At Least I still Have You

Judul Cerita     :  At Least I still have You

Author            : Jeonghoon20180

Main cast         :  Cho Kyuhyun, Park hyura(Oc),

Genre              : romance

at least i still have you

Judul FF ini ga ada hubungannya sama sekali sama lagunya SJM yah, FF ini terisnpirasi dari  drama Paradise Ranch nya Changmin, jadi ada beberapa adegan yang saya ambil dari drama itu. nah yang lagi nunggu-nunggu kelanjutan Actress and Marriage sabar yah, FF nya masih otw ^^


Okey cukup sekian cuap-cuapnya. Happy reading dan jika berkenan silahkan di comment ^^

***

Putih. Itulah yang terlihat saat pertama kali seorang gadis menjejakkan kakinya kembali di negara asalnya. Korea selatan. Saat ini sudah pertengahan bulan Desember yang menandakan musim dingin di Negara tersebut. Gadis itu semakin merapatkan mantel tebalnya saat berjalan menuju pintu keluar bandara incehon.

 Seorang wanita paruh baya dan seorang gadis yang terlihat lebih muda, sedang berdiri tidak sabar menanti kedatangan seseorang. “eonni” panggil gadis yang tengah berdiri disamping wanita paruh baya tersebut saat ia melihat orang yang ditunggunya menampakan diri dari kerumunan orang yang memadati bandara incheon

“eomma, Hyuna-ya” gadis yang baru keluar dari pintu kedatang luar negri tersebut langsung berlari begitu ia mendengar suara yang familiar memanggilnya. Mereka bertiga langsung berpelukan dan tersenyum dengan gembira. “wah, tidak kusangka aku sangat merindukan kalian” ucap gadis tersebut setelah mereka melepas pelukannya. “dasar anak nakal, apa jika aku tidak memohon-mohon padamu kau tidak akan pulang hah?” wanita paruh baya tersebut menoyor pelan kepala anaknya.

“hehehe mianhe eomma, setidaknya sekarang aku merasa sempurna setelah kembali bersama keluargaku” gadis itu tetap tersenyum ceria sambil mengamit tangan kedua orang tersebut “kajja, aku tidak sabar ingin cepat sampai rumah”

***

“ini dimana eomma?” gadis itu bertanya saat mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan gedung apartemen yang menjulang tinggi. Setau gadis itu mereka memiliki rumah, tapi kenapa mereka justru berhenti di sini? Apa jangan-jangan selama ia meninggalkan Negara itu, kedua orang tuanya jatuh miskin dan menjual rumah mewah mereka.

“hadiah kepulanganmu eonni” jawab Hyuna lantang dan membuyarkan imajinasi liar gadis itu mengenai keadaan ekonomi keluarga mereka. Gadis itu membulatkan matanya seketika “jeongmalyo? Eomma untuk apa membelikan apartemen semewah ini? aku kan bisa tinggal dirumah” wanita paruh baya tersebut hanya tersenyum dan menggandeng kedua putrinya memasuki gedung apartemen tersebut. “jangan protes sampai kau lihat apartemenmu”

Begitu mereka menutup pintu apartemen yang baru saja mereka masuki tampaklah seorang pria gagah yang tengah berdiri menunggu kedatangan tiga wanita cantik itu. “Donghae oppa!!” pekik gadis tersebut dan langsung menghambur kepelukan pria yang dipanggil Donghae itu. “wah sepertinya kau sangat merindukanku Park Hyura ssi?” ledek Donghae dan Hyura langsung melepaskan pelukannya, menatap Donghae tajam “jadi, kau tidak merindukanku eh?” Donghae hanya terkekeh dan kembali memeluk gadis itu. saking rindunya Donghae tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata dan hanya melalui tindakannya.

***

Hari itu hyura memutuskan untuk menginap dirumahnya karena ia sangat merindukan kamarnya. Alasan ibunya membelikan apartemen karena gadis itu akan menggantikan ayahnya yang sudah tidak sanggup lagi memimpin perusahaan. Sudah di pastikan kesibukan yang luar biasa menantinya. Sedangkan jarak dari rumah ke perusahaan cukup  jauh jadi Nyonya Park membelikan apartemen yang bersebrangan dengan Park Building.

Alasan itu pula yang menyebabkan Hyura kembali dari jerman. Ayah nya sudah sakit-sakitan semenjak tahun lalu dan sejak tahun lalu juga ibunya terus-terusan memintanya untuk pulang tapi Hyura selalu beralasan ia tidak bisa meninggalkan study nya dan sekarang ia telah mendapatkan gelar strata nya dan ia juga sudah tidak mempunyai alasan untuk tidak pulang.

Selama setahun ini Tuan Park tidak bisa menjalankan perusahaan secara maksimal, Donghae lah yang membantunya, tapi Donghae yang notabene hanya saudara jauh dari Nyonya Park tidak memliki kekuasaan penuh di Park Enterprise.

“appa, kurasa aku belum bisa memegang penuh perusahaan, aku masih harus banyak belajar. Jabatan direktur itu biar tetap Donghae oppa yang mendudukinya” Hyura memulai berbicara ketika mereka semua berkumpul di ruang tengah kediaman keluarga Park. “andweyo” sahut Donghae tidak setuju. Dan Hyura menatapnya sebal. “waeyo oppa?”

“kau yang harus menggantikan ajushi, aku akan mendampingimu dan mengajarimu” jelas Donghae. semenjak pria itu membantu keluarga Park menjalankan perusahaan, banyak muncul berita miring mengenai dirinya yang dianggap mengambil keutungan dari Park Enterprise dan Donghae ingin membuktikan bahwa hal itu tidak benar

“tapi aku sama sekali tidak mengerti bisnis atau pun perusahaan oppa. Dan kuliahku sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis. Bagaimana kalian bisa memberikanku tanggung jawab yang begitu besar padaku?”

“Hyura-ya” ujar tuan Park lembut menenangkan putrinya “aku setuju dengan usul Donghae, kau harus mulai belajar menjalankan perusahaan”

“tapi appa….” Tuan Park mengangkat sebelah tangannya mengisyaratkan agar Hyura mendengarkannya terlebih dahulu. Gadis itu pun menurut dan membungkam mulutnya rapat-rapat. “Donghae akan tetap menjabat sebagai direktur sementara sampai kau benar-benar bisa menjalankan perusahaan sendiri.. jadi mulai besok kau akan bekerja bersama Donghae. mengikuti perintahnya dan jangan membantah!!!”

Hyura mendesah pasrah “ne appa. Arraseo”

“ajushi bisa mempercayakannya padaku” janji Donghae.

***

“ini bahan untuk meeting pagi ini, baca dan pelajari baik-baik! Kau hanya punya waktu 30 menit” Donghae memberikan beberapa lembar map pada Hyura. dan gadis itu mengernyitkan dahinya tidak suka mendengar kata ‘meeting’. Oh ayolah ia baru masuk satu hari tapi ia sudah harus dihadapkan pada berkas-berkas yang ia tidak mengerti sama sekali.

“aku hanya perlu duduk diam dan mendengarkan rapat kan? Apa aku harus mempelajari hal semacam ini juga?” Donghae mendesah pelan. Ia tau benar gadis dihadapannya ini sangat membenci hal yang berbau bisnis, tapi ia diberi tanggung jawab untuk menjadikannya seorang pemimpin. Dan mau tidak mau Donghae harus ekstra sabar mengajarinya.

