At Least I still Have You

Judul Cerita     :  At Least I still have You

Author            : Jeonghoon20180

Main cast         :  Cho Kyuhyun, Park hyura(Oc),

Genre              : romance

at least i still have you

Judul FF ini ga ada hubungannya sama sekali sama lagunya SJM yah, FF ini terisnpirasi dari  drama Paradise Ranch nya Changmin, jadi ada beberapa adegan yang saya ambil dari drama itu. nah yang lagi nunggu-nunggu kelanjutan Actress and Marriage sabar yah, FF nya masih otw ^^


Okey cukup sekian cuap-cuapnya. Happy reading dan jika berkenan silahkan di comment ^^

***

Putih. Itulah yang terlihat saat pertama kali seorang gadis menjejakkan kakinya kembali di negara asalnya. Korea selatan. Saat ini sudah pertengahan bulan Desember yang menandakan musim dingin di Negara tersebut. Gadis itu semakin merapatkan mantel tebalnya saat berjalan menuju pintu keluar bandara incehon.

 Seorang wanita paruh baya dan seorang gadis yang terlihat lebih muda, sedang berdiri tidak sabar menanti kedatangan seseorang. “eonni” panggil gadis yang tengah berdiri disamping wanita paruh baya tersebut saat ia melihat orang yang ditunggunya menampakan diri dari kerumunan orang yang memadati bandara incheon

“eomma, Hyuna-ya” gadis yang baru keluar dari pintu kedatang luar negri tersebut langsung berlari begitu ia mendengar suara yang familiar memanggilnya. Mereka bertiga langsung berpelukan dan tersenyum dengan gembira. “wah, tidak kusangka aku sangat merindukan kalian” ucap gadis tersebut setelah mereka melepas pelukannya. “dasar anak nakal, apa jika aku tidak memohon-mohon padamu kau tidak akan pulang hah?” wanita paruh baya tersebut menoyor pelan kepala anaknya.

“hehehe mianhe eomma, setidaknya sekarang aku merasa sempurna setelah kembali bersama keluargaku” gadis itu tetap tersenyum ceria sambil mengamit tangan kedua orang tersebut “kajja, aku tidak sabar ingin cepat sampai rumah”

***

“ini dimana eomma?” gadis itu bertanya saat mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan gedung apartemen yang menjulang tinggi. Setau gadis itu mereka memiliki rumah, tapi kenapa mereka justru berhenti di sini? Apa jangan-jangan selama ia meninggalkan Negara itu, kedua orang tuanya jatuh miskin dan menjual rumah mewah mereka.

“hadiah kepulanganmu eonni” jawab Hyuna lantang dan membuyarkan imajinasi liar gadis itu mengenai keadaan ekonomi keluarga mereka. Gadis itu membulatkan matanya seketika “jeongmalyo? Eomma untuk apa membelikan apartemen semewah ini? aku kan bisa tinggal dirumah” wanita paruh baya tersebut hanya tersenyum dan menggandeng kedua putrinya memasuki gedung apartemen tersebut. “jangan protes sampai kau lihat apartemenmu”

Begitu mereka menutup pintu apartemen yang baru saja mereka masuki tampaklah seorang pria gagah yang tengah berdiri menunggu kedatangan tiga wanita cantik itu. “Donghae oppa!!” pekik gadis tersebut dan langsung menghambur kepelukan pria yang dipanggil Donghae itu. “wah sepertinya kau sangat merindukanku Park Hyura ssi?” ledek Donghae dan Hyura langsung melepaskan pelukannya, menatap Donghae tajam “jadi, kau tidak merindukanku eh?” Donghae hanya terkekeh dan kembali memeluk gadis itu. saking rindunya Donghae tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata dan hanya melalui tindakannya.

***

Hari itu hyura memutuskan untuk menginap dirumahnya karena ia sangat merindukan kamarnya. Alasan ibunya membelikan apartemen karena gadis itu akan menggantikan ayahnya yang sudah tidak sanggup lagi memimpin perusahaan. Sudah di pastikan kesibukan yang luar biasa menantinya. Sedangkan jarak dari rumah ke perusahaan cukup  jauh jadi Nyonya Park membelikan apartemen yang bersebrangan dengan Park Building.

Alasan itu pula yang menyebabkan Hyura kembali dari jerman. Ayah nya sudah sakit-sakitan semenjak tahun lalu dan sejak tahun lalu juga ibunya terus-terusan memintanya untuk pulang tapi Hyura selalu beralasan ia tidak bisa meninggalkan study nya dan sekarang ia telah mendapatkan gelar strata nya dan ia juga sudah tidak mempunyai alasan untuk tidak pulang.

Selama setahun ini Tuan Park tidak bisa menjalankan perusahaan secara maksimal, Donghae lah yang membantunya, tapi Donghae yang notabene hanya saudara jauh dari Nyonya Park tidak memliki kekuasaan penuh di Park Enterprise.

“appa, kurasa aku belum bisa memegang penuh perusahaan, aku masih harus banyak belajar. Jabatan direktur itu biar tetap Donghae oppa yang mendudukinya” Hyura memulai berbicara ketika mereka semua berkumpul di ruang tengah kediaman keluarga Park. “andweyo” sahut Donghae tidak setuju. Dan Hyura menatapnya sebal. “waeyo oppa?”

“kau yang harus menggantikan ajushi, aku akan mendampingimu dan mengajarimu” jelas Donghae. semenjak pria itu membantu keluarga Park menjalankan perusahaan, banyak muncul berita miring mengenai dirinya yang dianggap mengambil keutungan dari Park Enterprise dan Donghae ingin membuktikan bahwa hal itu tidak benar

“tapi aku sama sekali tidak mengerti bisnis atau pun perusahaan oppa. Dan kuliahku sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis. Bagaimana kalian bisa memberikanku tanggung jawab yang begitu besar padaku?”

“Hyura-ya” ujar tuan Park lembut menenangkan putrinya “aku setuju dengan usul Donghae, kau harus mulai belajar menjalankan perusahaan”

“tapi appa….” Tuan Park mengangkat sebelah tangannya mengisyaratkan agar Hyura mendengarkannya terlebih dahulu. Gadis itu pun menurut dan membungkam mulutnya rapat-rapat. “Donghae akan tetap menjabat sebagai direktur sementara sampai kau benar-benar bisa menjalankan perusahaan sendiri.. jadi mulai besok kau akan bekerja bersama Donghae. mengikuti perintahnya dan jangan membantah!!!”

Hyura mendesah pasrah “ne appa. Arraseo”

“ajushi bisa mempercayakannya padaku” janji Donghae.

***

“ini bahan untuk meeting pagi ini, baca dan pelajari baik-baik! Kau hanya punya waktu 30 menit” Donghae memberikan beberapa lembar map pada Hyura. dan gadis itu mengernyitkan dahinya tidak suka mendengar kata ‘meeting’. Oh ayolah ia baru masuk satu hari tapi ia sudah harus dihadapkan pada berkas-berkas yang ia tidak mengerti sama sekali.

“aku hanya perlu duduk diam dan mendengarkan rapat kan? Apa aku harus mempelajari hal semacam ini juga?” Donghae mendesah pelan. Ia tau benar gadis dihadapannya ini sangat membenci hal yang berbau bisnis, tapi ia diberi tanggung jawab untuk menjadikannya seorang pemimpin. Dan mau tidak mau Donghae harus ekstra sabar mengajarinya.

“kau tidak hanya duduk diam, tapi kau juga harus memperkenalkan dirimu di depan semua peserta rapat. Dan ini!” Donghae mengacungkan persis didepan muka hyura berkas yang baru saja ia serahkan pada gadis itu “proyek resort terbaru kita, kau harus menguasinya sebelum rapat nanti. Oh ya kau jangan lupa, perusahaan kita sudah sejak lama merger dengan Cho Corporation dan di rapat nanti akan ada Cho Kyuhyun dan Ayahnya. Kau sudah tau hal itu bukan sebelum memutuskan kembali ke Negara ini?” Donghae sedikit memperingatkan Hyura bagaimana hubungan gadis itu dengan pria yang bernama Cho kyuhyun. sebenarnya Donghae pun tidak terlalu menyukai kenyataan ini. melihat Hyura harus berhadapan lagi dengan ‘mantan tunangannya’. Hal itu seperti membuka luka lama adik kesayangannya.

Hyura mengambil berkas yang ada ditangan Donghae dan mulai membacanya “aku tau, kau tidak perlu khawatir” ujar Hyura santai tanpa mengalihkan matanya dari kertas-kertas yang ada di hadapannya sekarang. Mendengar hal itu Donghae mendesah lega.

12 tahun yang lalu Park Enterprise dan Cho Corporation melakukan merger dengan investasi yang sangat besar. Untuk membangun sebuah kepercayaan satu sama lain kedua belah pihak memutuskan untuk menjodohkan putra dan putri mereka dengan harapan dapat menyatukan kedua perusahaan besar tersebut dan menjadikannya satu perusahaan terbesar di korea selatan.

Tanpa memperdulikan latar belakang bisnis yang menjadikan alasan Hyura dan Kyuhyun bertunangan sejak kecil. Toh sebenarnya mereka menyukai satu sama lain. Sejak mereka di pertemukan dalam acara perjodohan kyuhyun langsung jatuh hati pada gadis kecil cantik yang orang tuanya bilang, kelak gadis itu kan menjadi pengantinmu. Betapa senangnya kyuhyun ia bisa mendapatkan pengantin secantik itu, pikirnya saat itu.

Sejak saat itu Kyuhyun dan Hyura selalu terlihat terus bersama-sama. Dimana ada Kyuhyun disitu pasti ada Hyura. mereka seperti belahan jiwa yang tak terpisahkan. Saat mereka sedang bermain bersama, banyak yang bilang mereka seperti pasangan malaikat. Bagaimana bisa tuhan menciptakan pasangan dengan wajah sesempurna mereka. Tapi lain halnya jika mereka sedang jahil maka mereka akan dikatakan sebagai pasangan iblis.

Sampai sekolah menengah Hyura bahkan sulit mendapatkan teman karena Kyuhyun selalu mengklaim Hyura sebagai miliknya dan tidak boleh ada yang mendekatinya. Meskipun Kyuhyun hanya menekankan pada para pria namun para gadis pun menjadi segan mendekati Hyura meskipun hanya untuk berteman.

Meskipun bagi Kyuhyun hanya memiliki Hyura itu sudah cukup baginya, namun tidak dengan Hyura. terkadang ia juga ingin menikmati waktu bersama para teman perempuannya. Tapi Kyuhyun justru mengatakan jika ia hanya butuh teman bergosip maka ia bisa mengajak Hyuna atau Ahra noona.

***

Hyura berjalan beriringan bersama Donghae menuju ruang rapat. Dari kejauhan ia bisa melihat siluet tubuh pria yang sudah hampir 6 tahun ini tidak pernah ia temui lagi. ”Kyuhyun-ah, Cho Kyuhyun” Hyura melambaikan tangannya, mencoba memanggil Kyuhyun tapi pria itu dengan dinginnya mengabaikan panggilan Hyura dan mempercepat langkahnya memasuki ruang rapat.

Sesuai instruksi Donghae, Hyura memperkenalkan diri sebagai putri pemilik Park Enterprise dan mempresentasikan proyek baru mereka. Selama rapat itu pula Kyuhyun sama sekali tidak memandang Hyura. begitu pun saat rapat berakhir ia buru-buru bangkit dari kursinya dan segera meninggalkan ruang rapat.

“Kyuhyun-ah, Cho Kyuhyun” Hyura terus memanggil Kyuhyun dan mengejarnya “Ya! Cho Kyuhyun!!” akhirnya pria tersebut berhenti dan berbalik menatap Hyura dengan malas “Wae?” tanya Kyuhyun ketus

“apa kau tadi tidak melihatku? tadi aku memanggilmu sebelum rapat dimulai” Hyura berusaha berbicara baik-baik dengan pria di depannya ini

“aku melihatmu” jawabnya singkat

“kalau kau melihatku kenapa kau pergi begitu saja? Kita sudah lama tidak bertemu. Seharusnya kita saling menyapa atau…..”

“kita tidak memiliki hubungan dimana kita harus saling menyapa” potong kyuhyun dingin dan mulai berjalan meninggalkan hyura.

Hyura tidak menyerah dan tetap mengejar kyuhyun, mensejajarkan langkah mereka sampai akhirnya Kyuhyun harus berhenti di depan lift, menunggu pintu besi itu terbuka. Dan Hyura dengan polosnya  masih setia berdiri disamping pria itu. “ada lagi yang ingin kau tanyakan?” Tanya kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.

“sudah lebih dari 6 tahun, bagaimana kabarmu?” Tanya Hyura seceria mungkin. Ia ingin mempunyai hubungan baik dengan pria yang pernah menjadi tunangannya tersebut. Setidaknya mereka akan sering bertemu mengingat perusahaan mereka tengah bekerja sama. Dan gadis itu ingin memulainya dengan cara yang benar.

“bagiku, bagaimana kau hidup selama 6 tahun ini, aku tidak tertarik untuk mengetahuinya” Hyura menatap Kyuhyun kesal. Bagaimana pria itu bisa berbicara seperti itu padanya. Tapi gadis itu berhasil menguasai emosinya. “ya! kenapa kau selalu seperti ini?? ini pertama kalinya dalam 6 tahun kita bertemu kembali. Apa kau tidak senang?”

Kyuhyun mendengus dan menatap hyura sebal “aku tidak senang!! Dan aku tidak menyukainya, jadi sekarang pergilah!!” Kyuhyun langsung masuk kedalam lift begitu pintu itu terbuka. Dan memencet tombol segitiga saling berhadapan berkali-kali agar pintu lift segera tertutup.

Duakkk

Hyura menendang pintu lift yang baru saja tertutup. “aisshhh napeun” umpat Hyura. Ia tidak menyangka pria itu masih marah padanya. Ia pikir waktu 6 tahun cukup untuk membuat pria itu melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu.

***

“yeobo, kudengar putri keluarga Park sudah kembali dari jerman?” Tanya Nyonya Cho pada suaminya. Saat ia sedang mengantarkan minuman ke ruang kerja Tuan Cho. “ne, tadi aku melihatnya saat rapat gabungan. Sepertinya ia sudah sehat” sahut tuan Cho tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang menumpuk di mejanya

“apa kita bisa melanjutkan perjodohan itu? aku sangat menyukai Hyura dan Kyuhyun juga sepertinya masih belum bisa melupakannya”

Tuan Cho mendesah pelan dan menatap istrinya lekat “aku tidak ingin memaksa mereka lagi, seandainya Kyuhyun masih mencintainya biarkan ia mengejarnya dengan jalannya sendiri. dan jika tidak biarkan ia mencari pendamping hidupnya sendiri” ucap tuan Cho bijak

“tapi yeobo….” Nyonya cho berusaha membantah tapi suaminya dengan cepat menyela ucapannya “yeobo, tidakkah kau ingat bagaimana hancurnya Kyuhyun dulu saat Hyura meninggalkannya? Aku tidak mau hal itu terjadi lagi pada anak kita” Nyonya Cho mengangguk pasrah mendengar penjelasan suaminya. Karena sebagai seorang ibu ia juga tidak ingin melihat anaknya menderita unuk kedua kalinya.

***

Dengan sangat menjatuhkan harga dirinya, Hyura mendatangi kantor Kyuhyun karena gadis itu mendengar bahwa Cho Corporate tidak akan ikut andil dalam pembangunan resort baru mereka di Jeju. Padahal sepengetahuan Hyura, proyek resort tersebut diajukan pertama kali oleh Cho Corp, tapi tiba-tiba saja mereka lepas tangan.

Hyura melempar map yang ia bawa langsung ke meja kerja Kyuhyun. dan pria itu menatap tajam gadis yang dengan tidak sopannya menerobos masuk kantornya. “jesoanghamnida sajangnim, nona ini memaksa…..” kyuhyun mengangkat sebelah tangannya menandakan tidak perlu melanjutkannya. Seakan mengerti, wanita yang menjabat sebagai sekertaris kyuhyun itu pun langsung pamit meninggalkan pria dan wanita yang kini tengah perang aura.

“kenapa tiba-tiba kalian mundur?” Hyura langsung menuntut Kyuhyun dengan pertanyaannya. Dengan santai Kyuhyun bangkit dari kursi kebesarannya, berjalan mengitari mengitari mejanya dan kemudian menyenderkan tubuhnya dipinggiran meja sambil melipat kedua tangannya “kami memang tidak pernah berniat bergabung dalam proyek itu” sahut Kyuhyun santai

“bukankah rencana awal itu berasal dari kalian? Dan kemarin apa kau tidak mendengarkan apa yang kusampaikan mengenai pengembangannya? Bahkan presdir sudah setuju lalu kenapa kalian tiba-tiba mundur?”

 “awalnya itu hanya sebuah usulan lagipula kami belum memutuskan apa-apa, dan kupikir kalau kau yang tidak berkompeten di bidang ini justru memimpin proyek resort itu, kami tidak yakin dengan hasilnya, jadi aku memutuskan untuk tidak ikut berpartisipasi” Kyuhyun menatap Hyura dengan pandangan meremehkan

Hyura menggertakan giginya. apa dia bilang? tidak berkompeten? Rasanya gadis itu ingin melemparnya keluar jendela. “kau bilang apa?” Hyura sedikit menggeram saat melontarkan pertanyaan tersebut.

“kusarankan sebaiknya kau mencari partner lain nona Park” kata kyuhyun lagi tanpa menanggapi pertanyaan hyura. gadis itu menyipitkan matanya memandang kyuhyun penuh amarah “terima kasih atas nasihat anda tuan Cho Kyuhyun” hyura memberi penakanan saat menyebut nama kyuhyun dan ia pun melenggang meninggalkan Cho Corporate dan tidak lupa ia mengambil proposal yang sempat ia lempar ke meja Kyuhyun.

Brakkkk

Kali ini tong sampah besi yang menjadi sasaran gadis itu. ia menendang tong sampah yang terletak tepat di depan lift sampai isinya berceceran keluar. Beberapa karyawan Cho Corporate memandang heran gadis yang tengah mengumpat didepan lift dan beberapa saat sebelumnya menumpahkan isi tong sampah didapannya. “Apa yang kau lihat?” bentak hyura pada salah satu seorang pria yang tertangkap mata tengah memandanginya. Pria tersebut langsung mengkeret dan menyingkir dari situ.

***

Pletakkk

Ahra memukul kepala kyuhyun dengan gulungan kertas yang cukup tebal. Dan membuat pria tersebut melemparkan death glarenya pada kakak perempuannya itu “Yakk!! Noona, apa yang kau lakukan?”

“kau pikir kantor ini taman bermain hah? Seenaknya memutuskan tanpa merundingkannya denganku atau appa? Kau ingin menghancurkan perusahaan ini?”

“ya! apa maksudmu? Aku tidak mengerti”

“kau membatalkan kerjasama pembangunan resort itu tanpa berunding denganku, proyek itu sudah kurencanakan untuk perusahaan ini sejak tahun lalu. Dan kau!” ahra mengacungkan gulungan kertas yang masih ia pegang tepat ke hadapan muka kyuhyun, otomatis kyuhun memundurkan sedikit kepalanya “membatalkannya seenak jidatmu. Dan sekarang lihat akibatnya” ahra melamparkan pc tablet miliknya ke meja kerja kyuhyun.

Kyuhun mengambil pc tablet tersebut dan membacanya perlahan “Park Enterprise Berwacana Menerima Tawaran Perusahaan Investor Friends dari Jerman

“kalau proyek itu sampai jatuh ke tangan Friends, aku tidak akan sungkan-sungkan untuk membunuhmu” ancam ahra

“aku