Rache [Part 2]

rache

Happy reading And Sorry for typho ^^

***

Langkah Hyura terhenti saat melihat sosok pria yang ia yakini sebagai kakaknya berdiri beberapa meter darinya. Entah harus bahagia atau tidak melihat kakaknya di tempat ini. karna saat ini mereka berada di lorong rumah sakit. “O..Oppa” Hyura mencoba menyapa meskipun suaranya hanya berupa decitan.

Leeteuk menatapnya dengan berbagai ekspresi. Kecewa, bingung, kesal, marah, tidak percaya dan sedih—bercampur menjadi satu. Leeteuk berjalan mendekati Hyura dan berhenti didepan adiknya. “apa yang kau lakukan disini?” tanyanya setenang mungkin, meskipun amarah masih bisa terdengar di nada suaranya.

“a.aku..aku…” mata gadis itu bergerak gelisah, bingung harus menjawab apa.

“apa yang kau lakukan disini?” ulang Leeteuk lebih keras. Hyura tertunduk sambil meremas bagian bawah blusnya. Sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan kakaknya. Merasa tidak di gubris, Leeteuk menarik tangan adiknya “Kita Pulang!”

“andweyo Oppa” Hyura berusaha melepaskan tangannya namun cengkraman Leeteuk begitu kuat. “Oppa lepaskan….Oppa kumohon…. Oppa!!”Hyura menarik tangannya kuat hingga tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang. Leeteuk terhenti dan menoleh ke belakang, melihat adiknya tidak percaya.“Hyura-ya?”

“mianhe Oppa, tapi tolong dengarkan penjelasanku dulu” kata Hyura lembut.

“jelaskan dirumah!” sahut Leeteuk cepat dan berusaha meraih tangan Hyura namun reflek gadis itu mundur selangkah dan  membuat Leeteuk mulai kesal.”PARK HYURA!!”bentaknya.

“maaf tolong jangan buat keributan. Ini rumah sakit” ujar seorang perawat yang kebetulan melintas memperingatkan.

Hyura menunduk meminta maaf “jesoanghamnida” Hyura mendekati Leeteuk dan menarik kakaknya menyingkir dari sana. Membuka pintu tangga darurat yang tidak jauh dari mereka. Mungkin menjadi tradisi bagi Hyura untuk berbicara di tangga darurat. Bukan hanya dengan Ahra tapi juga dengan kakaknya.

Leeteuk membuang muka lalu mendengus kasar “ternyata yang dikatakan wanita itu benar”gumamnya

“Mwo?”

“Pertanyaann paling mendasar. Kenapa kau tidak bertanya padaku, bagaimana aku bisa berada disini?Dan aku juga tidak heran kau tidak begitu terkejut melihatku. Tentu karna kau tau aku sudah bebas dan tidak perlu menunggu lama aku pasti mencarimu”

Hyura diam tidak menjawab. Gadis itu masih tertunduk.

“Wanita yang membebaskanku tadi bernama Cho Ahra dan dia bilang mungkin aku akan sulit bertemu denganmu setelah ini. Bukan hanya aku tapi Juga Eomma. Siapa wanita itu?Kenapa dia yang membebaskanku?Dan…. dia mengatasnamakan Cho’s industries saat menyerahkan uang ganti rugi pada perusahaanku. Jangan bilang kau….”

“Mianhe Oppa” sela Hyura pelan “aku tidak ada cara lain untuk membebaskanmu selain minta bantuan pada keluarga Cho”

“Mwo?Mworago?” Tanya Leeteuk tidak percaya “ka..kau meminta bantuan keluarga psikopat itu?”

Hyura mengangguk lemah

Leeteuk mendengus kasar “astaga Park Hyura. Apa yang kau pikirkan hah? Kau membuatku seperti orang brengsek yang menjual adiknya sendiri. Aku lebih baik membusuk dipenjara daripada menerima bantuan mereka”

Hyura menggeleng cepat “Aniya Oppa. Geugo aniya. Aku melakukannnya atas keinginanku sendiri. Aku hanya ingin membebaskanmu, menyelesaikan masalah keluarga kita, menyelamatkan rumah peninggalan Appa dan setidaknya tidak membuat Eomma terus cemas.”

“Maaf. mungkin aku penyebab semuanya” ujar Leeteuk sinis “tapi jangan kau pikir aku akan menerima bantuanmu dengan cara seperti ini. kau sama sekali tidak memikirkan posisiku”

“bukankah kita keluarga?” tanya Hyura lirih “di dunia ini aku hanya punya kau dan Eomma. apa salah jika aku ingin melakukan sesuatu untuk kalian”

“tapi bukan begini caranya Hyura-ya” sahut Leeteuk frustasi “katakan padaku apa yang pria itu minta darimu setelah membebaskanku?”

Hyura berpikir sebentar “sebenarnya Cho Ahra yang membantuku. dia…” Hyura terlihat ragu

“Teruskan”

“wanita itu kakak Kyuhyun. dia menawarkan sebuah perjanjian”

“dan kau menerimanya” ujar Leeteuk

Hyura mengangguk

“Cho Ahra memintaku untuk membantu kesembuhan phobia Kyuhyun dengan berada disampingnya”

Leeteuk mendengus tidak percaya “astaga Park Hyura. kau mengumpankan dirimu sendiri untuk orang seperti itu”

“Kyuhyun tidak seburuk yang kau pikirkan”

“yang aku pikirkan?” tanyanya sarkatis “dia gila, psikopat. Apa kau lupa apa yang telah ia lakukan padamu dulu?”

Hyura menggeleng lemah “ani” tentu saja Hyura tidak pernah lupa pada apa yang pernah Kyuhyun perbuat padanya. rasa benci pada pria itu pun masih ada tapi setelah Hyura mengetahui kelainan pada Kyuhyun ada rasa iba yang membuatnya ingin tetap tinggal disamping pria itu.

“lihat. Kau pun terlihat tidak yakin” Leeteuk mendesah lelah

“Aniya, aku…..”

Drrrtttt Drttttt

Dengan cepat Hyura menjawab ponselnya setelah melihat nama si pemanggil di layar ponselnya “Ne Onnie”

“kau dimana. Kyuhyun terbangun, dia mencarimu”

“eoh arasseo. Aku kesana”

“cepatlah, sebelum dia mulai kesal”

“arasseo” Hyura menutup ponselnya lalu melihat kakaknya meminta maaf “Oppa, aku harus kembali ke kamar Kyuhyun”

“ANDWE. Kau harus ikut pulang bersamaku”

Hyura menggeleng “mianhe. Aku harus disini” Hyura mundur perlahan kemudian berbalik cepat meninggalkan Leeteuk sebelum pria itu memakasanya pulang. Gadis itu setengah berlari menuju kamar Kyuhyun saat ia masih mendengar kakaknya terus memanggil namanya.