“kau tidak hanya duduk diam, tapi kau juga harus memperkenalkan dirimu di depan semua peserta rapat. Dan ini!” Donghae mengacungkan persis didepan muka hyura berkas yang baru saja ia serahkan pada gadis itu “proyek resort terbaru kita, kau harus menguasinya sebelum rapat nanti. Oh ya kau jangan lupa, perusahaan kita sudah sejak lama merger dengan Cho Corporation dan di rapat nanti akan ada Cho Kyuhyun dan Ayahnya. Kau sudah tau hal itu bukan sebelum memutuskan kembali ke Negara ini?” Donghae sedikit memperingatkan Hyura bagaimana hubungan gadis itu dengan pria yang bernama Cho kyuhyun. sebenarnya Donghae pun tidak terlalu menyukai kenyataan ini. melihat Hyura harus berhadapan lagi dengan ‘mantan tunangannya’. Hal itu seperti membuka luka lama adik kesayangannya.

Hyura mengambil berkas yang ada ditangan Donghae dan mulai membacanya “aku tau, kau tidak perlu khawatir” ujar Hyura santai tanpa mengalihkan matanya dari kertas-kertas yang ada di hadapannya sekarang. Mendengar hal itu Donghae mendesah lega.

12 tahun yang lalu Park Enterprise dan Cho Corporation melakukan merger dengan investasi yang sangat besar. Untuk membangun sebuah kepercayaan satu sama lain kedua belah pihak memutuskan untuk menjodohkan putra dan putri mereka dengan harapan dapat menyatukan kedua perusahaan besar tersebut dan menjadikannya satu perusahaan terbesar di korea selatan.

Tanpa memperdulikan latar belakang bisnis yang menjadikan alasan Hyura dan Kyuhyun bertunangan sejak kecil. Toh sebenarnya mereka menyukai satu sama lain. Sejak mereka di pertemukan dalam acara perjodohan kyuhyun langsung jatuh hati pada gadis kecil cantik yang orang tuanya bilang, kelak gadis itu kan menjadi pengantinmu. Betapa senangnya kyuhyun ia bisa mendapatkan pengantin secantik itu, pikirnya saat itu.

Sejak saat itu Kyuhyun dan Hyura selalu terlihat terus bersama-sama. Dimana ada Kyuhyun disitu pasti ada Hyura. mereka seperti belahan jiwa yang tak terpisahkan. Saat mereka sedang bermain bersama, banyak yang bilang mereka seperti pasangan malaikat. Bagaimana bisa tuhan menciptakan pasangan dengan wajah sesempurna mereka. Tapi lain halnya jika mereka sedang jahil maka mereka akan dikatakan sebagai pasangan iblis.

Sampai sekolah menengah Hyura bahkan sulit mendapatkan teman karena Kyuhyun selalu mengklaim Hyura sebagai miliknya dan tidak boleh ada yang mendekatinya. Meskipun Kyuhyun hanya menekankan pada para pria namun para gadis pun menjadi segan mendekati Hyura meskipun hanya untuk berteman.

Meskipun bagi Kyuhyun hanya memiliki Hyura itu sudah cukup baginya, namun tidak dengan Hyura. terkadang ia juga ingin menikmati waktu bersama para teman perempuannya. Tapi Kyuhyun justru mengatakan jika ia hanya butuh teman bergosip maka ia bisa mengajak Hyuna atau Ahra noona.

***

Hyura berjalan beriringan bersama Donghae menuju ruang rapat. Dari kejauhan ia bisa melihat siluet tubuh pria yang sudah hampir 6 tahun ini tidak pernah ia temui lagi. ”Kyuhyun-ah, Cho Kyuhyun” Hyura melambaikan tangannya, mencoba memanggil Kyuhyun tapi pria itu dengan dinginnya mengabaikan panggilan Hyura dan mempercepat langkahnya memasuki ruang rapat.

Sesuai instruksi Donghae, Hyura memperkenalkan diri sebagai putri pemilik Park Enterprise dan mempresentasikan proyek baru mereka. Selama rapat itu pula Kyuhyun sama sekali tidak memandang Hyura. begitu pun saat rapat berakhir ia buru-buru bangkit dari kursinya dan segera meninggalkan ruang rapat.

“Kyuhyun-ah, Cho Kyuhyun” Hyura terus memanggil Kyuhyun dan mengejarnya “Ya! Cho Kyuhyun!!” akhirnya pria tersebut berhenti dan berbalik menatap Hyura dengan malas “Wae?” tanya Kyuhyun ketus

“apa kau tadi tidak melihatku? tadi aku memanggilmu sebelum rapat dimulai” Hyura berusaha berbicara baik-baik dengan pria di depannya ini

“aku melihatmu” jawabnya singkat

“kalau kau melihatku kenapa kau pergi begitu saja? Kita sudah lama tidak bertemu. Seharusnya kita saling menyapa atau…..”

“kita tidak memiliki hubungan dimana kita harus saling menyapa” potong kyuhyun dingin dan mulai berjalan meninggalkan hyura.

Hyura tidak menyerah dan tetap mengejar kyuhyun, mensejajarkan langkah mereka sampai akhirnya Kyuhyun harus berhenti di depan lift, menunggu pintu besi itu terbuka. Dan Hyura dengan polosnya  masih setia berdiri disamping pria itu. “ada lagi yang ingin kau tanyakan?” Tanya kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.

“sudah lebih dari 6 tahun, bagaimana kabarmu?” Tanya Hyura seceria mungkin. Ia ingin mempunyai hubungan baik dengan pria yang pernah menjadi tunangannya tersebut. Setidaknya mereka akan sering bertemu mengingat perusahaan mereka tengah bekerja sama. Dan gadis itu ingin memulainya dengan cara yang benar.

“bagiku, bagaimana kau hidup selama 6 tahun ini, aku tidak tertarik untuk mengetahuinya” Hyura menatap Kyuhyun kesal. Bagaimana pria itu bisa berbicara seperti itu padanya. Tapi gadis itu berhasil menguasai emosinya. “ya! kenapa kau selalu seperti ini?? ini pertama kalinya dalam 6 tahun kita bertemu kembali. Apa kau tidak senang?”

Kyuhyun mendengus dan menatap hyura sebal “aku tidak senang!! Dan aku tidak menyukainya, jadi sekarang pergilah!!” Kyuhyun langsung masuk kedalam lift begitu pintu itu terbuka. Dan memencet tombol segitiga saling berhadapan berkali-kali agar pintu lift segera tertutup.

Duakkk

Hyura menendang pintu lift yang baru saja tertutup. “aisshhh napeun” umpat Hyura. Ia tidak menyangka pria itu masih marah padanya. Ia pikir waktu 6 tahun cukup untuk membuat pria itu melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu.

***

“yeobo, kudengar putri keluarga Park sudah kembali dari jerman?” Tanya Nyonya Cho pada suaminya. Saat ia sedang mengantarkan minuman ke ruang kerja Tuan Cho. “ne, tadi aku melihatnya saat rapat gabungan. Sepertinya ia sudah sehat” sahut tuan Cho tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang menumpuk di mejanya

“apa kita bisa melanjutkan perjodohan itu? aku sangat menyukai Hyura dan Kyuhyun juga sepertinya masih belum bisa melupakannya”

Tuan Cho mendesah pelan dan menatap istrinya lekat “aku tidak ingin memaksa mereka lagi, seandainya Kyuhyun masih mencintainya biarkan ia mengejarnya dengan jalannya sendiri. dan jika tidak biarkan ia mencari pendamping hidupnya sendiri” ucap tuan Cho bijak

“tapi yeobo….” Nyonya cho berusaha membantah tapi suaminya dengan cepat menyela ucapannya “yeobo, tidakkah kau ingat bagaimana hancurnya Kyuhyun dulu saat Hyura meninggalkannya? Aku tidak mau hal itu terjadi lagi pada anak kita” Nyonya Cho mengangguk pasrah mendengar penjelasan suaminya. Karena sebagai seorang ibu ia juga tidak ingin melihat anaknya menderita unuk kedua kalinya.

***

Dengan sangat menjatuhkan harga dirinya, Hyura mendatangi kantor Kyuhyun karena gadis itu mendengar bahwa Cho Corporate tidak akan ikut andil dalam pembangunan resort baru mereka di Jeju. Padahal sepengetahuan Hyura, proyek resort tersebut diajukan pertama kali oleh Cho Corp, tapi tiba-tiba saja mereka lepas tangan.

Hyura melempar map yang ia bawa langsung ke meja kerja Kyuhyun. dan pria itu menatap tajam gadis yang dengan tidak sopannya menerobos masuk kantornya. “jesoanghamnida sajangnim, nona ini memaksa…..” kyuhyun mengangkat sebelah tangannya menandakan tidak perlu melanjutkannya. Seakan mengerti, wanita yang menjabat sebagai sekertaris kyuhyun itu pun langsung pamit meninggalkan pria dan wanita yang kini tengah perang aura.

“kenapa tiba-tiba kalian mundur?” Hyura langsung menuntut Kyuhyun dengan pertanyaannya. Dengan santai Kyuhyun bangkit dari kursi kebesarannya, berjalan mengitari mengitari mejanya dan kemudian menyenderkan tubuhnya dipinggiran meja sambil melipat kedua tangannya “kami memang tidak pernah berniat bergabung dalam proyek itu” sahut Kyuhyun santai

“bukankah rencana awal itu berasal dari kalian? Dan kemarin apa kau tidak mendengarkan apa yang kusampaikan mengenai pengembangannya? Bahkan presdir sudah setuju lalu kenapa kalian tiba-tiba mundur?”

 “awalnya itu hanya sebuah usulan lagipula kami belum memutuskan apa-apa, dan kupikir kalau kau yang tidak berkompeten di bidang ini justru memimpin proyek resort itu, kami tidak yakin dengan hasilnya, jadi aku memutuskan untuk tidak ikut berpartisipasi” Kyuhyun menatap Hyura dengan pandangan meremehkan

Hyura menggertakan giginya. apa dia bilang? tidak berkompeten? Rasanya gadis itu ingin melemparnya keluar jendela. “kau bilang apa?” Hyura sedikit menggeram saat melontarkan pertanyaan tersebut.

“kusarankan sebaiknya kau mencari partner lain nona Park” kata kyuhyun lagi tanpa menanggapi pertanyaan hyura. gadis itu menyipitkan matanya memandang kyuhyun penuh amarah “terima kasih atas nasihat anda tuan Cho Kyuhyun” hyura memberi penakanan saat menyebut nama kyuhyun dan ia pun melenggang meninggalkan Cho Corporate dan tidak lupa ia mengambil proposal yang sempat ia lempar ke meja Kyuhyun.

Brakkkk

Kali ini tong sampah besi yang menjadi sasaran gadis itu. ia menendang tong sampah yang terletak tepat di depan lift sampai isinya berceceran keluar. Beberapa karyawan Cho Corporate memandang heran gadis yang tengah mengumpat didepan lift dan beberapa saat sebelumnya menumpahkan isi tong sampah didapannya. “Apa yang kau lihat?” bentak hyura pada salah satu seorang pria yang tertangkap mata tengah memandanginya. Pria tersebut langsung mengkeret dan menyingkir dari situ.

***

Pletakkk

Ahra memukul kepala kyuhyun dengan gulungan kertas yang cukup tebal. Dan membuat pria tersebut melemparkan death glarenya pada kakak perempuannya itu “Yakk!! Noona, apa yang kau lakukan?”

“kau pikir kantor ini taman bermain hah? Seenaknya memutuskan tanpa merundingkannya denganku atau appa? Kau ingin menghancurkan perusahaan ini?”

“ya! apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“kau membatalkan kerjasama pembangunan resort itu tanpa berunding denganku, proyek itu sudah kurencanakan untuk perusahaan ini sejak tahun lalu. Dan kau!” ahra mengacungkan gulungan kertas yang masih ia pegang tepat ke hadapan muka kyuhyun, otomatis kyuhun memundurkan sedikit kepalanya “membatalkannya seenak jidatmu. Dan sekarang lihat akibatnya” ahra melamparkan pc tablet miliknya ke meja kerja kyuhyun.

Kyuhun mengambil pc tablet tersebut dan membacanya perlahan “Park Enterprise Berwacana Menerima Tawaran Perusahaan Investor Friends dari Jerman

“kalau proyek itu sampai jatuh ke tangan Friends, aku tidak akan sungkan-sungkan untuk membunuhmu” ancam ahra

“aku sudah membatalkannya, lalu aku harus bagaimana?” Tanya kyuhyun dengan suara meninggi, pria itu tidak kalah kesalnya dengan ahra.

“bagaimanapun caranya kau harus kembali mendapatkan proyek itu. aku tidak peduli meskipun kau harus memohon-mohon pada mereka” ahra semakin menekan kyuhyun.

“ya! kau kejam sekali, aku tidak mau melakukannya!! Kalau kau mau, kau saja yang datang pada mereka. Lagipula posisiku lebih tinggi daripada noona, aku ini direktur”

Pletakkk

Ahra kembali melayangkan pukulannya

“Yakk Appo!!”

“jika kau merasa direktur, maka bertingkah lakulah seperti direktur. Kenapa kau malah melakukan hal yang tidak berguna? jika data pembangunan resort itu belum ada di mejaku dalam minggu ini, jangan harap kau masih bisa duduk di kursi itu dan menikmati segala fasilitasmu” ucap ahra dan pergi meninggalkan adiknya satu-satunya.

“ya! noona andweyo……. Noona!!” kyuhyun mencoba memanggil ahra, namun gadis itu sudah terlalu malas berdebat dengan adiknya dan memutuskan untuk tidak menghiraukannya.

“arrggghhhhhh” kyuhyun mengacak rambutnya kesal. Ia kembali mengambil pc tablet yang tadi di berikan ahra. Ia kembali menekuni berita bisnis yang menyangkut perusahaan mantan tunangannya. Sebagian besar memberitakan munculnya pewaris perusahaan Park, di artikel tersebut beberapa kali muncul foto Hyura saat di rapat kemarin. Mata kyuhyun tiba-tiba membulat saat membaca salah satu artikel mengenai hyura. “Pewaris Park Enterprise di duga memiliki hubungan pribadi dengan salah satu pemimpin perusahaan investor dari Jerman yang berdarah Korea

Kyuhyun langsung menggerakkan jarinya lincah diatas layar pc tablet dan mencari profil perusahaan investor yang disebutkan artikel tersebut. “Choi Siwon?” gumam kyuhyun. “jadi dia pemimpin friends? Kenapa wajahnya seperti ini?” kyuhyun terlihat kesal saat melihat foto siwon, ia merasa kalah tampan dari pria tersebut. “baiklah kita lihat apa yang bisa kau lakukan” ucapnya dengan nada merendahkan dan ia kembali menggerakkan jari-jarinya.

Kyuhyun mengerutkan dahinya, semakin lama ia menekuni pc tabletnya semakin dalam pula kerutan yang terpahat di dahi mulusnya  itu “huh, kenapa ia sekolah dibegitu banyak tempat? Apa tidak ada yang bisa ia lakukan selain sekolah? Huh, bahkan dia menulis semua penghargaan yang dia dapat… menyebalkan” akhirnya kyuhyun melemparkan gadget canggih itu sebelum ia semakin kesal.

***

“apa yang kau lakukan disini?” hyura menatap sengit pria yang kini tengah duduk di ruang tamu apartemen miliknya. Ia tidak habis pikir bagaimana pria ini yang siang tadi membuatnya kesal setengah mati tiba-tiba menerobos masuk apartemen miliknya, yang bahkan ia tidak tau dari mana pria ini mengetahui alamat tempat tinggalnya.

Tanpa menanggapi pertanyaan hyura, kyuhyun justru memegang salah satu figura foto yang ada dimeja kecil di samping sofa tempat yang sedang ia duduki sekarang. “teknik perakitan mesin technische universität ” ucap kyuhyun sembari memandangi figura yang berisi foto wisuda hyura.

“itu satu-satunya jurusan yang terbaik disana” hyura menjelaskan.

“siapa bilang aku penasaran” sahut kyuhyun dingin dan mengembalikan figura itu ketempatnya. Hyura menarik nafas dalam sebelum berkata lagi, ia tidak mau terpancing lagi emosinya “jadi, apa yang kau inginkan Cho kyuhyun ssi?” hyura mencoba bertanya setenang mungkin.

“aku sedang dalam situasi yang sulit untuk dijelaskan, dan aku membutuhkan proposal proyek resort itu” kyuhyun berkata tanpa memandang hyura

“untuk apa? bukankah kau sudah membatalkannya?”

“sudah kubilang aku dalam situasi yang sulit untuk dijelaskan, kenapa kau masih bertanya? Apa otakmu berhenti berfungsi?” hyura semakin kesal dengan sikap kyuhyun

“otakku ini berfungsi lebih baik daripada otakmu” sahut hyura tak mau kalah.

“aku tidak peduli seberapa besar fungsi otakmu, yang kupedulikan dokumen tentang pembangunan resort itu, cepat berikan!!” gadis itu semakin kesal mendengar perkataan kyuhyun. “apa aku bodoh? Untuk apa aku memberikannya padamu?”

“ya! rancangan resort itu milik kakak ku, kenapa kau tidak mau memberikannya?”

“hanya rancangannya saja kan? Kalau begitu bangun saja resort itu sendiri dengan rancangan kakakmu”

“Ya! Park Hyura, bagaimana kami bisa membangun tanpa proposal dan data-datanya? Cepat serahkan dokumen yang berhubungan dengan resort itu” ucap kyuhyun tidak sabar sambil menadahkan tangannya didepan hyura. gadis itu mendengus kesal dan meninggalkan kyuhyun masuk kekamarnya. Ia tidak mau membuang tenaganya sia-sia hanya untuk bertengkar dengan kyuhyun. “ya! kau mau kemana? Aku belum selesai” teriak kyuhyun, dan hyura membalikan tubuhnya sesaat “aku mau tidur” sahut hyura singkat dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat

“aku tidak akan pergi sebelum kau memberikan proposal itu” teriak kyuhyun dari balik pintu kamar hyura. “terserah, kau pikir aku peduli” hyura balas berteriak

“aisshhhhh” kyuhyun  mengacak rambutnya frustasi “dasar gadis tengik”

~

Hyura mengerjapkan mata saat cahaya mulai menerobos masuk kedalam retina matanya. Ia terbangun dengan cepat mengingat kejadian semalam. Ia menerka-nerka apa kyuhyun sudah pulang atau belum. Hyura menggelengkan kepalanya pelan saat melihat kyuhyun tidur meringkuk di sofa miliknya. Apa badannya tidak sakit tidur seperti itu? beruntung Ia menyalakan penghangat semalam, setidaknya kyuhyun tidak terlalu kedinginan. Hyura kembali kekamar untuk mengambil selimut dan menyelimuti kyuhyun.

Tanpa sadar gadis itu menarik kedua sudut bibirnya saat melihat kyuhyun tidur dengan damai, berbeda sekali saat dia sedang dalam keadaan normal. Pria itu berubah menjadi sangat menyebalkan. Hyura berjongkok di sisi sofa untuk lebih menikmati wajah malaikat kyuhyun sebelum wajah itu kembali menjadi iblis. Gadis itu sedikit mengendus aroma tubuh kyuhyun dan kembali tersenyum simpul. Dia masih pakai parfum yang lama. Parfum kesukaan hyura.

***

Kyuhyun mengumpat kesal saat memasuki rumahnya. Ia kesal pada dirinya sendiri karena bisa-bisanya ia tertidur di apartemen Hyura, selain itu dia juga tidak mendapatkan proyek yang diminta kakaknya. “Kyuhyun-ah, kau darimana? Kenapa penampilanmu begitu? Apa kau pergi ke klub lagi?” Tanya eomma kyuhyun begitu melihat putra semata wayangnya masuk kerumah dengan keadaan lusuh dan masih mengenakan baju kemarin. “aniyo, aku tidak pergi ke klub. Eomma, mana ahra Noona?”

“dia sudah berangkat kekantor, kenapa mencarinya kesini? nanti kalian juga akan bertemu dikantorkan?” sahut eomma kyuhyun, padahal kyuhyun sengaja langsung pulang kerumah tanpa mengganti pakaiannya di apartemen miliknya sendiri, berharap bisa bertemu noonanya dan membujuk kakaknya itu untuk membatalkan saja proyek resort di pulau Jeju. Karena jika ia berbicara di rumah kemungkinan ia akan mendapat pembelaan dari ibunya. Sedangkan dikantor bisa-bisa ia hanya mendapat pukulan lagi.

***

Hyura memainkan jam army yang ia temukan di sofa apartemennya pagi ini. ia sedang menimbang-nimbang untuk mengembalikannya atau tidak. “kau tidak pulang?” donghae sudah berdiri di pintu ruangannya sambil menenteng tas kerjanya, menandakan ia juga akan pulang. Bukannya menjawab pertanyaan donghae tapi hyura justru sibuk memperhatikan benda yang ada di tangannya saat ini “oppa, apa kita perlu menerima tawaran friends? Atau tetap bekerja sama dengan keluarga Cho?” tanya hyura tanpa mengalihkan matanya.

Donghae berjalan pelan mendekati hyura dan menarik kursi yang ada di depan meja kerja gadis itu. “dalam bisnis, loyalitas adalah salah satu faktor penting, dan kita sudah bekerja sama dengan mereka lebih dari sepuluh tahun hyura-ya, dalam bisnis kita harus mengesampingkan masalah pribadi. Hal itu juga yang ajushi lakukan saat pertunanganmu dengan kyuhyun batal”

“arasseo, gomawo oppa. Kau memberikanku pencerahan” hyura tersenyum dan kemudian bangkit dari duduknya mengamit lengan donghae mengajaknya keluar “ayo, kita pulang. Dan antarkan aku ke suatu tempat”. Ternyata hyura meninta donghae untuk mengantarnya ke apartemen kyuhyun. Donghae tidak suka hyura menyambangi kediaman mantan tunangannya itu. “kau yakin? Sebaiknya aku menemanimu” tersirat nada khawatir di ucapan donghae.

“gwenchana oppa, kau pulanglah. Aku bisa menyelesaikannya sendiri” tapi donghae tetap menatap hyura tidak yakin. “oppa, aku mengenal kyuhyun sebaik aku mengenal diriku. Ini bukan apa-apa” hyura kembali meyakinkan donghae. akhirnya pria itu pun mengangguk setuju meskipun hatinya masih berat.

~

Kyuhyun menatap hyura dari atas sampai bawah, menelisik maksud kedatangannya yang tiba-tiba. “apa yang kau lihat?” hyura membentak kyuhyun karena tidak nyaman dengan pandangan matanya. “apa yang kulihat dengan mataku, itu bukan urusanmu” sahut kyuhyun tak kalah keras.

 “tapi yang kau lihat itu tubuhku!”

“ya! jangan terlalu besar kepala. Dilihat darimanapun tubuhmu itu tidak menarik sama sekali” kyuhyun berkata dengan nada meremehkan. “mwo? mworago?” gadis itu tidak terima diremehkan akan penampilan fisiknya yang dikatakan nyaris sempurna. “sudahlah” kyuhyun buru-buru berbicara sebelum hyura membalas ucapannya lagi “cepat katakan! mau apa kau kesini?”

Hyura melempar keatas meja berkas yang kyuhyun minta kemarin dan jam tangan miliknya. Kyuhyun membulatkan matanya tidak percaya, kalau hyura berubah pikiran secepat itu. belum sempat kyuhyun mengambil dan berkomentar tentang apa yang dilakukan gadis itu, tiba-tiba bel pintu apartemennya berbunyi. “tunggu sebentar” kyuhyun beranjak melihat ke intercom siapa lagi tamunya kali ini. pria itu sedikit panic setelah melihat siapa orang yang tengah berdiri di depan pintu apartemennya.

Dengan terburu-buru kyuhyun menarik paksa tangan hyura dan memasukkannya kekamar “ya! ya! waeire?” hyura kebingungan dengan perubahan sikap kyuhyun.

“diam disini dan jangan mengeluarkan suara!” perintah kyuhyun masih dengan nada panic. “ah.. hampir saja, sepatumu!!!” Kyuhyun kembali berlari ke depan pintu mengambil sepatu hyura dan kemudian langsung melemparkannya begitu saja kearah hyura.

 “aisshh. Ige Mwoya” hyura menggerutu kesal.

Gadis itu sedikit membuka pintu kamar kyuhyun. mengintip siapa yang datang sampai-sampai kyuhyun harus menyembunyikannya seperti ini. terlihat seorang wanita yang tersenyum riang sambil memeluk kyuhyun sebelum pria itu mempersilahkan wanita itu duduk. “seharusnya kau menghubungiku dulu sebelum kesini Qiannie” kyuhyun menyambut gadis itu dengan ramah. “aku hanya mampir sebentar, sudah beberapa hari ini kau tidak menghubungiku” ujar gadis itu sedikit manja.

Hyura menutup kembali pintu kamar kyuhyun. ia memutuskan untuk tidak melihat mereka lagi. wajahnya terlihat kecewa. “jadi dia sudah punya yeojachingu” gumam hyura. gadis itu tersenyum miris, tentu saja kyuhyun akan menyembunyikannya. Siapapun akan salah paham jika melihat mantan tunangannya berkunjung malam-malam. Cih, bahkan ia bisa bersikap seramah itu dengan wanita lain, sedangkan ia hanya bisa mengomel dan berteriak padaku.

 Meskipun hyura tidak ingin melihat mereka tapi ia masih bisa mendengar percakapan mereka dengan samar-samar. Gadis itu memerosotkan dirinya ke lantai dan menyenderkan kepalanya di balik pintu.

“kau merindukanku?” terdengar suara kyuhyun dengan nada yang lebih ceria. Tak bisa dipungkiri ada perasaan tidak rela saat hyura mengetahui kyuhyun sudah punya penggantinya. Karena hampir separuh hidup gadis itu, kyuhyun selalu mengklaim dirinya milik kyuhyun dan kyuhyun adalah miliknya. Tapi saat ini segalanya sudah berubah

 “ani, tapi aku hanya sedang penat. Mungkin bertemu denganmu bisa sedikit membuatku rilex” sahut wanita itu. hyura merebahkan kepalanya diatas punggung tangan yang ditumpu diatas lutut. “rilex apanya? bahkan aku sulit bernafas jika didekatnya” komentar hyura. gadis itu memilih memejamkan matanya dan ingin sekali menulikan telinganya agar tidak mendengar percakapan sepasang kekasih itu

~

Gadis itu terbangun cepat begitu menyadari dimana dirinya berada. “kau sudah bangun?” Tanya kyuhyun tanpa mengalihkan matanya dari layar laptop. Pria itu sedang mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan berkas yang baru saja hyura berikan. “kau yang memindahkanku?” hyura menyadari dirinya tidak lagi dilantai melainkan di atas ranjang kyuhyun.

“kau itu tidur apa mati?” ejek kyuhyun, ia kembali menjadi kyuhyun yang menyebalkan dan bermulut tajam, batin hyura. Gadis itu mulai beranjak dan hendak membuka pintu kamar kyuhyun.

 “kau mau kemana?” kyuhyun bertanya dengan sedikit ketus

“pulang, tentu saja” jawab hyura bingung. Entah untuk alasan apa, wajah kyuhyun terlihat kesal.

“ini sudah larut, aku malas mengantarmu”

“aku bisa pulang sendiri” sahut hyura santai dan hendak membuka pintu kamar sampai kyuhyun menutup pintu itu dengan kasar. Hyura sedikit terlonjak dengan prilaku pria itu. “ya! museun-eulhaneungeoya…?” hyura menatap kesal pria itu.

“kau pikir sekarang jam berapa hah? Tidurlah disini! Besok pagi aku antar” ucapan dan mata kyuhyun sarat akan intimidasi, sejak dulu gadis itu selalu kalah dengan tatapan intimidasi dari kyuhyun, tapi sekarang gadis ini tidak mau kalah lagi, ia mencoba melawan.

“wah, kau mengkhawatirkanku Cho Kyuhyun ssi?”

“imaginasi mu terlalu tinggi, aku akan sangat bersyukur kalau kau cepat enyah dari hadapanku, tapi aku hanya bersikap layaknya pria. Aku juga tidak peduli jika sesuatu menimpamu” kyuhyun berbicara seolah-olah hal buruk akan terjadi pada hyura dan gadis itu menggeram kesal menahan emosinya. Tanpa berkata apa-apa lagi hyura langsung mendorong tubuh kyuhyun kasar agar menyingkir dari jalannya.

Baik hyura maupun kyuhun keduanya sama-sama kesal dan berbarengan menendang pintu. Kyuhyun menendang pintu kamarnya sendiri dan hyura menendang pintu masuk apartemen kyuhyun. kebiasaan menendang itu sebenarnya hyura pelajari dari kyuhyun.

***

Siang itu hyura mendapat undangan makan siang dari temannya yang baru saja tiba di korea. Choi siwon. Hanya makan siang biasa sesama teman lama tanpa ada niat untuk membicarakan masalah pekerjaan sama sekali. “akhirnya pangeran kita yang sempurna ini kembali ke negaranya” ucap hyura sambil memeluk siwon singkat saat mereka bertemu. Dan pria itu tersenyum menanggapi ucapan hyura.

Mereka memutuskan untuk makan di restoran yang menyajikan makanan khas korea. Karena selama di Jerman siwon jarang sekali makan masakan korea. Restorannya tidak terlalu mewah tapi cukup nyaman untuk mereka berdua. Saat hendak mencari tempat duduk di restoran tersebut tiba-tiba saja ada yang memanggil nama siwon “Choi siwon ssi majjyo” ucap seorang wanita cantik yang berdiri tidak jauh dari mereka. Hyura menegang seketika melihat wanita itu, yah wanita itu yang beberapa hari lalu ia lihat di apartemen kyuhyun. dan benar saja, begitu hyura mengalihkan perhatiannya. Kyuhyun terlihat berdiri di belakang wanita tersebut sembari menatapnya tajam.

“oh, Victoria song?” siwon memastikan daya ingatnya dan wanita yang benama Victoria itu pun tersenyum dan mengulurkan tangannya. Siwon pun menyambutnya dengan senang hati. Hyura menatap siwon seolah minta penjelasan. “ohh, hyura-ya ini victoria ssi kenalanku saat di china dulu” siwon memperkenalkan mereka.

“Park Hyura” hyura mengulurkan tangannya. “Song Victoria” wanita itu pun menyambut uluran tangan Hyura dengan senyum ramah. Kemudian Victoria menarik tangan Kyuhyun yang sedari tadi hanya berdiri di belakangnya untuk lebih maju mendekat karena ia ingin mengenalkan kyuhyun juga. “kenalkan ini Cho Kyuhyun” ucap Victoria pada siwon dan hyura. kyuhyun pun hanya menundukkan sedikit kepalanya saat Victoria menyebut namanya.

Mereka memutuskan untuk makan siang di satu meja. Berbeda dengan hyura yang terkadang masih mau menimpali obrolan siwon dan Victoria, tapi kyuhyun lebih memilih diam dan berkonsentrasi pada makanannya. “Hyura ssi, kau harus hati-hati dengannya. siwon ssi ini terkenal playboy”

“aku tau” sahut hyura dengan tertawa ringan untuk sedikit meledek siwon sebenarnya. Pria itu tersenyum malu-malu “dia ini mengidap penyakit pangeran, wajar saja di playboy” tambah hyura. tapi kali ini siwon melebarkan matanya pura-pura marah “ya! aku tidak begitu” sergah siwon tidak terima. Tapi hyura malah semakin melebarkan senyumnya melihat wajah siwon. Sedangkan kyuhyun mengatupkan giginya rapat-rapat yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.

“ehhm kyuhyun ssi, apakah kau Cho Kyuhyun pemilik Cho Corporate?” siwon mencoba mengajak kyuhyun berbicara. Merasa namanya dipanggil pria itu pun mengangkat wajahnya dan menatap siwon dingin “ani, itu bukan milikku tapi milik ayahku” sahut kyuhyun datar. Mendengarnya siwon justru menatap Hyura penuh arti. Karena pria itu tau mengenai kisah hyura dengan anak pemilik  Cho Corporate tersebut.

***

“maaf” siwon mengungkapkan penyesalannya saat ia mengantarkan hyura kembali kekantornya.

“untuk?” hyura sedikit menautkan kedua alisnya bingung. Karena ia tidak merasa siwon telah melakukan kesalahan.

“suasana tadi pasti sangat tidak nyaman untukmu” hyura tersenyum simpul mendengar alasan siwon. “gwenchana. itu hanya masa lalu. sungguh aku tidak apa-apa. kau tidak perlu meminta maaf” siwon membalas senyuman hyura dan mengangguk mengerti.

“oh ya, boleh kutau. Bagaimana kau bisa kenal dengan Victoria song?” hyura cukup penasaran dengan wanita yang kelihatannya dekat dengan kyuhyun itu. “aku tidak terlalu dekat dengannya, hanya sebatas kenalan. Dulu aku pernah belajar bahasa china di Beijing selama 3 bulan dan temanku yang mengenalkannya padaku. Saat itu dia baru merintis karirnya di dunia modeling. Aku tidak tau ternyata dia sekarang tinggal di korea” jelas siwon. dan hyura hanya membulatkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.

“jadi? kau akan menetap atau kembali lagi ke Jerman?” Tanya Hyura lagi.

“mungkin iya, mungkin juga tidak. Semuanya tergantung kedua orang tuaku dan kebijakan perusahaan.” Hyura hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan jawaban siwon yang setengah-setengah menurutnya.

“begini” siwon mulai menjelaskan “orang tuaku mengizinkan aku kembali ke jerman dengan satu syarat. Yaitu aku harus sudah memiliki pasangan dan jika aku tetap memaksa maka mereka akan menjodohkanku. Tapi aku sudah tidak memiliki alasan lagi untuk kembali kesana dan aku berencana resign dari friends”

“Mwo?” gadis itu berjengit kaget mendengar penjelasan siwon, karena pria itu dengan mudahnya melepaskan jabatan sebagai petinggi friends. Sedangkan friends merupakan perusahan investasi terkemuka di Jerman yang bahkan bagi orang Eropa sekalipun sangat sulit untuk memasukinya.

“kau akan melepaskan friends? Kau yakin?”

Siwon tersenyum simpul “sebenarnya setelah menyelesaikan gelar masterku aku ingin langsung kembali kesini membantu keluargaku menjalankan perusahaan, tapi kau yang begitu mengagumi friends membuatku penasaran untuk merasakan bagaimana rasanya bekerja disana”

“jadi kau bekerja disana hanya karena kata-kataku waktu itu?” Tanya hyura tak percaya dan pria itu hanya tersenyum kemudian mengangguk. “benar-benar tidak bisa dipercaya. Seandainya appa tidak sakit mungkin saat ini aku sedang ikut ujian masuk perusahaan itu”

“yah mungkin itu juga salah satu alasanku ingin keluar dari sana, karena kau juga tak ada disana. Kau tau rasanya sangat membosankan tidak ada lagi orang yang bisa ku ganggu”

“Ya! Choi Siwon!” siwon hanya terkekeh melihat reaksi hyura

***

Pagi ini hyura dan donghae terbang Ke Jeju untuk memantau langsung pembangunan proyek resort mereka. Hyura di haruskan tinggal beberapa hari disana sedangkan donghae harus kembali karena kantor pusat di seoul tidak bisa di tinggalkan. “Cho ahra akan datang menyusul besok, berkas-berkas lengkapnya ada padanya. Dan besok kalian meeting bersama dengan pihak pengembang” donghae memberikan arahan pada hyura sebelum ia kembali.

Cho Corporate telah memesan kamar president suit yang terdapat 2 kamar. Satu akan digunakan hyura dan satunya lagi digunakan Cho ahra. Kamar tersebut juga dilengkapi ruang meeting, dapur, ruang makan dan bar minimalis serta ruang santai yang dilengkapi home theater. hyura sedang menikmati winenya sambil menonton tv flat screen di ruang santai. Sampai ia mendengar pintu terbuka dan tertutup.

Uhukk uhuukkk uhuukk

Hyura tersedak wine yang ia minum saat melihat kyuhyun melenggang masuk dengan santai. “YA! apa yang kau lakukan disini?” gadis itu berteriak sambil membersihkan sisa wine di mulutnya. “bekerja. Tentu saja” sahut kyuhyun santai.

“mana ahra eonni?” tanya hyura lagi dan kyuhyun hanya mengendikkan bahunya tidak peduli. Ia kembali berjalan masuk tapi berhenti sejenak untuk kembali bertanya pada hyura “oh ya, kamarku yang mana?” gadis itu kesal karena kyuhyun sama sekali tidak menjawab pertanyaannya dengan jelas.

Hyura yang terlihat kesal menghampiri kyuhyun dan berniat melempar koper milik pria itu keluar. Tapi ia berjalan terlalu buru-buru dan penuh emosi hingga ia tidak melihat pijakan lantai yang lebih tinggi hingga tubuh hyura sedikit oleng dan hampir menubruk kyuhyun. Namun bukannya menubruk pria tersebut, tapi justru rambut hyura yang di ikat model bunny tersangkut di ikat pinggang milik kyuhyun. pria itu sangat kaget hingga ia malah memundurkan langkahnya dan yang pasti justru makin menarik rambut hyura.

“ya! apa yang kau lakukan hah?” kyuhyun mencoba melepas kepala hyura dengan kasar.

“awww ini sakit bodoh!! Diamlah!! Aku akan melepaskannya” hyura mencoba melepas sangkutan rambutnya meskipun agak sulit karena ia tidak bisa melihatnya. “YA!! mana yang kau pegang?” kyuhyun protes karena merasa hyura menyentuh bagian sensitivenya.

“makanya kubilang diam, jangan bergerak!” hyura masih berusaha melepaskan lilitan “YA! Jangan gerakkan kepalamu, apa kau gila?” kyuhyun kembali protes.

“kalau tidak digerakkan bagaimana bisa lepas bodoh”

tiba-tiba saja mereka berdua mendengar suara orang lain “OMMO, ma…ma…maaf sepertinya saya mengganggu” orang yang baru saja berniat masuk langsung kembali menutup pintu dan keluar.

“YA! ini tidak seperti……” ucapan kyuhyun terpotong dengan teriakan hyura “awww, kenapa kau bergerak terus bodoh!!!” kyuhyun kesal mendengar hyura terus berteriak hingga akhirnya ia menyingkirkan tangan hyura dari ikat pinggangnya

“biar aku saja” dalam satu tarikan kyuhyun menarik paksa helaian rambut hyura yang tersangkut di ikat pinggangnya

“APPO” hyura menjerit saat kyuhyun menarik paksa rambut hyura. meskipun gadis itu merasakan tarikan yang menyakitkan di kepalanya tapi setidaknya rambutnya terlepas dari lilitan ikat pinggang kyuhyun. “aigoo~ rambutku” hyura menatap miris helaian rambut yang rontok cukup banyak akibat tindakan kyuhyun. “siapa orang yang barusan? Kenapa dia bisa masuk?” Tanya gadis itu masih sembari mengusap-usap kepalanya.

“dia asistenku. Lee hyukjae, aku memberikannya kunci kamar ini”

“jelaskan padanya! jangan sampai dia salah paham” perintah hyura kemudian ia melenggang masuk ke dalam kamarnya. Kyuhyun tidak peduli dengan permintaan hyura, ia juga tidak peduli asistennya beranggapan apa. ia memutuskan untuk beristirahat di kamar dan menyiapkan untuk pertemuan besok.

***

“kau pulang dengan mobil yang lain!” kyuhyun memerintah asistennya setelah mereka selesai mengecek lokasi pembangunan.

“mobil yang mana? Bukannya tadi kita hanya membawa satu mobil?” Tanya Hyukjae bingung. Karena memang tadi pagi hyura, kyuhyun dan Hyukjae menggunakan mobil yang sama menuju lokasi.

“terserah mobil yang mana” sahut kyuhyun santai dan merebut kunci mobil dari tangan asistennya.

“apa anda akan melanjutkan kegiatan yang semalam?” Tanya Hyukjae sambil tersenyum jahil tapi senyum itu lenyap seketika saat kyuhyun menatap asistennya tajam. “a..a ..arasseo. aku akan pulang dengan mobil lain” ucapnya akhirnya sambil menunduk takut.

“mana asistenmu?” gadis yang sudah sejak tadi menunggu didalam mobil bertanya saat kyuhyun menempati kursi pengemudi di sebelahnya. Inilah alasan kyuhyun menyuruh Hyukjae untuk pulang sendiri. karena kyuhyun merasa terasing duduk di belakang sendirian sedangkan hyura dan Hyukjae duduk berdampingan serta asik berbincang seolah ia tidak ada. “molla” pria itu menjawab acuh kemudian menyalakan mesin mobil.

Drrrttt drrrtt drrrtttt

“ne, siwon-ah”  kyuhyun melirik hyura sekilas saat gadis itu menyebut nama siwon ketika menjawab teleponnya. “ne, aku di Jeju…..hmm kurasa tidak… arasseo,  kabari aku jika kau sudah sampai. Oke see you” hyura mengakhiri panggilan singkatnya.

“kau sudah tau dia playboy lalu kenapa masih terus bersamanya?” tiba-tiba kyuhyun bertanya dengan nada menyalahkan. Dan Hyura memandang kyuhyun tidak suka

“tidak peduli aku bersama siapa, kurasa aku tidak butuh izin darimu”  ujar hyura sengit, ia tidak suka kyuhyun menuduhnya memiliki hubungan dengan siwon.

“siapa yang mengatakan kau membutuhkan izinku?” balas kyuhyun tak mau kalah.

“kau yang bersikap seperti itu”

“aku? Kapan aku bersikap begitu? Aku hanya tidak ingin melihat mu patah hati karena kebodohanmu itu. huh, sekali lihat pun aku tau dia pria seperti apa. sebaiknya kau tidak pergi dengan tipe pria seperti itu, arasseo!!”

“Ya! siapa yang ku bilang bodoh? Lagipula siwon bukanlah tipe pria yang ada dipikiranmu dan jangan urusi hidupku”

“siapa yang…..”

“sudahlah, jangan bicara lagi! mengemudilah dengan baik” hyura memotong ucapan kyuhyun cepat, baginya perdebatan ini sangat tidak berarti. Sedangkan kyuhyun yang masih terlihat kesal, mengemudi sambil menggerutu tidak jelas. Dan hyura memilih mengabaikannya dengan melemparkan pandangannya ke kaca di sebalah kanannya.

“aku lapar. Kita makan dulu” kyuhyun tidak membantah ucapan hyura dan langsung memarkirkan mobilnya di jalan yang banyak kedai berderet di sisi jalan. Pria itu juga merasakan cacing-cacing di perutnya mulai memberontak.

Tiba-tiba langkah hyura terhenti di depan sebuah pet shop saat mereka berjalan mencari restaurant yang dikira cocok. Mata gadis itu berbinar saat melihat anak kucing yang sedang tertidur.

“waeyo?” kyuhyun mengikuti arah pandang hyura.

“lihatlah, lucu bukan? Aigoo~ dia mengingatkanku dengan kyura kita” tanpa hyura sadari tubuh kyuhyun menegang mendengar ucapannya. Gadis itu masih terlalu terpesona pada anak kucing yang ada di etalase toko.

“Kyuhyun-ah, apa kyura akan punya anak? Dia terlihat kesepian” Tanya hyura sambil mengelus kucing yang tertidur dipangkuannya. “dia itu jantan bagaimana bisa melahirkan”kyuhyun ikut mengelus tubuh kyura. “kalau begitu kita carikan betina untuknya, bagaimana?” hyura terlihat bersemangat membayangkan ia memiliki sepasang kucing yang lucu. “andwe! Kau terlalu memperhatikan kyura. Bagaimana kalau kyura punya pasangan dan juga anak? Bisa-bisa kau malah mengabaikanku”kyuhyun tidak setuju dengan pendapat hyura.

“tapi dia terlihat kesepian”hyura manatap kyuhyun dalam, membujuk agar pria itu sependapat dengannya. “dia tidak akan kesepian selama kita menyayanginya seperti anggota keluarga” sahut kyuhyun lembut. Hyura sepertinya memahami maksud kyuhyun dan ia sependapat dengannya. “kyu, kelak kita harus punya banyak anak agar rumah kita ramai. Bagaimana?” kyuhyun mengernyitkan dahinya heran dengan keinginan gadisnya itu. “kau yakin? Melahirkan itu menyakitkan hyura-ya, belum lagi kau harus hamil selama 9 bulan, mengalami morning sick, ngidam dan hal-hal lainnya yang merepotkan”

“kau tidak ingin punya anak?” kali ini gadis ini yang heran. Setiap pasangan menikah pasti menginginkan keturunan. Tapi pria ini malah memikirkan hal yang tidak akan ia alami. “ani, tentu saja aku ingin tapi Aku hanya tidak mau kau terlalu banyak mengalami kesakitan karena kau sangat berharga untukku”kyuhyun membelai rambut hyura dan mengecup pipinya singkat, membuat pipi gadis itu merona merah

“Ya! kenapa kau diam saja? Kau tidak mau makan?” pria itu sadar dari lamunannya. Ia menoleh dan mendapati hyura sudah berjalan didepannya beberapa meter.

Meskipun mereka berpisah cukup lama namun gadis itu tidak melupakan makanan apa yang disuka maupun yang tidak di sukai kyuhun. Tanpa sadar hyura mengambil sayuran dari piring milik kyuhyun. karena itu adalah kebiasaan makan mereka berdua sejak dulu. Melihat hal itu kyuhyun pun memandangi hyura

“apa?” Tanya gadis itu saat merasa dirinya diperhatikan. Kyuhyun menggeleng pelan “tidak ada, lanjutkan makan mu!” tanpa hyura ketahui kyuhyun sedikit menarik bibirnya tersenyum. Pria itu cukup senang mengetahui hyura masih mengingat kebiasaannya.

Saat hyura dan kyuhyun kembali ke hotel mereka cukup terkejut melihat hyuna tengah bersantai di kamar mereka. “oh eonni wasseo….” Perkataan Hyuna terhenti begitu saja ketika Ia melihat hyura dan kyuhyun masuk bersama.

“hyuna-ya, kapan kau datang?” hyura terlihat biasa dan menyambut adiknya, tapi beda dengan hyuna yang memandang kyuhyun penuh kebencian. “eonni, apa yang pria itu lakukan disini?” hyuna menunjuk kyuhyun dengan dagunya. Pria itu pun terlihat cukup kesal dengan prilaku adik hyura yang tidak sopan padanya.

“kau pasti lelah, ayo kita ke kamar” hyura terlihat salah tingkah dan buru-buru menarik hyuna ke dalam kamarnya sebelum adiknya itu melontarkan kata-kata yang tidak seharusnya.

“eonni, kenapa kau bisa bersama Cho Kyuhyun? jangan bilang kalian berhubungan lagi” Tanya hyuna langsung begitu mereka di dalam kamar. “aku disini bekerja dan dia datang menggantikan ahra eonni. Kau jangan yang berfikiran macam-macam.”

“tapi kenapa kalian harus berbagi kamar? Apa dia tidak bisa memesan kamar lain? Aku tidak suka eonni berdekatan dengannya lagi” hyuna sangat menunjukan ketidaksukaannya terhadap kyuhyun. hyura pun bisa memaklumi alasan adiknya membenci kyuhyun. hyuna dan dirinya sangat dekat. Bahkan bisa dibilang hyuna lebih menyayangi kakaknya di banding orang tuanya. Hingga sekarang pun Hyuna hanya mau mendengarkan perkataan hyura.

Awalnya hyuna pun menyukai kyuhyun yang selalu menjaga kakaknya meskipun pria itu selalu memonopoli hyura dan jarang sekali membiarkan ia dan kakaknya menghabiskan waktu bersama. Hingga saat mereka berpisah, hyuna melihat sendiri bagaimana terpuruknya hyura saat itu dan sejak saat itu ia membenci kyuhyun karena telah melukai kakaknya.

“kami tidak berbagi kamar hyuna-ya, aku dan dia tidur dikamar terpisah. Dan lagipula apa yang kau lakukan disini, hah?”

“tapi tetap saja kalian masuk dari pintu yang sama. Tadinya aku kesini hanya mampir, karena  aku harus melakukan riset untuk tugas kuliahku, tapi setelah melihat pria itu, aku memutuskan untuk tinggal disini” kening hyura berkerut tidak setuju dengan keputusan adiknya “bukankah kau harus homestay di rumah penduduk? Bagaimana dengan teman-temanmu?”

“itu urusanku. Wae? Eonni keberatan aku tinggal disini?”

“tidak, tentu saja tidak, hanya saja…..”

“pokoknya aku tidak akan membiarkan eonni hanya tinggal berdua dengan pria iblis itu” hyuna langsung memotong perkataan hyura dengan tegas, sedangkan hyura hanya mendesah pasrah.

***

“Ne, Gwenchana. kau terlalu mengkhawatirkanku oppa. Tadi siwon sekarang kau, bahkan hyuna pun ikut-ikutan. Aku ini bukan anak kecil. ” kyuhyun mendengar hyura sedang berbicara di telpon saat ia akan mengambil air di dapur, sedangkan hyura berada di mini bar yang letaknya tak jauh dari tempat kyuhyun berdiri. Tapi gadis itu duduk membelakangi kyuhyun, hingga ia tak sadar ada orang lain yang mendengar pembicaraannya.

“sepertinya urusan dengan pengembang sudah selesai. jeongmal? Bagaimana bisa kau merencanakan ini?…. arasseo, dia pasti sangat gembira bisa mendapat liburan di sela tugas kuliahnya….eo jalja” hyura tersenyum singkat setelah menutup ponselnya tanpa menyadari kyuhyun sedang memperhatikannya dengan seksama.

“Ommo” hyura hampir saja terjatuh dari kursi ketika ia melihat kyuhyun sedang berdiri dengan angkuh sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. “Ya! kau mengagetkanku”

“kenapa? Kau melihat hantu hah?”

“kau belum tidur?” hyura bertanya balik

“besok kita meeting, ada lagi yang harus didiskusikan dengan pihak pengembang” jawab kyuhyun singkat.

“apa maksudmu?bukankah urusan dengan pihak pengembang sudah selesai semua hari ini? Untuk apa meeting lagi?” hyura protes karena ia sudah merencanakan wisata keliling Pulau Jeju bersama Donghae dan hyuna besok.

Donghae yang mengetahui keadaan hyura bekerja bersama kyuhyun sedikit khawatir membiarkan mereka hanya berdua, meskipun ia mengetahui hyuna juga akan tinggal disana tapi tetap saja Donghae lebih memilih datang sendiri melihat sepupunya. Dan sepertinya kyuhyun menangkap sesuatu dari pembicaraan Hyura ditelpon barusan.

“aku yang memutuskan apa semuanya sudah beres atau belum. Dan kau siapkan laporan untuk kantor pusat. Besok sudah harus selesai!” mata hyura melebar tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Menyiapkan laporan bukanlah tugasnya melainkan pekerjaan asisten kyuhyun, tapi kenapa pria sialan ini menyuruhku untuk mengerjakannya.

“ya! kau mana bisa begitu terhadapku?” hyura tidak terima kyuhyun memerintahnya begitu saja, padahal posisi mereka sama.

“tentu saja aku bisa” jawab pria itu santai dan berjalan kembali menuju kamarnya.

Brakkkk

Kali ini hyura menggebrak meja bar dengan tangannya. “pria itu pasti sengaja melakukannya” ucap hyura di sela-sela giginya. Tapi Gadis itu tak kehabisan akal, ia segera beranjak dari kamarnya dan menuju kamar asisten Kyuhyun.

pria bernama Hyukjae itu sangat terkejut melihat hyura mengetuk pintu kamarnya pada jam segini. “Park Hyura ssi, ada yang bisa kubantu?” tanyanya sedikit grogi.

“ehmm apa aku mengganggu jam istirahatmu?” hyura bertanya manja dan membuat suaranya terdengar semanis mungkin. “tidak. Tentu saja tidak” sergah Hyukjae cepat. “kalau begitu boleh kah aku masuk?” hyura kembali bertanya sambil menunjuk kearah dalam kamar pria tersebut.

“oh tentu saja, silahkan masuk” Hyukjae menyingkirkan tubuhnya untuk memberikan jalan bagi hyura. kamar pria itu tidak terlalu besar seperti kamar hyura dan kyuhyun tapi cukup nyaman untuk ditempati. “ada yang bisa kubantu, hyura ssi?” Hyukjae kembali bertanya setelah mempersilahkan hyura duduk. “jangan terlalu formal padaku, panggil saja aku hyura. lagi pula disini tidak ada siapa-siapa” gadis itu tersenyum ramah.

“n..ne” Hyukjae menyahut dengan ragu. Ia tidak tau apa pantas memanggil hyura tanpa sapaan hormat. “hmm, aku kesini karena aku butuh bantuanmu”  gadis itu memulai tanpa ragu dan pria di depannya mendengarkan dengan seksama. “bisakah kau