Famiglia [Part 2]

stb

Happy Reading N Sorry For typho ^^

@Miss_Hoon

***

Tidak Mungkin

Aku terhenyak, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.Tapi Itu sesuatu yang mustahil. Bagaimana mungkin dua orang yang berbeda memiliki wajah yang sama. Tidak mungkin kembar kan?

“Eonni, bagaiamana?Pangeranku tampankan?”

Aku tidak mengubbris pertanyaanya lalu mengembalikan foto itu kasar dan berdiri cepat menuju kamarku, meninggalkan Minji yang kebingungan.

Aku melarikan tanganku cepat di layar sentuh ponselku.Menghubungi asistanku.

“Nammie-ah” panggilku langsung saat dia mengangkatnya

“Eoh Hyura-ya.Ada apa?”

“bisa kau selidiki panti asuhan yang selalu kakek dan Donghae kunjungi?” jawabku cepat.

“ada beberapa panti asuhan. Yang mana yang kau maksud?”

“yang paling sering mendapatkan donasi dari Donghae atau kakekku atau apapun yang paling sering mendapat perhatian mereka berdua” aku sampai di kamarku lalu membuka pintunya cepat secepat aku menutupnya lalu bergegas duduk di ranjang.

“oke, tunggu sebentar. Akan kuperiksa” aku mengetuk-ngetuk jari ku diatas paha menunggu Nammie.

“Hyura-ya aku harus menanyakannya langsung pada Sekertaris atau asistan Donghae. Di database hanya ada daftar panti asuhan yang mendapat donasi dari perusahaan dan bukan secara personal”

“kalau begitu tanyakan” kataku tidak sabar

“untuk apa aku menanyai jadwal orang lain yang buka bosku? Itu terdengar aneh. Kau tau”

Sial.Dia benar. “kalau begitu apa ada nama panti asuhan yang selalu ada dalam daftar selama 16 tahun belakangan ini?”

“tunggu sebentar”

Aku menunggu

“ada” sahutnya. Aku terlonjak senang “tidak jauh.Panti asuhannya ada di Incheon. Aku akan mengirimkan alamatnya padamu”

“Eoh. Gomawo”

“tapi untuk apa Hyura-ya?”

“aku tidak bisa mengatakannya di telepon. Nanti kujelaskan”

“eoh baiklah”

Aku memutuskan sambungan telepon.Dan menunggu pesan dari Nammie yang memberitauku alamat panti asuhan yang kuduga adalah tempat kakek mengadopsi Donghae.Mungkin aku bisa mendapatkan sesuatu disana.

Aku mengganti bajuku cepat. Dan perlahan melepas jarum infuse. Aku tidak bisa menunggu hingga besok dan kuputuskan untuk menyelinap.Hari masih siang, kukira aku bisa mencapai Incheon sebelum gelap.

Beruntung Siwon tidak membawa tasku pergi.Aku masih memiliki Dompet dan ponsel.

Aku menyetop taksi begitu keluar dari rumah sakit dan menyebutkan alamat yang yang dikirimkan Nammie.

***

Bangunan di depanku seperti bangunan sekolah tua yang di renovasi sebagai tempat tinggal.Tanpa ragu aku masuk dan bertemu dengan kepala yayasan panti asuhan tersebut.

“senang akhirnya aku bisa bertemu dengan CucuTuan Park Soha. Silahkan duduk” sambut ramah seorang wanita pertengahan 30an di ruang kerjanya. Yoon Sangmi. Itu yang kubaca dari papan nama yang ada diatas mejanya. Mungkin bisa dibilang ini adalah kantor kepala sekolah jika memang ini benar-benar bangunan sekolahan.

Aku tersenyum sebisaku “terima kasih. Aku hanya sekedar berkunjung dan ingin bertanya-tanya jika kau tidak keberatan”

“oh ya. Tentang apa? Akan kubantu sebisaku, mengingat jasa kakek dan kakak laki-laki anda untuk panti asuhan ini”

“selama 16 tahun kakekku menjadi donator tetap untuk panti asuhan ini” Sangmi mengangguk. “kalau boleh kutau sejak kapan kakakku mengikuti jejaknya”

Dia berpikir sebentar “sepertinya belum terlalu lama.Mungkin 5 atau 6 tahun lalu. Saat itu aku juga belum lama menjabat sebagai kepala yayasan yang sebelumnya di pegang oleh ibuku” jelasnya

Aku mengangguk sambil berpikir. 5 atau 6 tahun lalu, kira-kira dia baru menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke korea setelah Kakek mengirimnya ke Amerika untuk sekolah. Sedangkan saat itu aku masih berada di tingkat 1 atau 2.Aku tidak mengingatnya dengan baik. Jadi dia menjadi Donatur setelah lulus dan bekerja. Cukup bijaksana.Batinku.

“setauku, kakakku tinggal disini sampai usianya 13 tahun”

“12tahun” katanya mengoreksi

Aku mengangguk “aku ingin memberinya sedikit kejutan untuk ulang tahunnya. Dengan mengundang beberapa teman-temannya selama ia tinggal disini. Apa kau bisa membantuku menghubungi mereka?”

“aku tidak begitu yakin. Lagi pula saat itu aku pun masih remaja. Dan tidak terlalu ingat siapa-siapa saja teman-teman Donghae” Dia tersenyum minta maaf”tapi yang kuingat saat itu Donghae sedang sakit saat Kakek anda mengadopsinya”

“sakit? Sakit apa?” tanyaku terkejut.Dalam ingatanku Donghae adalah anak yang sehat.Dia jarang sekali sakit bahkan Flu sekalipun.

Dia menggeleng pelan “aku tidak tau pasti. Donghae anak pendiam dan jarang bergaul”

“lalu apa anda tau tentang orang yang bernama…Cho Kyuhyun?”

“Cho Kyuhyun?” ulangnya tidak yakin.Lalu berpikir keras.Sangmi terlihat tenggelam dalam ingatannya dan aku dengan sabar menunggu. Kemudian ia mengerjap beberapa kali seperti mendapatkan pencerahan.

“anda tau?” tanyaku penuh harap.

Dia menganggguk “Kyuhyun anak yang paling beruntung di sini.Dia diadopsi setelah baru satu bulan di bawa ke sini. Ibuku bilang, keluarganya tewas dalam kecelakaan dan menyisakan dia dan kakaknya yang saat itu masih terbaring koma di rumah sakit. Tapi karena waktunya yang telalu singkat disini kurasa Donghae tidak mengenal Kyuhyun”

“benarkah?” sahutku kecewa. Jadi mereka tidak ada hubungannya.

“atau mungkin mereka saling mengenal” kata Sangmi tidak yakin. “sebelum kakek anda mengadopsinya, Donghae sempat pingsan dan Kyuhyun yang membawanya ke klinik”

“apa kalian memiliki foto mereka berdua” aku pasti bisa mengenali Donghae. Masih jelas ingatanku tentang malam pertama saat Kakek membawa bocah laki-laki yang terlihat gugup dan canggung saat memperkenalkan dirinya di hadapanku dan ibuku.

“sayang sekali tidak ada” katanya menyesal.

“Boleh kutau siapa yang mengadopsi Kyuhyun?”

“Sebentar” katanya sembari bangkit dan berbalik menuju kabinet besar di belakang mejanya. Dia mengeluarkan setumpuk map besar lalu membawanya ke meja dihadapanku sambil terduduk kembali. Aku hanya menonton saat dia memilah-milah kertas.Ekspresinya sangat serius berusaha tidak terlewat satu lembar pun. Dia tersenyum puas saat menemukan yang ia cari.

“Cho Kyuhyun di adopsi oleh keluarga Blackstone dari Inggris.Keluarga itu juga mengadopsi kakaknya dan membawa mereka berdua kesana.Ini kau bisa melihatnya sendiri” Sangmi menyodorkan kertas yang dia pegang ke arahku.

Aku mengambil dan membacanya sekilas. Dia diadopsi pada tahun yang sama dengan Donghae dan kemungkinan mereka mengenal satu sama lain juga sangat kecil. Lagipula aku juga tidak pernah mendengar nama Blackstone. Apa aku terlalu berlebihan mencurigai Donghae?

Aku mengangguk dan tersenyum sambil mengambalikan kertasnya “terima kasih atas bantuannya”

“maaf aku tidak bisa membantu banyak”

“Gwenchana.Informasi ini lebih dari cukup” kataku tulus.Aku mengeluarkan kartu namaku dan memberikannya padanya. “jangan sungkan menghubungngiku jika kau butuh bantuan” setidaknya ini yang bisa kulakukan untuk balasan infromasi yang ia berikan padaku.

“tentu saja. Terima kasih” Sangmi tersenyum tulus dan aku berpamitan.

***

Aku mendapati Siwon mondar-mandir di dalam kamar inapku.Dia menoleh saat aku membuka pintu.

“Astaga Hyura-ya” pekiknya dan langsung merangsek memelukku erat “kupikir kau hilang” ia menjauhkan wajahnya namun tidak melepas pelukannya. Menatapku marah, lega dan bersyukur. “kau membuat kami semua panic”

“aku hanya keluar sebentar mencari angin segar” dustaku

“tapi seharusnya kau memberitau ku atau suster atau siapapun dan tidak membuat orang lain cemas” omelnya

“aku minta maaf”aku mencoba terdengar menyesal meskipun tidak sama sekali.

Dia mendesah dalam lalu memelukku kembali “syukurlah kau baik-baik saja” aku membalas pelukannya.

“Siwon ssi…..” kami berdua menoleh saat ada suara familiar memanggil kekasihku dari belakang.Donghae berdiri di ambang pintu dengan nafas tersengal seperti orang habis marathon.Lalu melihatku dengan Siwon sedang berpelukan.Dia mendesah dalam seolah teramat lega lalu sedetik kemudian wajahnya berubah kelam.

Aku melepas pelukanku “apa terrjadi sesuatu?—Oppa?” susah payah aku menambahkan panggilannya.

“Park Hyura!!” bentaknya “kau pikir apa yang sedang kau lakukan?”

Aku mengernyit.Apa barusan dia membentakku?berani sekali dia. Aku membalas menatapnya menantang.

“Donghae ssi, sebaiknya kita biarkan Hyura istrirahat.Dia terlihat lelah” sela Siwon.

“Siwon ssi, dengan sega