My Mysterious Girl [Park Family]

park family

Happy reading N sorry for Typho ^^

***

Kendaraan berlogo kuda jingkrak tersebut melesat kencang membelah jalanan London di sore hari. Tanpa memperdulikan kendaraan lain yang terus mengklaksoninya. sang pengemudi terus memacu mobilnya sampai ke tempat tujuan. Rumah besar yang lebih mirip kastil pada abad pertengahan itu menjadi tempat parkir Mobil Ferari tersebut.

“cepat sekali kau pulang? Bagaimana buruanmu?” tanya seorang kakek tua yang tengah menyirami kebun mininya yang dipenuhi berbagai macam tanaman.

“tidak menarik” sahut seorang gadis sambil melepas kacamata hitamnya begitu ia turun dari mobil. Kemudian gadis itu membuka bagasi dan mengeluarkan tas hitam besar yang lebih mirip tas golf lalu melemparnya sembarang. Terdengar bunyi bedebum kencang yang menandakan seberapa berat tas tersebut.

“aku tidak butuh benda seperti itu”

“hanya mengetes, lagipula kau ini bukan sniper” sahut kakek itu ringan kemudian memberikan isyarat pada seorang pria muda yang berdiri tidak jauh dari sana untuk memungut tas tersebut.

“kibum ssi, siapkan jet pribadiku! Aku mau pulang” perintah gadis itu

“ne algeusemnida agashi”

“kau tidak akan kemana-mana Hyura-ya!!” bantah kakek Tegas

Hyura memutar bola matanya malas “jangan melarang-larangku, Dasar kakek-kakek tukang ikut campur”

“aku akan terus ikut campur jika itu menyangkut dirimu”

“aku bukan anak kecil!!”

“kau memang bukan anak kecil, tapi kau masih butuh pengarahan”

“HARABEOJI!!!!!!”

Kakek mendengus kasar “siapa suruh kau ikut campur urusan kepolisian Seoul? Lihat! Sekarang kau malah jadi buronan bahkan kau bisa membahayakan keluargamu karena berurusan dengan Jaesuk. Dasar idiot!!” geram kakek sambil melempar selang air ke tanah kemudian menatap Hyura tajam. meskipun berhadapan dengan kakek kandungnya tapi Hyura tidak bersikap selayaknya cucu yang baik. Ia malah bersedekap dan menatap balik kakeknya seolah menantang.

“sudah kubilang jangan melarang-larangku! Aku tau apa yang kulakukan jadi sebaiknya jangan ikut campur dan urusi saja tanaman bodohmu itu” kata Hyura tajam kemudian berbalik menuju rumah. ia akan bersiap meninggalkan London, urusannya di negara itu sudah selesai.

“Han Hyura!!”

Langkah Hyura terhenti saat kakeknya memanggil nama lengkap gadis itu. Hyura menggertakkan giginya kemudian berbalik cepat dan menatap kakeknya tajam “namaku Park Hyura!! ibuku Han Chaerin sudah menikahi ayahku Park Soo Ha. Jadi jangan pernah memanggilku lagi dengan nama keluargamu!!”

“tapi secara hukum kau bukanlah anak mereka. Namamu tidak ada dicatatan keluarga Park, kenapa kau tidak bisa menerimanya juga?”

Hyura mendengus kasar, kakeknya benar-benar menguji kesabarannya. Tau begini ia akan menginap di hotel daripada pulang kerumah kakeknya. “itu karena kau memaksa mereka dasar kakek tua!!” Hyura membatalkan niatnya untuk masuk kedalam rumah dan kembali masuk kedalam mobil tanpa memperdulikan teriakan kakeknya yang terus memanggil namanya.

“pesawat komersial lagi” desahnya malas

***

Flashback

Leeteuk membuka pintu ruangannya dan tidak terkejut saat melihat seorang gadis sudah berdiri disana menunggunya. Gadis itu tertunduk seperti orang yang ketakutan karena ketahuan bersalah. “tidak kusangka akan menemuimu disini, Hyura-ya” kata Leeteuk sambil berjalan mendekat dan tanpa sadar Hyura memundurkan kakinya selangkah.

“ma maafkan aku oppa. Aku yang salah. Aku benar-benar minta maaf” katanya tanpa berani mengangkat wajahnya.

Leeteuk memutar bola matanya “jangan berpura-pura Hyura-ya, kau membuatku muak” sahut Leeteuk malas

Hyura menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memamerkan barisan giginya “ketahuan yah? Hehehe. Aishh seharusnya aku lebih banyak belajar pada Hyuna”

Leeteuk menggeleng pelan menanggapi sikap kekanak-kanakan adik perempuannya itu “kudengar kau membuat keributan besar dirumah, membuat ibu menangis dan menusuk Hyuna”

“habis mereka menghalangiku saat aku mau pergi” rajuknya dengan nada manja “aku juga tidak sengaja melukai Hyuna. Sampaikan maafku pada mereka”

“ gara-gara kau Hyuna jadi mabuk-mabukkan dan pergi dengan banyak pria. Dia merasa kau mengkhianatinya dengan mengatakan ‘akan menentukan jalan hidupmu sendiri’” Leeteuk mendesah dalam mengingat prilaku adik perempuannya yang satu lagi. ibunya bilang dalam seminggu Hyuna beberapa kali pulang pagi dengan keadaan sangat berantakan dan dalam kurun waktu itu pula banyak pria yang mencarinya membuat ibunya sakit kepala.

“dia sangat kekanak-kanakkan. Apa kembar juga berarti harus selalu bersama? Dia akan selalu marah kalau aku mengambil keputusan sendiri” sungut Hyura.

“kalian berdua yang kekanak-kanakan! Kau seharusnya lebih memahaminya dan Kau sangat egois Hyura-ya. Pernahkah kau memikirkan posisi Appa jika Harabeoji sampai tau? Dan bagaimana sedihnya Eomma saat kau pergi dari rumah, bahkan kau tetap  pergi saat melihat Eomma menangis” kata Leeteuk tegas, dia memainkan perannya sebagai kakak tertua dengan sangat baik.

Hyura menundukkan kepalanya. Ia sangat sadar apa yang dikatakan kakaknya tidak salah. Ia memang anak yang egois, tapi apa salahnya kalau kau ingin menentukan jalan hidupmu sendiri tanpa campur tangan orang lain? Dan hal itulah yang Hyura inginkan. Bebas. “ini hidupku, aku hanya ingin melakukan apa yang ingin kulakukan. Apa itu salah? Apa tidak cukup selama 23 tahun aku hidup menuruti keinginan kalian?”

Leeteuk merangsek maju mendekati adiknya lalu memegang kedua bahu gadis itu lembut.

 “aku tau kau merasa tidak adil. Tapi itu adalah takdir yang harus kau hadapi Hyura-ya. Bukan hanya kau. Aku dan Hyuna pun mengalami hal yang sama bahkan jauh lebih berat dibanding yang kau alami”

“kenapa kita tidak bisa hidup seperti keluarga yang lain?” gumam gadis itu pelan

 “takdir yang menghampiri kita Hyura-ya, kita tidak bisa memilih. dan sekarang kuminta kau pulanglah kerumah! Temui Eomma dan Appa minta maaf pada mereka dan juga Hyuna. Jangan ikut campur lagi urusan kepolisian!! Tempatmu bukan disini”

Hyura menatap kakaknya kesal. Bukan itu jawaban yang ia ingin dengar “Oppa!!”

“pulanglah. Aku tidak ingin berdebat lagi denganmu” Leeteuk membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar ruangannya.

“Jamkkanman!” Leeteuk menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Hyura. gadis itu menatap kakaknya tajam dan menusuk.

“aku akan melakukan apa yang ingin kulakukan. Jangan pernah melarangku-larangku!! Dan tidak ada yang bisa menghentikanku siapa pun itu, bahkan kau, Appa ataupun Harabeoji!!!” Hyura berjalan melewati Leeteuk dan menutup pintu ruangan kakaknya dengan keras. pria itu menghembuskan nafas lega sepeninggal Hyura. meskipun tidak ingin mengakuinya tapi tatapan adiknya cukup membuatnya bergidik.

Flasback End

***

 Donghae berjalan lunglai memasuki gedung apartemennya. Hari yang sangat melelahkan baginya setelah seharian melakukan penyelidikan mengenai penculikan anak-anak bersama rekannya Eunhyuk. langkah pria itu terhenti saat melihat sneakers di pintu masuk apartemennya.

