actress and marriage [part 8]

Judul Cerita     : actress and marriage

Author            : Jeonghoon20180

Main cast         :  Cho Kyuhyun, park hyura(Oc),

Other Cast       : Lee donghae, han nammie (Oc), Han Chaerin, Cho Jino

Genre              : romance

Length             : chapter

 Happy reading N sorry  for typo  ^^

pic 2

***

 

“Wanita munafik”

“dasar murahan”

“mati saja kau sana!!

Bibirku bergetar saat membaca komentar-komentar miring yang terpampang di layar laptopku. Semenjak Donghae oppa menyatakan secara gamblang perasaannya padaku ke media, posisiku semakin terpojok dan banyak sekali yang menghujatku sebagai wanita yang tidak tau diri karena berselingkuh dan  menyia-nyiakan seorang Cho Kyuhyun. begitu pula dengan Donghae oppa, banyak yang mencapnya sebagai penganggu rumah tangga orang. Alhasil, Kyuhyuh mendapat banyak simpati karena posisinya sebagai korban.

Itu hanya 1 dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari pengakuan Donghae oppa. Selain itu beberapa perusahaan yang terikat kontrak denganku meminta penjelasan pada Shindong Sajangnim, dan hal tersebut membuatnya sakit kepala. Belum lagi saham Coex menjadi menurun dan membuat Donghae oppa harus bekerja ekstra untuk mengembalikannya ke posisi semula.

Yang paling membuatku pusing adalah  para pengejar berita itu sampai mencari anggota Keluarga Cho untuk dimintai keterangan mengenai kondisi rumah tanggaku dengan Kyuhyun. bahkan hingga saat ini aku belum menjelaskan apa-apa pada aboenim atau eomonim.

“kau suka sekali membaca hal-hal tidak berguna seperti itu” aku menoleh dan mendapati Kyuhyun tengah bersandar di dinding yang tak jauh dariku sambil bersedekap.

“aku hampir mati bosan disini” sungutku dan menutup laptop dengan kasar. Setelah berita mengenai hubunganku dengan Donghae oppa tersebar, banyak sekali wartawan yang menunggu di loby apartemen kami. Dan Kyuhyun membawaku ku ke villa keluarganya yang ada di Pocheon, Gyeonggido.

Dia mendengus “ jangan mengeluh!! Ini semua karena pria pendek kampungan itu. lagipula aku masih berbaik hati meminjamkan villa ini padamu” ujarnya ketus

“tapi ini hampir 2 minggu Kyu, kau hanya datang kemari saat libur dan kau bahkan mengambil ponselku! Aku bisa gila kalau terus seperti ini!!”

“Lalu kau mau aku bagaimana?” tanyanya dengan nada yang lebih tinggi. Aku tau dia juga tidak menyukai situasi seperti ini, membuat ruang geraknya juga terbatas. Selama aku disini dia tinggal dirumah orang tuanya dan terkadang jika luang ia akan datang kesini menjengukku. Bukan hanya Kyuhyun, Nammie pun akan datang untuk membawa keperluanku karena aku memang dilarang keluar rumah.

“setidaknya kembalikan ponselku!!”

“dan membiarkan pria pendek itu menghubungimu? Cih, jangan harap!!” katanya sinis “kau jangan lupa!! Karena siapa kau harus besembunyi disini”

Tentu saja aku ingin menghubungi Donghae oppa, sejujurnya aku juga mencemaskanya. “La..lalu, bagaimana dengan syuting film ku?” tanyaku ragu

Ia memutar bola matanya malas “kau masih berpikir akan bermain di film itu?” tanyanya dengan nada mengejek

“tentu saja! aku sudah berusaha keras untuk film itu bahkan aku harus belajar berkelahi dan latihan fisik untuk membentuk tubuhku” belaku

“anggaplah ini hikmah dari berita itu, mungkin sebentar lagi kau akan dikeluarkan dari produksi film tersebut” sahutnya enteng dan melengos pergi

“Ya! Cho Kyuhyun”

***

Nammie menggerutu  sambil menjejalkan barang belanjaan ke dalam kulkas. Untuk kebutuhanku sehari-hari, Nammie yang akan datang beberapa hari sekali untuk memberikan persediaan makanan. Ia juga yang akan memberikan info terbaru tentang perusahaan padaku. Berhubung aku tidak punya ponsel dan di Villa ini hanya ada satu telpon rumah yang hanya bisa menerima panggilan masuk. Meskipun begitu, setidaknya Kyuhyun akan menghubungiku 2 sampai 4 kali dalam sehari Untuk memastikan keadaanku dan menanyakan apa yang kubutuhkan.

“baru 3 hari dan kau sudah menghabiskan persediaan makanan sebanyak ini?” tanya Nammie tidak percaya saat melihat bak sampah yang penuh sementara kulkas  sudah tidak ada isinya lagi.

“tidak ada yang bisa kulakukan selain masak dan makan” sahutku enteng. Aku juga tidak mengerti belakangan ini aku suka sekali masak.

“kau harus menjaga berat badanmu. Apa nanti kata orang kalau seorang Brand ambsador  perusahaan Fashion ternama di korea selatan menjadi gemuk hanya karena ia di beritakan berselingkuh” ucapnya dengan nada menyindir

“Ya! Han Nammie Kau mau mati?”

Dia terkekeh kemudian menatapku dengan seksama dari atas sampai bawah

“Waeyo?” aku sedikit risih dia menatapku seperti itu

“sepertinya kau memang terlihat lebih gemuk”

“benarkah?” tanyaku panik karena bagi seorang model tubuh adalah aset utama. sebenarnya belakangan ini  aku menyadarinya juga karena ukuran payudaraku naik satu tingkat dan aku merasa ukuran braku menyusut.

“mulai sekarang jaga pola makanmu!!” perintah Nammie kemudian ia mengeluarkan beberapa bahan makanan untuk dimasaknya “malam ini kau makan salad organik saja” ujarnya lagi dan aku hanya mengangguk menurut.

“aku butuh bra” kataku tiba-tiba dan turun dari tempat dudukku kemudian membantunya mencuci sayuran dan buah.

“memangnya kenapa dengan semua Bra mu?” Nammie menatapku bingung

Aku mengendikkan bahuku asal “sepertinya menyusut semua”

“apa selain memakan isinya Kyuhyun juga menggerogoti tempatnya? Tidak kusangka ia seganas itu” ejeknya. Aku baru hendak membalasnya namun Bersamaan dengan itu, perutku terasa keram. Seperti diaduk-aduk hingga menimbulkan rasa sakit yang cukup membuatku menjatuhkan tomat yang tengah kupegang. Aku memegangi perutku yang terasa keram. Keringat di dahi sepertinya juga mulai bermunculan.

“Hyura-ya, kau kenapa? Wajahmu pucat” Nammie menghentikan kegiatannya yang sedang memilah-milalh sayuran lalu mendekatiku.

Aku menggeleng kuat-kuat, tapi tanganku masih mencengkram kain yang melapisi bagian perutku.

“Kau sakit?”

Tidak mungkin! Bagaimana bisa aku menstruasi pada tanggal ini. Seharusnya  minggu depan aku baru mendapatkan menstruasiku. Aku menatap Nammie tidak percaya, lalu beranjak dan pergi ke kamar mandi terdekat. Aku bersandar di balik pintu untuk beberapa saat sambil menatap kaca penuh tanda tanya. Kenapa cepat sekali?

“Hyura-ya, kau tidak apa-apa? Kau jangan menakutiku” Nammie menggedor pintu.

“Aku sedang menstruasi.” sahutku.

~

Aku menatap salad ku tanpa minat padahal perutku sedang lapar

“makanlah! Meskipun tidak enak kau harus tetap memakannya agar punya tenaga” Kata Nammie memperingatkan

“berapa lama lagi aku harus tinggal disini?” tanyaku lesu sambil terus mangaduk saladku tanpa minat

“sabarlah sebentar lagi, beritanya sudah hampir mereda. Setelah itu kau bisa beraktivitas seperti semula” katanya menenangkanku “nah, sekarang kau makan dulu!” bujuknya lagi.

Meskipun mulut dan perutku terasa tidak enak aku tetap menjejalkan makanan itu ke mulutku.

“Lalu bagaimana dengan filmku?”

“belum ada tindakan apa-apa, dan sepertinya pihak mereka tidak terlalu memperdulikan scandalmu. Malah menurutku itu aga sedikit menguntungkan mereka”

“maksudmu?” tanyaku bingung

“dengan skandal ini, karaktermu sebagai wanita penggoda di film itu semakin kuat bukan?” sahutnya enteng

“kau sedang memuji atau menyindirku?” tanyaku skpetis

“terserah kau mau menganggapnya apa”

***

aku mengirup nafas dalam sebelum memasuki kantor agency. Pagi ini Nammie menjemputku ke Pocheon dan mengatakan Shindong Sajangnim ingin bertemu denganku. Hatiku harap-harap cemas membayangkan apa yang akan dikatakan Shindong Sajangnim nantinya.

“oh kalian sudah datang, duduk lah!” katanya ramah begitu aku dan Nammie memasuki kantornya.

Aku dan Nammie duduk di sofa besar yang tersedia di ruangannya. Dan disusul Sajangnim yang menganbil tempat di depan kami. Ia mengepalkan tangannya dan menempelkannya di depan mulut, sedikit berdehem sebelum memulai.

“begini Hyura-ya” ujarnya memulai dan sedikit agak ragu

“langsung saja sajangnim, tidak perlu berbasa-basi denganku, sudah cukup kalian mengurungku selama hampir sebulan” sahutku dengan nada sedikit menyindir. Meskipun yang mengasingkan ku adalah Kyuhyun tapi sajangnim dan Nammie mendukungnya.

“baiklah, langsung saja kukatakan. Hyura-ya. Sebenarnya….Cho Corp dan Coex memutuskan kontrak mereka denganmu dan juga kau harus membayar ganti rugi pada mereka”

“a apa? Apa kau bilang?” tanyaku masih setengah sadar “jangan membuat lelucon yang tidak lucu sajangnim” kataku setengah berteriak.

“Hyura-ya” Nammie menyentuh pundakku pelan untuk menenangkanku tapi aku menepisnya dengan kasar

“mianhe Hyura-ya tidak ada yang bisa kami lakukan, aku sudah berusaha sebisaku tapi karena pengakuan Tuan Lee di media membuat semuanya sia-sia”

aku menatap Nammie dan Shindong sajangnim secara bergantian dengan pandangan masih tidak percaya. Apa-apaan ini?

“tapi bagaimana mungkin mereka secara bersamaan memutuskan kontrak secara sepihak? Mereka tidak bisa melakukan itu padaku”

“mereka bisa Hyura-ya. Jika kau membuat citra perusahaan memburuk mereka bisa membatalkan kontrak secara sepihak dan kau di haruskan membayar ganti rugi karena diaggap merugikan perusahaan mereka” jelas sajangnim

“Cho Corp dan Coex” ucapku lirih dan diiringi senyum getir. Bagaimana mungkin mereka bisa memperlakukanku seperti ini? Aku harus meminta penjelasan dari Kyuhyun.

“kau mau kemana?” tanya sajangnim melihat aku bergegas berdiri

“aku akan ke Cho corp dan Coex, aku tidak terima mereka memperlakukanku begini”

“duduklah! Tidak ada yang bisa kau lakukan disana” ujar sajangnim

“tidak ada yang tidak bisa!!!” sahutku keras kepala

“Hyura-ya duduklah dulu eo” bujuk Nammie, ia menarik tanganku pelan sampai aku terduduk kembali di sampingnya

“terlalu banyak kejadian yang kau lewatkan” desah Shindong sajangnim

“maksudmu?”

“sekarang Coex kembali menjadi anak perusahaan grup Han, dan pemimpinnya bukan lagi Lee Donghae melainkan Han Chaerin dan dia juga yang memutuskan kontraknya denganmu”

“Chaerin?” tanyaku bingung “bagaimana mungkin? Cho Corp memberikan investasi cukup besar pada Coex agar bisa berdiri sendiri”

Sajangnim kembali mendesah dan menggeleng pelan “ Cho Jino membabat habis saham Coex dan menjualnya ke Grup han dan hal itu membuat Coex tidak bisa berkutik.

“Jino?” tanyaku tidak percaya. Apa lagi ini?

“Setelah berita hubungan mu dengan Tuan Lee menyebar, Tuan Han sangat marah dan merasa Donghae telah mencoreng namanya dan mempermalukan putrinya yang saat itu masih diketahui sebagai tunangannya. Lalu Grup Han memaksa Cho Corp untuk menjual saham mereka dan Grup Han juga bersedia membeli dengan harga tinggi. ” Jelas Sajangnim panjang lebar

“ apa Jino juga yang memutuskan Kontraknya denganku?” tanyaku menyelidik, masih dengan nada terkejut dan tidak percaya.

“bukan , tapi Cho Kyuhyun. Suamimu”

Mataku melebar seketika dan kembali memandang sajangnim tidak percaya. Astaga banyak sekali kejutan yang kudapat hari ini. Cho Kyuhyun, apa-apaan pria itu. detik itu juga aku bangkit dari dudukku “aku ingin menemui suamiku, kau tidak akan menghalangiku lagi kan?” tanyaku skeptis, tanpa menunggu jawabannya aku melengos pergi dari ruangannya.

***

Braakk

Aku membuka pintu ruangan kerja Kyuhyun dengan kasar. Membuat Kyuhyun dan Yuri sekertarisnya yang sedang berbicara serius langsung mendongak ke arahku.

“nona Kwon, kau bisa kembali ke mejamu” perintah Kyuhyun pada Yuri

“ne sajangnim. saya permisi dulu Nyonya” ia menunduk saat melewatiku kemudian menutup pintu di belakangku

“kenapa tiba-tiba kemari?” ujarnya sambil membereskan beberapa kertas yang berserakan di mejanya. Kemudian ia bangkit dan berjalan mendekatiku “mian, pagi ini aku tidak sempat menghubungimu, pekerjaanku sangat banyak. Kau sudah makan?” Kyuhyun bersikap sangat hangat padaku, padahal aku menatapnya dengan pandangan membunuh.

“aku kesini bukan untuk makan tuan Cho. Aku hanya ingin tau alasanmu tiba-tiba memutuskan kontrak denganku secara sepihak?”

Raut wajahnya langsung berubah saat aku mengutarakan maksudku. Wajah ramah dan hangat langsung lenyap tak bersisa. bukannya menjawab pertanyaanku ia malah melemparkan pandangannya ke arah lain

“kenapa diam? Jawab aku tuan Cho!!”

Ia mendengus kasar dan memandangku serius “aku hanya bersikap professional, karena kau sudah membawa nama perusahaan ke dalam scandalmu jadi aku memutuskan untuk menghentikan kerja sama kita. Aku melakukan hal itu untuk menjaga nama baik Cho Corporation”

“kau tidak punya hak untuk itu, karena Aboenim yang memilihku” kataku tidak terima

“kau lupa Appa sudah memberikan jabatannya padaku. Jadi aku punya hak penuh dengan siapa perusahaan ini akan bekerja sama”

“tapi apa perlu kau sampai seperti ini? kau memutuskan kontrakku secara sepihak dan membuatku harus membayar kompensasi”

“itu harus kulakukan karena kau membahayakan citra perusahaan dengan skandal perselingkuhanmu”

Aku mengeratkan gigi ku  saat ia menyebut ‘perselingkuhan’ tega sekali dia mengatakan hal itu di depanku

aku mengangkat sebelah alisku “oh, jangan-jangan kau melakukan hal ini karena Han Chaerin? Kalian berdua bekerja sama memutuskan Kontrak denganku dan menendang Donghae oppa dari posisinya. Wahh tidak kusangka kalian berdua begitu hebat” kataku sinis

Rahangnya tiba-tiba mengeras “jaga Ucapanmu!!” katanya tertahan “ini tidak ada hubungannya dengan Chaerin dan Pria pendek kampungan itu disingkirkan dari posisinya karena perbuatannya sendiri”

“berhenti memanggilnya seperti itu!!” kataku tidak terima. Aku kesal ia terus memanggil Donghae oppa dengan sebutan ‘Pria pendek’

“ dan berhenti membelanya di depanku!!” sahut Kyuhyun tak kalah keras “kalian berdua sangat menjijikan. Apa kau pikir hanya kau dan dia yang menjadi korban hah? Tidakkah kau pernah berpikir bagaimana perasaan Chaerin saat pria pendek itu menyatakan cintanya di depan publik? Dan bagaimana denganku dan keluargaku? Sekarang Semua orang merasa kasihan padaku. Lalu keluargamu sendiri mendapat cemoohan dari orang-orang sekitar”

Aku baru mau membuka mulutku untuk membalasnya tapi ia lebih dulu memotong nya “jadi jangan pernah merengek hanya karena aku memutuskan kontrak kerja sama perusahaan!!” ucapnya tajam

Entah kenapa ucapannya seperti menamparku. Karena apa yang ia ucapkan benar dan justru makin menyakitkan. Aku benci merasa seperti ini.

Aku membuang muka sebentar dan kembali menatapnya sinis “baiklah tuan Cho yang terhormat. Terimakasih atas kerja sama yang sudah kau berikan dan Selamat siang” aku menunduk dalam sebelum keluar dari ruangan Kyuhyun.

Aku mempercepat langkahku begitu keluar dari Cho Corp mencari telepon umum terdekat. Dan sialnya mataku ini tidak henti-hentinya mengeluarkan cairan bening yang membuatku semakin kesal. Ini untuk kesekian kalinya aku menangis karena Cho Kyuhyun.

Aku masuk ke box telepon umum dan memasukkan koin dengan kasar. sambil menunggu nada sambung aku mengusap air mataku dengan punggung tangan dan menetralkan nafas serta suaraku.

“yeoboseyo” sahut dari sebrang sana

“Ya! neo odiga?”

“oh Hyura-ya, kau kah ini?”

“kau pikir siapa? Cepat jemput aku di telpon umum dekat Cho Corp” kataku dan langsung menutup sambungan telepon

***

Author pov

“hey, kau baik-baik saja? apa yang Kyuhyun katakan?” Nammie menyentuh pundak Hyura lembut saat ia sudah masuk kedalam mobil.

“aku tidak ingin membahasnya” sahut Hyura tanpa memandang Nammie. Tatapan gadis itu menerawang ke sisi jalan yang ada di samping kanannya.

Nammie hanya mendesah pelan dan kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan yang ada di depannya.

“Nammie-ah, mianhe” ucap Hyura akhirnya setelah mereka sama-sama terdiam beberapa menit.

Nammie menoleh  ke arah Hyura yang masih menatap jalanan di samping kaca jendelanya. Ia bingung kenapa Hyura harus meminta maaf padanya. Ia baru saja membuka mulutnya untuk bertanya tapi ia urungkan saat melihat Hyura menoleh ke arahnya dengan tatapan aneh.

“maaf dan terima kasih” ujar Hyura lagi dengan senyum tipis yang dipaksakan.

Nammie menepikan mobilnya agar ia lebih leluasa bertanya pada Hyura apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia harus meminta maaf dan berterima kasih.

“kenapa kau berbicara seperti itu? kau membuatku takut Hyura-ya”

“mungkin aku tidak akan bekerja bersama mu lagi”

“maksudmu?” tanya Nammie bingung

The Clue” akan menjadi pekerjaan terakhirku” sahut Hyura mantap.

Nammie membulatkan matanya seketika begitu mendengar jawaban Hyura “maksudmu kau mau pensiun?” tanya nya dengan nada tidak percaya

Hyura mengangguk lemah

“berikan alasan yang masuk akal kenapa tiba-tiba kau mau berhenti?” desak Nammie

Hyura berpikir sebentar sebelum menjawab “aku sudah tidak memiliki alasan untuk terus bertahan di bidang ini. Kau tau dengan jelas alasanku menjadi seorang selebritis, agar Donghae oppa menemukan dan mencariku, karena itu lah aku harus secemerlang bintang. Tapi saat ini aku sudah bertemu dengannya, jadi untuk apa aku terus mempertahankan sesuatu yang pada dasarnya  tidak kusukai”

“tapi tanpa kau sadari kau menyukainya Hyura-ya, jika kau tidak menyukainya untuk apa kau mau repot-repot menuruti kata-kata Kyuhyun untuk tetap diam Di Pocheon jika kau tidak ingin mempertahankan karir mu”

Hyura terdiam mendengar pernyataan Nammie. Ia membenarkan ucapan manager sekaligus sahabatnya itu. tanpa ia sadari, ia memang menyukai pekerjaan sebagai seorang selebritis. kalau memang ia tidak suka untuk apa ia mati-matian bertengkar dengan Kyuhyun hanya untuk mendapatkan sebuah peran pembantu yang memiliki image buruk, selain itu sebenarnya ia bisa langsung berhenti begitu ia bertemu Dengan Donghae, tapi hal tersebut tidak ia lakukan karena memang ia cukup menikmati pekerjaannya.

“kupikir akan lebih menyenangkan menjadi orang biasa dibanding menjadi orang terkenal. Dan aku memilih untuk mencari pekerjaan yang tidak akan menyakiti hati keluargaku. Karena secara tidak langsung gossip dan komentar-komentar miring terhadapku juga menyakitu hati ibu dan kakakku”

Nammie mencerna baik-baik perkataan Hyura, sebagai teman ia hanya ingin yang terbaik untuk Hyura dan menghargai setiap keputusan yang di ambilnya

“lalu apa rencana mu sekarang?”

“aku akan bekerja keras untuk pekerjaan terakhirku ini dan bantu aku menjual beberapa aset yang kumiliki”

“menjual aset?”

“kau lupa? Aku harus membayar kompensasi pada 2 perusahaan besar”

“kau benar-benar akan membayar semuanya sendirian?” tanya Nammie ragu, baginya nominal tersebut sangatlah besar dan akan menghabiskan seluruh tabungan Hyura yang ia dapatkan selama ia bekerja. “setidaknya mintalah bantuan Kyuhyun. dia kan suamimu”

Saat Nammie menyebut Nama Kyuhyun, Hyura merasakan sedikit nyeri di dadanya. Dan ia sudah membulatkan tekad untuk menyingkirkan orang itu dari hidupnya. “oh ya satu lagi. bantu aku cari pengacara”

“pengacara?”

“aku akan menceraikan Kyuhyun” jawab Hyura mantap

“Mwo?? “ Nammie melebarkan matanya begitu Hyura mengucapkan ‘perceraian’ “Ya! Kau boleh marah padanya karena ia memutuskan kontrak nya dengan mu tapi tidak dengan bercerai”

“ini tidak ada hubungannya dengan kontrak perusahaan Nammie-ah. Ini karena perjanjian kami telah berakhir. Ia sudah mendapatkan posisi yang diinginkannya dan aku juga sudah bertemu dengan Donghae oppa. Jadi tidak ada gunanya lagi aku terus bersamanya”

“perjanjian pernikahan yah?” ujar Nammie lirih. Ia tidak menyukai kenyataan Hyura berpisah dengan Kyuhyun dan kembali pada Lee Donghae. karena baginya Donghae hanya pria pembuat masalah yang menyulitkan Hyura sedangkan Kyuhyun bisa bersikap selayaknya suami yang melindungi istrinya. Hal yang wajar bukan jika ia lebih mendukung hubungan Hyura dengan Kyuhyun.

“Hyura-ya tidak kah sebaiknya……..”

“aku lelah. antarkan aku pulang Nammie-ah!” pinta Hyura

Nammie hanya mendesah dan kembali menyalakan mesin mobil kemudian memacunya.

***

Tanpa minat Kyuhyun melihat ponsel Hyura yang terus-terusan bergetar. Yah selama beberapa minggu terakhir ini setiap hari ponsel milik Hyura yang ia ambil tidak berhenti menampilkan caller id  Lee Donghae. “cih, belom bosan juga dia” Kyuhyun melempar ponsel tersebut kedalam laci dan menguncinya rapat.

Tok…tok…tok

“masuk!” perintah Kyuhyun

Yuri menampakkan dirinya dan membuka buku notes yang ia bawa “sajangnim. anda masih akan menemui Tuan Kim Heechul atau aku harus menjadwal ulang?”

“tidak perlu, aku akan menemuinya hari ini. Jam berapa aku harus menemuinya?”

“hari ini pukul 2 siang di kantornya sajangnim” jelas Yuri

Kyuhyun pung mengangguk mengerti dan memberi Isyarat pada Yuri agar pergi dari ruangannya.

Ia mengambil jas yang tersampir di kursi dan dengan cepat memakainya. Ia bersiap menemui pria bernama Kim heechul yang tidak lain adalah produser yang menggarap Film yang akan Hyura mainkan. Pria itu tidak main-main dengan ucapannya dan tidak membiarkan Hyura bermain di film yang menurutnya lebih seperti film yadong dibandingkan film action. Bagi Kyuhyun film tersebut sangat tidak pantas untuk Hyura, sedangkan gadis itu menganggapnya sebagai  sebuah karya seni dan keprofesionalitasannya dalam bekerja.

***

“kau baik-baik saja? Jangan memaksakan diri” kata Sungmin saat melihat Hyura sudah kepayahan Selain itu wajah gadis itu tidak menunjukan ia sedang dalam keadaan baik-baik saja.

“aku masih sanggup, ayo mulai lagi” Hyura meneguk air mineral langsung dari botol nya kemudian berdiri. Padahal nafas gadis itu masih terdengar tidak beraturan.

Sungmin menggeleng pelan dan memberikan handuk kecil pada Hyura dan gadis itu langsung menerimanya “sampai sini saja, kau terlalu memaksakan diri. tidak baik untuk tubuhmu” Pria itu tau apa yang tengah menimpa Hyura saat ini dan ia juga merasa Hyura tengah melampiaskan semuanya saat ini “tubuh mu bukan mesin Hyura-ya, meskipun kau mengabaikannya tapi tubuh mu itu butuh istirahat”

“sudah kubilang aku baik-baik saja!” Hyura tiba-tiba saja berbicara keras. Sungmin sedikit terkejut dengan nada bicara Hyura begitupun dengan gadis itu. ia sendiri tidak menyangka akan berkata seperti itu pada Sungmin. “Mianhe, aku tidak bermaksud begitu.  Aku….”

“Gwenchana” Sungmin berkata Lembut dan tersenyum tipis. Ia tau gadis ini sedang banyak pikiran. “kau kelelahan Hyura-ya, karena itu sebaiknya kau pulang dan beristirahat.semuanya akan terlihat jelas jika dipikirkan dengan tenang”

“Arraseo” sahut Hyura lemah. ia berjalan dengan bahu terkulai. Dan Sungmin melihatnya dengan tatapan Prihatin.

“Hyura-ya” panggil Sungmin dan gadis itu berbalik dan menatap pelatihnya lurus-lurus “wae?”

“perlu tumpangan?” tawar Sungmin. Gadis itu menggeleng pelan dan tersenyum lelah. Yah gadis itu memang benar-benar kelelahan. “terima kasih, tapi managerku akan menjemputku” Sungmin mengagguk mengerti dan Hyura kembali berjalan ke ruang Loker untuk mengganti bajunya yang sudah basah oleh keringatnya.

***

Nammie menunggu Hyura di parkiran dengan wajah lesu. Beberapa saat lalu Shindong menghubunginya dan mengatakan Hyura di keluarkan dari produksi film “The Clue” padahal itu adalah pekerjaan terakhir untuk Hyura dan gadis itu sudah berusaha semaksimal mungkin demi perannya.

“kenapa melamun?” Nammie mengangkat wajahnya dan mendapati Hyura sudah berdiri di depannya.

“a aniya. Kau sudah selesai? Kajja kita pulang” kata Nammie tanpa menatap Hyura dan langsung masuk kedalam mobil. Setelah Hyura masuk kedalam mobil Nammie langsung memacu mobilnya ke apartemen miliknya. Yah setelah keluar dari Villa Kyuhyun di Pocheon Hyura lebih memilih tinggal di apartmen Nammie dibanding pulang ke rumah ibunya. Ia tidak yakin bisa menghadapi ibu dan kakaknya.

“Hyura-ya” Nammie memanggil Hyura dengan ragu saat mereka baru sampai di apartmen miliknya. Gadis itu tidak tega menyampaikan berita yang tadi ia dengan dari Shindong. Karena Nammie menyaksikan sendiri bagaimana usaha Hyura untuk film tersebut, meskipun ia hanya menjadi peran pembantu.

“hmmm” Hyura bergumam tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku yang tengah ia baca. Sedangkan Nammie mendekati Hyura dan ikut duduk diatas ranjang mereka. Gadis itu terlihat bingung ia harus memulai dari mana.

“ada apa?” akhirnya Hyura menoleh karena Nammie tak kunjung membuka suaranya

Nammie menggigit bibir bawahnya dan menarik nafas dalam “hmm kurasa besok kau tidak perlu latihan dengan Sungmin lagi” Hyura mengerutkan keningnya bingung dan menatap Nammie seolah bertanya ‘kenapa’

“Tuan Kim mengeluarkanmu dari produksi filmnya” sahut Nammie pelan. Ia menatap Hyura seksama untuk melihat reaksi gadis itu. tapi sepertinya Hyura tidak terlalu terkejut . gadis itu malah tersenyum—tersenyum miris. “sudah kuduga” gumam Hyura. Ia kembali tersenyum ke arah Nammie, senyum yang sangat di paksakan tentunya. Ia hanya tidak ingin membuat managernya terlalu memikirkan keadaan dirinya

“jangan melihatku dengan tatapan kasihan seperti itu, kau tidak perlu Khawatir, aku tidak apa-apa” kata Hyura kemudian menutup bukunya dan berbaring membelakangi Nammie. “besok tolong antarkan aku, aku mau pulang” katanya lagi. Gadis itu menarik selimut hingga menutupi separuh wajahnya. Tapi Nammie masih bisa melihat bahu Hyura yang bergetar.

***

Gadis itu terlihat duduk termenung di beranda kamarnya. Angin musim dingin yang berhembus tidak membuatnya beranjak dari sana. 1 jam, 2 jam, entah sudah berapa lama ia dalam posisi tersebut. Begitu ia pulang kerumah ibunya, ia langsung disambut dengan pelukan rindu dari sang ibu. Ingin rasanya ia menumpahkan keluh kesahnya di pelukan hangat tersebut, tapi lagi-lagi ia tidak ingin membuat orang tua satu-satunya itu khawatir. Sudah cukup ia membuat keluarganya terlibat dalam masalah yang disebabkan olehnya.

“Nan eothokae?” ucapnya lirih dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia sendiri bingung ia harus bagaimana. Benarkah bercerai dengan Kyuhyun adalah jalan terbaik. Tapi mungkinkah keluarganya bisa lepas dari Keluarga Cho? Mengingat kakaknya yang bekerja di Cho Corp dan swalayan ibunya adalah pemberian dari Kyuhyun.

sangat terlihat kehidupan Keluarga Hyura di Korea di tunjang oleh Keluarga Cho. Apalagi sekarang ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Hanya tersisa rumah yang kini ia tinggali sekarang. Karena semua aset, tabungan dan depositonya sudah di cairkan untuk membayar kompensasi yang nilainya mencekik leher. Rencananya untuk melanjutkan sekolah setelah melepaskan karirnya harus ia tunda karena ia mungkin tidak memiliki biaya yang cukup untuk itu. dulu Hyura tidak sempat mengenyam bangku kuliah karena ia sudah merintis karirnya sebagai model selepas lulus SMA.

Dan lagi hubungannya dengan Donghae. ia tidak tau bagaimana kabar pria itu sekarang. Sebenarnya bisa saja Hyura menghubunginya, tapi hal itu tidak ia lakukan karena ia sendiri masih bingung dengan perasaannya. Ia masih belum bisa memastikan perasaannya untuk pria itu. selain itu hubungannya dengan Donghae sudah dipastikan tidak akan mulus mengingat bagaimana Nyonya Lee sangat membencinya.

“kau bisa sakit kalau terus disini” Leeteuk menyelimuti tubuh Hyura dengan selimut yang cukup tebal

“oppa” Hyura mengangkat wajahnya dan menatap Leeteuk sendu. “kau sudah pulang?” tanyanya dan diiringi senyum tulus

“kau sakit? Wajahmu pucat sekali” Leeteuk meletakkan tangannya di kening Hyura “tapi tidak panas” gumamnya lagi

“aku tidak apa-apa mungkin kelelahan” sahutnya. Tapi Leeteuk memandang Hyura tidak percaya sampai ia berlari kembali kekamar untuk mengambil tisu karena melihat cairan berwarna merah kental keluar dari hidung adiknya. Dengan sigap Leeteuk menutup lubang hidung Hyura dengan tisu.

“kau mimisan Hyura-ya” Hyura mengangkat tangan kanannya untuk menahan tisu menggantikan tangan Leeteuk. Kepala gadis itu seperti terbentur tembok begitu melihat cairan merah merembes ke dalam tisu yang tengah ia pegang. Ia buru-buru membersihkan sisa darah yang masih ada di hidungnya “aku tidak apa-apa, oppa tidak perlu khawatir” katanya masih sembari menyumbat lubang hidungnya

Leeteuk mengernyitkan dahinya tidak setuju “tidak apa-apa kau bilang? Tunggu disini! Aku akan memanggil dokter” Leeteuk yang baru beranjak langsung ditahan oleh Hyura.

“oppa, tidak perlu sampai begitu. Aku hanya lelah, cukup dengan beristirahat semuanya akan baik-baik saja” Hyura memaksakan senyumnya. Ia sendiri juga merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, karena ini bukan kali pertama ia mimisan. 2 hari lalu setelah pulang dari tempat sungmin hidungnya juga mengeluarkan darah. Tapi Untungnya saat itu tidak ada yang memergokinya seperti saat ini.

“kau yakin” tanya Leeteuk ragu dan Hyura mengangguk mantap.

Pria itu mendesah dalam “baiklah jika besok kau belum sehat aku sendiri yang akan menyeretmu ke rumah sakit” kata Leeteuk bersungguh-sungguh dan penuh ancaman.

“Arraseo oppa. Sekarang pergilah, aku mau istirihat” sebelum beranjak Leeteuk mengecup kening Hyura singkat “jalja” katanya lagi sebelum menutup pintu kamar Hyura.

***

the number you are calling is not active, please try again in the few minutes” Donghae menggeram parah saat lagi-lagi suara operator yang menjawab panggilannya. Ia melemparkan ponselnya sembarang dan mendesah frustasi “dimana kau sebenarnya”

Tok…tokk

“masuk” perintahnya malas. Kim Ryewook masuk ke ruangan Donghae dan menunduk dalam sebelum berbicara.

“sajangnim, besok dipastikan Nona Park Hyura akan bertemu dengan pengacara Coex mengenai pembayaran biaya kompensasi pembatalan kontrak” wajah Donghae berbinar seketika setelah mendengar laporan asistennya.

“benarkah? Kapan dia kembali?” tanya Donghae antusias

“Nona Park baru terlihat kembali di kantor agency nya beberapa hari lalu, itu juga dikarenakan tuntutan yang di ajukan pihak Coex”

“arasseo, kalau begitu pesankan aku tiket penerbangan ke Korea hari ini juga”

“Ne algeuseumnida sajangnim” Ryewook kembali menunduk dalam sebelum meninggalkan ruangan Donghae.

Senyum pria itu terkembang sempurna di bibirnya. Rencananya menghasut Chaerin untuk  membatalkan Kontrak kerja agar gadis itu muncul ternyata berhasil. Ia terpaksa menggunakan cara itu karena lebih dari sebulan keberadaan gadis itu tidak diketahui. Bahkan Ryewook sudah mengerahkan seluruh anak buahnya namun sepertinya gadis itu disembunyikan dengan baik.

Donghae sebenarnya menyadari tindakannya kali sangat egois dan menyulitkan Hyura, tapi bukankah cinta memang egois? ia melakukan hal tersebut agar Hyura bisa lebih cepat kembali padanya. Tak bisa di pungkiri hatinya seperti teriris saat melihat Gadis itu dengan suaminya. Hal itu juga yang ia rasakan saat mereka melakukan sesi wawancara beberapa waktu lalu. Amarah dan cemburu menguasainya hingga dia sendiri mengatakan hal yang tidak seharusnya. Ditambah lagi ia harus melihat Hyura beradegan mesara di atas ranjang bersama Kyuhyun. saat itu ia mati-matian menahan kakinya agar tidak menyeret Hyura menjauh dari sentuhan Kyuhyun.

***

Tok…tok..

Hyura membuka matanya dengan susah payah saat mendengar ketukan dipintu kamarnya. Kepalanya terasa berdenging dan tubuhnya seolah ditindih beban ribuan ton. Dengan tertatih ia meraih gagang pintu dan membukanya.

“ada apa pagi-pagi kesini?” tanya Hyura denga suara parau. Nammie tidak menjawab melainkan menatap Hyura lekat

“kau sakit? Wajah mu pucat sekali”

“hanya anemia” sahut Hyura asal “ada apa pagi-pagi kesini?” tanyanya lagi

“kalau begitu minumlah vitamin penambah darah” Hyura mengangguk mengiyakan “kita harus ke kantor agency, kita akan bertemu pengacara Coex. Ku tunggu di bawah yah” Hyura kembali mengangguk dan mentup pintu kamarnya.

Sebelum masuk ke kamar mandi Hyura mencari-cari sesuatu di laci kamarnya dengan terburu-buru. Karena Tiba-tiba saja Ia merasakan nyeri yang amat sangat di perutnya. Ia langsung menelan 2 butir obat penahan rasa nyeri. Ia tidak peduli dengan dosis nya, yang ia pedulikan ia bisa tampil prima hari ini di depan pengacara Coex dan ada kemungkin juga ia nanti akan bertemu Chaerin.

***

Kyuhyun meremas kertas yang baru saja ia keluarkan dari amplop coklat yang ia terima pagi ini. Surat gugatan cerai yang pengadilan kirimkan padanya. Tanpa pikir panjang ia merobek dan membuangnya ke tong sampah. “bukankah sudah kubilang, aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah” geramnya pelan. Ia berbalik kasar dan menatap nanar pemandangan kota seoul dari kaca ruangannya.

“laporan yang kau minta” Jino masuk tanpa mengetuk pintu dan meletakkan map di meja Kyuhyun

“letakkan saja disitu” Kata Kyuhyun tanpa menoleh, ia sibuk dengan pikirannya sendiri. Tapi selang beberapa menit akhirnya ia menoleh dan menatap Jino bingung karena adik tirinya itu tidak beranjak juga dari tempatnya

“ada lagi yang perlu kau sampaikan?”

“Hyung, kau belum menjemput Hyura?” Jino bertanya dengan nada menyalahkan.

“Cho Jino! ini di kantor. Jangan berbicara hal lain di luar pekerjaan! Selain itu kau tidak perlu mengurusi masalah rumah tanggaku” sahut Kyuhyun tajam. Suasana hatinya sedang tidak baik karena surat perceraian itu, ditambah lagi Jino menanyakan hal bukan urusannya

Jino mendengus kasar “apa kau pantas disebut suami? Saat ini Hyura sedang kesulitan setidaknya kau harus disampingnya untuk memberikan dukungan atau semangat bukan malah menambah bebannya”

“Mwo? Mworago?” tanpa sadar Kyuhyun meremas pulpen yang dia pegang. Belum sempat ia melontarkan sumpah serapahnya untuk Jino ia merasakan ponselnya di sakunya bergetar. Ia mengangkat dengan terburu-buru tanpa melepas tatapan membunuhnya dari Jino.

“Yeoboseyo… eoh Nammie-ah waegurae?…. Mwo? Arraseo aku akan segera kesana” Kyuhyun menutup teleponnya dengan cepat dan mengabil jas yang tersampir dikursi kemudian berjalan cepat melewati Jino “Ya! Hyung……”

Kyuhyun baru sampai di kenop pintu kemudian berbalik ke arah Jino “ gantikan aku untuk meeting siang ini” hanya itu yang dia ucapkan sebelum pergi dan membuat Jino semakin bingung.

~

Kyuhyun berlarian di sepanjang koridor rumah sakit dan matanya menjelajah mencari-cari sosok yang berusan menghubunginya. Nammie menelpon Kyuhyun dengan suara panic dan memberitahukan Hyura jatuh pingsan.

“Nammie-ah” Panggil Kyuhyun saat ia melihat Nammie sedang terduduk lemas di salah satu ruang tunggu yang ada di lorong rumah sakit tersebut. “apa yang terjadi?” tanyanya lagi saat ia semakin mendekat dengan Nammie. Gadis itu memandang Kyuhyun dengan matanya yang merah, terlihat ia habis menangis.

“Kyuhyun-ah mianhe, jeongmal mianhe. Aku benar-benar tidak tau, mianhe Kyuhyun-ah” Nammie mengatakannya dan kembali terisak

“hey, sebenarnya ada apa? Kenapa kau terus meminta maaf? bicaralah yang jelas!!” tuntut Kyuhyun

Nammie mengusap air matanya dan menatap Kyuhyun dengan perasaan bersalah “Hyura. dia…dia, kata dokter dia keguguran”

“A apa? Apa katamu?” bagai tertimpa batu besar langkahnya terhuyung kebelakang dan menatap Nammie tidak percaya, berharap pendengarannya lah yang salah.

Nammie mengangguk membenarkan ucapannya dan meyakinkan Kyuhyun bahwa apa yang ia dengar tidak salah “ Dokter bilang Hyura sudah mengandung selama 3 minggu. dia strees dan kelelahan sedangkan kandungannya masih lemah” jelas Nammie

Kyuhyun tertawa getir mendengar penjelasan Nammie. ‘keguguran’ astaga apa yang telah ia lakukan? Benar apa kata Jino, apakah ia pantas disebut suami? Padahal ia membiarkan istrinya terlantar menanggung semua masalahnya sendirian dalam keadaan hamil anak mereka. Dan sekarang ia hanya bisa merutuki dirinya sendiri karena waktu tak akan pernah bisa diputar lagi

Dari kejauhan terlihat Nyonya dan Tuan Cho berjalan tergesa menghampiri Nammie dan Kyuhyun. “ada apa dengan Hyura Kyuhyun-ah?” Nyonya Cho langsung bertanya pada putranya saat mereka sudah berhadapan. Kyuhyun memandang nanar kedua orang tuanya secara bergantian kemudian menarik nafas dalam “Hyura… dia Keguguran” sahut Kyuhyun lemah

PLAAKK

Tiba-tiba saja Tuan Cho melayangkan pukulannya di pipi Kyuhyun. sepertinya tamparan yang Kyuhyun terima cukup keras karena sampai bergema di lorong rumah sakit. Nammie sampai menutup mulutnya yang terbuka melihat tindakan Tuan Cho, begitu pun dengan Nyonya Cho, beliau juga cukup terkejut melihat suaminya menampar Kyuhyun. sedangkan Kyuhun hanya terdiam dan tertunduk.

“kau lihat perbuatanmu!!! Lihatlah apa yang telah kau lakukan pada istrimu!!”

“yeobo, tenanglah” Kata Nyonya Cho sambil menyentuh pundak suaminya lembut  menenangkan Tuan Cho.

“kau suami tidak berguna” Hardik tuan Cho tanpa memperdulikan ucapan istrinya. “bagaimana mungkin kau memperlakukan istrimu seperti narapidana dengan mengurungnya berminggu-minggu di villa dan merenggut karirnya hanya karena pria lain menyatakan perasaannya di depan umum. Apa kau pantas disebut sebagai seorang pria?” ucap Tuan Cho dengan nafas memburu. Terlihat sekali ia sangat geram dengan prilaku anaknya.

“maaf, apa disini ada ibu dari pasien?” tanya seorang perawat yang baru saja keluar dari kamar rawat Hyura

“aku ibu mertuanya” sahut nyonya Cho

“kalau begitu silahkan masuk, pasien terus memanggil ibunya” tanpa menunggu lagi Nyonya Cho langsung masuk ke kamar tempat Hyura di rawat.

“eomma..eomma” Hyura mengigau dengan suara serak dan teramat lemah

“iya sayang, eomma disini” sahut Nyonya Cho dan membelai kepala Hyura penuh sayang

“eomma…eomma, appuneunde eomma” secara perlahan kelopak mata Hyura terbuka. matanya masih menyesuaikan dengan cahaya di ruangan tersebut

“apa yang kau rasakan? Apa ada yang sakit?” Nyonya Cho bertanya lembut saat mata mereka bertemu

“eomonim…” Hyura berusaha bangkit tapi Nyonya Cho menahannya “jangan bangun dulu, tubuhmu masih lemah”

“aku…kenapa aku disini?” tanyanya bingung. Seingatnya ia memang terus menahan sakit di perutnya selama perjalanan menuju kantor agency. Dan tiba-tiba pandangannya berubah menjadi gelap saat baru menginjakan kaki di lobi agency.

“kau tadi pingsan dan managermu yang membawamu kemari. Ibu dan kakak mu masih dalam perjalanan” jelas Nyonya Cho masih dengan nada lembut seperti sebelumnya. Ia memilih untuk tidak mengatakan apapun pada Hyura, biar Kyuhyun sendiri yang memberitahunya.

“manager?” ia teringat bahwa hari ini ia akan bertemu dengan pihak Coex. Ia penasaran apa pertemuannya berjalan lancar atau malah dibatalkan “apa Nammie ada diluar?”

Eomonim mengangguk “ia dia ada diluar, Kyuhyun juga menunggu di luar”

DEG

Mendengar nama Kyuhyun saja hatinya bisa menjadi berdegub lebih kencang. Berapa hari ia tidak bertemu pria itu? 2 hari atau 3 hari? Yang jelas ia merindukannya.

“Kyuhyun?”

Nyonya Cho mengangguk dan tersenyum “sebentar aku panggilkan”

“eomonim chakk….” terlambat karena Nyonya Cho sudah berjalan keluar tanpa menghiraukan panggilan Hyura. Tidak lama sepeninggal Nyonya Cho, Kyuhyun masuk dan memandang Hyura lekat. Dan Hyura pun menatap balik Kyuhyun. gadis itu merasa ada yang aneh dari air muka suaminya itu. wajah Kyuhyun terlihat aneh. Ia terlihat marah, sedih dan juga lega secara bersamaan.

“bagaimana keadaanmu?” tanya Kyuhyun dengan suara parau saat sudah tidak ada jarak diantara mereka.

“beginilah” sahut Hyura acuh

Kyuhyun diam sejenak, ia memikirkan kata-kata yang pas untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Hyura.  “hmm kata dokter lusa kau sudah boleh pulang”

“baguslah kalau begitu”

“Hyura-ya, sebenarnya… apa kau merasa ada yang aneh atau berbeda pada tubuhmu?” tanya Kyuhyun sedikit ragu.

Hyura mengernyitkan keningnya “maksudmu?”

“maksudku apa yang kau rasakan sebelum kau jatuh pingsan”

Hyura menyipitkan matanya seolah berpikir, sepertinya ia cukup pintar menangkap maksud dari pertanyaan Kyuhyun “apa yang dokter katakan padamu? apa aku mengidap suatu penyakit aneh? Atau menular?”

“bukan, tentu saja bukan itu” sergah Kyuhyun cepat “tapi kau baru saja keguguran”

“y ye?” dengan cepat Hyura terbangun dan menimbulkan nyeri yang cukup membuatnya meringis karena ia baru saja menjalani kuret “ahhh, appeunde” Kyuhyun langsung beringsut mendekat dan duduk di ranjang kemudian memegang kedua bahu Hyura “apa ada yang sakit? Mana yang sakit” tersirat nada kecemasan di suara pria itu

“aniya, Gwenchana” sahut Hyura masih dengan muka kesakitan. Kyuhyun membantu Hyura duduk dan meletakkan bantal di balik punggungnya agar istrinya bisa nyaman bersandar.”Kyu, tadi kau bilang apa? Aku keguguran?” tanya Hyura tidak percaya.

Kyuhyun mengangguk lesu

“a aku hamil?” Hyura kembali bertanya, namun kali ini ada nada takjub di suaranya.

“tadinya begitu” sahut pria itu pelan.

Entah kenapa awalnya Hyura tidak terlihat sedih sama sekali, ia masih terlihat tidak percaya bahwa ia pernah hamil dan baru saja keguguran. Gadis itu memegang perutnya yang datar.” Benarkah? Benarkah pernah ada nyawa lain didalam sini?” katanya lirih. Astaga hamil? Ia bahkan tidak pernah memikirkan hal seperti itu. karena pada dasarnya ia tidak terlalu suka anak kecil.

Baginya anak kecil hanya makhluk yang berisik yang hanya bisa merengek dan menangis. Selain itu anak kecil sering mengelurakan cairan yang baginya menjijikan. Tapi ini lain. Ini anak kyuhyun dan darah dagingnya sendiri. hanya memikirkan bahwa ia pernah mengandung anak Kyuhyun saja rasanya ia sangat senang bahkan jantungnya seperti mau meledak. Ia menginginkannya, yah. Bahkan ia sekarang tiba-tiba menyayangi makhluk yang belum berwujud dan sudah tidak ada di dunia ini lagi. Tanpa sadar air matanya menetes.

“Hyura-ya…uljima” Kyuhyun menghapus setitik cairan bening yang mengalir di pipi istrinya

“a aku bodoh sekali bukan?” kata Hyura serak dan tersenyum getir, rasanya Kyuhyun juga ingin menangis, mengingat ia juga menjadi salah satu penyebab hilangnya anak mereka. Dengan Lembut Kyuhyun menarik Hyura ke dalam pelukannya “mianhe, aku tidak bisa menjaga kalian. Jeongmal mianhe Hyura-ya” katanya kemudian mengecup puncak kepala Hyura cukup lama.

Hyura mengeratkan cengkraman tangannya di kemeja Kyuhyun. ia terisak di dada suaminya. Kalau boleh jujur sebenarnya Hyura merindukan sentuhan Kyuhyun. Aroma maskulin yang menguar dari tubuh suaminya membuatnya sangat nyaman dan betah berlama-lama disana.

***

Gadis itu menyunggingkan senyum tipisnya saat mendengar pintu terbuka dan tertutup. Perlahan ia berbalik “cepat se….” ucapannya tiba-tiba terhenti saat ia melihat seorang pria gagah berdiri di depannya dengan pandangan sendu “o oppa”

Donghae berjalan perlahan mendekati Hyura dan memeluknya lembut, memperlakukan gadis itu seperti kristal yang sangat rapuh. Tubuh Hyura mematung dan tidak tau harus melakukan apa. “neomu bogoshippo” bisik Donghae tepat di telinga gadisnya.

~

Donghae mengajak Hyura berjalan-jalan di sekitar taman rumah sakit. Pria itu menghentinkan dorongannya dari kursi roda Hyura tepat di depan sebuah kolam ikan kecil. Hyura memandang sendu anak-anak kecil yang di rawat di rumah sakit tersebut, mereka tengah memberikan makan pada ikan-ikan tersebut. Ia membayangkan bagaimana rupa anaknya nanti kalau saja ia tidak kehilangannya.

“bagaimana keadaan mu? Sudah baikan?” pertanyaan Donghae sukses membuat Hyura menyadari sekarang ia tengah bersama siapa. Donghae duduk di kursi kayu yang persis ada di samping kanan kursi roda Hyura.

“aku sudah tidak apa-apa” sahut Hyura lemah dan belum berani melihat Donghae

“syukurlah. Aku cukup panik saat tau kau masuk rumah sakit. Padahal akhirnya aku bisa menemukanmu” kata Donghae di selingi tawa kecil. Tapi siapapun yang mendengarnya itu bukan tawa bahagia, tapi tawa untuk menghibur dirinya sendiri.

“mianhe” Hyura menoleh dan pria itu tengah tertunduk “maaf, karena aku kau jadi kesusahan. Aku memang terlalu egois”

“aku tidak apa-apa. Sungguh, oppa tidak perlu memina maaf. mungkin awalnya sulit tapi setidaknya aku bisa keluar dari dunia itu” ucap Hyura sambil tersenyum berusaha menghibur Donghae. Pria itu mengangkat wajahnya dan ikut tersenyum lembut kemudian menggenggap tangan Hyura

“masalah biaya kompensasi, tidak perlu kau pikirkan. Biar aku yang membayarnya, ini semua kan karena perbuatanku”

Hyura menggeleng tidak setuju “dendanya sangat mahal oppa, dan kudengar kau sudah tidak memimpin Coex”

“aku memang bukan pimpinan utama lagi, tapi aku masih memimpin cabang Coex yang di Taiwan. Tapi aku berniat keluar dalam waktu dekat”

“waeyo?”

Donghae berpikir sebentar sebelum menjawabnya “Hyura-ya. Maukah kau ikut denganku? Kita kembali ke Jepang dan kita mulai semuanya dari awal disana eo”Donghae menatap Hyura penuh harap dan menggenggap erat tangan gadis itu.

“oppa, tidakkah kau penasaran kenapa aku bisa masuk ke sini?”

“nan arrayo”

“kalau kau sudah tau kenapa kau tetap memintaku berada disisimu? Aku keguguran dan kau sangat tau dengan jelas apa artinya itu” Hyura sedikit kesal dengan Donghae yang sangat menerima dia apa adanya. Ia tidak merasa pantas diperlakukan begitu baik oleh pria itu. karena secara tidak langsung ia telah menyakitinya.

“kau adalah kau, tidak peduli kau keguguran atau kau sedang hamil sekalipun aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau meminta mu pergi. Sudah cukup aku hidup tanpamu selama 4 tahun”

“kenapa kau begitu mencintaiku oppa? Kau tau aku tidak pantas”

“karena kau adalah Park Hyura” sahut Donghae mantap

“oppa….jangan menungguku lagi” kata Hyura lirih

“kenapa? Kenapa aku tidak boleh menunggumu?” tanya Dongahe dengan suara bergetar. Dadanya tiba-tiba serasa dihujani paku. Apa penantiannya selama ini akan sia-sia? Penantian yang dipenuhi kesakitan. Bohong jika hatinya tidak sakit mendengar Hyura keguguran anak Kyuhyun. tapi bukankah cinta selalu memaafkan. Dan begitulah yang Donghae lakukan untuk gadisnya. Tapi apa yang harus dilakukannya jika gadis itu tidak memberikannya kesmpatan.

“aku tidak ingin menyakitimu lebih jauh dan aku juga tidak ingin menyakiti orang-orang disekitarku. Aku wanita bersuami dan kau sendiri pria yang telah bertunangan. Tanpa kita sadari kita menyakiti banyak orang oppa”

“lalu bagaimana denganku? Kau bilang tidak ingin menyakitiku? Tapi dengan kau begini kau benar-benar membuatku terluka Hyura-ya” sekarang mata Donghae mulai berkaca. Ia merasa bahwa pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik

“aku sangat menyayangimu oppa, karena itu aku tidak mau membuatmu terus menungguku tanpa kepastian dan malah menambah lukamu lebih banyak” Hyura membalas genggaman tangan Donghae. gadis itu merasa hatinya sakit melihat Donghae dalam keadaan seperti ini. Sedih karena dirinya.

“apa kau mencintainya” tanya Donghae tiba-tiba

“Mwo?”

“apa kau mencintai Cho Kyuhyun?” Donghae memberikan penekanan pada setiap kata

“ke kenapa oppa…..”

“jawab aku Hyura-ya. Apa kau mencintainya?”

“a aku tidak tau” Hyura membuang mukanya tapi Donghae menangkup kedua pipinya dan memaksa Hyura untuk menatap nya lagi “tatap mataku dan jawab aku! Apa kau mencintainya?”

“aku benar-benar tidak tau oppa. Aku hanya merasakan perasaan berbeda jika dekat dengannya” Donghae menurunkan tangannya lemas. Dan menatap Hyura nanar “kau benar-benar mencintainya Hyura-ya” kata Donghae pelan dan setitik air mata turun di pipinya

“oppa…. maafkan aku. Maaf aku menyakitimu” air mata Hyura ikut turun melihat Donghae menangis. Ia tidak sanggup melihat pria itu mengeluarkan air mata karenanya “kau boleh memakiku, membenci atau memukulku oppa.  Asal itu bisa membuatmu lebih baik”

Donghae tertunduk dan membiarkan air matanya jatuh. Dadanya sesak dan kepalanya seperti ditimpa batu besar. Ia menyadari ia sudah tidak memiliki harapan sedikitpun saat ia melihat mata gadis itu menjadi antusias dan pipinya merona saat ia menyebut nama Kyuhyun saja.

“maaf aku menancapkan paku begitu dalam di hatimu” Hyura semakin mengeratkan pegangannya di tangan Donghae. “maafkan aku oppa” Hyura menggigit bibir bawahnya yang bergetar menahan isak tangisnya

“berhentilah meminta maaf” Donghae menghapus air matanya sesaat sebelum ia mengangkat wajahnya dan memandang Hyura lurus-lurus. “sekarang katakan padaku alasan yang sebenarnya. Alasan kenapa kau menikah dengannya?” Donghae menyentuh pipi Hyura lembut dan menghapus air mata gadis itu.

“aku ingin bertemu denganmu. Aku menikah dengannya agar bisa bertemu denganmu oppa”

“Mwo?”

“saat itu aku dan Kyuhyun dalam situasi yang tidak menyenangkan. Aku dan dia terlibat skandal yang tidak disengaja. Jika aku tidak menyelamatkan karir ku bagaimana nanti kau bisa menemukanku. Dan Kyuhyun menawarkan sebuah perjanjian pernikahan dengan keuntungan masing-masing. Ia menyelamatkan karirku dan aku membantunya mendapatkan Cho Corp”

Donghae terenyum miris mendengar cerita Hyura. Gadis itu melakukan itu semua hanya agar dia bisa menemukan Hyura. kata “seandainya” menjadi kata yang ia benci saat ini. “dan perjanjian kalian belum berakhir. Benarkan?”

Kali ini Hyura yang tertunduk “ ia sudah menjadi pimpinan Cho Corp”  sahutnya lirih

“benarkah? Setau ku ia hanya memimpin dan belum menjadi pemilik. Saham Cho Corp masih sepenuhnya dimiliki Cho younghwa”

Hyura menganggkat bahunya lemah “entahlah, aku tidak mengerti”

Donghae mengelus kepala Hyura pelan “kau benar-benar mencintainya Hyura-ya” pria itu mencoba tersenyum tapi sulit, dan ia yakin wajahnya pasti aneh saat ini

“maaf aku….”

“ssttttt” Donghae meletakan telunjuknya di bibir Hyura. Pria itu menggeleng pelan kemudian menarik kepala Hyura ke pelukannya “jangan meminta maaf lagi. Perasaanku itu menjadi urusanku. Dan bukan tanggung jawabmu, tanggung jawabmu sekarang adalah kau harus bahagia. Arra!” Donghae mengatakan hal tersebut dengan teramat lembut. Ia sedikit melepas pelukannya dan mencium kening Hyura penuh sayang.

“Gomawo oppa, jeongmal gomawoyo” ucap Hyura dan kembali memeluk Donghae.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata dingin yang melihat mereka sejak awal.

TBC

Akhirnya publish juga,  yeyeyeye *tebar bunga 7 rupa

mungkin tinggal beberapa part lagi ff ini bakal ending, jadi saya maw bilang makasii dulu buat reader yang udah setia nungguin nih ff geje.

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

58 Balasan ke actress and marriage [part 8]

  1. Sky High berkata:

    ah keren, cepet di next yah. feelnya dapet banget pas adegan dirumah sakit

  2. devi berkata:

    jangan2 kyuhyun yg lihat hmmmm

  3. kyuhyunistielf berkata:

    Kya….!!!!!! Akhirnya.bener2 penantian panjang nunggu ni ff, tiap hari bolak balik buka wp cm wt ngecek udah publish ato belum, tppart ini agak pendek ya thor, tp g papa dpt banhet feel nya. Aku ngarep banget hyura hamil, eh malah keguguran, next part jngn lama2 ya thor, n bikin kyura moment donx..he..he…, eh tu pasti kyuhyun ya yg lg liatan dongae n yura…..

  4. kyuhyunistielf berkata:

    Reblogged this on kyuhyunistielf's Blog and commented:
    part 8

  5. niza berkata:

    Asek ahirnya mncl jg part 8 nya
    wah gk nyangka wlopun cm 1 kli tp membuahkan hasil
    tapi sedih hyura hrs keguguran
    tp plng tdk hyura seneng udh prnh mngndung darah daging kyuhyun
    syolsh donghae kmu hrs merelakan hyura brsama kyuhyun
    krn hyura sdh mrskn prsaan yg lain yaitu perasaan mncntai dan mnyayangi kyuhyun
    itu psti yg lgi ngintip psti kyuhy
    thor jgn bkin kyuhyun jadi mngbulkn prmhnan cerai hyura krn mlht hyura dan dpnghae

  6. niza berkata:

    Keep writing thor
    Wait for the next chptr
    hehehehehe

  7. Asdfghjkl berkata:

    Ahh gak kebayang gimana sakitnya jadi Hae oppa u.u tapi gak rela juga kalau Kyu jadi korbannya *andwaaeee*
    Next partnya jangan lama-lama thor 😀

  8. carresa berkata:

    gara-gara lee donghae kan tuh hyura jadi keguguran, ngerusak rumah tngga orng aja, next part jangan lama2 ya chingu, seru nih hyura uda cinta sama kyu

  9. hyerasong berkata:

    Aku reader baru disini ^^ lagi nyari ff tiba-tiba ketemu ini maaf baru komen aku bacanya ngebut sampe sini DEMI APAPUN FF INI SERU BANGET *gak nyante buang ke laut(?) Untung disini donghae udah mau lepasin hyura buat kyuhyun ​*(ˆ▽ˆ)/* ditunggu chap selanjutnya kalo bisa jangan lama ya hehehe ^^ tapi kalo gak juga gak pa-pa

  10. ninepisces berkata:

    walaahh… bahkan malah keguguran….
    ahh donghae pasti sakit hati bgt!!!! huweeeeeeee…..
    lohh jgn” yg liat kyu?? lahh ntr kyu malah mikir yg ngak”!!!!!
    ahhh lanjuuuuuut!!!!!!!!!

  11. 13elieve berkata:

    Author nie ff harus happy end yaw dengan KyuRa bersatu…. Hehehh
    next part cepetan ne…. Pnasaran to the max heheh hwaiting!

  12. charhayha berkata:

    Boleh aku bilang klo park hyura bodoh tdk bisa Java rahasia perasaan Dan bayinya

  13. dya berkata:

    chingu plis buat part 9 nya… Tiap ari bolak balik hanya ngecek part 9…
    Ff nya daebaak pokoknya…

  14. Diana Park berkata:

    Siapa pemilik mata dingin itu???nantikan kisah selanjutnya, hanya d actrees and marriage
    jgn lm2 ya thor…bs2 pingsan krn penasaran nih he…

  15. Aku penasaran sama lanjutan ceritanya.. Ayoo dong next part dikeluarin.. kyu gak akan cerai kan sama hyura

  16. EsaKodok berkata:

    hikhikhik..nyesek bgt sie
    knapa pake abortus
    sumpah feelnya dapet bgt
    haenya disini juga minta digampar

  17. hyunsoo28 berkata:

    Apa lagi ini, jgn ada salah paham lg di antara hyura sm kyu, capek rasanya liat ini 2 manusia brantem terussss bikin tmbh gregetan aja rasanya

  18. F_Hae berkata:

    Huhh, seruuuuu thor.. Tahan napas

  19. arselli_ berkata:

    knp keguguram huweeeee… donghaenya untung ga egois lagi

  20. shinmin berkata:

    Dalam cinta segitiga selalu ada yang tersakiti. T.T
    Author Fighting!

  21. hyuninyeseong berkata:

    astagaaa lee donghae! Jangan mengganggu pasangan itu lagi! Mending pulang sini eh

  22. aina fitria berkata:

    Yaahhhh
    baby kyu’a malah pergi sebelum terlahir…

  23. dian012408 berkata:

    sayang banget hyura harus keguguran. ye akhirnya donghae tau kalo hyura cinta sama kyuhyun. semoga kyuhyun sama hyura bisa hisup bahagia

  24. mayang berkata:

    Bingung mau coment apa ??????!!!!!

  25. lovey denalisa berkata:

    yg ngeliat merrka kyuhyun kahh/..?!

  26. iea berkata:

    annyeong,.aku baru nemu part 8 d blog ini..hehe..
    Nyesek bgt dgn keadaan hyura yg bnr2 jatuh k dasar..bnr kata appa kyuhyun kalo kyuhyun terlalu kejam sama hyura..aku aja mw nangis pas hyura dputusn kontrak kerja n film, dsuruh bayar kompensasi trus keguguran..kejam bgt..

  27. risna wati berkata:

    aku tau kyu sakitnya tuh disi*nunjukdada*

  28. allyn berkata:

    sumpaah.. part ini hurt banget 🙁
    hyura keguguran.. T_T mereka sama2 tersakiti.. bukan cuma kyu, hyura ataupun hae..
    aku setuju sama nammie.. lebih baik kyu sih, dia selalu melakukan apapun untuk menyelamatkan hyura.. tapi hae yg selalu datang menghancurkannya.. huhu
    tapi sebenernya aku salut sama cintanya hae..tapi keegoisan dia yg menghancurkan semuanya uh
    lanjut lagi ke ending ^^

  29. cloudkyute berkata:

    Daebaaaaakkkk…

  30. alviaaputri berkata:

    akhirnya hyura ngelepasin dong hae begitu juga dengan dong hae
    tapi pasti kyuhyun yang liat adegan mereka dan salah paham haduuuh T.T

  31. bettybabybap berkata:

    Haduuuuuuuuh masalah sama Hae selesssaaaaaaaiiii 😀 tinggal kyu
    BETTY.

  32. misscold berkata:

    itu pasti kyu #hug
    ga kbyang kalau hyura gmn???

  33. lovey denalisa berkata:

    Jeng jeng kyuhyun salah paham m ahir..

  34. zie hun berkata:

    mungkinkah kyuhyun?? astaga jangan sampai kyuhyun malah jadi salah paham.

  35. VynnaELF berkata:

    Akhirnyaaaa…donghae lepasin hyura juga ^^
    ah,tinggal nunggu KyuRa moment nih! Ahaiii…

  36. aidennishy berkata:

    ya tuhan 😮 hyura keguguran 😮 padahal belum ada yg tau kalo dia hamil, bahkan hyura sendiri pun tidak tau 😮 akhirnya, mereka bener-bener kembali ke jalan mereka :’

  37. nayy berkata:

    Astaga tanpa sadar aku nangis T.T

  38. Lia puspita berkata:

    Segitu besarnya cinta donghae sama hyura,padahal hyura udah sama kyuhyun…
    Donghae sama kyuhyun keren banget lah d ff ini aq jadi suka banget sama mereka hhee..

  39. Yoon Hyemi berkata:

    Naaah kaaan hamiilll.. Keguguran lagi..
    Jangan” yg ngeliat kyuhyun?? Pasti salah paham, dikiranya hyura mau balik ke donghae..
    Ckckck..
    Kapan sih mereka bisa jujur sm perasaannya masing”??? Biar semuanya clear se clear”nya..

  40. hankims_ais berkata:

    Udah kejadian baru pisah? Ck! Menggelikan!!
    Sumpah thorr klo liat hae-ra bawaan’a caci maki muluu!

    No comment lah! Dah gga kuat saia..

  41. ChoHyura96 berkata:

    Kasian Hyura,
    Sedih pas ternyata Hyura keguguran :'(
    Yakk kalo Chokyu kagak ngacuhin Hyura mgkn ga kayak gni ceritanya #ya tetap kayak gini kalo authornya pengen jadiin gini , huh readers sotoy /plak/
    Wkwk
    Nyesek pokoknya dipart ini :3
    Syedih kan bacanya.
    Keep writing unni 😀
    Ditunggu lhoh Rache part 10 nya :* #tetap ujung2nya always Rache <3
    Hihihi #piss unni :v

  42. nia kurnianti berkata:

    yang ngeliat mereka itu kyu ya??
    semoga kyu nggak balik menceraikan istrinya

  43. chicyaceskyu berkata:

    Woah.. D sni feel sadnya dpt bngt T_T sy sdih bngt bcnya. Yak hyura, knp kau msh tdk bs mnjwb dngn lantang klo kau mncintai kyu? Pdhl sudh bgitu jls klo kau sedih kehilangan ank mu brsm kyu dan kau mrindukan drinya !! -.- pkoknya konfliknya d sni sy suka bngt. Syng kyu msh salah paham. Gue hrap kalian brdua cpt bhgia dan mngakui perasaan msing2 :3 wkkw

  44. Ping-balik: REKOMENDASI KYUHYUN’S FANFICTION | evilkyu0203

  45. Myeaa berkata:

    Kyuhyun bodoh!! Istri sendiri lagi hamil aja kgk tau -_-

  46. nurhayati3105 berkata:

    kesel juga lama lama sama abang kyu. kok kayak biasa aja gitu begitu tau hyura keguguran. kasian amat sih donghae disini sama aku aja bang daripada sakit hati ditolak hyura.
    Oke cuss ke part 9 🙂

  47. Fahmi "kashira" cho berkata:

    MWO….!!!!!!!!!
    kegugurann..!!!!

    emangsih sempet curiga saat dia merasa kesakitan dan menganggap dia sedang menstruasi, trus kejadian percintaannya itu 2 minggu lebih, kemungkian besar juga dia hamil… tapi sayang keguguran…

    ya ampunn,, donghae bogo bnget yah,, udah tau hyura sikapnya agak mngcuhkan, masih aja deket-deketin hyura.

    semoga hyura dapat jujur sama perasaannya…

  48. jungie28 berkata:

    Kasihan hyura keguguran

  49. alviegyu berkata:

    Kasian HyuraT_T
    Nah kayanya ada slah paham lg kah?

  50. Tata berkata:

    Kok donghae baik?? Kan baperrrrr
    Eh eh mata siapa itu? Jangan bilang kyu terus salah paham. .
    Keguguran. . Hueeee
    Buat lagi dong kyu,.

  51. just fia berkata:

    hyura ke guguran… donghae jahat banget ya… sengaja ngelakuin itu, hyura a belum tau tentang foto itu sengaja di buat donghae… Yg tau kan kyu… kyu juga ga mau bilang yg sebenarnya sama hyura… kira2 siapa ya yg liat mereka?

  52. Keguguran astaga,,, knpa bsa padahal berhrp krna kehamiln nya mereka bsa bersatu

  53. wonkyu87 berkata:

    Dri awl ud curiga hyura hmil, syng babynya gak berthn smpai lahr. Knpa hae sllu dtg dsaat yg gak tepat?

  54. ElvaZavier berkata:

    Pasti kyu salah paham dgn adegan perpisahan itu. Aigoo …
    Akhirnya donghae sadar jg . Klo hyura bukan miliknya. Harusnya donghae yg minta maaf, kan dia yg bikin kekacauan itu…

  55. nha_onk berkata:

    ck siapa tuhh yg liat??
    kyuhyun ato chaerin??
    ishhh semua karena keegoisan mereka

  56. puputzaroh berkata:

    Nangis baca ini

  57. Widyaa berkata:

    Hmmm sudah kuduga si hyura hamil,cmn keguguraan… kasiaann,untung donghae ngerelain hyura sama kyuhyun..

  58. Park ni young berkata:

    Woaah pasti yg ngintip kyuhyun, bakal ada salah paham lagi nih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *