My Brother's Girl [Part 5]

cats

Happy reading and sorry for typho ^^

@Miss_Hoon

***

Hyura terduduk kaku di balik pianonya. Meskipun jari-jarinya tetap bermain dengan lincah tapi pikirannya melayang kemana-mana. Gadis itu sedikit melirik ke lantai dua tempat sepasang kekasih itu sedang duduk. Ingin rasanya ia bangkitvdan menghampiri Donghae. Menanyakan bagaimana keadaannya, seberapa banyak yang pria itu ingat, apa Dia ingat meteka telah merencanakan sebuah pernikahan? Atau bahkan dia ingat dengan kematian ibunya.

Setelah sapaan singkat Donghae, Hyura menghentikan sejenak permainan pianonya hingga Haera pemilik Club secara langsung menegur Donghae untuk kembali ke tempat duduknya dan tidak mengganggu pemain pianonya. Dan karena itu pula konsentrasi Hyura selama pertunjukkan buyar. Beberapa kali dia nada yang dihasilkan miss dan membuat Ryeowook memelototinya.

“Kau mau ke rumah sakit?” Tanya Chaerin cemas. Sejak duduk di sebelahnya Donghae terus tertunduk sambil memegangi kepalanya.

“Donghae-ah, kau membutaku cemas. Apa perlu kita panggil Kyuhyun?” Chaerin melongok ke bawah melihat Kyuhyun masih ditempatnya sejak mereka memasuki club. Tentu saja Chaerin tudak heran kenapa dia memilih duduk didepan panggung, tempat duduk terdekat dengan Hyura.

Donghae menggeleng pelan “aku tidak apa-apa. Hanya sedikit sakit kepala” sahutnya pelan, malah hampir tidak terdengar.

“Kau mau pulang?”

Donghae mendongak dan semakin mencengkram rambutnya, menahan sakit kepala yang menjadi-jadi. “Aku ingin bertemu Hyura” katanya susah payah

“Tapi kau terlihat tidak sehat, sebaiknya kita pulang atau ke rumah sakit”

” aku tidak apa-apa” Kata Donghae keras kepala. Ia mengambil gelas Wine milik Chaerin dan meneguk nya sampai habis. “Kau lihat. Aku baik-baik saja” Donghae berusaha membalas tatapan Chaerin.

“Kau ini kenapa? Hyura pasti akan medatangimu setelah ini dan kau bisa bertemu dengannya Lagipula apa kau memiliki hal yang begitu mendesak dengannya?”

“Dia terlihat begitu….sehat”

“Apa yang kau bicarakan? Tentu saja dia sehat”

“Apa benar dia yang merawatku?”

“Tentu saja. Kau ini kenapa sih? Menanyakan hal-hal yang aneh. Dia perawatmu dan tentu saja dia sehat” kata Chaerin mulai kesal

“Anehh…” Donghar menggigit bibirnya saat merasakan kepalanya seperti di hantam, dan semakin menyakitkan saat ia mencoba mengingat tentang Hyura yang dulu pernah ia tau sampai Hyura yang sekarang yang Donghae ketahui bahwa gadis itu adalah kekasih adik sepupunya.

“Donghae-ah, wajahmu sangat pucat. kau membuatku takut. lebih baik kupanggil Kyuhyun”

“Aku tidak…….” Donghae ingin membantah ucapan Chaerin tapi tubuhnya seolah mengkhianatinya. Detik itu juga Donghae ambruk dan tak sadarkan diri. Chaerin panic dan langsung berteriak memanggil Kyuhyun begitu pula dengan pengunjung lain yang mendenagr teriakan panic Chaerin. Suasana Club Jazz yang tenang berubah seketika. Pertunjukan di panggung pun terhenti.

Kyuhyun berlari secepat yang dia bisa menghampiri Donghae dan Chaerin. Tidak ada waktu untuk bertanya pada Chaerin apa yang terjadi. Yang dia tau sekarang Donghae telah berada di punggungnya dan hanya satu tempat yang di ada dipikrannya saat ini.

Hyura yang sedikit bingung dengan keributan kecil yang terjadi menghentikan permainan pianonya. Lalu matanya menangkap Kyuhyun sedang menuruni tangga sambil menggendong Donghae.

“Astaga” pekiknya. Tanpa berpikir dua kali Hyura berlari mengikuti Chaerin yang setengah berlari di belakang Kyuhyun.

“apa yang terjadi?” tanya Hyura panic

“aku tidak tau” sahut Chaerin tak kalah panic.

“Han Chaerin” panggil Kyuhyun tegas. Hyura bisa merasakan ketakutan yang sama dari Kyuhyun. wajahnya tak kalah panic dari Hyura dan Chaerin.

“Arasseo” Sahut Chaerin cepat dan berlari mendahului Kyuhyun untuk membukakan pintu mobil. Begitu pintu terbuka Kyuhyun membaringkan Donghae di Kursi belakang lalu beralih ke balik kemudi. Diikuti Chaerin yang duduk disebelah Kyuhyun. sedangkan Hyura masuk ke kursi belakang memangku kepala Donghae.

Di jalan Kyuhyun menghubungi Eunhyuk yang kebetulan masih bertugas. Meminta pria itu bersiap di barisan UGD saat menyambut mereka. Hyura duduk dirunag tunggu sambil mengaitkan jarinya atau kadang meremas-remas tangannya mencoba menghalau perasaan cemasnya. Sedangkan Chaerin hanya bersandar di dinding sambil melipat tangannya di depan dada, gadis itu sangat tenang berbading terbalik dengan Hyura.

Hampir 20 menit mereka menunggu akhirnya Kyuhyun keluar membuat Hyura langsung bangkit menghampirinya. “Apa yang terjadi? Apa dia baik-baik saja?”

Kyuhyun menatap Hyura sekilas lalu melirik ke arah Chaerin yang masih bersandar di dinding namun menatapnya penasaran. Lalu mata Kyuhyun kembali pada Hyura.

“Kami belum tau, tidak ada yang salah pada tubuhnya. Jadi kita harus menunggunya sadar” Kyuhyun tau Hyura tidak puasa dengan jawabannya. Tapi memang itulah yang terjadi. “Sebaiknya kau pulang, beristirahat. Aku akan menghubungimu jika ada perkembangan”

Hyura menggeleng lemah ” aku tidak apa-apa. Aku akan menjaganya”

Seperti biasa. Hyura akan selalu keras kepala jika mengenai Donghae.

“Terserah, kau bisa menemaninya saat dia dipindahkan ke ruang perawatan” lalu mata Kyuhyun menatap Chaerin “kau juga mau disini?” Tanya Kyuhyun malas

Chaerin hanya mengendikkan bahunya. Kyuhyun mendengus malas lalu melengos meninggalkan kedua wanita itu.

“aneh” gumam Chaerin pelan tapi masih tertangkap oleh telinga Hyura. gadis itu menoleh.

“eh? Tadi kau bilang apa?”

“aneh. Itu kata terakhir yang di ucapkan Donghae tenangmu sebelum dia pingsan”

“maksudmu?” Tanya Hyura masih belum mengerti

Chaerin mengendikan bahunya ringan “aku juga tidak mengerti. Kita sama bingungnya.” Caherin mengangkat sudt bibirnya tersesnum kecil tapi tiada humor sama sekali dalam senyumnya “yang tidak kumengerti apa yang dilakukannya sebelum itu” gumam Chaerin lagi, seperti tenggelam dalam pemikirannya sendiri “kenapa dia menyapamu seperti itu, seperti baru saja bertemu setelah sekian lama. Aneh bukan?” Chaerin kembai tertawa hambar

Bukan hanya Chaerin, Hyura pun kebingungan dengan prilaku Donghae. mungkin untuk mengetahui jawabannya mereka memang harus menunggu sampai Donghae sadar.

Tidak lama pintu di belakang Hyura terbuka, Nampak Eunhyuk beserta kakek Donghae dengan wajah tidak terlalu baik

“Seosangnim” seru Hyura

Kakek Donghae tersenyum tipis melihat Hyura masih setia menunggu cucunya “tidak ada yang perlu di khawatirkan, Donghae baik-baik saja”

“benarkah?”

Lee Seosangnim mengangguk lemah. lalu terlihat tempat tidur Donghae di dorong keluar oleh dua perawat menuju kamar perawatan. “kau boleh menemaninya”

Hyura tersenyum lega “kamsahamnida Seosangnim” gadis itu mengikuti kemana Donghae di bawa. Chaerin menegakkan tubuhnya lalu menunduk singkat pada Eunhyuk dan Lee Seosangnim lalu mengikuti Hyura. Chaerin tidak terlalu menyukai kakek Donghae seperti Kyuhyun. Dia tau seberapa keras kakekknya menekan kedua cucunya.

***

Keesokan paginya Donghae membuka mata saat sayup-sayup mendengar alunan piano music klasik yang menenangkan hatinya. Kepalanya sudah tidak sesakit kemarin. Dia mengerjap perlahan berusaha menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang menembus kamarnya.

“Oppa….” Suara lembut familiar mengalun memanggil namanya. Entah siapapun dia yang jelas Donghae bisa merasakan kelegaan dalam suara itu “Oppa….” Panggil suara itu lagi. Donghae menoleh mencari sumber suara,

Gadis itu. Donghae berusaha membuka suaranya tapi tidak bisa seolah tenggorokannya tersumbat.

