Famiglia [Part 2]

stb

Happy Reading N Sorry For typho ^^

@Miss_Hoon

***

Tidak Mungkin

Aku terhenyak, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.Tapi Itu sesuatu yang mustahil. Bagaimana mungkin dua orang yang berbeda memiliki wajah yang sama. Tidak mungkin kembar kan?

“Eonni, bagaiamana?Pangeranku tampankan?”

Aku tidak mengubbris pertanyaanya lalu mengembalikan foto itu kasar dan berdiri cepat menuju kamarku, meninggalkan Minji yang kebingungan.

Aku melarikan tanganku cepat di layar sentuh ponselku.Menghubungi asistanku.

“Nammie-ah” panggilku langsung saat dia mengangkatnya

“Eoh Hyura-ya.Ada apa?”

“bisa kau selidiki panti asuhan yang selalu kakek dan Donghae kunjungi?” jawabku cepat.

“ada beberapa panti asuhan. Yang mana yang kau maksud?”

“yang paling sering mendapatkan donasi dari Donghae atau kakekku atau apapun yang paling sering mendapat perhatian mereka berdua” aku sampai di kamarku lalu membuka pintunya cepat secepat aku menutupnya lalu bergegas duduk di ranjang.

“oke, tunggu sebentar. Akan kuperiksa” aku mengetuk-ngetuk jari ku diatas paha menunggu Nammie.

“Hyura-ya aku harus menanyakannya langsung pada Sekertaris atau asistan Donghae. Di database hanya ada daftar panti asuhan yang mendapat donasi dari perusahaan dan bukan secara personal”

“kalau begitu tanyakan” kataku tidak sabar

“untuk apa aku menanyai jadwal orang lain yang buka bosku? Itu terdengar aneh. Kau tau”

Sial.Dia benar. “kalau begitu apa ada nama panti asuhan yang selalu ada dalam daftar selama 16 tahun belakangan ini?”

“tunggu sebentar”

Aku menunggu

“ada” sahutnya. Aku terlonjak senang “tidak jauh.Panti asuhannya ada di Incheon. Aku akan mengirimkan alamatnya padamu”

“Eoh. Gomawo”

“tapi untuk apa Hyura-ya?”

“aku tidak bisa mengatakannya di telepon. Nanti kujelaskan”

“eoh baiklah”

Aku memutuskan sambungan telepon.Dan menunggu pesan dari Nammie yang memberitauku alamat panti asuhan yang kuduga adalah tempat kakek mengadopsi Donghae.Mungkin aku bisa mendapatkan sesuatu disana.

Aku mengganti bajuku cepat. Dan perlahan melepas jarum infuse. Aku tidak bisa menunggu hingga besok dan kuputuskan untuk menyelinap.Hari masih siang, kukira aku bisa mencapai Incheon sebelum gelap.

Beruntung Siwon tidak membawa tasku pergi.Aku masih memiliki Dompet dan ponsel.

Aku menyetop taksi begitu keluar dari rumah sakit dan menyebutkan alamat yang yang dikirimkan Nammie.

***

Bangunan di depanku seperti bangunan sekolah tua yang di renovasi sebagai tempat tinggal.Tanpa ragu aku masuk dan bertemu dengan kepala yayasan panti asuhan tersebut.

“senang akhirnya aku bisa bertemu dengan CucuTuan Park Soha. Silahkan duduk” sambut ramah seorang wanita pertengahan 30an di ruang kerjanya. Yoon Sangmi. Itu yang kubaca dari papan nama yang ada diatas mejanya. Mungkin bisa dibilang ini adalah kantor kepala sekolah jika memang ini benar-benar bangunan sekolahan.

Aku tersenyum sebisaku “terima kasih. Aku hanya sekedar berkunjung dan ingin bertanya-tanya jika kau tidak keberatan”

“oh ya. Tentang apa? Akan kubantu sebisaku, mengingat jasa kakek dan kakak laki-laki anda untuk panti asuhan ini”

“selama 16 tahun kakekku menjadi donator tetap untuk panti asuhan ini” Sangmi mengangguk. “kalau boleh kutau sejak kapan kakakku mengikuti jejaknya”

Dia berpikir sebentar “sepertinya belum terlalu lama.Mungkin 5 atau 6 tahun lalu. Saat itu aku juga belum lama menjabat sebagai kepala yayasan yang sebelumnya di pegang oleh ibuku” jelasnya

Aku mengangguk sambil berpikir. 5 atau 6 tahun lalu, kira-kira dia baru menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke korea setelah Kakek mengirimnya ke Amerika untuk sekolah. Sedangkan saat itu aku masih berada di tingkat 1 atau 2.Aku tidak mengingatnya dengan baik. Jadi dia menjadi Donatur setelah lulus dan bekerja. Cukup bijaksana.Batinku.