“darimana kau?” tanya Kyuhyun begitu Hyura masuk.

Hyura mencoba tersenyum sambil menetralkan nafasnya. Ia berjalan mendekati Kyuhyun “hanya mencari udara segar diluar. Apa aku meninggalkanmu terlalu lama?”

“sudah kubilang dia akan kembali” Tukas Ahra

Kyuhyun sedikit melirik kakaknya malas “Noona kau sangat berisik. Lebih baik kau pergi”

“Mwo?” Ahra melotot

“Hyura-ya kemarilah” pinta Kyuhyun sambil menepuk tepi ranjang, tanpa memperdulikan protes Ahra. Hyura mendekat lalu duduk di sisi ranjang.

“wae?” tanya Hyura lembut

“kalau kau ingin keluar, lain kali ajak aku”

“arasseo”

“aku akan mengurus administrasimu” sela Ahra sembari beranjak. Belum sempat Ahra mencapai pintu tapi tiba-tiba saja pintu kamar Kyuhyun terbuka kasar. Hyura dan Kyuhyun menoleh cepat. Leeteuk berdiri di ambang pintu dengan wajah kesal.

“YA! mwo-eulhaneungeoya…?” tukas Ahra kesal.

“O oppa” Hyura berdiri dan memandang Leeteuk terkejut. Ia ingin menghampiri Leeteuk tapi tangannya tertahan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun bangkit lalu menarik Hyura ke balik tubuhnya. Seolah menyembunyikna gadis itu. “siapa kau?” tanya Kyuhyun tajam. Wajahnya pria itu menegang, meskipun Kyuhyun tidak mengingat siapa Leetuk tapi Ia merasa Leeteuk adalah pria berbahaya. Leeteuk yang tadinya berniat menarik Hyura keluar berubah pikiran setelah menyadari Kyuhyun tidak mengenalnya. Entah bagus atau tidak.

“Kyu, dia Oppaku” kata Hyura sambil memegang lengan Kyuhyun lembut. Gadis itu mencoba berjalan maju. Kyuhyun melirik dan tetap menahan langkah Hyura “tetap disini” desisnya. Sikap Kyuhyun semakin defensive saat Leeteuk masuk dan menutup pintu. Ahra hanya bisa menahan nafas.

“Oppa, wasseoyo?” kata Hyura tiba-tiba dengan nada ceria dan senyum mengembang. Meskipun dibuat-buat tapi cukup terdengar meyakinkan di telinga Kyuhyun. Wajah Kyuhyun pun berangsur-angsur mengendur begitu pula dengan Leeteuk saat Hyura berdiri disamping Kyuhyun lalu mengamit lengan pria itu. “Kyuhyun-ah, kenalkan dia Oppaku. Oppa ini Kyuhyun”

Leeteuk yang mulanya ragu kemudian mendekati Kyuhyun dan mengulurkan tangannya “Park Jungso”

Kyuhyun memandangi tangan Leeteuk yang terulur.Kemudian menoleh pada Hyura sekilas, Hyura mengangguk sambil tersenyum.“Cho Kyuhyun” balasnya sambil menyalami Leeteuk dan dengan cepat menarik tangannya lagi.

“Aku Cho Ahra” Ahra menyela memperkenalkan dirinya meskipun sebenarnya mereka semua telah bertemu sebelumnya. Leeteuk tersenyum sinis ke arah wanita itu. seperti bermain Opera sabun, batinnya. Bahkan adiknya pun ikut bermain peran dalam sandiwara ini.

“Oppa, hari ini Kyuhyun akan keluar dari rumah sakit” ujar Hyura seceria mungkin mencairkan suasana. Leeteuk hanya mengangguk canggung.

“Oh ya hampir lupa, aku akan mengurus administrasimu” Ahra bergegas keluar.

“Oppa duduklah” Hyura menggeser kursi ke arah Leeteuk untuk di duduki pria itu. kemudian ia dan Kyuhyun terduduk di tepi ranjang. Tangan rampingnya yang tetap setia melingkar di lengan Kyuhyun tak luput dari pandangan Leeteuk.

Hyura bisa merasakan suasana di ruangan tersebt sedikit aneh. Kyuhyun masih menatap Leeteuk tidak suka begitupun dengan Leeteuk. “Opp….”

“kapan Kau pulang?” potong Leeteuk cepat menatap Hyura. Kening Kyuhyun berkerut mendengar pertanyaan Leeteuk. Ia membebaskan tangannya dari lengan Hyura kemudian melingkarkanya di sekeliling pinggang gadis itu, menariknya mendekat. “Hyura akan pulang bersamaku” sahut Kyuhyun.

“Eomma menunggumu dirumah” sahut Leeteuk tanpa menghiraukan Kyuhyun.

“O oppa….” Hyura kelihatan bingung, ditambah ia bisa merasakan Kyuhyun mulai kesal.

“oh ya jangan lupa, Donghae juga menunggumu” Hyura memejamkan matanya sambil menahan nafas saat kakaknya menyebut nama tunangannya. Ia bisa merasakan tubuh Kyuhyun pun sedikit tersentak mendengar nama itu.

“apa maksudmu Leeteuk ssi?” tanya Kyuhyun tertahan

Leeteuk baru saja berniat membuka mulut namun dengan cepat Hyura menangkup pipi Kyuhyun, memaksa pria itu menatap wajahnya. Hyura tersenyum “bukan apa-apa.hanya saja Eomma ingin bertemu denganku” kata Hyura lembut “apa kau mau bertemu Eommaku?”

“haruskah?” Kyuhyun sedikit antusias dengan ajakan Hyura, membuat alis Leeteuk bertaut. Mengajak pria ini bertemu ibunya?Lalu Leeteuk melirik Hyura tajam dan tidak percaya adiknya mengatakan hal tersebut. Dia tidak memikirkan Donghae sama sekali. geram pria itu dalam hati.

“Hmm, ottae?”

“arasseo” Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum  lalu mengcup kening Hyura singkat. Leeteuk hanya mendengus tidak percaya melihat adegan didepannya. Beberapa saat lalu wajahnya begitu menunjukkan aura permusuhan tapi hilang seketika saat Hyura tersenyum padanya.apa-apaan pria gila ini?

Leeteuk berdehem menginterupsi mereka berdua “ehhem, jadi kapan kau pulang?”

“bukankah sudah kubilang dia akan pulang bersamaku” tukas Kyuhyun tidak sabar

“maaf, tapi aku sedang tidak bicara padamu” kata Leeteuk sinis

“Oppa…” tegur Hyura

“wae? ada yang salah dengan pertanyaanku? Aku hanya menanyakan kapan adikku pulang. Andweyo?”

“Andwe!” sahut Kyuhyun tegas

Leeteuk melirik Kyuhyun sinis. “Hey, apa kau tidak mengerti bahasa manusia? Aku sedang tidak berbicara padamu Kyuhyun ssi” Sejak tadi pria itu sudah cukup bersabar melihat Kyuhyun memperlakukan Hyura seperti barang miliknya. Kyuhyun berdiri cepat dan hendak menyambar kaos Leeteuk namun Hyura dengan cepat pula berdiri diantara Kyuhyun dan Leeteuk sambil menahan dada Kyuhyun “Kyuhyun-ah…” Hyura sedikit menoleh ke kakaknya” cepat pergi…palli” ucapnya tanpa mengeluarkan suara.

Leeteuk bangkit, wajahnya terlihat tenang “aku tidak akan pergi tanpamu Hyura-ya. karna aku sudah berjanji pada Eomma untuk membawamu pulang”

“Oppa… Jebal”

“Hyura tidak akan pergi kemana-mana.Dia hanya akan diisini bersamaku” Kyuhyun kembali menarik Hyura ke balik tubuhnya.

“Oppa Cepat pergi” ulang Hyura masih tanpa suara. Hyura menyatukan tangannya memohon “jebal” Leeteuk memejamkan matanya kemudian mendesah. Tidak tega melihat adiknya memohon seperti itu tapi ia juga tidak ingin meninggalkan Hyura bersama Kyuhyun.

“arasseo” kata Leeteuk akhirnya. Hyura mendesah lega.

“aku tidak akan kemana-mana Kyu. Iyakan Oppa?”

“hmmn” Leeteuk mengangguk malas.

“sebaiknya aku pulang” Leeteuk berbalik lesu

“sampaikan salamku untuk Eomma”

“hhmm, pastikan kau datang” kata Leeteuk tanpa berbalik kemudian menghilang dibalik pintu.

***

Hyura mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Tidak ada yang berubah dari kamar itu semenjak ia meninggalkannya. Kamar yang begitu luas dan hampa baginya. Mungkinkah mimpi buruknya datang lagi. bohong jika ia tidak takut. Perasaan seperti itu kembali menyergap saat Hyura kembali menginjakkan kaki di rumah Kyuhyun. bayang-bayang kejadian di malam mengerikan itu kembali membayanginya.

Hyura baru berniat membuka tirai saat telepon dikamar nya berdering. Kening Hyura berkerut. Sejak kapan ada telepon disini?

“Yeoboseyo” jawab Hyura sedikit ragu

“apa yang sedang kau lakukan?” tanya suara berat yang begitu familiar di telinga gadis itu.

“aku baru masuk kekamarku. Wae? ada yang kau butuhkan?”

“ani, hanya ingin mendengar suaramu”

Hyura tersenyum tipis namun tidak mencapai matanya. “hanya itu?”

“eoh”

“kau mau aku datang ke kamarmu?”

“Ani. Biar aku yang kesana”

“Tapi Ahra Eonni melarangmu keluar kamar”

“Biarkan saja. Toh dia sudah pergi”

“Tidak apa, biar aku yang kesana”

“ANI, Tunggu disana, 2 menit lagi aku sampai”Kyuhyun langsung memutuskan sambungan teleponnya. Sebelum Kyuhyun datang, Hyura membungkus ponselnya dengan plastik lalu memasukkannya ke penampungan air di belakang kloset. Ahra telah memperingatinya untuk tidak menunujukkan ponsel miliknya jika masih ingin menghubungikeluarganya.

Kyuhyun datang tepat setelah Hyura keluar dari kamar mandi. Pria itu membawa dua americano kesukaan Hyura. Pria itu tidak lupa kebiasaan Hyura saat mereka tinggal bersama dulu.

“Apa yang kau lakukakan?”Hyura mengambil americano miliknya “bukankah kau masih butuh istirahat? Dan lagi, kopi ini. Kau tidak boleh meminumnya! Lambungmu belum kuat”

Cup

Hyura tersentak saat Kyuhyun tiba-tiba mengecup bibirnya. Sedangkan Kyuhyun tersenyum seperti anak kecil. “Kau tau ini seperti mimpi. Bisa melihatmu lagi disini” ujarnya senang

“Maksudmu?”tanya Hyura  acuh. Ia menyesap americano miliknya. Rasanya masih sama seperti kopi ditempat langganannya. Apa barista di kedai itu masih bekerja disini?

Kyuhyun mengangkat bahunya “entahlah, aku seperti mengalami mimpi buruk yang sangat panjang. seperti di tenggelamkan di lubang hitam yang begitu dalam.sangat menyesakkan.Bahkan disaat akumerasa mulai tidak bisa bernafas, aku rela menjual jiwaku pada iblis sekalipun asal aku bisa keluar dari lubang penyiksaan itu. Tapi untung saja itu semua hanya mimpi meskipunmasih terasa begitu nyata”

Hyura tertegun mendengarnya. Atau lebih tepatnya tidak tau harus berkata apa. “Apa menurutmu aku adalah mimpi buruk?”

“Kau bukan mimpi Hyura-ya. Lihatlah kau begitu nyata” Kyuhyun membelai wajah Hyura lembut “aku bahkan bisa menyentuhmu”

“Tapi kau pernah menjadi mimpi burukku” gerakan tangan Kyuhyun di pipi Hyura terhenti. bola mata Kyuhyun terlihat gelisah “mimpi buruk?” Ulang Kyuhyun.

” apa yang sebenarnya kau harapkan dari hubungan ini?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya dalam, tidak begitu memahami pertanyaan Hyura.

“Apa kau mencintaiku?” Tuntut Hyura “apa begini caramu menunjukkan rasa cinta? Dengan Mengurungku disini” Hyura teringat semua perlakuan dan pernyataan cinta Donghae padanya yang begitu menghargai gadis itu. Tapi Kyuhyun hanya tau memonopolinya seolah ia adalah berlian berharga yang harus disembunyikan di dalam brangkas.

“Park Hyura! Sebenarnya apa yang ingin kau coba katakan?”Kyuhyun mencengkram lengan Hyura. Gadis itu hanya meringis menahan nyeri dilengannya. “Jangan katakan kau akan pergi ke tempat pria itu. Pria yang datang tadi siang”

“Sudah kubilang dia oppa ku” sahut Hyura tenang

“Aku tidak peduli siapa dia. aku membencinya dan jangan harap kau bisa pergi menemuinya!”

“Wae? Kau bisa bertemu Noona mu lalu kenapa aku tidak bisa bertemh oppa ku?Bukankah itu tidak adil?”

“Jangan samakan noonaku dengan pria itu!Ahra noona tidakakan membawamu pergi. Tapk pria itu…..aku memilki firasat tidak enak terhadapnya”

“Kenapa kau berpikir begitu? aku tidakakan pergi kemana-mana. apa kau tidak percaya padaku?”

“Aku percaya padamu, tapi tidak dengan pria itu”

“kalau kau percaya padaku, kau tidak akan bersikap begini Kyuhyun-ah” ujar Hyura sedikit melembut “kau tidak akan mengurungku seperti ini”

“Kau merasa terkurung disini?”

“Ani, bukan itu maksudku. Tapi… tapi setidaknya biarkan aku menjalani hari-hariku seperti biasa eoh. Aku harus kuliah, mengunjungi Eomma dan pergi bersama teman-temanku”

Kyuhyun mengerutkan keningnya dalam, tidak suka dengan permintaan gadis itu. Kyuhyun tidak suka Hyura berkeliaran diluar rumah meskipun bersamanya. Ada perasaan was-was yang berlebihan. Ia merasakan hal itu saat membawa Hyura ke kantornya dulu. Sangat tidak nyaman dan menimbulkan ketakutan yang tidak beralasan.

“Andwe!!” Sahut Kyuhyun tegas.

Hyura mendesah dalam “lalu bagaimana dengan pendidikanku?”

“Untuk apa kau bersekolah jika ilmu yang kau dapatkan tidak berguna?”

“ti..tidak berguna?”

“Jika kau hanya jngin belajar, aku bisa memberikanmu segudang buku atau aku bisa mengajarimu. Apapun yang ingin kau pelajari”

Hyura kembali mendesah, seperti biasanya. Sangat sulit mendebat keinginan Kyuhyun. Perlahan Hyura melepas cengkraman tangan Kyuhyun.”Kyu..”panggilnya lembut “aku akan menuruti semua keinginanmu asal kau juga menuruti kemauanku. Bagaimana? Adil bukan?”

“Benarkah?”Tanya pria itu waspada

“Hmm”Hyura mengangguk

“Kalau begitu kita menikah”

“Mwo?”Mata Hyura terbelalak mendengar permintaan Kyuhyun.

“Kita menikah hmm?”Tanya Kyuhyun lagi

“I..itu..itu…”Hyura Tergagap. Tidak mungkin ia menikahi Kyuhyun. Gadis memiliki tunangan dan dia disini hanya membantu Ahra untuk menyembuhkan Kyuhyun. “A..arasseo” kata Hyura akhirnya dengan tidak yakin.

“Jeongmal?” Tanya Kyuhyun terkejut sekaligus senang

“Geurom”Kyuhyun semakin sumringah mendengarnya “tapi ingat, kau juga harus menuruti permintaanku”lanjut Hyura

Kyuhyun mengangguk semangat “apapun”

“Sebelum menikahiku kau harus mendapatkan izin dari Eomma dan Leeteuk Oppa” senyum di wajah Kyuhyun menghilang seketika.

“Aku tidak menyukai syaratmu” Kyuhyun membuang muka malas.

“Cih, dia pikir aku suka syaratnya” gerutu Hyura dalam hati. Tentu saja gadis itu tidak akan berani berkata seperti itu “wae?”Tanyanya hati-hati

“Sudah kubilang aku tidak menyukai pria itu, kenapa aku harus meminta izin darinya? Kau milikku. Aku tidak perlu izin siapapun untuk menikahimu”

Hyura mendesah, mulai kesal dengan pembicaraan ini “kenapa kau terus memanggilnya dengan ‘pria itu’? Oppa ku punya nama. Namanya Leeteuk”

Kyuhyun mendengus “kau pikir aku peduli dengan namanya?”

“Cho Kyuhyun!”

“Ingat Hyur-ya! Aku bisa saja menyeretmu ke depan altar sekarang juga jika kau terus membicarakan pria tua itu. Hingga saat ini aku masih bisa bersabar menerima permintaanmu untuk menikah setelah kau siap tapi jangan harap aku mau meminta izin pada kakakmu atau bahkan ibumu untuk menikahimu”

Hyura menelan ludah kasar mendengar ancaman Kyuhyun. pria itu masih mengingat permintaan Hyura dulu saat dibawa kerumah itu. “Karena aku milikmu. Begitu bukan?”Tanya Hyura muak.

“Tentu”Kyuhyun mengangguk sambil merangsek maju memeluk Hyura. Saling menempelkan tubuhnya”kau hanya milikku. Milikku” bisiknya lagi di telinga gadis itu.

***

To : Leeteuk Oppa

Aku baik-baik saja, oppa tidak perlu khawatir. Sampaikan salamku pada Eomma. Maaf aku belum bisa pulang tapi akan ku usahan agar secepatnya bisa bertemu kalian. Dan tolong jelaskan pada Donghae oppa tenyang keadaanku. Sampaikan maaf ku padanya. Saranghae.

From : Leeteuk Oppa

Aku mengerti. Jaga dirimu. Aku dan Eomma menunggumu. Jangan khawatirkan Donghae, dia bisa mengerti keadaan kita. Nado saranghae. Hubungi aku sesering yang kau bisa ♥♥

aku tersenyum Kecil membaca pesan balasan dari Leeteuk Oppa, sejak kapan dia menggunakan tanda seperti itu di akhir pesannya. Jika saja aku bersamanya sekarang, mungkin aku akan meledeknya habis-habisan. Tapi itu mustahil mengingat dimana aku berada sekarang.

Dan lagi, Aku hanya membaca semua pesan yang dikirimkan Donghae Oppa tanpa membalasnya. Bukan karenatidak ingin tapi aku terlalu malu untuk menghubunginya. Dia sangat baik dan tulus namun aku justru memperlakukannya seperti ini.

“Kau masih lama?” Kyuhyun mengetuk pintu.

Dengan cepat aku kembali membungkus ponselku dengan plastik dan meletakkannya kembali. Kyuhyun bisa curiga aku terlalu lama di toilet.

“Ne sebentar lagi aku keluar”

Kyuhyun menungguku dengan wajah sumringah.“mau minum teh? Ahra Noona memberikan teh krisan sebelum dia pergi” Kyuhyun menarikku kebangku panjang di ruang kerjanya. ruang paling serbaguna di rumah ini. diruangan ini lah Kyuhyun menjalankan perusahaannya. Karna Ahra Eonni harus kembali ke China. Dan di sinilah aku lebih banyak menghabiskan waktuku.

“aku hanya menyukai teh melati” sahutku begitu ia mulai meracik tehnya.

“benarkah?” ia meletakkan kembali bungkus teh ke dalam kotak kemasan. Wajahnya terlihat kecewa. Sepertinya ia sangat ingin mencobanya.

“kau mau minum? Biar aku buatkan” aku mengambil alih kotak teh lalu Kyuhyun menahan tanganku saat hendak membuka penutupnya “wae?”

“kita minum teh melati saja. Tunggu sebentar” ia beranjak mengambil gagang telepon tapi belum sempat Kyuhyun menekan nomer aku mematikannya. Ia menoleh bingung. “Aku mau mencoba teh ini” kataku sambil tersenyum

“Jeongmal?”Tanyanya begitu antusias. Aku mengangguk. Dengan semangat Kyuhyun meracik teh pemberian Ahra Eonni lalu memberikannya padaku. Meskipun ragu akhirnya aku menyesapnya. aku sedikit mengernyit saat merasakan cairan tersebut menyapu lidahku. Pahit. Aku memaksa tersenyum untuk menyembunyikan ketidaksukaanku.

“eotte? Kau suka?”

Aku mengangguk kaku lalu meletakkan cangkir tehku di meja rendah. aku mengambil buku yang sedang kubaca, buku tentang Psikologi tepatnya. Mempelajari segala hal yang berhubungan dengan kelainan yang di alami Kyuhyun. bagaimana penyebab, proses penyembuhan hingga pengobatannya. Sejujurnya aku agak kesulitan mempelajari tentang kejiwaan seseorang, hal seperti ini tidak begitu akrab di kehidupanku.

Meskipun menyerap segala pengetahuan dari buku tapi kupikir Kyuhyun akan cepat sembuh jika ditangani oleh seorang professional. Tapi saat kuutarakan usulku, Ahra Eonni menolak keras. Ia lebih memeilih penyembuhan dengan waktu. karna hanya waktu yang Kyuhyun butuhkan. Begitulah pendapatnya.

“kuperhatikan sepanjang hari kau selalu membaca buku seperti ini” Kyuhyun mengambil buku dipangkuanku lalu membolak-baliknya.

“hanya mencoba hal baru” sahutku acuh dan mengambil buku tersebut namun Kyuhyun membuangnya asal. Aku menatap protes padanya.

“aku cemburu” ia mencebik seperti bocah

“Mwo?”

“kau terus melihatnya dan mengacuhkanku” ia melipat tangannya di depan dada lalu memalingkan wajahnya pura-pura marah

“bukankah kau sibuk? Kau sendiri yang bilang pekerjaanmu menumpuk karna kau sakit”

Kyuhyun mendesah  lalu meletakkan kepalanya di pangkuanku sambil berbaring. Ia meletakkan tanganku di puncak kepalanya. Menggerakannya pelan seolah aku yang mengelusnya. Mengerti keinginannya aku pun menyisir rambut coklatnya yang berantakan sambil merapikan rambut-rambut kecil yang mentupi keningnya. Ia memejamkan matanya.

“Kyu” panggilku pelan

“Hmm”

“kau mau berkunjung kerumahku?” aku mencoba peruntunganku lagi. Mungkin ia akan membawaku pulang kerumah. Hampir 1 minggu aku tidak bertemu ibuku dan kakakku. Aku merindukan mereka.

“rumahmu?”tanyanya masih dengan mata terpejam

“hmm, rumahku. Meskipun tidak sebesar disini. tapi sangat nyaman”

Dia membuka matanya “apa aku bisa melihat kamarmu?”

Aku mengagguk sambil tersenyum, sedikit ada harapan. Batinku “geurom”

Kyuhyun terbangun dan ikut tersenyum “joahe”

“Ne? Jeongmal?” Tanyaku tidak percaya.

“Eoh, tentu saja. Kapan kita ke rumahmu?”

“Jigeum?”

Kyuhyun mengangguk setuju kemudian bangkit dan mengulurkan tangannya. Aku terbengong melihata tangan Kyuhyun yang terulur ke arahku. Masih tidak percaya Kyuhyun membawaku pulang dengan semudah ini.

“Kajja Hyura-ya”

Aku mengangguk dan menyambut uluran tangannya.

***

Ragu menjalari pikiranku saat melihat mobil yang sangat familiar terparkir didepan rumahku. Aku tidak tau ini bagus atau tidak. atau aku harus menyesali keputusanku karna mengajak Kyuhyun datang ke rumahku? Tiga wajah itu memandangku dengan berbagai ekspresi. Terutama wajah Donghae oppa, ia terlihat sangat terluka Saat melihatku memasuki rumah dengan Kyuhyun menggenggam tanganku. Aku merasa menjadi wanita paling jahat Di dunia ini.

“Hyura-ya” Akhirnya Eomma membuka mulutnya setelah terdiam beberapa saat, mungkin terlalu terkejut melihat kedatanganku yang tiba-tiba apalagi bersama Kyuhyun.

“Wasseo?”

“Ne Eomma” sahutku kaku. “Kyu…” aku menoleh ke arah Kyuhyun, ia seperti tidak mendengarkanku. Wajahnya tidak berpaling sedikit pun dari Donghae Oppa yang tengah memandangku. Raut wajahnya seperti sedang berpikir keras. Apa mereka pernah bertemu? Kurasa tidak. Donghae Oppa sama sekali tidak mengenal Kyuhyun. Lalu kenapa Kyuhyun melihat Donghae Oppa seperti itu?Bukankahh seharusnya Leeteuk Oppa yang tidak ia sukai?

“Kau bilang ini rumahmu” kata Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari Donghae Oppa. “Lalu kenapa ada dua pria ini disini?”

“Astaga lihat anak ini, bahkan ia tidak memberi salam” Eomma menatap Kyuhyun tidak suka.