Hyura tersenyum lega “kau sudah sadar. Sebentar akan kupanggilkan Seosangnim” Donghae ini mencegahnya tapi Hyura keburu menghilang dari pandangannya. Dia mengutuk badannya yang begitu lemah.

Donghae melihat kakeknya dan adik sepupunya masuk. Dengan jelas Donghae mendengar Kyuhyun menyuruh Hyura menunggu di luar. Entah untuk alasan apa Donghae merasa kesal dengan sikap Kyuhyun.

“bagaimana perasaanmu Donghae-ah? Apa kepalamu masih sakit”

Donghae menggeleng lemah sambil menatap keduanya dingin.

“apa kau mengingat apa yang membuat kepalamu sakit?” tanya kakeknya lagi

Donghae menggeleng lagi. untuk kali ini dia berbohong. Pikirannya saat ini sangat jelas, bagiamana ingatannya mengenai pertemuannya dengan Hyura semalam.

Kakeknya mendesah pelan “arasseo, siang nanti kita lakukan ct scan lagi. jika memang tidak ada masalah kau boleh pulang” katanya kemudian pergi.tapi tidak dengan Kyuhyun. Dia terus menatap Donghae intens.

“kenapa kau menatapku begitu?” tanya Donghae dingin

“apa kau mengingatnya?” tanya Kyuhyun hati-hati.

“apa maksudmu?”

“Hyura. apa kau mengingat gadis itu?”

“tentu saja. Kenapa aku tidak mengingat perawatku?” sahut Donghae tidak senang merasa Kyuhyun menganggapnya sangat bodoh.

“selain menjadi perawatmu, apa lagi yang kau ingat tentangnya”

“seorang pianis dan……kekasihmu” sangat sulit bagi Donghae mengatakan kalimat yang terakhir. Dia sendiri tidak mengerti alasannya tapi rasanya tidak nyaman mengakui Hyura sebagai wanita Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lega “bagus kalau kau mengingatnya dengan jelas” dia belum mengingat apapun. batin Kyuhyun bersorak. Meskipun terdengar jahat tapi justru ini yang dia harapkan. Kyuhyun hendak pergi saat Donghae membuka suaranya, membuat pria itu berbalik.

“bagaimana kau bisa mengenal Hyura?” kali ini Donghae sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

“kenapa kau tiba-tiba penasaran?” Kyuhyun menyilangkan tangannya di depan dada.

“aku tidak mengingat kau mengenal seniorku. Sedangkan Hyura dulu tinggal di pulau Jeju. Jadi bagaimana kau bisa mengenalnya?”

Kali ini Kyuhyun yang kebingungan. Apa yang Donghae ingat sampai dia menanyakan hal itu. senior? Bahkan Kyuhyun tidak tau senior yang mana yang Donghae maksud.

“la…lalu bagaimana kau bisa mengenal kekasihku?” tanya Kyuhyun balik sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya.

“kau tidak menjawab pertanyaanku”

“aku hanya tidak merasa perlu untuk menceritakan kisahku pada orang lain. Terutama padamu” kilah Kyuhyun.

“aku tidak tertarik mendengar kisah cinta orang lain tapi….” Kata-kata Donghae tenggelam, dia tersesat dalam pikirannya sendiri. Donghae memjamkan matanya sebentar lalu mendesah pelan “tidak. Sepertinya aku yang terlalu mencemaskanya”

Kyuhyun terdiam menatap Donghae bingung lalu sebelum akhirnya pergi. Setelah pintu tertutup Hyura masuk sambil memasang senyum lebut di wajahnya. “apa ada yang Oppa inginkan?” tanyanya sambil mendekat lalu duduk dikursi di sisi ranjang. Donghae berusaha bangun dan Hyura membantunya lalu menyelipkan bantal di belakang punggung Donghae agar ia merasa nyaman.

“kau lapar? Ingin makan sesuatu?” tanya Hyura lagi

Donghae menggeleng lemah. tatapannya terus melekat pada wajah Hyura. Gadis itu terlihat salah tingkah di tatap seperti itu.

“hmm. Chaerin sedang pulang ganti baju. Nanti dia akan kembali” kata Hyura gugup. Mencoba mencairkan suasana tapi sepertinya tidak berhasil, Donghae tetap menatapnya intens.

Mereka berdua terdiam, suasana sangat canggung untuk Hyura tapi tidak untuk Donghae. pria itu menikmati kesunyian ini sambil memandangi wajah Hyura. ada perasaan rindu yang menggebu di dadanya. Yang Donghae tidak mengerti kenapa.

“syukurlah. Kau sudah sehat” kata Donghae pelan.

“Ye?”

“aku tidak percaya kau dengan Kyuhyun” Donghae terkekeh tapi dia sama sekali tidak gembira. Kenapa? Dia sendiri tidak tau.

Hyura mengernyit sedih. Donghae menganggapnya masih sebagai kekasih Kyuhyun.

“Oppa, aku…”

“bagaimana kabar Leeteuk Hyung?” potong Donghae cepat mengalihkan topic.

“Leeteuk Oppa? Kau mengingat Leeteuk Oppa?” Hyura terkejut sekaligus senang.

Donghae mengangguk pasti. “Maaf, aku tidak mengingatmu dulu saat aku adar pertama kali. Aku menyadarinya saat aku melihatmu bermain piano di Club semalam. Cara bermainmu mengingatkanku pada seseorang”

“M..Mwo?” tiba-tiba saja Hyura berdiri “apa saja yang kau ingat? Ani. Maksudku seberapa banyak yang kau ingat?”

Donghae tertawa kecil “aku lupa seberapa bersemangatnya dirimu. Bahkan dulu saat harus menghabiskan berhari-hari dirumah sakit?”

Mata Hyura berkaca-kaca. Dia begitu bahagia mendapati Donghae mulai mengingatnya meskipun belum semuanya tapi itu kemajuan yang sangat berarti.

“apa kau ingat bagaimana kita bertemu?” tanya Hyura penuh harap

Donghae mengangguk sambil tersenyum membuat senyum Hyura semakin lebar.

“gadis kecil yang selalu mengganggu kakaknya di klinik berpura-pura sebagai perawat professional”

Hyura tersenyum senang mendengarnya. Gadis itu duduk di ranjang Donghae. “gomawo Oppa. Kau mengingatku”

Donghae mengambil tangan Hyura “kau terlihat sangat sehat Hyura-ya. aku senang melihatmu memiliki rona ini” Donghae menjalankan jari-jarinya membelai pipi Hyura. “dulu kau seputih kapas. Aku benar-benar senang jika memang kau sudah sembuh”

Hyura tersenyum miris “yah berkat seseorang aku sembuh”

Donghae ingin bertanya namun perhatian mereka teralih pada pintu yang terbuka. Chaerin membuka pintu dengan brutal begitu pula dengan menutupnya. Hyura langsung berdiri menjauhi Donghae mencegah kesalahpahaman. Padahal dialah tunangannya yang asli. Hyura tertawa miris mengigat hal tersebut.

“maaf untuk yang tadi” kata Chaerin sambil kesusahan membawa banyak barang di tangan kanan daan kirinya.

Hyura mengahmpirinnya”biar kubantu” kata Hyura sambil mengambil satu kantong besar di salah satu tangan Chaerin.

“gomawo Hyura ssi. Bagus kau sudah sadar, jadi usahaku tidak sia-sia”

“apa yang kau bawa?” tanya Donghae penasaran.

Chaerin meletakkan barang bawaannya lalu mendekat dan mengecup singkat bibir Donghae. “barang-barang kita. tentu saja”

Hyura memalingkan muka sejenak lalu menarik nafas dalam lalu berusaha tersenyum. Menyemangati dirinya bahwa ia bisa melewati fase ini.

“barang-barang kita?” tanya Donghae melongok melihat apa yang Caherin bawa.

Chaerin mengambil kotak kayu dari paper bag yang paling besar lalu membukanya “lihat, aku mencarinya di gudang rumahmu” kata Chaerin penuh bangga. itu setumpuk tiket , mulai konser music, bioskop hingga taman bermain.

“ini milikku?” Donghae terperangah, dia sendiri lupa pernah mengumpulkan benda semacam itu.

Chaerin mengangguk semangat “mungkin kau bisa membantu mengembalikan ingatanmu”

“Oppa. Aku permisi keluar sebentar” Hyura menyela mereka sopan. Dia seperti orang asing diantara mereka.

“kau mau mencari Kyuhyun? tadi kulihat dia meja perawat” sahut Chaerin,

Hyura menngangguk singkat lalu pergi meneahan semua air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.

Hyura menutup pintu di belakangnya lalu menyandarkan kepalanya di daun pintu. Kepalanya mengadah ke atas. “Jangan menangis Park Hyura. kau tidak boleh menangis. Jangan menangis, kumohon jangan menangis” dia mulai terisak “Kumohon jangan menangis. Jangan menangis” Air matanya mengalir menuruni kedua pipinya tanpa ia bisa hentikan.

Hyura menegakkan badannya berjalan cepat menuju toilet terdekat dan menumpahkannya disana. Ia sadar tidak akan bisa menahannya terlalu lama.

Setelah yakin ia tidak akan menangis Hyura keluar dari salah satu bilik toilet dan membasuh mukanya. Menghilangkan jejak air mata meskipun mata sembabnya tidak tertolong. Hyura menyusuri lorong rumah sakit dan melewati salah satu kamar pasien. Gadis itu melihat Kyuhyun sedang memeriksa seorang pasien wanita berumur paruh baya.