“setauku, kakakku tinggal disini sampai usianya 13 tahun”

“12tahun” katanya mengoreksi

Aku mengangguk “aku ingin memberinya sedikit kejutan untuk ulang tahunnya. Dengan mengundang beberapa teman-temannya selama ia tinggal disini. Apa kau bisa membantuku menghubungi mereka?”

“aku tidak begitu yakin. Lagi pula saat itu aku pun masih remaja. Dan tidak terlalu ingat siapa-siapa saja teman-teman Donghae” Dia tersenyum minta maaf”tapi yang kuingat saat itu Donghae sedang sakit saat Kakek anda mengadopsinya”

“sakit? Sakit apa?” tanyaku terkejut.Dalam ingatanku Donghae adalah anak yang sehat.Dia jarang sekali sakit bahkan Flu sekalipun.

Dia menggeleng pelan “aku tidak tau pasti. Donghae anak pendiam dan jarang bergaul”

“lalu apa anda tau tentang orang yang bernama…Cho Kyuhyun?”

“Cho Kyuhyun?” ulangnya tidak yakin.Lalu berpikir keras.Sangmi terlihat tenggelam dalam ingatannya dan aku dengan sabar menunggu. Kemudian ia mengerjap beberapa kali seperti mendapatkan pencerahan.

“anda tau?” tanyaku penuh harap.

Dia menganggguk “Kyuhyun anak yang paling beruntung di sini.Dia diadopsi setelah baru satu bulan di bawa ke sini. Ibuku bilang, keluarganya tewas dalam kecelakaan dan menyisakan dia dan kakaknya yang saat itu masih terbaring koma di rumah sakit. Tapi karena waktunya yang telalu singkat disini kurasa Donghae tidak mengenal Kyuhyun”

“benarkah?” sahutku kecewa. Jadi mereka tidak ada hubungannya.

“atau mungkin mereka saling mengenal” kata Sangmi tidak yakin. “sebelum kakek anda mengadopsinya, Donghae sempat pingsan dan Kyuhyun yang membawanya ke klinik”

“apa kalian memiliki foto mereka berdua” aku pasti bisa mengenali Donghae. Masih jelas ingatanku tentang malam pertama saat Kakek membawa bocah laki-laki yang terlihat gugup dan canggung saat memperkenalkan dirinya di hadapanku dan ibuku.

“sayang sekali tidak ada” katanya menyesal.

“Boleh kutau siapa yang mengadopsi Kyuhyun?”

“Sebentar” katanya sembari bangkit dan berbalik menuju kabinet besar di belakang mejanya. Dia mengeluarkan setumpuk map besar lalu membawanya ke meja dihadapanku sambil terduduk kembali. Aku hanya menonton saat dia memilah-milah kertas.Ekspresinya sangat serius berusaha tidak terlewat satu lembar pun. Dia tersenyum puas saat menemukan yang ia cari.

“Cho Kyuhyun di adopsi oleh keluarga Blackstone dari Inggris.Keluarga itu juga mengadopsi kakaknya dan membawa mereka berdua kesana.Ini kau bisa melihatnya sendiri” Sangmi menyodorkan kertas yang dia pegang ke arahku.

Aku mengambil dan membacanya sekilas. Dia diadopsi pada tahun yang sama dengan Donghae dan kemungkinan mereka mengenal satu sama lain juga sangat kecil. Lagipula aku juga tidak pernah mendengar nama Blackstone. Apa aku terlalu berlebihan mencurigai Donghae?

Aku mengangguk dan tersenyum sambil mengambalikan kertasnya “terima kasih atas bantuannya”

“maaf aku tidak bisa membantu banyak”

“Gwenchana.Informasi ini lebih dari cukup” kataku tulus.Aku mengeluarkan kartu namaku dan memberikannya padanya. “jangan sungkan menghubungngiku jika kau butuh bantuan” setidaknya ini yang bisa kulakukan untuk balasan infromasi yang ia berikan padaku.

“tentu saja. Terima kasih” Sangmi tersenyum tulus dan aku berpamitan.

***

Aku mendapati Siwon mondar-mandir di dalam kamar inapku.Dia menoleh saat aku membuka pintu.

“Astaga Hyura-ya” pekiknya dan langsung merangsek memelukku erat “kupikir kau hilang” ia menjauhkan wajahnya namun tidak melepas pelukannya. Menatapku marah, lega dan bersyukur. “kau membuat kami semua panic”

“aku hanya keluar sebentar mencari angin segar” dustaku

“tapi seharusnya kau memberitau ku atau suster atau siapapun dan tidak membuat orang lain cemas” omelnya

“aku minta maaf”aku mencoba terdengar menyesal meskipun tidak sama sekali.

Dia mendesah dalam lalu memelukku kembali “syukurlah kau baik-baik saja” aku membalas pelukannya.

“Siwon ssi…..” kami berdua menoleh saat ada suara familiar memanggil kekasihku dari belakang.Donghae berdiri di ambang pintu dengan nafas tersengal seperti orang habis marathon.Lalu melihatku dengan Siwon sedang berpelukan.Dia mendesah dalam seolah teramat lega lalu sedetik kemudian wajahnya berubah kelam.