“Kyuhyun-ah, beri salam dulu” bisikku

dia menoleh tidak setuju ” naega wae?”

“Mwo?” Aku mengerutkan keningku

“Kenapa aku harus memberi salam pada mereka?”

“Cho Kyuhyun!”

“Jangan buang tenagamu untuk berbicara pada pria gila ini Hyura-ya. Dia tidak akan mengerti” kata Leeteuk Oppa sinis

“Oppa…” keluhku.

Kyuhyun melepas tautan tangan kami kasar lalu mencengkram lenganku. Ia mulai terlihat kesal “apa ini tujuanmu membawaku kesini? Ingin lari dariku eoh”

“Hey tuan, jaga bicaramu. Kau menyakitinya” sela Donghae Oppa sambil menunjuk Kyuhyun dengan tangannya. Sudut mata Kyuhyun menangkap sesuatu yang bertengger di jari manis Donghae Oppa. Cincin pertunangan kami. Kyuhyun melirik tajam tangan Donghae Oppa baru kemudian melihat wajahnya dan wajahku bergantian. Ia seperti ingin menelanku hidup. Aku menelan ludah kasar saat ia melirik tanganku yang tergantung bebas. tiba-tiba saja cincin ditanganku terasa memberat. Ingin rasanya aku menyembunyikan tanganku atau bahkan memotongnya.

Aku mengigit bibirku menahan nyeri saat Kyuhyun semakin kuat mencengkram lenganku, wajahnya memerah menahan marah. Aku bahkan bisa merasakan deru nafasnya yang memburu di wajahku.

“kita Pulang!” ucapanya tegas sambil menyeretku keluar. Belum sempat aku dan Kyuhyun sampai pagar rumahku Leeteuk Oppa menghadang di depan kami dan Kulihat Donghae Oppa berada di belakang kami.

“kau pikir bisa membawa pergi Hyura begitu saja. Silahkan kau tinggalkan rumah ini tapi tidak dengan Hyura”

Aku menggeleng pelan ke arah Leeteuk Oppa. Memohon agar dia tidak membuat Kyuhyun semakin marah. Jika begitu ia akan semakin merasa akan kehilangan. “Oppa andweyo” kataku tanpa suara, tapi sepertinya Leeteuk Oppa tidak memperdulikan lagi permintaanku seperti saat dirumah sakit.

“minggir!” desis Kyuhyun

“tidak akan” sahut Leeteuk Oppa tidak mau kalah

Kyuhyun membuang muka dan mendengus kasar. Belum sempat aku berkedip tiba-tiba saja Kyuhyun melepaskan tangannya lalu merangsek maju dan mencekik Leeteuk Oppa hingga kaki kakakku hampir tidak berpijak.

“CHO KYUHYUN!” jeritku dan berusaha menarik tangannya bersama dengan Donghae Oppa tapi yang ada ia malah mendorongku hingga terjengkang ke belakang begitu pun dengan Donghae Oppa. Astaga besar sekali tenaganya.

“uhuukk…leph..paskan…uhukk brengkh…sek….” Leeteuk Oppa meronta, mencoba menggapai tangan Kyuhyun.

“berani sekali kau” geram Kyuhyun semakin menganggkat Leeteuk Oppa. Donghae Oppa membantuku bangun dan dengan cepat aku kembali mencoba menarik tangan Kyuhyun “Kyuhyun-ah lepaskan. Kumohon lepaskan Oppaku. Kyuh…”

Brukkk

Tiba-tiba saja Donghae Oppa menarik kerah Kyuhyun lalu meninjunya hingga Kyuhyun tersungkur. Leeteuk Oppa terjatuh sambil memegangi lehernya dan terus terbatuk. Aku sendiri kebingungan harus memihak dan menolong siapa. “Oppa Gwenchana?” tanyaku panik. Ia menggeleng cepat “Uhukkk…Uhuukkk, gwenchana”

“Oppa yakin?”

“eoh” nafas Leetuk Oppa masih terdengar tersengal.

“bangun kau brengsek!! Psikopat gila!” aku menoleh. Donghae Oppa menarik Kerah Kyuhyun yang belum sepenuhnya sadar dari pukulan Donghae Oppa yang sebelumnya lalu meninjunya lagi namun tidak membuat Kyuhyun terjatuh.

“ini untuk Hyura!” Donghae Oppa kembali menarik Kerah Kyuhyun dan hendak meninjunya  lagi tapi dengan cepat Kyuhyun menghindar dan balas meninju Donghae Oppa hingga membuatnya mencium tanah. Belum sempat Donghae Oppa bangun Kyuhyun menduduki perutnya lalu memukulinya membabi buta tanpa Donghae Oppa bisa membalas.

Aku berlari dan memeluk Kyuhyun dari belakang berusaha mengehentikannya. “Kyuhyun-ah lepaskan. Kumohon” aku hampir menangis melihat Donghae Oppa di pukuli seperti itu. Tapi Kyuhyun seperti orang kesetanan dan tidak mendengarkanku lagi sedangkan Leeteuk Oppa bahkan sulit untuk berdiri karena cekikan Kyuhyun barusan. Dan tenagaku tidak kuat menarik Kyuhyun

“Kumohon lepaskan” isakku “Kyuhyun-ah Kumohon” aku mengalungkan tanganku di lehernya lalu mencium pipinya. Kyuhyun tersentak kemudian menoleh sedikit, kugunakan kesempatan ini untuk melumat bibirnya lembut. Bisa kurasakan asin darah di sudut bibirnya. Ia terdiam, tidak membalas maupun menolak. terkejut mungkin. “hentikan, kumohon” kataku di bibirnya dan melepaskan tautan kami.

Kyuhyun melepaskan cengkramannya di kerah Donghae Oppa lalu berdiri. Sedangkan Donghae Oppa hampir tak sadarkan diri. Aku tau melukainya jika ia benar-benar melihat hal yang baru saja kulakukan tapi hanya itu yang terpikirkan olehku untuk menghentikan tindakan brutal Kyuhyun.

Tanpa mengatakan apapun Kyuhyun menarikku kasar ke dalam mobil. Aku tau dia masih marah. Dan sekarang yang harus kupikirkan, apa yang akan kuhadapi setelah ini”

Sepanjang perjalanan Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Aku juga tidak berani bertanya. Ia masih terlihat sangat marah. Diam-diam aku melepas cincin pertunanganku dan hendak menaruhnya di saku Jeansku. “buang benda itu” katanya tiba-tiba membuat gerakanku terhenti. Apa dia melihatnya? Bahkan ia tidak menoleh sedikitpun padaku.