Ia mengeluarkan pistol dari balik punggungnya dan matanya berkeliling bergerak waspada. Ia berjalan mengendap-endap di lorong dari pintu masuk menuju ruang tengah.

“tidak perlu mengendap-endap, aku tidak bermaksud jahat”

Donghae mengerutkan keningnya. Suara ini. Suara yang sangat familiar di telinganya. Tanpa menunggu lagi ia mendekati sumber suara. terlihat seorang gadis berdiri dengan santai di ruang tengah apartemennya.

“hai” sapa Hyura ringan begitu Donghae muncul di hadapannya

“kau…..”

Donghae tidak tau harus berbicara apa pada Hyura. ia juga tidak tau harus senang atau sedih . sebagian dirinya ingin Hyura agar tetap bersembunyi tapi sebagian dirinya lagi ingin bertemu gadis itu.

“apa aku terlalu mengejutkanmu?”

“dasar Bodoh!! Kemana saja kau? Kenapa baru muncul sekarang hah? Apa kau tidak tau kau menjadi tersangka penyerangan Jino? dan untuk apa kau menyerang Jino? apa kau tidak tau bagaimana efeknya  untuk Kyuhyun? dia mencarimu seperti orang gila” omel pria itu, bahkan sedikit membentak dan membuat Hyura melongo menatapnya bingung

“kenapa kau marah?”

Donghae berkacak pinggang dan mendengus kasar. Pria itu terlihat sangat emosi dan berusaha keras untuk meredamnya. Sedangkan Hyura hanya mengerutkan keningnya bingung. Apa karena aku masuk kerumahnya tanpa ijin? dia jadi seperti ini. Batin gadis itu

“mmm sebenarnya….aku bermaksud menunggu diluar tapi diluar dingin jadi aku masuk saja, aku tidak tau kalau……”

“Katakan!!! Kemana saja kau selama ini?” potong Donghae cepat tanpa memperdulikan perkataan Hyura.

“aku keliling eropa. Waeyo?” sahut gadis itu polos

“Jeongmalyo?” Donghae menyipitkan matanya, antara percaya dan tidak.

Gadis itu mengangguk pasti kemudian merogoh sesuatu dari tas punggungnya. Ia mengeluarkan kotak berukuran sedang lalu menyodorkannya ke arah Donghae. “ini oleh-oleh untukmu”

Meskipun awalnya ragu tapi Donghae tetap menerimanya ‘gomawo” katanya pelan. Sementara pikiran pria tersebut sibuk memikirkan kasus penyerangan Jino. jika benar Hyura di Eropa lalu siapa yang dilihat Jino malam itu?

“apa ada yang salah? Kau terlihat cemas”

“oh aniya” Donghae menggeleng pelan lalu mengajak Hyura duduk di sofa.

“kenapa kau pergi begitu saja? kau membuat semua orang cemas, termasuk—Kyuhyun”

Kyuhyun? astaga. Bahkan selama penyelidikannya di London ia lupa bagaimana hubungan mereka saat ini, ia terlalu fokus pada buruannya.

“oh itu… aku, aku hanya butuh berpikir dan ingin sendiri jadi kuputuskan untuk tidak memberitahu siapapun. Aku tidak tau kalau membuat kalian cemas. Mianhe”

 Donghae mangangguk pelan. Kemudian menatap Hyura penuh harap, bagaimanapun juga ia harus meluruskan kasus penyerangan Jino.

“apa kau masih menyimpan tiket perjalanan mu?The Royal Ekspress? Atau kau berfoto disana? Atau apalah itu yang membuktikan kau tidak ada disini 4 hari yang lalu?”

“eoh, tentu saja aku masih menyimpannya. Dan di foto juga tercatat tanggal kapan foto itu diambil”

Donghae tersenyum lega “bagus. Sekarang ikut aku” Donghae menarik tangan Hyura keluar apartmennya

“hey, kita mau kemana?”

“membuktikan bahwa kau tidak bersalah. Tentu saja” Donghae terlihat sangat bersemangat sedangkan Hyura hanya mengikuti kemana Donghae membawanya. Meskipun ia kembali mengerutkan keningnya saat mobil Donghae berhenti didepan markas Kepolisian. Sial, kenapa kesini lagi. batin Hyura.

Selama perjalanan Donghae menghubungi rekannya dan melaporkan bahwa ia menemukan Hyura dan ia juga memiliki bukti bahwa Hyura tidak berada di Korea saat kejadian penyerangan tersebut itu berlangsung.

Hyura di bawa ke dalam ruang Introgasi dan disana sudah ada Minho dan Siwon menunggu kedatangan mereka. Sedangkan dibalik kaca yang tidak terlihat dari tempat Hyura berada Kangin dan Leeteuk melihat juga mendengarkan pembicaraan mereka.

Leeteuk berdiri gusar melihat adiknya akan diintrogasi, Berkali-kali ia menggigit bibir bawahnya. Adiknya tidak terlalu pandai dalam bermain peran dibandingkan dirinya atau Hyuna.

Berbanding terbalik dengan Leeteuk, Hyura justru duduk santai diruangan seukuran kamar dan memliki penerangan yang cukup terang. Disana terdapat satu meja dan dua kursi saling berhadapan. Siwon Duduk persis didepan Hyura dan Minho berdiri disebelah Siwon sedangkan Donghae bersandar sambil bersedakap di sudut ruangan.

“baiklah Park Hyura ssi sebelum kita memulai apa kau tau kenapa kau dijadikan tersangka dalam Penyerangan JIno?” Siwon memulai dengan formal dan sesuai Prosedur.

Mengangguk mengiyakan “tadi dijalan Donghae ssi menjelaskannya padaku. Dan kurasa itu sangat tidak masuk akal”

“apa kau perlu didampingi pengacara?” tawar Siwon

“kurasa tidak perlu. Tanyakan saja apa yang perlu kalian tanyakan” sahut gadis itu enteng

Siwon mengangguk dan mulai menatap Hyura serius “ Nona Park, apa kau mengenal Cho Jino?”

Hyura mengangguk pelan  “dia sepupu Kyuhyun, Kyuhyun sendiri yang mengenalkan kami waktu kalian rapat dulu”

“apa kau tidak pernah bertemu lagi setelah itu?”

Hyura berpikir sebentar berusaha mengingat-ingat “hmmm, sepertinya tidak. Bahkan jika aku ke Cho Corp aku tidak pernah bertemu atau berpapasan dengannya”

“apa kau tau Cho Jino diserang 3 hari yang lalu sekitar pukul 8 malam?”

“tentu saja aku tidak tau. Kalian bisa lihat sendiri buktinya di sini” dimeja Donghae sudah menghamparkan bukti tiket The Royal Ekspress, tiket penerbangan Seoul-Swedia dan London-Seoul serta foto-foto Hyura sewaktu liburan di kereta super mewah tersebut.

Siwon mengangguk mengerti karena ia juga sudah meneliti bukti-bukti yang diperlihatkan Hyura “tapi kenapa kau pulang dari London? Bukankah pemberhentian terakhir di Belgia?”

“aku mengunjungi Kakekku di London baru setelah itu aku kembali kesini”

Siwon kembali mengagguk. Semua bukti benar-benar sangat meyakinkan apalagi difoto sudah tertera tanggal kapan foto itu diambil dan pada saat malam penyerangan Jino, Hyura baru saja berangkat menuju London setelah perjalanan panjangnya.

“apa aku bisa bertemu dengan korban?” tanya Hyura

Leeteuk menahan nafas saat gadis itu menyatakan keinginannya, entah sudah keberapa kalinya ia mengusap wajah dan memijit pelan pangkal hidungnya

“tidak masalah jika korban tidak keberatan. Minho, kau hubungi rumah sakit dan tanyakan keadaan Jino”

“ Ne, Algeuseumnida!” patuh Minho kemudian ia keluar ruangan tersebut.

Hyura mengamati kaca yang ada didepannya, meskipun kaca tersebut hanya memantulkan bayangan dirinya tapi ia tau ada yang memperhatikannya dari balik kaca itu. “aku ingin kekamar kecil” kata Hyura Tiba-tiba.

Sebelum mengangguk Siwon dan Donghae sempat saling bertatapan selama beberapa detik sampai akhirnya ia meminta Donghae untuk mendampingi Hyura.

“aku tunggu disini” kata Donghae sebelum Hyura masuk kedalam toilet.

 Hyura membasuh wajahnya dengan air. Park Hyura kau pasti bisa melakukannya. Kata gadis itu menyemangati dirinya sendiri. Gadis itu tidak terkejut saat melihat pantulan wajah kakaknya di kaca didepannya. Cih bahkan itu di toilet wanita, sepertinya Leeteuk benar-benar tidak sabar dengan kelakuan Hyura.

“sampai sejauh mana kau mau melakukannya?” tanya Leeteuk dingin

Hyura tidak berbalik dan hanya kembali menatap Leeteuk melalui kaca “hanya ingin membantu pihak kepolisian? Apa itu salah?”

“tentu saja salah! Kau bukan siapa-siapa. Jangan ikut campur urusan kepolisian!!!” hardik Leeteuk

Hyura berbalik cepat dan menatap Leeteuk kesal “lalu kau? Apa yang Oppa lakukan hah? Sebagai kepala polisi kau justru menyesatkan anak buahmu. Dengan otakmu itu aku yakin kau tau siapa pembunuhnya hanya dengan sekali lihat”

“apa kau bilang? Menyesatkan? Aku hanya ingin melindungi anak buahku, aku tidak ingin mereka terlibat terlalu jauh dengan kasus Pembunuhan Cho Mincho dan rekannya. Biarkan kasus itu ditutup seperti kasus Cho Yeonghwa”

Hyura menatap Leeteuk tidak percaya “jadi ini alasan kau membiarkan CIA mengejar kita? Kau membiarkan mereka membuat kita seperti penjahat padahal kita tidak melakukan apapun.  oppa, kau sangat keterlaluan!”

“itu kulakukan untuk melindungi anak buahku. Kenapa kau tidak bisa mengerti juga Hyura-ya?” Kata Leeteuk frustasi

“ Apa kau tidak memikirkan keluarga korban? Kyuhyun dan juga Jino. mereka juga butuh keadilan selain itu kehancuran keluarga dan juga perusahaan mereka sudah di depan mata, bagaimana mngkin kau membiarkan hal ini?” sahut Hyura tak kalah frustasi. Ia sendiri bingung dengan pemikiran kakaknya.

“itu takdir mereka karena terlahir di keluarga Cho dan kau juga harus menerima takdir mu sebagai bagian dari keluarga Park”

“berhenti membicarakan takdir!!! Kau membuatku muak”

“kau yang harus berhenti Hyura-ya, pulanglah kerumah atau kembali ke London, ketempat Harabeoji. Lupakan semua orang disini dan anggap tidak pernah terjadi apa-apa” suara Leeteuk sedikit melembut

Hyura mendesah berat. Bagaimana mungkin ia menyerah setelah apa yang gadis itu lalui di London demi menerobos masuk markas M16, oh yang benar saja?

“kau meminta hal yang mustahil oppa. Aku tidak akan berhenti sampai akhir”

“kenapa? Apa karena dia kekasihmu? Kau sampai bertindak sejauh ini hah?”

Hyura tidak menjawab, ia sendiri bingung kenapa ia bisa sampai bertindak sejauh ini. Karena permintaan Donghae? atau untuk membantu dan melindungi Kyuhyun? ia sendiri bingung. Yang jelas untuk pertama kalinya ia merasakan sensasi aneh saat melaksanakan tugas ini. Hal yang sama sekali belum pernah ia rasakan.

“kau terlalu naif Hyura-ya, untuk apa kau menjalin hubungan yang sudah jelas bagaimana akhirnya. Masa depan kita telah diatur sejak lahir, bagaimanapun juga kau tidak akan pernah bisa bersama dengannya! karena itu, kuminta kau pulang dan jangan lagi ikut campur urusan kami” kata Leeteuk tegas

“kau sudah tau jawabanku kan”

Mereka saling menatap mempertahankan keinginan masing-masing sampai Hyura berjalan melewati Leeteuk tapi lengannya di tahan oleh kakaknya. “apa kau tidak menyadari? Kau sedang memegang pisau dileher kami semua Hyura-ya”

Hyura mengerutkan keningnya tidak mengerti, ia baru saja ingin membuka mulutnya untuk bertanya tapi Donghae mengetuk pintu dan memastikan keadaan Hyura. mereka baru menyadari kalau mereka terlalu lama di dalam toilet.

“n ne, sebentar lagi aku keluar” sahut Hyura, kemudian ia melepaskan lengannya dari pegangan Leeteuk dengan kasar dan berjalan keluar.

***

Hyura didampingi Kangin dan Siwon didalam ruangan Jino. sedangkan Donghae, Minho dan Kyuhyun menunggu diluar. Donghae mengabari Kyuhyun mengenai Hyura dan tanpa menunggu lama ia tiba di rumah sakit. Sebenarnya Kyuhyun mempunyai sejuta pertanyaan untuk gadisnya tapi ia harus bersabar sampai mereka selesai dengan Jino.

Jino memandang Hyura sinis.

“apa benar kau melihat Park  Hyura ssi menyerangmu?” tanya Kangin

Jino berdecak kesal “sudah kukatakan berapa kali? Aku melihat wajahnya dengan jelas. Aku tidak berhalusinasi. Bahkan dengan tenangnya dia mengancamku” Jino mengangkat telunjuknya menunjuk Hyura “katanya Kyuhyun tidak akan selamat kalau aku selamat karena itu dia harus membunuh salah satunya. Karena kupikir ia tidak membunuhku berarti dia mengincar Kyuhyun Hyung”

Siwon dan juga Kangin memandang Hyura dan Jino secara bergantian. mereka kebingungan siapa yang berbohong dan siapa yang berkata jujur tapi bukti yang Hyura tunjukan lebih konkrit daripada perkataan Jino.

“tapi Jino ssi, saat itu Hyura sedang di eropa. Kami bisa memberikan buktinya padamu” kata Siwon

“dia pasti berbohong. Ayolah, kalian jangan percaya dengan wajahnya yang pura-pura lugu. Aku tidak berbohong, sungguh. Kumohon percayalah padaku eoh” Jino berbicara dengan nada memohon. “nyawaku dan Kyuhyun Hyung dalam bahaya jika ia tidak dipenjara”

“apa kalian akan menahanku hanya dengan bukti perkataannya yang tidak bisa dipastikan kebenarannya? Itu sangat tidak adil untukku” kali ini hyura yang buka suara

“Ya!! Wanita iblis, malam itu aku melihatmu dengan jelas. Dan lihat ini!!” Jino menunjukan tangannya kirinya yang masih di gips “ini karena perbuatanmu kan?”

“dengan apa aku mematahkan tanganmu?” tanya Hyura menantang

“tentu saja dengan tanganmu”

“kalian lihat? Mana mungkin aku memiliki tenaga untuk mematahkan tangan seorang pria dengan tangan kosong” Hyura menatap Siwon dan Kangin bergantian meminta dukungan. Dan keduanya pun sepertinya lebih berat pada Hyura kerena Perkataan Hyura lebih masuk akal.

“YAKK!! Kau …….”

“Jino ssi, jeongmal Jesoanghamnida. Sepertinya kau tidak bisa meneruskan tuntutanmu” sela Kangin

“kenapa kalian tidak percaya padaku? Aku tidak bohong. Kumohon percayalah padaku”

“jeongmal Jesonghamnida” Kata Kangin dengan nada menyesal

Dan tanpa mereka sadari Hyura tersenyum tipis tapi Jino masih sempat melihatnya. Pria itu mengeratkan rahangnya menahan emosi. Rasanya ia ingin bangkit dan menampar mulut Hyura.

“Park Hyura, siapa Kau sebenarnya?” gumam Jino begitu mereka semua keluar kamarnya.

~

“Hyura-ya” Kyuhyun langsung memeluk Hyura tanpa memperdulikan semua orang yang berada disana. Sedangkan Donghae memalingkan wajahnya, ia tidak ingin melihat melodrama didepannya.