Aku melepas pelukanku “apa terrjadi sesuatu?—Oppa?” susah payah aku menambahkan panggilannya.

“Park Hyura!!” bentaknya “kau pikir apa yang sedang kau lakukan?”

Aku mengernyit.Apa barusan dia membentakku?berani sekali dia. Aku membalas menatapnya menantang.

“Donghae ssi, sebaiknya kita biarkan Hyura istrirahat.Dia terlihat lelah” sela Siwon.

“Siwon ssi, dengan segala hormat.Bisakah kau meninggalkan kami?Aku ingin bicara dengan adikku” pinta Donghae namun matanya tidak lepas menatapku.

Siwon bergerak tapi aku menahan lengannya “tidak.Jangan pergi.Jangan tinggalkan aku. Aku tidak memiliki urusan apapun dengannya” ujarku dingin

“Hyura-ya” bisik Siwon memperingatkan.Aku bisa melihat kilat marah di mata Donghae. Tapi aku sama sekali tidak takut. Bagiku menggelikan melihatnya berperan sebagai seorang kakak.

Aku menatap Siwon lalu tersenyum “apa kau tidak mau menemaniku?”

“tentuhoney, aku pasti akan menemamimu tapi……” ucapan Siwon terputus oleh bunyi pintu yang tertutup keras. Bagus.Akhirnya dia pergi.Jika aku bersama dengannya mulutku tidak tahan untuk menanyakan tentang orang yang bernama Kyuhyun.Dan sekarang bukan saat yang tepat, aku masih harus membuktikan kecurigaanku.

“kau membuat kakakmu kesal” desah Siwon.

Aku tidak memperdulikannya lalu berjalan ke arah lemari mengambil bajuku kemudian masuk kedalam kamar mandi.Siwon masih berdiri di tempat semula setelah aku kembali mengenakan pakaian rumah sakit.

“kau bergaul dengannya?” tanyaku. Aku melipat bajuku dan melemparnya ke dalam lemari sembarang lalu berbaring di ranjangku.Benar kata Siwon, aku kelelahan dan aku tidak meminum obatku membuat nyeri di sekeliling kepalaku.

“aku berbicara dengan kakakmu setelah insiden kemarin. Aku bahkan lupa dengan kemarahanku padanya saat melihatmu pingsan kemarin” Siwon mendekat dan duduk di sisi ranjang.

“jadi kalian berteman sekarang?” tanyaku sedikit mengejek.

Dia mengangkat bahunya “tidak bisa dibilang begitu.Aku berbicara padanya saat hanya diperlukan. Misalnya seperti tadi saat dia menelponku, memberitau bahwa kau tidak ada di manapun”

“dia datang kesini?”

“tentu saja. Dia juga berjaga semalaman diluar.Donghae tidak ingin mengganggumu makanya dia menunggu di luar.Aku tidak mengerti kenapa kau membencinya dan selalu menjelekkannya.Tapi setelah sedikit mengenalnya, dia tidak terlalu buruk.Aku jadi menyesal menyebutnya anak haram kemarin. Aku tidak yakin dia memaafkanku”

Aku terdiam.Cukup terkejut mengetahui bahwa dia ikut menjagaku.Mungkin dia juga merasa bersalah karena membuatku seperti ini.

“maaf membuatmu cemas” kataku tulus.

Dia menggeleng “jangan lakukan itu lagi.Terlebih untuk kakakkmu. Dia sangat kalut tadi”

please, berhenti membicarakannya. Kau tidak akan mengerti kenapa aku tidak menyukainya”

Siwon mendesah pelan “Arasseo.Sekarang istrihatlah” Siwon membantuku berbaring dan menyelimutiku lalu mencium rambutku singkat.

Aku menahan lengannya saat ia beranjak. Dia menoleh “Oppa, aku butuh bantuanmu”

Dia kembali duduk di sisi ranjang.

“kau punya kenalan detektif?”

Siwon mengernyitkan keningnya “kau butuh jasa detective?Untuk apa?”

“ada yang perlu kuselidiki. Jangan bertanya lebih jauh!!” tukasku saat melihatnya ingin bertanya lagi.

“setidaknya jangan biarkan aku terlalu buta. Aku harus tau apa yang dilakukan kekasih ku berbahaya atau tidak” sahut nya sabar.

“masalah perusahaan. Aku harus menyelidikinya untuk melindungi perusahaanku”

Siwon menatapku sebentar lalu mengangguk mengerti “baiklah akan kubantu. Sekarang tidur dan jangan membantah lagi Nona Park”

Aku mengangguk menurut dan Siwon kembali mendaratkan bibirnya di puncak kepalaku.

***

Keesokan paginya aku terbangun dengan tubuh lebih segar. Aku memakan sarapanku dan meminum obat.Saat menjelang siang Nammie datang menjemputku karena Siwon tidak bisa datang.