Hyura berhenti sebentar untuk melihat. Kyuhyun berbicara pada wanita tersebut lalu kemudian pada perawat di belakangnya. Pria itu mengeluarkan stethoscope dari saku jasnya lalu memeriksa pasien tersebut baru setelah itu memeriksa infusenya hingga dia berbicara lagi pada perawatnya. Perawat itu terlihat patuh dan mencatat apa yang Kyuhyun katakan.

“Dia terlihat berbeda” gumam Hyura pelan dan tanpa sadar tersenyum tipis. Hyura menunggu Kyuhyun menyelesaikan pemeriksaannya di kamar tersebut. Melihat pria itu berpindah dari pasien satu ke pasien lain. entah kenapa pemandangan itu menghiburnya.

“Hyura-ya?” Kyuhyun terkejut melihat gadis itu berdiri dia ambang pintu. “kau duluan saja suster Jung” Perawat di belakang Kyuhyun menunduk singkat sebelum meninggalkan mereka.

“apa yang kau lakukan disini?”

“aku bosan dan berjalan-jalan lalu aku melihat mu disini”

Kyuhyun mengerutkan keningya dalam sambil menatap Hyura intens “geotjimal, kau habis menangis”

Hyura menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya “apa terlihat sangat jelas?”

“memang kau pikir siapa yang kau bodohi?” tanya Kyuhyun ketus

Hyura melirik Kyuhyun sebal. Dia kembali menjadi pria aneh. Batin Hyura. Hyura ingin beranjak saat Tangan Kyuhyun menangkup lengannya “aku tau kau belum makan” putus Kyuhyun lalu menarik Hyura menuju cafeteria tanpa menanyakan pendapat gadis itu.

            Kyuhyun membawakan senampan penuh makanan ke hadapan Hyura membuat gadis itu melongo menatapnya.

            “kau menyuruhku memaakan ini semua?”

            “kita” ralat Kyuhyun sambil meenggeser nasi milik Hyura ke hadapannya lalu memakan bagiannya sendiri. Satu hal yang pria itu sadari, bahawa nafsu amkannya akan semakin baik jika ia bersama Hyura. ia menyadari hal itu saat dulu Hyura pernah membuatnya sarapan untuknya.

            Hyura baru saja mau mengambil sendoknya saat ponselnya berdering. Ia melirik layar ponselnya sejenak lalu menggumam permisi pada Kyuhyun dan beranjak dari mejanya.

            Pria itu menghentikan sejenak kegiatan makannya sampai Hyura kembali. Gadis itu kembali dengan wajah lebih berbinar.

            “siapa?” Kyuhyun tidak dapat mencegah rasa penasarannya.

            Hyura kembali duduk di hadapan Kyuhyun dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya “Uri Oppa” sahutnya. Hyura mengambil sendok lalu langsung menyedokkan sesuap nasi ke mulutnya. Telepon dari kakaknya membuatnya lebih bersemangat.

            “apa kakakmu yang bernama Leeteuk? Senior Donghae Hyung?” tanya Kyuhyun hati-hati. Dia teringat dengan pertanyaan yang di lontarkan Donghae tadi. Dan tidak tau apa-apa tentang latar belakang Hyura salah satu faktor yang membuatnya tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana tersebut. Hal itu cukup membuat Kyuhyun merasa buruk.

            “Yah, kakakku senior Donghae Oppa. Selama Donghae Oppa Intern kakakku yang membimbingnya”

            Kyuhyun meneguk air putih lalu menopang wajahnya diata kedua tangannya yang terlipat. Ia lebih tertarik pada cerita Hyura daripada makanan di depannya. “jadi, apa karena itu kau bisa bertemu dengan Donghae Hyung?”

            Hyura mengendikkan bahunya “entahlah, terlalu banyak hal yang berhubungan dengannya saat itu”

            Kyuhyun mengambil sepotong daging ke mangkuk Hyura “makan ini. maksudmu?” tanyanya lebih serius.

            “Gomawo” Hyura menyuapkan ke mulutnya lalu mengunyahnya cepat.

            “dibawah pengawasan kakakku, Donghae Oppa menjadi salah satu dokter yang merawatku waktu itu. bertahun-tahun aku harus melakukan rawat jalan di rumah sakit karena kelainan pada ginjalku” Hyura terdiam sebentar, mengingat masa-masa sulitnya saat menajalani serangkaian tes yang menyakitkan, terus-terusan mengonsumsi obat yang tidak ada habisnya. “waktu itu sangat sulit untukku dan juga kakakku. Aku benci dengan diriku yang lemah dan selalu membuat Leetuk Oppa khawatir. Tapi segalanya jadi lebih ringan saat Donghae Oppa terus memberikan sokongannya padaku. Aku menemukan semangatku untuk sembuh meskipun sulit karena aku belum juga menemukan donor yang cocok. tapi sudah kuputuskan untuk tetap tersenyum apapun yang terjadi. Aku hanya tidak ingin membuat mereka berdua mencemaskanku.”

            “aku tau bagaimana tubuhku tanpa mereka jelaskan, aku bisa merasakan kondisiku memburuk. Dan….” Hyura menarik nafas panjang sejenak sebelum melanjutkan “dan saat itu Donghae Oppa memberikan ginjalnya padaku. Entah takdir atau apa tapi ajaibnya ginjalnya cocok denganku”

            Hyura menghela nafas “kami bertengkar hebat. Aku tidak ingin mengambil sesuatu apapun darinya. Tapi dia bilang….dia mencintaiku, dia ingin membagi miliknya denganku. Menanamkan salah satu organ terpentingnya dalam tubuhku. Dan yang paling penting dia ingin aku…hidup” suara Hyura menghilang pada akhir ucapannya. Seberapa besar dulu Donghae memujanya dan mengingat kondisi pria itu yang tidak mengingat dirinya sama sekali cukup menyakitkan.

“saat itu pertama kalinya Donghae Oppa menyatakan perasaanya padaku. Aku tidak tau sejak kapan dia memiliki perasaan seperti itu padaku. Dan aku sangat bersyukur tenyata perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan selama ini”

            Kyuhyun terdiam seribu bahasa. Tidak tau apa yang harus dikatakan setelah mendengar semuanya. Ia tidak menyangka hubungan mereka sedalam itu, dirinya merasa seperti pencuri kecil yang mecoba merangsek kedalam sebuah pilar kokoh.

            Hyura mengangkat wajahnya sambil tersenyum hambar sebelum melanjutkan ceritanya “lalu ada hal mengejutkan lainnya yang membuatku percaya seolah kami memang di takdirkan bersama. sejak kecil aku belajar bermain piano dan suatu saat guru pianoku menjengukku ke rumah sakit. Hyangsuk Seosangnim langsung mengenali Donghae Oppa sebagai putranya begitu melihatnya” Hyura tersenyum tipis sambil menerwang “saat itu benar-benar momen yang mengharukan”

            “jadi kau sudah mengenal Imo sejak dulu” kata Kyuhyun sedatar mungkin meskipun dadanya bergejolak parah. Ikatan mereka begitu kuat membuat Kyuhyun semakin buruk pada dirinya sendiri. Merasa seperti anggota keluarga yang buruk.

            Hyura mengangguk lembut.

            Mereka kembali terdiam sesaat. Sampai Kyuhyun memerikasa ponselnya. “sepertinya aku harus kembali” Kyuhyun berdiri dan membereskan sisa makanan mereka.

            “biar aku saja. Kau kembalilah” Hyura menagmbil nampan yang Kyuhyun pegang dan membereskan sisanya.

            Kyuhyun membiakannya “jam berapa kau akan ke klub? Aku akan mengantarmu”

            “hari ini aku tidak akan kesana. Aku akan disini menjaga Donghae Oppa”

            “jika CT scan nya tidak menunjukkan masalah dia akan pulang hari ini”

            Hyura mengangguk mengerti “pergilah, nanti mereka akan mencarimu” Kyuhyun menatap Hyura sejenak sebelum beranjak.

***

Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Donghae merangsek masuk ke ruang kerja Kakeknya. Kakek mendengus melalui tirai yang terbuka ke arah sekertarisnya yang tidak memberikan pemberitahuan terebih dahulu.

            “kenapa kesini? seharusnya kau beristirahat di kamarmu” tubuh tua itu bangkit dari kursi kebesarannya. Mengitari meja berdiri tepat di hadapan cucunya.

            “aku kesini karena penasaran. Bertanya-tanya Apa Harabeoji sudah memenuhi janjimu dulu padaku? Bahwa aku bisa bertemu Eomma setelah aku menjadi seorang dokter”

            Kakek mendesah dalam. Dia tau hal ini tidak mungkin dihindari, cepat atau lambat Donghae akan menanyakannya. “kau masih butuh waktu Donghae-ah. Setelah waktunya tepat kau akan mengetahuinya sendiri”

            “jika kau tidak mau memberi tauku aku akan mencariya sendiri” Donghae berbalik cepat dan berhenti di pintu saat kakeknya membuka suara lagi.

            “jangan memaksa. Kau belum siap Lee Donghae!!”

            “siap atau tidak aku akan tau jawabannya” Donghae membuka pintu dan menutupnya sekeras mungkin.

***

Hyura terdiam saat menemani Donghae menjalani tes lanjutan. Gadis itu memahami suasana hati Donghae yang tidak begitu baik setelah ia kembali dari makan siang dengan Kyuhyun. Gadis itu tidak tau apa yang terjadi, mungkin bertengkar dengan Chaerin atau apa. Hanya diam dan menemani dirasa itu tindakan yang paling bijak. Pikir Hyura.

            Hyura menunggu di bangku tunggu. Sedangkan Donghae didalam bersama Eunhyuk dan dokter saraf lainnya. Tangan gadis itu bergerak mengelus cincin kebesaran yang melingkar di ibu jarinya. Cincin yang Donghae sematkan setelah operasi pencangkokan ginjal mereka berhasil. Dan pria itu berjanji akan menggantinya dengan yang lebih pas di jari Hyura saat mereka menikah nanti. Tapi Hyura menolak dan lebih memilih memakainya.

            Ponselnya bergetar membuyarkan lamunannya tentang cincin. Wajahnya merekah melihat ID caller di layar ponsel.

            “Oppa” sahutnya antusias

            “Hyura-ya” terdengar jawaban lega dari sebrang “apa kau baik-baik saja? Bagaimana kabarmu?”

            Hyura tersenyum “kabarku sangat baik Oppa. Bagaimana dengan mu? Apa kau makan tepat waktu? bagaimana keadaan klinik”

            “begitupun dengan ku. Tidak ada yang perlu kau cemaskan tentangku ataupun klinik. Kau jarang sekali memberiku kabar atau bahkan menelponku, kau sangat keterlaluan kau tau!” nadanya berubah marah tapi penuh sayang.

            “aku tau. aku minta maaf” sahut Hyura tulus

            “kau membuatku lebih tua sepuluh tahun setiap harinya karena memikirkanmu. Ini pertama kalinya kau lepas dari pengawasanku. Jika bukan karena Donghae aku tidak akan membiarkannya”

            Hyura kembali tersenyum. Dia tau persis bahwa kakaknya juga menyayangi Donghae seprti adik kandungnya sendiri.

            “Oh ya bagaimana keadaan Donghae?”

“Donghae Oppa baik-baik saja. Meskipun belum mengingat semuanya tapi keadaannya semakin membaik. Dia hanya butuh waktu”

            “apa dia sudah mengingatmu—maksudku dengan hubungan kalian?”

            Hyura terdiam sejenak sebelum menjawab “tidak. Belum, dia belum mengingatnya”

            “Bagaimana jika Selamanya dia tidak mengingatmu?” Tanya Leeteuk Hati-hati

            “aku belum memikirkan kemungkinan itu. itu terlalu jauh dari perkiraanku Oppa”

            Leeteuk mendesah “ Well, kurasa kau harus mulai memikirkannya Hyura-ya. aku tidak ingin kau menunggu tanpa kepastian. Ini hampir dua bulan dan aku mencemaskanmu. Aku takut ini akan semakin menyakitimu”

            “aku tidak apa-apa. aku bisa menanggungnya” Hyura merasa miris mendengar ucapannya sendiri. Nyatanya hati seperti teriris saat melihat Donghae dengan Chaerin.

            “Hyura-ya….”

            “aku tidak apa-apa Oppa” potongnya cepat.

            Mereka sama-sama terdiam sejenak. Leeteuk berusaha memahami jalan pikiran Hyura. mereka terus hidup bersama dan itu bukanlah hal yang sulit. Leeteuk mengenal Hyura dengan baik seperti dia mengenal dirinya sendiri. pria itu mencoba tersenyum “aku merindukanmu adikku. Aku ingin kau pulang” katanya lembut

            “Aku juga menrindukanmu Oppa”

            “kalau begitu pulanglah”

            “percayalah aku sangat ingin pulang. Aku merindukan pulau kita, klinik dan rumah. Tapi aku tidak bisa, maksudku belum” Hyura merasakan kepahitan dalam suaranya. Seindah apapun ibukota, Hyura lebih merasa nyaman di kota tempatnya lahir dan di besarkan.

            “berjanjilah jangan membuatku menunggumu terlalu lama atau aku sendiri yang akan datang kesana”

            Hyura tertawa kecil. Membayangkan kakaknya datang mengunjunginya dan Donghae sepertinya tidak terlalu buruk “kedengarannya menyenangkan”

            “jangan menantangku Park Hyura”

            “arassseo. Aku janji akan pulang sebentar”

            “bagus” sahutnya puas “sampaikan salamku untuk Seosangnim dan Donghae” katanya lagi sebelum memutuskan sambungan.

            Hyura mendongak saat pintu di depannya terbuka. Gadis itu langsung berdiri begitu Donghae dan kakekknya keluar dari sana. Keduanya tidak menampakkan raut wajah yang baik. Namun Lee Seosangnim tetap tersenyum pada Hyura “tidak ada yang perlu di khawatirkan, semuanya baik-baik saja. Terima kasih kau sangat menjaga Uri Donghae. dia bisa pulang hari ini”

            Hyura tersenyum lalu menatap Donghae sedikit tidak mengerti. Wajah pria itu masih murung. “Kajja Oppa” ajak Hyura

            Donghae menatapnya sekilias sebelum berjalan kembali ke kamarnya. Hyura tidak mengatakan apa-apa lagi sampai mereka berdua keluar dari rumah sakit untuk menyetop taxi.

            “kau pulang lah” kata Donghae tiba-tiba

            “ne?”

            “aku sudah tidak apa-apa. kau pulang saja. Aku bisa pulang sendiri”

            “tidak apa. aku akan mengantarmu sampai rumah”

            “aku tidak lagi membutuhkan perawat Hyura-ya. Jangan memperlakukanku seperti orang cacat!”

            “Oppa” Hyura terkejut dengan perubahan Emosi Donghae yang tiba-tiba meledak-ledak. Ini pertama kalinya Donghae berbicara kerasa padanya semenjak pria itu sadar dari komanya.

            “aku tidak tau apa motivasimu hingga merawatku sampai saat ini. Karena aku teman kakakmu atau karena aku sepupu Kyuhyun. jika karena kakakmu maka aku sangat berterima kasih pada Leeteuk Hyung dan kuharap kau kembali pada kakakmu. Sudah cukup aku merepotkan kalian. Tapi jika karena Kyuhyun……” Donghae tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Yang dia tau saudara sepupunya tidak terlalu menyukainya. jadi cukup membingungkan menyuruh kekasihnya mengurus kakak sepupu yang tidak disukainya.

            “well, itu cukup menyakitkan” sambung Donghae.

            Tidak keduanya. Hyura hampir meneriakkannya tapi ia tau itu tidak mungkin. “Oppa. Aku melakukannya karena….. karena…..”

            “pulanglah” potong Donghae. nadanya melemah putus asa.

            “Oppa….”

            “Pulanglah Park Hyura. Jangan datang lagi menemuiku”

            “Oppa Kumohon….” Hyura hampir berlutut namun Donghae tidak menanggapinya lalu berbalik berjalan menjauhi Hyura menuju stasiun MRT. Hyura terpaku memandangi tubuh Donghae yang lama kelamaan menghilang di telan keramaian ibukota. Air matanya jatuh begitu saja. Terisak di pinggir jalan. Merasa begitu buruk karena tidak diinginkan. Ini pertama kalinya, meskipun Donghae tidak mengingatnya ataupun lebih memilih bersama wanita lain, gadis itu masih bisa menanggungnya asalkan masih bisa di sisi pria itu. Tapi jika Donghae tidak menginginkannya lagi apa yang bisa di lakukannya.

Hyura merasa dunianya berakhir, penantiannya sia-sia dan masa depannya menggelap. Tubuhnya seperti hancur dalam serpihan Kristal rapuh. Hyura terjongkok sambil memeluk dirinya sendiri sambil terisak . tidak peduli tindakannya mulai mendapatkan perhatian. Tubuhnya terlalu lemah bahkan untuk mencari tempat bersembunyi dan menumpahkan air matanya.

            Entah berapa lama dia dalm posisi seperti itu sampai ada yang memanggil namanya.

            “Park Hyura ssi”

            Hyura mendongak, kepalanya terasa berat karena terlalu benyak menangis. Sekuat tenaga Hyura menajamkan penglihatannya melalui matanya yang berkabut. Dia mengenali sosok itu. Eunhyuk rekan kerja Kyuhyun sekaligus teman Donghae. Pria itu terlihat lebih sanati dengan pakaian Casualnya tanpa jas Dokter. Di tangan kanannya memegang segelas kopi yang sepertinya baru saja di beli.

            “Kau tidak apa-apa? apa yang terjadi padamu” tanya Eunhyuk cemas. Pria itu meletakkan gelasnya di aspal beton lalu berjongkok mensejajarkan tinggi mereka sambil memegang kedua sisi lengan Hyura. “Hyura ssi, apa yang terjadi?” tanya nya lagi kali ini lebih menuntut. Hyura ingin menjawab tapi suaranya seperti tersangkut ditenggorokan dan air matanya tidka bisa berhenti.

            “kau bisa bangun?” Eunhyuk membantu mengangkat tubuh Hyura menggiringnya ke bangku beton dingin yang ada di sisi rumah sakit yang terdekat dengan mereka. Hyura masih terisak saat Eunhyuk kembali mengambil kopinya. Pria itu memposisikan dirinya di samping Hyura.

            “kau tidak apa-apa? kau mau minum? Atau perlu kupanggilkan seseorang? Kyuhyun?”

            Hyura menggeleng lemah dan menghapus sisa-sisa air matanya “Gwenchana. Gomawo Eunhyuk ssi” ucapnya serak. Hyura berusaha bangkiti tapi sepertinya kakinya tidak menemukan pijakan hingga ia kembali oleng dan dengan sigap Eunhyuk menangkap tubuhnya.

            “kau yakin tidak apa-apa?” Eunhyuk membantunya berdiri tegak.

            Hyura mengangguk disertai senyumnya yang dipaksakan dan justru terlihat semakin menyedihkan “gomawo” katanya lagi sebelum pergi. Eunhyuk melihatnya cemas. jelas gadis itu tidak baik-baik saja. Pria itu merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Lalu menekan beberapa angka hingga terdengar nada sambung.

            “Yeoboseoyo” sahut suara berat dari sebrang

            “Kyuhyun-ah, kau dimana?”

            “ada apa?” tanyanya balik.

            “Ya! apa kau tidak bisa menjawabnya saja?”

            “Tidak. Aku tidak mau menjawabnya” sahutnya cepat membuat Eunhyuk menggerutu tidak karuan.

            “terserah. Aku Cuma mau memberitaumu, sepertinya pacarmu ada masalah?”

            “MWO?” Kyuhyun berteriak otomatis Eunhyuk menjauhkan ponselnya.

            “Ya! kau mau membuatku tuli?”

            “pacar? Maksudmu Hyura? ada apa dengannya? masalah apa? bicara yang jelas!!”

            “Aisshh bocah ini” gerutunya sebal. “tadi kulihat pacarmu menangis didepan rumah sakit. Wajahnya sedih sekali, aku bahkan tidak tega melihatnya”

            “lalu dimana dia sekarang?”

            “dia sudah pergi”

            “dasar idiot! Kenapa membiarkannya pergi!” maki Kyuhyuh keras. Kesal pada Eunhyuk yang tidak memberitaunya lebih awal.

            “YAK!!…..”

            Belum sempat Eunhyuk membalas Kyuhyun memutuskan telepon secara sepihak. “Aishh.. tidak tau terima kasih” umpatnya. Eunhyuk berjalan menuju sisi belaknag rumah sakit ingin mengambil mobilnya namun tiba-tiba Kyuhyun sudah di depannya. Membuat pria itu tersedak kopinya dan hampir menjatuhkan gelasnya.

            “Ya! Cho Kyuhyun! kau mau membunuhku” Eunhyuk sibuk membersihkan mulut dan bajunya yang terkena cipratan kopi.

            “Hyura. dia pergi kemana?” tanya Kyuhyun cepat tidak menghiarukan omelan Eunhyuk.

            “kesana” Eunhyuk menunjuk arak di belakang Kyuhyun.

            “bisa kau gantikan aku? Shiftku sampai jam 6”

            “Sorry Dude, aku tidak bisa”

            “WAEYO” Kyuhyun melotot sambil berteriak.

            Eunhyuk memejamkan matanya sambil menutup kuping. Hari ini Kyuhyun sudah dua kali berteriak padanya. “aku harus pulang” sahutnya santai dan kembali berjalan. Kyuhyun mengekkorinya. “hanya sampai jam 6. Aku akan mentraktirmu”

            Eunhyuk berhenti dan menoleh malas “sudah dua hari aku tidak pulang. Pacarku bisa mengamuk” katanya sambil berjalan lagi. menuruni tangga masuk ke dalam basemant gedung.

            “aku akan menelpon Pacarmu”

            “berani kau melakukannya kupastikan besok kau masuk ruang operasi” kata Eunhyuk tegas. Kyuhyun langsung berhenti di tempat. Menelan ludahnya kasar. masuk ruang operasi sama dengan bunuh diri dalam kamus Kyuhyun. Pria itu bersedia kembali kerumah sakit dengan syarat hanya menjadi dokter jaga. Dia tidak akan pernah mau berurusan dengan pembedahan atau operasi.

            Kyuhyun berjalan lesu kembali kerumah sakit sambil terus berusaha menelpon Hyura. Gadis itu tidak menjawab teleponnya dan membuat Kyuhyun semakin frustasi. Ingin rasanya lari dan pulang mengecek apartemennya tapi dia akan mendapatkan amukan dari kakekknya yang bisa saja membuatnya membusuk di rumah sakit. Dia hanya harus bersabar beberapa jam lagi sampai kembali ke apartemen dan mengecek keadaan Hyura.

***

Donghae membuka lemarinya kasar, mengaduk setiap sisi sudut kamarnya hingga tidak ada yang boleh terlewat. Pintu kamarnya sedikit terbuka dan Hanna bisa melihat apa yang dilakukan keponakannya.

            “mencari sesuatu?” tanya Hanna dari sudut pintu yang terbuka.

            “barang-barangku saat aku kecelakaan. Dimana mereka semua?”

            “aku meletakkannya di loteng”

            Donghae berhenti lalu menghampiri bibinya. “Imo, apa kau ingat apa saja barang-barangku saat itu?”

            Hanna mengendikkan bahunya “aku tidak terlalu memperhatikannya. Tapi aku menaruh semuanya di tas ransel yang selalu kau pakai saat bepergian jauh”

            Tanpa berkata-kata lagi Donghae menuju loteng mencari benda yang barusan dikatakan bibinya.

            Sementara itu Kyuhyun baru tiba di rumah dengan wajah yang tak kalah kusut. Pria itu tidak menemukan Hyura dimanapun. Pria itu naik ke lantai dua menuju kamarnya dan berpapasan dengan Donghae yang sedang menenteng tas ransel besar. Mereka saling bertatapan sebentar sampai Donghae melengos terlebih dahulu.

            Langkah Donghae terhenti di depan kamarnya saat Kyuhyun bertanya.

            “kau bertemu dengan Hyura?”

            “kenapa?” Donghae tidak berbalik

            “Ku tanya sekali lagi, apa kau bertemu dengan Hyura?” geram Kyuhyun.

           Donghae berbalik menatap Kyuhyun menantang “lucu kau menanyakan hal seperti itu padaku, padahal dia pacarmu. Ah.. maksudku juga perawatku”

            “Brengsek” desis Kyuhyun “apa yang kau katakan padanya?” tanya dari sela-sela giginya. Donghae sadar Kyuhyun tengah marah, terlihat dari matanya yang menyala seolah bersiap menerkam dirinya. Tapi tentu saja itu bukan apa-apa bagi Donghae.

            “apa itu penting?”

            Kyuhyun merangsek maju menarik kerah kaos Donghae “jawab pertanyaanku! Apa yang kau katakana padanya?” Kyuhyun berteriak di depan muka Donghae dan wajah pria itutetap datar membuat Kyuhyun semakin gatal ingin memkul wajahnya.

            “jangan katakan padaku, kau menyuruhnya pergi” kata Kyuhyun tertahan.

            Donghae mengangkat bahunya “tidak persis seperti itu. tapi yah begitulah kira-kira”

            Pegangan tangan Kyuhyun melemah lalu Donghae menepis tangan sepupunya dengan kasar dari bajunya kemudian Merapikan pakaiannya.

            Kyuhyun tersenyum sinis. “bagus sekali kau melakukannya. Dan kuharap kau jangan pernah lagi menunjukkan batang hidungmu didepan Hyura” Kyuhyun berbalik cepat menuju kamarnya mengemasi barangnya dan bersiap menyusul Hyura ke pulau Jeju.

            Cho Kyuhyun. Tolong sampaikan salam ku pada Lee Seosangnim, katakan padanya aku akan menghubunginya saat tiba di rumah. Maaf aku melakukan hal ini tanpa mengucapkan salam perpisahan. Terima kasih, kau sangat banyak membantuku selama di Seoul. Tidak ada yang bisa kukatakan selain terima kasih.dan bersyukur bisa mengenalmu.

~Hyura~

            Dalam perjalan ke bandara Kyuhyun membaca lagi catatan yang dia temukan tertempel di kulkas apartemennya. Catatanya sudah lusuh karena ia membacanya berkali-kali. Kyuhyun tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Hyura saat menulisnya. Tulisannya tidak simetris menandakan tangannya mungkin bergetar saat menulisnya dan jejak lusuh di tengah kertas berbetuk bulat. Menandakan kertas itu mengering setelah basa. Mungkinkah air mata. Yang jelas Kyuhyun tidak mau membayangkannya.

Park Hyura, aku akan menggapaimu. Janji pria itu.

***

TBC

buat FF ini saya udh kebayang gimana endingnya, jadi mungkin tinggal beberpa part lagi. semoga readernya sabar nungguin trus doain aj sayanya ga meles nulis hehehe 😛 *dilempar reader.

dan selalu ga bosen saya ngucapin terima kasii buat reader yang mau mampir, baca atu ningglin komentarnya di wp saya.

Jeongmal Kamsahae ^^ *bow bareng hae

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

108 Balasan ke My Brother's Girl [Part 5]

  1. OH MY GOD!!! *SCREAMMM* I JUST CAN SAY OH MY GOD!!

  2. Hilma berkata:

    akhirnya dilanjutin jga… hehhe
    moga aja donghae bisa inget lagi sama hyura
    dan bisa balikan sama hyura lagi…
    ditunggu kelanjutannya chingu… ^^

  3. hankyusung berkata:

    Eon baca ff ini q lola bngt
    Sambil inget2 lg part terakhir yg q baca
    Huft q sebel ma haek deh klo haek suka ma hyura masa ga bisa ngerasain deg2 ser gitu sih klo liat hyura
    Tapi pokokny figthing deh buat kyu dapatkan cinta hyura aku mendukungmu
    Dah haek lupa ingatan selamanya deh
    Wkwkwkw #ditimpuk haek pake sandal
    Eonni jjang

  4. prileyy berkata:

    harus sama kyuhyun pokoknya *maksa *readergataudiri -__-

  5. dwie1202 berkata:

    akhirnya
    ….

  6. Rasty Resty berkata:

    Aq malah blom kebayang gmana endingnya…
    Meskipun berharap Hyura sama Kyuhyun,, tp cinta Hyura ke Donghae kan dalem banget.. Blom lagi Donghae ntar malah pulih dari amnesianya… Wlopun Kyuhyun ngejar” dy sampai kemanapun tp klo Hyuranya masih cinta Donghae,, Kyuhyun mw bilang apa cb…
    Galau… Galauu

  7. aayu berkata:

    Ish bang donge jahat amat ampe segitunya ama hyura. Kakeknya ngomong kayak gmana ya ama donghae ? Trus donghae mau nyari apa tuh d ranselnya ? Ayooo kyu perjuangin hyura, buat donghae nyesel udah ngelupain hyura

  8. hartini berkata:

    Beneran tinggal beberapa part lgi ?? Jdi penasaran hyura ntar sma donghae atau kyuhyun yah ??
    Baca ff ini bikin aku bayangin kalau kyuhyun beneran jdi dokter, aigoo psti keren 😀 . Kenapa kyuhyun ga mau masuk ruang oprasi ??
    Donghae menyuruh hyura pergi sebagai perawat’y tpi hyura befikiran lain, hyura mengira donghae menyuruh’y pergi dri kehidupan’y . Mka’y hyura beneran pergi . Kasian sma hyura 🙁

  9. Cho handa berkata:

    ahhh hyura udh mulai melirik kyuhyun sebagai pria pas hyura ngintip kyuhyun meriksa pasien.
    semoga kalau kyu nyatain cinta ke hyura di terima. cuma jngn sampai udh di terima malah kyu amnesia kyk hae. kan kasihan hyura ya.
    pengen bngt aku ikut nonjok donghae pas dia ngusir hyura ,cuma mikir kalau hae gitu krna amnesia.
    udahalah hyura satuin sama kyu aja hehehe…

  10. nisi haryanti berkata:

    Benar kyu gapai hyura dan miliki dia dan donghae semoga dia tdk ingat hyura slma nya biar hyura dgn kyu sja

  11. cinoCHOKYUlat berkata:

    udah deh~ klo aku jd hyura bakal lgsung milih kyu, ngg akan aku nengok2 lagi si ikan mokpo -..-
    semoga kyuhyun bisa mbuka hti hyura, kkk..
    kyu kyyyuuu fighting!

  12. Angel_Cho berkata:

    Uhh.. Dongek nyebelin sekali kau! >.<
    Tega bgt ama Hyura
    Padahal Hyura udah belain belain buat ngerawat dia, ehh mala bikin kecewa!!

    Udah deh Hyura ama Kyu ajh. Hahah 😀 aku dukung bgt!
    Biar nanti dongek yg malah nyesel udah gituin Hyura wkwk 😀

  13. biggom berkata:

    Apalagi lu udah cium Hyura, Kyu.. Yaudah, dapetin dia jangan lepasin lagi hahaha
    Tapi perasaan Hyura gimana? Kayanya dalem bener sama Donghae. Kyuhyun mesti kerja keras nih..
    Dan Donghae sendiri, kalo ingatannya udah balik, mau gimana? Ah, can’t wait for the next chapter.

  14. jangrihyun berkata:

    Kayaknya kudu baca part sbelumnya dulu deh… Udah lupaaaa nih 😀

  15. uchie vitria berkata:

    aku selalu sabar chingu nunggu kelanjutannya
    nich ceritanya makin complicated gimana reaksi donghae kalo tau eommanya susah meninggal dan tunangannya pergi dan kyuhyun makin gk bisa melepas hyura entah takdik bakal milih siapa ntar disisi hyura

  16. syalala berkata:

    yeaaaaaayyyy semakin seruuuuu. endingnya hyura bakal sama siapa yahhh kyuhyun kah atau donghae ngarep sih kyuhyun hahahahaa ditunggu selalu ff2nya keep writing and fighting!!

  17. Fanny berkata:

    Leedonghae ngeselin bgt >_<
    Ayolah hyuraa berpaling k kyu,,dy mencintaimu😶
    Semoga kyu bs secepatnya menemukan hyura&mengungkapkan perasaan nya😐go go go kyukyu go go go authornim..

  18. hanhan berkata:

    Hyura ama kyu aja deh, abisnya donghae nya sinis gt hehe

  19. mingracle101 berkata:

    ini di setiap cast nya kasihan semuaa.. semoga donghae cepet inget dan hyura cepet ngebuka hatinya buat kyuhun. aku doain semoga author gak males nulis biar cepet update wkwk fighting thor!!

  20. kyukyupil berkata:

    Ini ceritanya masih bikin nyesek aja thor.. Kalo hyura sm kyuhyun, kasian donghae udh ngasih ginjalnya segala. Tp kalo hyura sm donghae, gw gak suka donghae. Wkkkk~~ ya pokoknya terserah authornya aja sih

  21. k7smille berkata:

    senangnya author kembali hehehe terima kasih

  22. Mrs Choi berkata:

    kenapa ya dari awal aku tuh maunya hyura sama Kyu, moga aja authornya jg sependapat ^^

  23. ayu berkata:

    God!!! Ternyata udah dilanjut ff nya dan nyesek banget bacanya pas hyura diusir sama donghae dan balik ke jeju,,,, oke kyuhyun gapailah hyuranyaaa, semoga endingnya ga jauh2 dari yg aku bayangin 😀

  24. mira_MM berkata:

    ak blm kebayang endingny..kemgkinan hyura sm hae it besar..tp klo hyura sm kyu bs jg si..cm kok agak maksa ya. yah wlpn ak lbh milih hyura sm kyu ya ahhahahaha…
    abis perasaan n keterikatan har n hyura it dlm si..
    klo sm kyu kn br sbntr,blm dalem..
    yahh..ak tgg aj deh jeonghoon..hehehhe

  25. Aristyana berkata:

    Ini ketiga kalinya authornim hiks kau membuatku penasaran
    huaaa lee donghae apa yang kau katakan..dasar bodoh
    jungsoonim adikmu dibuat nangis lee nemo

  26. Hyun Hyerin berkata:

    ff ini yg kutunggu keluar jg lanjutannya …

  27. iiz leekim berkata:

    Gw dukung hyura sama kyuhyun biar donghae hilang ingatan terus aja..*ditimpuk
    Ditunggu kelajutan’y..

  28. sparkyura berkata:

    wkwk kyuhyunnn! ayo lancarkan aksimuuuuu. . haha aku seneng deh pas kakak bilang udah kebayang endingnya, semoga aja happy end ya kak. tp sedih… itu kan berarti tinggal bentar lagi 🙁

  29. shasha berkata:

    Part. 6. Saya. Tunggu. Sumpeh. Ini. Ff. Keren. Bingitsssss. -(ˆ▽ˆ)/ -(ˆ▽ˆ)- (ˆ▽ˆ)-

  30. karina berkata:

    seruuuu bgt ff nyaaa omg gmana ending nya aku blum kbayaaang hehe d tunggu next nya yaa

  31. akyuikha berkata:

    lbih pro ke Kyuhyun…. eh ini bukan krn aku sparkyu lo… tp bisa jadi krn itu *eh

    di tunggu next nya, semangat

  32. Selfi berkata:

    Oke. Aku slalu sebel klo ada peran yg amnesia. Nyesek bgt bacanya, sakitnya itu berasa bgt. Apalagi Hyura sama donghae udah tunangan, aku nggak ngebayangin gimana rasanya ngeliat tunangan kita dicium sama cewek lain.. Klo gini jd bingung, mau nyemangatin Kyu buat ngejar Hyura trs atau mukul kepalanya Donghae biar ingatannya balik lg.. wkwkwkwk… Ditunggu lnjutnnya ^^.

  33. widya berkata:

    wah akhirnya ……..
    penasaran ni hyura nantinya sama sapa,dtunggu kelanjutannya…….

  34. allyn berkata:

    fighting cho kyuhyun !!!
    hyura pas ceritain kisahnya sama hae k kyu, aku bisa rasain cinta hae bgt besar ka hyura.. tapi kenapa setelah hilang ingatan hae malah gitu? seenggaknya hatinya masih bisa kenalin.. kan dia jg ngerasa rindu u.u hae juga sedikit ingat kan ..
    aaaa kesian kyu .. dia perang sama hatinya sendiri 🙁
    next part ditunggu 🙂 fighting !!!

  35. semoga author ga males nulis..amin…biar cepet endingnya, penasaran soalnya nanti hyura sm kyu apa donghae.(mg2 sm kyu aja)

  36. Nan berkata:

    gimana rasanya ya hyura udh setia nungguin donghae tp malah di suruh pergi gitu..pasti nyesek bgt kan u,u tapi semoga ff ini happy ending deh… hehe

  37. miina berkata:

    finally ff nya dilanjutin juga..makasih thor^^ penantian lama terbalas juga #lebay, makin greget ama critanya, ngarepnya sih hyura ama kyuhyun, kkk

  38. kyuhyunistielf berkata:

    aku kok malah mikir kl fonghae itu sodaraan sm Hyura( dr omongan kakek & jg ttg donor ginjal donghae ke hyura, kan jarang2 yg cocok kl bukan keluaraga) tp apapun itu & apapun FF nya Hyura itu harus sm KYUKYU…….kkkkkk

    ps: jng lama2 thor next part..

  39. entik berkata:

    Endingnya
    Hyura – hae, Hyura – hae, Hyura – hae, Hyura – hae.
    Sedih, smpet nangis sedikit.
    Kyu mesti jadi laki laki sejati yang gk ngerebut calon istri sepupunya.
    Hae cepet ingt lagi.
    Aku pasti tunggu kelanjitannya cerita ini.
    Pesan dan harapan aku
    Hyura sama hae.
    Hehehe.

  40. zio09 berkata:

    kalo kemarin, ah ralat, empat bulan yg lalu maksudnya *menyindir, huwahahaha* aku berharapnya hae gk ingat sama sekali soal Hyura, sekaang beda lagi, aku pengen hae sadar saat sumuanya sudah terlambat, saat hyura sudah gak suka lagi sama dia, dan saat hyura sudah jd miliknya kyu.. walaupun kayanya gak mungkin sih, cz di dalamnya hyura kan ada organ tubuhnya hae….
    tp yasudahlah semua terserah yg buat cerita,, dan yg jelas kalo hyura sama hae akan menjadi happy ending yg menyedihkan bagiku… huhuhuhuhu :'(
    okey, next chapter jangan lama yah.. papai *bow

  41. kyura8891 berkata:

    huwaaaaa… T___T kenapa baca yang ini malah banjir air mata???? *oke lupakan, aku lebay* tapi beneran nyeseknya berasa, itu donghae nya jentosin aja kepalanya ke tembok biar inget ama hyura…:s dan buat kyuhyun, kejarlah daku, ehh salah.. kejar aja hyura, biarin aja noh donghae ama si chaerin, toh kliatannya chaerin masih suka ama donghae…:p || buat authornya, makasih banget ya udah publish, sumpah!! gak sia-sia penantianku selama ini.. hahahahahaha..:D ditunggu lanjutannya yaaa.. semangat^^

  42. Gyumbul berkata:

    Ending’a gmn? Yg jelas Hyura sma Kyuhyun kan?
    Aq ga tau gmn, tpi pengen’a Hyura sma Kyu! *ganyante*

  43. pi berkata:

    akhirnya muncul juga dr sekian lama hehe. semoga aja hyura sama kyuhyun biar dia gk disakitin sama donghae lagi hehe next part ditunggu cepetan yah penasaran nih 😀

  44. loveydenalisa berkata:

    Kenapa semua ff dsni bkin penasaran.
    D0nghae qm tu lo kewmapa pe bgun dri k0ma kerjanya marah2.
    kyu semangat buat dpetin hyura.

  45. loveydenalisa berkata:

    Kenapa semua ff dsni bkin penasaran.
    D0nghae qm tu lo kewmapa pe bgun dri k0ma kerjanya marah2.
    kyu semangat buat dpetin hyura.
    hsppy ending tapi hyura ma kyuhyun kn..
    ?????

  46. HyunZhaa berkata:

    authornya keren ah, bkin ff yg alur critanya gak mudah ditebak 😀
    pnsran bgt deh liat kyu jd dokter..kekekee

  47. Dwi berkata:

    Aduh pusing…
    Miss hoon bikin para readers pnsrn!

  48. chriss berkata:

    aduhhh hyuuraa ntar jdnya sm siapaa. cinta ke donghaee itu keanya besar bgt. tp kyu gmn cobaa.. eonni ditunggu kelanjutannya

  49. Yuni berkata:

    Daebakk….
    Thank’s thor udh d lanjutkan ceritanya .
    Next jangan lama” yha

  50. Hoam berkata:

    Eonni kok tmbah complicated??*hehe sok bhs inggris sya 😀
    tpi mkin seru + kren jga
    smga next partnya sgra d publish ya eonni ;))

  51. Erlany Saskia berkata:

    Hyura bakalan sama Kyuhyun kah? Atau Donghae? Aaah kepooo

  52. Widya Choi berkata:

    Aduh jd rumit gni euy.. Y udh hyura am kyu aj,, g tega liat hyura sdih trz gr2 donghae. Kyu ayo kejar hyura, jgn biarkan dy sndri

  53. hyunjiwon berkata:

    Aq bacana yg kecepetan, atau emank ceritana yg kependekan y?
    Sedih bgt liat hyura, kesian.
    ayo donk hyura buka hati mu bwt kyuhyun aj. Lupain donghae.

  54. nofi berkata:

    Eonni sumpah ngena banget ini cerita sampai nangis aku bacanya next eonn aku kangen ff ini fighting nulis nya eonn :’)

  55. BabyBoo berkata:

    Hmmm entahlah mungkin hyura lebih baik sama kyuhyun daripada donghae hmmmm

  56. songhae21 berkata:

    ini keren!! tapi nunggu lanjutan ffnya kelaan min. jangan lama2 donk. penasaran nih,
    hyura harus sama donghae! wkwkw

  57. songhae21 berkata:

    akhirnya keluar nih ff, nungguin lanjutannya sampe berlumut thor. tapi sukses membuat penasaran, emosinya terasa bgt.. jadi gk sabar nungguin lanjutannya. jangan lama2 ya thor 🙂
    ganbatte!

  58. EkaShfly berkata:

    Kyaaaa finally bisa baca lanjutanya, aku kira ini ff bkl berhenti ditengah jalan tp ternyata tidak gomawo author-nim yg masih sedia melanjutkan ffnya #keep writting 🙂

  59. niza berkata:

    mslhny knp jdi serumit dan sesulit ini
    gk tega lht hyura yg selalu sedih dan mengeluarkan airmata
    tp kasian juga ya sama kyuhyun jikalau donghae ingtnnya kmbli #sotoyyyyy
    serba salah deh posisi kyuhyun nntinya
    keep writing thor

  60. On-Ibgu berkata:

    hallo hallo saya reader baru…
    Dan langsung suka sama tulisan penulis di sini setelah baca My brother girl.. Penjabaran alurnya sukses buat saya bingung… bukan bingung dalam artian penulis tidak bisa menjelaskan alur tetapi bingung karena dibuat penulis yang jenius ini, bertanya-tanya ini My brother girl untuk menceritakan Kyuhyun atau Donghae?? Awalnya saya mengira My brother girl dari pihak Kyuhyun karena Hyura adalah tunangan Donghae… tetapi setelah menyelesaikan sampai part 5 saya jadi memiliki asumsi baru. My btother girl dari pihak Donghae karena Donghae hanya ingat Hyura adalah pacar kyuhyun…
    Pemberian porsi yang balance antara Donghae dan Kyuhyun sukses buat aku bingung… Pengungkapan identitas Hyura secara bertahap pada tiap part juga hal yang menarik dari Fanfic ini. Seperti kejutan baru saat saya mendapatkan siapa hyura sebenarnya.
    semoga ada kejutan baru di part selanjutnya..

  61. Khairunissa berkata:

    Aaa donghae ayolahh ingatanmu kembali jangan sampe nyesel nanti direbut sama kyuhyun tau rasa loh ….

  62. tiwiw berkata:

    hyura akhirnya ama kyuhyun kan??

  63. alpermata berkata:

    ditunggu update-an selanjutnya^^
    Ayo semangat 🙂

  64. virahaera8694 berkata:

    donghae ngasi hyura cincin yang kebesaran. dan janji akan mengganti yang pas untuknya. dan yang pas itu kyuhyun hmmmmmmmm lanjut thorrrrrrrr please next part

  65. Ahreum berkata:

    Satu kata buat bang ikan, jangan nyesel bang kalau nanti hyura jatuh cinta sama sich evil..
    udah itu aja, walaupun bang ikan lagi lupa ingatan gk perluh juga kan sampek ngusir hyura..?
    gak sabarlah nengok reaksi bang ikan kalau dia sampek tau siapa hyura sebenernya..?
    nangis bombay pasti bang ikan..:/
    Buat author selalu daebak lah buat semua cerita di blognya..
    cuma satu masalahnya ngepost itu lho,
    Sesuatu banget ” lamanya” #peace♥

  66. cametcline berkata:

    Selalu ditunggu miss hoon

  67. cametcline berkata:

    Selalu ditunggu miss hoon lanjutannya

  68. shinmin berkata:

    Beneran deh aku belum bisa ngebayangin sama siapa nanti hyura menjatuhkan pilihannya. Ga sia sia nunggu lama kelanjutan ff ini juga rache akhirnya dilanjut juga. Gomawo hoon-ssi 🙂

  69. YeKyuWifeRAsya berkata:

    Ahhb donghae kok gitu sih..
    Duh kasian hyura .. dsy udah sbara gtuh dan baik mlah digituin..cpet” inget dong.
    Hah daebak thor akku ska walau.ada. bbrpa typo tpi gpp ff nya keren

  70. azizahminoz93 berkata:

    eoni yaa.. gumawo.. akhirny ff ini di lanjut..
    yakk!! ikan mokpo bagus skli y tingkahmu.. ok fix!! eoni biarin hyura ma kyu.. tinggalin aja dongdonglee.. *stress!

  71. nana berkata:

    nah loh, entar kalo udah inget semua baru deh si donghae lupa -_- ”

    Kyuhyun, Semangat ya buat dapetin Hyuraaaa !! 😀
    semangat juga buat author xD
    ily, we wait youuuu

  72. eMJe berkata:

    Woooaaahhhhh karya mu yang satu ini cocok banget dijadiin sinetron dan sebangsannya (?) cerita nya ngena dan jelas banget gimana alurnya,,,,
    lahhh kok disini juga ada tbc sih ganggu banget thor hehehehehe,,, lanjutin lagi ya,,, lup you author #cipok author kekekekekeke

  73. Nia berkata:

    Jadi g sabar pengen baca part selanjutnya ..
    Penasaran banget >`< jadi gemes dech ..

  74. rislianafebiany berkata:

    Kyaaaa lanjut juseyo nunggu next partnya daebak min

  75. ninepisces berkata:

    huwaaaaaaaaa!!!!! donghae np drimu jd kejam sekaliiiii!!!!!!! ntr pas tw klo hyura tunangannya stress lohh malahan….
    ahhhh lanjuuuuuuuuut!!!!!!!!!

  76. sudarmai retno berkata:

    unie hohohoho crtnya mkin seru…. jng bnyk2 yh kakak partnya bkn mls bca or nunggu tuh ff publis krn smkn bnyk part smkn gk jls

    semangat

  77. laily berkata:

    aq suka ini critanya,,

    lanjut thor,, 🙂

  78. windaaznur berkata:

    ya ampun sedih banget thor kasian hyuranya

  79. inet berkata:

    aq mmg ngarepin hyura ma kyu,,tp gk tw knp d part ini aq ngrasa sdh bgt liat hyura prg..
    aplg hae oppa udh ngsh bgian pntg dlm tubuhny k hyura n scra gk lgsg ngsh khdpn ke2 buat hyura..jd brfikir ulang,stlh pngorbanan hae oppa,gpp gt kl akhrny ma kyu??
    udh dblgin kyu ma aq aja,,,hehehe..aq bkal mencintain kyu pe mati…#mau nya,hehehe#..
    tp,ttp pda pmkiran awal,biar gmnpun aq pkir hyura lbh cocok ma kyu…trlepas dr pngorbanan hae oppa,kyu jg gk kalah brkorban buat hyura…n dy mengesampingkan kskitanny kl liat hyura hae oppa…
    hmm,lanjutanny kpn ya author ni??dtggu sllu ok..^^

  80. Masa Depan Kyuhyun berkata:

    Kyu.. Kejar hyura !! Hwaiting!!

  81. syahhuny3424 berkata:

    perang saudara nih..

  82. estell berkata:

    Ya ampun jadi mereka berdua beneran jatuh cinta ya??kirain gara2 balas budi..yah kyu gmn nasibmu??

  83. sakura berkata:

    Kapan donghae ingatnya sih, kasihan kan hyura huft

  84. aidennishy berkata:

    donghae ‘-‘ jangan terlalu kasar pada gadis sepolos hyura eoh ‘-‘ ya tuhan, apa hyura bener-bener kembali ke Jeju ‘-‘ padahal donghae udah mulai inget sama dia kan ‘-‘ yahh, meskipun sedikit –” next next 😉 ga sabar nunggu lanjutannya :p

  85. Nia_cho berkata:

    Huh msh blm nemu titik terang nih.aku brharap kyu ama hyura,jgn ngegantung end’a ya thor.jjj

  86. bluecat berkata:

    Alur yg cantik, cerita yg bikin penasaran

  87. waduh Hae sadar dong…menyesal nanti Hyura direbut Kyu…
    eh aku suka bgt percakapan Kyu Hyuk seolah nyata bgt seperti kehidupan dokter di rs..

  88. Lia puspita berkata:

    donghae nyuruh hyura pergi,awas nyesel loh,
    ka kapan nih next part nya? di tunggu ya.fighting kaka

  89. nia kurnianti berkata:

    donghae nggak tau kalau dia ngomong kaya gitu bakalan buat dia nyesel

  90. chicyaceskyu berkata:

    aduh sumpah, gue ngebaca in perasaannya sm kyk kyu. Benar, donghae sm hyura, hbungan mreka trlalu dalam. Tdk akn mudah. Aplgi untk kyu mndptkan cinta hyura. Sy malah kyk trkesan kshn. Mksudku, hbungan yg bgitu dlm sprti itu sngt di sayangkan untk brakhir. Biasanya kan, klo ms lalu cinta mreka smpe bgitu shrusnya bakal berlanjut trus krn cinta mreka sprti cinta sejati. Tp bgmn dngn kyu? Kyu kan jg cinta bngt sm hyura, gue gak tega bngt lht dia. Gue jg mau dia sm hyura. *haduh,reader labil

  91. Gaem lee berkata:

    sebernya kasihan ma donghae kalau kyu smpe jadi ma hyura. habis tingkahnya menyebalkan sie (wajar diakan blom inget).

    kirain donghae dah ingat sepenuhnya tentang hyura, eh ternyata bloman.

    salut deh ma kyu di satu sisi ia ngak ingin jadi perusak hubungan orang lain, tapi begitu ada kesempatan well kenapa engak.

  92. meyameylan berkata:

    huaaaaa knpa dengan donghae?? knpa nyuruh hyura pergi. Tega bgt sih. Tapi sebenarnya aku penasaran tentang hub hyura sama donghae. Aku harap ff ini jg dilanjut

  93. Krysdha berkata:

    DongHae kadang2 bkn kesel Jg ya,,
    Kasian Hyura’x,,Penasaran bgt apa,,Hyura bkln Milih Kyuhyun Atau Tetap Ke DongHae..

  94. septinahandayani berkata:

    Hyura kasihan banget , semoga hyura bisa suka sama kyuhyun . Ditunggu next part eon 🙂
    keep hwaithing and keep writing eon !!

  95. naila berkata:

    ya tuhan Donghae aku yakin kau bakalan nyesel ,., ayo semangat Kyu buat Hyura falling in love kepadamuui ….

  96. darkchocolate27 berkata:

    Aeoma permusuhan hae dan kyu mulai tercium, kasian hae kalo tau kenyataannya.

  97. oriiigamine berkata:

    huwaaaa, makin penasaran.
    deg2an bakal gimana lanjutan ceritanya

  98. Babyniz137 berkata:

    Kasian banget c hyura, disaat-saat akan menikah malah terjadi musibah seperti ini.
    Mungkin gak jodoh kali ama bang donghae dan ya ampun kesalah pahaman donghae tentang hub kyu-hyura, apalagi donghae malah ingetnya chaerin. Bakal nyesel banget kamu bang kalo dah inget semuanya, coz kayaknya cinta banget ke hyura ampe donorin ginjal gitu.
    Kyu jatuh cinta ama tunangan sodaranya dan terkesan kaya ngambil kesempatan dlm kesempitan. Tapi selama ada kesempatan harus digunakan sebaik-baiknya xD , kan kasian ama hyura gara2 donghae-chaerin.
    Ditunggu part selanjutnya~

  99. kim vikyu_94 berkata:

    Donghae oppa , ada apa denganmu ? 🙁
    Ini jadi lebih rumit dan menyesakkan *jiahh* 😀
    berharap ini cepet dilanjutin, penasaran banget sama endingnya.
    Sama Kyuhyun apa Donghae kah ? Aku pengennya sih sama Donghae dan Kyu harus berbesar hati. Awalnya pengen sama Kyu, gak nyangka hubungan Hyura dan Donghae sedalam itu, jadi kayaknya kalo akhirnya sama Kyu rada sedikit maksa *ini apa sih* 😀
    apapun itu, semangat miss hoon

  100. Latuf berkata:

    huahhhh bng hae jht bngt ich…sgtu teganya drmu bng…main usir z
    jiehhh cho kyu dpet lmpu hijau dri bng hae nih..klo bkl ngedptin hyura..pi gmnh hyuranya yh

  101. rei berkata:

    sebenarnya pengennya sih sama Kyuhyun tapi gak adil dong buat donghae dia kan kenal hyura lebih dulu trus dia juga ngedonorin ginjalnya buat hyura jadi kayaknya donghae lebih pantas ngedapetin hyura. tapi ntar Kyu jangan di pasangin sama chaerin ya .

  102. ewiq berkata:

    Duh klo misalkn donghae ntar inget kmbali ketika kyu bisa menggapai hyura nyesel tuh psti si ikan mokpo

  103. fifia Nowi berkata:

    Annyeong, aku reader baru, 🙂 suka sama alurnya, penasaran sama kelanjutannya

  104. fifia Nowi berkata:

    Annyeong, aku reader baru, 🙂 suka sama alurnya, penasaran sama kelanjutannya

  105. mutiarackj berkata:

    nah kan donghae nanti pas ingat semuanya udah kehilangan hyura -.- jangan terlalu kejam lah ya 😀

  106. puputzaroh berkata:

    Bntar deh,kyknya donghae di part sbelumnya agak inget siapa hyura.apakah ingetnya sbtas adik sunbaenya?

  107. sa hyun berkata:

    kyu mau ke jeju ya? betul… kejar hyura kyu-ya..

    ahh.. eonnie.. jgn malas donk nulisnya.. aku udah pengen bgt baca kelanjutannya. lanjutin ya? ya? -mataku kini kaya mata kucing minta ikan lohh- hehehe..

    lanjut ya eonnie???

  108. Camila O'Pry berkata:

    kyu….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *