My Brother's Girl [Part 3]

cats

Happy Reading N Sorry For Typho ^^

***

“namamu?”

“Lee Donghae”

“kau tau ini apa?” Eunhyuk mengeluarkan Flascard dan menunjukkannya pada Donghae satu persatu

“macan, presiden korea, Myeongdong, Michael Jackson” Donghae menjawab dengan malas-malasan.

“tahun berapa sekarang?”

“2007”

“kau ingat berapa nilaimu di kelas kardioserebrovaskuler?”

“hampir mendekati sempurna”

“jika pasien operasi amandel mengalami kecelakaan selang 2 hari. Menurutmu apa yang akan terjadi?”

“tentu saja jahitan operasinya akan terbuka dan harus dilakukan operasi ulang” sahut Donghae Lugas. Eunhyuk mengangguk setuju.“bisakah kau berhenti? Apa kau menganggapku bodoh eoh?” Donghae menyalak galak. Eunhyuk menghela nafas panjang. Ini tidak akan mudah. Batinnya. “baiklah kitaberhenti. Tapi bisakah kau ceritakan apa yang kau alami baru-baru ini?”

“kenapa aku harus menceritakannya padamu?” Sahut Donghae tidak suka “kupikir kita teman. Tapi kau meninggalkanku dengan mengenakan jubah itu dan berlagak sok didepanku. Seolah aku ini penderita cacat”

“kau baru saja mengalami kecelakaan Donghae-ah”

“aku tau”

“kita bukan lagi mahasiswa kedokteran. Bukan hanya aku tapi kau dan Kyuhyun pun sudah menjadi dokter dan bekerja di rumah sakit ini” Eunhyun menjelaskan selembut mungkin. “dan sekarang bukan tahun 2007 tapi 2014”

Donghae mengerutkan keningnya bingung. mencerna informasi yang diberikan Eunhyuk. “apa aku tidur selama itu?”

Eunhyuk menggeleng sambil tersenyum “kau hanya lupa Donghae-ah”

***

“meski tidak terlalu yakin tapi aku merasa Donghae sedikit berubah” Eunhyuk mulai menjelaskan. “ia merasa dirinya masih berada di tahun 2007 sebagai mahasiswa kedokteran. Tapi saat ini ia bukan seperti Donghae yang kukenal. Donghae bukan pemarah tapi kali ini emosinya sedikit meledak-ledak”

Kakek Donghae mengangguk mengerti lalu menatap Kyuhyun serius “Kyuhyun-ah. Kau bergaullah dengannya, anggap dia seperti orang yang sehat. Jangan pernah berpikir Donghae orang yang lupa ingatan.”

“ne” sahut Kyuhyun lesu sambil tertunduk. Suasana hatinya masih memburuk setelah mendengar penyataan cinta Hyura pada kakaknya.

“dan kuharap kau juga begitu Hyura-ya” Pinta tuan Lee pada Hyura

“arasseo Seosangnim”

“kau bisa melanjutkan merawat Donghae dirumah kami atau kau bisa pulang ke Jeju. Pikirkanlah, jangan membuang waktumu untuk Donghae” Hyura hanya bisa mengangguk pelan. Ini diluar perkiraan bahwa pria itu tersadar dan tidak mengingatnya. Haruskah ia menyerah?

***

Hyura berjalan dalam diam di belakang Kyuhyun dan Donghae. Pria itu mendorong kursi roda yang dinaiki kakak sepupunya. Saat ini didunia Lee Donghae tidak ada sosok Park Hyura. dan gadis itu pun memilih tidak mengatakan apapun. Hyura takut jika ia mengatakannya justru akan menyakiti Donghae. Pria itu bisa saja teringat trauma akan kematian ibunya.

“kau benar-benar seorang dokter?” tanya Donghae dengan nada mengejek. Ia sedikit menoleh untuk melihat kyuhyun.

“eoh” sahut Kyuhyun malas. Ia tidak peduli dengan ejekan Donghae

Donghae tertawa kecil “kau terlihat sangat tua dengan pakaian itu. bahkan wajahmu seperti  ahjushi botak di sebelah rumah. Tapi aku cukup kagum kau bisa jadi dokter  mengingat kau bahkan tidak lulus di kelas kedokteran dasar” tawa Donghae semakin lebar. Kyuhyun membuang muka lalu menghembuskan nafas kasar “aisshh jinja” umpatnya pelan

“apa jangan-jangan Harabeoji menyogok kampusmu hingga kau bisa lulus?” Donghae tertawa membayangkannya

Kyuhyun menghentikan dorongannya lalu menatap Donghae kesal. Waktu muda dia benar-benar menjengkelkan. Batin Kyuhyun. “YA! aku disini karena ulahmu dasar Pria pendek!” Donghae menoleh lalu berusaha bangkit berdiri. sedikit kesal, Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan pria pendek.

“Kyuhyun ssi” Hyura merangsek maju memegang lengan Kyuhyun. mencoba memperingatkannya. Kyuhyun sedikit melirik Hyura lalu melepaskan pegangan gadis itu “kau urus dia. Aku muak dengannya” kata Kyuhyun lalu berbalik dan pergi.

“cih, apa dia pikir aku tidak muak dengannya” sahut Donghae tidak kalah sengit. Hyura hanya hanya mendesah pelan melihat pertengakaran kedua saudara itu. “Oppa. Duduklah. Aku akan mengantarmu kekamar”

Donghae menuruti Hyura dan membiarkan gadis itu menggiringnya kembali ke kamar. Hyura membantu Donghae naik ketempat tidur dan menyelimutinya. “aku penasaran” kata Donghae tiba-tiba dan membuat Hyura yang berniat beranjak kembali menoleh. Menunggu Donghae melanjutkan ucapannya. “bagaimana kau bisa tahan dengannya?”

Hyura mengerutkan keningnya “maksudmu?”

“iya bagaimana kau bisa tahan dengan Kyuhyun? kalian berpacaran kan?”

Hyura membuka mulutnya tapi ia tidak tau harus menjawab apa. “i..itu..aku”

“padahal kau sangat baik dan cantik. Kakek bilang kau yang merawatku. Gomawo”

“ne” Hyura berusaha tersenyum namun lebih terlihat s