Famiglia [Part 4]

stb

Happy Reading N Sorry For Typho ^^

@Miss_Hoon

***

Aku tidak tau apa yang dia pikirkan. Menikah? Astaga, aku bahkan belum memikirkan pernikahan meskipun dengan kekasihku sendiri. Apalagi menikah dengannya. Parasit yang sudah menempel pada keluargaku selama enam belas tahun. Sekarang aku yakin dia benar-benar gila.

“Apa yang kau lakukan didalam?” Tanyanya dingin saat aku kembali ke mobil. Kyuhyun menungguku disisi mobil sambil bersandar di kap menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Dia tidak mengikutiku kembali ke dalam saat aku bersikeras akan mempertahankan Mckenna.

“Apa kau menjual dirimu?” Tanyanya lagi dengan nada mengejek

“Tutup mulutmu” desisku. Aku langsung masuk ke dalam mobil tanpa perlu melihat wajahnya yang menyebalkan. Dia menyusulku saat aku memasang sabuk pengamanku. Menyalakan mesin mobil lalu menjalankannya.

Aku tidak berniat membicarakan soal proyek Mckenna. Aku memang mendapatkan kontraknya tapi Jujur saja aku kecewa, dengan apa? Mungkin karena pembicaraan kami tadi.

“Maafkan atas sikap kakakku” kataku sambil tersenyum minta maaf saat kembali ke meja kami lalu duduk ditempatku. Mckenna mengerutkan keningnya.

“Kakak?”

Aku mengangguk.

Dia meringis “seharusnya aku yang meminta maaf. Aku tidak tau dia kakakmu. Karena kalian memiliki nama keluarga yang berbeda”

“Dia kakak Angkatku. Dan dia lebih memilih menggunakan nama keluarga ibunya” jelasku.

Dia mengangguk “sampaikan maafku padanya”

“Maaf? Apa anda melakukan sesuatu padanya. Mr Mckenna?” tanyaku sopan

“Tolong panggil aku Ethan saja. Yah tadi aku sedikit menyinggungnya tentangmu. Tapi sungguh aku tidak bermaksud demikian. Aku sangat menghormatimu sebagai rekan bisnis dan sebagai wanita, tentu saja”

Keningku bertaut, aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan.

Ethan berdehem “Begini. Tadi aku memintanya untuk menyuruhmu membawa sendiri kontraknya ke kamar hotelku. Dengan itu dia bisa mendapat kontraknya. Tapi tuan Lee tadi sangat marah dan langsung memutuskan kesepakatan yang akan kita bangun”

Aku terkejut, bukan karena Kyuhyun membatalkan kesepakatan yang telah susah payah kami dapatkan tapi karena dia membelaku. Jika itu aku, aku tidak akan berpikir dua kali, asalkan aku bisa mendapatkan kontrak dari Ethan. Apa dia juga masih berpura-pura berperan sebagai kakakku didepan orang lain?

“Sampaikan maafku padanya dan kalian resmi mendapatkan kontraknya”

“Maaf?” Aku tidak yakin dengan yang kudengar barusan.

Ethan tersenyum “kalian mendapat kontraknya dan aku ingin tuan Lee yang menanganinya. Aku menyukai kakakmu. Dia orang yang berani mengungkapkan pikirannya tanpa takut. Aku membutuhkan orang seperti itu” Ethan mengusap mulutnya dengan serbet lalu bangkit dari duduknya. Dia mengambil tanganku lalu mengecupnya dengan hormat. “Asistanku akan mengurusnya. Besok dia yang akan mendatangi kalian” katanya sambil tersenyum lalu berbalik pergi.

Secara keseluruhan aku gagal. Ethan menginginkan Kyuhyun yang menangani proyek ini dan secara tidak langsung kesepakatan ini berhasil karena Kyuhyun juga. Dan yang paling menggangguku, kenyataan dia membelaku. Memangnya kenapa kalau aku harus melayani pria itu? Toh itu bukan urusannya. Dia bukan kakakku atau siapapun.

Mobil tiba-tiba berhenti. Aku mendongak dan kulihat Kyuhyun sudah turun dari mobil. Dia berjalan cepat masuk kedalam rumah. Kelihatannya dia masih kesal. Aku turun mengikutinya dari belakang.

Saat pintu depan terbuka langkahnya tiba-tiba berhenti dan bahunya menegang. Otomatis aku juga menghentikan langkahku. Dia menunuduk sembilan puluh derajat. Saat itu aku baru tau apa yang menghadang didepannya.

“Eomma” panggilku refleks. Aku berjalan ke sisi Kyuhyun. Ibuku tersenyum saat melihatku.

“Wasseoyo Eomonim” sapa Kyuhyun.

Eomma meliriknya lalu mengangguk sedikit, tetap dengan tatapan dingin khas ibuku. “Kalian pergi bersama?” Tanyanya lebih tertuju padaku.

“Hanya Dinner meeting” sahutku

“Aku permisi duluan” kata Kyuhyun sopan lalu menunduk sebelum pergi. Eomma mengawasi tubuh Kyuhyun sampai dia menghilang di puncak tangga sebelum berbicara lagi padaku.

“kalian memiliki proyek bersama lagi?” tanyanya setengah keheranan setengah tidak suka.

“Apa Eomma tidak merindukanku?” lebih dari sebulan aku tidak bertemu dengannya tapi tidak sedikitpun dia menanyakan kabarku.

“Jangan mengalihkan pembicaraan Park Hyura! sudah kubilang aku tau bagaimana kabarmu. Apa kau pikir aku bukan ibu yang perhatian?”

Aku mendesah pelan “yah Eomma selalu tau apa yang kulakukan” gumamku rendah. Mencoba menjaga suaraku agar tidak terdengar olehnya tapi sepertinya percuma. Lihatlah, dia melotot ke arahku sekarang. Aku memotongnya cepat sebelum Eomma menyemburkan kata-katanya “Ya kami memiliki proyek bersama lagi, ini proyek langsung dari kakek. Jika aku berhasil maka aku bisa menjadi penerusnya dan tetap bisa menikah dengan Siwon. Ngomong-ngomong soal Siwon, Eomma bilang ingin bertemu dengannya segera setelah pulang tapi sepertinya Eomma pulang lebih cepat daripada yang dijadwalkan jadi aku belum mengatakan apa-apa padanya” kataku dengan satu tarikan nafas.

Eomma terdiam sebentar, sepertinya dia membutuhkan waktu untuk mencerna kata-kataku sampai akhirnya dia mengangguk. “Kau benar , aku ingin bertemu calon menantuku secepatnya” seperti dugaanku, topic tentang Siwon sangat menarik perhatiannya.

“Aku akan memberitaunya segera. Sekarang bolehkan aku masuk kekamar?”

Eomma menganguk “istirahatlah” dengan itu dia berbalik dan aku menuju kamarku.

***

Keesokan Paginya seperti yang Mckena bilang, dia mengirim asistannya untuk mengurus kerja sama kami. Dia mengirimkan detail kontrak yang mereka inginkan. Aku tidak bisa memutuskannya sendiri karena Mckenna meminta langsung agar Kyuhyun yang menanganinya. Dan ini yang membuat moodku memburuk sepanjang hari.

Aku kembali mendatangi kantor Kyuhyun. Aku baru sadar akhir-akhir ini aku lebih sering berkunjung kesana. Padahal dulu tempat itu termasuk zona terlarang bagiku. Tapi aku bisa melihat dan mengerjai Kwon Yuri. Melihatnya terintimidasi karena kehadiranku sedikit membuatku terhibur. Apa aku jahat? Jangan dijawab! Karena aku tidak mau mendenagr pendapat kalian.

Dahi Kyuhyun mengernyit tidak suka saat aku melenggang masuk keruangannya tanpa mengetuk pintu setelah mati-matian berargumen dangan Yuri agar tidak memberitau kedatanganku.

Dia berdiri lalu mengitari meja bersandar di tepiannya sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Aku berhenti beberapa meter di depannya.

“Mau apa kemari?” tanyanya ketus.

Aku menyodorkan map yang kubawa “Kontrak dari Mr Mckenna”

Dia melihat map yang kusodorkan dengan pandangan sinis lalu selama beberapa detik baru setelah itu di melihatku. “Aku sudah menolak proyek Mckenna. Akan kudapatkan Global Net dengan caraku sendiri” sahutnya penuh percaya diri

Aku mendengus, astaga! haruskah dia sesombong ini? aku menyesal membongkar identitasnya. Setidaknya dia tidak akan bersikap begini saat menjadi Lee Donghae.

“Aku sudah mendapatkannya, setidaknya bisakah kau menghargainya dengan mempermudah semuanya”

Kali ini dia yang mendengus “Menghargai? Jangan bercanda! Apa aku harus menghargai orang yang merendahkan dirinya hingga tidak berharga hanya demi sebuah kontrak?”

“Merendahkan diri?”

“Apa yang kau berikan padanya sampai dia mau bekerja sama dengan kita?” tanyanya mencemooh. Demi apapun ekspresi wajahnya sangat menghinaku. Apa dia pikir aku serendah itu. Otomatis aku melempar map yang masih ku pegang ke wajahnya. Kertas-kertas keluar berceceran dari map.

“Mulutmu sama brengseknya dengan sikapmu” tanpa memperdulikan kontarknya aku berbalik tapi dia menggapai lenganku dan menarikku hingga tubuh kami saling membentur hingga tidak ada jarak.

“Katakan! Apa yang kau janjikan padanya?” Tuntutnya

Aku menarik tanganku kasar lalu mendorongnya menjauh. “Itu sama sekali bukan urusanmu Cho Kyuhyun ssi. Aku mendapatkan kontraknya! dan bagaimana bisa aku mendapatkannya itu sama sekali bukan urusanmu. Persetan dengan apa yang kau pikirkan. Kau bukan kakakku atau bahkan keluargaku. Berhenti bersikap seolah-olah kau peduli”

Dia terlihat tersinggung dengan ucapanku. Lihat saja, matanya hampir copot karena memelototiku. “Aku memang bukan kakak kandung atau tirimu. Tapi kau tanggung jawabku Park Hyura! Kakek dan Donghae mempercayakan mu padaku!”

“Apa kau juga bertanggung jawab untuk menikahiku” tanyaku sarkatis

“Ya jika memang harus”

Aku tertawa dibuat-buat beberapa saat kemudian meliriknya sinis “kau pria menyedihkan”

Dia menyeringai “Bukan hanya aku yang hidup untuk orang lain, kau pun tidak ada bedanya denganku. Tanpa kau sadari sebenarnya kau pun terlihat menyedihkan”

“Jangan samakan aku dengan penipu sepertimu!” Desisku

“Kau…” Ucapannya terputus saat tiba-tiba Kwon Yuri menerobos masuk. Kami berdua menoleh ke pintu.

“Jeongmal Joesonghabnida. Tapi HueJangnim sedang….” belum selesai Yuri berbicara Kakekku muncul di belakanganya. Yuri menunuduk dalam kemudian undur diri. Kami masih terpaku sedangkan mata Kakek sudah menatap kami curiga dengan kertas bertebaran disekitar aku dan Kyuhyun.

“Apa yang terjadi di sini?”

Aku berdehem lalu menunduk singkat “Tidak ada apa-apa. Aku yang kurang hati-hati. Maafkan aku” aku menunduk lagi sebelum berjongkok memunguti kertas-kertas yang bertebaran. Aku melirik Kyuhyun sebal saat dia ikut berjongkok membantuku lalu menaruh kertas yang dipungutnya ke tanganku. Kami berdiri bersama dan aku pamit untuk kembali ke ruanganku.

“Tidak, Tunggu Hyura-ya” kata Kakek menghentikanku. “ada yang ingin kubicarakan dengan kalian berdua. Kemarilah”

Aku mendesah diam-diam tapi akhirnya aku menurut. Duduk di sofa persis di sebelah Kakek dan Kyuhyun menyusul kemudian didepan kami. Aku terus menunduk menatap map dipangkuanku yang terasa lebih menarik ketimbang aku harus menatap wajah pria di depanku.

“Tadi pagi Mr Mckenna menelponku secara langsung. Aku tau kalian pasti bisa melakukannya. Dan dia sangat terkesan pada apa yang kalian berdua tunjukkan padanya. Khususnya kau Kyuhyun-ah”

“Apa?” Kyuhyun terdengar sangat terkejut sedangkan aku memutar bola mataku malas.

“Dan tentu saja Kau, Hyura-ya” sambung Kakek.

Aku melirik sekilas melihat ekspresi Kyuhyun. Dia menatapku kebingungan tapi aku tidak menanggapinya.

“Aku hanya bertanya-tanya. Apa kalian berniat bekerja sama juga untuk mendapatkan Global Net?”

“Tidak. Itu tidak mungkin” sahutku cepat bahkan sebelum Kyuhyun sempat membuka mulutnya.

“Wae?” tanya Kakek.

“Pemenangnya tidak akan terlihat jika kami tetap bekerja sama Harabeoji” aku seperti menjelaskan bahwa pisau itu tajam pada anak umur lima tahun. Yang benar saja, kami berkompetisi tapi kami harus bekerja sama. Itu terdengar konyol.

Kakek tersenyum “Aku memiliki penilaianku sendiri Hyura-ya. Lagipula aku melakukannya semata-mata demi perusahaan. Aku tidak ingin kalian berdua mengabaikan pekerjaan yang lain demi memenangkan proyek ini. Pekerjaan yang juga sama pentingnya. Karena itu aku ingin meringankan pekerjaan kalian berdua. Meskipun bekerja sama kalian masih bisa menonjolkan cara kerja diri kalian sendiri”

“Andwe……”

“Dengar!…” potong kakek cepat. “Aku tau apa kau kerjakan Park Hyura! Kau mengabaikan perkembangan pembangunan pabrik, menunda semua penawaran dan pertemuan penting dan justru menyerahkannya pada Asistenmu. Jangan lupa kau juga harus melanjutkan proyek yang ibumu berikan!” aku tidak bisa mendebatnya lagi. Kompetisi ini menyita sebagain besar waktu , pikiran dan tenagaku. Aku meninggalkan pekerjaan yang menumpuk yang tidak tau kapan bisa ku selesaikan.

“Dan Kyuhyun-ah!” aku sedikit melirik pria itu saat Kakek menyebut namanya. “Aku tau kau membatalkan banyak perjalanan bisnismu dan malah melemparnya ke department lain. Apa kalian pikir perusahaan ini taman bermain hah? seenak jidat melempar tanggung jawab kalian!”

“Jeoesonghabnida” Kata Kyuhyun pelan.

“Aku tidak butuh maaf! Aku butuh hasil dari kerja kalian! Aku ingin semuanya berjalan beriringan. Dapatkan Global Net dan lakukan kewajiban Kalian! Kalian ingin bekerja sama seperti saranku atau bekerja sendiri-sendiri. Kalian putuskan sendiri” Kakek berdiri dan menepuk pundakku ringan. Kyuhyun ikut berdiri dan menunduk memberi hormat saat Kakek pergi sedangakan aku masih terduduk. Aku terlalu kesal untuk berdiri atau mengantarkan kakek tua itu. Aku kesal pada apa yang dikatakan kakekku dan semakin kesal bahwa yang dikatakannya benar.

“kenapa masih disini?” suara dingin Kyuhyun memecahkan pikiranku. Aku mendongak, menatapnya sinis beberapa saat baru kemudian aku bangkit. Terberkatilah pada Jimmi Choco Sembilan senti milikku. Berkat sepatu super menyakitkan itu tinggi kami hampir sejajar, membuatku tidak terlalu terintimidasi.

“Kau tidak menginginkan Mckenna? Baik! Jangan sentuh dia!! Dia milikku. Kau penasaran apa yang kuberikan padanya? sesuatu yang tidak akan pernah kuberikan padamu bahkan sampai aku mati. Permisi” aku sengaja menabrak bahunya saat melewatinya keluar.

Suasana hatiku sudah memburuk di ruangan Kyuhyun dan semakin memburuk saat melihat ibuku duduk santai di kantorku. Demi apapun, bisakah biarkan aku bernafas sejenak?

“Nammie bilang kau pergi ke kantor Donghae?” Eomma berdiri dan menyilangkan tangannya didepan dada saat aku masih di ambang pintu. Aku menutup pintu di belakangku. Sambil mendesah berat aku berjalan ke balik mejaku. Eomma terus mengikuti gerakanku.

“Eoh” sahutku sambil melempar map kontrak kerja SingTell.

Eomma menatapku keras “Serahkan proyek apapun itu pada orang lain, fokus pada pada Proyek yang telah Eomma siapkan untukmu!”

“Shireo”

“Park Hyura!”

“Apapun yang Eomma katakan aku tidak akan mundur dari proyek ini. Tidak akan. Tidak sampai aku bisa mengalahkan pria sombong itu”

Eomma mengernyit ” Mengalahkan? Maksudmu Donghae?”

Aku mengangguk

Eomma tersenyum misterius “Jangan terlalu memikirkannya, apapun yang saudara tirimu lakukan dia tidak akan pernah bisa mengalahkanmu Hyura-ya. Karena dia hanyalah anak angkat. Tidak akan ada yang berharap dia memimpin PL Group” Eomma mendekatiku sambil masih tersenyum lalu mengelus rambutku ringan sampai turun ke pipiku “Hanya kau lah satu-satunya pawaris PL Group. Hanya Kau, putriku”

“Tapi Eomma, aku butuh restu Kakek”

“Bukankah Kakek sudah merestui kalian? Kudengar Dia menyukai Siwon”

“Ya dia menyukainya tapi-jangan harap aku bisa mewarisi PL dengan menyandang status Nyonya Choi”

Eomma mendengus “Aish Pria tua itu benar-benar…. Apa rancanamu?”

“Tentu saja memenangkan proyek ini. Mendapatkan Global Net”

Eomma terdiam seperti sedang berpikir keras lalu perlahan berjalan mondar-mandir. Berhenti di depanku sambil terseyum tipis. “jangan cemas nak, kau akan mendapatkanya. Aku pastikan itu”

Aku menatapnya sebentar sebelum menjawabnya “Jangan lakukan apapun! Apapun yang kau rencanakan. Jangan lakukan apapun!”

Eomma mengernyit tidak setuju

“Aku akan mengalahkannya dengan kemampuanku sendiri. Aku akan melakukannya, jadi kuminta agar Eomma tidak mencampurinya. Cukup melihat dan mendukungku”

Eomma mendesah pelan “baiklah kalau itu maumu. Tapi ingat!! Aku akan terus mengawasimu!! Dan jangan harap Eomma akan melepaskanmu untuk Proyek kita di Jepang. Eomma sudah menghabiskan lebih dari sebulan untuk membangun jaringan kerja kita disana. Jangan sia-siakan kerja kerasku”

Aku mengangguk patuh “Arasseo”

“Bagus” dia mendekat mengelus pipi lembut seperti sebelumnya “kutunggu berita baik darimu” Eomma hendak pergi tapi aku memanggilnya lagi.

Dia menatapku menunggu, aku sedikit ragu sebelum bertanya tapi akhirnya kutanyakan juga “Apa Eomma membencinya?—Donghae Oppa. Apa Eomma membencinya?”

Eomma menatapku dalam sebelum akhirnya mendesah pelan “apa alasanmu tiba-tiba menanyakan hal ini?”

“Hanya penasaran. Apa yang Eomma pikirkan tentang dia?” Aku tidak tau bagaimana selama ini Eomma menghadapi dan membesarkan anak dari selingkuhan orang yang dicintainya. Aku yakin itu bukan hal yang mudah. Asal kalian tau, Selama enam belas tahun ibuku secara tidak langsung membesarkan Kyuhyun. mengurus keperluan sekolahnya, mendaftarkan ke sekolah terbaik, tidak pernah absen saat pertemuan orang tua ataupun pada setiap ajaran baru atau kelulusan. Eomma tidak pernah membiarkan Kyuhyun malu didepan teman-temannya meskipun statusnya sebagai anak angkat sudah menjadi rahasia umum. Meskipun semua itu adalah perintah kakekku tapi menurutku itu hal yang terbaik yang bisa diberikan oleh seorang ibu tiri.

Eomma melipat tangannya di depan dada “Tidak ada yang kupikirkan tentang dia. Aku tidak membencinya tapi aku juga tidak menyukainya. Aku tidak tau maksudmu kenapa tiba-tiba menanyakan hal ini tapi dia hanya seorang anak haram dan bukan siapa-siapa”

“Yah, dia memang bukan siapa-siapa” gumamku tanpa sadar.

“Kau bilang apa?”

Aku menggeleng cepat “Bukan apa-apa. Hanya-—ega mendengarnya. Kukira Eomma membencinya karena Appa”

Wajah Eomma langsung berubah saat aku mengatakannya. Aku menggigit bibirku. Apa aku salah bicara?

“Tidak Hyura-ya. dia tidak mengingatkanku sedikitpun pada Ayahmu”Sahutnya pelan. Sial, seharusanya aku lebih bisa menjaga mulutku. Eomma berbalik pelan melangkah ke pintu, kali ini aku tidak menghalanginya. Tapi kemudian berhenti saat memutar kenop pintu. Dia setengah berbalik kemudian berkata “Bahkan sedikitpun aku tidak bisa melihat ayahmu pada dirinya. Tapi justru kau yang selalu mengingatkaku padanya” dengan itu Eomma menghilang dari balik pintu. Aku memandangi pintu itu denagn pandangan kosong. Tentu saja Karena Kyuhyun bukan anak Appa karena itu dia tidak mirip sama sekali. tapi bagaimana dengan Donghae yang sebenarnya? Aku bahkan tidak tau bagiamana wajahnya atau dimana makamnya. Apakah dia mirip denganku? Dengan Ayah? Atau malah mirip Ibunya. Tiba-tiba saja pemikiran itu membuatku penasaran. Aku menggeleng cepat mengusir pikiran-pikiran aneh yang tiba-tiba saja tersangkut di otakku. Aku butuh konsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaanku.

Aku menghubungi Nammie meminta semua data mengenai pembangunan pabrik yang sudah ketelantarkan, menghubungi asisten ibuku mengenai business trip yang mereka lakukan dan yang paling penting kembali menghubungi Mr Mckenna mengenai kontrak kerja kami. Sekaligus menjelaskan padanya bahwa kakakku tidak bersedia mengabil bagian dari kerja sama kami.

Menjelang siang Siwon mampir ke kantorku dan membawakan makan siang setelah aku mengatakan padanya aku sangat sibuk bahkan untuk sekedar makan. Dengan baik hatinya dia datang membawakanku makanan meskipun sebenarnya aku bisa meminta siapapun untuk membelikanku makan siang tapi. dia bilang merindukanku mengingat minggu kemarin aku sangat sibuk bertarung melawan Kyuhyun demi mendapatkan Mckenna.

“Bagaimana kalau akhir minggu ini?”

“hmm?” aku mendongak dari makananku

“Bertemu dengan keluargaku”

Aku mengangguk sambil tersenyum “baiklah” tapi sedetik kemudian aku menyesali jawabanku. Menatapnya khawatir “apa mereka akan menyukaiku?”

Siwon tersenyum geli “Tentu saja honey, tidak ada yang tidak menyukaimu. Keluargaku sangat terbuka” dia mengambil tisu dan mengusap sudut bibirku “makanlah perlahan”

“syukurlah jika memang begitu” desahku lega lalu kembali berkonsetrasai pada makananku. Sedangkan Siwon hanya menontonku makan. Kami sama-sama terdiam, menikmati keheningan dalam nyaman. Dalam kondisi apapun aku selalu merasa nyaman dengannya. Saat dulu masih menjadi teman ataupun sekarang saat menjadi kekasihku. Tidak ada yang berubah sebenarnya. Hanya status kami. Sejak dulu Siwon memang sering melakukan skinship denganku tapi kupikir karena memang dia tipe orang yang menyukai hal itu.

“sudah selesai?” tanyanya saat aku meletakkan sumpitku. Masih tersisa sedikit tapi aku sudah tidak sanggup menghabiskannya.

aku nyengir “kupikir aku akan meledak”

Dia tertawa renyah “kau tau aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi” kemudian dia berdiri

“sudah mau pergi?” aku ikut berdiri

“Aku harus kembali. Kau juga sibuk” katanya sambil mendekat mencium pipiku lalu berhenti dan menatapku beberapa detik sebelum mengecup bibirku sekilas. Meskipun sekilas membuatku sedikit tersentak. Siwon jarang sekali mencium bibirku, bahkan selama kami berpacaran bisa dihitung dengan jari. Biasanya dia melakukan hal itu jika sedang merayakan sesuatu atau saat benar-benar senang. Kupikir opsi kedua lah yang lebih masuk akal. Aku tidak tau apa yang membuat suasana hatinya sebaik itu tapi aku juga ikut senang asal dia senang.

“aku akan menjemputmu sabtu pagi”

Aku mengaguk mengerti sebagai jawabanku. Dia tersenyum lagi sebelum benar-benar pergi.

Sisa hari pada minggu ini berlalu sangat cepat karena kesibukanku. Aku akan bertemu dengan Mckenna lagi besok sebelum dia kembali ke negaranya. Meskipun dia kecewa karena ketidakikutsertaan Kyuhyun tapi dia tetap mau menandatangani kontraknya denganku dan aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuknya.

Tapi kurasa itu tidak akan pernah terjadi setelah apa yang kualami hari ini. Siang ini aku naik ke kantor ibuku, aku perlu berkonsultasi padanya mengenai Email dari jepang yang kuterima pagi ini. Aku tidak menemukan sekertaris atau asistannya atau siapapun didekat ruangannya. Kupikir bukan masalah jika aku masuk saja. Aku membuka pintu perlahan dan langsung membeku saat melihat pemandangan paling menjijiikan yang pernah kulihat. Ibuku sedang berciuman panas dengan seorang laki-laki paruh baya. Aku tidak melihat siapa pria itu dengan jelas karena mereka berdua berdiri menyamping. Butuh waktu beberapa saat sampai ibuku menyadari bahwa aku sedang menonton mereka.

Eomma sangat terkejut saat melihatku, jika kalian melihat wajahnya mungkin seperti melihat ayahku bangkit dari kuburnya. Sebelum Eomma bisa berbuat sesuatu aku berbalik dan berjalan cepat, secepat mungkin pergi dari lantai ini. aku masih bisa mendengar Eomma berteriak memanggil namaku tapi aku justru mempercepat langkahku bahkan bisa dibilang aku setengah berlari sekarang.

Aku hampir terjungkal saat sepatuku tersangkut diujung karpet hingga menyebabkan haknya patah. Aku berpegangan pada dinding menahan tubuhku. Dengan cepat aku melepas sepatuku lalu menjinjingnya. Melawati lift yang kemungkinan besar ibuku akan segera menemukanku, aku berbelok ke tangga darurat. Menuruninya secepat yang kubisa mengabaikan nyeri akibat sepatu sialan ini.

Aku tidak tau sudah berapa anak tangga atau lantai yang ku turuni. Yang jelas nyeri di kakiku semakin menjadi. Aku berhenti dan merosot, melempar sepatuku sembarangan. Terkutuklah orang yang menciptakan sepatu semenyakitakn itu.

Aku menutup wajahku dengan kedua tangan seolah itu bisa membantu menghentikan air mataku. Yah aku menangis. Sesuatu hal yang hanya bisa kulakukan secara sembunyi-sembunyi. Ingat perkataan ibuku yang tidak membiarkan siapapun melihat air mataku karena aku tidak boleh terlihat lemah. sampai sekarang aku masih melakukannya. Karena apa yang dikatakannya benar. Tapi lihat sekarang! Aku bertindak konyol dengan melarikan diri dan bukannya menunggu penjelasan ibuku.

Tapi aku yakin tidak bisa melakukan hal itu melihat wajah ibuku mengingatkanku dengan apa yang mereka lakukan barusan. Apa mereka berencana melakukan hubungan intim disana? Ya ampun aku bahkan melihatnya dengan jelas saat tangan pria itu meraba dada ibuku. Mengingatnya malah justru membuatku tidak bisa berhenti menangis. Sebenarnya apa sih yang kupikirkan? Kenapa aku menangis? Ibuku sendirian selama enam belas tahun lalu apa salahnya jika dia menjalin hubungan dengan pria lain?

Seharusnya aku bisa menerima hal itu tapi ternyata tidak. Aku merasa dikhianati. Hingga titik ini aku melakukan semua yang ibuku minta. Setidaknya dengan itu membuatnya bangga padaku dan mengurangi rasa sakit hatinya atau kebenciannya pada pengkhianatan yang ayahku lakukan. Selama ini Aku percaya ibuku, kupikir dia mencintai ayahku hingga bisa bahkan membesarkan anak haramnya. Begitu juga dengan ayahku. Tapi kurasa keadaanya tidak lagi sama.

Aku ragu masih ada cinta pada keluarga kami. Aku juga tidak mengerti perasaan semacam itu. yang kutau selama aku melakukan apa yang Ibu atau kakekku inginkan mereka akan mencintaiku dan sebaliknya, dalam sekejap mereka bisa membenciku jika aku melakukan seuatau yang tidak mereka sukai.

Bukan hanya aku yang hidup untuk orang lain, kau pun tidak ada bedanya denganku. Tanpa kau sadari sebenarnya kau pun terlihat menyedihkan

Aku menertawai diriku sendiri mengingat ucapan Kyuhyun beberapa hari lalu padaku. Yah, aku lebih menyedihkan daripada dia. Setidaknya dia memiliki tujuan melakukan hal itu. demi Kakak tiriku. Tapi aku? Sekarang aku bahkan tidak tau untuk apa aku hidup? Untuk apa aku disini? dan untuk apa aku memakai pakaian yang sebenarnya tidak nyaman dan aku membencinya. Benar, aku disini karena keinginan ibuku, kakekku atau orang lain yang beharap bahwa disinilah tempatku.

Dalam sekejap hidupku terasa berubah dan membingungkan. Aku tidak bisa melihatnya dengan pandangan yang sama. PL Grup? Persetan dengan perusahaan ini. kerena perusahaan ini aku melupakan impian dan cita-citaku sejak saat aku berumur delapan tahun. Masa kecilku terenggut, masa remajaku diisi dengan persaingan dan sekarang? aku merasa semuanya hanya kebohongan. Astaga. Sebenarnya apa yang telah kulakukan selama enam belas tahun?

Aku bangkit memungut sepatuku, membuka pintu darurat. Aku turun terlalu jauh, aku kenal lantai ini. tujuh lantai dibawah kantorku. Department finance. Beberapa orang yang berlalu lalang berhenti seketika saat melihatku. aku tidak tau seberapa mengerikannya penampilanku. Dengan kaki pincang dan wajah kusut setelah menangis. Dua orang wanita didepanku menunduk hormat saat aku melewati mereka menuju lift. tapi aku mengabaikannya.

“Hyura ssi. Apa yang terjadi? Kau tidak apa-apa?” tanya seseorang saat aku menunggu pintu lift terbuka. Aku menoleh. Park Jiyeon, Asistan DeptHead finance, aku sering melihatnya saat weekly meeting mendampingi bosnya. Jelas sekali Tipe orang penjilat. Aku tidak perlu menjawab atau pun menjelaskan apapun padanya. aku hanya melengos dan masuk kedalam lift meninggalkannya yang masih menatapku kebingungan.

Nammie langsung berdiri dari mejanya saat melihatku. Melihat ekspresinya yang seperti itu pasti penampilanku lebih buruk dari yang kukira. Aku membuka pintu kantorku, sebelum menutupnya Nammie sudah menerobos masuk tapi aku mengabaikannya dan duduk di sofa terdekat sampil melempar sepatuku ke lantai. Aku tidak sanggup berjalan sampai mejaku. Kakiku sakit sekali.

“Apa yang terjadi? Ada apa dengan kakimu dan—wajahmu? Kau lebih mengerikan dari siluman panda”

“bisa ambilkan aku sebaskom air hangat, handuk kecil dan selep?” pintaku tanpa menjawab pertanyaannya

Dia tidak beranjak seperti yang kukira dan justru menatapku aneh.

“Kau tidak mendengar perintah bosmu?” kataku lebih tegas.

Dia mendesah berat “Aku tidak tau apa yang terjadi. Tapi tadi ibumu mencarimu dan kelihatannya dia panic. Apa kalian bertengkar?”

“Air hangat dan salep, Han Nammie ssi!!”

“Arasseo arasseo” sahutnya kesal lalu menghilang dan kembali membawa apa yang kuminta. Tanpa mengatakan apapun dia meninggalkanku.

“aku tidak ingin bertemu siapapun hari ini” kataku sebelum dia menutup pintu, aku yakin dia pasti mendengarnya.

Aku menjulurkan kakiku ke atas meja lalu mengambil handuk mengompres dan memijat pergelangan kakiku, semoga tidak menjadi bengkak. Baru setelah itu aku mengoleskan salep.

Aku menjulurkan tubuhku kedepan mengambil ponselku yang tadi kutinggalkan. Banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari ibuku. Kemudian ada Nammie, Siwon dan juga…. Kyuhyun. Untuk apa dia menghubungiku?

Aku mengabaikan semuanya dan menekan satu nomor

“Yeoboseyo” sahutnya

Aku tersenyum tipis “Apa yang sedang kau lakukan?”

“menerima telepon dari seorang wanita cantik” sahutnya membuatku semakin terseyum.

“benarkah? Siapa dia? Apa dia secantik aku?”

“Tentu saja. Dia wanita paling cantik yang pernah ku temui” sahutnya bangga

“Katakan siapa dia? Wanita paling cantik yang pernah kau temui” kataku pura-pura marah.

Dia tergelak “kau ingin melihatnya? Bangun dan carilah sebuah cermin, aku yakin setelah itu kau bisa melihatnya”

Aku tersenyum lebar “Kau pria penggoda berbahaya”

“Dan kau wanita yang sudah terpikat oleh penggoda berbahaya ini” sahutnya senang. Aku hendak menyahut saat terdengar suara dari latar memanggil namanya.

“Kau sedang sibuk?”

“Tidak. Bukan apa-apa” sahutnya cepat. “Sebentar lagi Aku menyusul” teriaknya menjauh. Mungkin menjawab panggilan barusan.

“Kau yakin?” Tanyaku memastikan

“eoh. Tentu saja”

“Baiklah. Aku hanya ingin membicarakan soal pertemuan dengan keluargamu” aku mengambil jeda sebentar sebelum melanjutkan. “Bisakah kita mengatur ulang jadwalnya?”

“…..”

“Siwon Oppa. Kau masih disana?”

“Kenapa? Apa ada sesuatu?” Tanyanya hati-hati.

“Tidak ada. Hanya…. aku merasa belum siap”

Dia mendesah “Aku hanya ingin ibuku mengenalmu Hyura-ya. Bukan memintamu menikahiku”

“Aku tau. Tapi….aku minta maaf”

“Jangan meminta maaf. Kau tidak melakukan kesalahan apapun” dia kembali mendesah. Aku pasti sangat mengecewakannya. “Baiklah jika itu maumu. Tapi lusa aku akan tetap menjemputmu. Kita bicarakan ini lagi nanti”

“Arasseo”

Dia tidak menjawab dan langsung memutuskan teleponnya. Aku membuatnya marah.

***

Aku mengerjap cepat dan menyadari sekelilingku gelap gulita. Aku ketiduran di sofa kantorku. Aku melihat jam diponselku, hampir jam sebelas malam. Semua orang pasti sudah pulang. Aku berdiri dan kakiku berdenyut parah tapi aku mengabaikannya. Mengambil tasku dan keluar dengan bertelanjang kaki, mengabaikan dinginnya lantai di bawah kakiku. Memang apa lagi yang bisa kulakukan? Mencari sandal? Mungkin saja tapi aku terlalu malas melakukannya.

Aku pulang kerumah hanya untuk mengganti bajuku dan mengambil beberapa barang. Kuharap semua orang sudah tidur jadi tidak perlu menjelaskan apapun. Aku tidak berniat lari dari rumah atau semacamnya. Aku hanya butuh berpikir dan sendirian. Kupikir itu hanya bisa kulakukan jika aku menjauh dari rumah.

Aku mengganti rok pinsilku dengan jins belel yang sudah lama tidak kupakai dan kemejaku dengan sweater kebesaran yang biasa kugunakan untuk tidur. Mengambil beberapa pakaian dan peralatan dasar kamar mandi kemudian menjejalkannya ke tas rangsel sekolahku dulu. Beruntung dulu aku tidak membuangnya. Sebelum meninggalkan kamarku, aku mengirim Email pada Nammie. Memberitaunha aku akan mengambil cuti sekaligus Menjelaskan detail pekerjaan yang harus dia lanjutkan selama aku tidak ada.

Aku masuk ke garasi dan melihat Kyuhyun baru keluar dari mobilnya. Dia melihatku dengan tatapan seolah aku ini alien yang baru saja mendarat didepan rumahnya. Tentu saja aku tidak perlu memperdulikannya. Aku memasukkan tas ku ke jok belakang dan itu tak luput dari perhatiannya.

“Mau kemana kau?”

Aku tidak menjawabnya dan berjalan memutar menuju pintu kemudi.

“Ya! Park Hyura!”

Aku meliriknya sebal. Ada apa sih dengannya? Apa dia tidak bisa meninggalkanku sendiri?

Aku masuk ke dalam mobil tanpa menggubrisnya. Masa bodoh apa yang nanti dia katakan pada kakek. Toh aku sudah besar

Aku memasang sabuk pengamanku dan hendak memutar kunci saat mobilku bergoyang karena pintu disebelahku terbuka dan tertutup. Aku menoleh. Kyuhyun. Sudah duduk disisiku.

“Apa yang kau lakukan?” desisku.

“Menurutmu?” Tanyanya tidak peduli sambil memakai sabuk pengamannya membuatku semakin melotot padanya.

“Apa kau sudah Gila?”

Dia mendengus. “Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa kau sudah gila? Menyelinap malam-malam seperti anak remaja tanggung. Hah?”

“Turun!”

“Tidak akan!” Sahutnya keras kepala

“Ini sama sekali bukan urusanmu! Turun!” aku hampir menjerit saat mengatakannya. Melupakan bahwa ini hampir tengah malam dan mungkin saja suaraku membangunkan pelayan atau lebih parah lagi Kakek dan Ibuku

Dia tampak tidak peduli dan malah menyandarkan kepalanya santai di sandaran Jok. Kurasa otaknya benar-benar bermasalah. ”Brengsek” makiku tertahan “Aku tidak akan berhenti meskipun kau memohon di kakiku” aku berpaling ke depan dan menjalankan Vanquish secepat yang kubisa.

Hampir lebih dari satu jam aku menyetir. Tanpa arah dan tujuan, aku hanya membiarkan tanganku yang membimbingku. Aku tidak tau ini dimana dan aku terlalu malas untuk mencari lokasi ku di GPS. Toh dimana pun bagiku sama saja. Tapi masalahnya aku mulai lelah dan mengantuk.

Aku memperlambat laju mobilku sambil mencari-cari mungkin ada tempat yang bisa kujadikan tempat beristirahat untuk malam ini. Sebenarnya tidur di mobil bagiku pun sama saja tapi tidak jika aku harus bersama pria ini. Aku melirik sekilas. Sejak masuk ke mobilku dia tidak membuka suaranya. Tentu saja karena dia sudah tertidur pulas. Aku menggeleng pelan melihatnya, seandainya aku menabrakkan mobilku aku tidak yakin dia akan bangun.

Aku menepi saat melihat motel di sisi jalan. Aku mengamatinya beberapa saat tapi kemudian mengernyit begitu menyadari baru beberapa menit tapi setidaknya sudah tiga pasangan keluar masuk motel itu. Tapi seolah aku punya pilihan lain saja. Tidak masalah yang terpenting hal yang mereka lakukan tidak menggangguku.

aku meraih ke jok belakang, mengambil tasku. Lalu mendesah pelan saat melihat Kyuhyun.

“Hei, bangun” aku mengguncangnya.

Dia mengerang tapi tidak membuka matanya.

“Ya! Cho Kyuhyun! Ireona!”

“……”

Aku mendengus kasar. Masa bodoh. Batinku. Paling dia akan mati kehabisan oksigen. Aku membuka pintu mobil kemudian berhenti saat pintu mobil baru terbuka setengah. Jika dia benar-benar mati, dia akan mati dimobilku. Otomatis aku juga akan ikut terseret. Sial.

Aku kembali menutup pintu mobil kemudian berbalik menghadapnya. Kali ini aku mengguncang bahunya lebih keras. “Bangun tukang tidur” teriakku di telinganya. Dia kembali mengerang tapi tidak juga membuka matanya. “Cho Kyuhyun bangun!!”

“……”

Aku mendengus kesal lalu melempar tasku ke wajahnya. Dia terlonjak dan langsung terjaga. Matanya menyalang melihat sekitar.

“Hyura-ya……” katanya sedikit bingung.

“Kau itu tidur apa mati?” Ujarku kesal sambil membuka pintu mobil. Setidaknya dia sudah membuka mata dan tidak akan mati kehabisan oksigen di mobilku. Aku meletakkan tas rangselku dipundak sebelah kiri sambil jalan memutari mobil, berdiri kaku sambil melihat papan nama motel didepanku.

“Mau menginap disini?” Tanya Kyuhyun sambil menguap dan meregangkan ototnya.

Aku melirik sekilas, sejak kapan dia disebelahku?

Meskipun ragu akhirnya aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam. Suasana di lobi tidak jauh berbeda dengan di luar. Bahkan di Sofa lobi ada Ahjusi yang sedang bercumbu dengan gadis muda tanpa tau malu.

“Mau check in berapa lama?” Tanya seorang wanita dari balik meja penerima tamu sekaligus mengalihkan perhatianku dari pasangan mesum tadi.

“Eh?”

“Kalian mau check in berapa lama?” Tanyanya lagi bosan

“Satu malam saja” sahutku.

Wanita itu menatapku ganjil lalu ke arah belakangku. Aku mengikuti pandangannya. Kyuhyun bediri santai sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku. Sepertinya dia tidak mendengar apa yang ditanyakan oleh wanita didepanku, Pria bodoh itu sibuk melihat sekeliling, Mungkin melihatnya secara Live lebih menarik ketimbang menonton di internet. Lihat saja matanya sampai tidak berkedip melihat orang lain sedang bercumbu. Tapi tunggu, jangan-jangan wanita ini pikir kami adalah…. tidak mungkin

“Oh tidak. Kau salah paham. Kami bersaudara dan aku hanya memesan kamar untukku. Terserah dia mau check in atau tidak itu urusannya” jelasku cepat.

“Yah kau bukan orang pertama yang mengaku sebagai saudara” gumam wanita itu lagi dengan nada bosan seperti sebelumnya.

“Tapi kami memang benar bersaudara” kataku lagi. Aku tidak mau disamakan sperti pasangan-pasangan mesum yang menginap disini.

Wanita didepanku hanya mengangkat bahunya acuh seolah menjelaskan apapun hubungan kalian itu bukan ursanku. sambil mengetik di komputernya. Lalu memberikan kartu kreditku Dan dia mengetik lagi disana sampai memberikan key card padaku.

“Sekedar informasi. Kami punya bar yang menyediakan live music. Kau bisa kesana untuk bersenang-senang” kata wanita itu lagi sambil lalu, terlihat benar-benar tidak peduli.

Aku mengambil kembali kartuku hendak menuju lift saat tangan Kyuhyun memegang lengan atasku. Aku berbalik melihatnya.

“Kau benar-benar menginap disini? lalu begaimana denganku?”

Aku mengendikan bahu lalu menarik tanganku dari pegangannya tapi dia malah semakin kuat mencengkramku. Aku mendelik padanya “YA! Lepaskan!”

“Tidak bisakah kau menjawabku saja”

Aku mendesah berat “Ya. aku akan menginap disini. Dan bagaimana denganmu? Itu bukan urasanku. Sekarang lepaskan!”

Bukannya melepaskanku dia malah menatapku dalam dan penuh arti seperti mencoba membaca atau memahamiku atau entahlah aku tidak tau tapi yang jelas membuatku tidak nyaman. “Berhenti menarik-narik tanganmu seperti itu. itu hanya akan menyakitimu” katanya dingin lalu menekan bel di meja receptionist. Aku terdiam, bulu kudukku berdiri mendengar nada bicaranya sedingin itu.

“Ada lagi yang kalian butuhkan?” wanita tadi muncul lagi masih dengan wajah bosannya.

“Berikan aku kamar yang bersebelahan dengannya” pinta Kyuhyun. aku mengernyit. Dia juga akan menginap disini? Tapi kenapa?

Wanita tadi mengetik dikomputernya lalu menggeleng “tidak ada kamar disebelahnya tapi ada satu di depannya. Bagaimana?”

“Aku ambil yang itu” dengan cepat dia mengeluarkan kartu dari dompetnya lalu menyerahkan pada wanita itu. setelah mendapat keycard yang hampir sama dengan milikku baru dia melepaskan tangannya di lenganku.

“Selamat menikmati malam kalian” kata wanita penjaga itu dengan nada bosan seolah dia sudah ribuan kali mengucapkannya.

“Apa yang kau lakukan?”

Kyuhyun memasukkan kartu ke dompetnya baru mendongak melihatku “ini tidak akan terjadi jika kau menjawab pertanyaanku di Basement tadi”

“Oh ya? jadi kau masuk ke mobilku dan tertidur pulas juga Karena aku tidak menjawab pertanyaanmu?” tanyaku dengan nada muak “sangat beralasan Cho Kyuhyun ssi”

Dia menggaruk kepalanya yang aku yakin sama sekali tidak gatal

Well, tadi aku kelelahan dan tidak kusangka aku ketiduran. Tapi biasanya aku tidak pernah tertidur di mobil orang lain”

Aku melipat tanganku didepan dada “Bagus sekarang kau punya kamar. Dan sebaiknya jangan menggangguku lagi” aku berbalik meninggalkannya menuju lift dan tentu saja di mengekoriku mengingat kamar yang dia pesan persis di sebrang kamarku.

Kami berdua menunggu lift dalam diam. Saat pintu lift terbuka dia menyusulku dengan tetap berdiri di belakang. Tapi sedetik sebelum pintu lift tertutup lenganku ditarik kasar hingga tubuh bagian belakangku membentur dadanya. Aku hendak protes saat sepasang kekasih mabuk ikut masuk kedalam lift. Aku bersyukur Kyuhyun menarikku menjauh. Pria tua pemabuk itu melihatku dari atas kebawah dengan tatapan menjijikkan sedangkan si wanitu terus saja menciumi dan menjilati lehernya.

Pemandangan ini membuatku muak. Seharusnya aku berpikir puluhan kali sebelum masuk kesini.

“Jangan dilihat” bisik Kyuhyun sambil memalingkan kepalaku menekan ke dadanya. Tangannya melingkar dipinggangku. Hidungku mencium aroma tubuhnya bercampur parfum yang maskulin. Menyegarkan dan aku menyukainya, mungkin aku bisa berlama-lama hanya untuk mencium aromanya. Dengan possisi ini aku merasa aman, Diam-diam aku bersyukur ada Kyuhyun disini.

Pintu lift berdenting dan kedua pasangan tadi keluar. Kyuhyun harus memanggil namaku dua kali untuk menyadarkanku.

“Eh?” aku mengerjap cepat saat menyadarinya. Tanganku mencengkram erat kemeja Kyuhyun. sejak Kapan aku melakukannya? Aku gugup dan sedikit panik hingga mendorongnya menjauh sampai dia membentur dinding. Aku tidak bermaksud mendorongnya dengan keras tapi tanganku bergerak reflek.

“mi..mian” aku berbalik cepat memunggunginya. Mukaku panas, dadaku berdetak dua kali lebih cepat. Ini bukan pertanda baik, aku bisa saja bersikap lebih bodoh dari yang barusan jika pasangan tadi tidak segera meninggalkan kami.

“Hello, apa ada orang?” aku mendongak saat Kyuhyun melambaikan tangannya di depan wajahku. Dia sudah berdiri di depan pintu lift sambil sebelah tangannya menahan agar pintu besi itu tetap terbuka.

Lihatkan betapa bodohnya aku. Sebelum aku bertambah malu dan salah tingkah aku berjalan cepat mendahului Kyuhyun sambil mencari pintu kamarku. Aku tau matanya tida berhenti mengamati tingkah lakuku meskipun dia hanya terus berada di belakangku. Aku bisa merasakannya Karena tatapannya begitu menusuk.

Dengan cepat aku memasukkan keycard dan membuka pintu kemudian menutupnya saat kaki Kyuhyun mengganjalnya hingga aku membukanya lagi.

“Mwoya!” bentakku. Sebenarnya aku tidak bermaksud berbicara kasar padanya terlebih lagi Karena dia disini. dan kejadian barusan, mengetahui dia ada dibelakanku membuatku jauh merasa lebih aman.. Tapi aku perlu menutupi kegugupanku yang tidak beralasan ini dengan besikap seperti sekarang.

“Kalau kau butuh sesuatu, kau tau aku ada dimana. Jangan kelura kemar ini sendirian”

Aku ingin membantah tapi dia sudah berbalik menuju kamarnya sendiri. aku masih bisa mendengar umpatannya tentang motel jelek ini sebelum dia masuk dan menutup pintu.

Aku berbalik menelusuri kamar ini. Tidak jelek dan lumayan bersih, setidaknya hanya itu yang kubutuhkan untuk malam ini. Sangat jelas bahwa kamar ini di desain untuk pasangan bercinta. Lampu-lampu di setiap sudut ruangan di setting dengan pencahayaan yang temaram. Yang paling mencolok adalah cermin sebesar ranjang tertempel di langit-langit persis di atas tempat tidur. Apa sebelum tidur kita perlu bercermin?

Aku melempar ranselku sembarang lalu melepas sepatu sebelum ke kamar mandi untuk memulai rutinitasku sebelum tidur. Aku mengaduk tasku mencari celana pendek yang biasa kukenakan untuk tidur tapi sepertinya aku lupa memasukkannya. Menyerah, kuputuskan hanya menggunakan sweater lusuh yang masih melekat di tubuhku lalu naik ketempat tidur.

Mataku menyalang, Aneh rasanya melihat pantulan diriku sendiri di cermin yang tertempel di langit-langit. Apa semua kamar di desain seperti ini? Mungkin Kyuhyun juga sedang melakukan hal yang sama denganku, apa dia juga merasa aneh?. Aku memukul kepalaku sendiri, untuk apa aku memikirkan apa yang dirasakannya. Bodoh.

Aku seperti ada ditepian antara sadar dan tidak saat mendengar suar benturan keras. Aku mengerang begitu menyadari suara tersebut berasal dari pintu. Demi tuhan aku akan mendamprat siapa saja yang berani-beraninya mengganggu tidurku.

Aku sudah bersiap dengan makian di ujung lidahku begitu membuka pintu. Tapi kemudian berhenti saat melihat wajah Kyuhyun yang gusar. Belum sempat aku membuka mulutku, tiba-tiba dia mendorongku kasar kembali ke dalam kamar hingga aku hampir terjengkak kebelakang. Dia ikut masuk kemudian menendang pintu dibelakangnya hingga tertutup. Wajahnya terlihat marah. Kenapa dia?

“Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?” bentaknya

Aku mengernyit bingung “kau ini bicara apa?” tanyaku linglung. Apa ini efek bangun tidurku sehingga kau aku tidak bisa mencerna ucapannya?

“Lihat penampilanmu!!” geramnya

Mataku turun kebawah memastikan apa yang dikatakannya. Tidak ada waktu untukku untuk terkejut. Oh tentu saja aku melupakan kenyataan bahwa aku hanya mengenakan Sweater hingga seluruh pahaku terekspose bahkan jika sedikit saja aku mengangkat tangan di pastikan pakaian dalamku juga akan terlihat. Berbalik cepat aku mengambil selimut untuk menutupi bagaian bawah tubuhku. Seperti hal itu berguna saja, mengingat dia sudah melihatnya.

“Siapa yang kau pelototi?” kataku tak kalah kesal dengannya “aku sedang tidur dan kau menggedor pintu kamarku yang kemungkinan akan membangunkan semua penghuni di sini. Kau pikir aku masih sempat memperhatikan penampilanku!”

“Setidaknya pakailah sesuatu yang menutupi tubuhmu saat berada disini! Ini bukan dirumah. Dan jangan membukakan pintu untuk sembarangan orang! Apa yang akan kau lakukan jika bukan aku hah? Apa yang terjadi pada dirimu!”

Aku mendorong dadanya “berhenti meneriakiku brengsek! Aku bukan anak kecil dan Jangan berakting seolah kau kakakku. Kau bukan siapa-siapa!”

“sial” umpatnya sambil mengacak rambutnya kasar. “sudah kubilang kau tanggung jawabku. Kakek ,,,,,,,”

“Tutup mulutmu! Kau, kakek, ibuku atau bahkan Lee Donghae yang sudah mati sekalipun tidak berhak mencampuri hidupku atau bertanggung jawab atas apa yang kulakukan. Ini hidupku! Aku muak melakukan apa yang semua orang inginkan” aku hampir menjerit saat mengatakannya dan mataku mulai berkabut. Sial aku tidak boleh menangis di depannya. Jangan menangis! Jangan menangis.! Kau tidak boleh menagis Hyura!

Kyuhyun meraih lenganku “Apa yang terjadi Hyura-ya? Kau bersikap aneh, melarikan diri dan berpenampilan seperti bukan dirimu. Apa yang sebenarnya terjadi” tuntutnya.

Aku menarik tanganku dan dia membiarkannya “Keluar!”

“Hyura-ya…”

“keluar! Aku tidak mau melihatmu!” aku mendorong dadanya sekuat tenaga tapi lihat saja dia hanya mundur satu langkah. Aku butuh dia pergi. Sekarang! aku tidak yakin bisa menahan air mata sialan ini lebih lama. “Pergilah. Kumohon” kataku parau.

Diluar dugaan wajahku membentur dadanya, Kyuhyun tiba-tiba menarikku kepelukannya. “Berhentilah menangis diam-diam. Kau tidak akan dihukum mati hanya karena menangis” katanya semakin mempererat pelukannya.

Pertahananku runtuh dan aku menangis sesungukan didadanya untuk waktu yang lama. Sambil mencengkram erat kemejanya dengan kedua tanganku, dia hanya diam dan sesekali mengelus punggungku lembut. Perlakuan yang selalu kuharapkan dari ibuku sejak umurku delapan tahun.

Selama beberapa kami dalam posisi seperti itu sampai rasanya mataku pedih karena terlalu banyak menangis. Aku menjauhkan wajahku dan mendorongnya lembut namun belum berani manatap wajahnya. Aku terlalu malu untuk melihatnya “aku sudah tidak apa-apa. Pergilah”

“Masih belum mau mengatakannya padaku?”

“….”

Dia mendesah pelan “Baiklah” dia melepas pelukannya dan tiba-tiba saja aku merasa kehilangan. “Mau ikut denganku?”

“Eh?” aku mendongak

“Sebenarnya aku kesini mau meminjam kunci mobilmu. Aku butuh pakaian. Aku tidak bisa tidur dengan baju yang sudah kupakai seharian”

Aku baru menyadari dia masih memakai pakaian kantornya, tentu saja sikap spontannya membuatnya tidak membawa apapun.

Aku mengangguk “Kau yang menyetir”

Kyuhyun menyeringai seolah mengatakan itulah kata yang kutunggu. “tapi bisakah kau memakai pakaian yang layak? Atau kau berencana memakai selimut itu terus?”

“beri aku waktu satu menit” kataku lalu ke kamar mandi tapi berhenti di pintu menoleh lagi padanya “kuncinya ada di nakas. Ambil saja” dia mengangguk kemudian aku menutup pintu kamar mandi dan bergegas kembali memakai jinsku.

***

Setelah berkeliling beberapa menit kami menemukan Swalayan besar yang buka dua puluh empat jam. Meskipun disini tidak terlalu banyak pilihan pakaian tapi setidaknya lebih baik dari pada Kyuhyun harus memakai kemeja kantor untuk tidur. Dia juga membeli beberapa kebutuhan dasar kamar mandi meskipun di motel disediakan dia lebih memilih membelinya sesuai merk yang biasa dia pakai.

Aku membeli satu celana pendek dan sandal, sepertinya lebih nayaman menggunakan sandal ketimbang harus terus-terusan memakai sneakers butut.

“Besok kita harus ke toko pakaian. Aku tidak mungkin berangkat kerja menggunakan pakainan yang sama dengan kemarin” gerutunya saat kami berdiri di kasir. Dia mengeluarkan kartu dari dompetnya dan membayar semuanya.

“sepertinya kau juga harus memesan taksi” komentarku

Dia menatapku tidak mengerti

“Ayolah, apa kau pikir besok aku akan pergi kekantor? Dan aku juga tidak sebaik itu hingga mau mengantarkanmu kesana” kasir memberikan belanjaan kami dan aku mengmbil kantong belanjaaanku. Dia mengambil kantong belanjaannya sendiri.

Berjalan disisiku saat kami menuju tempat parkir “kau mau membolos”

“Aku mengambil cuti” koreksi

“Bukannya pekerjaanmu sangat banyak”

“aku tau” kami sampai di mobil, Kyuhyun mengambil belanjaanku dan meletakknnya di kursi belakang. Kemudian menyusulku masuk ke balik kemudi.

“kau menelantarkannya begitu saja?” tanyanya tidak percaya sampil memakai sabuk pengaman.

“Aku menyerahkannya pada Nammie”

“kasihan Han Nammie” gumamnya pelan tapi masih bisa kutangkap.

Aku menoleh padanya cepat dan Kyuhyun sudah siap menjalankan mobil. Aku ingat mereka berdua bersekongkol mengacaukan perencanaanku dulu..

“Aku jadi penasaran. Apa kau memiliki hubungan dengan Nammie?”

Dia menoleh sekilas lalu kembali fokus pada jalanan “Hubungan seperti apa yang kau maksud?”

“Hubungan antara pria dan wanita”

Dia tertawa kecil “Kami hanya berteman Hyura-ya. Tapi aku cukup mengagumi cara dia bekerja”

“Mengagumi? Maksudmu dalam kontek rekan kerja atau…..”

Dia tergelak “Hanya antara atasan dan bawahan. Aku menghormatinya sebagai asistanmu:

Aku menghembuskan nafas lega. Tunggu dulu, kenapa aku harus merasa lega? Toh dia sahabatku, seharusnya aku merasa senang jika memang ada orang spesial untuknya.

“Jadi….” Dia ragu sejenak sebelum bertanya “Bagaimana urusanmu dengan Mckenna?”

“aku….tidak tau”

Dia menoleh cepat padaku “kenapa?” tanyanya lebih menuntut daripada seharusnya.

Aku membuang wajahku, melihat kaca mobil yang gelap di sisiku. Kenyataanya aku hanya bisa melihat pantulan diriku sendiri dan Kyuhyun di sisiku “Entahlah. Aku hanya merasa tidak yakin dengan apa yang kulakukan sekarang”

Dia menatapku semakin tidak mengerti

“Aku hanya akan mengikuti kata hatiku. Melakukan apa yang kuinginkan, memakai apa yang kumau, memakan makanan sampah atau bahkan minum sampai mabuk” saat mengataknnya saja aku bisa merasakan dadaku bergejolak aneh tapi dalam artian positif

Kami sampai di depan motel. Kyuhyun langsung mengubah posisi duduknya menghadapku “Kau membuatku takut Hyura-ya. Sebenarnya apa yang terjadi?”

Aku menoleh membalas tatapannya kemudian tersenyum hambar “Aku hanya perlu memikirkan lagi perkataanmu kemarin. Bahwa aku hanya hidup untuk orang lain”

Kyuhyun tersentak mendenagr perkataanku, dia mengerjap cepat “Bukan itu maksduku… tidak, maksudku…..” Dia tergagap.

“Jangan Cemas. Aku melakukan ini bukan karena dirimu” aku menepuk bahunya cepat, dia sepertinya masih belum selesai tapi aku mendahuluinya keluar dari mobil. Dia menyusulku, masih ingin menjelaskan maksudnya tapi aku berjalan cepat mendahuluinya. Aku tidak ingin mendengarnya, apapun itu. karena mungkin aku akan semakin mengasihani diriku sendiri.

“Hyura-ya, Tunggu!” Dia menarik lenganku hingga tubuhku berbalik menghadapnya. Dia menatapku dalam seolah ingin membacaku. Dan aku benci saat dia melakukannya.

“Lepas” pintaku lemah, dia melepasnya. Tidak ada paksaan atau kekerasan fisik kali ini. Tapi kemudian aku menyesali membiarkannya menatapku begitu lama. Aku tau dia tidak mungkin terus kubodohi dengan sikapku yang seperti ini.

” Apa kau bertengkar dengan ibumu?” Tanyanya hati-hati. “Siang tadi aku menelponmu tapi kau tidak menjawab. Eomonim mendatangi kantorku dan mencarimu. Dia terlihat—cemas. Apa kalian benar-benar bertengkar?”

“Kami tidak bertengkar. Yah, secara harfiah kami memang tidak bertengkar”

“Tapi?”

Aku tersenyum “kurasa itu sama sekali bukan urusan orang luar” kataku sambil lalu. Memasuki lobi motel, aku melirik jam. Hampir pagi dan aku belum beristirhat. Aku kelelahan tapi tidak mengantuk. Aku bersyukur Kyuhyun tidak lagi bertanya, hanya diam dan mengikutiku dari belakang seperti sebelumnya.

“Mau minum?” Tawarnya saat kami menunggu lift. Aku menoleh padanya, manatap seolah apa-yang-kau -katakan-barusan?

“Kurasa saat seperti ini tepat untuk minum”

“Kau mau aku mabuk?” Tanyaku keheranan

“Tentu saja tidak” sahutnya cepat “aku tidak akan membiarkan mabuk”

Aku mengangguk “joahe”

Dia menyeringai, bersamaan dengan itu pintu lift terbuka. Dia mengambil kantong belanjaanku dan masuk ke dalam. “Jangan kemana-kemana! Tunggu Disini. Aku tidak akan lama” dia menekan tombol lalu pintu tertutup. Aku terus menatap wajahnya sampai pintu besi menelannya.

Tidak lebih dari empat menit dia sudah kembali. Dengan penampilan yang berbeda. Kyuhyun memakai baju yang tadi kami beli. Kaos berwana putih yang pas dibadannya di padu celana pendek dibawah lutut berwarna khaki dan sepatu kerjanya sudah diganti dengan sandal.

“Kajja” katanya.

Aku mengangguk lalu berjalan menuju bar tapi di pintu seorang pelayan memberitau bahwa dua jam lagi mereka akan tutup.

“Kami hanya sebentar” sahut Kyuhyun setengah berteriak untuk mengalah musik dari dalam.

Aku menuju meja bar dan duduk di kursi tinggi kemudian Kyuhyun duduk di sisiku.

“Dua bir” pinta Kyuhyun pada bartender “satu gelas bisa kau campurkan orange jus

“Segera” sahut bartender dari balik meja

Aku meliriknya tidak percaya “Oh kau sangat meremehkanku” aku kembali menatap pria yang tengah meracik minumannya “berikan aku setidaknya tiga puluh persen”

“Andwe! Itu terlalu keras. Berikan dia yang sepuluh persen”

Aku menatap Kyuhyun tidak percaya “Astaga aku sudah cukup umur. Berikan aku tiga puluh persen!”

“Sepuluh!”

“tiga puluh!”

“Maaf….” Sela Bertender “tapi aku bisa racikkan tiga puluh persen dengan orange jus. Itu tidak akan terlalu memabukkan”

“Joahe” sahutku sambil tersenyum. Bartender itu membalas senyumku lalu beralih ke Kyuhyun “bagaimana dengan anda?”

“itu masih terlalu keras” gerutu Kyuhyun tapi dia tidak mendebatku lagi “samakan saja dengannya”

Bartender mangangguk lalu mulai bekerja dari balik mejanya. Aku membalik tubuhku melihat segerombolan orang yang bergoyang di lantai dansa sambil memegang botol minuman mereka. Disini tidak lebih baik dari di lobi tadi. ada penari dengan pakaian yang menurutku kekurangan bahan, dikelilingi pria hidung belang sambil memegang uang.

“Jangan pernah berpikir untuk turun kesana” bisik Kyuhyun di telingaku

“Tidak akan” sahutku

“Bagus. Aku ke toilet dulu” katanya kemudian pergi.

Aku kembali menghadap ke arah bar saat minumanku siap lalu menyesapnya. Rasa panas dari alcohol langsung membakar tenggorokanku hingga ke perut. Bodoh. Aku minum alcohol tanpa memasukkan makanan apapun sejak kemarin siang. Tapi siapa peduli.

“Aku tidak menyangka motel bisa memiliki bar seperti ini” kataku

Bartender di depanku tersenyum sambil bekerja melap gelas-gelas Kristal. “tidak, ini bukan bagian dari motel. Kami memiliki gedung terpisah jika kau melihatnya dari luar. Tapi kami memiliki pintu masuk dari motel. Itu bisa menjadi salah satu daya tarik dari motel untuk menarik pengunjung”

Aku mengangguk mengerti lalu menyesap minumanku lagi, kali ini habis tak bersisa. Kalian tau penyakit jika meminum alcohol? Semakin diminum akan semakin haus. Aku menyodorkan gelasku yang kosong. Seakan mengerti sang bartender meracikkan minuman lagi untukku.

“bisakah kau berikan aku murni tanpa orange juss?”

“Pacarmu bisa marah nanti”

Aku menggeleng sambil mengangkat telunjukku dan menggoyangkannya ke kiri dan kekanan “Dia bukan pacarku, jadi berikan aku minuma Tapi Sstttt…. Jangan katakan apapun padanya” kataku sambil cekikikan. Sepertinya efek alcohol mulai menguasaiku. Pikiranku jadi lebih ringan dan music yang tadi terlalu keras jadi lebih mudah di dengar.

Bartender di depanku hanya mengendikkan bahunya lalu memberikan minumanku.

“Bisa berikan aku satu sloki bir?”

Dia menatapku tidak setuju

“Ayolah hanya satu”

“Aku tidak ingin ambil resiko tidak dibayar oleh pacarmu”

Aku mengeluarkan dompet dan memberikan selembar cek seratus ribu won “Aku yang membayar. Dan sudah kubilang dia bukan pacarku! Cepat berikan aku satu sloki”

Bartender mengambil uangku tidak peduli lalu membrikan pesananku dan aku langsung meneguknya sampai habis. Raasanya lebih keras dan langsung menohok perutku. Meskipun begitu aku menyukai efeknya. Aku menggeser sloki bir ku menjauh lalu meletakan telunjukku di depan mulut “sstttt…. Jangan katakan apapun padanya” kataku mulai tidak jelas. Bartender di depanku hanya menggelang pelan.

Aku menyesap minuman keduaku seteguk kemudian menoleh saat bangku di sisiku bergeser.

Kyuhyun menatapku seksama “Kau mabuk?” lebih terdengar menuduh ketimbang bertanya. Dia melirik gelasku yang masih penuh kemudian menatapku lagi.

“Berapa banyak toleransimu pada alcohol?” tanyanya terlihat kesal. Dan entah kenapa itu menghiburku. Aku cekikikan, aku tidak tau seberapa banyak toleransiku tapi aku baru minum satu sloki dan gigiku mulai mati rasa. Perut kosongku bergolak namun pikirnaku terasa ringan.

“Apa yang dia minum?” tanya Kyuhyun pada bartender.

“Jangan dijawab. Ssttt… ini rahasia kita” sahutku masih sambil cekikikan.

Bartender di depanku hanya mengendikkan bahunya. Kyuhyun mendengus “Kau bahkan tidak bisa mengangkat tegak kepalamu” gerutunya. “Kita kembali” dia turun dari kursi sambil menarikku.

Aku berontak “Aniya. Aku masih mau minum. Lihat, minumanku masih banyak”

“Kita kembali!” dia menarikku dan aku hampir terjatuh tapi tangan Kyuhyun menangkap pinggangku lalu memeluk ke arahnya. Dia benar aku mabuk, Kepalaku seperti berputar, Kakiku seperti tidak menemukan pijakannya atau bisa dibilang aku tidak mampu berdiri dengan benar.

Kyuhyun memapahku kembali ke kamar. Dia baru saja menutup pintu saat isi perutku naik ke tenggorokan. Oh tidak, aku benci muntah saat mabuk. Aku berlari ke kamar mandi dan berjongkok di depan toilet memuntahkan isi perutku. Menekan tombol flush lalu mendongak. Kyuhyun melihatku dari ambang pintu. Aku mencoba fokus tapi aku terlalu pusing.

Kyuhyun menghampiriku, membantuku berdiri “sebenenarnya berapa banyak sih yang kau minum”

Aku hendak menjawab tapi sesuatu naik lagi ke tenggorokanku, aku menutup mulut dan berbalik lagi ke toilet. Sial, seharusnya aku mendengarkan Kyuhyun. seharusnya aku tidak meminta segelas sloki tadi. sebenranya minuman apa yang diberikan bartender tadi hingga aku seperti ini.

Antara sadar dan tidak kurasakan dingin disekitar tengkuk dan keningku. Aku menoleh Kyuhyun duduk dibelakangku mengangkat rambutku yang sudah basah oleh keringat sambil mengusap leher dan keningku dengan handuk basah. Setelah itu aku tidak ingat apapun.

***

“Ya kau benar tidak ada jalan lain…. Hmm sebaiknya begitu… “

Aku mendengar suara sayup-sayup saat aku mulai mengerjapkan mata. Aku menelungkup lalu mengangkat tangan menutupi wajah bagian atasku, seperti vampire yang pertama kali melihat matahari. Sinarnya cukup menyakitkan mataku hingga butuh waktu lebih lama sebelum akhirnya aku bisa melihat siapa yang sedang berbicara.

“ku serahkan padamu. Tidak. Tidak sepert itu. Ya Kurasa aku tidak bisa masuk hari ini. Hmmm… baiklah” Aku melihat siluet tubuhnya membelakangiku. Dia sedang menelpon sambil menghadap ke jendela.

“Ya….Hyura aman bersamaku….” Aku memutar tubuhku hingga aku berbaring dengan punggungku. Penasaran karena namaku di sebut

“Ya. akan kupastikan….Sampai Jumpa” Dia mengakhiri panggilannya lalu memasukkan ponsel ke kantongnya tapi tidak berbalik, masih memunggungiku.

Dibutuhkan waktu lebih dari sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak mengenakan atasan, hanya tersisa celana dalam yang menampel ditubuhku dan selembar kain yang menutupi seluruh tubuhku. Aku bergerak kasar mengambil selimut sebanyak-banyaknya untuk melapisi tubuhku hingga menimbulkan suara berisik.

Kyuhyun menoleh “Kau sudah bangun?” Dia berjalan mendekat lalu duduk di kursi persis di sisi temapt tidur. Dia membuka segel air mineral, menuangkan airnya kegelas lalu menyodorkannya padaku “Minumlah”

Aku berusaha bangun tapi kepaalku masih berdenyut, seolah aku akan muntah lagi setiap saat. Aku benci merasakan hangover setelah mabuk. Seperti menjadi kotoran iblis keesokan harinya.

Kyuhyun meletakkan gelasnya lalu duduk di ranjang membantuku bangun. Dia menyangga tubuhku dengan lengannya kemudian mengambil gelas dan meminumkannya untukku. “Kau butuh obat. Tapi kita tidak mempunyai satu pun disini”

Aku menggeleng “tidak apa. Biarkan aku istirahat sebentar lagi”

“Andwe. Kita harus segara keluar dari sini” sahutnya tidak setuju “Aku menelpon Sungmin Hyung tadi. Dia mau meminjamkan rumah peristirahatannya untuk kita. Perjalanannya hanya akan memakan waktu dua jam dari sini. Kurasa……”

“Ya…ya apa maksudmu dengan ‘kita’? Kemana atau kapan aku pergi sama sekali tidak hub…ah” aku menarik rambutku, kapalaku berdenyut semakin parah. Aku harus benar-benar bertanya pada bartender semalam. Apa yang sebenarnya dia berikan padaku.

Tanpa aba-aba aku merasa tubuhku melayang. Kyuhyun mengangkat tubuhku yang seperti kepompong lalu membawaku keluar kamar “Apa yang kau lakukan” desisku. Dia berjalan menuju lift. Kami berpapasan dengan pasangan yang melewati kami. Mereka melihat kami keheranan. Aku menyembunyikan wajahku di dada Kyuhyun sampai kami masuk tinggal sendirian di dalam Lift.

“Apa yang kau lakukan!”

“Membawamu keluar dari tempat jelek ini” sahutnya datar.

“Sudah kubilang…..”

“Jangan mendebatku Park Hyura! Atau aku bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini di sini!”

Aku terdiam. Sialan. Apa dia benar- benar akan meninggalkanku dalam keadaan setengah telanjanh seperti ini?

Kami menjadi perhatian orang saat melewati lobi, keluar motel hingga akhirnya aku bisa bersembunyi di dalam mobil. Kyuhyun mendudukkan ku di kursi penumpang. Kemudian dia kembali laginke dalam.

“Tunggu disini. Aku akan mengurus barang-barang kita” katanya sebelum pergi.

Tidak ada yang bisa kulakukan dalam keadaan berbalut selimut dan setengah telanjang seperti ini selain menurut. Aku melirik ke samping. Tempat aku meninggalkan ponselku. Aku tidak mengabari Siwon, dia pasti cemas. Aku mengeluarkan tanganku tetap berusaha agar selimut tidak merosot lalu menggapai ponselku. Aku hendak menyalakannya saat Kyuhyun masuk di balik kursi kemudi. Aku membatalkan niatku dan meletakkannya lagi.

“Sebaiknya kau punya rencana bagus setelah membawaku dengan keadaan setengah telanjang seperti ini” kataku lemah.

Dia menggapai sabuk pengaman disisiku lalu memasangkannya. Tubuhnya tidak lebih dari seinchi dari wajahku. Dia tidak menjauh dan menatapku “Aku tidak pernah seyakin ini sebelumnya” katanya penuh arti lalu menjauh dan menjalankan mobil.

Aku memjamkan mata dan menyandarkan kepalaku di sandaran jok. “Gomawo” gumamku pelan.

“Untuk?” Sahutnya tak kalah pelan

“Telah mengurusku semalam. Meskipun aku tidak tau bagaimana kau bisa melepas pakaianku. Aku tetap berterima kasih”

Dia terkekeh “Kau adikku. Itu suatu kewajiban bagiku”

“Tidak. Kau tidak perlu merasa seperti itu. Dan aku bukan adikmu”

“Bisakah kau menerima saja?” Suarnya terdengar gusar. Aku ingin membuka mata melihat ekspresinya tapi aku tidak melakukannya. Kepalaku masih terasa berputar.

“Apapun yang kau anggap tentangku. Aku masih akan terus menjagamu sampai kau menikah. Ani, mungkin setelah menikah juga. Itulah peranku disini sebagai pengganti Lee Donghae”

Kali ini tanpa berpikir aku membuka mata dan menoleh padanya. Perkataannya barusan memancing emosiku. Aku tidak suka dia berperan sebagai kakakku ataupun bagian dari keluarga kami. Karena dia memamg bukan keluargaku.

“Oh aku sangat penasaran bagaimana rasanya kau ingin menikahi adikmu sendiri” kataku sinis

Dia memberhentikkan mobil mendadak lalu menoleh padaku cepat, menatapku penuh arti “Sebenarnya apa yang ingin kau dengar?” katanya berubah serius “Kau ingin jawabanku sebagai Lee Donghae? Atau Cho Kyuhyun?”

“Kyu…Kyuhyun-ah….”

“Atau kau mau keduanya? Karena kami berdua memiliki pikiran yang sama”

Aku mengernyit tidak mengerti. Sebenarnya kemana arah pembicaraan ini?

“Lee Donghae selalu menganggapmu sebagai wanita. Park Hyura. bukan sebagai adik kecilnya” Katanya dengan penekanan di setiap katanya.

“M..Mwo?… Mworago?…”

***
TBC

hai.. hai readerku yang udah pada lumutan nungguin apdetan hehehe *dilempar sendal.

diluar dugaan, tadinya cuma mau bikin tiga ato empat part aj tapi ternyata responnya positif jd aku bikn pnjng dikit gpp kan yah? :p :p

yg nunggun Rache sabar dulu yah, masih dlmproses pengerjaan trus harus ekstra sabar bwd My brotehr girls cz tiba-tiba moodku ilang bwd ngealnjutin tapi pasti aku lanjutin koq 😀 ga enak soalnya klo punya utang.

See yaa di next ff :* :*

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , . Tandai permalink.

174 Balasan ke Famiglia [Part 4]

  1. kyura8891 berkata:

    ninggalin stempel dulu..:* hahahahha..:D cuuuuuusssss..;)

    • kyura8891 berkata:

      ini kenapa pada lirik2kan sih??? *toel angelcho sama tiyakyu..// kurang suka sama karakter emaknya hyura disini.. dia itu.. gimna yaa.. istilahnya ‘ngambang’ #plak hahahha..:D dan, kyuhyun itu emang protektif ya sama hyura, entah sebagai cowok ke cewek, atau cuma karna meranin jadi kakak yg baik buat hyura.. tapi itu scene terakhirnya plis… ambigu banget..
      maksudnya apa?? donghae anggep hyura itu sbgai cewek? bukan adik??? donghae dsini yg dimaksud siapa?? alm donghae kah? atau kyuhyun sbagai donghae??? atau… jauh sbelum donghae meninggal, dia udah pernah ngeliat atau ktemu hyura?? atau.. donghae masih hidup? (makin ngawur, hahaha)…… masih banyak pertanyaan di kepala cantikku..;) #YgIniAbaikan hahahaha..:D ditunggu next part nya.. dan ditunggu juga kelanjutan my brother’s girl sama rache nya..:*

  2. Angel_Cho berkata:

    Tinggalin jejak dlu #lirikKyura8891

    • Angel_Cho berkata:

      Panjang sekali eonni hahhaa…
      Deuh kenapa si mereka berantem mulu? Astaga… nggak cape apa ya hahhaa.. 😀

      Itu tadi Hyura di kasih alkohol apaan yaa le mabok gtu ??? Wah bartender gak bner mih -,,-
      Nah trus itu, Hyura di telanjangin donk ama Kyuhyun wkwkwkkw 😀

      Trus maksud nyaa apa klo Donghae nggak anggep Hyura sebage adiknya?
      Donghae cinta beneran gtu sama Hyura sebage wanita bukan sebage adik?
      Astagaa…

      Dah eonni Hyura ama Kyuhyun ajh fix hahahha 😀
      Jangan ama visual yee… ^^

  3. Handa Cho berkata:

    hyura kalau udh ketemu kyu pasti ribut terus.
    gk capek ya mrka ribut maslaah yg gk ada ujungya itu.

    Tapi kyu nekat bngt bawa hyura keluar motel dengan di gendong .
    gimana tu malunya hyura di gendong dengan stngh telanjang wkwkwk…
    di tambah hyura mabuk malah lucu lihqtnya ngoceh sendiri wkwk…

  4. @tiyakyu9088 berkata:

    Sip tinggalkan jejak coment dulu lanjut baca besok Deh haha mata dah Lima Watt hahahahahaha !! Sip see you Bye !! Lirick @kyura8891 and Angel_Cho

  5. adelcho berkata:

    Jdi donghae udah kenal hyura dulu sebelum dia matii..

  6. Angel_Cho berkata:

    Eonni… ini masih pagi loh hahahha
    Ngapain tidur ??

  7. iiz leekim berkata:

    Itu ibunya sama siapa yaa?mulai ngerasa kn hyura cuma dimanfaatin ummanya

    Kaya’y makin banyak kyura moment untuk next next’y semoga hyura bisa sedikit melunak sama kyuhyun

  8. siska3424 berkata:

    Kayak nya donghar tu suka ama hyura.
    Sampe2 kyu bilang kalo mrka mempunyai pemikiran yg sama. Brrti kyu juga suka dong ama hyura

  9. NyKimRye berkata:

    Sebenarnya Lee Donghae sudah meninggal beneran apa masih ‘bersembunyi’ di tempat lain. Orang sudah meninggal di bawa.. Tapi kalau memang begitu, brrti si Hae suka adik tirinya dong?
    Arrghhhh

    Enaknya jadi diaa ya.. LDH-CKH-CSW.. Bagiin dong satu… Wkwwkwk

    Ditunggu kelanjutannya + rache 😀

  10. Hartini Hokage berkata:

    kyuhyun benar2 bertanggung jawab …
    aku mulai mengerti dengan hidup hyura, hyura terlalu stress dengan tekanan dari eomma nya ..
    tapi tdi ada kejadian lucu^^ awal nya hyura bersyukur atas sepatu hak nya tpi pas di akhir hyura menyalahkan sepatu nya, hahahha
    lee donghae melihat hyura sebagai wanita ?! tpi apa lee donghae pernah bertemu hyura sebelum nya ?! donghae dan kyuhyun punya satu pemikiran ?? heol~
    semoga ff yg lain nya bisa cepet di posting yah thor 🙂 fighting (^_^)/

  11. chokeita41 berkata:

    Maaf baru komen hehehe ditunggu lanjutannya

  12. ChoKyuQ berkata:

    kenapa harus ada “TBC” -_-.. lanjuut part selanjutnya… hwaitingg !!

  13. Lia Aprilia berkata:

    Nambah seru aja sih, itu perasaan Lee Donghae dalam wujut kyuhyun atau dalam wujud asli donghae??? Perlu penjelasan yg detail hahahah
    ditunggu next partnya

  14. Rini Valee berkata:

    ceritax tambah seru
    donghae nganggap hyura adik or sbgai cew n oppa dong2 kan udh mninggal

    tunggu part slanjutx za moga cpat publish…

  15. eunhyukwife berkata:

    sepertinya kyuhyun bner bener suka sama hyura cuman dia brdalih hanya melindungi hyura sebagai kaka…
    suka bgettt cara kyuhyun nglindungin hyura ga tau knapa so sweet aja gtu hahaaa,tpi ko aq pngennya entar endingnya hyura sama siwon ga tau knPa ksiaan aja klo siwon g jdi ama hyura…..tpi ini ini crita udh d’rancang sdemikian rupa oleh authornya pasti apapun akhirnya akan tetp seru

  16. trydwi32 berkata:

    Knp harus ada kata tbc kalo lagi penasaran????????
    Penasaran banget sama kelanjutannya,,,,,,,

  17. mhrnmaya berkata:

    Kyuhyun aaaa so sweetnya. Sedih liat hyura kek gtu eon. Sukur ada kyuhyun yang jagain dia. Nikahin aja mereka berdua eon wkwk. Penasaran kelanjutannya. Next chap ditunggu

    Keep writing!

  18. niul berkata:

    Yeay ff yg ditunggu publish juga, mendadak jadi ff favorit aku karna kesannya kyu misterius bgt dgn dua nama dan kepribadiannya, kl jadi hyura gatau mau ngadepin kyu kaya gimana da -.- karna kyu bisa cepet berubah *kayapowerranger ajah kkk
    ditunggu kelanjutannya authornim yeayyy!!

  19. ShinHyeRim berkata:

    Aku berharap ada keajaiban.
    Lee Donghae masih hidup.
    Hahahaha

    Tapi tapi tapi
    Donghae menganggap Hyura sebagai wanita?
    Bukannya Donghae sudah tiada?
    Dan Donghae meninggal sewaktu kecil, itu artinya dia belum mengenal apa itu cinta.
    Jangan² Donghae selama ini masih hidup?
    Dia hanya berpura² mati?
    Trus kenapa Kyuhyun menggantikan posisinya?
    Apakah ada niatan balas dendam?

    Kalau Donghae bener² mamsih hidup pasti semakin seru.
    Kyaaaa next part jangan lama² dong.

  20. nayakun berkata:

    heisssshh, bnr” penasaran sama kelanjutan hbgn kyu sama hyura
    gmna ya nnti klo kyu jd nikah sma hyura?? aaaaah heboh sndiri ngebayanginnya
    dtggu crita selanjutnya ….

  21. eka_fitriani berkata:

    donghae menganggap hyura wanita ???
    brarti kyuhyun juga ?? suka ma hyura ??
    kn ktanya mereka punya pmikiran yg sama !!!

    wahh berharap kyuhyun ma hyuri jgan ma siwon hehe
    tapi brarti donghae udah pernah ktemu hyura dong ???

    ah keren pokoknya,pdahal blom lma di blog ini,tpi suka bget ma ff” nya, salah satu blog favoritku heheh

    next chap ditunggu 🙂

  22. unixs_nick berkata:

    Akhirnya update jg.
    Wah ibu hyura ma sp tu?
    Keren bget critanya. Makin penasaran, trz kok d0nghae kta kyu nganggep hyura sbg wanita? Gmn critanya? Ktax dah ninggal? Bkin kepo nih.
    Pnasaran kelanjtan kisah kyu hyura yg slalu ribut2, pasti di hati hyura da sdikit rasa. Kalau kyu sih pasti ada.
    Fighting author. Q tunggu next chapt.

  23. inet berkata:

    waaaaa,sngya pas liat ada update-an trbaru…tiap hr buka blog ii buat liat,cz bnr2 nggu bgt lanjutan smw ff2ny yg keren2!!!^^
    asli,ngakak bgt pas kjdian d motel pas mrk mau check-in..kyu kliatan suka bgt ngeliat org yg lg bercumbu scra live drpd d internet???!!!wkwkwkwk,asli kocak bgt!!!
    yey,hyura udh mulai berontak dr ibunya,,abs kdg aq ngrasa hyura kyk gtu krn paksaan dr ibu nya,,,
    omo!bnrkah donghae sk ma hyura??bknny mrk gk prnh ktm sblmnya??kok bs???
    huwaaaaa,pnsran bgt!!!!! :”( suer,authornim bnr2 keren bkin ff nya..^^
    dtggu klnjutannya ya…n mdh2n sllu dpt inspirasi n good mood buat nulis…fighting!!!^^

  24. kawaii berkata:

    ya ampun kluar motel stengah tlanjang,, gila bener
    lanjut thor

  25. EkaShfly berkata:

    Makasih loh kakak masih lanjutin ffnya, wah kasihan jg hidup hyura hanya jdi ambisi orang tuanya, terlebih semua yg dia lakukan harus selalu yg terbaik…
    Dia sama saja dg kyuhyun yg dijadikan alat, hemm kira2 bagaimana caranya kyuhyun itu bisa lancang? Meskipun dia mngurus hyura sbagai seorang adik??? Tetap saja hyura itu wanita!! Apa yg akan terjadi dg hubungan mereka??? Aaah kaka penasaran jg dg MBG penasran dg dr.Cho heheheh #keep writting 🙂

  26. lindachoore berkata:

    Huaww daebakk!!! Asli aku slalu nungguin ff ini rilis, ampe ngecek tiap hari.. Ah kyu hrusnya lebih gresif lg dong, jangan cuman slalu bertingkah sebagai kakak hyunra, bkin hyunra jatuh cinta dong.. Keren thor, aku sukaa!! Ditunggu kelanjutannya.. 🙂 🙂 fighting!!

  27. dini berkata:

    next

  28. Aristyana berkata:

    donghae sebenarnya begimana? Kenapa kyuhyun bilang gitu? Kyuhyun juga ngebingungin,, kadang kerasa kalo dia protek kayak kakak, kadang ya kerasa kalo proteknya kyuhyun kayak hyura itu istrinya 😀 kkk
    percakapannya hyura sama ibunya juga, seakan2 ibunya engga bener2 sayang sama appanya hyura 😀
    hyura kepompong raksasa kkk aah iya itu si oppa telponan sama siapa???? Kakeknya??
    Ditunggu next part-nya authornim 🙂

  29. chochocho berkata:

    Kyaaaa lanjut…. Entu emak’a hyura gimana sih sifat’a??? Baikkah??? Jahatkah??! Trus kalo ke kyu gimana??? Omo omo omo apa maksud kyu blang kalo hae entu nganggep hyura wanita bkan adik’a??? Apa hae pernah ketemu hyura??? Ato mungkin hae masih hidup??? Sumpah penasaran bgt. Kalo kyu menurutq si udah jelas suka ama hyura walopun nanti’a kyu gag sama hyura tpi dya bakal tetep jaga hyura sbg kakak. Tapi tapi tapi ntar kyu ama hyurakan??? Plisss kyu ama hyura aja
    Hyura udah mule nyaman deket” ama kyu ampe dag dig dug pula suka scene ug kyu gendong hyura rada gimana gitu
    Pengen liat skinship mereka nanti’a… Eonni masih menunggu Rache beserta kejutan’a. Annyeongggg

  30. Fanny berkata:

    Speechless O.O ternyata leedonghae mencintai hyura sbg wanita?? Dan yg bikin penasaran sblm donghae meninggal berarti Dy udh kenal hyura?complicated bgttt&sepertinya kyuhyun jg mencintai hyura…

    Dan eng ing eng hyura udh merasakan getar-getar cinta hahaha
    Suka bgt saat tanpa sadar hyura lega dengar penjelasan kyuhyun ttg hubungan nya dgn nammie..udh mulai kepooo si hyura wkwk

    D tunggu kelanjutan semua ff Authornim^^ fighting

  31. virahaera8694 berkata:

    huahhhh tambah penasarannnnn
    ..

    jangan2 donghae masih hidup kah??? huahhhhh jangan2 …

    knp bs kyu blng klo hae nganggap hyura sbg wanita.

  32. rislianafebiany berkata:

    Kyaaaa thor ditunggu nextpart nya yaaaa seruuuu

  33. biggom berkata:

    Uh oh! Kyuhyun sudah akan menyampaikan perasaannya ke Hyura? Uwow ini berita baik apa berita buruk? Hahahaha
    Emang waktu kecil, Donghae pernah kenal Hyura sebelumnya? Kok Kyuhyun bilang begitu..
    Lucu liat hubungan Kyu sama Hyura. Berantem terus tapi saling membutuhkan. Ahahaha

    Sebenernya, kalo Hyura emang udah bener2 capek, dia lepas tangan aja gak apa2. Dia pewaris tunggal. Kalo dia gak bersedia berkecimpung di perusahaan, kakek sama emaknya yg kelimpungan. Jadi Hyura, kejam sedikit tidak masalah. 😉

  34. reniyanti2013 berkata:

    Kyu…. ini murni perhatian sbgai kakak atau pria nih smg yg romantis deh

  35. Kyucha berkata:

    Thor lanjutin terus jangan lama-lama!!
    Ceritanya bagus bgt

  36. hanhan berkata:

    Seperti nya kyu memperlakukan hyura sbg seorang wanita 🙂

  37. kage berkata:

    Gara2 nunggu rache yg tak kunjung datang jadilah aku terdampar disini thor haha tpi ga nyesel ff nya bagus banget aku selalu suka karya author-nim nya hehe keep writing ya thor di tunggu next partnya and rache nya juga 🙂

  38. Hoam berkata:

    yeyeye akhirnya publish jga 😀
    crtnya mkin mnrik hehe, next partnya dtnggu sgra ya eonni 🙂

  39. vidya berkata:

    kalo baca ini rasanya seneng banget deh. walaupun kyuhyun sama hyura sering bertengkar tapi menarik banget. kesannya malah romantis.

  40. amoy berkata:

    Omooo…kabur?…untung aja kyu ikut…coba kl ngak…bahaya.

  41. CHO ANNE berkata:

    Ini pamjang tp aku bacanya gakerasa panjang. Malahan ngerasa kurang panjang wkt ada tulisan TBCnya. :3 /plok

  42. kumie berkata:

    nah lo,gimana nih?donghae msh hidup kah?lalu siapa yg brsama oema hyura?penasaran bgt!

  43. niie165sani berkata:

    , oenie salam kenal aku pembaca bru
    izin bca oenie fighting 😀

  44. Zoe berkata:

    satu lagi kenyataan yang mengejutkan. Apa maksud Kyuhyun jika Donghae menganggap Hyunra sebagai seorang wanita. Bukankah dia meninggal sebelum bertemu dengan Hyunra?! Atau mungkin, dia masih hidup?!
    Tapi itu berarti Kyuhyun mengakui perasaannya pada Hyunra. Bukankah dia bilang jika dia dan Donghae sama.

  45. ayu berkata:

    Yaampuuuunn kasian banget siih hyura nya, udah gitu keinget omongan kyuhyun yang tajemnya ngalahin samurai “?”
    Part endingnya bikin penasaran, maksudnya kyuhyun itu donghae ga pernah anggep hyura sebagai adik melainkan sebagai yeoja gitu thor?? Gimana ceritanya kyuhyun bisa tau? Haduuh makin penasaran thor
    Next part nya jangan lama2 lagi dong thoor 😉 hehehe keep writting yaa fighting!!

  46. PiyoElf berkata:

    sebenarnya donghae meninggal gak sih…?
    kalo emang donghae meninggal kenapa dia bisa suka sama si hyura, kan mereka belum pernah ketemu terus kyuhyun juga suka sama hyura. ahh bikin penasaran gimana ya kalo tiba” si donghae masih hidup apa yang bakal di lakuin sama kyuhyun
    pokok jangan lama” ya kak update ffnya
    keep faithing ^^

  47. niza berkata:

    mlai curiga sama eomma nya hyura, apkh mngn beliau jg mlkkn prslngkhn sm spt appa nya hyura yg slngkuh
    suka sama prannya kyuhyun (donghae) yg bnr2 mnjlnkn tgsnya sbg seorg kakak mlai dri mnjga hyura sampe mlpas pakaian hyura. gk mncl apa ya jiwa lelakinya kyuhyun
    hayooo hyura udh mlai pnsrn kn sm khdpnny kyuhyun???
    kata2 kyuhyun yg ini “Lee Donghae selalu menganggapmu sebagai wanita. bnr2 ngmbng. apakh slma ini donghae msh hdp trs drwt sm org dan donghae pernh lht hyura atau gmn. bnr2 ya tbc nya bkin pnsran.
    kyu sama hyura ktmu psti lnggnanny brntem kyk kucing sama tikus aja
    keep spirit n writing eon
    ditunggu thor utk ff2 mu

  48. uchie vitria berkata:

    jadi hyunra ngrasa kayak boneka emaknya aja harus gini harua gitu
    makanya dia milih kabur sesaat
    belum lago kelakuan emaknya yang woolahhh lagi bercumbu ma om om dikantor hadeuhhhh parah
    siwon baik sich tapi maksud kakeknya buat nikahin hyunra ma kyuhyun gk buruk kok
    moga aja mereka makin lengket ntar

  49. honneyhae berkata:

    akhirnya…senang sekali bisa baca ini lagi, dan panjaaaaaang, puas dah..makin kesini makin seru!

  50. eMJe berkata:

    lohh lohhh chokyu anak orang lu gendong-gendong apalagi yang lu gendong,,, ekhm,,, setengah telanjang,,, tapi so sweet sih XD
    ekhmm,, enak banget jadi park hyura kyuhyun siwon sampek donghae suka sama dia, bagi satu neng buat yang jomblo ni XD

  51. k7smille berkata:

    aduh makin rumit ni,,, 🙁

  52. chriss berkata:

    disinii kelihatann bgt kyuhyun sooo sweeet bgt. tp bgung deh di akhir pas Kyu bilang donghae menganggap hyura sbg wanita. keaanya next part harus dijelasinn yaa eonni. aku tunggu. hwaitting^^

  53. taemfallin berkata:

    wah wah suka disini banyak skinship mereka Hehe 🙂
    ditunggu lanjutannya
    semoga cepat

  54. Mochi berkata:

    yeeee, akhirnya ada juga epep yang dipublish setelah setiap harinya jadi stalker blogmu eoniya.

    aku bukan baru pertama komen. cuma suka ganti nama-namanya aja tiap komen.hihihi

    mulai sekarang gak lagi kok. tobat.
    😀

    ceritanya makin seru. tapi cuman dikit ceritanya 🙁
    aku tunggu next part nya. tapi jangan lama-lama. aku nunggu yang ini aja ampir sebulan. apalagi rache yang lagi seru-serunya.
    pokonya jangan lama-lama #maksa
    salah sendiri cerita eon bagus-bagus semua.

    keep writing eonniya.
    #JANG!!!
    *luphluph <3

  55. nisi haryanti berkata:

    Beneran ya yg nganggep hyura bkn adik tp wanita itu kyu kn… ya setidak nya part ini bnyk bgian hyura sm kyu .. lihat sja hyura saat kau tau kyuhyun mengatakn perasaan nya siap2 kau akn sekalu salting di dpn nya. Ahh beneran dech suka bgt sm ff ini

  56. aayu berkata:

    Huwaaa daebak, kyuhyun ama hyura uda makin deket. Mamanya hyura bakal ngejelasin kyak gmana ya ? Hyura juga bakal balik lgi ke kantor ga tuh ? Lee donghae selalu menganggap Park hyura sebagai wanita ? Apa itu artinya donghae pernah ketemu hyura ? Atau kyuhyunnya yg selalu nganggep hyura sbagai seorang wanita bukan adik kecilnya  . Ahh tak sabar menunggu kelanjutannya. Semanget nulis ff nya unnie, fighting. Semoga cepet dapet feel buat nulis ya :* =D◦нă*☺*нăă*☺*нăă◦

  57. YeKyuWifeRAsya berkata:

    Akhirnya di updaye lgi hahh makin keren msti tbc pas dibgian gntung gni erghh jdi pnsran next scpatx yah thor 😀

  58. songaera0803 berkata:

    Long part…. tapi bagian mana yg harus aku ulang?!

    bagian hyura yg frustasi ketipu..atau bagian hyura yg frustasi gara2 mati gaya

    Scene di lift itu bener2 out to feel…yaakkk sisi romantis authornim keluar, lanjutkan authornim…

    Tapi karakter emaknya hyura masih sama..belum kuat

    Slamat membuat lanjutannya..buat karya terbaik

  59. pi berkata:

    next thorr makin penasaran nih

  60. kawaiikyu berkata:

    jinjaaaaaaaaa!!!
    Mereka itu, aaa berkemistrii oh tuhan!!

  61. Ayu berkata:

    klo kyu ngomong gt brarti sblum mninggal donghae sudah tw hyura dong ya…

    akhirny saat nangis hyura g sendirian lg..
    dtemenin kyuhyun tuh…
    tp gmn nasib abang siwon klo gni…

  62. cametcline berkata:

    Apa ibunya hyura tau klo kyu itu bukan saudara tiri hyura….
    Wah semakin menarik…
    Semangat yah buat ff yg lainnya

  63. prahezty berkata:

    Makin deket ajj kyu sm hyura .
    Tar jd jtuh cinta dehh .
    Pnasaran sm part slnjut.a ..

  64. hyunsoo28 berkata:

    lanjutt plis thor
    makin lama mkn seru
    ini ga akan cepat berakhir kanaa

    rache nya jugaa selalu di tunggu

  65. ikachiroo berkata:

    apa author sangat sibuk? rasanya waktu berjalan sangat lambat.
    Semoga part berikutnya bisa segera dipost. Ini ff favoritku setelah AaM. Alurnya lebih berkembang dan tidak buru-buru.

  66. ikachiroo berkata:

    Reblogged this on blogikachiroo and commented:
    reblog dari author favorit

  67. Yumiku9 berkata:

    Nungguin bget sama cerita ini.

  68. hikarinta berkata:

    Ini knp jd makin seru gini makin makin penasaran sama next partnya,,,ahhhhh kyu jd pengeeeen digendong juga wkwkwwkwk

  69. Widya Choi berkata:

    Yeayyy akhrny publish jg nih ff.
    Wehh it eomma ny hyunra ciuman am cp? Hyunra pzt tpukul bgt liat it smua. Smpe kabur k motel sgala. Untung ad kyu yg slu jgain hyunra. Kyu kykny jg khawatir bgt am hyunra.
    Nah loh dy suka am hyunra sbg wanita bukan sbg adik?.. Huwaaa jd pnasaran am next chapt ny thorrrr

  70. lia sulistiani berkata:

    semangat kaka!

  71. nofi berkata:

    Weww apa maksudnya tuh hehe hyura beruntungnya dirimu ada siwon yang sayang sama kamu dan ada kyu yang suka sama dia aduhh beruntung banget dan eonni kapan my brother girl nya di lanjut ya , tapi famiglia nih keren banget next eonn fighting 😀

  72. agnes ika berkata:

    jangan-jangan hyura bukan cucu kandung kakek, tapi justru anak dari pria yang berciuman dengan ibunya?#ngaco

  73. fairuuzaquila berkata:

    Ya ampun seru bgt udah lama nuh nungguin nya. Cepet lanjut ya thor

  74. ennysuria18 berkata:

    Hhhhh~ bagus banget lah thor,,,
    Next partny ditunggu banget

  75. SusiAnjarSparkyu berkata:

    Ihhhh…kyuhyun kayaknya udah suka ma hyun ra….. semoga hyu ra jg suka ma kyuhyun…. ditunggu part selanjutnya…

  76. eka apriliyani berkata:

    lee donghae yg dibilang kyuhyun dia kah atau lee donghae yg sebenernyaa??

  77. nisaanggisa berkata:

    min q makin penasaran ma ceritanya, cepetan d lanjut min…..good jobs

  78. sjkyu berkata:

    akhirnya di publish juga, setiap hari nungguin ff ini. ><
    tuh kan kyuhyun suka sama hyura sebagai wanita, entah kenapa seneng liat kyuhyun dan hyura berinteraksi kkk
    yuhuuu selanjutnya pasti bakal lebih seru!! ditunggu kelanjutannya

  79. mutia98^^ berkata:

    ahh makin suka sm jalan ceritanya,disini emosinya dapet banget,jadi gak berasa kl dah tbc,jadi sebenarnya kyunhyun tuh suka hyura gitu awww pernyataan suka secara tak langsung,apa maksudnya kata kata kyunhy“Lee Donghae selalu menganggapmu sebagai
    wanita. Park Hyura. bukan sebagai adik
    kecilnya” emg donghae pernah ketemu sm hyura gitu?,ditunggu kelanjutannya,,,

  80. chohiro berkata:

    Aaaaaaaccccchhhhhh suka suka sukaaaa….lagi lagi lagi saeng,lanjut…. nich ff bagus bingit,feel nya tuch dpt bgt,daebak author nya keren,smp hal terkecil bikin kita tuch terbawa bgt#ngomong apa sich,nich org

  81. anasetiandari berkata:

    wah psti kyu emng suka ma hyura tu! tanda2 nii
    ce iye ce iyee >_<
    trus knp kyu bilang gt? apa donghae prnah ktmu hyura??

  82. hyokwang berkata:

    ditunggu lanjutaya 🙂
    semangat 😀

  83. fahmalovesieunteuk berkata:

    wohooooo… smakiiinn dekeettt smaakiin akraab smogaa makin byk chemistry nyaa *jingkrak2kegirangan*
    gak sabaarr nunggu crta mrka makiin intim(?) oenn hee
    uwoooo g bisa kebayang gmn si hyura yg berbakut slimut doang .. si kyupil bisa tahaan amat yaak liat ny wakakaa..
    ayoo oenn fightiing buat lanjutan nya.. smoga byk ilham tercurah buat lanjutib ff ini hohoo

  84. syahhuny3424 berkata:

    next next next…lanjut eonni..

  85. Niky Yuntari berkata:

    Akhirnya si kyuhyun bicara jujur juga. Penasaran sama reaksinya hyura. Dia bakal tetep bersikap biasa sama kyuhyun atau malah ngejauhin dia?? Ahh entahlah.
    Next part aku tungguuu ta kakak….

  86. loveydenalisa berkata:

    Di tunggu buat kelanjutan semuanya..
    Haaa q suka bgt ma ni ff,selalu mkir mo kaya apa jadinya..
    Tiap part nd d tbc pasti ada aja hal yg buat penasaran

  87. phieea berkata:

    kata-kata terakhir Kyuhyun kok seolah Donghae udah tau Hyura dari lama ya?
    padahal harusnya kan dia g tau apa2?

  88. mira_MM berkata:

    waahhh..berarti slama ini kyu selama ini ngeliat hyura sbg wanita, bkn sbg adikny
    maka dari itu dia blg klo hyura it tanggung jwbny..
    gmn siakp hyura stlh ini ya.. mn mrka istilahny lg kabur berdua pula..

    Soal hyura ngeliat ibuny, sm pria lain kesain jg loh
    ap yg slama ini dia perjuangkan n dia lakukan semata mata kn demi ibuny tu. kecewa n merasa terkhianati wajarlah..stlh klr dr rmh berarti inilah diriny yg sbnrny ya?
    iya ak tgg updateny yg laen y hoon ^^

  89. BabyBoo berkata:

    Next author!!!!!!!!!! Romantic moment dong Hyura sama Kyuhyun bukan sebagai adik kaka tapi yaaahhh muehehehe

  90. tiwiw berkata:

    asiiikk bakal banyak moment hyura ama kyu nih .. secara kabur hahah
    next part nya ditunggu

  91. Cho Rin Jie berkata:

    Ulala…..
    Hyura udah makin ngrasain gmna proteknya Kyu….
    Makin seru deh kisah mereka…
    Eh itu apa mksudnya dg Donghae yg mandang Hyura sbg wanita?
    Jangan2…… Jeng jeng jeng,,, au ah,,, g bs nebak… Ditunggu aja deh….
    Kalo Hyura sm Kyu… Won pa ama siapa dong???? Aduh, pdahal baik banget tu orang,,, n keliatan banget kalo penyayang,,,,
    Smg author kasih pasangan lain deh…hehhe

    O ya, ditunggu ya thor update nya… Trserah yg mana dlu…
    Mau Rache, my brothers girl, atau yg lain,,, coz semua itu pada bagus n bikin penasaran,,,,

    Oke thor selamat menulis

  92. entik berkata:

    “Lee Donghae selalu menganggapmu sebagai wanita. Park Hyura. bukan sebagai adik kecilnya”
    Ahh kaget aku pas baca akhir nya, mdh2n author bakal bikin kyu ttp anggp hyura adik nya aja, dan dia bisa jadi kaka skligus tmn crhat nya hyura..

    Siapa sich yg gkan skit liat ibu nya lagi gitu sama orng, aku jg pasti kaya gitu, kecewa. Dan kecewa.

  93. kareryeo berkata:

    nah loh. mslh makin ribet aj…

  94. Rasty Resty berkata:

    Kyaa kyaa habis mabuk memangnya Hyura ngapain? Kenapa Kyuhyun ngomongnya ambigu begitu,, ahh bikin aq ragu klo beneran dy Cho Kyuhyun,, tapiii dsini udah keburu dapet feelnya kyuhyun Hyura,, hahaha
    Ya ampun ini makin seru banget,, konfliknya keren,, ga nyangka klo ternyata ibunya Hyura jg selingkuh ya,, komplit dah stressnya Hyura…

  95. dewitya berkata:

    duh aku nunggu lanjutanya nih heheh

  96. neng berkata:

    Nahh lohh saya baruuu dan baru komennn… Oh yess hyuraa bikin gereget endingnya cuka ih saya maahh.. Ditunggu lanjutannya yahhh gomawooo gereget dan penasaran pisannn

  97. M. mi-ssi berkata:

    Jengjengjengjeeeeeng… Kalo kyu blg dia punya pemikiran yg sama dgn hae.. Itu artinya dia..

    Aakk~jgn lama ngepost lanjutannya ya, author~nim. Rache jg nih.. Ff lain jg boleh. Banyak maunya. Hehe
    Joha!~

  98. Seketika langsung jingkrak* baca fanfict eonni,

    Aku baru sempet ngecek eon, maaf ya aku telat muehehehe
    Oh ini komentar pertama ku di sini eon. Bukan bermaksud jadi sidders loh. Tapi emang sidder *dijitak* padahal aku udah baca semuanya
    Aku baru bisa ngirim sekarang eon. Sebelumnya gagal terus sih. Tapi aku janji setelah ini aku bkalan rajin komentar 😀

  99. kokyu berkata:

    suka.sama part ini bikin jadi terlarut dalam suasana
    ampun dah kyuhyun l love youu
    part selanjutnya dong

  100. krisharvest berkata:

    Thor lanjutin cepet dan buat hyura takluk sm kyuhyun.. Keras banget sifat nya hyura smpe keseeeelll dibuatnya.. Fighting !

  101. nina berkata:

    keren.bgt ceritnya
    kykya kyu oppa udh lma dh.ska sma hyura
    ksh siwon oppa klo gtu siwon oppa sma q aj heheh

  102. Park eun gi berkata:

    Kyaaa thor benerbener seru thor, ff ini sama rache benerbener ditunggu thor tiap hari terus aja mampir buat liat lanjutannya, next part jebal jangan lamalama ya thor, semangat ya thor okay okay ^.^

  103. sakura berkata:

    Apa maksudnya tuh ? Sbgai wanita bkan sbgai adik kecil 😮 penasran stngah mati nih,
    ditungggu next partnya ! 🙂

  104. yayuk choi92 berkata:

    ohhh, mken greget ma ne ff..post nya jng lama” eonn..hehehe

  105. estell berkata:

    Ya ampun kirain cast utamanya donghae ternyata kyuhyun,sykur deh..makasih Ya thor idenya ga bsa ketebak..ditunggu next chap..

  106. wina gustina berkata:

    wow …
    di tunggu part slanjut nya

  107. nana berkata:

    eonni ditunggu banget kelanjutannya, penasaran banget :””

  108. amidamaru berkata:

    Maksudnya kyu yg terakhir apaaa?? Aaak penasaran.. Semangat diupdatenya 🙂

  109. nina berkata:

    please author jgn lama lama ya
    keren ceritnya

  110. Julia berkata:

    bikin penasaran banget kata kata kyuhyun yg terakhir itu,.. apa jangan jangan donghae masih hidup…

    saking pengen tahunya aq baca lagi part part awal, kayaknya yah cuma nebak yahh thor jangan jangan siwon itu donghae… haha
    soalnya temen kyuhyun kan biasanya sungmin, trus temen donghae kan eunhyuk

    ahhh, liat aja ntar lanjutannya gmn, jangan lama lama thor postingnya, penasaran banget cepetan di lanjutin yah thor, sama FF yang lain jg Rache, dan MBG…

    keep writting …….

  111. rara berkata:

    next part thor
    jgn lm y

  112. mooi berkata:

    Ecie. . . Si epil jujur nie.

  113. mio berkata:

    Makin seru aja. Jangan Kyu udah suka dengan Hyura sejak awal

  114. Nia_cho berkata:

    Yahah author’a alay,kata2 yg ‘bwd’ itu td’a ak kurang ngerti.

    Ga ada nc’a ni thor??hyura’a batu bgt ya,,,next chap’a dtggu

  115. @IndahRyeo berkata:

    Kyaaaa nan haengbokhae x-x
    akhrnya setelah sekian lama dapat jga nih wp, aku smpat fakum dari wp karena kesibukan dan lupa link wp ini dan author tau aku sampe stress karna nggk nemu wp ini T-T
    dan akhrnya nemu lagi ngerasa plong T-T apalagi pas aku liat udah banyak new ff dan ff rachel udah smpe part 7 langsung senang -”
    mianhe baru comend dipart ini slnya binggung mau comend apa slnya banyak ff yg terlewatkan(?) bisa d blng thor aku salah satu pencibta ff mu yang cetar membahana XD
    cuman satu yg aku harapkan ff Famiglia cepat dinext, trus jgan smpe kmu pakum jga kayak dulu yg bkin reader greget karna menunggu kmu comeback :'(
    sekian dan terimah kasihh 🙂
    By. Readers pengagum suma karya ff mu XD *oke abaykan

  116. choi hyeri berkata:

    eonnie, kau dimana????

  117. unicornhwang912 berkata:

    keren ffnya><!

    ohiya, bisa minta tolong untuk mampir dan baca ff saya?

    http://yookyuhae.wordpress.com/2014/12/31/ff-lomba-17-goodbye-like-yesterday/

    Saya pemula, ini juga ff oneshot pertama saya^^ bukan soal menang atau kalah, tapi saya butuh kritik dan saran untuk kedepannya. terimakasih sebelumnya~

  118. julia berkata:

    eonnie??????

  119. jesschyntia berkata:

    Kak masih lama kah??? kangen bat sama ff ini

  120. ikachiroo berkata:

    sebenarnya lebih favorit ff ini dari pada yang lain, ceritanya lebih kuat dan terarah

  121. aku suka sama karakter Hyura yg tegas dan galak jutek cuek tapi tetep modis…ahaha yaelah mau kabur malah cho ngikut..terus gimana kelanjutan proyek itu nanti?

  122. julia berkata:

    eonnie kapan dilanjut ?

  123. kokyu berkata:

    kapan ini dilanjut thor, aku penasaran sama mereka..:)

  124. julia berkata:

    eonnie, ff Famiglia kpn di lanjut? udah lama bgt nungguinnya eon :'( udah penasaran pengen tahu kelanjutannya. jebal eonnie 🙁

  125. jesschyntia berkata:

    Konfliknya dapet puol,, dari segi sifat mereka sama” keras kepala nya… tapi belum memuaskan rasa penasaranku , apakah kyuhyun ada feeling sama hyura,, hmmm enaknya cepet di next aja thor ,, biar gk ribet hahah #modus

  126. lina berkata:

    sudah menunggu ff ini dari tahun lalu, bener kan tahun lalu? haha
    tapi author lebih milih rache buat dipublish. Author, I’m waiting!!

  127. zahra syifa berkata:

    aw aw aw…spertinya mreka smakin dekat…ayolah hyura psti akan luluh sma kyu..emm bwt percakapan trakhir it bnar2 bkin penasaran…

    n ini udh ganti thun n blum dlanjut. aku ttp menunggu mu author…

  128. Raden roro berkata:

    Part 5 lanjutin dong eon … Jgn lama lama .. Udah penasaran 😀

  129. julia berkata:

    eonnie udah lumutan nih eon nunggu FF ini, kapan dilanjutinnya :'( ?
    cepetan eon, FFnya dilanjutin udah penasaran banget :'(. eonnie jangan males nulis donk, please ??? aku selalu menunggumu , selalu menunggu tulisanmu eon… jadi please cepetan di publis :'( …

  130. RenyLHJ berkata:

    Kajja kajja di next min,
    palli palli. Gak sabar nunggu part selanjutnya.

  131. nia kurnianti berkata:

    kyuhyun,, aku suka gayamu
    buat hyura bertekuk lutut,, kekeke
    fighting author, diunggu ff selanjutnya

  132. jesschyntia berkata:

    Kak , padahal ff ini bagus banget, penyesuaian kata” juga tersusun rapi alur ny jg gk bosenin. Pokoknya pas. Sayang klo gk di lanjut ._.

  133. julia berkata:

    eonnie, penasaran ama kelanjutannya…….

  134. dewdew berkata:

    eonnie…penantian tingkat dewa nih untuk ff ini…baru kali ini aku mau rela buat nungguin kelanjutan ff ini…#biasanya males trus main kabur..kekekek…
    itu berarti ini ff bener2 menari minat eon~ k k k .
    eonniiieee~ ingat aku yg senantiasa menanti karyamu ini eo??^_^

  135. sulis berkata:

    eonni ditunggu part selanjutnya, thank you!!!

  136. inggarkichulsung berkata:

    Hyura dgn segala permasalahannya membuat dirinya bingung dgn hidupnya sendiri, knp ia seperti boneka yg brs dikendalikan org lain pdhl ia merasa berhak akan dirinya sendiri, ia tdk ingin merasa lemah dihadapan org lain terutama di depan Kyu oppa yg ia th bukan siapa2 di keluarga ini, ia menggantikan posisi kakak angkat Hyura Donghae oppa yg sdh meninggal yg ia br ketahui akhir2 ini.. Jangan2 Kyu oppa mempunyai perasaan yg sama seperti donghae oppa yaitu mencintai Hyura sbg seorg wanita bukan sbg adik mereka, penasaran apa reaksi Hyura selanjutnya

  137. windy3288 berkata:

    hhuaaaaa aku bener bener penasaran iru beneran kyu yg nhebuka baju hyunra. setelah kyu jawab gitu aja hyunra kelabakan sendiri kaaaaan haha

  138. Rithaa16 berkata:

    Kyaaaaa…. Kyuhyun suka sama hyura,? Trus kyu bisa ngebuka baju hyura dan tidak melakukan apapa .

  139. RechaCho berkata:

    sama kayak yg lain, suka banget sama chap ini. perlakuannya Kyuhyun aduhhhh… sayangnya si hyura terlalu menutup diri, aku yakin sih hyura punya sedikit perasaan sama kyuhyun :”

  140. nisa11 berkata:

    maksud kyuhyun apa?

  141. KyuRa berkata:

    Wadduhh si mbul akhirnya cinta beneran ama Ra sma seperti dongie? Ha gak ngerti ak msh pusing dgn keaddan hae ama mbul
    #very nice!

  142. Shinherin berkata:

    Suka bgt ama part ini. Makin diceritain tentang donghae yg asli dan sikap kyuhyun yg asli. Please demi apapun next partnya dong, part 6. Jangan bikin penasaran thorr, baru baca ampe part ini aja udh ngga sabar gmna next ceritanyaa. Nexttnya jgn terlalu lama ya, berharap bgt ini.

  143. Latuf berkata:

    watch..jinjaaa achh cho kyu buka stu rahasia lgi nih

  144. susi anty berkata:

    aihh kyuhyn suka y sama adiknya hihii ngaku nihh .hyura keras kelapa bngt diperhatiin sbg adik g mauu uhh

  145. Mrs.Donghae berkata:

    Banyak adegan “so sweet” di part ini. Ya ampun… Kyuhyun perhatian bgt. Dan apa itu kalimat t’akhir’a pas di ending?? Wah, ga sabar mo nunggu lanjutan’a.

  146. ricassie berkata:

    Waahhh ap maksud kyu dg donghae yg menganggap hyura sbg wanita bkan adiknya?

    Ahhh aq penasaran…

  147. LEA berkata:

    wowowo hyura…menikah dgn kakak bukn ide buruk ,dan jika kakak seperti kyuhyun ,wnita mana yg bisa menolak kekeke

  148. mitarashi8899 berkata:

    Huaaaa… Jadi donghae juga suka sama hyura adeknya sendiri… Kalo donghae masih hidup pasti tambah seru ni ff nya 🙂

  149. nana berkata:

    apa kyuhyun dan donghae itu cinta ma hyera?

  150. minkijaeteuk berkata:

    wah donghae nganggep hyunra bukan sebagai adik tp wanita berarti donghae suka dong sama adik y sendiri n juga kyuhyun bilang dia punya pemikiran sama ma lee donghae berarti kyuhyun juga punya perasaan le hyunra krn nganggep hyunra wanita bukan adik y….????
    asiiiiik……
    kasian juga hyunra yg ma ibu y arus bisa ngalahin donghae n ngerelain jd kuat di didik ma ibu y tau y ibu y bikin kecewa….

  151. Leevee berkata:

    wahh donghae ngelihat hyura sbg wanita?? kyyaaa tmbah pnasaraann… kyuhyun gmna?? pgen mereka bdua bareng… kkk
    Kyu-Ra shipper… kkk
    makin seru mkin ngeebet bacanya… ^^
    oya thor… mau nnya klo ff Rache… gmna cra dpet password part 9-10^^

  152. Hyerim berkata:

    Ada apa smpe kyu ajak hyura kluar dri motel trbru2 gitu? Trus apa mksd prktaanya kyu klo donghae gk anggap hyura sbgai adiknya? Itu prsaan kyuhyun kn?

  153. elimns berkata:

    annyeong..aku reader baru.. mian aku baru tinggalin jejak setelah baca sampai part 4 ini.. ff nya daebak deh eonni.,trs lnjut yh eonni.. fighting

  154. example6865 berkata:

    Ku rasa nanti hyura bakal jatuh cinta a kyu

  155. Ping-balik: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203

  156. Dhewull berkata:

    ko bisa kyuhyun bilang klo donghae punya perasaan sma hyura sbgai wnita? memang nya Wktu kecil Donghae Udh tau Cinta” an ya thor.. kkkk

    Daebakk

  157. nabilauma berkata:

    ya ampun lee donghae 😀
    ga nyangka 😀

  158. choi sena berkata:

    apa?
    ada yg bisa jelaskan kalimat terakhir nya?

  159. nha_onk berkata:

    wuahhh mereka udh pny moment yg bnyak
    n gk nyangka trnyta donghae jg suka sma hyura
    aigooo

  160. yoongdictasticgorjes berkata:

    gx tau dehh mo blng ap mkin ksini mkin tmbh bkin pnsran bcanya

  161. Rithaaa16 berkata:

    Donghae suka sama hyura ya?trus gmn kyu ya?

  162. LeeHyun berkata:

    Jawaban yg sama??? Secara g langsung Kyu berarti ngungkapin isi hatinya??? Dan dia selama ini nganggep Hyura sbg seorang wanita???? Kyaaa!!! Qu g sabar nunggu Hyura punya perasaan yg sma…

  163. Elvvvvv berkata:

    Wahh suka bgt sm part ini. Bikin senyum2 sndiri bayanginnya. Itu si hyura gadiapa2in kan sm kyu???
    Hahahha.

  164. esakodok berkata:

    jgn blg dobghae suka sama hyura? wkwkwk…seru banget baca ff mu ..emosiku ikut naek turun

  165. mikyung berkata:

    apa ?? jdi maksudnya donghae suka sama hyura sebagai wanita ???

  166. Nurlaely D berkata:

    Skrg Hyura bru mnydrinya klo hidupnya bukan atas keinginannya sndri,,prubahan yg sgt drastis,,tp qu suka dia lbh trlihat ceria,,,what??? Jd Lee Donghae mnyukai adiknya sndri???

  167. Widya Choi berkata:

    Kyu protectif bgt y am hyura.. tlihat jls bgt dsini gmn dy jagain hyura n dy g mau ningglin hyura sndrian dg kondisiny yg g bgtu baik.. tp q jd gemes ndiri liat cara kyu mperlakukan hyura .. ada ap kah gerangan hohohoho.
    Ap hyura mulai goyah eaaaaaaa.
    Nah loh kykny kyupil kceplosan. Jd slma ini bnr kn kyu diam2 mnaruh rasa am adik palsu ny itu…

  168. Rika ricardo berkata:

    Huaaa, gak kebayang gue gimana rasanya di gendong pake selimut doang, meskipun tu motel tempat orang-orang gak bener, tetep aja malu :-D:-D

  169. Park ni young berkata:

    Hyura sama kyuhyun gk capek apa mereka setiap ketemu pasti berantem kpn akurnya.

  170. Park ni young berkata:

    Aigoo ternyata kyuhyun maupun donghae nganggep hyura tu sebagai seorang wanita bukan sebagai adik tirinya.gimana tanggapan nya hyura y ?? Penasaran mending lanjut baca aja

  171. Vivirakim_94 berkata:

    Kalau gag salah dulu aku bacanya sampai sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *