My Brother's Girl [part 1]

cats

Happy Reading N Typho ^^

***

Alunan music jazz yang menghibur mengiringi para pengunjung di salah satu Klub Music Jazz di Itaewon. Pria tinggi berhidung mancung itu pun memejamkan matanya sambil menikmati permainan Cello nya sendiri. Cho Kyuhyun menjadi primadona sekaligus daya tarik tersendiri di klub tersebut dan menjadi tontonan para pengunjung wanita.

Selepas pertunjukannya pria itu merebahan dirinya di sofa di ruang tunggu staff. Matanya terpejam dan Tangannya memijat kening. “Kyuhyun-ah, ada yang mencarimu” Kyuhyun membuka mata dan menoleh, Haera sang Vocalist bersandar diambang pintu sambil bersedekap santai.“siapa?” Kyuhyun bangun dan masih memijat keningnya. Pusing karena memang sakit kepala atau terlalu banyak minum. Entahlah.

Haera mengendikkan bahunya dan berlalu. Kyuhyun mendesah berat, dengan malas ia mengangkat tubuhnya dari sofa. Langkahnya terhenti saat melihat siluet tubuh Pria memunggunginya di depan meja bar yang sudah sepi. Jelas saja karena Klub malam tersebut hampir tutup.

“Mau apa kesini?” tanya Kyuhyun malas sambil berjalan mendekati pria itu. Kyuhyun mengangkat telunjuknya ke arah bartender, memesan minuman yang biasa ia minun.

Pria itu menoleh dan tersenyum “mian, aku datang terlalu larut. Jadi tidak bisa melihat penampilanmu”

Kyuhyun memutar bola matanya malas lalu Menyesap Cocktailnya “jangan basa basi, ada apa kau mencariku kesini?” Pria itu tidak menjawab sampai Kyuhyun menangkap dari sudut matanya kunci mobil bergesar kearahnya. Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung.

“pakai saja mobilku” sahut pria itu menjawab kebingungan Kyuhyun.

Kyuhyun membenarkan posisi duduknya dan menghadap pria di sampingnya “Lee Donghae. apa Haraboji membelikanmu mobil baru?” tanyanya tidak percaya dan terselip nada kesal. Donghae hanya tersenyum tipis lalu menepuk bahu Kyuhyun pelan sebelum beranjak.

“Ya! Lee Donghae kau mau kemana? Jawab pertanyaanku dulu!! Kau dibelikan mobil apa? Hey… aku bicara padamu. aishhhh dasar pria pendek!!” Kyuhyun menendang Kursi yang tadi di duduki Donghae.

***

23.00 PM, At Basement Heaven Club Jazz

Drrrtttt drrrrtttt Drttttt

Aku melirik malas ke arah ponsel pria pendek itu. meninggalkan ponselnya di dalam mobil dan benda sialan itu tidak berhenti berbunyi. Dan aku pun terlalu malas untuk menyentuhnya. Aku mengetuk-ngetukkan jariku di stir mobil, menimbang-nimbang untuk pulang ke rumah atau tidak. Jujur saja aku penasaran apa Harabeoji benar-benar memberinya mobil baru sampai dia memberikan mobilnya untukku. Mungkinkah Audy? Atau ferari? Sial aku benar-benar penasaran.

Tok..tok..tok…

aku menurunkan kaca jendela dan melihat Eomma menurunkan badannya menyamakan dengan pintu mobil ini. Eomma menatapku garang “anak nakal! Apa aku harus terus menyusulmu ke tempat ini hah?”

“aku tidak pernah meminta eomma melakukannya”

“aishh bocah nakal” geramnya lalu menjewer telingaku

“aaaa eommaa… appo…appo… appo…. geumanhee….” aku menarik paksa tangan Eomma dari telingaku lalu mengusap-usapnya. Ya ampun, apa ibuku ingin membuatku kehilangan telinga?

Eomma mendengus kesal “sekarang kau ikut pulang kerumah!!” katanya tegas

“mwo? Pulang? Shireo!!”

Eomma semakin melotot ke arahku, lalu ia sedikit menggeser tubuhnya mencoba memperlihatkan mobil Harabeoji yang terparkir tidak jauh dari tempatku. “kau lihat!! Apa kau mau kakekmu sendiri yang menyeretmu hah?” ancamnya.

“sial” desisku

Eomma menegakkan tubuhnya “eomma tidak mau tau, kau harus mengikuti kami pulang. Arasseo!!

“ne arra arra” sahutku malas dan menyalakan mesin mobil. Menunggu mobil kakekku berjalan di depan. Aku menghentikan mobilku sejenak saat baru keluar dari basement klub, kabur atau mengikuti harabeoji? Eottoke? Eottoke?

 Baiklah Cho Kyuhyun, kau harus mengambil keputusan agar hidupmu tidak kembali di renggut dan aku memutuskan kabur!! Melarikan mobil Hyungku ini secepat yang kubisa. Tapi Tidak sampai 30 menit aku berkendara ada dua mobil polisi mengikutiku dan berusaha menghentikan. Apa aku melanggar rambu lalu lintas? Sepertinya tidak.

***

Pencurian Mobil

Astaga yang benar saja. kakekku menangkapku dengan melaporkanku ke polisi karena pencurian mobil. Dan sekarang disinlah aku, di depan polisi yang mengintrogasiku dengan kakek tua disebelahku ini.

“aku tetap ingin memprosesnya secara Hukum” kata kakekku keras kepala.

“Appa….” keluh eomma dan dibalas tatapan tajam dari kakek.

Polisi di depan kami menghela nafas dalam “bukankah sebaiknya diselesaikan dengan kekeluargaan? Bukankah dia cucu anda?”

“aku menginginkan ganti rugi” sahutnya dengan senyum licik penuh arti. Benar-benar pria tua yang licik.

~

Brakkkk

Aku memukul atap mobil Donghae “ahh, jinja” ini semua gara-gara mobil si brengsek Lee Donghae. apa dia berencana mengahancurkan hidupku? Sekarang aku tidak tau dia dimana. Eomma bilang dia pergi dari rumah karena itu kakek mencariku. Kalau pria pendek itu cucu kesayangannya kenapa kakek harus mencariku? Bukan mencarinya? Dan kenapa dia harus meninggalkan ponselnya dan memberikan mobilnya padaku? Arrg