“jangan pernah membawaku lagi kerumah itu” katanya di sela-sela giginya.

Aku memutar bola mataku malas. Bukankah seharusnya aku yang marah? Dia mencekik kakakku bahkan memukuli tunanganku hingga tak sadarkan diri. Aku bahkan tidak tau bagaimana keadaan mereka sekarang.

“kau tidak apa-apa?” tanyaku datar tanpa memperdulikan ucapannya. Aku mangambil tisu di samping jok mobil dan mengelap luka di sudut bibirnya. Kulihat tangannya mengepal dan keringat mulai bermunculan di keningnya. “sakit?” tanya ku melembut setelah melihat reaksinya yang tidak baik.

“sangat sakit” sahutnya tertahan. Aku melihat kembali ekspresi saat di lift dulu. Ia seperti manahan sakit. Aku menggeser dudukku mendekatinya. Menyentuh pipinya lembut dan menolehkan kepalanya untuk melihatku ” katakan, mana yang sakit hmm”

“Seluruh tubuhku rasanya sakit Hyura-ya” katanya di sela-sela giginya. Rahangnya mengeras seperti menahan sakit yang amat sangat. Dahiku berkerut sedikit bingung dengan keadaan Kyuhyun. “gwenchana Kyuhyun-ah” aku memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya pelan “ada aku disini. Gwenchana”

Berangsur-angsur kurasakan tubuhnya mengendur dan ia membalas pelukanku. Kyuhyun meletakkan kepalanya di bahuku dan mencium leherku. “Kau tidak akan meninggalkanku kan?” Bisiknya

“Aniya”

“Kau harus terus disampingku Hyura-ya. Apapun yang terjadi eoh” pintanya

“Arasseo”

“Saranghae. Jeongmal saranghae”

“Arra” sahutku lembut dan masih menepuk-nepuk punggunnya pelan menenangkan.

“kita menikah!”

aku melepas pelukanku cepat “Mwo?”

***

TBC

maaf bgd nih klo saya kelamaan publish. padahal udah saya usahain cepet tapi apa daya kesibukan di dunia nyata ga bisa ditinggalin 🙁 🙁 trus buat MGB nya juga belom sempet, jeongmal mianhe 🙁 tp bakal saya usahain cepet koq. ga enak jg punya bnyk utang hehehe

oh ya klo ad yg mw tanya” atau mw kenal sama authornya bisa follow aku di @miss_hoon klo mw d’ folback tinggal mensyon aj koq ^^

abis baca jgn lupa RCL yah ^^

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , . Tandai permalink.

265 Balasan ke Rache [Part 2]

  1. hankyusung berkata:

    Duh makin seru aja nih
    kyu kau sungguh mengerikan
    eon feelny dpt bngt nyampe melek nih mata
    wkwkwk
    q foolow twtrr mu jgn lupa foolback ya
    q tunggu next ff
    semangat eon q mendukungmu

  2. icha18 berkata:

    akhirnya yg part 2 muncul kereen thor,, bikin deg-degan nih..
    part 3 nya jangan lama-lama yaaa

  3. ninepisces berkata:

    andweeeeeeee!!!!!!!!!!
    kyu mengerikaaaaaaaaaaan!!!!!!!!!!
    tp penasaran nihh ma lanjutannyaaaaaaaaaa!!!!!!!!

  4. flamych berkata:

    seru seru seru ^^
    next partnya di tunggu

  5. s_wtot berkata:

    Iya lama thor tp makasih ya akhirnya dipost juga, tembah seru aku kok kasiah si kyu nya ya dri pada donghae
    Kira2 akankah hyura jatuh cinta pada kyu

  6. vitamints berkata:

    Wowow padahal baru tadi ngecek wp, trus skrg ngecek lg eh gataunya udah update lol ah penasaran sama endingnya-_- kyu kenapa psikopat gitu huh anw maaf ya baeu comment di part ini hehe padahal udah baca banyak ff-nya.___. Keep writing! Ditunggu next chap

  7. hyera91 berkata:

    akhirnya post juga^^ bentar… baca dulluuuuuu…

  8. hinata berkata:

    Wow Kyuhyun mengerikan,, penasaran ma next part
    😛

  9. byraineedrop berkata:

    pelik, kyu psikopat ya otoriter. nikahin aja deh

  10. Kim Taena berkata:

    seru tapi kasihan hyura kalo gitu terus. Kapan kyuhyun sadarnya.

  11. hartini berkata:

    Wow… tinggalin jejek dulu dehh
    Tpi aku yakin psti seruu,^^

  12. Fadilah umy berkata:

    Terlalu pendek thor,tp gpp.unk next chapter agak pnjag ya.fighting. . .

  13. lliamaula berkata:

    yah kyuhyun jad monster lagi..q pingin cepet2 liat kyu sembuh n hyura ternyata lebih cinta kyu..hehe g sabaran..next partnya ditunggu..fighting!!

  14. whaverilizer berkata:

    ohmygat kyu parah bgt,aku jd sebel sendiri bacanya.
    masa hyura ketemu ommanya aja ga boleh,kesian hyura :’(
    pengen buru2 kyunya sembuh,ayooo hyura smangat buat nyembuhin kyunya!!! hehehe

  15. hartini berkata:

    Jjang balik lgi dehh^^ . Kali ini aku udh baca thor, wow suka bnget sma peran kyuhyun di sini. Crita’y mengalir begitu wajar, konflik’y jga dpett .
    Part selanjut’y jngan lama² yahh ^o^, gomawo author

  16. Rean berkata:

    Akhirnya publish jg…. Tiap hari ngecek blognya..
    Koq kyu jadi mengerikan seperti itu thor?? Emosinya ga stabil banget. Tapi ceritanya seru. Ditunggu kelanjutannya..

  17. Ratih Ayu Wulandari berkata:

    Aku suka crita nya menguras emosi nie
    daebak

  18. hikarinta berkata:

    Makin ketar ketir bacanyaaaaa….haduhhh gmn yaaa kyu knp jd semakin mengerikan tapi aku suka hihi. Sejujurnya klo di dunia nyata lbh mencintai hae dr pd kyu tp di ff ini aku #kyuteam hehehehe.
    Mksh thor akhirnya melanjutkan part 2, sumpah tiap hari tiap jam ngecek blog ini demi mw bc part ini. Ditunggu part 3 nya author kece

  19. abrian berkata:

    Wahh akhirnya, ff ini publish jg, keputusan ahra untuk tdk menngunakan dktr untuk mengobati kyu, tu ekstrim bngt, apa iya bisa , bs kalai ya, kalau dia percaya orang yg dia cintai tdk akan pernah meninggalkannya, sepwrti emmanya, tp bagaimana kalau dia tau semua yg di lakukan hyura bkn ketulusan hanya terikat perjanjian dng ahra, gmna dong? Trus apa bisa hyura bnr2 suka sm kyu, tp bagaimana bisa, bsa aja kali ya, karana seringnya bersama dan durasi ketwmu mreka sering bngt bs aja hyura bs memahami dunia dn perasaan kyu, hope so. .

  20. peachly berkata:

    rameeee. rame bgt.
    seneng banget pas blog ini ada update rache
    semoga next part updatenya lebi cepet yaaa hehehe 🙂
    somehow suka sama protektif posesif dan impulsifnya kyuhyun. ceritanya serius ga kebaca dari scene ke scenenya. bikin makin penasaraaaaaaan deh
    suka juga gimana hyura ngerespon kyuhyun
    theyre just so sweet~xD
    hwaitiiiiiiiiinnnnngggg!

  21. Park Ji Ae berkata:

    Seru banget yaampuunn :’) penuh dengan konflik menguras emosiii yaampunn , daebakk kerenn 😉 salut sama authornya. Semangat buat lanjutin part selanjutnya yaa Fighting! 😉

  22. Eka apriliyani berkata:

    Disini disatu sisi kyuhyun kasian tapi disisi lain dia serem banget.. Ditunggu next partnya eonni:)x

  23. kyukyupil berkata:

    Nggak tau lg mau koment apa thor!
    Feelnya dapet banget dan kyuhyun semakin mengerikan. Next part panjangin lagi yaa~
    Oya, kalo bisa masukin jino lg dongg thor 😀

  24. Ceritanya semakin menarik dan seru ..
    Si kyuhyun egois banget siii ..
    Kesian teuk sama hae di tonjokin ..
    Ahh next part ajja di tunggu
    🙂

  25. lee khom berkata:

    kyaaa keren.. cho kyuhyun ngp dia kuat bgtu yk..??

  26. Maulina Jelita berkata:

    Akhirnya detik demi detik menit demi menit akhirnya dipost juga,,,,
    wah,, wah,,, kyuhyun oppa malah semakin over sama hyura,,, yang sabar hyura,,,,
    kalo dipikir2 betul pendapat hyura, meragukan cintanya kyuhyun opppa
    KEEP WRITING THOR~ (O.O)9

  27. Fathur Rahmah berkata:

    Akhir.a part 2 dtg jg,
    sbr ya hyura sm tgkah.a kyu,
    n smgt buat lnjtn part 3

  28. tata berkata:

    hiuuuwww
    horor dech si kyu
    itu abang hae sampe pingsan

    lanjutnx dtunggu
    penasaran nich

  29. hyunsoo28 berkata:

    Aduh author datang di saat yg yepat, hari minggu gini, bingung mau ngapain, bawaanya ngantuk bgt eh iseng main ke sini, awwww ada rache part 2, langsung histeris, langsung ga ngantuk lagi hehehehehe
    Aduh di tunggu bgt lah kelanjutannya, sumpah ini seru abis
    Sebenernya kasian sm hae yah, tp entah kenapa aku pengennya hyura sm kyu aja #plak #kejam
    Kalo bisa sih jgn kelamaan thor publishnya, tp kalo emng sibuk apa boleh buat, selesein dulu urusan yg penting” nya … Semangat miss hoon !!!

  30. CMonS berkata:

    Ini ff keren, tapi kalau aku baca jadi ikut emosi sendiri.
    Apa lagi dengan sifatnya Kyuhyun oppa malah bikin aku mau cekik dia….
    Yasudahlah buat kakak author salam kenal dan semangat terusin ff nya yaaaa

  31. uchapucca berkata:

    seru banget eonn,, MGB ditunggu2 ni eonni,, semangat nulisnya.. and dtnggu next rache

  32. chana chan berkata:

    huaaahhh daebak eon, makin keren nh crtx hihiii.. dan makin penasaran tentux ^^

  33. kokaihi berkata:

    oukhh kyu sungguh mengerikan klau bgini trus hyura yg jd gila kekekkkk
    smangat trus eonie lnjutin ff nya mkin seru.
    fighting

  34. Marlina berkata:

    Aahhh… Akhir nya keluar juga aku seng banget*sambil loncat2* pulsa aku habis cuman gara2 ngecek ff ini udah keluar atau blm. Kalau bisa di posstingnya jgn lama2 ya eonnie aku nunggu ke lanjutan nya teruss…
    Pokoknya lanjutkan ya eonnie. Hhaha Saranghae^^

  35. Marlina berkata:

    Aahhh… Akhir nya keluar juga aku seneng banget*sambil loncat2* pulsa aku habis cuman gara2 ngecek ff ini udah keluar atau blm. Kalau bisa di posstingnya jgn lama2 ya eonnie aku nunggu ke lanjutan nya teruss…
    Pokoknya lanjutkan ya eonnie. Hhaha Saranghae^^

  36. asrawisafrianaa berkata:

    akhirnya publish jg…ngga bs berkata2…kyu posesif skali. next part sist , jgn kelamaan yach hehehehe…

  37. niza berkata:

    Tiap hari bolak balik check wordpress ini ahirnya publish jg rache part 2 nya
    Sebenernya bingung jg sih kyuhyun itu lebih ke psikopat atau phobia
    Huhuhu kesian banget sih hyura, msa utk ketemu eomma dan oppa nya aja susah banget. Terlalu dirimu kyu
    tapi kyknya ni yah, kyuhyun itu sebenernya bisa kq sadar cmn hyura nya hrs bsa sdkt aja ngebuang semua hal yg brhbngn dgn laki2 lain slain kyuhyun. Ya walaupun menyakitkan sih. Toh ini juga buat hyura biar hyura bs cpt bebas dri kyuhyun.
    Thor sumvah pke bingitssssszzzzz, aq ituh pengen bingitttsssss hyura sma kyuhyun
    Gtw kenapa, tp aq itu lbh ngrsa kalo hyura itu jdhnya kyuhyun di ff ini.
    Ayo thor buat kyura menikah secepatnya. Trs buat hyura jth cnta banget lebih malahan dripd hyura cnta sma donghae
    Ditunggu next part thor

  38. 13elieve berkata:

    Komen” panjang ga