“Bagaimana keadaan di kantor?”Tanyaku.Nammie sedang membantuku melepaskan pakaian rumah sakit lalu melipatnya di atas ranjang.Dia membawakan pakaian baru untukku lalu membantuku memakainya.

“tidak ada masalah yang mendesak” sahutnya ringan

“Gomawo” kataku begitu dia selesai membantuku.

“Eoh” dia mengambil tas”apa perlu bantuan?”Tanyanya setengah meledek saat aku baru melangkahkan kaki.

Aku meliriknya malas “Aku bisa jalan sendiri” Nammie hanya mengangkat bahu tidak peduli lalu berjalan mendahuluiku dan membukakan pintu kamar.Tidak membutuhkan waktu lama sampai kami tiba dirumah. Dan Kim ahjumah telah menunggu kami di depan pintu. Dia menarik nafas lega saat melihatku turun dari mobil Nammie.

“Agashi” serunya lalu menghampiriku

Well, sayangnya aku cepat sembuh dan bisa mengomel lagi padamu” kataku bergurau.

Kim Ahjuma tertawa kecil “ijinkan saya membawa tas anda”

“silahkan” Nammie yang baru mengeluarkan tasku dari kursi belakang langsung menyerahkan padanya.

“Agashi.Apa ada makanan yang secara Khusus ingin kau makan?”

“apapun yang kau masak”

“Algeuseumnida” Dia menuuduk sekilas sebelum masuk ke dalam rumah. Aku beralih pada Nammie “kau mau langsung kembali ke kantor?”

“kau mengusirku?”

“tentu saja, aku tidak menggaji karyawanku yang kerjanya berkeliaran tidak jelas pada jam kantor”

Nammie mendengus tidak percaya “aku menjemput bosku dan kau bilaang berkeliaran tidak jelas?”

Aku tergelak “kau sensitive sekali. Ayo masuk”

“Tidak.Kau benar aku harus kembali. Pekerjaan ku sangat banyak:

Aku menatapnya tidak setuju

“aku harus menghandle pekerjaanmu. Ingat?”

Aku mengangguk. “lakukanlah yang menurutmu terbaik”

Dia berbalik membuka pintu mobil tapi berbalik lagi ke arahku “apa kau sudah bisa bepergian jauh?”

“kenapa?”

“mengenai Proyek pembangunan pabrik baru kita. Kau harus ke Gyeongsang-Do.Atau kau mau aku yang pergi?”

“Kapan?”

“Lusa”

“lusa?” ulangku

Dia mengangguk

“aku akan pergi”

“kau yakin?” tanyanya cemas

“aku tidak apa-apa” sahutku meyakinkan

Nammie kembali mengangguk “baiklah, akan kuurus perjalananmu. Aku pergi dulu”

“eoh hati-hati”

Nammie melesatkan mobilnya keluar dari halaman rumahku.

Malam harinya Siwon datang melihatku.Dia datang bersama temannya. Yang ku tau akan membantuku dalam penyelidikan mengenai orang yang bernama Cho Kyuhyun.

Namanya Lee Hyukjae. Seorang pria kurus berperawakan tegas namun memiliki selera humor yang bagus.Kupikir dia tipe orang yang mudah berbaur.

Lee Hyukjae memberikan kartu namanya padaku dan aku menerimanya lalu membacanya sekilas. Dia memiliki kantor di kawasan elit Gangnam. Tidak jauh dari kantorku.

“Aku akan segera mengunjungimu” kataku penuh arti.

Dia tersenyum ramah “suatu kehormatan bagiku”

Siwon melingkarkan tangannnya di sekeliling pinggangku “kau sudah minum obat?”

Aku mengangguk

Hyukjae berdehem “sepertinya aku harus menikmati jamuan dari tuan rumah” katanya bijaksana, dia memberikan kami privasi.”Akan kutunggu di ruang makan”

“Gomawo, nanti kami akan menyusul” sahut Siwon.

“Apa dia bisa dipercaya?”Tanyaku sepeninggal Hyukjae.

Siwon mengernyit agak tersinggung dengan pertanyaanku “Ayahnya adalah pengacara keluargaku.Keluarganya telah melayani keluargaku secara turun temurun dan firma hukum miliknya memiliki reputasi yang baik.”

“Dia pengacara?”

Siwon mengangguk “itu profesi resminya. Tapi dia termasuk orang yang serba bisa”

“aku mengerti, maaf kalau begitu”

Siwon mengangguk “kurasa tidak baik meninggalkan tamu sendirian” Siwon menarikku ke dapur bergabung bersama temannya Lee Hyukjae.

***

Keadaanku sudah lebih baik. Nyeri bekas luka inipun mulai tidak terasa.Sebelum mengunjungi Hyukjae ke kantornya aku pergi kerumah sakit untuk pemeriksaan rutin.Langkahku terhenti di bangsal anak-anak.Aku teringat bocah kecil bernama Minji.Sejak hari itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.Aku sedikit melongok namun tidak ada anak itu.Mungkin bukan disini kamar inapnya atau dia juga sudah keluar.Aku lega jika memang dia sudah keluar dari rumah sakit.Kemudian Aku bergegas menuju kantor Hyukjae.

Kantornya tidak terlalu besar.Dia menggunakan 2 lantai dari salah satu gedung perkantoran di kawasan elit ini. Aku disambut seorang wanita di bagian receptionist saat lift terbuka.

Aku hanya perlu menyebutkan namaku dan wanita itu langsung mengantarku ke ruang kerja Hyukjae.Sangat efisien.

Hyukjae tersenyum lebar saat melihatku memasuki kantornya.Penampilannya jauh lebih menunjukkan siapa dia sebenarnya ketimbang semalam. Dia menggunakan jas berwana hitam dipadu dengan celana linen dengan warna yang sama. Dan kemeja putih tanpa dasi.

“aku tidak menyangka secepat ini kau datang menemuiku. Silahkan duduk Nona Park”

Hyukjae duduk di salah satu Sofa di ruangannya dan aku mengangguk lalu memposisikan diriku di depannya.

“aku tidak suka membuang waktu. Kupikir lebih cepat lebih baik” jawabku

Hyukjae mengangguk “baiklah, kalau begitu apa yang bisa kubantu. Mengingat semalam kau tidak ingin membicarakannya saat bersama Siwon kurasa ini cukup penting”

“aku ingin kau menyelidiki kakak tiriku. Namanya Lee Donghae” aku menunjukkan fotonya.Hyukjae memajukan duduknya lalu memeperhatikan foto yang ku berikan.Ia memegang dagunya dan mengangguk.

“16 tahun yang lalu kakek membawanya dari salah satu panti asuhan di Incheon” aku mengeluarkan alamat yang kudapat dari data perusaahaanLalu menyodorkannya. “kakekku bilang dia adalah anak dari ayahku dengan wanita lain” Aku menarik nafas dalam. Cukup menyakitkan membeberkan aib keluargaku sendiri.

“lalu beberapa hari lalu aku bertemu seorang anak yang menunjukkan foto kakak tiriku tapi anak itu memanggilnya‘Cho Kyuhyun’” aku berhenti sebentar, menilai reaksi Hyukjae. Dia tetap bergeming mendengarkanku dengan serius.“Dananak itu membawaku juga pada wanita yang bernama Cho Ahra.Wanita itu mengenalku dan terus menyebut orang yang bernama Kyuhyun.Apa kau bisa mencari orang yang bernama Kyuhyun juga?”

Hyukjae tidak langsung menjawab, ia seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri. Aku menunggunya dengan sabar sampai ia menegakkan tubuhnya kembali.

“cerita keluarga yang cukup rumit” komentarnya

“yah begitu lah” sahutku sedikit malu

“jadi maksudmu satu wajah dengan dua nama? ‘Lee Donghae dan Cho Kyuhyun”

Aku mengangguk

“dan kau tidak tau mana yang benar diantara keduanya?”

“tepat sekali. aku sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinannya tapi aku tidak yakin. Apa lagi kemungkinan kembar yang sangat kecil karena Kyuhyun memiliki kakak perempuan”

“Menarik. Satu wajah dengan dua identitas” gumamnya

“Apa kau bisa membantuku?”Tanyaku penuh harap.

Hyukjae tersenyum tipis “data-data yang kau berikan cukup lengkap.Kurasa tidak terlalu sulit. Akan kuusahakan”

Aku tersenyum lega lalu mengeluarkan alat recorder dari tasku “ini hasil wawancaraku dengan pemimpin yayasan panti asuhan. Ku rasa akan sedikit membantu”

Dia menerimanya “akan sangat membantu meskipun begitu aku tidak meminta bayaran yang murah”

Aku tertawa kecil “aku bukan tipe orang yang tidak menghargai kerja keras orang lain Hyukjae ssi”

Oke Call” dia mengulurkan tangannya

Dengan senag hati aku menyambutnya ”Oke Call

***

Aku membereskan barang bawaanku yang akan ku bawa ke Gyeongsang. Satu koper besar untuk wanita kurasa tidak berlebihan untuk perjalanan 4 hari disana.Aku mengecek Emailku dan menerima jadwal perjalanan dari Nammie.Aku membacanya sebentar lalu mengeprintnya.Tidak terlalu padat tapi hampir setiap hari aku harus meeting.

Tok…Tokk…

“masuk” kataku

Donghae menjulurkan kepalanya dari balik pintu.

Dahiku berkerut, mau apa dia?

“kau sudah siap?” tanyanya

“siap? Untuk?”

“kita akan pergi ke Gyeongsang. Bukankah asistanmu sudah mengatakannya?”

“Mwo?Kita?”Sial.Nammie tidak mengatakannya aku harus pergi dengan Lee Donghae.

“cepatlah, aku tidak ingin ketinggalan pesawat. Kutunggu di bawah” dia menutup pintu dan meninggalkanku yang masih tidak percaya Sekaligus kesal dengan asistanku.

“Sialan kau . Han Nammie”

Selama perjalanan aku hanya diam merengut.Donghae sibuk dengan Pc tabletnya di sisi Kim Ahjussi.Dan aku duduk di belakang tanpa berminat membuka mulutku.Teringat percakapan menyebalkanku tadi dengan asistanku.

“Ya! Kenapa kau tidak bilang aku pergi bersama Lee Donghae”

“kau kan tidak bertanya” sahutnya santai. Membuatku semakin kesal.

“astaga Han Nammie!! Kau….” Aku mendengus kesal “aku tidak mau pergi. Kau yang gantikan aku”

“YA!! Kau mana bisa begini! Lagipula memangnya kenapa? Dia kan kakakmu. kurasa bukan sesuatu yang salah melakukan perjalanan dinas dengan keluargamu sendiri”

“percuma bicara denganmu” bentakku. Apa sih yang assistanku pikirkan. Dia tau jelas aku tidak menyukai Donghae.Meskipun kami hidup bersama selama 16 tahun tapi aku masih tidak terlalu nyaman dekat dengannya.

“kau tidak mau turun?” suara Donghae membangunkanku dari lamunan. Tanpa menjawabnya aku turun dan mengambil koperku dari bagasi dan menggiringnya memasuki bandara.

Perjalanan kami tidak membutuhkan waktu lama kerena kami menggunakan pesawat. Aku dan Donghae langsung menuju ke Hotel beristirahat sebentar lalu kemudian di sore hari berkunjung ke kantor sementara kami disini.

Waktu berlalu kelewat cepat karena jadwalku cukup padat. Setelah pengecekan lahan dan kantor kami makan malam bersama staff lainnya. Lalu Besok pagi kami akan bertemu dengan pihak kontraktor dari perusahaan Sungmin.

Aku kembali ke kamarku setelah makan malam.Kepalaku kembali nyeri saat seharian ini aku tidak mengkonsumsi obatku dan bodohnya aku tidak membawanya.Aku berniat mandi terlebih dahulu tapi nyeri di kepalaku tidak bisa diajak kompromi.

Aku menyeret langkahku keranjang, lalu merebahkan diri disana.Berniat memejamkan mataku sebentar sebelum membersihkan diri.Tapi sesuatu mengusikku, cahaya terang yang menerobos retina mataku.

Aku terbangun cepat saat menyadari aku tertidur semalaman.Aku masih memakai pakaian kemarin bahkan masih lengkap dengan sepatu.Mungkin aku kelelahan dan beruntung sakit di kepalaku tidak sesakit semalam.

Aku bergegas ke kamar mandi sebelum aku terlambat meeting pagi ini. Aku menepuk keningku pelan saat teringat aku belum mengirimkan hasil meet up ku kemarin pada Nammie. Sial, ternyata banyak yang kulewatkan.

Aku mengeringkan rambutku sambil memeriksa ponselku.Sejak kemarin aku tidak membuka ponselku.Aku menerima satu pesan dari Siwon, Nammie dan Hyukjae.Aku lebih tertarik memriksa pesan Hyukjae lebih dulu.

From : Lee Hyukjae

Telepon aku segera setelah kau bisa.

Penting!!

Tanpa berpikir dua kali aku menekan nomornya.Terdengar dua kali nada sambung sampai aku mendengar suaranya yang familiar.

“eoh, Hyura ssi, akhirnya kau menghubungiku” sahutnya lega

“apa ada perkembangan?”

“kau dimana? Kurasa aku tidak bisa membicarakannya melalui telepon”

“aku sedang perjalanan dinas ke Gyeongsang” kataku dengan nada menyesal

“benarkah? Kapan kau kembali?”

“3 hari lagi”

“itu terlalu lama” desahnya

“kalau begitu katakan saja disini” desakku

“….”

“Hyukjae ssi” panggilku “kau masih disana?”

“eoh, beri aku waktu untuk berpikir”

Hening hingga beberapa menit dan aku mengetuk-ngetukkan kakiku di lantai berusaha bersabar.

Hyukjae mendesah pelan “bisakah kau pulang?”

“tapi aku baru sampai kemarin” bantahku

“kalau begitu aku hanya bisa berpesan berhati-hatilah dengan kakak tirimu”

“Mwo? Hyukjae ssi bisa kau bicara lebih jelas, apa maksudmu?” cecarku

“sudah kubilang aku tidak bisa membicarakannya di telpon. Lebih baik kita harus bertemu karena aku ingin menunjukkan sesuatu padamu”

Aku mengacak rambutku kasar.Memikirkan bahwa aku kembali ke Seoul sangat menggiyurkan. Tidak terjebak disini bersama Donghae.Tapi aku memiliki tanggung jawab disini.Bila aku pulang sekarang dan kembali lagi kesini dengan pesawat mungkin aku bisa sampai ke sini lagi nanti malam.Tidak terlalu buruk tapi mungkin aku akan kelelahan.

“semoga apa yang ingin kau beri taukan sebanding dengan perjalananku” ancamku

“bagus. Kalau begitu sampai jumpa beberapa jam lagi. Hubungi aku kalau sudah sampai. Aku sendiri yang akan menjemputmu ke bandara”

“terima kasih atas tawarannya, dan pastikan kau tidak terlambat” kataku langsung menutup telepon dan menghubungi pihak hotel untuk mencarikan tiket pesawat tercepat menuju Seoul. Aku mengambil tas tanganku dan bergegas menumpang taxi yang sudah menungguku.

Aku harus pulang Seoul, nanti malam kupastikan aku kembali ke sini.

Meetinghari ini kuserahkan padamu

~Park Hyura~

Aku menyelipkan catatan kecil di bawah pintu kamar Lee Donghae. Mungkin itu tindakan pengecut tapi Aku tidak yakin bisa menghadapinya langsung dan mengatakan aku akan pulang.

***

“sebaiknya kau memegang kata-katamu dengan apa yang sudah kulakukan Hyukjae ssi” kataku begitu aku menaiki mobilnya.

“tentu. Kita ke kantorku.Disana tempat yang aman untuk berbicara” katanya dan langsung melesat meninggalkan bandara.

Aku tidak mengerti apa yang telah ditemukan olehnya tapi posturnya sangat tegang bahkan setelah bertemu denganku. Kurasakan ponselku terus bergetar.Beberapa panggilan tak terjawab dan pesan dari Nammie juga Donghae. Aku langsung menarik baterainya lalu melemparnya sembarang ke dalam tas. Aku yakin dia sudah membaca pesanku dan dipastikan dia juga sudah melaporkannya pada Nammie.Terkadang aku jengkel dengan mereka berdua.Jangan-jangan dugaanku benar bahwa mereka menjalin hubungan di belakangku.

“Hyura ssi”

Aku mendongak, tersadar dari lamunanku.Ternyata kami sudah berada dikantornya.Aku tidak menyadarinya.Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri.

“bisa kita mulai?” tanyanya

“tentu saja” sahutku dan duduk di depan meja kerjanya. Dia mengeluarkan dua lembar kertas dari laci mejanya lalu menodorkannya padaku.Aku menerima dan membacanya.

“Surat keterangan kematian” gumamku, menyuarakan apa yang ku baca.

“lihatlah kedua nama di kertas itu” perintahnya

Matu terbelalak membacanya. Di masing-masing kertas tercantum nama Lee Donghae dan Cho Kyuhyun. “a..apa maksudnya ini?” tanyaku bingung sekaligus terkejut.

“pekerjaan ini benar-benar mudah, aku hanya melanjutkan apa yang sudah kau mulai. Setelah mendengar rekaman wawancaramu dangan ketua yayasan aku langsung menghubungi salah satu kenalanku di rumah sakit tempat Donghae di rawat.Dan menanyakan perihal riwayat penyakit Donghae.Ternyata kakakmu mengidap kelainan jantung sejak lahir. Dia mulai berobat di rumah sakit Incheon setelah pindah ke kota itu dari desa nelayan di Mokpo. Apa kau ingat ayahmu pernah mengatakan sesuatu tentang kota itu?”

Aku berpikir keras mencoba mengingat–ingat “ Ayahku tidak pernah mengatakan tentang kota itu tapi dia berencana membangun sebuah bisnis makanan ikan kaleng dan memberdayakan para nelayan-nelayan kecil”

“aku melihat di catatannya tempat dimana dia lahirkan. Ibunya meninggal saat melahirkannya dan Donghae lahir secara premature.Lalu dia di rawat oleh neneknya dan di bawa Ke Incheon setelah menjual rumah dan kapal mereka. Aku mendengar langsung dari suster tua yang membantu persalinannya sekaligus tetangga mereka”

Mendengarnya ada perasaan iba yang menjalari hatiku.Selama ini aku dan ibuku selalu merasa sebagai korban tapi ternyata dia juga korban karena keegoisan ayahku.

“tidak lama setelah itu neneknya meninggal dan Donghae di bawa ke panti asuhan. Selama di panti asuhan kondisinya semakin memburuk sampai akhirnya dia pingsan dan meninggal saat berumur 12 tahun”

“kau…. Bercanda” kataku tercekat, air mataku mulai menggenang. Berusaha tidak mempercayai apa yang dikatakan pengacara ini “Lee Donghae masih bersamaku tadi. Dia masih hidup, sehat hingga umurnya yang ke 28” meskipun berusaha tidak percaya tapi bayangan tentang anak laki-laki yang menderita penyakit sejak lahir lalu kesakitan-kesakitan yang dia tahan sampai akhirnya dia meninggal terus terlintas di kepalaku.

Hyukjae mendesah pelan “dia bukan kakakmu Hyura-ya. Dia hanya seorang actor bayaran yang berperan menjadi kakakmu”

Hyukjae kembali mengelurakan kertas dari lacinya “maaf kalau aku lancang memasuki area pribadimu.Aku melakukan tes DNA untuk meyakinkan hipotesisku. Dan hasilnya kau sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya. Sebaliknya, kakak tirimu memiliki keakuratan 99% dengan wanita yang bernama Cho Ahra”

Mulutku menganga, terlalu terkejut mungkin. Aku tidak tau harus bereaksi apa mendengarnya, marah, kecewa, sedih, dan muak semuanya bergumul menjadi satu. “ja… jadisiapa orang yang tinggal bersama keluargaku selama 16 tahun ini?” tanyaku terbata. Aku tidak yakin ingin mendengarnya, mengetahui orang asing tinggal bersama keluargaku dan berpura-pura menjadi salah satu diantranya saja membuat bulu kudukku berdiri.

“Dialah orang yang bernama Cho Kyuhyun. Yang berpura-pura sebagai kakakmu”

Aku mengernyit tidak mengerti “tidak mungkin, kau lihat disini juga ada catatan kematiannya”

“yang satu palsu dan yang satu asli”

Aku semakin tidak mengerti

“kenalanku di rumah sakit tempat Donghae meninggal bilang bahwa ada seorang anak kecil yang mengantar temannya yang pingsan karena penyakit jantung. Pada awalnya nama anak itu terdaftar sebagai Lee Donghae sampai surat kematiannya keluar, namun ada petugas lain yang mengatakan bahwa yang meninggal bernama Cho Kyuhyun dan Lee Donghae adalah anak yang mengantarnya karena itu ada dua surat keterangan kematian”

“dan kau juga tau dari kepala yayasan itu bahwa Cho Kyuhyun lah yang membawa Donghae ke klinik. Jadi kurasa kau bisa mengasumsikannya sendiri”

“Tidak mungkin.Ini sangat tidak masuk akal.Kau dengar rekaman itu? Cho Kyuhyun di adopsi oleh keluarga dari inggris”

“Untuk masalah itu akupun belum terlalu jelas.Tapi Ahra tidak pernah meninggalkan Korea semenjak kecelakaan yang menimpa keluraganya.Ahra juga baru sadar dari komanya kurang dari setahun lalu.

“Ini benar-benar tidak masuk akal” gumamku.Jujur saja aku masih belum mempercayainya.Bahkan sangat sulit, bagaimana mungkin orang itu bisa berperan sebagai orang lain selama 16 tahun?

Jika memang benar.Bisa dikatakanorang yang bernama Kyuhyun itu penipu.Masuk ke dalam keluargaku dan berpura-pura menjadi salah satu anggota kelurga kami seperti lintah yang terus menempel dan menghisap.Dasar parasit. Akhirnya aku menegtahui kenapa wanita buta itu terus menyebut nama Kyuhyun dan menyebutku adikknya yang lain. Cih, yang benar saja.Sampai mati pun aku tidak mau menjadi adik dari seorang penipu.

“aku akan melaporkannya pada polisi, dan aku mau kau jadi pengacaraku”

Hyukjae menggeleng sambil tersenyum miris “tidak semudah yang kau pikirkan Hyura ssi.Kau lupa dengan kakekmu? Setauku Tuan Park adalah orang pintar, jadi kurasa ia tidak mungkin tertipu oleh anak kecil berumur 12 tahun”

“ja..jadi kakekku tau semua ini?” kejutan lain lagi.

“untuk masalah itu sebaiknya kau tanyakan langsung pada kakkekmu”

Aku menyandarkan tubuhku di punggung kursi. Merasa tubuhku seperti jelly begitu lemas. Kebenaran selama 16 tahun akhirnya mengahantamku.Pikiranku terlalu sibuk untuk sekedar malu pada Hyukjae mengenai bobroknya keluargaku.

“kau baik-baik saja Hyura ssi? Mau minum”

Aku menggeleng lemah “tidak terima kasih.Aku sangat menghargaimu kerja kerasmu.Akan kutransfer bayarannya ke rekeningmu” aku mencoba berdiri namun kakiku seperti tidak menemukan pijakan.Hyukjae buru-buru bangkit dari kursinya memegangiku agar tidak jatuh.

“aku tidak apa-apa. Maaf” aku berusaha menguasai diriku sendiri dan berdiri sendiri.

“mau kupanggilkan Siwon?” tanyanya Khawatir

“tidak perlu. Dan kuharap kau tidak memberitaunya mengenai masalah ini”

“tentu saja tidak” sahutnya sediki tersinggung. “aku selalu menjaga privasi klienku”

“gomawo”

“kuantar ke bandara?” tawarnya

Aku mengambil tasku dan menggeleng pelan “tidak.Tidak perlu. Aku tidak yakin bisa kembali kesana dan bertemu penipu itu”

“kalau begitu perlu ku antar ketempat lain”

“Tidak. Terima kasih”Aku menunduk singkat sebelum keluar dari kantor Hyukjae. Aku menyalakan ponselku dan mengabaikan pesan-pesan yang masu