Hyura tersenyum lalu membalas pelukan kekasihnya “mianhe membuatmu cemas”

“ehemm” Siwon berdeham untuk menyadarkan mereka. Meskipun melepaskan pelukannya tapi Kyuhyun tidak melepaskan tangannya dari pinggang Hyura “Tidak perlu Khawatir Kyuhyun ssi, Hyura ssi terbukti tidak bersalah”

“aku tau itu” sahutnya datar

“tapi sepertinya kau harus meyakini Jino ssi, dia masih salah paham” saran Kangin dan Kyuhyun hanya mengangguk. “baiklah kalau begitu kami pergi dulu. Minho kau tetap jaga Jino ssi sampai Taemin datang”

“Ne Algeuseumnida Hyung nim” sahut Minho antusias, ia sangat lega Noonim kesayangannya terbukti tidak bersalah.

***

“kenapa pergi liburan tanpa memberitahuku?” tanya Kyuhyun begitu ia dan Hyura sampai dirumahnya “taukah kau betapa cemasnya aku?”

“mianhe, aku tidak berpikir akan membuatmu cemas. mianhe”

Kyuhyun mengangguk dan kembali memeluk Hyura melepas kerinduannya. dia tidak peduli apa alasan gadis itu pergi yang penting ia kembali dalam keadaan utuh, itu sudah cukup baginya. Ia juga tidak peduli dengan latar belakang gadis itu. dia dari keluarga Park atau bukan. Ia hanya akan percaya dan menunggu gadis itu membuka mulutnya sendiri. Yang terpenting baginya sekarang adalah gadis itu disini bersamanya.

Kyuhyun melepas pelukannya dan tersenyum “mulai sekarang kau harus mengingat ada aku yang selalu mencemaskanmu. Dan lain kali kau harus mengajakku kalau ingin liburan eo”

Hyura mengangguk dan membalas senyum Kyuhyun.

“besok kau ada acara?”

Hyura menggeleng

“bagus kalau begitu. Aku ingin mengenalkanmu pada Eomma” kata Kyuhyun bersemangat

“Mwo? Ta…tapi aku…”

“tidak perlu cemas. Eomma ku sangat baik dan aku yakin, Dia pasti menyukaimu” kata Kyuhyun dengan sangat yakin tapi tetap saja hatinya tidak tenang dan gugup. Mereka belum lama berpacaran dan ia belum siap bertemu orang tua Kyuhyun. meskipun begitu Akhirya Hyura mengangguk menyetujui meskipun tidak yakin.

***

Donghae menatap bingung Hyura yang tiba-tiba muncul didepan apartemennya. Sepengetahuannya setelah bertemu Jino, gadis itu pulang bersama Kyuhyun, tapi kenapa malah muncul disini.

“apa kau masih punya kamar kosong?” Hyura langsung menyatakan maksud kedatangannya.

“mwo?” ia bertanya memastikan pendengarannya.

“apa kau harus mengulang pertanyaanku?” sahut gadis itu malas “ayolah, aku lelah dan mengantuk”

“kalau kau butuh tempat menginap kenapa kemari? Ada apa dengan rumahmu? Lalu Kyuhyun? rumahnya lebih besar dibandingkan dengan apartemen ini”

Hyura mendesah dalam “sudah ada penyewa baru di rumah lamaku dan aku tidak nyaman menginap dirumah kekasihku. Berhubung uangku terbatas jadi hanya kaulah pilihan terakhirku. tapi kalau kau keberatan aku akan mencari motel saja” ujarnya cepat dan hendak pergi tapi Donghae menahan lengan Hyura.

“hey, aku kan belum mengatakan apa-apa. Masuklah”

Donghae membawa Hyura ke ruang tengah. Mempersilahkan gadis itu duduk. Ada sofa besar yang cukup nyaman disana. Diam-diam Donghae tersenyum, merasa senang dengan keputusan gadis itu untuk datang menginap dirumahnya. Meskipun pilihan terakhir, baginya itu tidak masalah.

“aku hanya punya satu kamar. Kau saja yang pakai, aku bisa tidur disini” kata Donghae sambil menunjuk salah satu pintu yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka duduk sekarang.

“mana boleh begitu. Kau yang punya rumah kenapa kau yang tidur di sofa?” sergah Hyura tidak setuju  “Aku bisa tidur dimana saja” putusnya

“ya! Mana mungkin aku membiarkan seorang gadis tidur di sofa”

“lalu kau mau bagaimana? Apa kita harus menggunakan kamar itu bersama?” kata Hyura sedikit kesal. Apa perlu meributkan hal sepele seperti ini? Tubuhnya benar-benar lelah, ia baru pulang dari London dan langsung diintrogasi sebagai pelaku penyerangan. Tidak bisakah Donghae sedikit pengertian?

“arasseo arasseo, aku akan tidur dikamarku kalau itu membuatmu lebih nyaman” Donghae beranjak kekamarnya kemudian kembali sambil membawa bantal dan selimut untuk Hyura.

Keesokan paginya Hyura terbangun dengan wajah bingung. Seingatnya semalam ia tidur di sofa ruang tamu apartemen Donghae tapi pagi ini ia mendapati dirinya terbaring di ranjang empuk yang menguarkan aroma maskulin khas pria.

“kau memindahkanku?” tanya Hyura begitu ia keluar kamar. Donghae mengangguk tanpa menoleh. Pria itu sedang sibuk membuat sarapan untuk mereka berdua. Apartemen Donghae yang tidak terlalu besar membuat Hyura mudah melihat apa yang sedang pria itu kerjakan dari tempatnya berdiri.

“kau sedang apa?” Hyura berjalan menghampiri Donghae tapi Donghae mengangkat tangannya mengisyaratkan agar gadis itu tidak mendekat.

“duduklah disana, sebentar lagi selesai” kata Donghae dan masih belum menatap Hyura. sepertinya pria itu sangat fokus dengan apa yang sedang dikerjakannya. Hyura hanya mengendikkan bahunya asal dan menuruti si empunya rumah untuk duduk manis di meja makan.

Tidak perlu menunggu lama Donghae menghampiri Hyura dengan berbagai masakan. Hyura mengernyitkan alisnya. Benarkah pria ini menyiapkan sarapan seperti ini? Seumur hidupnya tidak ada orang lain yang pernah memasakkan makanan untuknya selain pelayan, bahkan ibunya sendiri. diam-diam gadis itu merasa tersanjung dengan perlakuan Donghae, meskipun hal kecil tapi entahlah ia merasa senang.

“kau menyiapkan ini sendirian?” tanya Hyura heran dan sedikit takjub, bahkan baginya menyiapkan sarapan dengan menu lengkap khas korea seperti ini masih cukup sulit. Setiap hari ia harus berperang dengan peralatan dapur Kyuhyun untuk menyiapkan masakan sederhana untuk majikannya.

Donghae mengangguk antusias “eoh, kau suka?”

“Joahe” sahut Hyura mengiyakan dan membuat pria didepannya tersenyum lebar.

“kalau begitu makanlah yang banyak”

Tidak perlu membantah, toh Hyura sudah siap dengan sumpitnya. Ia melahap kudapannya dengan senang hati. Mereka menghabiskan waktu sarapan dengan suasana hening, hanya terdengar suara peralatan makan yang saling beradu. Sampai akhirnya Hyura menyadari dan mulai memperhatikan apartemen Donghae. Meskipun ia pernah masuk kesini tanpa sepengetahuan pemiliknya tapi ia tidak lancang untuk menyentuh barang pribadi milik Donghae.

“kau tinggal sendiri? mana keluargamu?” tanya Hyura

“ada, mereka di Mokpo” sahutnya singkat tanpa melihat Hyura dan masih sibuk dengan makanannya.

Hyura mengangguk mengerti dan kembali melanjutkan makannya. Tapi tidak dengan Donghae, pria itu teringat sesuatu karena pertanyaan Hyura barusan. Donghae meletakkan sumpitnya dan menatap Hyura penuh selidik.

“ngomong-ngomong soal keluarga, bagaimana dengan keluargamu?”

Hyura mengangkat wajahnya dan menatap Donghae balik “keluargaku? Mereka baik-baik saja”

Donghae menyipitkan matanya, sangat tidak puas dengan jawaban Hyura “kau? Apa kau benar-benar anggota Keluarga Park? pemilik PL Group?”

Hyura menautkan kedua alisnya “bukankah kau sendiri yang menyelidiki identitasku?”

Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Benar, dia sendiri yang mengkonfirmasi Identitas Hyura sebagai Putri pemilik PL Group, tapi tempo hari Kyuhyun datang sambil membawa copian kartu keluarga milik Keluarga Park. disana jelas-jelas tidak tertulis nama Park Hyura. dan yang membuatnya semakin yakin saat dia mencari keberadaan Hyura di Kediaman Keluarga Park, mereka bilang juga tidak ada yang bernama Hyura.

“kau kenal dengan Park Hyuna?”

Tanpa sadar Hyura menjatuhkan sumpitnya dan hal itu tidak luput dari perhatian Donghae “kau bertemu dengannya?” nada suara Hyura terdengar was-was

 “eoh, dengan Kyuhyun Juga. dia—memiliki wajah yang sama denganmu”

Hyura terdiam, ia tidak tau ternyata mereka mencari tau hingga sejauh itu. Hyuna? Sial. Bahkan ia melupakan gadis licik itu. ia tidak memiliki perencanaan yang matang saat meninggalkan korea. Tentu saja ia bukanlah planner yang handal.

“dia kembaranku” sahut Hyura lirih.

“pantas wajah kalian begitu mirip tapi sifatnya sangat berbeda jauh. Dia—sedikit gila” kata Donghae sedikit kesal, mengingat ia dipaksa untuk mencium kembaran Hyura.

Hyura menangkap nada kesal Donghae, dan sepertinya ia juga bisa menebak “kenapa? Apa yang terjadi saat kalian bertemu? Apa dia membuatmu menciumnya?” tanya Hyura dengan nada sedikit meledek. Ia tau benar kebiasaan kembarannya itu.

“kau tau?” Donghae melebarkan matanya terkejut

Hyura tertawa kecil “kau bilang dia sedikit gila?” Donghae mengangguk semangat “tapi kalau kau terlalu lama dengannya bisa-bisa kau yang menjadi gila” lanjut Hyura dengan nada setengah bercanda.

“gadis itu sangat agresif, kau tau. Dan sedikit terlihat—mengerikan”

“kau juga mengatakan hal yang sama padaku” sahut Hyura acuh. Ia kembali menekuni sarapannya yang masih tersisa setengah. Ia memakan makanan tersebut dengan teramat pelan tanpa perlu repot-repot merasakan rasanya. Otaknya terlalu sibuk berpikir, karena Donghae menyinggung soal keluarganya, selera makan gadis itu menguap entah kemana.

“jadi…. Kyuhyun tau soal keluargaku?” tanya Hyura pelan tanpa melihat Donghae

“Eoh…” sahut pria di depannya, dan terdengar ada rasa bersalah disana. Ia berjanji untuk merahasiakan identitas Hyura tapi sepertinya percuma. Karena masalah gadis itu menghilang maka Kyuhun akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk menemukan gadis itu.

Hyura meletakkan sumpitnya dan tidak berniat melanjutkan sarapannya, selara makannya benar-benar hilang. Ia meneguk segelas air putih kemudian memandang Donghae was-was “seberapa banyak yang dia tau?”

“dia menyelidiki semua yang berhubungan dengan keluargamu. Apa semalam dia tidak menanyakannya padamu?”

Hyura menggeleng lemah “tidak. Dia tidak menanyakan apapun.” Hyura tidak tau ini pertanda baik atau buruk dengan kediaman Kyuhyun yang tidak menanyakan apapun padanya. “lalu apa tidak ada lagi yang ingin kau tanyakan?” gadis itu bisa membaca raut wajah Donghae yang masih penasaran terhadap dirinya. toh sudah terlihat sebagian kenapa tidak sekalian saja. batinnya.

Donghae terlihat berpikir sebentar sebelum melontarkan pertanyaan, ia tidak ingin terlihat seperti orang yang terlalu ingin tau urusan orang lain, meskipun dikeningnya sudah tergambar jelas bagaimana penasarannya dia dengan gadis di depannya ini. “namamu. Kenapa tidak ada di kartu Keluarga Park” tanya Pria itu akhirnya

“apa kau akan membantuku jika kuberitau semuanya?”

“membantu apa?”

“menyelesaikan kasus ini Dan menyelamatkan keluarga Cho. Aku butuh bantuanmu dan—bantuan Choi Siwon” sebenarnya Hyura tidak ingin melibatkan Donghae maupun Siwon. Tapi mengingat kakaknya tidak ingin membantu maka dia butuh 2 orang ini.

 Donghae tertawa hambar “ya! Kenapa meminta bantuan segala? Ini memang tugas kami sebagai polisi”

“ini tidak sesederhana yang kau pikirkan. Jika kau salah sedikit, kau bisa memicu perang dua negara” sahut Hyura serius

“Hyura-ya, kau membuatku takut” Donghae menelan ludahnya kasar, meskipun tidak mau mengakuinya tapi Donghae cukup bergidik mendengar ucapan Hyura.

“aku tidak menakutimu. Selama di Eropa aku tidak melakukan perjalanan tapi menyelidiki sesuatu. Dan Kau tau apa yang kutemukan?” Tanya Hyura seolah sedang bermain teka-teki dengan Donghae. Pria itu menggeleng pelan, jantungnya berdegub kencang. Ia tau apa yang didengarnya setelah ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan

 “Hong JaeSuk asli keturunan Korea Utara. Dan ia akan menghabisi sampai keturunan terakhir Keluarga Cho beserta Cho Corp”

“a apa katamu? Korea utara?” mata Donghae membelalak sempurna dan mulutnya sedikit terbuka. terkejut mungkin. Sebuah kemungkinan yang tak pernah terpikirkan olehnya sedikitpun. “Lalu apa hubungannya dengan keluarga Cho?” tanyanya lagi setelah ia bisa mengontrol ekspresinya.

“dulu Cho Mincho membantu imigran gelap Korea utara untuk masuk kesini dan memakai tenaga mereka secara tidak manusiawi. Mereka tidak diberi upah hingga banyak yang sakit-sakitan bahkan sampai meninggal dan keluaraga Jaesuk salah satu diantara mereka. Mungkin Jaesuk berpikir Cho Corp bisa sebesar sekarang karena kerja keras para imigran itu. dan kau sangat tau dengan jelas Cho Corp merupakan salah satu perusahaan inti yang membangun negara ini”

Donghae tidak tau harus bereaksi apa saat mendengar penjelasan Hyura. seandainya ia menjadi Jaesuk pun ia pasti akan melakukan hal yang sama. Negara mereka miskin dan kelaparan tapi musuh bebuyutannya malah menggunakan tenaga warganya secara Cuma-Cuma.

“bagaimana bisa kau mengetahui ini semua?” disamping penjelasan Hyura masih ada tanda tanya besar untuk Donghae. informasi sedetail ini bagaimana bisa ia mendapatkannya. Bahkan untuk Interpol sekalipun ini cukup sulit.

“aku melakukan perjalanan panjang untuk menyelidiki ini semua Donghae ssi”

“lalu apa hanya ini yang ingin kau ceritakan?” tanya Donghae mengantisipasi. Baginya apa yang dijelaskan Hyura tidak menjawab pertanyaan sebelumnya tentang keluarga gadis itu.

“tentu saja tidak. Aku hanya menjelaskan agar kau mengerti apa yang nanti harus kau kerjakan. Kau lupa, aku meminta bantuanmu” Donghae mengangguk mengerti kemudian menunggu Hyura melanjutkan perkataannya. Gadis itu menghirup nafas dalam sebelum berbicara.

“Park Jungso atau Denis Park. nama yang tercantum di kartu keluarga kami, dia adalah Oppa ku yang tidak lain adalah pimpinan kalian” Donghae sedikit berjengit karena terlalu terkejut mendengarnya. Ia baru saja berniat membuka mulut untuk berkomentar tapi Hyura memberikan isyrat agar ia tetap diam “dengarkan aku sampai selesai!!” kata Hyura tegas. Donghae patuh dengan menatap Hyura serius sekaligus menajamkan indra pendengarannya. Jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun.

“nama asliku bukan Park Hyura tapi Han Hyura. kakekku mengadopsi ku saat aku berumur 5 tahun. Dan sejak saat itu aku tinggal dengannya, meskipun begitu aku tidak pernah jauh dari keluargaku karena Hyuna bisa sakit kalau aku dan dia tidak bertemu terlalu lama. Well, bisa dibilang  kami seperti belahan jiwa yang sulit dipisahkan”

“jadi karena itu namamu tidak ada di daftar silsilah keluarga Park” gumam Donghae

Hyura mengangguk “yah seperti itu lah”

“lalu apa hubungannya dengan penyelidikanmu?” sejujurnya pria itu masih merasa ini semua sepeti benang kusut yang sulit diuraikan. Ia belum bisa menghubungkan satu dengan yang lainnya.

“Kakekku mengadopsiku bukan tanpa alasan. Karena sejak balita ia melihat—bakat, ani. Maksudku aku berbeda dengan saudaraku yang lain. Dia bilang aku keturanannya yang paling berharga. Cih, menggelikan” seandainya ia dulu sudah bisa memilih maka ia lebih memilih menjadi anak orang tuanya dan bukan kakeknya. “selama aku dirawat olehnya, aku dilatih menjadi…menjadi—seorang yang mengerikan. Seperti yang kau bilang” Donghae ingin menyentuh tangan Hyura yang bertumpu diatas meja. Ia ingin mengatakan bahwa ia tidak bermaksud berkata seperti itu, sungguh. Tapi tangan Pria itu terhenti diudara saat Hyura tersenyum—tersenyum miris. Gadis itu sangat sadar betapa mengerikannya dia.

Hyura menatap Donghae penuh harap, berharap pria itu tidak akan membencinya atau berubah begitu mengetahui kebenarannya. “apa yang pernah kau lihat saat aku berkelahi, itulah kemampuan alamiku. semua Indera ku hampir sama tajamnya dengan hewan dan kakekku menyadarinya lalu mendidikku sebagai—pembunuh bayaran” Hyura mengatakan kalimat terakhirnya dengan lirih namun dengan jarak sedekat itu dipastikan Donghae dapat mendengarnya.

Entah untuk keberapa kalinya Donghae terkesiap, tapi ia buru-buru merubah ekspresi wajahnya. Menunggu Hyura melanjutkan perkataannya. Gadis itu terlihat beberapa kali menggigit bibir bawahnya. “yah. aku, Hyuna dan kakakku adalah pembunuh bayaran yang kalian kejar” kata Hyura akhirnya.

Donghae hanya terbengong dengan mulut terbuka. ia tidak tau harus berkata apalagi. Haruskah ia menangkap Hyura saat ini? Atau memintanya pergi jauh agar tidak tertangkap? Atau berpura-pura tidak tau apa-apa dan bersikap seperti biasa. Menghadapi atasannya seperti biasa dan hanya bertemu Hyura saat berkunjung kerumah Kyuhyun. Tunggu, bagaimana dengan Kyuhyun?

“ja…jadi yang membunuh ayah Kyu…” Donghae tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya kerena ia juga tidak ingin mendengar kebenarannya.

“kakekku yang membunuhnya” sahut Hyura lugas.

 Donghae menggeleng tidak percaya dan tersenyum miris. Astaga, bagaimana jika Kyuhyun tau soal ini? Dan bagaimana sikapnya terhadap Hyura?

“karena itu, bantulah aku. Aku ingin menyelamatkan Keluarga Kyuhyun dan perusahaannya sebagai ganti apa yang telah kami lakukan”

Donghae terdiam dan tidak menjawab. Ia memainkan pinggiran mangkuk yang masih tersisa nasi seperempat sampai ia menatap Hyura heran. “kenapa? Kenapa kau menceritakannya padaku? Apa kau tidak takut aku akan menyebarluaskannya?”  secara tidak langsung Hyura telah membuka sebuah Top Secret sebuah organisasi hitam dan gadis itu termasuk di dalamnya. Itu sama saja dengan bunuh diri.

Hyura mengendikkan bahunya. Ia sendiri tidak tau kenapa ia mau menceritakan semuanya pada Donghae. kalau hanya sekedar meminta bantuan ia tidak perlu membongkar seluruh kedoknya, cukup menjabarkan apa yang telah ia temukan.

“Hyura-ya, apa kau sadar telah memberiku sebuah kartu As?”

“memangnya apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menangkapku dan keluargaku?” tanya Hyura dengan nada sedikit mencemooh “sebelum kau melakukannya, ku pastikan aku sudah menghabisimu” lanjutnya lagi dengan nada serius

Donghae tersenyum simpul, gadis itu terlalu menganggap serius perkataannya “kau benar. Kau memang gadis mengerikan”

“terserah apa katamu”

“kau tau, terkadang hubungan penjahat dan polisi terlihat kabur” kata Donghae di selingi dengan kekehannya untuk mencairkan suasana.

“hey, aku bukan penjahat” sergah Hyura tidak setuju

“cih, lalu kalau bukan penjahat kenapa kalian di kejar oleh CIA?” cibir donghae

Hyura sedikit memberengut “itu semua gara-gara Leeteuk Oppa. Ia ketahuan sebagai salah satu mantan pelatihan di Rusia dan dicurigai memihak Korea Utara”

“jadi asumsi CIA tentang kalian….” Donghae menggantung kata-katanya dan membiarkan Hyura yang meneruskannya

“tidak semuanya salah. Mereka benar-benar bekarja keras” Hyura menyandarkan punggungnya ke kepala Kursi mencoba untuk lebih rileks. Setidaknya reaksi Donghae tidak terlalu buruk.

“jadi bagian mana yang benar?”

“kanyataan kami tiga bersaudara”

Donghae mendengus “hanya itu?”

Hyura sedikit terkekeh “apa kau benar-benar ingin tau?”

Donghae mengagguk semangat

“lain kali akan kuceritakan” sahutnya dengan senyum jahil kemudian bangkit dan memberesakn meja makan

“kenapa harus lain kali? Kenapa tidak sekarang?” tuntut Donghae. seperti anak kecil yang merajuk minta dibelikan permen,

“aku harus bertemu ibu Kyuhyun dan aku tidak mau terlambat” kata Hyura tanpa mengalihkan perhatiannya. Ia menumpuk beberapa piring kotor yang masih tersisa makanan ke bak cuci.

Mimik wajah Donghae berubah seketika. Bertemu ibu Kyuhyun? apa mereka sudah seserius itu?

“Hyura-ya” panggil Donghae. pria itu berdiri dan berbalik menatap punggung Hyura yang sibuk mencuci piring

“hmmm”

“apa kau mencintai Kyuhyun?” Hyura menghentikan kegiatannya. Kemudian berbalik menghadap Donghae. alis gadis itu bertaut.

“kenapa kau menanyakan hal itu?”

“hanya memastikan apa aku memiliki celah atau tidak”

Hyura semakin tidak mengerti apa maksud Donghae dengan ‘celah’

“maksudmu?”

Donghae tersenyum penuh arti lalu berjalan menghampiri Hyura. mengusap pelan rambut gadis itu kemudian ikut membantu mencuci piring “bukan apa-apa”

TBC

Sebenernya ga terlalu pede buat publish cz ini sangat sangat membosankan.

Ga tau kenapa belakangan ini pikiran saya rada buntu alias keabisan ide…. *sigh

Mungkin reader bisa ngasih saya masukan buat kelanjutan ff abal-abal kek gini

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , , . Tandai permalink.

76 Balasan ke My Mysterious Girl [Park Family]

  1. keziayaya berkata:

    Nah kan bener hyura yg jd penjahatnya ckckck
    Mata dr ngantuk makin seger thor abis baca nih ff haha
    Part berikutnya jangan lama” yah thor keburu lupa ama alurnya ckckc
    Yg ini aja hampir lupa juga cerita yg kemarin gimana

  2. Ssaa berkata:

    Aish jadi dugaan yg selalu aku jauhkan dari pikiranku ternyata benar , aaaa apa benar benar hyura penjahatnya ??? Siapa tahu dia itu cuma ngebantu dalam rangka …… Aaaa kayaknya bener deh hiks mengerikan
    ditunggu thor kelanjutanya
    next part-nya jangan lama lama ne ne

  3. Ayunie CLOUDsweetJewel berkata:

    Ternyata Hyura emang bener salah satu dari 3 pembunuh bayaran itu. Kasusnya jadi rumit. Sepertinya yg dilihat Jino itu Hyuna.

    Kasihan abang ikanku, Lee DongHae. Gak mau dia kecewa karena Hyura.

  4. devi berkata:

    ihhh brarti bener yg pembunuh bayaran itu hyura yg g nyangka leeteuk,,, otakku dputer2…seruuu pokoknya.lanjuutt

  5. huh hyura tobatt,,
    semoga ka*knya juga ngikut bntuin hyura,,,
    tapi msh pnsaran kyu knpa cuma diem saja pdhal sudah tahu latar belakng kehidupan hyura,,,
    tapi kasihan donghae masih mengarap hyura, tapi log donghae ma hyuna dpt barng bekas dong huhuhuh bener* si donghae nasibnya gag beruntunggg,,,,

  6. 13elieve berkata:

    Ga kok thor… Part ni ttp daebak!!! Skrg mulai ada kecerahan d.otak /? Hahahh eh tpi yg nyrang jino siapa? Hyuna?? Jd teuki pahlawan sklgus pnjahat??? /ttp z ni bkin bingung -_-‘

    Pokok’a kyu ma hyura hrus brstu… Mskpn bnyak konflik ttp happy ending yah…. Hehehh

  7. Camet^ berkata:

    Cukup rumit juga jalan cerita nya tapi menarik and buat penasaran
    Part selanjuuutnya ya thor

  8. put berkata:

    huuuuuuaaaaa makin banyak aja konfliknya…
    seru banget yaampun makin panjang lg ceritanya klo bisa sih next partnya panjangin lg hehehe

  9. niza berkata:

    Hadooohhhh
    Bingung yg ketemu sm jino hyura ato hyuna
    Trs hyura ska nya sm siapa thor, donghae ato kyuhyun?
    Jgn sm donghae ya thor hehehehe
    Soalnya gk nampol bgt
    Hdohhhhh donghae klo sma hyuna, brrti dpt yg bekas. Klo kyuhyun sm hyuna kasian kyu nya dong dpt yg bekas

  10. vievie berkata:

    apany yg ngebosenin

    ini mah seru ^^

  11. Vidya_Sparkyu berkata:

    Aishh,,,aku bca nie ff otak ku jdinya mumet bgd eon,,,
    tapi keren si hyura,,,suka bgd,,,,
    kasian ama ikan amis ku,,,,bkalan jdi galau dech itu org,,,,wkwkwk

    okeh next chapternya jgn lama2 eon,,,,ampe lumutan aku nunggunya,,,

  12. andreajeanie_ berkata:

    AAAAAAAAAAAA….. makin penasaran siapa hyura..tapi karena kluarganya udah dijelasin..lebih lega..tingga penasran tentang hubungan kyura yang awkward ituu..eonn fighting^^

  13. kokyu berkata:

    hoho ternyata hyura…
    part kyuhyun banyakin dong…
    ditunggu part selanjutnya 🙂

  14. kyuhyunistielf berkata:

    kereeeeeeennnnn, detail banget thor, mnrt q ini g membosankan, justru part ini mnrt q keren banhet, autor nys scr detail mnjelas kan latar blkng keluarga hyura(sprti jdl nya ‘park family) & dngan ada nya part ini reader jd g penasaran n pusing mikirin siapa sebener nya park hyura, rada kasihan jg sih sm kyuhyun g tau apa2,penasaran banget sm perasaan hyura 규헨 or룽해…tp aku ngarep sih hyura sama kyuhyun, donghae sm hyuna aja……sama kyuhyun ya thor pleaseeeeee….^_^

  15. mira_MM berkata:

    ak dh baca dua hr yg lalu..tp bs komen skrg,,
    hmmm..memang ud rada curiga klo hyura it penjahatny.
    jgn2 yg nyerang jino it hyuna yah..
    aigoo nasib kyu bgmn ini?
    d tgg kelanjutanny…^^

  16. kyumil339 berkata:

    cha.. akhirnya trbongkar jga kluarga park. kelanjutan.y? ya Hyura hrs tetep ama kyuhyun. next.. ada adegan romantis.y dong antara kyu ama hyura. Keep writing, thor! Fighting!

  17. isti berkata:

    sebelumnya mian ya author aku belum komen di ff sebelumnya, soalnya ffnya bikin penasaran jadi pengen buru2 baca dn ternyata makin dilanjut, makin ketauan, dan tambah bikin penasaran, part selanjutnya jangan lama2 author 😀

  18. muiiy berkata:

    masih banyak pertanyaan, semoga next ff cepet keluar hehe, lebih banyak part sama kyuhyun nya dong 🙂

  19. Eka C.Q berkata:

    hallo.aku new reader disini XD.
    dan jatuh hati langsung ama nih cerita XXXX.
    aigo..ff ini bikin kau deg degan dan penasaran disetiap chapternya.
    dan siring perkembangannya,perlahan mulai terisngkap rahasia-rahasia hyura.
    ah..jadi penasaran nanti Hyuranya ama kyu atau hae ya?
    dan well..aku salut nih ama Hyura.sungguh dia keren banget.XD
    dianatikan lanjutan ff ini.

  20. hyugyoul berkata:

    gak abal-abal kok…. ceritanya menarik.

  21. Diana Park berkata:

    Akhirnya…teka2 3bersaudara trungkp ya…walo tdk semuany bener he…tinggl penyelesaiannya gmn nih…d tunggu ya thor..smg kyu bs menerima hyura n famiiy

  22. jung ha in berkata:

    Kenapa harus begitu???? KepalaQ dipenuhi brbagai prtanyaan Ɣƍ aneh……….

    Jadi siapa pelaku sebenarnya Ɣƍ melukai cho jino???

    Dan kenapa juga park jungsoo bisa jd ketua polisi kl nyata2 dy incaran CIA???

    Argggggghhhhh bingung sndiri+penasaran kelanjutannya…….

  23. chacha berkata:

    thor.. aku lupa ngenalin diri 😀 wkwkk.. chacha imnida 96 line 🙂 ini semakin seru thor.. hyura beneran pembunuh ya?? ahh ga nyangka.

  24. Eka berkata:

    Sperti.a semakin kusut, jdi sebenar.a siapa yg menyerang Jino-ssi?? Dan bagaimana perasaan Hyura kepada Kyuhyun?? Apa dia menyukai Donhae-ssi???
    Aich bikin penasaan…
    #Keep Writing 🙂 🙂

  25. Ryuky93 berkata:

    Hey.. Pembunuh Byrn Yg Pintar Pun Bs Tdk Peka..
    Hehehe..
    Hye..,Kau Sungguh Manis Dlm Pengambaran Disini n Aku Suka..

  26. khunong berkata:

    woaaa tenyata park bersaudara toh. .. keen kereennn. hyura sama kyu aja.. hae sama hyuna. wkwkw

  27. entappi berkata:

    parah park hyura bener bener bikin penasarannn!!! seru banget. bisa bisanya kepikiran bikin jalan cerita kaya gini…. seru bgttt;;;

  28. Cho handa berkata:

    aduh gk sanggup bayangin kalau kyu tau kakek ya hyunra yg bunuh appa ya 🙁 pasti lah kyu ya sedih dan terus hubungan mrka nnti gmna 🙁

  29. choi yeon woo berkata:

    akhirnya rasa penasaranku terjawab,.ff nya bener-bener gg ke tebak.

  30. DayRyn berkata:

    makin seru! ckckckc

  31. hyunsoo28 berkata:

    Akhirnya kejawab semua kebingungan selama part ini
    Ah elah thor konfliknya ini parah bgt sih, bikin gregetan bkn bingung ga bisa nebak” gitu

  32. tiwiw berkata:

    kaget sama fakta yg sebenernya
    dan gmn perasaan hyura yg sebenernya??
    jdi bikin tebak2an sendiri

  33. inggarkichulsung berkata:

    Jd Hyura slh satu yg dikenal sbg devil triangle dan sbtlnya yg melakukan pembunuhan adl kakeknya Hyura dan sbtlnya ketiga bersaudara ini ingin membersihkan nama mrk dgn melindungi keluarg korban yaitu keluarga Cho dan sepertinya yg plg jahat disini bs saja seseorang bernama Jaesuk

  34. shinmin berkata:

    Sebenernya beberapa pertanyaan uda terjawab di part sebelumnya. Yang belum terjawab itu tentang perasaan hyura ke kyuhyun.
    Dilanjut baca part selanjutnya.
    Author Fighting!

  35. Nurul_Evil berkata:

    Yes!!!!! Finally Nemu juga titik terangnya… tuh kan bener bener rumit….. Aku gak kepikiran Hyura, Hyuna sm Leeteuk 3 Bersaudara si pembunuh bayaran…
    semoga happy-end 🙂

  36. kareryeo berkata:

    yes.. analisis ku tentang triangle devil bner. mulai curiga pas ketemu hyuna. d perkuat dg awal part ini. ff yg keren.

  37. deewookyu berkata:

    dari awal sdh nduga
    kalo triangle devil itu
    yah park bersaudara….
    apalagi liat hyura yg takut liat leethuk….
    tapiii……
    apa benermereka itu pembunuhbayaran….?

  38. entik berkata:

    Rumit bner apa kt hae, melibtkan orang ygd suka kan mslhnya seperti benang kusut. Keren lah inti nya itu.

  39. allyn berkata:

    Wow.. dapet kejutan disini ..
    Baca separuh awal udah mulai nebak2.. n curiga sana trio park.. n semua bner dan dijawab di separuh terakhir.. wow sungguh pintar beralibi yah.. identirasnya tersamarkan dg sangaaat baik
    Ow.. kakek hyura ternyata dalangnya jd pembunuh bayaran.. tp otaknya bneran hong jongsuk kah??
    Next last part

  40. Khairunnisa berkata:

    Wooaaahh, emejing nih, unyu bet unyuu :3
    ciie Hyura bakatnya keren xD
    lanjut bca yg next dlu ya, author fighting!! 😉

  41. misscold berkata:

    akhir.a kebongkar juga,hae modus tuh #senggolkyu

  42. inet berkata:

    oh my,bnr trnyta dugaan aq kl mrk triangle evil…trus gmn dg hub ny nnti ma kyu??
    hae jg trnyta gk mau klah pgn dptin hyura ya,,wkwkwk…kl gk jd ma hyura,aq siap kok kl hae mau..#wkwkwk,gila!abaikan :p #
    hmmm…bnr2 bkin pnasaran bgt..

  43. syahhuny3424 berkata:

    Permisi.. Mau lanjut ke part selanjutnya eonni..

  44. aidennishy berkata:

    Woooo 😮 kisahnya makin rumit, tapi akhirnya hyura membuka semua rahasianya 😉 huff, smoga aja semuanya tetap aman terkendali, sesuai rencana awal Hyura :3

  45. amidamaru berkata:

    Wah yang paling menarik itu hubungan politik nya. Bagaimana author merangkai keluarga cho jadi keluarga yang menggunakan imigran korut buat membangun perusahaan mereka. Lalu bagaimana si heong (yg korut) bisa temenan sm ayah kyuhyun? Yang menyewa kakek hyura buat membunuh ayah kyu itu korut atau ayahnya jino? Menarik sekali, two thumbs up

  46. Nia_cho berkata:

    Wah trnyt tebakan ku salah,,,hyura si bungsu triangledevil trnyta.kyu’a ko tenggelam,mlh bang ongek yg muncul.kesian bang nemo sll jd yg 3.tp pgn hyura’a ama kyuhyun aja ya thor.tp trserah author sih.like this deng,

  47. ayumega berkata:

    ehmn jadi disini sudah terkuak ya siapa hyura, hyuna dan leeteuk sebenarnya??
    tapi aku belum mengerti maksud kakeknya bilang semua takdir,, aiiisshh bikin penasaran

  48. chicyaceskyu berkata:

    Huuah, mkin ke sni mkin trungkap. Trnyata permasalah di balik in smua tdk main2. Malah in mslh besar antar 2 negara, kereeeen. Ad bbrpa yg ssuai dngn yg gue pkirin, hyura hyuna itu kmbrn dan jungsoo kk trtua. Daebak, gue gak bs byngin gmn mreka di reset. Sprtinya mereka bnar2 hebat dn mngerikan skligus. Tp kyknya dibalik sikap polos hyura, ia sngt mngerikan klo mrh, dilht dr sikp jungsoo yg sdkt bergidik dngn aura hyura. Ahh, aku udh ykin hyura itu triangle devil tp aku pkir mreka itu benar tdk pux sangkut paut sm kluarga cho tp trnyata kakek hyura pmbunuh ayah kyu. Haduh, in smua mmang tdk mudah sprti kt jungsoo. Mreka brdua dr kluarga yg tdk bs brsatu, kluarga park dan kluarga cho. Satu pmbunuh, dan satu target pmbunuhan. Huah.. Complicate bngt. Jd sbnrnya alasan hyura krj sm kyu itu ap sih? Knp mreka (triangle) memang di pkerjakan untk ngebunuh kyu sbagai pemegang cho corporate yg skrng ato tdk. Jd hyura awalnya benar2 ditugasin buat bnuh kyu ato tdk? Soalnya di awal benar2 gak ad yg mncurigakan dr hyura. Aku pkir hyura memang brniat krn uang aj soalnya dia rada2 matrealistis pas ditawarin gaji bnyk sm kyu dlu. Wkwk. Dan yg gue sdkt syngin, kyu kyk kambing congek d sni T_T dia benar2 gak tau ap2 bngt deeeh.. Mna dia jrng lg ktemu sm hyura. Donghae aj sring bngt ktemu dan krj sm hyura, ia bhkan tau sprti ap pribadi lain hyura smpe pd pnjelas rinci tntg kluarga park di part in, tp kyu tdk tau sm skliii. Pdhl aku hrapin bngt ad ssuatu yg reader tdk tau tntg kyu yg tdk trduga._. Tp sy suka bgt pkoknya, stidaknya hyura sprti lyknya wnita yg bru jtuh cinta saat brsama kyu. Wlaupun miris dan sdih dngn smua dibalik itu. Mreka benar2 tdk mudh untk brsma 🙁 trlalu rumit.

  49. nia kurnianti berkata:

    aduh nini mau bilang apa ya
    kalo kyu tau yg ngebunuh adalah kakek hyura,apa reaksi kyu
    trus dongek sama hyuna aja kali ya

  50. Misschoii1 berkata:

    Mwo?
    Aku ngga menyangka kalau leeteuk kakaknya hyura. Sumpah ngga kepikiran sama marga nya leeteuk -,- aku terkecoh.
    Jadi mereka benar-benar triangle devil? Huu akhirnya terkuak juga 😀
    okeoke.

  51. Krysdha berkata:

    Sebenar’x Aq udah Bs Nebak Ini Dr Clue Part Sbelum’x…Tp, Msh Rg Gt,,
    Tp,Sumpah di part Ini,,Semua’x Lbh Jls..

  52. citraarum96 berkata:

    Duh akhirnya terpecahkan juga pertanyaan difalem otak ini sedikit dwmi sedikit..

    Tapi sebenernya hyura itu sukanya dama siapa sih? Kyuhyun atau donghae? Soalnya kalau sma donghae hyura terbuka bget beda kalu sma kyuhyun, apa krena kakek hyura yg udah bunuh ayah kyuhyun???
    Mendebarkan ff nya…kkk

  53. jungie28 berkata:

    Dari awal-awal part uda curiga klo hyura itu triangle devil, waktu di tengah-tengah part uda agak ragu. Tapi mulai ke sini ternyata hyura beneran triangle nya

  54. oriiigamine berkata:

    huwaaa, terungkap semuanya.
    tapi msh agak2 bingung.
    hehehehe.

    keren bgt ff nya, ga bs nebak jalan ceritanya.

  55. Inoenk berkata:

    Akhir’a misteri terkuak

  56. Mrs.Donghae berkata:

    Tuh kan, bener… Hyura itu salah satu Triangle Devil. Tnyata Leeteuk kakak t’tuanya.
    Ciee… Donghae, ikutan suka.
    Hyura mau pilih yg mn nih?

  57. teenaclouds berkata:

    Oukee udah mulai terbingkar nih dan trnyata emang hyura slhsatu diantara buronan itu…
    Hmmm trus gmna reaksi kyuhyun kalo sampe dia tau yg sbnrnya???

  58. choi sena berkata:

    park hyuna dan park yura
    bagaimana membayangkan mereka (?)

  59. hana berkata:

    klo kyu tau, apa masih mau sama hyura..
    donghae ska sm hyura sepertinya.. klo jyura sama kyu, kasian donghae.. atau donghae sama hyuna aja.. hahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *