At Least I still Have You

Judul Cerita     :  At Least I still have You

Author            : Jeonghoon20180

Main cast         :  Cho Kyuhyun, Park hyura(Oc),

Genre              : romance

at least i still have you

Judul FF ini ga ada hubungannya sama sekali sama lagunya SJM yah, FF ini terisnpirasi dari  drama Paradise Ranch nya Changmin, jadi ada beberapa adegan yang saya ambil dari drama itu. nah yang lagi nunggu-nunggu kelanjutan Actress and Marriage sabar yah, FF nya masih otw ^^


Okey cukup sekian cuap-cuapnya. Happy reading dan jika berkenan silahkan di comment ^^

***

Putih. Itulah yang terlihat saat pertama kali seorang gadis menjejakkan kakinya kembali di negara asalnya. Korea selatan. Saat ini sudah pertengahan bulan Desember yang menandakan musim dingin di Negara tersebut. Gadis itu semakin merapatkan mantel tebalnya saat berjalan menuju pintu keluar bandara incehon.

 Seorang wanita paruh baya dan seorang gadis yang terlihat lebih muda, sedang berdiri tidak sabar menanti kedatangan seseorang. “eonni” panggil gadis yang tengah berdiri disamping wanita paruh baya tersebut saat ia melihat orang yang ditunggunya menampakan diri dari kerumunan orang yang memadati bandara incheon

“eomma, Hyuna-ya” gadis yang baru keluar dari pintu kedatang luar negri tersebut langsung berlari begitu ia mendengar suara yang familiar memanggilnya. Mereka bertiga langsung berpelukan dan tersenyum dengan gembira. “wah, tidak kusangka aku sangat merindukan kalian” ucap gadis tersebut setelah mereka melepas pelukannya. “dasar anak nakal, apa jika aku tidak memohon-mohon padamu kau tidak akan pulang hah?” wanita paruh baya tersebut menoyor pelan kepala anaknya.

“hehehe mianhe eomma, setidaknya sekarang aku merasa sempurna setelah kembali bersama keluargaku” gadis itu tetap tersenyum ceria sambil mengamit tangan kedua orang tersebut “kajja, aku tidak sabar ingin cepat sampai rumah”

***

“ini dimana eomma?” gadis itu bertanya saat mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan gedung apartemen yang menjulang tinggi. Setau gadis itu mereka memiliki rumah, tapi kenapa mereka justru berhenti di sini? Apa jangan-jangan selama ia meninggalkan Negara itu, kedua orang tuanya jatuh miskin dan menjual rumah mewah mereka.

“hadiah kepulanganmu eonni” jawab Hyuna lantang dan membuyarkan imajinasi liar gadis itu mengenai keadaan ekonomi keluarga mereka. Gadis itu membulatkan matanya seketika “jeongmalyo? Eomma untuk apa membelikan apartemen semewah ini? aku kan bisa tinggal dirumah” wanita paruh baya tersebut hanya tersenyum dan menggandeng kedua putrinya memasuki gedung apartemen tersebut. “jangan protes sampai kau lihat apartemenmu”

Begitu mereka menutup pintu apartemen yang baru saja mereka masuki tampaklah seorang pria gagah yang tengah berdiri menunggu kedatangan tiga wanita cantik itu. “Donghae oppa!!” pekik gadis tersebut dan langsung menghambur kepelukan pria yang dipanggil Donghae itu. “wah sepertinya kau sangat merindukanku Park Hyura ssi?” ledek Donghae dan Hyura langsung melepaskan pelukannya, menatap Donghae tajam “jadi, kau tidak merindukanku eh?” Donghae hanya terkekeh dan kembali memeluk gadis itu. saking rindunya Donghae tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata dan hanya melalui tindakannya.

***

Hari itu hyura memutuskan untuk menginap dirumahnya karena ia sangat merindukan kamarnya. Alasan ibunya membelikan apartemen karena gadis itu akan menggantikan ayahnya yang sudah tidak sanggup lagi memimpin perusahaan. Sudah di pastikan kesibukan yang luar biasa menantinya. Sedangkan jarak dari rumah ke perusahaan cukup  jauh jadi Nyonya Park membelikan apartemen yang bersebrangan dengan Park Building.

Alasan itu pula yang menyebabkan Hyura kembali dari jerman. Ayah nya sudah sakit-sakitan semenjak tahun lalu dan sejak tahun lalu juga ibunya terus-terusan memintanya untuk pulang tapi Hyura selalu beralasan ia tidak bisa meninggalkan study nya dan sekarang ia telah mendapatkan gelar strata nya dan ia juga sudah tidak mempunyai alasan untuk tidak pulang.

Selama setahun ini Tuan Park tidak bisa menjalankan perusahaan secara maksimal, Donghae lah yang membantunya, tapi Donghae yang notabene hanya saudara jauh dari Nyonya Park tidak memliki kekuasaan penuh di Park Enterprise.

“appa, kurasa aku belum bisa memegang penuh perusahaan, aku masih harus banyak belajar. Jabatan direktur itu biar tetap Donghae oppa yang mendudukinya” Hyura memulai berbicara ketika mereka semua berkumpul di ruang tengah kediaman keluarga Park. “andweyo” sahut Donghae tidak setuju. Dan Hyura menatapnya sebal. “waeyo oppa?”

“kau yang harus menggantikan ajushi, aku akan mendampingimu dan mengajarimu” jelas Donghae. semenjak pria itu membantu keluarga Park menjalankan perusahaan, banyak muncul berita miring mengenai dirinya yang dianggap mengambil keutungan dari Park Enterprise dan Donghae ingin membuktikan bahwa hal itu tidak benar

“tapi aku sama sekali tidak mengerti bisnis atau pun perusahaan oppa. Dan kuliahku sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis. Bagaimana kalian bisa memberikanku tanggung jawab yang begitu besar padaku?”

“Hyura-ya” ujar tuan Park lembut menenangkan putrinya “aku setuju dengan usul Donghae, kau harus mulai belajar menjalankan perusahaan”

“tapi appa….” Tuan Park mengangkat sebelah tangannya mengisyaratkan agar Hyura mendengarkannya terlebih dahulu. Gadis itu pun menurut dan membungkam mulutnya rapat-rapat. “Donghae akan tetap menjabat sebagai direktur sementara sampai kau benar-benar bisa menjalankan perusahaan sendiri.. jadi mulai besok kau akan bekerja bersama Donghae. mengikuti perintahnya dan jangan membantah!!!”

Hyura mendesah pasrah “ne appa. Arraseo”

“ajushi bisa mempercayakannya padaku” janji Donghae.

***

“ini bahan untuk meeting pagi ini, baca dan pelajari baik-baik! Kau hanya punya waktu 30 menit” Donghae memberikan beberapa lembar map pada Hyura. dan gadis itu mengernyitkan dahinya tidak suka mendengar kata ‘meeting’. Oh ayolah ia baru masuk satu hari tapi ia sudah harus dihadapkan pada berkas-berkas yang ia tidak mengerti sama sekali.

“aku hanya perlu duduk diam dan mendengarkan rapat kan? Apa aku harus mempelajari hal semacam ini juga?” Donghae mendesah pelan. Ia tau benar gadis dihadapannya ini sangat membenci hal yang berbau bisnis, tapi ia diberi tanggung jawab untuk menjadikannya seorang pemimpin. Dan mau tidak mau Donghae harus ekstra sabar mengajarinya.

“kau tidak hanya duduk diam, tapi kau juga harus memperkenalkan dirimu di depan semua peserta rapat. Dan ini!” Donghae mengacungkan persis didepan muka hyura berkas yang baru saja ia serahkan pada gadis itu “proyek resort terbaru kita, kau harus menguasinya sebelum rapat nanti. Oh ya kau jangan lupa, perusahaan kita sudah sejak lama merger dengan Cho Corporation dan di rapat nanti akan ada Cho Kyuhyun dan Ayahnya. Kau sudah tau hal itu bukan sebelum memutuskan kembali ke Negara ini?” Donghae sedikit memperingatkan Hyura bagaimana hubungan gadis itu dengan pria yang bernama Cho kyuhyun. sebenarnya Donghae pun tidak terlalu menyukai kenyataan ini. melihat Hyura harus berhadapan lagi dengan ‘mantan tunangannya’. Hal itu seperti membuka luka lama adik kesayangannya.

Hyura mengambil berkas yang ada ditangan Donghae dan mulai membacanya “aku tau, kau tidak perlu khawatir” ujar Hyura santai tanpa mengalihkan matanya dari kertas-kertas yang ada di hadapannya sekarang. Mendengar hal itu Donghae mendesah lega.

12 tahun yang lalu Park Enterprise dan Cho Corporation melakukan merger dengan investasi yang sangat besar. Untuk membangun sebuah kepercayaan satu sama lain kedua belah pihak memutuskan untuk menjodohkan putra dan putri mereka dengan harapan dapat menyatukan kedua perusahaan besar tersebut dan menjadikannya satu perusahaan terbesar di korea selatan.

Tanpa memperdulikan latar belakang bisnis yang menjadikan alasan Hyura dan Kyuhyun bertunangan sejak kecil. Toh sebenarnya mereka menyukai satu sama lain. Sejak mereka di pertemukan dalam acara perjodohan kyuhyun langsung jatuh hati pada gadis kecil cantik yang orang tuanya bilang, kelak gadis itu kan menjadi pengantinmu. Betapa senangnya kyuhyun ia bisa mendapatkan pengantin secantik itu, pikirnya saat itu.

Sejak saat itu Kyuhyun dan Hyura selalu terlihat terus bersama-sama. Dimana ada Kyuhyun disitu pasti ada Hyura. mereka seperti belahan jiwa yang tak terpisahkan. Saat mereka sedang bermain bersama, banyak yang bilang mereka seperti pasangan malaikat. Bagaimana bisa tuhan menciptakan pasangan dengan wajah sesempurna mereka. Tapi lain halnya jika mereka sedang jahil maka mereka akan dikatakan sebagai pasangan iblis.

Sampai sekolah menengah Hyura bahkan sulit mendapatkan teman karena Kyuhyun selalu mengklaim Hyura sebagai miliknya dan tidak boleh ada yang mendekatinya. Meskipun Kyuhyun hanya menekankan pada para pria namun para gadis pun menjadi segan mendekati Hyura meskipun hanya untuk berteman.

Meskipun bagi Kyuhyun hanya memiliki Hyura itu sudah cukup baginya, namun tidak dengan Hyura. terkadang ia juga ingin menikmati waktu bersama para teman perempuannya. Tapi Kyuhyun justru mengatakan jika ia hanya butuh teman bergosip maka ia bisa mengajak Hyuna atau Ahra noona.

***

Hyura berjalan beriringan bersama Donghae menuju ruang rapat. Dari kejauhan ia bisa melihat siluet tubuh pria yang sudah hampir 6 tahun ini tidak pernah ia temui lagi. ”Kyuhyun-ah, Cho Kyuhyun” Hyura melambaikan tangannya, mencoba memanggil Kyuhyun tapi pria itu dengan dinginnya mengabaikan panggilan Hyura dan mempercepat langkahnya memasuki ruang rapat.

Sesuai instruksi Donghae, Hyura memperkenalkan diri sebagai putri pemilik Park Enterprise dan mempresentasikan proyek baru mereka. Selama rapat itu pula Kyuhyun sama sekali tidak memandang Hyura. begitu pun saat rapat berakhir ia buru-buru bangkit dari kursinya dan segera meninggalkan ruang rapat.

“Kyuhyun-ah, Cho Kyuhyun” Hyura terus memanggil Kyuhyun dan mengejarnya “Ya! Cho Kyuhyun!!” akhirnya pria tersebut berhenti dan berbalik menatap Hyura dengan malas “Wae?” tanya Kyuhyun ketus

“apa kau tadi tidak melihatku? tadi aku memanggilmu sebelum rapat dimulai” Hyura berusaha berbicara baik-baik dengan pria di depannya ini

“aku melihatmu” jawabnya singkat

“kalau kau melihatku kenapa kau pergi begitu saja? Kita sudah lama tidak bertemu. Seharusnya kita saling menyapa atau…..”

“kita tidak memiliki hubungan dimana kita harus saling menyapa” potong kyuhyun dingin dan mulai berjalan meninggalkan hyura.

Hyura tidak menyerah dan tetap mengejar kyuhyun, mensejajarkan langkah mereka sampai akhirnya Kyuhyun harus berhenti di depan lift, menunggu pintu besi itu terbuka. Dan Hyura dengan polosnya  masih setia berdiri disamping pria itu. “ada lagi yang ingin kau tanyakan?” Tanya kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.

“sudah lebih dari 6 tahun, bagaimana kabarmu?” Tanya Hyura seceria mungkin. Ia ingin mempunyai hubungan baik dengan pria yang pernah menjadi tunangannya tersebut. Setidaknya mereka akan sering bertemu mengingat perusahaan mereka tengah bekerja sama. Dan gadis itu ingin memulainya dengan cara yang benar.

“bagiku, bagaimana kau hidup selama 6 tahun ini, aku tidak tertarik untuk mengetahuinya” Hyura menatap Kyuhyun kesal. Bagaimana pria itu bisa berbicara seperti itu padanya. Tapi gadis itu berhasil menguasai emosinya. “ya! kenapa kau selalu seperti ini?? ini pertama kalinya dalam 6 tahun kita bertemu kembali. Apa kau tidak senang?”

Kyuhyun mendengus dan menatap hyura sebal “aku tidak senang!! Dan aku tidak menyukainya, jadi sekarang pergilah!!” Kyuhyun langsung masuk kedalam lift begitu pintu itu terbuka. Dan memencet tombol segitiga saling berhadapan berkali-kali agar pintu lift segera tertutup.

Duakkk

Hyura menendang pintu lift yang baru saja tertutup. “aisshhh napeun” umpat Hyura. Ia tidak menyangka pria itu masih marah padanya. Ia pikir waktu 6 tahun cukup untuk membuat pria itu melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu.

***

“yeobo, kudengar putri keluarga Park sudah kembali dari jerman?” Tanya Nyonya Cho pada suaminya. Saat ia sedang mengantarkan minuman ke ruang kerja Tuan Cho. “ne, tadi aku melihatnya saat rapat gabungan. Sepertinya ia sudah sehat” sahut tuan Cho tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang menumpuk di mejanya

“apa kita bisa melanjutkan perjodohan itu? aku sangat menyukai Hyura dan Kyuhyun juga sepertinya masih belum bisa melupakannya”

Tuan Cho mendesah pelan dan menatap istrinya lekat “aku tidak ingin memaksa mereka lagi, seandainya Kyuhyun masih mencintainya biarkan ia mengejarnya dengan jalannya sendiri. dan jika tidak biarkan ia mencari pendamping hidupnya sendiri” ucap tuan Cho bijak

“tapi yeobo….” Nyonya cho berusaha membantah tapi suaminya dengan cepat menyela ucapannya “yeobo, tidakkah kau ingat bagaimana hancurnya Kyuhyun dulu saat Hyura meninggalkannya? Aku tidak mau hal itu terjadi lagi pada anak kita” Nyonya Cho mengangguk pasrah mendengar penjelasan suaminya. Karena sebagai seorang ibu ia juga tidak ingin melihat anaknya menderita unuk kedua kalinya.

***

Dengan sangat menjatuhkan harga dirinya, Hyura mendatangi kantor Kyuhyun karena gadis itu mendengar bahwa Cho Corporate tidak akan ikut andil dalam pembangunan resort baru mereka di Jeju. Padahal sepengetahuan Hyura, proyek resort tersebut diajukan pertama kali oleh Cho Corp, tapi tiba-tiba saja mereka lepas tangan.

Hyura melempar map yang ia bawa langsung ke meja kerja Kyuhyun. dan pria itu menatap tajam gadis yang dengan tidak sopannya menerobos masuk kantornya. “jesoanghamnida sajangnim, nona ini memaksa…..” kyuhyun mengangkat sebelah tangannya menandakan tidak perlu melanjutkannya. Seakan mengerti, wanita yang menjabat sebagai sekertaris kyuhyun itu pun langsung pamit meninggalkan pria dan wanita yang kini tengah perang aura.

“kenapa tiba-tiba kalian mundur?” Hyura langsung menuntut Kyuhyun dengan pertanyaannya. Dengan santai Kyuhyun bangkit dari kursi kebesarannya, berjalan mengitari mengitari mejanya dan kemudian menyenderkan tubuhnya dipinggiran meja sambil melipat kedua tangannya “kami memang tidak pernah berniat bergabung dalam proyek itu” sahut Kyuhyun santai

“bukankah rencana awal itu berasal dari kalian? Dan kemarin apa kau tidak mendengarkan apa yang kusampaikan mengenai pengembangannya? Bahkan presdir sudah setuju lalu kenapa kalian tiba-tiba mundur?”

 “awalnya itu hanya sebuah usulan lagipula kami belum memutuskan apa-apa, dan kupikir kalau kau yang tidak berkompeten di bidang ini justru memimpin proyek resort itu, kami tidak yakin dengan hasilnya, jadi aku memutuskan untuk tidak ikut berpartisipasi” Kyuhyun menatap Hyura dengan pandangan meremehkan

Hyura menggertakan giginya. apa dia bilang? tidak berkompeten? Rasanya gadis itu ingin melemparnya keluar jendela. “kau bilang apa?” Hyura sedikit menggeram saat melontarkan pertanyaan tersebut.

“kusarankan sebaiknya kau mencari partner lain nona Park” kata kyuhyun lagi tanpa menanggapi pertanyaan hyura. gadis itu menyipitkan matanya memandang kyuhyun penuh amarah “terima kasih atas nasihat anda tuan Cho Kyuhyun” hyura memberi penakanan saat menyebut nama kyuhyun dan ia pun melenggang meninggalkan Cho Corporate dan tidak lupa ia mengambil proposal yang sempat ia lempar ke meja Kyuhyun.

Brakkkk

Kali ini tong sampah besi yang menjadi sasaran gadis itu. ia menendang tong sampah yang terletak tepat di depan lift sampai isinya berceceran keluar. Beberapa karyawan Cho Corporate memandang heran gadis yang tengah mengumpat didepan lift dan beberapa saat sebelumnya menumpahkan isi tong sampah didapannya. “Apa yang kau lihat?” bentak hyura pada salah satu seorang pria yang tertangkap mata tengah memandanginya. Pria tersebut langsung mengkeret dan menyingkir dari situ.

***

Pletakkk

Ahra memukul kepala kyuhyun dengan gulungan kertas yang cukup tebal. Dan membuat pria tersebut melemparkan death glarenya pada kakak perempuannya itu “Yakk!! Noona, apa yang kau lakukan?”

“kau pikir kantor ini taman bermain hah? Seenaknya memutuskan tanpa merundingkannya denganku atau appa? Kau ingin menghancurkan perusahaan ini?”

“ya! apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“kau membatalkan kerjasama pembangunan resort itu tanpa berunding denganku, proyek itu sudah kurencanakan untuk perusahaan ini sejak tahun lalu. Dan kau!” ahra mengacungkan gulungan kertas yang masih ia pegang tepat ke hadapan muka kyuhyun, otomatis kyuhun memundurkan sedikit kepalanya “membatalkannya seenak jidatmu. Dan sekarang lihat akibatnya” ahra melamparkan pc tablet miliknya ke meja kerja kyuhyun.

Kyuhun mengambil pc tablet tersebut dan membacanya perlahan “Park Enterprise Berwacana Menerima Tawaran Perusahaan Investor Friends dari Jerman

“kalau proyek itu sampai jatuh ke tangan Friends, aku tidak akan sungkan-sungkan untuk membunuhmu” ancam ahra

“aku sudah membatalkannya, lalu aku harus bagaimana?” Tanya kyuhyun dengan suara meninggi, pria itu tidak kalah kesalnya dengan ahra.

“bagaimanapun caranya kau harus kembali mendapatkan proyek itu. aku tidak peduli meskipun kau harus memohon-mohon pada mereka” ahra semakin menekan kyuhyun.

“ya! kau kejam sekali, aku tidak mau melakukannya!! Kalau kau mau, kau saja yang datang pada mereka. Lagipula posisiku lebih tinggi daripada noona, aku ini direktur”

Pletakkk

Ahra kembali melayangkan pukulannya

“Yakk Appo!!”

“jika kau merasa direktur, maka bertingkah lakulah seperti direktur. Kenapa kau malah melakukan hal yang tidak berguna? jika data pembangunan resort itu belum ada di mejaku dalam minggu ini, jangan harap kau masih bisa duduk di kursi itu dan menikmati segala fasilitasmu” ucap ahra dan pergi meninggalkan adiknya satu-satunya.

“ya! noona andweyo……. Noona!!” kyuhyun mencoba memanggil ahra, namun gadis itu sudah terlalu malas berdebat dengan adiknya dan memutuskan untuk tidak menghiraukannya.

“arrggghhhhhh” kyuhyun mengacak rambutnya kesal. Ia kembali mengambil pc tablet yang tadi di berikan ahra. Ia kembali menekuni berita bisnis yang menyangkut perusahaan mantan tunangannya. Sebagian besar memberitakan munculnya pewaris perusahaan Park, di artikel tersebut beberapa kali muncul foto Hyura saat di rapat kemarin. Mata kyuhyun tiba-tiba membulat saat membaca salah satu artikel mengenai hyura. “Pewaris Park Enterprise di duga memiliki hubungan pribadi dengan salah satu pemimpin perusahaan investor dari Jerman yang berdarah Korea

Kyuhyun langsung menggerakkan jarinya lincah diatas layar pc tablet dan mencari profil perusahaan investor yang disebutkan artikel tersebut. “Choi Siwon?” gumam kyuhyun. “jadi dia pemimpin friends? Kenapa wajahnya seperti ini?” kyuhyun terlihat kesal saat melihat foto siwon, ia merasa kalah tampan dari pria tersebut. “baiklah kita lihat apa yang bisa kau lakukan” ucapnya dengan nada merendahkan dan ia kembali menggerakkan jari-jarinya.

Kyuhyun mengerutkan dahinya, semakin lama ia menekuni pc tabletnya semakin dalam pula kerutan yang terpahat di dahi mulusnya  itu “huh, kenapa ia sekolah dibegitu banyak tempat? Apa tidak ada yang bisa ia lakukan selain sekolah? Huh, bahkan dia menulis semua penghargaan yang dia dapat… menyebalkan” akhirnya kyuhyun melemparkan gadget canggih itu sebelum ia semakin kesal.

***

“apa yang kau lakukan disini?” hyura menatap sengit pria yang kini tengah duduk di ruang tamu apartemen miliknya. Ia tidak habis pikir bagaimana pria ini yang siang tadi membuatnya kesal setengah mati tiba-tiba menerobos masuk apartemen miliknya, yang bahkan ia tidak tau dari mana pria ini mengetahui alamat tempat tinggalnya.

Tanpa menanggapi pertanyaan hyura, kyuhyun justru memegang salah satu figura foto yang ada dimeja kecil di samping sofa tempat yang sedang ia duduki sekarang. “teknik perakitan mesin technische universität ” ucap kyuhyun sembari memandangi figura yang berisi foto wisuda hyura.

“itu satu-satunya jurusan yang terbaik disana” hyura menjelaskan.

“siapa bilang aku penasaran” sahut kyuhyun dingin dan mengembalikan figura itu ketempatnya. Hyura menarik nafas dalam sebelum berkata lagi, ia tidak mau terpancing lagi emosinya “jadi, apa yang kau inginkan Cho kyuhyun ssi?” hyura mencoba bertanya setenang mungkin.

“aku sedang dalam situasi yang sulit untuk dijelaskan, dan aku membutuhkan proposal proyek resort itu” kyuhyun berkata tanpa memandang hyura

“untuk apa? bukankah kau sudah membatalkannya?”

“sudah kubilang aku dalam situasi yang sulit untuk dijelaskan, kenapa kau masih bertanya? Apa otakmu berhenti berfungsi?” hyura semakin kesal dengan sikap kyuhyun

“otakku ini berfungsi lebih baik daripada otakmu” sahut hyura tak mau kalah.

“aku tidak peduli seberapa besar fungsi otakmu, yang kupedulikan dokumen tentang pembangunan resort itu, cepat berikan!!” gadis itu semakin kesal mendengar perkataan kyuhyun. “apa aku bodoh? Untuk apa aku memberikannya padamu?”

“ya! rancangan resort itu milik kakak ku, kenapa kau tidak mau memberikannya?”

“hanya rancangannya saja kan? Kalau begitu bangun saja resort itu sendiri dengan rancangan kakakmu”

“Ya! Park Hyura, bagaimana kami bisa membangun tanpa proposal dan data-datanya? Cepat serahkan dokumen yang berhubungan dengan resort itu” ucap kyuhyun tidak sabar sambil menadahkan tangannya didepan hyura. gadis itu mendengus kesal dan meninggalkan kyuhyun masuk kekamarnya. Ia tidak mau membuang tenaganya sia-sia hanya untuk bertengkar dengan kyuhyun. “ya! kau mau kemana? Aku belum selesai” teriak kyuhyun, dan hyura membalikan tubuhnya sesaat “aku mau tidur” sahut hyura singkat dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat

“aku tidak akan pergi sebelum kau memberikan proposal itu” teriak kyuhyun dari balik pintu kamar hyura. “terserah, kau pikir aku peduli” hyura balas berteriak

“aisshhhhh” kyuhyun  mengacak rambutnya frustasi “dasar gadis tengik”

~

Hyura mengerjapkan mata saat cahaya mulai menerobos masuk kedalam retina matanya. Ia terbangun dengan cepat mengingat kejadian semalam. Ia menerka-nerka apa kyuhyun sudah pulang atau belum. Hyura menggelengkan kepalanya pelan saat melihat kyuhyun tidur meringkuk di sofa miliknya. Apa badannya tidak sakit tidur seperti itu? beruntung Ia menyalakan penghangat semalam, setidaknya kyuhyun tidak terlalu kedinginan. Hyura kembali kekamar untuk mengambil selimut dan menyelimuti kyuhyun.

Tanpa sadar gadis itu menarik kedua sudut bibirnya saat melihat kyuhyun tidur dengan damai, berbeda sekali saat dia sedang dalam keadaan normal. Pria itu berubah menjadi sangat menyebalkan. Hyura berjongkok di sisi sofa untuk lebih menikmati wajah malaikat kyuhyun sebelum wajah itu kembali menjadi iblis. Gadis itu sedikit mengendus aroma tubuh kyuhyun dan kembali tersenyum simpul. Dia masih pakai parfum yang lama. Parfum kesukaan hyura.

***

Kyuhyun mengumpat kesal saat memasuki rumahnya. Ia kesal pada dirinya sendiri karena bisa-bisanya ia tertidur di apartemen Hyura, selain itu dia juga tidak mendapatkan proyek yang diminta kakaknya. “Kyuhyun-ah, kau darimana? Kenapa penampilanmu begitu? Apa kau pergi ke klub lagi?” Tanya eomma kyuhyun begitu melihat putra semata wayangnya masuk kerumah dengan keadaan lusuh dan masih mengenakan baju kemarin. “aniyo, aku tidak pergi ke klub. Eomma, mana ahra Noona?”

“dia sudah berangkat kekantor, kenapa mencarinya kesini? nanti kalian juga akan bertemu dikantorkan?” sahut eomma kyuhyun, padahal kyuhyun sengaja langsung pulang kerumah tanpa mengganti pakaiannya di apartemen miliknya sendiri, berharap bisa bertemu noonanya dan membujuk kakaknya itu untuk membatalkan saja proyek resort di pulau Jeju. Karena jika ia berbicara di rumah kemungkinan ia akan mendapat pembelaan dari ibunya. Sedangkan dikantor bisa-bisa ia hanya mendapat pukulan lagi.

***

Hyura memainkan jam army yang ia temukan di sofa apartemennya pagi ini. ia sedang menimbang-nimbang untuk mengembalikannya atau tidak. “kau tidak pulang?” donghae sudah berdiri di pintu ruangannya sambil menenteng tas kerjanya, menandakan ia juga akan pulang. Bukannya menjawab pertanyaan donghae tapi hyura justru sibuk memperhatikan benda yang ada di tangannya saat ini “oppa, apa kita perlu menerima tawaran friends? Atau tetap bekerja sama dengan keluarga Cho?” tanya hyura tanpa mengalihkan matanya.

Donghae berjalan pelan mendekati hyura dan menarik kursi yang ada di depan meja kerja gadis itu. “dalam bisnis, loyalitas adalah salah satu faktor penting, dan kita sudah bekerja sama dengan mereka lebih dari sepuluh tahun hyura-ya, dalam bisnis kita harus mengesampingkan masalah pribadi. Hal itu juga yang ajushi lakukan saat pertunanganmu dengan kyuhyun batal”

“arasseo, gomawo oppa. Kau memberikanku pencerahan” hyura tersenyum dan kemudian bangkit dari duduknya mengamit lengan donghae mengajaknya keluar “ayo, kita pulang. Dan antarkan aku ke suatu tempat”. Ternyata hyura meninta donghae untuk mengantarnya ke apartemen kyuhyun. Donghae tidak suka hyura menyambangi kediaman mantan tunangannya itu. “kau yakin? Sebaiknya aku menemanimu” tersirat nada khawatir di ucapan donghae.

“gwenchana oppa, kau pulanglah. Aku bisa menyelesaikannya sendiri” tapi donghae tetap menatap hyura tidak yakin. “oppa, aku mengenal kyuhyun sebaik aku mengenal diriku. Ini bukan apa-apa” hyura kembali meyakinkan donghae. akhirnya pria itu pun mengangguk setuju meskipun hatinya masih berat.

~

Kyuhyun menatap hyura dari atas sampai bawah, menelisik maksud kedatangannya yang tiba-tiba. “apa yang kau lihat?” hyura membentak kyuhyun karena tidak nyaman dengan pandangan matanya. “apa yang kulihat dengan mataku, itu bukan urusanmu” sahut kyuhyun tak kalah keras.

 “tapi yang kau lihat itu tubuhku!”

“ya! jangan terlalu besar kepala. Dilihat darimanapun tubuhmu itu tidak menarik sama sekali” kyuhyun berkata dengan nada meremehkan. “mwo? mworago?” gadis itu tidak terima diremehkan akan penampilan fisiknya yang dikatakan nyaris sempurna. “sudahlah” kyuhyun buru-buru berbicara sebelum hyura membalas ucapannya lagi “cepat katakan! mau apa kau kesini?”

Hyura melempar keatas meja berkas yang kyuhyun minta kemarin dan jam tangan miliknya. Kyuhyun membulatkan matanya tidak percaya, kalau hyura berubah pikiran secepat itu. belum sempat kyuhyun mengambil dan berkomentar tentang apa yang dilakukan gadis itu, tiba-tiba bel pintu apartemennya berbunyi. “tunggu sebentar” kyuhyun beranjak melihat ke intercom siapa lagi tamunya kali ini. pria itu sedikit panic setelah melihat siapa orang yang tengah berdiri di depan pintu apartemennya.

Dengan terburu-buru kyuhyun menarik paksa tangan hyura dan memasukkannya kekamar “ya! ya! waeire?” hyura kebingungan dengan perubahan sikap kyuhyun.

“diam disini dan jangan mengeluarkan suara!” perintah kyuhyun masih dengan nada panic. “ah.. hampir saja, sepatumu!!!” Kyuhyun kembali berlari ke depan pintu mengambil sepatu hyura dan kemudian langsung melemparkannya begitu saja kearah hyura.

 “aisshh. Ige Mwoya” hyura menggerutu kesal.

Gadis itu sedikit membuka pintu kamar kyuhyun. mengintip siapa yang datang sampai-sampai kyuhyun harus menyembunyikannya seperti ini. terlihat seorang wanita yang tersenyum riang sambil memeluk kyuhyun sebelum pria itu mempersilahkan wanita itu duduk. “seharusnya kau menghubungiku dulu sebelum kesini Qiannie” kyuhyun menyambut gadis itu dengan ramah. “aku hanya mampir sebentar, sudah beberapa hari ini kau tidak menghubungiku” ujar gadis itu sedikit manja.

Hyura menutup kembali pintu kamar kyuhyun. ia memutuskan untuk tidak melihat mereka lagi. wajahnya terlihat kecewa. “jadi dia sudah punya yeojachingu” gumam hyura. gadis itu tersenyum miris, tentu saja kyuhyun akan menyembunyikannya. Siapapun akan salah paham jika melihat mantan tunangannya berkunjung malam-malam. Cih, bahkan ia bisa bersikap seramah itu dengan wanita lain, sedangkan ia hanya bisa mengomel dan berteriak padaku.

 Meskipun hyura tidak ingin melihat mereka tapi ia masih bisa mendengar percakapan mereka dengan samar-samar. Gadis itu memerosotkan dirinya ke lantai dan menyenderkan kepalanya di balik pintu.

“kau merindukanku?” terdengar suara kyuhyun dengan nada yang lebih ceria. Tak bisa dipungkiri ada perasaan tidak rela saat hyura mengetahui kyuhyun sudah punya penggantinya. Karena hampir separuh hidup gadis itu, kyuhyun selalu mengklaim dirinya milik kyuhyun dan kyuhyun adalah miliknya. Tapi saat ini segalanya sudah berubah

 “ani, tapi aku hanya sedang penat. Mungkin bertemu denganmu bisa sedikit membuatku rilex” sahut wanita itu. hyura merebahkan kepalanya diatas punggung tangan yang ditumpu diatas lutut. “rilex apanya? bahkan aku sulit bernafas jika didekatnya” komentar hyura. gadis itu memilih memejamkan matanya dan ingin sekali menulikan telinganya agar tidak mendengar percakapan sepasang kekasih itu

~

Gadis itu terbangun cepat begitu menyadari dimana dirinya berada. “kau sudah bangun?” Tanya kyuhyun tanpa mengalihkan matanya dari layar laptop. Pria itu sedang mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan berkas yang baru saja hyura berikan. “kau yang memindahkanku?” hyura menyadari dirinya tidak lagi dilantai melainkan di atas ranjang kyuhyun.

“kau itu tidur apa mati?” ejek kyuhyun, ia kembali menjadi kyuhyun yang menyebalkan dan bermulut tajam, batin hyura. Gadis itu mulai beranjak dan hendak membuka pintu kamar kyuhyun.

 “kau mau kemana?” kyuhyun bertanya dengan sedikit ketus

“pulang, tentu saja” jawab hyura bingung. Entah untuk alasan apa, wajah kyuhyun terlihat kesal.

“ini sudah larut, aku malas mengantarmu”

“aku bisa pulang sendiri” sahut hyura santai dan hendak membuka pintu kamar sampai kyuhyun menutup pintu itu dengan kasar. Hyura sedikit terlonjak dengan prilaku pria itu. “ya! museun-eulhaneungeoya…?” hyura menatap kesal pria itu.

“kau pikir sekarang jam berapa hah? Tidurlah disini! Besok pagi aku antar” ucapan dan mata kyuhyun sarat akan intimidasi, sejak dulu gadis itu selalu kalah dengan tatapan intimidasi dari kyuhyun, tapi sekarang gadis ini tidak mau kalah lagi, ia mencoba melawan.

“wah, kau mengkhawatirkanku Cho Kyuhyun ssi?”

“imaginasi mu terlalu tinggi, aku akan sangat bersyukur kalau kau cepat enyah dari hadapanku, tapi aku hanya bersikap layaknya pria. Aku juga tidak peduli jika sesuatu menimpamu” kyuhyun berbicara seolah-olah hal buruk akan terjadi pada hyura dan gadis itu menggeram kesal menahan emosinya. Tanpa berkata apa-apa lagi hyura langsung mendorong tubuh kyuhyun kasar agar menyingkir dari jalannya.

Baik hyura maupun kyuhun keduanya sama-sama kesal dan berbarengan menendang pintu. Kyuhyun menendang pintu kamarnya sendiri dan hyura menendang pintu masuk apartemen kyuhyun. kebiasaan menendang itu sebenarnya hyura pelajari dari kyuhyun.

***

Siang itu hyura mendapat undangan makan siang dari temannya yang baru saja tiba di korea. Choi siwon. Hanya makan siang biasa sesama teman lama tanpa ada niat untuk membicarakan masalah pekerjaan sama sekali. “akhirnya pangeran kita yang sempurna ini kembali ke negaranya” ucap hyura sambil memeluk siwon singkat saat mereka bertemu. Dan pria itu tersenyum menanggapi ucapan hyura.

Mereka memutuskan untuk makan di restoran yang menyajikan makanan khas korea. Karena selama di Jerman siwon jarang sekali makan masakan korea. Restorannya tidak terlalu mewah tapi cukup nyaman untuk mereka berdua. Saat hendak mencari tempat duduk di restoran tersebut tiba-tiba saja ada yang memanggil nama siwon “Choi siwon ssi majjyo” ucap seorang wanita cantik yang berdiri tidak jauh dari mereka. Hyura menegang seketika melihat wanita itu, yah wanita itu yang beberapa hari lalu ia lihat di apartemen kyuhyun. dan benar saja, begitu hyura mengalihkan perhatiannya. Kyuhyun terlihat berdiri di belakang wanita tersebut sembari menatapnya tajam.

“oh, Victoria song?” siwon memastikan daya ingatnya dan wanita yang benama Victoria itu pun tersenyum dan mengulurkan tangannya. Siwon pun menyambutnya dengan senang hati. Hyura menatap siwon seolah minta penjelasan. “ohh, hyura-ya ini victoria ssi kenalanku saat di china dulu” siwon memperkenalkan mereka.

“Park Hyura” hyura mengulurkan tangannya. “Song Victoria” wanita itu pun menyambut uluran tangan Hyura dengan senyum ramah. Kemudian Victoria menarik tangan Kyuhyun yang sedari tadi hanya berdiri di belakangnya untuk lebih maju mendekat karena ia ingin mengenalkan kyuhyun juga. “kenalkan ini Cho Kyuhyun” ucap Victoria pada siwon dan hyura. kyuhyun pun hanya menundukkan sedikit kepalanya saat Victoria menyebut namanya.

Mereka memutuskan untuk makan siang di satu meja. Berbeda dengan hyura yang terkadang masih mau menimpali obrolan siwon dan Victoria, tapi kyuhyun lebih memilih diam dan berkonsentrasi pada makanannya. “Hyura ssi, kau harus hati-hati dengannya. siwon ssi ini terkenal playboy”

“aku tau” sahut hyura dengan tertawa ringan untuk sedikit meledek siwon sebenarnya. Pria itu tersenyum malu-malu “dia ini mengidap penyakit pangeran, wajar saja di playboy” tambah hyura. tapi kali ini siwon melebarkan matanya pura-pura marah “ya! aku tidak begitu” sergah siwon tidak terima. Tapi hyura malah semakin melebarkan senyumnya melihat wajah siwon. Sedangkan kyuhyun mengatupkan giginya rapat-rapat yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.

“ehhm kyuhyun ssi, apakah kau Cho Kyuhyun pemilik Cho Corporate?” siwon mencoba mengajak kyuhyun berbicara. Merasa namanya dipanggil pria itu pun mengangkat wajahnya dan menatap siwon dingin “ani, itu bukan milikku tapi milik ayahku” sahut kyuhyun datar. Mendengarnya siwon justru menatap Hyura penuh arti. Karena pria itu tau mengenai kisah hyura dengan anak pemilik  Cho Corporate tersebut.

***

“maaf” siwon mengungkapkan penyesalannya saat ia mengantarkan hyura kembali kekantornya.

“untuk?” hyura sedikit menautkan kedua alisnya bingung. Karena ia tidak merasa siwon telah melakukan kesalahan.

“suasana tadi pasti sangat tidak nyaman untukmu” hyura tersenyum simpul mendengar alasan siwon. “gwenchana. itu hanya masa lalu. sungguh aku tidak apa-apa. kau tidak perlu meminta maaf” siwon membalas senyuman hyura dan mengangguk mengerti.

“oh ya, boleh kutau. Bagaimana kau bisa kenal dengan Victoria song?” hyura cukup penasaran dengan wanita yang kelihatannya dekat dengan kyuhyun itu. “aku tidak terlalu dekat dengannya, hanya sebatas kenalan. Dulu aku pernah belajar bahasa china di Beijing selama 3 bulan dan temanku yang mengenalkannya padaku. Saat itu dia baru merintis karirnya di dunia modeling. Aku tidak tau ternyata dia sekarang tinggal di korea” jelas siwon. dan hyura hanya membulatkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.

“jadi? kau akan menetap atau kembali lagi ke Jerman?” Tanya Hyura lagi.

“mungkin iya, mungkin juga tidak. Semuanya tergantung kedua orang tuaku dan kebijakan perusahaan.” Hyura hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan jawaban siwon yang setengah-setengah menurutnya.

“begini” siwon mulai menjelaskan “orang tuaku mengizinkan aku kembali ke jerman dengan satu syarat. Yaitu aku harus sudah memiliki pasangan dan jika aku tetap memaksa maka mereka akan menjodohkanku. Tapi aku sudah tidak memiliki alasan lagi untuk kembali kesana dan aku berencana resign dari friends”

“Mwo?” gadis itu berjengit kaget mendengar penjelasan siwon, karena pria itu dengan mudahnya melepaskan jabatan sebagai petinggi friends. Sedangkan friends merupakan perusahan investasi terkemuka di Jerman yang bahkan bagi orang Eropa sekalipun sangat sulit untuk memasukinya.

“kau akan melepaskan friends? Kau yakin?”

Siwon tersenyum simpul “sebenarnya setelah menyelesaikan gelar masterku aku ingin langsung kembali kesini membantu keluargaku menjalankan perusahaan, tapi kau yang begitu mengagumi friends membuatku penasaran untuk merasakan bagaimana rasanya bekerja disana”

“jadi kau bekerja disana hanya karena kata-kataku waktu itu?” Tanya hyura tak percaya dan pria itu hanya tersenyum kemudian mengangguk. “benar-benar tidak bisa dipercaya. Seandainya appa tidak sakit mungkin saat ini aku sedang ikut ujian masuk perusahaan itu”

“yah mungkin itu juga salah satu alasanku ingin keluar dari sana, karena kau juga tak ada disana. Kau tau rasanya sangat membosankan tidak ada lagi orang yang bisa ku ganggu”

“Ya! Choi Siwon!” siwon hanya terkekeh melihat reaksi hyura

***

Pagi ini hyura dan donghae terbang Ke Jeju untuk memantau langsung pembangunan proyek resort mereka. Hyura di haruskan tinggal beberapa hari disana sedangkan donghae harus kembali karena kantor pusat di seoul tidak bisa di tinggalkan. “Cho ahra akan datang menyusul besok, berkas-berkas lengkapnya ada padanya. Dan besok kalian meeting bersama dengan pihak pengembang” donghae memberikan arahan pada hyura sebelum ia kembali.

Cho Corporate telah memesan kamar president suit yang terdapat 2 kamar. Satu akan digunakan hyura dan satunya lagi digunakan Cho ahra. Kamar tersebut juga dilengkapi ruang meeting, dapur, ruang makan dan bar minimalis serta ruang santai yang dilengkapi home theater. hyura sedang menikmati winenya sambil menonton tv flat screen di ruang santai. Sampai ia mendengar pintu terbuka dan tertutup.

Uhukk uhuukkk uhuukk

Hyura tersedak wine yang ia minum saat melihat kyuhyun melenggang masuk dengan santai. “YA! apa yang kau lakukan disini?” gadis itu berteriak sambil membersihkan sisa wine di mulutnya. “bekerja. Tentu saja” sahut kyuhyun santai.

“mana ahra eonni?” tanya hyura lagi dan kyuhyun hanya mengendikkan bahunya tidak peduli. Ia kembali berjalan masuk tapi berhenti sejenak untuk kembali bertanya pada hyura “oh ya, kamarku yang mana?” gadis itu kesal karena kyuhyun sama sekali tidak menjawab pertanyaannya dengan jelas.

Hyura yang terlihat kesal menghampiri kyuhyun dan berniat melempar koper milik pria itu keluar. Tapi ia berjalan terlalu buru-buru dan penuh emosi hingga ia tidak melihat pijakan lantai yang lebih tinggi hingga tubuh hyura sedikit oleng dan hampir menubruk kyuhyun. Namun bukannya menubruk pria tersebut, tapi justru rambut hyura yang di ikat model bunny tersangkut di ikat pinggang milik kyuhyun. pria itu sangat kaget hingga ia malah memundurkan langkahnya dan yang pasti justru makin menarik rambut hyura.

“ya! apa yang kau lakukan hah?” kyuhyun mencoba melepas kepala hyura dengan kasar.

“awww ini sakit bodoh!! Diamlah!! Aku akan melepaskannya” hyura mencoba melepas sangkutan rambutnya meskipun agak sulit karena ia tidak bisa melihatnya. “YA!! mana yang kau pegang?” kyuhyun protes karena merasa hyura menyentuh bagian sensitivenya.

“makanya kubilang diam, jangan bergerak!” hyura masih berusaha melepaskan lilitan “YA! Jangan gerakkan kepalamu, apa kau gila?” kyuhyun kembali protes.

“kalau tidak digerakkan bagaimana bisa lepas bodoh”

tiba-tiba saja mereka berdua mendengar suara orang lain “OMMO, ma…ma…maaf sepertinya saya mengganggu” orang yang baru saja berniat masuk langsung kembali menutup pintu dan keluar.

“YA! ini tidak seperti……” ucapan kyuhyun terpotong dengan teriakan hyura “awww, kenapa kau bergerak terus bodoh!!!” kyuhyun kesal mendengar hyura terus berteriak hingga akhirnya ia menyingkirkan tangan hyura dari ikat pinggangnya

“biar aku saja” dalam satu tarikan kyuhyun menarik paksa helaian rambut hyura yang tersangkut di ikat pinggangnya

“APPO” hyura menjerit saat kyuhyun menarik paksa rambut hyura. meskipun gadis itu merasakan tarikan yang menyakitkan di kepalanya tapi setidaknya rambutnya terlepas dari lilitan ikat pinggang kyuhyun. “aigoo~ rambutku” hyura menatap miris helaian rambut yang rontok cukup banyak akibat tindakan kyuhyun. “siapa orang yang barusan? Kenapa dia bisa masuk?” Tanya gadis itu masih sembari mengusap-usap kepalanya.

“dia asistenku. Lee hyukjae, aku memberikannya kunci kamar ini”

“jelaskan padanya! jangan sampai dia salah paham” perintah hyura kemudian ia melenggang masuk ke dalam kamarnya. Kyuhyun tidak peduli dengan permintaan hyura, ia juga tidak peduli asistennya beranggapan apa. ia memutuskan untuk beristirahat di kamar dan menyiapkan untuk pertemuan besok.

***

“kau pulang dengan mobil yang lain!” kyuhyun memerintah asistennya setelah mereka selesai mengecek lokasi pembangunan.

“mobil yang mana? Bukannya tadi kita hanya membawa satu mobil?” Tanya Hyukjae bingung. Karena memang tadi pagi hyura, kyuhyun dan Hyukjae menggunakan mobil yang sama menuju lokasi.

“terserah mobil yang mana” sahut kyuhyun santai dan merebut kunci mobil dari tangan asistennya.

“apa anda akan melanjutkan kegiatan yang semalam?” Tanya Hyukjae sambil tersenyum jahil tapi senyum itu lenyap seketika saat kyuhyun menatap asistennya tajam. “a..a ..arasseo. aku akan pulang dengan mobil lain” ucapnya akhirnya sambil menunduk takut.

“mana asistenmu?” gadis yang sudah sejak tadi menunggu didalam mobil bertanya saat kyuhyun menempati kursi pengemudi di sebelahnya. Inilah alasan kyuhyun menyuruh Hyukjae untuk pulang sendiri. karena kyuhyun merasa terasing duduk di belakang sendirian sedangkan hyura dan Hyukjae duduk berdampingan serta asik berbincang seolah ia tidak ada. “molla” pria itu menjawab acuh kemudian menyalakan mesin mobil.

Drrrttt drrrtt drrrtttt

“ne, siwon-ah”  kyuhyun melirik hyura sekilas saat gadis itu menyebut nama siwon ketika menjawab teleponnya. “ne, aku di Jeju…..hmm kurasa tidak… arasseo,  kabari aku jika kau sudah sampai. Oke see you” hyura mengakhiri panggilan singkatnya.

“kau sudah tau dia playboy lalu kenapa masih terus bersamanya?” tiba-tiba kyuhyun bertanya dengan nada menyalahkan. Dan Hyura memandang kyuhyun tidak suka

“tidak peduli aku bersama siapa, kurasa aku tidak butuh izin darimu”  ujar hyura sengit, ia tidak suka kyuhyun menuduhnya memiliki hubungan dengan siwon.

“siapa yang mengatakan kau membutuhkan izinku?” balas kyuhyun tak mau kalah.

“kau yang bersikap seperti itu”

“aku? Kapan aku bersikap begitu? Aku hanya tidak ingin melihat mu patah hati karena kebodohanmu itu. huh, sekali lihat pun aku tau dia pria seperti apa. sebaiknya kau tidak pergi dengan tipe pria seperti itu, arasseo!!”

“Ya! siapa yang ku bilang bodoh? Lagipula siwon bukanlah tipe pria yang ada dipikiranmu dan jangan urusi hidupku”

“siapa yang…..”

“sudahlah, jangan bicara lagi! mengemudilah dengan baik” hyura memotong ucapan kyuhyun cepat, baginya perdebatan ini sangat tidak berarti. Sedangkan kyuhyun yang masih terlihat kesal, mengemudi sambil menggerutu tidak jelas. Dan hyura memilih mengabaikannya dengan melemparkan pandangannya ke kaca di sebalah kanannya.

“aku lapar. Kita makan dulu” kyuhyun tidak membantah ucapan hyura dan langsung memarkirkan mobilnya di jalan yang banyak kedai berderet di sisi jalan. Pria itu juga merasakan cacing-cacing di perutnya mulai memberontak.

Tiba-tiba langkah hyura terhenti di depan sebuah pet shop saat mereka berjalan mencari restaurant yang dikira cocok. Mata gadis itu berbinar saat melihat anak kucing yang sedang tertidur.

“waeyo?” kyuhyun mengikuti arah pandang hyura.

“lihatlah, lucu bukan? Aigoo~ dia mengingatkanku dengan kyura kita” tanpa hyura sadari tubuh kyuhyun menegang mendengar ucapannya. Gadis itu masih terlalu terpesona pada anak kucing yang ada di etalase toko.

“Kyuhyun-ah, apa kyura akan punya anak? Dia terlihat kesepian” Tanya hyura sambil mengelus kucing yang tertidur dipangkuannya. “dia itu jantan bagaimana bisa melahirkan”kyuhyun ikut mengelus tubuh kyura. “kalau begitu kita carikan betina untuknya, bagaimana?” hyura terlihat bersemangat membayangkan ia memiliki sepasang kucing yang lucu. “andwe! Kau terlalu memperhatikan kyura. Bagaimana kalau kyura punya pasangan dan juga anak? Bisa-bisa kau malah mengabaikanku”kyuhyun tidak setuju dengan pendapat hyura.

“tapi dia terlihat kesepian”hyura manatap kyuhyun dalam, membujuk agar pria itu sependapat dengannya. “dia tidak akan kesepian selama kita menyayanginya seperti anggota keluarga” sahut kyuhyun lembut. Hyura sepertinya memahami maksud kyuhyun dan ia sependapat dengannya. “kyu, kelak kita harus punya banyak anak agar rumah kita ramai. Bagaimana?” kyuhyun mengernyitkan dahinya heran dengan keinginan gadisnya itu. “kau yakin? Melahirkan itu menyakitkan hyura-ya, belum lagi kau harus hamil selama 9 bulan, mengalami morning sick, ngidam dan hal-hal lainnya yang merepotkan”

“kau tidak ingin punya anak?” kali ini gadis ini yang heran. Setiap pasangan menikah pasti menginginkan keturunan. Tapi pria ini malah memikirkan hal yang tidak akan ia alami. “ani, tentu saja aku ingin tapi Aku hanya tidak mau kau terlalu banyak mengalami kesakitan karena kau sangat berharga untukku”kyuhyun membelai rambut hyura dan mengecup pipinya singkat, membuat pipi gadis itu merona merah

“Ya! kenapa kau diam saja? Kau tidak mau makan?” pria itu sadar dari lamunannya. Ia menoleh dan mendapati hyura sudah berjalan didepannya beberapa meter.

Meskipun mereka berpisah cukup lama namun gadis itu tidak melupakan makanan apa yang disuka maupun yang tidak di sukai kyuhun. Tanpa sadar hyura mengambil sayuran dari piring milik kyuhyun. karena itu adalah kebiasaan makan mereka berdua sejak dulu. Melihat hal itu kyuhyun pun memandangi hyura

“apa?” Tanya gadis itu saat merasa dirinya diperhatikan. Kyuhyun menggeleng pelan “tidak ada, lanjutkan makan mu!” tanpa hyura ketahui kyuhyun sedikit menarik bibirnya tersenyum. Pria itu cukup senang mengetahui hyura masih mengingat kebiasaannya.

Saat hyura dan kyuhyun kembali ke hotel mereka cukup terkejut melihat hyuna tengah bersantai di kamar mereka. “oh eonni wasseo….” Perkataan Hyuna terhenti begitu saja ketika Ia melihat hyura dan kyuhyun masuk bersama.

“hyuna-ya, kapan kau datang?” hyura terlihat biasa dan menyambut adiknya, tapi beda dengan hyuna yang memandang kyuhyun penuh kebencian. “eonni, apa yang pria itu lakukan disini?” hyuna menunjuk kyuhyun dengan dagunya. Pria itu pun terlihat cukup kesal dengan prilaku adik hyura yang tidak sopan padanya.

“kau pasti lelah, ayo kita ke kamar” hyura terlihat salah tingkah dan buru-buru menarik hyuna ke dalam kamarnya sebelum adiknya itu melontarkan kata-kata yang tidak seharusnya.

“eonni, kenapa kau bisa bersama Cho Kyuhyun? jangan bilang kalian berhubungan lagi” Tanya hyuna langsung begitu mereka di dalam kamar. “aku disini bekerja dan dia datang menggantikan ahra eonni. Kau jangan yang berfikiran macam-macam.”

“tapi kenapa kalian harus berbagi kamar? Apa dia tidak bisa memesan kamar lain? Aku tidak suka eonni berdekatan dengannya lagi” hyuna sangat menunjukan ketidaksukaannya terhadap kyuhyun. hyura pun bisa memaklumi alasan adiknya membenci kyuhyun. hyuna dan dirinya sangat dekat. Bahkan bisa dibilang hyuna lebih menyayangi kakaknya di banding orang tuanya. Hingga sekarang pun Hyuna hanya mau mendengarkan perkataan hyura.

Awalnya hyuna pun menyukai kyuhyun yang selalu menjaga kakaknya meskipun pria itu selalu memonopoli hyura dan jarang sekali membiarkan ia dan kakaknya menghabiskan waktu bersama. Hingga saat mereka berpisah, hyuna melihat sendiri bagaimana terpuruknya hyura saat itu dan sejak saat itu ia membenci kyuhyun karena telah melukai kakaknya.

“kami tidak berbagi kamar hyuna-ya, aku dan dia tidur dikamar terpisah. Dan lagipula apa yang kau lakukan disini, hah?”

“tapi tetap saja kalian masuk dari pintu yang sama. Tadinya aku kesini hanya mampir, karena  aku harus melakukan riset untuk tugas kuliahku, tapi setelah melihat pria itu, aku memutuskan untuk tinggal disini” kening hyura berkerut tidak setuju dengan keputusan adiknya “bukankah kau harus homestay di rumah penduduk? Bagaimana dengan teman-temanmu?”

“itu urusanku. Wae? Eonni keberatan aku tinggal disini?”

“tidak, tentu saja tidak, hanya saja…..”

“pokoknya aku tidak akan membiarkan eonni hanya tinggal berdua dengan pria iblis itu” hyuna langsung memotong perkataan hyura dengan tegas, sedangkan hyura hanya mendesah pasrah.

***

“Ne, Gwenchana. kau terlalu mengkhawatirkanku oppa. Tadi siwon sekarang kau, bahkan hyuna pun ikut-ikutan. Aku ini bukan anak kecil. ” kyuhyun mendengar hyura sedang berbicara di telpon saat ia akan mengambil air di dapur, sedangkan hyura berada di mini bar yang letaknya tak jauh dari tempat kyuhyun berdiri. Tapi gadis itu duduk membelakangi kyuhyun, hingga ia tak sadar ada orang lain yang mendengar pembicaraannya.

“sepertinya urusan dengan pengembang sudah selesai. jeongmal? Bagaimana bisa kau merencanakan ini?…. arasseo, dia pasti sangat gembira bisa mendapat liburan di sela tugas kuliahnya….eo jalja” hyura tersenyum singkat setelah menutup ponselnya tanpa menyadari kyuhyun sedang memperhatikannya dengan seksama.

“Ommo” hyura hampir saja terjatuh dari kursi ketika ia melihat kyuhyun sedang berdiri dengan angkuh sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. “Ya! kau mengagetkanku”

“kenapa? Kau melihat hantu hah?”

“kau belum tidur?” hyura bertanya balik

“besok kita meeting, ada lagi yang harus didiskusikan dengan pihak pengembang” jawab kyuhyun singkat.

“apa maksudmu?bukankah urusan dengan pihak pengembang sudah selesai semua hari ini? Untuk apa meeting lagi?” hyura protes karena ia sudah merencanakan wisata keliling Pulau Jeju bersama Donghae dan hyuna besok.

Donghae yang mengetahui keadaan hyura bekerja bersama kyuhyun sedikit khawatir membiarkan mereka hanya berdua, meskipun ia mengetahui hyuna juga akan tinggal disana tapi tetap saja Donghae lebih memilih datang sendiri melihat sepupunya. Dan sepertinya kyuhyun menangkap sesuatu dari pembicaraan Hyura ditelpon barusan.

“aku yang memutuskan apa semuanya sudah beres atau belum. Dan kau siapkan laporan untuk kantor pusat. Besok sudah harus selesai!” mata hyura melebar tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Menyiapkan laporan bukanlah tugasnya melainkan pekerjaan asisten kyuhyun, tapi kenapa pria sialan ini menyuruhku untuk mengerjakannya.

“ya! kau mana bisa begitu terhadapku?” hyura tidak terima kyuhyun memerintahnya begitu saja, padahal posisi mereka sama.

“tentu saja aku bisa” jawab pria itu santai dan berjalan kembali menuju kamarnya.

Brakkkk

Kali ini hyura menggebrak meja bar dengan tangannya. “pria itu pasti sengaja melakukannya” ucap hyura di sela-sela giginya. Tapi Gadis itu tak kehabisan akal, ia segera beranjak dari kamarnya dan menuju kamar asisten Kyuhyun.

pria bernama Hyukjae itu sangat terkejut melihat hyura mengetuk pintu kamarnya pada jam segini. “Park Hyura ssi, ada yang bisa kubantu?” tanyanya sedikit grogi.

“ehmm apa aku mengganggu jam istirahatmu?” hyura bertanya manja dan membuat suaranya terdengar semanis mungkin. “tidak. Tentu saja tidak” sergah Hyukjae cepat. “kalau begitu boleh kah aku masuk?” hyura kembali bertanya sambil menunjuk kearah dalam kamar pria tersebut.

“oh tentu saja, silahkan masuk” Hyukjae menyingkirkan tubuhnya untuk memberikan jalan bagi hyura. kamar pria itu tidak terlalu besar seperti kamar hyura dan kyuhyun tapi cukup nyaman untuk ditempati. “ada yang bisa kubantu, hyura ssi?” Hyukjae kembali bertanya setelah mempersilahkan hyura duduk. “jangan terlalu formal padaku, panggil saja aku hyura. lagi pula disini tidak ada siapa-siapa” gadis itu tersenyum ramah.

“n..ne” Hyukjae menyahut dengan ragu. Ia tidak tau apa pantas memanggil hyura tanpa sapaan hormat. “hmm, aku kesini karena aku butuh bantuanmu”  gadis itu memulai tanpa ragu dan pria di depannya mendengarkan dengan seksama. “bisakah kau membantuku membuat laporan untuk kantor pusat di seoul? Karena besok pagi laporan itu sudah harus selesai, meskipun aku tidak tidur semalaman aku tidak yakin bisa menyelesaikannya”

Hyukjae justru bingung dengan permintaan hyura, karena membuat laporan adalah tugasnya dan bukan tugas hyura jadi kenapa harus meminta bantuan? “aku sudah mengerjakannya tapi belum selesai semua” jawaban pria itu membuat mata hyura berbinar “tapi, bukankah itu memang tugasku?” Tanya Hyukjae

Wajah hyura yang semula berbinar menjadi kelam karena mengingat kyuhyun yang menyuruhnya. “aku juga tau itu tugasmu. Tapi atasanmu yang sok perfectsionis itu yang menyuruhku” sungut hyura kesal. Tapi sedetik kemudian ia tersenyum kembali, dengan senyum yang memiliki maksud tertentu pastinya. “jadi apa bisa kau selesaikan sekarang?” hyura meminta selembut mungkin agar tidak terkesan memerintah. Bagaimanapun juga Hyukjae bukanlah bawahannya.

***

Kyuhyun menggerutu kesal saat ia mendengar bel pintu kamarnya berbunyi terus. Ia terus berteriak menyuruh hyura untuk membukanya tapi tidak ada jawaban sama sekali, mau tidak mau ia sendiri yang harus membukanya. Pria itu tidak menyembunyikan wajah kesalnya saat melihat bellboy memberikan sebuah paket padanya. Tanpa ucapan terimakasih atau basabasi lainnya kyuhyun langsung menutup pintu dengan kasar didepan wajah bellboy tersebut. Baru beberapa langkah kyuhyun berjalan tiba-tiba saja pintu di belakangnya terbuka. Hyura masuk dengan wajah mengantuk. “ya! kau dari mana?” pria itu heran kenapa pagi-pagi sekali hyura justru masuk dari pintu masuk, apa dia tidak pulang tadi malam?

“aku bermalam di kamar asistenmu” mata kyuhyun membulat sempurna mendengar jawaban yang terlontar dari mulut hyura, karena ia tau betul asistennya itu terkenal yadong dan kamar asistennya hanya sebuah kamar deluxe dengan satu ranjang. Apa mereka tidur satu ranjang?. “MWO? kalian tidur bersama?” tanya kyuhyun menggelegar.

Hyura hanya melirik kyuhyun dengan malas. “aku tidak akan menjelaskannya. Kau bisa pikirkan sendiri apa yang dilakukan 2 orang dewasa dalam satu kamar” hanya dengan maksud iseng ia menjawabnya seperti itu.

“apa itu?” hyura menunjuk bingkisan yang masih di tangan kyuhyun, tanpa memperdulikan wajah pria itu yang sudah menggeram marah. Karena kesal maka kyuhyun melempar bingkisan itu ke lantai dan menyebabkan isinya keluar. Hyura menunduk mengamati apa isi dari bingkisan tersebut. Terlihat sebuah pakaian berwarna merah terang keluar sebagian dari tempatnya.

“ya! kenapa kau melamparnya? Lihat jadi berceceran begini” gadis itu mencoba membereskan dan melihat dengan jelas isinya. “ige mwoya?” hyura terkejut karena isinya adalah bikini yang super seksi. Kyuhyun pun sama terkejutnya dengan hyura, pria itu langsung mengambil bungkusannya dan membaca siapa pengirimnya.

Eonni nikmati liburanmu, mian aku tidak bisa ikut!

-hyuna-

Kyuhyun berdecak kesal saat membaca notes yang ada di dalamnya “adikmu itu tidak memiliki selera sama sekali, dia pikir pakaian itu cocok untuk mu apa?” cibir kyuhyun

“apa katamu?” gadis itu menatap tajam kyuhyun, merasa tidak terima dengan pernyataan pria tersebut.

“apa ada yang salah dengan ucapanku? Kau bahkan bermalam dikamar laki-laki. Tidak heran adikmu mengirimkan benda seperti itu. apa jangan-jangan kau memang begitu selama di jerman?”

Gadis itu mendengus kesal, ia malas meladeni tuduhan-tuduhan kyuhyun “percayalah dengan apa yang kau percayai tuan Cho. Dan ingat kita tidak mempunyai hubungan dimana aku harus menjelaskan bagaimana aku hidup selama ini. bukankah kau sendiri yang bilang tidak tertarik” jawab gadis itu dingin dan sambil berlalu. Kyuhyun merasa tersindir karena hyura mengembalikan kata-katanya.

Pria itu mengetuk pintu kamar asistennya dengan tidak sabar, sedangkan yang empunya membukanya dengan mata separuh tertutup. Karena semalam ia tidak tidur untuk mengerjakan laporan yang di minta hyura. “  cepat katakan padaku apa yang kalian berdua lakukan semalam?” Tanya kyuhun dengan tidak sabar.

“ye?” pria itu belum sepenuhnya sadar dan tidak terlalu menangkap pertanyaan yang dilontarkan atasannya. “Lee Hyukjae ssi, cepat katakan apa yang hyura lakukan di kamarmu semalam?” kyuhyun meralat pertanyaannya.

“dia hanya tidur” Hyukjae melihat kyuhyun melotot ke arahnya dan ia buru-buru menjelaskannya sebelum ia kehilangan pekerjaan “maksudku dia tertidur saat aku sedang mengerjakan laporan, dia memintaku meyelesaikannya saat itu juga. Sungguh tidak terjadi apa-apa” kyuhyun mendesah lega mendengar penjelasan asistennya

***

“oppa mianhe, sepertinya rencana liburan kita batal. Hyuna harus pergi karena risetnya dan kyuhyun bilang urusan dengan pengembang belum selesai” hyura meminta maaf pada donghae melalui telepon. Gadis itu tidak ingin membuang waktu donghae dengan membuat pria itu terbang jauh-jauh ke Jeju sedangkan rencana mereka sudah pasti 100% gagal.

“gwenchana, masih ada lain kali. Aku malah senang mendengar kau serius dalam bekerja” sahut donghae tulus. hyura pun tersenyum mendengarnya. Setidaknya donghae tidak terlalu kecewa dengan batalnya rencana mereka.

“baiklah aku harus pergi, kyuhyun sudah menungguku. Nanti kuhubungi lagi” ucap hyura sebelum memutuskan sambungan teleponnya.

Hyura mengernyitkan dahinya bingung. Kyuhyun bilang mereka masih harus meeting dengan pengembang. Tapi kenapa mereka justru datang ketempat pembangunan proyek dan hanya melihat-lihat. “apa yang kita lakukan disini? Bukankah kita harus meeting?” Tanya hyura di sela-sela bisingnya suara pembangunan gedung

“kita akan bertemu dengan arsiteknya di sini”

“arsitek? Bukannya hal mengenai pembangunannya sudah diserahkan pada pihak pengembang?”

“aku hanya ingin bertemu langsung dengan arsiteknya, apa tidak boleh?” hyura hanya mendengus kesal. Menurutnya hal ini sama sekali tidak penting. Karena segala sesuatu tentang pembangungan gedung resort sudah sangat jelas di jelaskan oleh pihak pengembang kemarin. Jadi untuk apa mereka datang kesini

“Ya! kau mau kemana?” Tanya kyuhyun saat melihat hyura hendak pergi meninggalkannya

“bukan urusanmu” sahut hyura ketus tanpa memandang kyuhyun.

Kyuhyun sedang terlibat pembicaraan serius dengan 2 orang arsitek yang merancang desain gedung resort baru mereka sampai terdengar suara-suara ribut yang tak jauh dari tempat kyuhyun. otomatis pria itu mengangkat kepalanya kemudian menolah ke kanan dan kekiri mencari sumber keributan.

“Tuan! Nona yang datang bersama anda kecelakaan” ujar seorang pekerja yang datang menghampiri kyuhyun dengan nafas terengah. Kelihatan sekali ia habis berlari untuk sampai ke tempat kyuhyun berada.

Mendengar hal tersebut tanpa pikir panjang kyuhyun langsung berlari ke arah yang ditunjukan pekerja tadi. Dengan brutalnya ia mendorong-dorong kerumunan orang yang menghalangi jalannya.

“agashi, agashi. Bangunlah agashi!” terlihat seorang pria paruh baya menyanggah kepala dan menepuk-nepuk lembut pipi hyura. sedangkan gadis itu sudah tak sadarkan diri. kyuhyun yang baru tiba langsung mendorong pria paruh baya tersebut dengan kasar hingga pria yang cukup pantas menjadi ayahnya itu terjengkang ke belakang. “MINGGIR!!” kyuhyun menghardik pria tersebut dan langsung mengangkat tubuh hyura yang sudah tak sadarkan diri ke mobil.

***

“saat melintas di tempat proyek nona Park mencoba menyelamat seorang pekerja yang hampir tertimpa tumpukan papan kayu. Tapi sayangnya justru nona Parklah yang terkena papan kayu tersebut” begitulah penjelasan yang kyuhyun dapat dari salah seorang pekerja yang ada di tempat kejadian.

Sedangkan seorang pria paruh baya yang tadi kyuhyun perlakukan dengan kasar sekarang tengah berlutut meminta maaf. Karena hyura kecelakaan karena ingin menyelamatkan dirinya. Tapi kyuhyun seolah menulikan pendengarannya dan mengacuhkan setiap permintaan maaf yang terlontar dari pria paruh baya yang kini tengah berlutut di hadapannya. “urus pembayaran upahnya sampai hari ini” ucap kyuhyun pada asistennya dan tanpa menoleh lagi ia berjalan memasuki koridor rumah sakit.

“tuan, tuan kumohon maaf kan saya. Tuan kumohon! Jangan pecat saya tuan. Kumohon” pria paruh baya tersebut terus memohon-mohon tapi kyuhyun tidak memperdulikannya dan tetap berjalan masuk.

Kyuhyun yang baru memasuki kamar rawat hyura terlihat kesal melihat gadis itu kini tengah tertawa riang sambil mengobrol dengan seorang dokter muda.”oh kyuhyun-ah wasseo” hyura langsung menyapa begitu melihat pria itu hanya berdiri di pintu masuk. Mendengar namanya dipanggil, kyuhyun pun menghampiri hyura sambil menatap tajam sang dokter.

“anda tidak perlu cemas tuan Cho. Nona Park bisa langsung pulang hari ini” dokter muda tersebut sepertinya salah mengartikan tatapan tajam kyuhyun. ia mengira kyuhyun sangat mencemaskan hyura. walaupun tidak bisa dipungkiri kyuhyun sangat mengkhawatirkan keadaan hyura.

“ne, kamsahamnida dokter kang” sahut hyura. dokter kang pun pamit dan meninggalkan kyuhyun dan hyura. begitu dokter kang pergi kyuhyun langsung menatap hyura tajam “jangan menatapku begitu. Aku tidak apa-apa. ini hanya luka kecil” ucap hyura sambil mengusap perban di pelipisnya.

“luka kecil katamu?”kata kyuhyu sinis “kau tidak lihat kakimu? Apa kau pikir kau ini wonder woman hah? Sok pahlawan menyelamatkan orang lain”

“kalau aku tidak menyelamatkannya maka ahjushi itu akan terluka. Dan siapa yang sok pahlawan? Apa kau tidak pernah belajar tolong menolong?”

“tapi sekarang kau yang terluka bodoh!” belum sempat hyura membantah perkataan kyuhyun tiba-tiba hyuna menghambur masuk

“EONNI…..” suara hyuna yang melingking makin membuat mood kyuhyun buruk. Tanpa mengucapkan apapun kyuhyun pergi begitu saja dan membanting pintu. Hal tersebut sontak membuat kakak beradik itu menolehkan kepalanya kearah pintu masuk. “cih apa-apaan dia? Memangnya dia tidak tau ini rumah sakit” gerutu hyuna

Hyura meminta adiknya untuk mengurus administrasi rumah sakit agar ia bisa segera pulang. Selagi menunggu hyuna, gadis itu mulai belajar berjalan menggunakan kruk. Karena tulang kakinya retak maka ia belum bisa menggunakan kakinya sendiri.

“agashi…” panggil seorang pria saat hyuna sedang berjalan tertatih dengan kruknya di koridor rumah sakit. Mendengar ada yang memanggilnya hyura pun menolehkan kepalanya mencari sumber suara. “oh. Ahjushi. Apa kau baik-baik saja?” sahut hyura begitu mengenali wajah yang baru saja menyapanya.

“ne, aku baik-baik saja. Maafkan saya, karena saya anda jadi seperti ini” ucap ahjushi sambil tertunduk karena merasa bersalah. Hyura tersenyum lembut menanggapinya “tidak apa. ini hanya luka kecil. Aku hanya perlu mengggunakan benda ini selama—beberapa hari. Mungkin” hyura sendiri tidak yakin dengan ucapannya. “ah tapi ahjushi tidak perlu khawatir, aku tidak bekerja dengan kakiku. Berbeda dengan ahjushi yang harus menggunakan tubuh dalam bekerja. Setidaknya ahjushi masih bisa bekerja” bukannya menenangkan, perkataan hyura justru membuat ahjushi itu semakin tertunduk.

“soal itu—sebenarnya— aku sudah kehilangan pekerjaanku” sahut ahjushi lemah

“ne?” hyura terkejut dengan penuturan pria paruh baya didepannya. Tapi gadis itu sepertinya paham apa yang terjadi “aishh Cho Kyuhyun” geram hyura. gadis itu menyentuh lembut pundak ahjushi “ ahjushi tidak perlu khawatir, ahjushi bisa kembali bekerja besok”

“benarkah agashi?” Tanya ahjushi tidak percaya. Dan hyura tersenyum dan mengagguk mengiyakan

***

“eonni sepertinya aku meninggalkan obatmu di mobil, kau tunggu disini aku akan mengambilnya dulu” ucap hyuna tidak lama setelah mereka baru memasuki lobi hotel. Hyura pun mengangguk setuju dan memutuskan menunggu adiknya di lobi hotel.

Hyura yang belum terbiasa menggunakan kruk membuatnya kepayahan dalam berjalan. Ia hampir saja terjatuh karena sangat terkejut saat melihat kyuhyun dan Victoria baru keluar dari lift. “ommo, dari mana mereka? Apa dari kamar kami? Cih sudah memecat orang, memarahiku seenaknya dan sekarang dia malah berkencan padahal aku sedang dirumah sakit”

Dukkkk

Hyura menghentakan kruknya kelantai dengan keras. Hyuna yang baru datang sedikit heran dengan perubahan wajah kakaknya yang terlihat kesal. “eonni, kau tidak boleh merusak property hotel”

“kenapa lama sekali?” Tanya hyura ketus “cepat antarkan aku kekamar! Aku sangat lelah” hyuna yang menyadari perubahan emosi kakaknya tanpa banyak bicara ia langsung menuruti perintah hyura.

~

“bagaimana kakimu?” kyuhyun bertanya saat ia baru masuk ke kamar dan melihat hyuna tengah membantu hyura duduk di sofa. Hyuna yang mendengar suara kyuhyun langsung menatapnya tidak suka

“hey kau!! Apa kau menyukai kakakku? Apa pedulimu jika kakinya sakit atau tidak? Apa yang terjadi dengan kakakku ini tidak ada hubungannya denganmu”

“Park Hyuna!!” bentak hyura keras “kenapa kau selalu cari masalah dengannya? apa kyuhyun itu teman mu hah? Kau sangat tidak sopan!!!” hyuna membelalak kaget mendengar bentakan kakaknya, sedangan kyuhyun menarik sudut bibirnya samar. Ia sangat senang hyura membelanya kali ini.

“kau seharusnya mendengarkan nasihat kakak mu hyuna-ya” ucap kyuhyun penuh bangga karena mendapat pembelaan.

“Ya!!  kau juga, Cho Kyuhyun!! apa kau senang bisa menang dari yang lebih muda dari mu hah? Dan kenapa kalian selalu bertengkar?? Aku benar-benar tidak tahan dengan kalian!!” dengan cepat hyura meraih kruknya kembali dan berjalan ke kamar. hyuna maupun kyuhyun saling berpandangan dengan tatapan bingung.

“eonni—“hyuna memanggil kakaknya takut-takut “sudah waktunya minum obat” lanjutnya lagi setelah mendapat sinyal positif dari hyura. sebagai adik. hyuna sangat telaten dalam merawat hyura. setelah memberikan butiran terakhir obat yang harus hyura minum, hyuna mencoba kembali bertanya pada kakaknya. “eonni, dulu itu kau dan Kyuhyun tidak terpisahkan—dan sekarang  kalian tinggal di tempat yang sama. Apa eonni tidak merasa perasaan dag dig dug itu kembali? Perasaan itu bisa saja tumbuh kembali eonni”

“tidak, tidak akan pernah. Perasaan seperti itu tidak akan terjadi. Kau tidak perlu cemas”  sahut hyura datar. Tapi ia melihat raut khawatir di wajah adiknya dan sedetik kemudia ia mencoba tersenyum untuk menenangkan perasaan adiknya. Tapi hyuna yang sangat mengenal kakaknya melihat jawaban yang lain dimata hyura. meskipun ia tau apa yang hyura rasakan tapi ia tetap mengangguk.

“mungkin besok dan beberapa hari kedepan aku tidak bisa terus disampingmu. Karena aku akan sangat sibuk dengan risetku. Apa aku perlu memanggil donghae oppa?” hyura menggeleng sebagai jawabannya “aku tidak perlu penjaga, dan untuk pekerjaan masih ada kyuhyun dan hyukjae disini. Kau jangan merepotkan donghae oppa! Dia sudah cukup repot karena keluarga kita. arra!”

“ne arasseo eonni” sahut hyuna patuh

***

Kyuhyun cukup perhatian dengan memesankan sarapan ke kamar mereka. Kerena dengan kondisi hyura saat ini, akan sangat menyulitkan baginya untuk sarapan di restoran. “mana adikmu yang tidak sopan itu?” Tanya kyuhyun, karena pagi ini ia tidak mendengar suara hyuna yang melengking. Ia sedikit mendapatkan kedamaian.

“hyuna? Ia pergi pagi-pagi sekali karena risetnya” sahut hyura acuh dan mulai menyantap sarapannya. Sepertinya kyuhyun cukup senang mengetahui hyuna akan sibuk. Itu berarti ia tak perlu melihat wajahnya yang kekanakkan dan menyebalkan

“berapa lama ia akan tinggal disini?”

“molla—oh ya, apa jadwal kita hari ini?” Tanya hyura sambil menenggak jusnya

“seharusnya hari ini kita rapat mengenai usulanmu tentang kegiatan liburan resort dengan beberapa investor yang bergabung. Tapi karena keadaanmu sebaiknya ditunda saja”

Hyura sedikit kesal mendengar ucapan kyuhyun. mengingatkanya pada perkataan kyuhyun tempo hari ‘tidak berkompeten’ penilaian pria tersebut tentang intelektualiatas yang ia miliki “kenapa ditunda? Aku baik-baik saja. Lagipula yang bekerja bukan kakiku tapi otakku”

“terserah, tapi kalau kau memaksa kita akan adakan rapatnya disini” putus kyuhyun sambil membentangkan Koran paginya dan hyura tidak membantah lagi.

“oh ya, kenapa kau memecat ahjushi itu? dia tidak bersalah. Itu hanya kecelakaan”  tanya gadis itu lagi.

“dia tidak berhati-hati dan membahayakan orang lain. Itu kesalahannya” sahut kyuhyun tanpa mengalihkan matanya dari Koran yang ia baca. entah dia benar-benar membacanya atau hanya pura-pura.

“itu murni kecelakaan. Jadi kuminta kau kembalikan pekerjaannya. Karena aku sudah berjanji pada ahjushi itu”

“aku tidak akan menarik keputusanku lagi” ujar kyuhyun santai dan tetap tidak memandang hyura.

“hal kemarin bukan kesalahannya. Kenapa kau tidak adil? Dan ia butuh pekerjaan. Kau ini sangat tidak berperasaan!” kyuhyun mendengus kasar. pria itu melemparkan korannya begitu saja

“benar. Aku memang tidak punya perasaan. Kau puas?” kyuhyun beranjak meningglakan hyura karena ia memiliki firasat tidak enak tentang pembicaran mereka kali ini.

“Ya! Cho Kyuhyun” hyura mencoba memanggil kyuhyun yang baru berjalan beberapa langkah didepannya. Pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap hyura tajam “ kau tau, aku sudah membuang perasaanku sejak 6 tahun lalu. jadi jangan pernah bicara soal perasaan lagi denganku” ucap kyuhyun sebelum ia pergi.

Hyura hanya mematung mendengar penuturan kyuhyun. tapi sedetik kemudia ia tersenyum sinis. “membuang perasaanmu? Yang benar saja. Lalu bagaimana kau berhubungan dengan Victoria? Apa dia juga tidak menggunakan perasaannya?”

***

Bola mata hyura hampir saja mau copot saat melihat Siwon memasuki meeting room yang tersedia di hotel tempat mereka menginap. Sedangkan pria tersebut hanya tersenyum penuh arti. Setelah perwakilan dari pihak pengembang, beberapa pemegang saham dan investor berkumpul kyuhyun pun memulai agenda mereka hari itu.

Kyuhyun mempresentasikan kegiatan dengan penduduk desa guna menarik para wisatawan. Selain kemewahan dan kenyamanan, resort mereka juga ingin memberikan sesuatu yang lain. Siwon yang bertindak sebagai salah satu investor sedikit menyangsikan usulan kegiatan tersebut. Menurutnya orang akan datang ke resort mereka untuk berlibur dan beristirahat, dan bukannya malah bekerja bersama penduduk desa seperti menanam padi atau mencari kerang. Baginya itu bukan sesuatu yang menarik.

Hyura sedikit mengkeret mendengar setiap bantahan siwon. pria tersebut tidak mengetahui bahwa usulan tersebut berasal darinya. Tapi hatinya juga merasa gembira karena kyuhyun mati-matian mempertahankan usulan tersebut.”baiklah Tuan cho, kami akan mempertimbangkannnya setelah anda mempresentasikan semua kegiatan tersebut dalam bentuk real. Bukan hanya sebuah kertas-kertas seperti ini” ucap siwon sebelum mengakhiri rapat mereka.

Siwon langsung menghampiri hyura begitu rapat selesai. Dan beberapa orang sudah mengahambur keluar ruang rapat, hanya tinggal beberapa orang yang tersisa. Termasuk hyura. Pria itu mengambil posisi di sebelah hyura. “kau baik-baik saja? Bagaimana kakimu?” tanya siwon. terlihat sekali ia sangat khawatir dengan keadaan gadis itu.

“aku tidak apa-apa, hanya cidera ringan” sahut hyura dengan senyum di bibirnya. Tapi jawaban hyura sama sekali tidak menghilangkan kecemasan Choi siwon. “oh ya, kenapa kau bisa disini? Aku tidak tau kau menjadi salah satu investor di proyek pembangunan resort kami?” kali ini hyura yang penasaran.

“aku juga sebenarnya tidak tau sampai kemarin ayahku memintaku menggantikannya untuk pertemuan hari ini. awalnya aku juga tidak mau, karena aku belum mau bekerja. Tapi aku berubah pikiran begitu beliau menyebutkan nama perusahaanmu” jelasnya panjang lebar.

“lalu sampai kapan kau akan disini?”

“hari ini aku harus kembali ke seoul” sahut siwon dengan wajah menyesal “padahal aku masih ingin disini bersamamu sekalian menikmati pulau Jeju” ia terlalu lama tinggal di jerman jadi hal yang wajar jika ia ingin menghabiskan waktunya di pulau yang terkenal di korea itu. “setelah kakiku sembuh, aku janji akan mengajakmu menikmati keindahan pulau ini”

“benarkah?” wajah siwon terlihat berbinar dan hyura tersenyum kemudian mengangguk. “kau memang sahabat terbaikku hyura-ya” siwon ternyum riang

Ddrrrttt ddrrrttt

Hyura mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan yang masuk

From : Cho Kyuhyun

Kau dimana? Cepat kembali kekamar!!!

PENTING!!!!!!

“siwon-ah, sepertinya aku harus kembali ke kamar, ada sesuatu yan penting yang harus kukerjakan. Maaf tidak bisa berlama-lama denganmu”

Siwon mengangguk mengerti “kajja, aku antar kekamarmu.” Pria itu membantu hyura untuk bangun dan memberikan kruknya.

***

“apa yang kalian bicarakan? Kau dan Siwon tadi?” tanya kyuhyun langsung begitu hyura masuk ke kamar mereka.

“tidak banyak. Kenapa?” sahut hyura ringan. Kyuhyun mendengus kesal mendengarnya “itu karena aku merasa orang yang bernama Choi Siwon itu menentang proposal kita. karena itu kau harus bisa membedakan selatan dan utara, putih dan hitam. Jangan berikan informasi apapun padanya!!”

Hyura mengerutkan dahinya dalam “kita bekerja untuk tujuan yang sama. Kenapa harus mengatakan ‘dia’ dan ‘kita’? lagipula apa karena hal ini kau menyuruhku kembali? Huh, dilihat darimanapun hal ini sama sekali tidak penting” hyura menggerutu di kalimat terakhirnya. Seharusnya ia masih bisa mengobrol dengan siwon. tapi karena kyuhyun, ia kehilangan waktunya bersama Siwon.

“Ya! aku memintamu kembali untuk mengerjakan materi yang harus kita presentasikan pada pertemuan berikutnya!!”

“apa kita harus menyiapkan materinya sekarang?”

“apa tadi kau tidak lihat? Para anggota rapat seperti siap memakanku hidup-hidup, untuk membuat mereka diam khususnya si Choi itu” kyuhyun mengucapkan nama depan Siwon penuh dengan emosi “maka kita harus membuat presentasi yang luar biasa bagus” lanjutnya lagi. belum sempat hyura menyahut, tiba-tiba ponsel kyuhyun berdering.

Bukannya mengangkat ponselnya, tapi kyuhyun malah memandangi hyura dan ponsel miliknya secara bergantian. “apa? kenapa tidak diangkat?” tanya hyura dengan nada menantang.

“aku pergi sebentar” sahut kyuhyun singkat sambil kembali mengantongi ponselnya dan melewati hyura begitu saja. Sedangkan hyura memandangi kepergian kyuhyun dengan kesal. “tadi dia memaksaku untuk kembali, sekarang malah dia yang pergi. Nappeun!”

***

Kyuhyun menggerutu panjang lebar sambil memikul karung-karung gandum di bahunya. Gandum-gandum tersebut habis di jemur dan akan di olah menjadi bir. Ini adalah salah satu daya tarik dari pulau Jeju. Bir dari pulau Jeju memiliki rasa yang khas karena di olah dari gandum istimewa.

Kyuhyun berhenti sejenak untuk menyeka keringatnya, kemudian pandangannya berubah menjadi sinis saat melihat seorang gadis tengah makan dan tertawa riang bersama para ahjumah. “aisshhh. Apa gadis itu reinkarnasi hantu yang kelaparan? Kenapa kerjanya dari tadi hanya makan terus?” terlihat sekali kyuhyun sangat kesal melihat tingkah laku hyura.

“Ya! anak muda. Cepat bawa kemari gandumnya” panggil seorang pria paruh baya pada kyuhyun. dan membuat pria itu mengalihkan tatapannya dari hyura. “ah, ne ahjushi. Jamkanman” sahut kyuhyun dan kembali mengangkut karung gandum

“haahhhhhh” kyuhyun memerosotkan tubuhnya dan menjadikan tumpukan karung-karung gandum tadi sebagai penyangga tubuhnya. “gomawo, kau sudah bekerja keras. Kyuhyun sajangnim” ucap hyura tulus disertai senyumannya dan ia ikut duduk di samping kyuhyun. pria itu melirik hyura sekilas dengan tatapan kesalnya. Tapi hal itu tidak menghilangkan senyuman di bibir hyura.

“kau sengaja kan melakukan ini padaku? Menanam padi, membuatku harus turun kesawah. Dan mengorbankan tubuhku sebagai tukang pikul karung gandum” kata kyuhyun penuh kekesalan. “tau begitu lebih baik aku tidak menyetujui usulanmu di rapat kemarin” gerutunya, tapi masih bisa terdengar oleh hyura.

“mianhe. Kalau keadaanku memungkinkan aku juga pasti membantumu tadi. Tapi aku tetap berterima kasih padamu. Jeongmal gomawoyo kyuhyun-ah” ucap hyura masih dengan senyum tulusnya. Ia senang karena kyuhyun mau mengerjakan semua simulasi yang ia susun, meskipun pria itu terus menggerutu panjang lebar namun pada akhirnya kyuhyun tetap mengerjakannya.

“arasseo” sahut kyuhyun dengan nada dibuat sedatar mungkin. Padahal hatinya melonjak gembira, karena hyura terus tersenyum kerahnya dan menghargai segala usaha kyuhyun. tapi ia tidak ingin terlihat terlalu senang.

Hyura mengeluarkan sapu tangannya dan hendak mengusap peluh di kening kyuhyun. tapi kyuhyun reflek memundurkan kepalanya dan langsung memegang tangan hyura, tepat saat tangan gadis itu didepan wajahnya. “a apa yang kau lakukan?” tanya kyuhyun sedikit gugup karena tindakan hyura yang tiba-tiba.

“aku hanya ingin mengelap keringatmu” sahut hyura polos. Mendengar hal itu, perlahan kyuhyun melepaskan tangan hyura dan membiarkan gadis itu membersihkan keringatnya. “lihat! Kau berkeringat banyak sekali” kata hyura disela-sela kegiatannya.

Kyuhyun terus memandangi garis wajah hyura dengan seksama selama gadis itu masih sibuk membersihkan sisa keringat di wajah dan lehernya. Jarak mereka hanya terpisah beberapa senti dan membuat mereka berdua masih bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.

Hyura langsung menghentikan kegiatannya saat merasakan wajah kyuhyun secara perlahan  semakin dekat dengannya. mata mereka bertemu selama beberapa detik sampai akhirnya tiba-tiba kyuhyun berdiri dengan cepat. “se—sebaiknya kita kembali!” ucap kyuhyun dan meninggalkan hyura begitu saja.

“a—apa itu tadi?” gumam hyura sambil memegangi dadanya “apa yang barusan mau dia lakukan padaku? Dan kenapa….” Hyura tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi karena dia merasa ada yang tidak beres dengan jantungnya. Gadis itu menggeleng dengan cepat “andwe. Perasaan itu tidak boleh kembali lagi. Park hyura! kau tidak boleh mencintainya lagi!!!” ucapnya tegas dan ditujukan untuk dirinya sendiri.

***

“bagaimana? Apa masih terasa sakit?” hyura memutar-mutar pergelangan kakinya kekiri dan ke kanan. Kemudian ia tersenyum dan menggeleng “sudah tidak sakit lagi” sahutnya.

“baguslah. kalau begitu kau tidak perlu menggunakan benda ini lagi” dokter Kang menyingkirkan kruk hyura “dan Jangan lupa latih otot kakimu! karna beberapa hari ini kakimu tidak digerakkan” lanjutnya lagi dan hyura mengangguk patuh

“Nona Park!” panggil suara bass seorang pria yang sangat familiar ditelinga Hyura, saat gadis itu baru memasuki lobi hotel

“ oh, Siwon-ah?” seru hyura. dan pria itu berjalan perlahan mendekati hyura dan mengajaknya duduk di sofa yang tersedia di loby hotel yang tak jauh dari mereka. “kapan kau datang? Kenapa tidak menghubungiku?”

“aku baru tiba. Temanku seorang seniman menggelar Show case nya disini” sahutnya dengan senyuman lebar. “selain itu aku juga ingin menagih janjimu tentang mengajakku berkeliling pulau Jeju setelah kakimu sembuh. Kau tidak lupa kan?”

“wahhh! Kau hebat sekali. bagaimana kau bisa tau aku baru saja membuka gipsku” tanya hyura pura-pura takjub

Siwon terkekeh dengan bangga. “kau tau. biasanya jika hati seseorang saling terikat maka feelingnya akan sangat kuat” hyura ikut tergelak mendengar perkataan siwon. tanpa hyura sadari sebenarnya pria itu mengungkapkan isi hatinya.

“ini” siwon memberikan kotak hadiah besar pada hyura. dan gadis itu memandangi hadiah pemberian siwon dengan tatapan bingung. “apa ini? kurasa hari ini bukan ulang tahunku”

“bukalah!” hyura pun mengikuti perintah siwon untuk membukanya. Kening hyura semakin berkerut setelah melihat isinya. Gaun, lengkap beserta aksesorisnya dan sepatu dengan warna senada.

“Temani aku menghadiri Show Case. Bagaimana?”

***

“apa terlihat sangat aneh?” hyura menutupi bahunya yang terbuka dengan tangannya. Karena sejak ia keluar kamar Siwon terus melihatnya tanpa berkedip. Pria tersebut tersadar dari lamunannya karena terlalu kagum melihat hyura. “A ani. Kau sangat cantik. Kajja!” sebelum menggandeng hyura tak lupa siwon membantu gadis itu memasangkan mantel tebal agar hyura tidak kedinginan dengan gaunnya.

Hyura cukup terkejut saat melihat Victoria dan Kyuhyun juga hadir di acara tersebut. Karena ternyata acara Show case ini adalah pergelaran music tradisional China. Dan yang mengadakan acara tersebut adalah teman Siwon dan Victoria saat di China dulu. “oh. Siwon ssi, Hyura ssi. Kalian juga datang” Victoria menyapa terlebih dahulu. Selain cantik. wanita berdarah china itu juga sangat ramah.

Siwon dan hyura tersenyum ramah membalas sapaan Victoria. “wahh. Kalian sangat serasi. Membuat ku iri saja” goda Victoria. Dan senyum Siwon semakin melebar mendengar hal itu kemudian pria tersebut meletakkan tangannya di pinggang hyura dan mendekatkan gadis itu padanya. “Y—YA!!” hyura protes dengan tindakan Siwon

“wae? Bukankah mereka bilang kita serasi?” tanya siwon pura-pura polos. Dan hal itu mengundang tawa  Victoria dan Siwon. karena niat Siwon melakukan hal itu memang hanya untuk menggoda Hyura. sedangkan Kyuhyun sedari tadi melihat mereka dengan muak.

Mereka memutuskan untuk duduk dimeja yang sama selama menikmati pertunjukan music tersebut. Hyura melihat Kyuhyun dan Victoria saling melemparkan senyum saat Kyuhyun menuangkan Wine ke galas milik Victoria. Dan hal itu membuat Hyura kesal, kemudian gadis itu meminum Wine miliknya dengan sekali teguk untuk melampiaskan kekesalannya.

Siwon tersenyum simpul saat melihat noda wine di sudut mulut hyura. kemudian pria itu mengambil tisu yang tersedia di atas meja dan mengusap noda tersebut. Berbeda dengan Victoria yang tersenyum melihat hal itu. sedangkan kyuhyun merasa panas dan semakin tidak betah duduk bersama Hyura dan Siwon.

“apa masih lama pertunjukannya selesai?” tanya kyuhyun pada Victoria dengan berbisik.

“pertunjukannya baru 15 menit di mulai kyuhyun-ah” sahut Victoria dengan berbisik pula. Mendengar jawaban Victoria, pria itu mendesah berat.

Selama pertunjukan berlangsung Kyuhyun sama sekali tidak menikmatinya. Ia terus menatap tajam hyura dan siwon. pria itu melotot saat melihat Hyura terus-terusan meneguk bergelas-gelas Wine. Dan yang paling membuatnya kesal, Siwon sama sekali tidak melarangnya tapi malah justru terus menuangkan Wine ke gelas kosong milik Hyura. “ huh sebenarnya apa yang pria brengsek ini inginkan? Kenapa dia terus mencekoki hyura dengn wine?” gerutu Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun menendang kaki hyura dan mengisyaratkan agar gadis itu tidak lagi meneguk minuman beralkohol tersebut, dengan menunjukkan botol wine kemudian menyilangkan kedua tangannya didepan dada membentuk huruf X sambil menggelengkan pelan kepalanya. Hyura yang tidak mengerti maksud kyuhyun hanya mengernyitkan dahinya bingung “Mwo?” tanya hyura tanpa suara dan hanya ia tujukan untuk Kyuhyun

Kyuhyun menghela nafas kasar karena kesal hyura tidak mengerti isyrat yang ia berikan. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada hyura.

From : Cho Kyuhyun

Apa kau gila? Itu sudah hampir setengah botol!! Kau mau mabuk hah?

Hyura yang membaca pesan tersebut melirik Kyuhyun dengan Sinis dan segera membalasnya

To : Cho Kyuhyun

Jangan mengurusiku, urus saja pacarmu itu!!!!!!

Setelah membaca pesan balasan dari Hyura. Kyuhyun dengan cepat mengangkat kepalanya dan menatap Hyura tajam. Tapi gadis itu tidak peduli dan menikmati pertunjukan music yang tersaji didepan mereka.

“aku ke toilet sebentar” bisik Hyura pada Siwon. dan pria tersebut mengangguk mengiyakan. Melihat Hyura keluar dari ruang pertunjukan, Kyuhyun pun langsung menyusulnya dan memberikan alasan yang sama pada Victoria.

Beberapa pria yang berpapasan dengan Hyura di koridor menatapnya dengan seduktif. Dan membuat gadis itu tidak nyaman, tanpa sadar gadis itu menutupi lagi bahunya yang terbuka. Kyuhyun yang melihat hal itu langsung menariknya kearah keluar. “YA! Ya. Lepaskan aku!! Hyura mencoba melepaskan pegangan tangan Kyuhyun. tapi tenaga pria itu sangat kuat dan yang ada gadis itu justru menyakiti dirinya sendiri.

Dengan kasar Kyuhyun memasukkan Hyura ke mobilnya dan memacu kendaraaan tersebut di atas kecepatan rata-rata. “Ya! neo waegurae?” Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Hyura dan justru semakin menekan pedal gas dalam-dalam. Hal tersebut membuat hyura ngeri dan otomatis memegang erat sabuk pengaman yang melilit tubuhnya.

Kyuhyun memarkir sembarangan mobilnya di pelataran parkir Hotel. Tanpa berbicara sepatah katapun kyuhyun meninggalkan hyura begitu saja di dalam mobilnya. “YA! Cho Kyuhyun!! Neo Odiga?” Teriak Hyura tapi tidak di gubris oleh kyuhyun.

Hyura berlari mengejar Kyuhyun memasuki kamar hotel. Tapi kemudian Kyuhyun berhenti mendadak di pintu masuk dan membuat hyura menubruk punggung Kyuhyun. “Ya! kenapa kau….”

“eomma?” pekik hyura saat melihat ibunya dan hyuna duduk di ruang santai kamar president suit miliknya. “eo—eonje wasseo?” tanyanya gugup karena terlalu terkejut. Kyuhyun menundukkan kepalanya dan memberi hormat pada Nyonya Park.

“kalian sudah pulang? Hyura-ya Kemarilah!” perintah Nyonya Park lembut. Hyura pun mematuhi dan duduk di sebrang Hyuna dan Nyonya Park.

“kalau begitu, aku istirahat dulu di kamar” pamit Kyuhyun dan Nyonya Park tersenyum kemudian mengangguk. Pria itu sebenarnya penasaran dengan kedatangan mantan calon ibu mertuanya itu jauh-juah ke Jeju dan tiba-tiba. Tanpa memperdulikan etika yang pernah ia pelajari, Kyuhyun pun menempelkan telinganya ke daun pintu guna mencuri dengar pembicaran keluarga Park. Bahkan ia melemparkan ponselnya yang terus-terusan berdering begitu saja ke atas ranjang.

“Hyura-ya. kudengar belakang ini kau sering berkencan dengan Siwon. benarkah?” tanya Nyonya park memulai.

“aniyo eomma. Kami hanya berteman. Sebenarnya ada masalah apa sampai eomma jauh-jauh kemari?”

Nyonya Park mendesah dalam sebelum memulai dan Hyuna menatap kakaknya cemas “begini hyura-ya. beberapa hari yang lalu Keluarga Choi datang untuk melamarmu. Mereka menginginkanmu sebagai menantu Keluarga mereka. Dan ternyata eomma Siwon adalah teman sekolah ayahmu dulu. Tanpa bertanya atau berunding dulu pada eomma atau denganmu. ayahmu langsung menyetujuinya begitu saja. Tapi Menurut eomma ini adalah hidupmu dan masa depanmu. Kau berhak tau ataupun memutuskannnya, karena itu eomma datang kesini”

Hyura merasa seperti tersambar petir mendengar penjelasan eommanya. Tidak cukupkah kegagalan perjodohan yang dulu ia alami di usia yang sangat dini. Dan ditambah lagi sekarang ia harus menikah dengan temannya sendiri, hal yang tak pernah terlintas dipikaran gadis itu. “a aku tidak tau eomma, aku belum bisa menjawabnya” sahut Hyura lirih.

Nyonya Park mendekati Hyura perlahan dan mengelus rambutnya lembut. “eomma tau mungkin kau terkejut. Tapi pikirkanlah karena tuan Choi ingin segera pensiun dan ia tidak bisa menyerahkannya pada Siwon jika ia belum menikah”

“arasseo. Eomma. Aku akan memikirkannya” sahut hyura lemah dan tertunduk

“baiklah, kalau begitu eomma pamit. ayahmu tidak bisa di tinggal terlalu lama” Hyura dan hyuna pun bangkit mengantar kepulangan Nyonya park

***

Dengan pandangan kosong Kyuhyun memandangi ponselnya yang terus berkedip menandakan ada telepon masuk. “mianhe qiannie” hanya itu yang kyuhyun katakan saat mengangkat teleponnya, tanpa menunggu jawaban dari si penelpon, kyuhyun langsung menutupnya begitu saja.

pria itu terduduk dilantai dan menyenderkan tubuhnya di pinggir ranjang. Ia tersenyum miris mengingat apa yang baru saja ia dengar. “ternyata memang sudah berakhir 6 yang tahun lalu” gumamnya pada diri sendiri.

***

Setelah mengantar Victoria ke bandara, karena gadis itu memang harus kembali ke Seoul. Siwon mendatangi Hyura dan menanyakan keadaan gadis itu. karena tiba-tiba ia menghilang saat pertunjukan berlangsung. Siwon panic luar biasa saat menyadari Hyura tak kunjung kembali dari toilet. Dan gadis juga itu tidak menjawab panggilannya sama sekali.

Ting Tong

“Hyura-ya Gwenchana? apa terjadi sesuatu?” siwon langsung memberondong Hyura dengan pertanyaan-pertanyaannya saat melihat gadis itu yang membukakan pintu untuknya.

“bisa kita bicara?” tanya hyura datar tanpa menjawab pertanyaan siwon. pria tersebut pun mengangguk mengiyakan permintaan hyura. meskipun ia bingung kenapa gadis itu tiba-tiba berubah.

Hyura mengajak siwon ke taman belakang hotel yang menyuguhkan pemandangan Laut malam hari di Pulau Jeju. Mereka terdiam sejenak terlarut dalam pikiran masing-masing.

Ehem. Siwon beedeham untuk memecahkan keheningan diantara mereka “hyura-ya sebenarnya tadi……”

“eomma. Eomma ku datang “ potong hyura.

Siwon terlihat sedikit terkejut “mianhe. Kau pasti sudah tau sekarang tentang lamaran keluargaku” hyura mengangguk perlahan. Mereka terdiam sesaat sampai hyura menarik nafas panjang sebelum memulai lagi

“siwon-ah kurasa kita tidak….”

“Saranghae” potong siwon cepat. Dan secepat itu pula Hyura menatap Siwon dengan tatapan bingung. Kemudian Siwon menatap Hyura dalam dan mengenggam tangan hyura. dan gadis itu tidak menolaknya.

“saranghae hyura-ya. jeongmal saranghae”

“ta—tapi siwon-ah….”

“tolong dengarkan aku dulu Hyura-ya!” pinta siwon lembut. Dan hyura menunggu penjelasan siwon. “aku pasrah saat orang tuaku menjodohkanku dengan wanita pilihan mereka. Tapi aku tidak menyangka sama sekali bahwa wanita itu adalah kau. Ku pikir aku bermimpi saat ayahku bilang bahwa mereka telah melamarmu untukku. Dan selama ini aku bukan hanya menyayangimu sebagai sahabat tapi juga mencintaimu sebagai wanita.”

“si—siwon-ah” gadis itu merasa pikirannya kusut seperti benang kusut yang sulit diuraikan. ia mendapat 2 kejutan sekaligus. Pernyataan cinta dari sahabatnya. Yang bahkan sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri. karena selama ia di jerman siwonlah tempat ia berlindung.

“aku tau hatimu belum ada padaku. Tapi bisakah kau mencoba belajar mencintaiku juga? aku akan menunggumu. Hyura-ya”

***

Suasana aneh menyelimuti acara sarapan pagi di antara Hyura, Hyuna dan Kyuhyun. hyura yang sejak awal tidak berminat menyentuh makanannya hanya mentap kearah lain sambil mengaduk-aduk makanannya. Dan  kyuhyun sedang membaca Koran pagi miliknya seolah-olah tidak tau apa yang terjadi. Sedangkan Hyuna sudah mulai kesal dengan tingkahlaku kakaknya. Apalagi saat ia mengingat percakapan mereka semalam.

“eonni, apa kau yakin dengan perjodohan itu? aku tau siwon oppa orang yang baik. Tapi pernikahan bukanlah hal yang main-main” hyura menatap adiknya dalam. Entah kenapa saat ini harusnya Hyuna lah yang menjadi kakaknya. Karena ia lebih bisa berpikiran dewasa ketimbang dirinya sendiri.

Hyuna adalah tipe pemberontak tapi bukan seorang pembangkang. Berbeda sekali dengan Hyura yang selalu menjadi anak patuh dan selalu menuruti kemauan orang tuanya. Karena ia adalah anak tertua setidaknya dengan begitu ia bisa menjadi contoh panutan bagi Hyuna. “selama ini aku menuruti kemauan appa dan eomma, dan tidak ada yang melenceng dari hidupku. Lalu seandainya memang aku harus menikah. Dan selama  orang itu adalah Siwon kurasa aku tidak apa-apa”

“eonni!! Neo waegurae?” bentak Hyuna. Kyuhyun menurunkan Koran yang dibacanya kemudian melihat Hyura dan Hyuna secara bergantian. Sepertinya pagi ini ia akan menonoton perkelahian antar saudara. Sedangkan Hyura hanya mengangkat wajahnya malas dan menatap Hyuna datar “waeyo?”

Hyuna meletakkan garpunya dengan kasar ke atas piring dan menimbulkan bunyi dentingan yang keras. “eonni, apa kau selalu seperti ini? hanya diam dan pasrah. Apa kau itu tidak punya mulut hah? kau juga seperti ini saat dulu bertunangan dengannya” kyuhyun sedikit tersentak merasa sosoknya andil dalam pembicaraan mereka

“apa maksudmu Hyuna-ya?” Hyura bertanya seolah ia tidak mengerti apa yang di katakan adiknya. Seolah memang otaknya mendadak tumpul.

“kau jelas-jelas tau maksudku. Kau bertunangan dengannya karena kau diam dan pertunanganmu batal juga karena kau diam. Dan sekarang juga kau duduk disini karena kau DIAM” Kyuhyun menatap Hyuna dengan kesal. Bagaimana mungkin ia berkata begitu pada kakaknya.

Hyuna menyodorkan ponsel miliknya ke hadapan Hyura “cepat telpon Eomma. Katakan padanya yang sebenarnya! Katakan apa yang kau ingin kan!” perintah Hyuna dengan suara tinggi.

Hyura meghela nafas dan menatap Hyuna lembut “ini tidak seperti yang kau pikirkan Hyuna-ya”

“apa maksudmu tidak seperti yang ku pikirkan. Eonni aku ini tidak buta”

“kita bicarakan ini nanti” sahut hyura datar dan beranjak dari meja makan meninggalkan Hyuna dan Kyuhyun

“EONNI!!!”

“Park Hyuna. GEUMANHE” Kyuhyun tiba-tiba membentak Hyuna. Gadis itu sedikit terlonjak karena bentakkan Kyuhyun. “kakakmu itu bukan anak kecil lagi. diam dan berikan ia semangat adalah hal yang membantunya. ARRA!!!” Kyuhyun langsung beranjak menyusul Hyura. karena memang hari ini mereka harus memantau Farm Land buatan untuk Resort.

Hyuna yang tersadar dari keterkejutannya kemudian menatap kepergian Kyuhyun “ommo. Bagaimana mungkin ia terlihat begitu tampan dan keren?” Hyuna mengerutkan dahinya seolah berpikir keras “ kenapa aku merasa melihat Cho Kyuhyun yang dulu?” gumamnya lagi.

gadis itu ingat bagaimana dulu Kyuhyun sangat protecktive terhadap Kakaknya. Pria itu akan selalu marah jika ada yang mengkritik Hyura. bahkan Pernah suatu waktu ia dan Donghae berniat menjahili Hyura dengan meletakkan ular mainan di tasnya. Dan membuat Hyura menjerit ketakutan sampai hampir menangis. Mengetahui hal itu, kyuhyun hampir saja memukuli Donghae kalau saja eomma nya tidak mencegah hal itu. dan membuat Hyuna harus membuat 10 lembar surat permintaan maaf untuk Hyura.

***

“apa sebaiknya kita memperkerjakan penduduk sekitar untuk mendesain farm ini?” usul Hyura saat mereka sedang mengamati langsung pembuatan Farm buatan. “kurasa Usul Nona Park tidak buruk” sahut Hyukjae dan menatap Kyuhyun untuk meminta pendapat. “kita bicarakan lagi nanti dengan pihak pengembang” sahut kyuhyun acuh dan meninggalkan mereka. Tapi baru beberapa langkah ia berbalik lagi “Hyura-ssi jangan lupa siapkan perbaikan materi farm land ini!” perintah kyuhyun sebelum benar-benar pergi.

Hyukjae yang merasa aneh memandangi Hyura dan kepergian Kyuhyun secara bergantian. Sejak tadi mereka jarang sekali berbicara. Tidak seperti biasanya selalu adu pendapat dalam mengambil keputusan. “Kajja” ajak Hyura dan membuyarkan lamunan Hyukjae. “Hyura ssi, sebaiknya kalian pergi duluan. Ada yang harus kuurus terlebih dahulu”

“arasseo” sahut Hyura singkat dan beranjak meninggalkan Hyukjae. dan pria itu tersenyum penuh arti. “kuharap kalian menyelesaikan masalah kalian” gumamnya begitu ia tinggal sendirian “ahhh, sepertinya aku harus mencari mobil lain lagi” lanjutnya.

“mana HyukJae?” tanya kyuhyun begitu melihat Hyura masuk ke mobil sendirian.

“ada urusan katanya” sahut Hyura dingin dan Kyuhyun langsung memacu mobilnya kembali ke hotel.

Drrrrtttttt Drrrrrtttt

“ne siwon-ah. Aku sudah selesai. Kurasa nanti malam aku bisa. Arasseo. Sampai nanti” hyura mengakhiri panggilan singkatnya. dan sesekali Kyuhyun melirik ke arah gadis itu. “aku ingin materi rapat siap malam ini juga!!!” perintah Kyuhyun tegas. Lagi-lagi ia seperti menangkap sesuatu dari pembicaraan telepon Hyura barusan.

“arasseo” sahut Hyura malas tanpa memandang Kyuhyun. ia terlalu malas untuk membantah, karena yang ada mereka akan bertengkar dan gadis itu tidak punya tenaga untuk hal tersebut.

Tok…tok….

Hyura mengetuk pintu kamar Kyuhyun. setelah pulang dari tempat pembangunan Farm Land, gadis itu benar-benar mengerjakan apa yang diminta Kyuhyun. “ini, bacalah!”

“letakkan saja disitu” sahut Kyuhyun tanpa melihat Hyura. karena pria tersebut sedang sibuk dengan PSP nya. Hyura yang melihat hal tersebut hanya menggeleng pelan ‘memang tidak berubah’ batin Hyura.

Gadis itu meletakkan proposal yang ia buat di nakas meja dekat ranjang Kyuhyun. “Tunggu” panggil Kyuhyun saat Hyura baru beberapa langkah berjalan hendak keluar kamarnya.

Hyura berbalik dan menatap Kyuhyun “wae?” Kyuhyun melambaikan tangannya mengisyaratkan agar Hyura mendekat. Gadis mengerutkan dahinya bingung. “Apa?” tanya Hyura Lagi.

Kyuhyun beranjak dari sofa mengambil map pemberian Hyura dan langsung membuka dan membacanya. Tidak lebih dari 2 detik Kyuhyun membuka map tersebut ia langsung menutupnya lagi.”apa ini yang kau sebut Proposal?” tanya Kyuhyun dengan Nada mengejek

“coba kau lihat dulu, kau bahkan belum membacanya”

“apa menurutmu perusahaan ini tempat percobaan? Semua grafik yang kau buat bahkan berantakan. Kerjakan lagi dari awal!! Dan harus selesai malam ini!!!”

Hyura menatap Kyuhyun tidak percaya. Membuat lagi dari awal? Dan harus selesai malam ini? Apa dia gila? Bahkan Hyura melewatkan jam makan siangnya hanya untuk mengerjakan proposal itu.

Hyura merebut proposal itu dengan kasar dari tangan Kyuhyun “aku bukan bawahanmu jadi jangan memerintahku!!” kata hyura pelan tapi tajam. “aku bisa mengerjakannya kapanpun aku mau, dan aku akan memberikannya pada mu sebelum rapat gabungan” kata hyura lagi dengan nada sinis kemudian meninggalkan Kyuhyun.

“aishhhhhh” Kyuhyun mengacak rambutnya kasar

***

Kyuhyun berdiri bersedekap sambil bersandar di dinding di samping pintu kamar Hyura. pria itu sengaja menunggu Hyura keluar. Ia terlalu pengecut untuk mengetuk pintu kamar gadis itu.

Kyuhyun langsung terkesiap melihat pintu kamar Hyura terbuka dan gadis itu menampakkan dirinya kemudian menatap Kyuhyun bingung “apa yang kau lakukan disitu?”

Bukannya menjawab pertanyaan Hyura, Kyuhyun malah menatap Hyura intens dan menilisik penampilan gadis itu “kau sakit?” tanya Kyuhyun, bahkan make up pun tidak bisa menutupi wajah pucat mantan tunangannya itu.

Tentu saja wajah gadis itu pucat. Seharian ini ia tidak memasukkan apapun ke dalam tubuhnya. Tadi pagi saat sarapan ia malah bertengkar dengan Hyuna dan makan siang ia harus mengerjakan proposal yang Kyuhyun minta “aku baik-baik saja” Hyura baru hendak berjalan tapi lengan gadis itu ditahan oleh Kyuhyun.

“kalau kau sakit bilang padanya untuk kemari! Jangan kau paksakan dirimu! Sejak dulu kau selalu berpikir dengan sudut pandangmu sendiri, kau pikir dia akan senang melihatmu memaksakan diri seperti ini?” Kyuhyun terlihat emosi.

Hyura membalikan tubuhnya cepat dan menatap Tajam Kyuhyun “apa kau berpikir kau sangat mengenalku hah? apa bagimu membahas masa lalu begitu mudah?

Kyuhyun melepaskan pegangan tangannya di lengan hyura perlahan kemudian berbalik “lakukanlah sesukamu”

“geure, aku memang selalu melakukan apa yang menurutku benar, sampai kau sendiri muak dan memutuskan untuk membatalkan pertunangan kita” sahut Hyura cepat dan membuat langkah Kyuhyun terhenti. Pria itu menggertakan giginya dan berbalik menatap Hyura sinis

“Kau jangan lupa Nona Park, kau duluan yang meninggalkanku!”

“benarkah?” Hyura memutar bola matanya seolah berusaha mengingat masa lalunya. “dan kau juga jangan lupa Tuan Cho, kau duluan yang mengabaikanku”

“kau ini benar-benar lucu” Kyuhyun mendengus “setelah 5 tahun bertunangan kau bilang kau tersiksa dengan pertunangan ini dengan wajah penuh kesedihan. Lalu apa yang harus kulakukan pada saat itu?  bersikap tidak peduli?” Kyuhyun menaikkan nada bicaranya satu oktaf lebih tinggi

“aku—“ gadis itu tertunduk. Sulit baginya untuk melanjutkan ucapannya, karena hal itu akan membuka luka lama yang telah ia kubur. “benar. Aku memang tersiksa dengan sikap posesif dan overprotektif mu Dan benar. memang aku yang meninggalkanmu terlebih dahulu, tapi hal itu kulakukan karena saat itu aku… aku a..aku” hyura mengambil nafas dalam sebelum melanjutkannya kembali “aku sangat sangat mencintaimu”

Kyuhyun terperangah mendengar pengakuan Hyura.”saat itu sungguh masa yang sulit” lanjut hyura lagi “aku sakit dan kau terlalu sibuk dengan kuliahmu. Aku sungguh lelah dan saat itu kita begitu sering bertengkar. Kupikir jika kita memiliki waktu untuk berpisah sementara maka semua akan kembali tapi kau malah berkata semuanya telah berakhir”

Hyura mengangkat kepalanya dan  tersenyum getir “ sudahlah. Mengatakan hal ini sekarang sungguh aneh”

Hyura merasakan ponselnya bergetar ‘pasti siwon’ pikir gadis itu. karena ia sudah terlambat lebih dari 30menit. Hyura baru saja mengeluarkan ponselnya dan hendak mengangkatnya tapi Kyuhyun keburu merebut ponsel Hyura dan menjawabnya

“Hyura tidak akan kemana-mana malam ini” jawab Kyuhyun cepat dan melempar ponsel Hyura sembarang

“YA!! Cho Kyuhyun” gadis itu melotot dan Kyuhyun menatap Hyura dengan serius. Bagi pria itu pembicaraan mereka belum selesai dan jangan harap gadis itu bisa lari darinya.

“katakan padaku!!! apa pernyataan cintaku pada mu yang setiap hari itu hanya kau anggap angin lalu?? aku tidak peduli dengan rahim atau tumor sialan itu. yang kupedulikan hanya kau tetap benafas di sisiku”

“kau pikir orang tuamu akan membiarkan ku tetap menjadi menantu mereka kalau aku tidak bisa memberikan keturunan untukmu hah?”

“tapi setidaknya kau harus berunding dulu denganku sebelum pergi ke Jerman. Memangnya kau anggap apa aku ini?”

“dan seharusnya kau memahami posisiku saat itu, bukannya malah membatalkan pertunangan kita”

“jadi maksudmu ini semua kesalahanku??” tanya Kyuhyun tidak terima.

“terserah kau mau menyalahkan siapa!!!” sahut Hyura kesal. Tanpa memandang Kyuhyun ia masuk kembali kekamarnya dan menutup pintu sekeras yang ia bisa.

“isshhh Cho Kyuhyun bodoh” umpat gadis itu dengan suara bergetar.  Ia tidak suka mengungkit masa lalunya. Karena baginya luka itu belum sembuh dan masih basah. Dia menutupinya dengan rapat dan tidak pernah sekalipun ingin membicarakannya. Tapi malam ini ia lepas kontrol.

***

Paginya Hyura sangat terkejut melihat Ahra dengan santainya sedang sarapan di meja makan.

“eonni, kapan kau datang?” tanya Hyura

“oh hyura-ya kau sudah bangun? Aku baru tiba pagi ini dengan penerbangan pertama”

Hyura mengangguk mengerti. Dan tanpa sadar ia menoleh kearah pintu kamar Kyuhyun. Ahra mengikuti arah pandang Hyura kemudian mendesah pelan “Kyuhyun sudah kembali ke Seoul semalam”

“ah gereokkuna” sahut Hyura pelan dan tertunduk. Ia tidak terkejut sama sekali jika pria itu pergi. Mungkin karena apa yang mereka bicarakan semalam membuat Kyuhyun tidak merasa nyaman lagi di dekat Hyura. memang sejak kapan Kyuhyun nyaman di dekatnya?. Batin gadis itu.

Hyura mengambil tempat duduk disamping Ahra dan mulai menyantap makanannya sampai Ahra menyodorkan amplop putih untuknya. Hyura menghentikan makannya dan menatap bingung amplop tersebut dan Ahra secara bergantian.

“pulanglah Ke Seoul!” ujar Ahra menjawab pertanyaan yang belum sempat Hyura lontarkan.

“pulang? Lalu disini bagaimana?”

“jangan khawatir. Disini ada Hyukjae, lagipula proyek ini memang awalnya milikku bukan Kyuhyun ataupun kau. Aku minta maaf jadi merepotkanmu, Donghae bilang seharusnya kau tidak disini melainkan harus di kantor pusat untuk belajar menggantikan Park Ahjushi”

“gwenchana Eonni, aku akan menemanimu disini, lagipula ada proyek kegiatan resort yang sedang kurancang”

“proyek itu sepenuhnya sudah kuserahkan pada pihak pengembang dan kudengar kau juga sudah selesai membuat rancangannya jadi tidak masalah bukan? Dan jangan sia-siakan tiket ini” Ahra mengambil amplop yang berisi tiket pesawat dan meletakkannya ke tangan Hyura. Meskipun awalnya ragu tapi akhirnya Hyura menerima dan mengiyakannya.

***

“eonni, kenapa baru datang? Padahal sudah 4 jam lalu sejak Ahra eonni mengantarmu ke bandara”  kata Hyuna sedikit sewot saat ia menjemput kakakknya di bandara karena ia menunggu terlalu lama.

“Ya! Kapan kau pulang ke Seoul?” tanya Hyura Bingung, padahal kemarin ia masih bertengkar dengannya di Jeju.

“hehe kemarin, setelah bertengkar denganmu aku langsung pulang untuk menemui appa”

“Mwo? Menemui appa?”

Hyuna mengangguk semangat “eo, aku meminta appa untuk membatalkan lamaran yang di ajukan keluarga Choi”

Hyura melotot ke arah adiknya “Ya! Apa yang kau lakukan ? kenapa bertindak tanpa persetujuanku?”

Hyuna melengos dan sedikit mencibir “Kyuhyun oppa juga selalu begitu” gerutunya pelan tapi masih bisa tertangkap oleh telinga Hyura. Gadis itu merasa ada yang salah dengan pendengarannya. Apa barusan adiknya yang benci setengah mati pada Kyuhyun itu memanggil pria itu dengan sebutan ‘oppa’

“Oppa?” ulang Hyura dengan nada sedikit tidak percaya dan juga geli. “Ya! Sejak kapan kau memanggilnya oppa? Lagipula itu masa lalu, dia tidak berhak lagi atas diriku.

“sejak ia resmi menjadi calon kakak iparku, jadi aku memanggilnya begitu”

“sudah kubilang itu masa lalu” koreksi Hyura.

Hyuna mengangkat bahunya asal “kau akan tau kalau sudah sampai rumah. Kajja!” Hyuna menarik tangan kakaknya menuju mobil, sedangkan Hyura hanya menurut meskipun ia tidak terlalu paham apa yang di ocehkan Hyuna.

~

Hyura mematut pantulan dirinya dikaca sampai Hyuna menginterupsinya “semuanya sudah menunggu” Hyura mengangguk dan mengekori adiknya menuju garasi. Malam ini keluarga Park mengadakan makan acara makan malam di sebuah hotel kenamaan di Seoul. Tidak terlalu formal hanya makan malam biasa.

Langkah Hyura terhenti saat melihat Kyuhyun lengkap dengan kedua orang tuanya duduk di salah satu meja yang tersedia di restoran tersebut. “igeo mwoya?” tanyanya pada Hyuna, karena hanya dia yang terdekat dengan Hyura sedangkan kedua orang tuanya sudah jalan terlebih dulu dan bahkan hampir sampai di meja tempat Kyuhyun menunggu.

Hyuna tersenyum jahil “ kau akan tau setelah kita bertemu mereka” katanya sambil menarik tangan kakaknya. Hyura mengikuti Hyuna meskipun ia masih merasa ada yang ganjil.

“oh Hyura-ya, neomu bogoshippo” Nyonya Cho langsung berdiri dan memeluk Hyura erat. Wanita paruh baya tersebut terlihat sangat merindukan Hyura. Gadis itu terlihat canggung saat  membalas pelukan mantan calon mertuanya kemudian ia tersenyum kaku.

Hyura duduk persis di depan Kyuhyun sesaat setelah Nyonya Cho melepas pelukannya. Ia masih belum berani mengangkat wajahnya untuk melihat Kyuhyun.entah untuk alasan apa tangannya tiba-tiba mendingin dan berkeringat.

“tidak kusangka ternyata keluarga kita memang berjodoh” ujar ayah Hyura dengan senyum terkembang. Dan disambut tawa dengan yang lainnya. Hyura mengangkat wajahnya dan menatap satu persatu wajah bahagia yang ada di situ. Demi tuhan ia tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi.

“jadi bagaimana kalau kita langsung saja tentukan tanggal pernikahannya” usul Nyonya Cho penuh semangat

“pernikahan?” tanya Hyura bingung

“permisi, aku ingin bicara dengan Hyura” sahut Kyuhyun. tanpa persetujuan Hyura ia menarik Hyura kearah taman hotel yang letaknya tidak jauh dari restoran.

“oppa fighting” ucap Hyuna tanpa suara saat Kyuhyun menarik tangan kakaknya menjauh dan dibalas anggukan oleh Kyuhyun

~

“Lepas!!!” Hyura menarik kasar tangannya dari genggaman tangan Kyuhyun saat mereka sudah ada ditaman hotel. Hyura melemparkan pandangan sebal pada Kyuhyun, namun tidak dengan pria itu. “kita akan menikah” kata Kyuhyun datar. Tidak tersirat emosi sama sekali dalam ucapannya.

“apa kau gila?” kata Hyura dengan nada mengejek.

“mungkin. Aku juga tidak tau kenapa aku harus pulang tengah malam dengan pesawat pribadi karena pesawat komersil sudah tidak ada hanya untuk menemui orang tua mu dan meminta restu mereka sekaligus meminta mereka membatalkan rencana mereka untuk menjodohkanmu dengan keluarga Choi. Kau bisa beranggapan aku gila karena aku pun merasa begitu”

Hyura melongo mendengar penjelasan Kyuhyun “ke kenapa? Kenapa kau melakukannya?”

“apa kau masih perlu menanyakan hal itu?” tanya Kyuhyun kesal. Ia merasa wanita dihadapannya ini sama sekali tidak peka

“tapi bukankah kau membenciku? Karena Sikapmu sangat kasar padaku”

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sedikit malu untuk mengungkapkannya “aku bersikap begitu karena pada awalnya aku kesal padamu karena terus-terusan muncul di depanku. Aku menghabiskan waktu 6 tahun untuk melupakanmu dan aku menyadari hal itu sia-sia saat melihatmu pertama kali di rapat gabungan. Sebisa mungkin aku tidak melihatmu karena itu membuatku dadaku sesak. Kupikir itu hanya perasaan yang terbawa karena masa lalu, tapi selama kebersamaan kita di pulau jeju aku menyadari bahwa aku tidak pernah melupakanmu”

Hyura kembali membuka mulutnya saat mendengar penuturan Kyuhyun. ia pikir ia cukup mengenal pria di depannya ini. Karena selama ini Gadis itu beranggapan perasaan Kyuhyun telah berubah dan kedudukannya telah digantikan orang lain.

“lalu bagaimana dengan Victoria?”

“Victoria? Memangnya kenapa dengan dia?” kali ini Kyuhyun yang bingung

“bukankah dia pacarmu?”

“kapan aku bilang dia pacarku? Apa aku pernah mengenalkannya sebagai pacarku?”

Hyura menggeleng. Benar juga, ia hanya mengambil kesimpulan dari sudut pandangnya sendiri tanpa bertanya apapun pada Kyuhyun “dia hanya teman dekatku, saat kau tidak ada dia yang selalu menghiburku. Tapi aku tidak pernah menganggapnya lebih dari teman” jelas Kyuhyun dan sejujurnya Hyura sangat lega mendengarnya.

“jadi Park hyura ssi would you marry me?” Kyuhyun berlutut ala film holliwood didepan Hyura. Gadis itu terlihat salah tingkah dan terkejut melihat tindakan Kyuhyun.

“a ak aku akan memikirkannya” sahut Hyura gugup

“Ya! Wae? Kenapa tidak dijawab sekarang?” Seketika Kyuhyun bangun dan memandang Hyura sebal

“tentu saja aku harus memikirkannya. Aku tidak ingin seperti dulu lagi”

“kau tidak bisa menyamakan dulu dengan sekarang Hyura-ya. Dulu kita masih terlalu muda. Lagipula Apa kau tidak lihat bagaimana senangnya ibuku saat melihatmu tadi? Apa kau mau membuatnya bersedih hanya karena kau tidak mau menjawab lamaranku?”

“aisshhh kenapa kau bawa-bawa eomonim?”

“ahh kau terlalu lama” kata Kyuhyun tidak sabar dan menarik Hyura hingga tubuh mereka berdua menempel.

“Ya! Kau mau apa?” Hyura berusaha melepaskan diri tapi Kyuhyun justru semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Hyura. “ini tempat umum Cho Kyuhyun”

“kau pikir aku peduli? Sekarang jawab! Kau mau menikah dengan ku tidak?” pertanyaan Kyuhyun lebih terdengar seperti ancaman

“arra arra. Aku akan menjawabnya tapi setelah kau melepaskanku”

“ku tanya sekali lagi. Park Hyura apa kau mau menikah denganku? Jawab! Aku tidak akan bergerak sampai kau mau menjawabnya!!”

Hyura mendengus kasar, percuma ia berbicara pada pria keras kepala ini “baiklah tuan Cho Kyuhyun, aku bersedia. Kau puas??” sahut Hyura dengan nada menyindir tapi Kyuhyun tidak peduli dan tersenyum lebar.

“harusnya kau mengatakannya lebih cepat” sahut Kyuhyun dengan penuh kemenangan

“kalau begitu sekarang lepaskan aku!”

“ aku ingin kau berjanji satu hal padaku!”

“wae ddo?” Hyura mulai kesal dengan sikap Kyuhyun

“berjanjilah untuk tidak dekat-dekat dengan si Choi itu—maksudku ini berlaku untuk semua pria arra!!”

“kau memang Cho Kyuhyun yang kukenal” ujar Hyura dengan nada prihatin sembari menggelengkan kepalanya pelan

“terimakasih pujiannya Nyonya Cho” sahut Kyuhyun penuh bangga dan mengecup bibir Hyura singkat sebelum mereka kembali ke dalam restoran.

~END~

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , . Tandai permalink.

67 Balasan ke At Least I still Have You

  1. niza berkata:

    First kah
    wahhhhhh kyuhyun sm hyura kyk kucing sm anjing
    yaaaaaaa walaupun mrka brpisah slm 6 thn tp tdk mngurangi rasa cinta keduanya
    ceritanya bagus thor
    keep writing ya thor

  2. Kyu_achi berkata:

    Ending yg sweet eonni..
    Hehe
    actress and mariage nya ditunggu ya..:)

  3. kyuhyunistielf berkata:

    Gila…ff nya puanjang banget, aku smp ketiduran baca nya…paredise ranch kyuhyun version, kerennnnn,coba waktu itu kyuhyun yg beneran maintu drakor, pasti keren cocok bngt sm.karakter nya dia…..lanjut…

  4. Asdfghjkl berkata:

    Weh gak nyangka bakal sepanjang ini ffnya 😀 tapi bagus thor!! Keren keep writing thor, lanjutan ff yg Actress and Mariage jangan lama-lama ya! 🙂

  5. 13elieve berkata:

    Yah author…. Scene akhrnya knpa ga d.panjangin??? So sweet…. Kkkk hahah tpi ju”r ne thor ada d.bbrapa scene q byangin’a changmin bkan kyuppa… *korban drakor* kkkk
    pkoknya keren….. Mskpun ada typo” ttp daebakk ffmu….
    oh 1lg ff actress and marriage part 8 SANGATTT ditunggu…… Fighting! ^^9

  6. Henif Daru Utami berkata:

    ff-nya longshoot banget, hahaaaa panjangg bangeeeeetttt thor, bikin puas bacanya!
    Kekekeke, finally Happy Ending!
    *Yeay*
    Ternyata Hyura punya tumor rahim gitu ya?
    Sampai2 dulu dia mutusin buat break sama Kyu, huh… Akhirnya mereka bersatu lagi 😀

  7. fazriyah berkata:

    Yaampun tadinya aku iseng pengen baca tapi alur ceritanya bikin aku senyum sendiri..
    Nice ff 🙂 😀

  8. minrakyu berkata:

    jadi hyura ntu tumor rahim ya???

    walaupun udah kepisah 6 tahun tetep aja yah g bakal bisa dilupain

  9. vievie berkata:

    very very longshoot^^

    nice story

  10. amanda berkata:

    keren, trus crtany ngak ngebosenin 😀
    thor bkin sequel kyakny keren tu

    thor bkin sequel ya ya ya ?

  11. deenachoi berkata:

    great! I like it

  12. anastasia erna berkata:

    keren..thor
    karakter nya cocok banget ma kyu…

  13. jangrihyun berkata:

    omo! akhir yg romantis. jd hyura sakit gitu? bisa g kl ksih sequel thor?

  14. Diana Park berkata:

    Sungguh aq tak bs koment…rasany bibirq kelu..authornim knp kau sungguh lihai dlm hal mengaduk2 hati n perasaanq *lebay..
    Tp bnran karya sgt sgt sgt…neomu neomu neomu daebakk…aq berdoa smg Tuhan sll memberimu ide2 indah utk menghasilkan karya2 spektakuler..p.s. Hrs kyu yg jd maincastny…gomawo..ni benern sesuai khayalnku ttg mu kyu he…

  15. Wanda berkata:

    Woah unnie keren fillnya dapet bangett so daebakkk. . .
    Aku selalu mampir di blok unnie lhoh #gak nanya plak

  16. jung ha in berkata:

    Whoaaaaaahhhh keren……………(y)(y)(y) meski trpisah sekian tahun, tapi hati mereka masih sama…………kisah cinta Ɣƍ abadi…….

  17. kyuhaehee95 berkata:

    So sweeeet^^
    Longshootnya looooonngggg bangeeet 🙂
    Nice story 😀 love itu^^

  18. khunong berkata:

    long long longshoot. akhirnya happy ending jugaaaa..

  19. eunhyuk berkata:

    knp sih harus ya klo ff kyu harus ada nenek sihir si vic jadi cewek penganggu,emng tuh cewek pantes jadi cewek gatel,cewek murahan dasr tuh si pigtoria tante girang

  20. nury choi berkata:

    Aaaakkkkhhhhhh. Kerennn.

  21. abrian berkata:

    Wiiihhhhh suka bngt ff ini, suka ama karakter cast nya. . . Thankssss

  22. skyd91 berkata:

    Aku suka momen kyuhyun-hyura, wlwpun lebih mirip kucing en anjing yg berdebat mulu tp satu sama lain kan saling memperhatikan…kkk

  23. entapi berkata:

    jujur…… ini harus ada sekuelnyaaaaa huhu seru bangeeett!!!

  24. Risya-Arfe berkata:

    keren_ _ _
    biar long shoot tapi feelnya dapet…

    buat squelnya dong 😉
    please…

  25. Cho handa berkata:

    kau memang cho kyuhyun yg ku kenal wkwkwwkk… ngakak pas lihat hyura melontar kan kata2 itu. iya cho kyu memang protecktif sama pacar ya. apa lg kalau pacar ya sampai deket sama org setampan Choi Siwon. udh pasti kyu takut tersaingi -,,-

  26. myeon myeon berkata:

    Bener2 ga disangka ternyata kyuhyunnya ga pacaran sama victoria, padahal mereka nempel terus, taunyaaa….
    Sweet banget endingnya, kyu nya pemaksa tapi tetep manis, hehehe sequel actress and marriage ditunggu yaa kelanjutannya, keep writting eonni, terus berkarya yaaah 🙂

  27. Aristyana berkata:

    Kkk kyu oppa ngeselin bgt..tp ujung2 ya masih sayang ama hyura

  28. yua berkata:

    suka ffnyaa^^

  29. Hana berkata:

    Waahhh.,
    Daebak Thor,, sampe geregetan sendiri.,

  30. hinata berkata:

    Bc kisahnya menguras hati
    😛

  31. Kanrinrin berkata:

    Anyeong, Kenalin aku adalah salah satu PDD kamu thor, Alias Pembaca Diam2, Hihihi maaf ya thor soalnya baru sekarang aku bisa koment soalnya aku keseringan buka pake hape jadi agak sulit, Aku ngikutin FF kamu dari My Misterious Girl,, Keren thor FF kamu, Dan saat aku baca ada feel yang tanpa sadar menunjukkan kalau itu FF kamu, Kayak ciri khas gitu deh, Jadi rasanya beda baca FF kamu…

  32. SungHye berkata:

    wuaa~
    Daebak , bikin geregetan waktu baca . hihi

  33. vany berkata:

    huwaaa kereenn thor^^…anneyong aku reader baru disini^^….keep writing thor^^….”fighting^^

  34. hyunsoo28 berkata:

    iiihhhh bagus bangeeettt
    sempet penasaran dari awal kenapa dulu mereka pisah sihhhh
    eh terjawab semua sekarang, nasib siwon gimana ya thor..
    ga ada yg perlu di comment.in
    ini ush bagus bgt, panjang pula .. puasss bacanya hahaha

  35. heeyeon berkata:

    manis longshot yg keren

  36. tiwiw berkata:

    suka bagian endingnya ^^
    kereeeennnn

  37. desak chintia berkata:

    Bener” longshot smpk 3 hari bcanya *eh
    ff nya daebak thor , suka bgt 🙂
    Pertama mreka bertengkar mulu, nah akhirnya bersatu kembali :’)

  38. Maulina Jelita berkata:

    Aigoo~~ romantis banget pasangan kyura ini,,, aku jadi terhura (?) apalagi pas kyuhyun ngajak nikah,,,, moga ada sequelnya
    KEEP WRITING thor~~ (‘o’)9

  39. hartini berkata:

    Jjang bqlik lagi deh aku 🙂 .hehehehe
    Greget bget deh baca ff ini , maraham mulu sih tpi itu yg bikin seru nya . Apa aku terlalau berlebihan ? Pas kalimat “aku memang tidak punya perasaan karna perasaan ku sudh ku buang 6 thun yg lalu” klw ga salah kalimta’y bgtu hehehe, lansung ngena bnget bnget ke hati . Aigoo hyura begitu bruntung punya adik sprti hyuna, yaa walaupun terlalu berisik hehehe 😀 . Aku kira yg dpet peran oppa hyura leeteuk tpi skrang jtuh ke tngan bang ikan. Terus lah menulis maka aku akan terus mambaca’y^^
    Author fighting (^_^)/ . Khamzahamnida

  40. haemi berkata:

    edan bener haha koplak thor
    senyum2 sendiri bacanya
    suka banget sama karakter tokohnya

  41. shinmin berkata:

    Fanfict Hoon-ssi ga pernah bikin bosen. Ceritanyapun ga mudah ditebak. Aku menikmati banget. Thanks author.
    Author Fighting!

  42. uie93 berkata:

    Haduuh . Berantem kayak anjing sama kucing . Ujung2nya nyambung lagi kan ? Wkwkwkw
    Pasangan yang lucu .

  43. doublewin berkata:

    Keren sumpah! Hahaha gua suka ff yg model bgini! Good job!

  44. sakura berkata:

    .mreka lucu bgt ha ha
    .ternyata masih mrka masih saling suka:)

  45. Kemampuan menulis kakak bertambah yah :p
    Ff actress and marriage itu lebih bagus dri pada ini :p *ditabok*
    Tpi ceritanya bagus. Cuma agak kurang sreg.. Hoho

  46. lovey denalisa berkata:

    sumoah sooo sweeeet nya gg jetulungan bgt. haduhhh orang2juga pada fukung mereka….kekr

  47. allyn berkata:

    AkhirnyaA balikan juga.. sebel kalo mereka terus2an bertengkar n sama2 gengsi.. padahal saling cinta huh
    tp syukurlah semua berakhir baik 😉
    Serasa kyu emang nyebelin n childish bgt disini kkk

  48. Multazam Nuzul berkata:

    kyaaaa mereka nikah juga
    kyu kereen deh :3

  49. Khairunnisa berkata:

    Wooaaahh,
    unyu beeetttt.
    Konflik nya kereeeen, penyelesaiannya keren, mungkin bahasanya aja yg agak kurang rapi, namanya ada yg kebalik XD selebihnya, perfect !!
    😉 author fighting! 😉

  50. 최윤라 berkata:

    Ending nya Oh my God :O knpa ga diterusin ke kiss yg lebih ‘serius’ thor +3+ yadong kumat ! 😀 suka banget sama adegan jitak menjitak nya Ahra eonni ke Kyu oppa waktu dikantor -3-// aku jadi bisa liat sisi lain nya dia di ff ini haha ..
    keseluruhan aku sukaaaa .fighting ya thor ^.^)99 !
    Regards,
    최윤라~~~~

  51. Trisia berkata:

    Hallooo… q pngunjung bru. Ijin bca yha thor..:-D. Ff nya kren bhasanya jg gmpng di mngerti pko’nya daebak buat authornya.

  52. myandromedalee berkata:

    kirain bakalan sad ending, taunya malah sebaliknya. dan ya… kyuhyun emang engga sesempurna tuan choi, tpi seengganya dia engga alaya -.- suka sama krakter kyuhyun disini

  53. Yoon Hyemi berkata:

    Jadi dlu mereka putus itu krn slah paham??
    Hyura pernah sakit?? Gitu???
    Putusnya mereka dlu aku masih krg jelas nih.
    Hehehe
    Mianhae.. :p
    Tapi suka kok sm mereka disini.

  54. nia kurnianti berkata:

    duh,, ini kurang lagi,,
    kiss nya,, kiss nya,, kekeke

  55. kkuma berkata:

    jadi putusnya gara” hyura punya penyakit?
    Ok, keren ceritanya 🙂

  56. atif309 berkata:

    awal ceritanya rada bingung ..
    tapi suka banget sama sifatnya hyura yang terkesan bisa ngendliin emosii .. kyuhyun ama hyura kalo lagi berantem .. omejihhh .. keren ngetsss … 😊😇

  57. Shinherin berkata:

    Rameee bangett. Berasa nontin drama korea #lol
    Endingnya ngga nyangka bgt, happy ending and so sweetttt.
    Suka bgt ama karaktee hyura yg ngga jaim, coolll…

  58. SparKyu berkata:

    huaaa..
    FFnya d sini ceritanya kece2 (y)
    dan karakternya Kyu posesif banget klo ke Hyura..
    Nice FF (y) (y)

  59. kyuwonhae's wife berkata:

    Oooommmoooo…. jd krna overprotektif sma hyura sakit mkanya dia ninggalin kyu? Gtu kan? TP skrg mrka udh sma2 lgi hehe

  60. Mrs.Donghae berkata:

    Hahaha…kesalah pahaman mereka lama bgt sampai mereka saling menduga yg bukan2.
    Senang’a cerita ini happy ending. Tpi sayang, adegan romantis mereka sedikit bgt.

  61. Han Cemunung berkata:

    CLBK*cinta lama belum kelar# dan akhirnya kelar juga dengan happy. Mungkin dulu mereka kurang dewasa untuk memahami satu sama lain makanya butuh break lebih dulu buat memastikan cinta sejatinya. Kurang nich keromantisan kyura banyakan mereka banyak adu mulut terus, dan endingnyapun kurang panjang kiss nya*plak yadongkumat#
    Terharu sama kyu mau nerima huura apa adanya. Dan terakhir itu.sifat kyu bangets dech selalu overprotektif sama hyura.
    Suka pas scene rambut hyuratersangkut ke ikat pinggangnya kyu apalagi pas semua umpatan bodoh sama-sama keluar dari mulut mereka dan taraaa …monyet yadong datang…kkkk
    Keep fighting…

  62. dalmishu berkata:

    suka endingnya…

  63. Lia puspita berkata:

    Ya ampun cho kyuhyun ternyata di balik sikap nya yg kasar sama hyura dia tuh ternyata masih cinta ya sama hyura,oohhh sweet banget deh ending nya romantis banget

  64. Widyaa berkata:

    Happy ending… voba ada before storynyaa thor,mungkin tambah bagusss. Trs hyera itu punya tumor/kanker rahim?

Tinggalkan Balasan ke allyn Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *