalah itu ibunya hyura. Omg..terus hubungan mereka gi.ana dong entar?. Kasian siwon #lhoh# berhubung siwon itu bias w, tolong jangan bikin dia menderita dong kak. Huhu… T.T. nggak kuku nggak nana niiii…
    Pokoknya ditunggu part selanjutnya..
    Btw maaf jadi siders sekian lama. Hp tidak memungkinkan untuk komen. Mian kak.

  104. julia berkata:

    huuuuaaaaa :'( kapan dilanjut thor, udah lumutan nih 🙁 please ……

  105. ninaelfkimcho berkata:

    pasti ada sesuatu yg disembunyikan Kyuhyun disini

  106. nezarinda berkata:

    Lama g buka ff dsni..agak lupa crtanya….hehehe…mesti bca2 lg kyknya…

  107. julia berkata:

    kangen Fanfiction ini 🙂

  108. Dela berkata:

    Aku bener” penasaran lanjutannya. Tetep dilanjut ya eon. Aku suka sama semua karya fanfictionmu. Karakter Kyuhyun nya keren. Fighting.

  109. pikaminj berkata:

    thor ayo lanjutkanlah ff nya ini..

  110. jesschyntia berkata:

    Ini lanjutannya gimana ya?? Padahal udah jatuh cinta ma ff ini.

  111. KyuRa berkata:

    Oh my god.
    Gue msih bingung ama sikapnya embul… Bner” misterius dan pdhal gue harap stlah si Ra udah lbh terbuka mbul ehh trp masalah mncul lgi.. Dan gue hrap si author ngejelasin knpa kyu di part brikutnya kalau prlu pake Pov nya kyu biar kta tau gmana prasaannya krn slma ini ak liat pov nya hanya Ra ama thor (klo gak slah) 😀
    #very nice!

  112. julia berkata:

    aq setia menunggu fanfictionmu ini eonnie 🙁

  113. chaca berkata:

    d tunggu kelanjutannya.. aq bnr2 pnasaran.. fighting

  114. naila berkata:

    itu ibunya Hyura baik atu jahatt sihhh sampe” Kyu ngejebloskan penjaraa ,., ditunggu next partnyaaaa

  115. nay berkata:

    aihhh ketinggalan lama…
    padahal salah satu ff yg selalu aku tunggu updatenya…

    sedih pas kyu nyeritain tentang donghae… 🙁
    jangan biarin hyura ngehancurin kyu dong kan kasian si mbul…
    kok aku curiga yah klo si kyu sebenernya cuma disuruh sama kakeknya aja…

  116. kyura8891 berkata:

    kapan part 6 nya?? .·´¯`(>▂<)´¯`·.

  117. Shinherin berkata:

    Lagi klimaks malah tbc, sumpab greget.
    Kapan dinext? Ceritanyaa makin seru, berasa nonton sinetronnnnn. Semangatt thor

  118. julia berkata:

    Eonnie, udah lama bgt FFnya kapan dilanjutin 🙁 ???

  119. Julia berkata:

    Eonnie dimanakah kau?

  120. windy3288 berkata:

    hahaaa kyuhyun kaget karna hyura mungikin terlalu tiba tiba bilang kayak gitu
    tapi akusih berharap hyura nikahnya sana ki bukan sama siwon
    senmoga kyu dapat mengusahakan mereka biar bisa bersama hihiii

  121. oriiigamine berkata:

    oh,aku tau ini akan terjadi. kyu sengaja ngasingin hyura.
    tp apa motif kyu? pasti kyu pny alasan dan aku rasa itu bukan utk nenghancurkan hyura

  122. Latuf berkata:

    Huahhh… cho kyu ma park hyu ra dh Damai nih…moment terindah..jngn blng kyu dh ska hyura

  123. susi anty berkata:

    wahh makin seruu.loh loh kok kyuhyun nglaporin ibunya hyura why why??

  124. teenaclouds berkata:

    Waduh apa lgi tu emany hyura gnglpin uang dan yg mngjutkn kyuhyun yg nglporin kepihk brwjib pnts ajalh hyura ngrasa diprmainin pdhl hyura udah mulai suka tu…

  125. Mrs.Donghae berkata:

    Sudah kuduga, pasti ada apa2’a ketika Kyuhyun secara tdk langsung mengasingkan Hyura dari segala bentuk informasi luar.
    Wah, jdi dendam deh Hyura’a…

  126. ricassie berkata:

    Pantesan d setiap tempat yg kyu n hyura kunjungi kg ad tv, bahkan pas d tempat laundry n pas hyura baca koran jg kyu selalu mengalihkannya, tp knpa kyu smpe ngelaporin k polisi masalah itu? Apa haraboji jg tau?

  127. LEA berkata:

    kyuhyun disetting jadi kokinya hyura *byangin kyuhyun didpur trus masak wkwkwk

    ayolah hyura, dngerin pnjelasn kyuhyun dulu, main kabur aja

  128. mitarashi8899 berkata:

    Kenapa sama eommanya hyura??? Jalan ceritanya ga bisa ketebak.. Bikin aku makin penasaran

  129. nana berkata:

    kenapa jadi seperti ini? sebenernya kyuhyun itu kenapa sampek bisa nglelaporin ibunya hyura?

  130. minkijaeteuk berkata:

    yah padahal hyura n kyuhyun lg asik2 moment2 berdua
    semuanya hancur deh hyura liat berita ibu dilaporin sama kyuhyun….
    sebener y ngak salah kyuhyun tp situasi/keadaan yg salah…
    hyura y rasa suka y dah mulai muncul lg….

  131. Leevee berkata:

    trnyta kyuhyun sengaja jauhin hyura dr kluarganya… tp knp ibu hyura bsa ngelakuin penggelapan uang??
    uwwaa nambah seru konfliknya… tp ngga rela klo hyura marahan sma kyuhyun. wkwkwk
    smoga next part mreka bsa baikan… hhaaahha…
    cuss baca next part.nya… ^^
    author.nim… boleh mnta password Rache yg part 9-10 ? °°
    😀

  132. Hyerim berkata:

    Apalagi ini??
    Ya ampun pasti ada sesuatu knapa kyuhyun ikut pergi sama hyura

  133. Deborah sally berkata:

    Pantesan sikap Kyuhyun agak janggal

  134. elimns berkata:

    deg degan wakttu baca part ini.. kirain kyuhyun bakal nyatakan persaan sama hyura 🙁 .. nggak tau nya malah ngelaporin eomma nya hyura ke polisi. tapi aku yakin apa yg kyuhyun lakuin itu pasti bener,, terus semangat ^^

  135. apriliayanti berkata:

    Penasaraaan..ya ampun kenapaa rumit bgt sih hubungan kyu ama hyura?pdhl kl ngikutin keinginan kakek tinggal menikah dan mereka bahagia, cm kl bgtu ntar ff nya langsung end donk?hahaha

  136. example6865 berkata:

    Hyura salah faham sma kyuhyun
    Aku yakin kyu ngelaporin ibu nya hyura itu karna alasan yg kuat,,dan dia nggga gebolehin hyura liat berita itu karna kyu ga mau bikin hyura sedih

  137. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  138. Dhewull berkata:

    hyura knp ga dngerin penjelasan nya kyuhyun dlu..

  139. nabilauma berkata:

    suka banget di part ini kyuhyun sweet banget.
    knp hyura ga dengerin kyuhyun dulu.
    penasaran lanjutannya 😀

  140. choi sena berkata:

    what happened kyu?

  141. @R_ELFIna berkata:

    Ah jadi itu ya alasan di balik Kyuhyun yang mengikuti Hyura kemanapun. Dengan menjauhkan ponsel dan media informasi lainnya dari Hyura.
    Memang tindakan yang bagus, tapi mungkin dampak pada keadaan mereka yang akan semakin renggang. Apalagi Hyura yang begitu menyayangi ibunya tapi disisi lain perasaannya mulai jatuh pada Kyuhyun.

  142. yoongdictasticgorjes berkata:

    Udh gx sbar pngen bca part slanjutnya..next

  143. Goldilocks berkata:

    Yampuuun saat bibit bibit cinta mulai tumbuh *ciyaelah* kenapa harus layu lagi gara-gara satu kabar? 🙁
    Tapi dari awal emang aku gak suka sih sama Ibunya Hyura. Jadi gak heran juga kalo dia emang pengkhianat sampe terlibat penggelapan uang..
    Btw, aku masih blm clear nih sama masa lalu KyuHae, kayaknya masih ada yang harus dijelasin disini :/

  144. Rithaaa16 berkata:

    Padahal baru seneng hubungan mereka membaik:( hebat nih authornya buat pembacanya cenatcenut

  145. LeeHyun berkata:

    Yahh padahal mereka udh deket bahkan Hyura udh pnya perasaan lbh sma Kyu, tp malah ada msalah!!!!!
    Dan Hyura keliatan marah bgt…

  146. Elvvvvv berkata:

    Uda aku duga pasti ad yg disembunyiin. Kyu jahat? Gakan?? Ini cuma salah paham pastii. Paati ad sesuatu. Omaigattt. Ud diajak seneng. Melayang2. Senyum2 sndiri sm kyu. Eh dikasi kenyataan yg menyakitkan. Wew kyu….

  147. esakodok berkata:

    ahh..baru saja rujuk…sudah tegang lagi…kasihan khyunyun…dibuat susah dgn tanggung jwb yg besar

  148. Nurlaely D berkata:

    Mkin seruuu,,,gk nygka Ibunya Hyura trlibat penggelapan Dana…
    Kyu hnya ingin mlndungimu Hyura…

  149. Widya Choi berkata:

    Q kok jd senyam senyum ndiri y ngbyangin kyu meluk hyura.. brasa ad manis2 ny gt eaaaa .
    Aduhhh ini ad mslah apa?… pdhl si hyura kykny udh mulai luluh am kyu..tp krn mslah ibu ny itu sprti ny mrk bkal renggang lg

  150. Park ni young berkata:

    Makin seru, konflik nya makin memanas lanjut baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *