actress and marriage [part 7 ]

Judul Cerita     : actress and marriage

Author            : Jeonghoon20180

Main cast         :  Cho Kyuhyun, park hyura(Oc),

Other Cast       : Lee donghae, han nammie (Oc), Han Chaerin, Cho Jino

Genre              : romance

Length             : chapter

pic 2

 

Author pov

Pria tersebut terlihat gusar sambil terus menatap ponselnya dan mondar-mandir dikamarnya.

“dimana kau?” lirihnya, tersirat nada Khawatir di dalam suaranya

Dengan menghilangkan rasa gengsinya yang selangit, ia beranjak mendatangi sebuah kamar yang masih satu gedung dengan tempat ia menginap.

“ada apa?” sahut Donghae malas saat mendapati Kyuhyun tengah berdiri didepan pintu kamarnya

“apa kau tau dimana Hyura?”

Donghae mendengus “ seharusnya kau lebih tau, kau ini kan suaminya” sahut Donghae dengan nada mengejek

“aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu Donghae ssi! Hyura menghilang dan ini bukan di Korea”

Bohong kalau Donghae tidak cemas tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, toh sejak siang ia menghubungi Hyura tapi gadis itu tidak mau menjawabnya. Donghae tetap akan mempercayai Hyura sesuai dengan janjinya dan ia juga yakin Hyura memiliki alasan tersendiri kenapa tiba-tiba ia menghilang dan tidak mau dihubungi.

“seandainya aku tau pun, aku tidak akan memberitahukannya pada mu. Selamat malam Tuan Cho” kata donghae dan menutup pintu kamarnya.

Kyuhyun mengacak rambutnya kesal. Ia sadar seharusnya ia tidak perlu terlalu keras pada Hyura. Tanpa memperdulikan salah atau benar.

Tidak lama setelah Hyura pergi Chaerin menjelaskan segalanya. Dan itu malah membuat Kyuhyun makin Frustasi karena merasa bersalah.

Drrtttt Drrrttt Drtttttt

From : Han Nammie

Hyura sudah pulang ke korea, sekarang ia sudah ada di rumahmu

Setelah membaca pesan singkat dari Nammie, Kyuhyun tersenyum lega. Setidaknya gadis itu aman dan tidak terjadi sesuatu apapun padanya.

To : Han Nammie

Gomawo

~

“Ryewook-ah, apa kau sudah mendapat kabar?” donghae berbicara dengan assitennya melalui telepon.

“ne sajangnim. Nona Park Hyura dan Nona Han Nammie terdaftar sebagai penumpang pesawat komersil yang menuju Korea. Dan mereka baru saja tiba di Incheon beberapa menit yang lalu” jelas Ryewook

***

 

Kyuhyun meremas amplop berwarna coklat yang ia terima di bawah pintu kamarnya pagi ini. Padahal hari ini ia berniat pulang ke korea dan segera bertemu dengan Hyura untuk meluruskan kesalah pahaman mereka.

Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan beberapa angka disana kemudian menempelkan ke telinganya.

“nona Kwon bisa kau batalkan penerbanganku ke korea hari ini? Ada hal yang masih harus kuurus di sini” tanpa menunggu jawaban dari sebrang ia memutuskan pembicaraan secara sepihak.

Tokk….ToK…Tok

Kyuhyun menggedor sebuah pintu dengan kasar. Seolah ia menjadi orang primitif yang tidak mengenal bel.

“YAK!! Apa kau tidak bisa memencet bel?” Donghae membuka pintu dan langsung berteriak pada Kyuhyun. ia sangat kesal karena Kyuhyun merusak paginya yang damai.

Kyuhyun tidak menanggapi protes Donghae dan melempar dengan kasar amplop yang tengah ia pegang ke wajah Donghae. dan menyebabkan isinya berceceran keluar.

Donghae yang tadinya hendak marah terhadap Kyuhyun, karena ia berlaku sangat tidak sopan padanya. Malah tertegun sesaat begitu ia melihat isi amplop coklat tersebut.

donghae berjongkok dan memungutinya, kemudian menatap Kyuhyun datar. “tidak kusangka secepat ini” gumamnya pelan tapi masih bisa tertangkap telinga Kyuhyun

“kalian sangat menjijikan” kata Kyuhyun tajam

Donghae tersenyum sinis “sekarang kau tau kan seberapa dalam hubungan kami? lagipula ini bukan urusanmu!!!!”

Kyuhyun menarik kerah Donghae “Brengsek!! Dia istriku!!! Bagaimana jika foto-foto ini sampai tersebar? Apa efeknya bagi Hyura hah?” Kyuhyun menghempaskan cengkramannya dan membuat Donghae terhuyung kebelakang beberapa langkah

Donghae membenarkan posisi berdirinya dan merapikan bajunya “kita membutuhkan badai sebelum mendapatkan langit yang cerah. Dan Hyura akan baik-baik saja! ia tidak selemah seperti yang kau bayangkan” Donghae berjalan mendekat dan menatap langsung manik mata Kyuhyun, menandakan ia sangat serius dengan apa yang ia lakukan

“Kau hanya perlu melepaskannya saja Kyuhyun ssi, karena hatinya selamanya hanya milikku!!”

“jadi memang kau yang merencanakan ini semua?” tanya Kyuhyun tak percaya, ia mendengus dan tertawa sinis “ kalian memang pasangan yang serasi” kata Kyuhyun dengan nada mengejek

Donghae mengerutkan dahinya bingung “maksudmu?”

“bukan Hyura, tapi Chaerin. Kau sangat serasi dengannya” kata Kyuhyun dan makin membuat Donghae bingung. “ia bahkan rela berlutut dan memohon didepan Hyura hanya agar ia menjauhimu” kata Kyuhyun masih dengan nada mengejek

“a apa katamu?”

“yah, dan kau tidak jauh berbeda dengannya. kau menggunakan jalan pintas hanya agar ia kembali lebih cepat padamu”

“terserah kau mau beranggapan apa, yang jelas aku mencintainya! Dan aku tidak akan mengulangi lagi kesalahanku dulu dengan melepaskannya.”

“cih, cinta macam apa yang kau bangga-banggakan itu? atau….” Kyuhyun memandang rendah Donghae “kau takut lama-kelamaan hatinya akan berpaling darimu? Karena itu kau bersikap begini”

Donghae sedikit tersentak karena Kyuhyun dapat membaca maksudnya dengan jelas. Tapi ia buru-buru menguasai dirinya “aku mencintainya dan aku tidak akan membiarkan Hyura terluka karena perbuatanku. Aku akan melindunginya!!”

“kau terlalu naif Donghae ssi, hal ini sudah sangat jelas akan menghancurkan karirnya!!” kata Kyuhyun tidak sabar.

“dan aku akan melindunginya!!!”

“bagaimana? Bagaimana kau akan melindunginya?” Tanya Kyuhyun Skeptis

“apa kau tidak tau? Dia tidak pernah menyukai pekerjaannya. Jadi seandainya karirnya hancur pun itu tidak masalah baginya, karena aku akan tetap disisinya” jawab donghae tenang dan sangat yakin

Kyuhyun tersenyum sinis “kau salah Donghae ssi. Park Hyura sangat mencintai pekerjaannya bahkan ia…….” Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya, saat ia sadar ia hampir saja membongkar alasan mereka menikah.

“apa? Bahkan apa?” tanya Donghae tidak sabar

“apa kau tidak bisa menggunakan otakmu? Untuk apa dia menjalankan profesinya sebagai artis kalau aku bisa menghidupinya lebih dari cukup?” Kyuhyun menatap Donghae prihatin “ aku jadi tidak yakin kalau kau benar-benar mengenalnya. Apa kalian dulu benar-benar pernah menjalin hubungan?” tanya Kyuhyun dengan nada mencemooh. Donghae merasa kesal karena Kyuhyun memandang rendah dirinya. Tapi ia lebih bisa menguasai emosinya.

“harusnya aku yang tanya padamu, apa kau yakin telah menikahi wanita yang tepat?” kali ini Donghae yang memainkan emosi Kyuhyun.

“Mwo?”

Donghae tersenyum sinis “kupikir, kau yang tidak bisa menggunakan otakmu. Bagaimana kau bisa menikahi wanita yang hatinya tidak ada padamu?” Donghae menggeleng prihatin

Kyuhyun mendengus kesal “ terserah apa katamu, yang jelas sekarang Hyura adalah istriku!!! Dan dia milikku!!”

“nikmatilah selagi kau bisa Tuan Cho, karena tidak lama lagi ia akan kembali padaku” ucap Donghae penuh keyakinan “karena aku akan mengambilnya kembali dan menjadikannya milikku seutuhnya”

“dan sebelum hal itu terjadi, aku akan menghancurkanmu!!!” ancam Kyuhyun dan melengos pergi meninggalkan Donghae. ia bisa lepas kontrol dan memukul pria itu jika mereka masih terus saja berdebat.

Kyuhyun berjalan sambil menggerutu tidak jelas, kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

“bisa kau kirimkan aku data-data mengenai Coex saat masih di grup Han?”

“…..”

“baiklah, kutunggu secepatnya!!” kata Kyuhyun sebelum ia memutuskan sambungan teleponnya. Kemudian ia memandang ponselnya ragu, menimbang-nimbang apa ia harus menghubungi orang ini. Karena baginya, orang tersebut juga merupakan ancaman bagi Kyuhyun.

Tapi Kyuhyun tidak punya pilihan lain, hanya dia yang bisa membantunya. Dia mengambil nafas panjang sebelum menekan icon gagang telepon berwarna hijau.

“yeoboseo.” Sahut orang disebrang

“Jino-ya, aku butuh bantuanmu!”

***

Hyura pov

Pagi ini aku menikmati sarapanku di rumah keluarga Cho. Mataku melirik sekilas saat Kyuhyun menarik kursi disebelahku dan mendudukinya. “selamat pagi” sapanya kepada aboenim dan eomonim.

“pagi Kyu, bagaimana tidurmu? Apa nyenyak?” tanya eomonim ramah sembari menuangkan teh untuk aboenim

“sangat nyenyak” sahutnya dengan senyuman yang ramah. Tapi tidak untukku, Bagiku senyumnya sangat menyebalkan. “iya kan Hyura?” lanjutnya lagi dan menoleh ke arah

“n ne” sahutku kaku.

“mana jino?” tanya aboenim

“dia sudah berangkat pagi-pagi sekali, katanya dia kan sarapan di kantor” jelas eomonim

Abonim tersenyum simpul mendengar penjelasan eomonim “anak itu sedikit berubah, akhir-akhir ini ia bekerja dengan serius dan tiba-tiba saja dia menerima tawaranku untuk menggantikan posisi Kyuhyun” kata aboenim dengan nada sedikit takjub dan juga senang

“aku yang menyarankannya” sahut Kyuhyun dan otomatis membuatku menoleh cepat kearahnya. Aneh, pikirku. Kyuhyun berbagi posisi dengan Jino? bukankan Kyuhyun membenci Jino karena masalah perusahaan? Lalu sejak kapan mereka…. apa aku melewatkan sesuatu?

“karena kupikir hanya dia yang mampu menggantikanku, lagipula jika harus mengadakan rapat pemegang saham hanya untuk mencari penggantiku itu hanya kan membuang-buang waktu”

“baguslah kalau begitu” ujar aboenim menyetujuinya “ Tapi Kyuhyun-ah, kau harus mengajarinya. Meskipun ia sudah mulai menempati posisimu semenjak kau tidak ada, tapi ia masih perlu belajar”

“Appa tenang saja, aku akan mengajarinya” sahut Kyuhyun enteng. Aku semakin mengerutkan keningku mendengarnya. Bukannya tidak senang mendengar mereka menjadi akur. Tapi, aku merasa ada yang janggal. Entahlah, atau mungkin itu hanya perasaanku saja.

“aku sudah selesai. Hyura-ya, kau mau kuantar?” tawar Kyuhyun

Aku menggeleng pelan “ tidak perlu, managerku akan menjemputku” jawabku seadanya. Aku masih kesal padanya karena masalah semalam.

Menghancurkan Donghae oppa? Apa dia sudah gila? Memangnya Donghae oppa pernah berbuat salah apa padanya sampai-sampai ia ingin menghancurkannya? Huh, Mengingat percakapan kami semalam membuatku kesal dan malas melihat wajahnya.

“baiklah kalau begitu aku duluan” ucapnya dan mengecup keningku sekilas sebelum pergi. Aku sangat terkejut dengan tindakannya yang tiba-tiba dan melotot kerahnya.

Tapi Dia tidak mempedulikannya dan kembali tersenyum lalu mengusap puncak kepalaku “ jangan merindukanku yah yeobo” katanya kemudian melenggang pergi. Aku melongo seperti orang tolol menatapi kepergiannya. Barusan dia memanggilku apa? Yeobo? Dalam mimpi pun aku tidak pernah berharap ia memanggilku seperti itu.

“aigoo~ mereka mesra sekali yah yeobo” kata eomonim dan mengembalikan kesadaranku. Kemudian aku menoleh ke arah mereka dan tersenyum kaku

***

Tepat sebelum makan siang Nammie menjemputku ke kediaman Keluarga Cho. Hari ini aku ada jadwal Photo shot untuk catalog bulan depan Coex. Tapi kali ini aku tidak menampilkan produk Cho Corp melainkan dari desaigner independen yang dimiliki Coex.

“menurut hasil laporan penjualan Coex, turis yang berasal dari Jepang jumlahnya sangat meningkat. Dan itu sepertinya karena kau yang menjadi model mereka” kata Nammie saat aku baru saja sampai di studio.

“ benarkah?” tanyaku acuh

Nammie mengangguk sebagai jawabannya “oh ya kau tau Cho Corp mengeluarkan produk gaun tidur?”

Aku mengerutkan keningku kemudian menggeleng pelan. Gaun tidur? Setauku Cho corp tidak pernah mengeluarkan produk baju tidur. Mereka hanya memproduksi pakaian casual dan resmi.

“begitu ya” gumamnya, atau bisa dibilang ia berbicara pada dirinya sendiri

“memangnya kenapa?” tanyaku seiring dengan seorang photografer yang kuketahui namanya Kim Kibum menghampiri kami.

“oh Hyura ssi, annyonghaseo” sapanya ramah. Aku dan Nammie tersenyum kemudian menundukkan sedikit kepalaku “ kau bisa langsung ke ruang make up, stylist mu sudah menunggu” katanya lagi

Aku kembali mengangguk dan mengikuti instruksinya menuju ruang make up “ kau belum menjawab pertanyaanku” kataku begitu memasuki ruang make up, dan Hye eonni sudah siap didalam dengan perlengkapannya

“pertanyaan yang mana?”

aku langsung duduk di meja rias dan memandang Nammie melalui kaca didepanku sedangkan Hye Eonni tanpa banyak bicara langsung memoles wajahku “Gaun tidur. Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?”

“oh, itu. aku juga baru tau pagi ini saat menyusun ulang jadwalmu. Lusa kau ada pemotretan Koleksi Gaun tidur terbaru Cho Corp, makanya aku tanya”

Aku hanya membulatkan mulutku tanpa mengeluarkan suara kemudian memejamkan mataku, dengan begitu jadi memudahkan Hye eonni mengerjai wajahku.

Gaun tidur? Apa lingier juga termasuk? Apa akan seksi?, pertanyaan seperti itu terus bermunculan dibenakku. Tapi kupikir tidak mungkin. Kyuhyun tidak akan membiarkanku melakukan pemotretan dengan pakaian seperti itu, mengingat bagaimana ia sangat tidak suka saat mengetahui aku bermaim di film baruku.

“hhmm, tapi ini beda dari biasanya” terdengar gumaman Nammie yang cukup keras

“beda apanya?” tanyaku masih dengan memejamkan mata

“kali ini kau tidak akan melakukannya sendiri”

“benarkah? Memang siapa model yang dipilih Cho Corp?” tanyaku penasaran. Aneh. Aku tidak tau kalau Cho corp memakai model lain selain aku.

“suamimu, Cho Kyuhyun”

Seketika aku membuka mataku dan mencondongkan tubuhku ke arah cermin“ siapa kau bilang?”

“Ya! Apa yang kau lakukan?” protes Hye eonni, karena gerakanku yang tiba-tiba membuat eye liner yang sedang ia bentuk berantakan.

“mianhe eonni” kataku dan diiringi senyum meminta maaf. Ia mendengus kasar “kau merusak hasil karyaku” gerutunya dan Kulihat dari sudut mataku Nammie terkekeh. Sial.

Aku kembali memamerkan barisan gigiku “arasseo, kali ini aku akan diam” janjiku dan kembali menegakkan tubuhku kemudian memandang Nammie dari cermin didepanku “jangan menertawaiku Han Nammie!” kataku tegas dan ia langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius “Kau yakin? Aku akan melakukan pemotretan dengan Cho Kyuhyun?”

“aku yakin 100%, karena Kyuhyun sendiri yang mengkonfirmasinya” sahut Nammie mantap

Aku mengerutkan keningku, Kyuhyun menjadi partnerku? Tapi kenapa ia tidak mengatakan apa-apa padaku? Aku malah tau dari Nammie.

Drrrttt Drrrrtt Drrrtt

Nammie keluar ruangan dengan membawa ponselnya

***

Aku mengeratkan gigiku dan Tanganku bergetar saat memegang benda tipis yang mudah robek ini, tanpa sadar lama-kelamaan aku meremas benda tersebut dan melemparnya sembarang. “a apa ini?” tanyaku dengan suara serak

“harusnya kami yang bertanya begitu. Apa maksudnya ini? Apa yang telah kau lakukan?” Shindong Sajangnim bertanya dengan nada menyudutkan. Ia menatapku dengan tatapan kecewa, kesal, marah dan menyesal. Sedangkan Nammie memandangku dengan tatapan menuduh.

Setelah selesai PhotoShoot tiba-tiba saja Sajangnim memanggil kami ke kantor agency dan didepan kantor sudah banyak wartawan yang menunggu. Aku tidak mengerti sampai Shindong Sajangnim memberikanku koran hari ini. Di halaman pertama terlihat Fotoku sedang berpelukan dengan Donghae oppa di hotel waktu di Taiwan tempo hari.

“berita ni sudah heboh sejak kemarin di berbagai media di Taiwan dan hari ini di Korea” jelas Sajangnim “ini bukan hal yang main-main Hyura-ya, tidak seandainya kau belum menikah. Bukan hanya karir mu tapi keluargamu, keluarga suamimu, Cho Corp bahkan Coex juga akan kena imbasnya”

Aku terdiam dan tertunduk, benar apa yang dikatakan sajangnim. Mungkin ibuku dan keluarga Cho akan terluka mendengar berita ini. Dadaku tiba-tiba bergemuruh mengingat eomma, eomonim dan aboenim, bahkan Jino. Apa yang akan mereka pikirkan? Apa mereka akan menganggapku wanita murahan? Berpelukan dengan Pria lain ditempat umum sedangkan aku sudah bersuami.

“bukankan sudah kubilang untuk menjaga sikapmu?” Kata Nammie dengan nada kesal dan menuduh “Lihat! Sekarang apa yang kau lakukan? Semua orang menghujatmu karena kau berselingkuh”

“Han Nammie! Diamlah!” geram sajangnim. ia mendesah pelan dan menyentuh pundakku ringan “aku akan mengurusnya! sekarang kau pulanglah, jangan pergi kemana-mana. Rumahmu adalah tempat yang paling aman”

Aku mengangguk mengiyakan “Ne sajangnim, terimakasih dan aku minta maaf” kataku dan menunduk dalam. Kemudian aku keluar dari ruangannya dan diikuti oleh Nammie. “mian, aku tadi tidak bermaksud menyalahkanmu” ujar Nammie pelan di belakangku

“Gwenchana” sahutku pelan dan tanpa melihatnya. Saat ini aku bahkan tidak bisa merasakan tubuhku sendiri, aku merasa tubuhku bergerak dengan sendirinya. Tentu saja aku marah dan kesal, tapi aku tidak tau harus marah pada siapa. Wartawan-wartawan itu? atau pada orang-orang yang mengeluarkan komentar-komentar miring padaku? Toh aku tidak bisa menyangkal berita itu, karena itu memang kenyataannya.

~

Sesampainya dirumah aku merebahkan diriku di sofa, rasanya aku terlalu lelah untuk berjalan kekamarku. Ini masih sore dan Kyuhyun belum pulang, sedangkan Nammie langsung pergi begitu mengantarku.

Aku mengangkat gagang telepon yang tidak jauh dariku, kemudian menekan beberapa angka disana sampai terdengar nada sambung yang menandakan panggilanku masuk. Saat seperti ini aku lebih memilih mematikan ponselku sejak aku tau mengenai pemberitaan tersebut.

“hello” sahut orang dari sebrang

“oppa, na-ya”

“Hyura-ya? Benarkah kau ini kau?” terdengar sekali ia sangat antusias saat mendengar suaraku

“ne oppa, apa kau baik-baik saja? maaf aku baru menghubungimu”

“jika kau mencemaskanku karena pemberitaan itu kau salah besak Nona Park! aku baik-baik saja, malah sangat baik” katanya santai, tanpa melihat pun aku bisa merasakan ia sedang tersenyum sekarang, aku lega ia tidak terpengaruh gosip itu.

“syukurlah kalau oppa baik-baik saja” kataku tulus

“bagaimana denganmu? Apa kau bik-baik saja? jangan pedulikan apa kata mereka eo”

Aku tersenyum miris, tentu saja aku tidak peduli dengan mereka, tapi aku mencemaskan keluargaku. Aku takut mereka ikut terluka karena aku, bahkan aku tidak peduli dengan karirku “gwenchana, oppa juga tidakperlu mencemaskanku”

“Hyura-ya, aku punya kejutan untukmu”

“ye? Kejutan?”

“eo, kau tau. sekarang aku di Incheon” katanya dengan nada puas dan bangga

“Mwo?” astaga, di Incheon? apa yang Donghae oppa pikirkan? Saat seperti ini ia malah kembali ke korea. “o oppa, bukankah sebaiknya….”

“aku tidak akan membiarkanmu sendirian disaat seperti ini Hyura-ya” potongnya cepat “mungkin saat ini akan sulit, tapi bertahanlah sebentar lagi eo” katanya lembut sekaligus menenangkanku

“ ne arasseo oppa” sahutku mengiyakannya, meskipun aku mengiyakannya tapi suasana hatiku tidak berubah sama sekali.

“aku merindukanmu” desahnya pelan

Tililit

Kudengar pintu terbuka dan tertutup. Apa itu Kyuhyun?

“Oppa nanti kutelpon lagi” kataku buru-buru dan meletakkan kembali gagang telepon pada tempatnya.

“k kau sudah pulang?” tanyaku begitu ia memasuki ruang tamu. Kurasakan suaraku bergetar, kenapa tiba-tiba aku jadi gugup begini?

“kau menelpon siapa?” tanyanya menyelidik, dan aku baru menyadari ternyata tanganku masih berada diatas gagang telepon. Dengan cepat aku menarik kembali tanganku dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“a aku menelpon.. eomma” jawaban itu meluncur begitu saja dari mulutku

Matanya menyipit curiga “benarkah?”

Aku mengangguk cepat tanpa berani mengangkat wajahku. “kemana ponselmu?” tanyanya lagi

“aku mematikannya” jawabku datar dan bangkit dari sofa. Aku memilih untuk menghindarinya, aku tidak yakin bisa menjawab saat ia bertanya soal berita itu.

“aku belum selesai!” katanya cepat dan otomatis menghentikanku langkahku, aku sedikit menoleh tapi tidak benar-benar berbalik.

“ada apa lagi Kyu?” tanyaku setenang mungkin

“apa tidak ada yang ingin kau jelaskan padaku?”

Aku membalikkan tubuhku untuk melihat ekspresi wajahnya. Mata kami beradu selang beberapa detik sampai aku mengalihkan wajahku. Di luar dugaanku, ia terlihat sangat tenang.

Aku mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan “mengenai itu…aku…aku…aku minta maaf. Mianhe. Jeongmal mianhe” aku tidak tau harus menjelaskan apa dan bagaimana. Hanya ‘maaf’ yang terpikirkan olehku. Aku sadar hal ini memang kesalahan dan kelalaianku. “mianhe. Jeongmal mianhe, aku tidak bisa menjaga nama baikmu“ lanjutku lagi

Hatiku mencelos saat ia berjalan begitu saja melewatiku tanpa menanggapi permintaan maaf dariku “bersiaplah! Eomonim ingin bertemu denganmu” katanya tiba-tiba

Aku berbalik dan mantap punggungnya, ternyata ia berbicara tanpa memandangku “eomma?” ulangku. Ia sedikit menoleh tapi tidak benar-benar membalikkan tubuhnya

“tadi beliau menelponku, katanya kau tidak bisa dihubungi dan telpon rumah sibuk. Mungkin kau terlalu lama menelpon ibumu yang lain” sindirnya tajam dan langsung masuk kedalam kamarnya.

***

Aku menautkan jari-jariku dan meremasnya. Aku merasa seperti seorang anak kecil yang ketahuan mencuri uang ibunya. Eomma memandangku dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan. Aku pun tertunduk tidak berani manatap matanya langsung.

“sebenarnya apa yang terjadi Hyura-ya?” tanyanya lembut

“eomma. Aku… sebenarnya..”

“aku ingin kau berkata jujur padaku nak. Apa kau masih berhubungan dengan Donghae? kau masih memiliki perasaan padanya?”

Bukannya jawaban yang keluar dari mulutku tapi malah air mataku yang keluar. “Hyura-ya!” ibuku mengelus pelan rambutku

“ne eomma” kataku serak

“iya kau masih berhubungan dengannya atau iya kau masih memiliki perasaan padanya?”

Aku mengangguk “aku masih berhubungan dengannya” akhirnya aku menjawab jujur

“lalu tentang perasaanmu?” tanya eomma hati-hati

Aku menggeleng pelan “aku tidak tau” sahutku seraya mengusap air mataku dengan punggung tangan.

Ibuku menghela nafas “sebenarnya sejak dulu eomma tidak terlalu paham dengan hubungan kalian. Donghae yang selalu disampingmu dan menjagamu karena aku sibuk bekerja dan kakakmu sibuk sekolah sekaligus bekerja sambilan. Ia berperan banyak untukmu, sebagai teman, kakak dan orang tua. Dan eomma tau kau sangat kehilangan dia saat kalian berpisah bahkan sampai detik terakhir di Jepang kau pun masih menunggunya”

Eomma memberi jeda sebentar pada ucapannya dan memandangku dalam “tapi tidak setelah kau bertemu Kyuhyun”

“maksud eomma?”

Ibuku tersenyum lembut dan mengelus puncak kepalaku “kau harus memastikan perasaanmu nak. Eomma paham kau menyayangi Donghae dan tidak ingin menyakitinya tapi pastikan apa perasaanmu pada Kyuhyun sama seperti perasaanmu pada Donghae saat waktu di jepang”

“eomma tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada kalian. Kenapa kalian tiba-tiba bertunangan dan menikah, dan kenapa media mengatakan kalian telah berpacaran lama. Eomma percaya kau dan Kyuhyun punya alasan tersendiri melakukan hal itu tapi eomma harap kau tidak membohongi dirimu sendiri Hyura-ya. Kau anak yang baik, eomma yakin kau juga bisa mengambil keputusan yang baik pula”

Hatiku terasa seperti teriris pisau, rasanya nyeri dan pedih. Ya Tuhan, bahkan ibuku tidak marah saat ia tau anaknya membohonginya mentah-mentah. Rasa malu dan bersalah menggerogotiku, Bermain-main dengan sebuah pernikahan, membohongi banyak orang dan menyakiti orang-orang yang kusayangi karena ulahku sendiri.

“eomma mianhe. Jeongmal mianhe”

“arasseo” sahut eomma lembut dan memelukku sekilas “kau pasti lelah, lebih baik kalian menginap dan besok pagi baru pulang” aku mengangguk dan berjalan keluar kamar ibuku.

Di ruang tengah Kyuhyun sedang asik ngobrol dengan Leeteuk oppa. Ia menoleh begitu mendapatiku berdiri tidak jauh dari tempatnya. “eomma meminta kita menginap” sahutku saat melihat tatapannya yang ingin tau.

Ia mengangguk setuju dan aku langsung melenggang menuju kamarku di lantai 2. Aku benar-benar lelah dan ingin segera berbaring.

***

aku memandangi Kyuhyun dari atas sampai bawah saat ia masuk ke kamarku. Sebelah alisku terangkat begitu saja melihat celana santai yang digunakannya mengatung di atas mata kakinya ”ini, Hyung yang meminjamkannya. Apa terlihat sangat aneh?” tanyanya canggung

aku menggeleng cepat “tidak. Itu terlihat bagus” bahkan ia akan tetap terlihat tampan meskipun memakai pakaian gelandangan sekalipun.

Dia tersenyum tipis “kau tidak pandai berbohong Nona Park” katanya sembari berjalan ke arah ranjangku dan duduk di sampingku.

“aku tidak bohong, baju itu memang terlihat bagus dan pas untukmu” sangkalku dan agak sedikit bersemangat kedengarannya

Ia tertawa kecil mendengarku “arasseo, sebaiknya kau tidur! Kau pasti lelah” katanya sebelum berbaring memunggungiku.

Aku memandang punggung Kyuhyun nanar “kau harus memastikan perasaanmu nak. pastikan apa perasaanmu pada Kyuhyun sama seperti perasaanmu pada Donghae saat waktu di jepang” kata-kata ibuku terlintas begitu saja di kepalaku.

Apa perasaanku pada Kyuhyun sama dengan perasaanku pada Donghae oppa? Tentu saja aku menyayangi Donghae oppa dan tidak ingin menyakitinya, tapi apa aku juga menyayangi Kyuhyun? pria ini terkadang membuatku kesal dan membencinya setengah mati tapi terkadang ia juga bisa membuatku sulit bernafas dan jantungku serasa di pukul dengan palu.

Astaga. Apa ini? Aku benar-benar tidak mengerti, aisshhh.

“Kau kenapa? Kenapa belum tidur?” Kyuhyun memandangku heran

Aku menggigit bibirku, menimbang-nimbang apa aku harus menanyakan hal ini “Ya! Kau kenapa?” tanyanya lagi tidak sabar

“Kyu, apa aku boleh menanyakan sesuatu?” kataku ragu

“apa?” sepertinya aku membangkitkan rasa penasarannya, karena ia bangun dan mencondongkan tubuhnya ke arahku

“bagaimana perasaanmu terhadap Chaerin? Apa kau menyayanginya?”

“tentu saja” sahutnya cepat dan entah kenapa membuat dadaku nyeri dan telingaku agak berdenging membuat aku ingin menangis. Ya Tuhan, ada apa lagi denganku?

“la..lalu apa kau akan baik-baik saja jika dia menikah dengan Lee Donghae?” tanyaku susah payah

“memangnya aku harus kenapa?” tanyanya heran “bukankah pertanyaan itu seharusnya untukmu? Apa kau akan baik-baik saja jika dia menikah dengan pacarmu?” tanya Kyuhyun skeptis

“hmm benar juga” gumamku tanpa sadar “apa aku akan baik-baik saja?” tanyaku lebih pada diri sendiri. aku membayangkan seandainya Donghae oppa menikah dengan wanita lain dan kupikir aku pasti akan sedih dan kehilangannya sosoknya tapi itu tidak masalah asalkan Donghae oppa bahagia dan ia mendapatkan wanita yang baik.

“Mwo?”

Aku memandang Kyuhyun tidak percaya dan bingung “perasaan apa ini?”

“Ya! kau ini bicara apa? Aku tidak mengerti!” protesnya

Tapi aku lebih memilih mengabaikan protesnya “lalu bagaimana perasanmu terhadapku?” pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulutku.

“ke kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?” ia sedikit tidak nyaman dengan pertanyaanku

Aku mengendikkan bahuku asal “hanya ingin tau saja. setidaknya sebelum aku memutuskan hal itu”

“memutuskan apa?” tanyanya menyelidik

aku berfikir sejenak sebelum menjawabnya “sebaiknya kita akhiri saja” kataku pelan dan nyaris berbisik

“ma maksudmu?” ia menautkan kedua alisnya

“ aku sudah tidak sanggup meneruskan kebohongan kita, ini hanya akan melukai orang-orang disekitar kita, mereka akan merasa tertipu dengan pernikahan ini”

“kebohongan? Tertipu?” tanyanya dengan nada kesal “kita tidak pernah menipu dan membohongi siapapun. Pernikahan kita sah!! Kau dan aku mengikat janji di depan Tuhan dan disaksikan di depan banyak orang”

“tapi Kyu…”

“dan kau bilang apa? Mengakhirinya?” tanyanya geram “apa kau lupa dengan ucapanku saat di kantorku dulu hah?” tanpa sadar tubuhku mundur kebelakang saat ia memajukkan tubuhnya, tapi ia mencengkram kedua sisi lenganku, menahan tubuhku. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga kiriku “jangan harap aku akan mudah melepaskanmu” bisiknya kemudian mengecup pipiku sekilas. Ia seperti me-reka ulang kejadian saat kami bertengkar sebelum hari pernikahan kami dulu.

Dadaku bertalu-talu saat perlahan ia menjauhkan wajahnya dan menatapku seduktif. Wajahnya dingin dan masih ada raut kesal disana. Kami berpandangan untuk sesaat dan aku yakin ia bisa merasakan deru nafasku begitu juga aku.

“Kyu, kau seb….hmmffttt” kata-kataku terpotong begitu saja saat bibirnya membungkam mulutku. Mataku terbelak dan sepertinya jantungku sudah berhenti. Ini bukan ciuman yang seperti biasanya, ia melumat bibirku penuh nafsu. Kyuhyun menghisap bibir atas dan bawahku bergantian. aku diam. Tidak membalas ataupun menolaknya.

Ia melepaskan bibirnya sambil menatapku. Aku tidak bisa bergerak. Bahkan untuk berkedip. Sepertinya rohku sudah melayang jauh.

Aku diam. Dia diam. Kami saling berpandangan selama beberapa detik. Matanya berubah, tatapannya yang biasanya selalu dingin kini menghangat menjadi coklat cair dan hal itu membuatku dadaku semakin bergemuruh tak menentu.

“apa menurutmu pernikahan kita sah?” tanyanya dengan nada menggoda. Tubuhku semakin menegang saat Ia menelusuri wajahku dengan jarinya

“te tentu saja” sahutku gugup

“kalau begitu kau belum memberikan sesuatu yang harusnya sudah kau berikan Nyonya Cho” bisiknya didepan wajahku

“ma maksudmu?” bukannya menjawab ia malah menyeringai dan semakin mendekatkan wajahnya. Aku menahan dadanya agar ia tidak semakin mendekat “ky kyuhyun-ah”

“hmm” sahutnya lembut. Ia meraih tanganku yang masih didepan dadanya dan mengalungkannya ke lehernya.”hyura-ya” panggilnya lembut

“n ne” jawabku takut-takut

“malam ini, kita lupakan perjanjian kita, Pikirkan aku saja! Hanya ada kau dan aku” ucapnya kemudian ia mengecup keningku cukup lama. Ia seperti meminta kepercayaanku dan meyakinkanku. Dan aku pun merasakan ketulusannya.

***

Ku kerjapkan mataku dengan susah payah. Rasanya seperti ada lem pekat yang kompak mengapit kedua kelopak mataku. Tapi akhirnya aku berhasil membukanya sedikit demi sedikit. Pandanganku terantuk pada sosok yang kini tertidur pulas di sampingku. Badan kami terbungkus oleh kain selimut sebagai pengganti pakaian kami yang tercecer di lantai. Aku juga masih merasakan rasa nyeri yang menyerang daerah pangkal pahaku.

Aku hendak menyentuh wajahnya yang sangat lucu itu, tapi dia menggeliat hingga mengendurkan keberanianku. Aku menarik salah satu kain yang menutupi badan kami, kemudian turun dari ranjang dan memunguti pakaianku satu per satu. Aku sempat melihat bercak merah yang tertinggal di atas ranjang yang menandakan virginitasku yang telah hilang oleh suamiku sendiri. Rasa ngilu yang menyerang, bisa aku tahan hingga aku mencapai kamar mandi untuk menghilangkan sisa-sisa peluh karena ‘aktivitas’ kami semalam.

Sebelum keluar kamar Aku mengoleskan concelear wajah pada bagian leherku yang terlihat merah karena perbuatan Kyuhyun. “setidaknya begini lebih baik” gumamku dan beranjak keluar Kamar mandi. Kulihat Kyuhyun masih tertidur dan aku tidak berniat membangunkannya. Mungkin ia sangat lelah.

Leeteuk oppa turun ke bawah saat aku sedang merapikan meja makan dan eomma sedang melepaskan aproannya. Ia langsung duduk di hadapanku dan menyesap kopinya. Tidak lama Kyuhyun pun menyusul dan ia mengambil tempat di sebelahku.

Sampai aku memberikan kopi untuknya ia belum mau menatapku. Kenapa dia? Apa dia malu karena semalam?

“Hyura-ya aku mau kopi lagi” pinta Leeteuk oppa

“oh, ne oppa” aku menuangkan kopi dari Coffemaker ke cangkir miliknya.

“hari ini kau ada jadwal?” kali ini eomma yang bertanya padaku

“hanya ada latihan sebentar dengan Sungmin oppa” sahutku kemudian menggigit roti bagianku. Tentu saja aku tidak ada jadwal, semua jadwalku di tangguhkan sampai masalah itu selesai.

“jangan lupa aktifkan ponselmu! Eomma Khawatir kalau kau tiba-tiba tidak bisa di hubungi”

“ne arasseo eomma” sahutku patuh

“Hyura-ya, kopiku” Leeteuk oppa kembali menyodorkan gelasnya yang sudah kosong ke arahku

“oppa! Kau mau jadi manusia kopi? Ini masih pagi dan kau sudah menghabiskan 3 gelas. Minum air putih saja!!” aku hendak menuangkan air tapi Leeteuk oppa menarik kembali gelas miliknya.

“Oppa!!!”

“Hyura-ya, hari ini ada meeting penting dan jangan sampai karna aku mengantuk aku mengacaukannya” desah Leeteuk oppa kesal

“memangnya semalam kau tidak tidur?” tanya eomma

“aku tidak bisa tidur”

“Hyung minum saja punyaku” Kyuhyun menyodorkan cangkir miliknya dan Leeteuk oppa menerimanya dengan senang hati.

“Ya!! Cho Kyuhyun”

“Hyura-ya kau tidak dengar? Hari ini kami ada meeting penting” Leeteuk oppa mengangguk, mengaminkan ucapan Kyuhyun

“kau harusnya mencontoh suamimu, setidaknya dia bertanggung jawab dengan perbuatannya” kata Leeteuk oppa asal.

Aku mengerutkan keningku bingung” bertanggung jawab?”

“aishh tidak sadar juga. Ya!! Aku tidak bisa tidur karena suara berisik dari kamar kalian” ujarnya sebal

“uhuuukkk…uhuuukkk” Kyuhyun tersedak makanannya dan ia buru-buru meminum air dihadapannya.Sedangkan eomma sudah terbahak sementara aku menundukkan wajahku karena malu.

“aku ini belum menikah, kenapa kalian tega sekali padaku?”

“Oppa!!!”

“Hyung sebaiknya kita berangkat sekarang” Kyuhyun segera bangkit dan menarik Leeteuk oppa dari meja makan

“Ya! Aku belum selesai” Protes Leeteuk oppa

“kita lanjutkan di kantor.. Eomonim kami berangkat dulu” pamit Kyuhyun dan ia menatapku sejenak “Hyura-ya, kita ketemu dirumah. Aku pergi dulu”

***

Aku menyalakan ponselku saat tiba di tempat latihan sungmin oppa. Banyak sekali pesan teks dan pesan suara yang masuk. Tapi aku memilih untuk tidak membaca ataupun mendengarkannya. Aku meletakkan benda elektronik itu di dalam loker dan meninggalkannya.

“kau siap?” tanya sungmin oppa setelah memasangkan tali pengaman di pinggangku.

Aku mengangguk dan bersiap memanjat tembok berpahat di depanku. “perhatikan pijakan dan peganganmu” ujar sungmin oppa saat ia juga memanjat dan sejajar denganku

“oppa, tangan ku berkeringat” kataku gugup, peganganku menjadi tidak kokoh karena tanganku terus berkeringat.

“gunakan bubuk yang ada dipinggang mu Hyura-ya”

“tidak sampai oppa” kataku sambil meraih kantung bubuk yang sungmin oppa ikatkan di pinggangku

“pakai tangan yang satunya lagi Hyura-ya”

“tidak bisa oppa, ini sangat licin dan akhhhhh…..” aku terjatuh dan menggantung.

Sungmin oppa turun dan membantuku melepaskan tali yang masih membelit tubuhku.

“ini sangat sulit” keluhku

“konsentrasi. Itu kuncinya. Dalam memanjat kau seperti ingin menggapai sesuatu yang sangat kau inginkan diatas sana. Dan hanya fokus pada puncaknya. Apa kau paham?”

Aku menganggu mengerti dan ia tersenyum “baiklah istirahat 10 menit, setelah itu baru kita lanjutkan”

~

Tubuhku rasanya seperti tertimpa beton besar. Sungmin oppa benar-bener memforsir tenagaku. Latihan fisik dari skipping, sit up dan angkat beban.

“ahh aku sekarat” teriakku. Dan sungmin oppa malah terkekeh geli melihatnya

“kau akan terbiasa, kau tidak perlu khawatir” ujarnya tenang “mau kutraktir minum? Anggap saja sebagai permintaan maaf karena memberikanmu latihan yang cukup berat”

Aku tersenyum lalu menggeleng pelan “terima kasih, sebaiknya aku pulang. Aku hanya butuh istirahat” ujarku sembari bangkit dan menuju lokerku. Dari luar aku bisa mendengar bunyi getaran ponselku.

“yeoboseyo” jawabku

“syukurlah, akhirnya kau mengangkat telepon mu”

“kau mencemaskanku?” tanyaku cukup senang

“bukan hanya itu, aku sangat merindukanmu. Terakhir kau memutuskan teleponku begitu saja. apa kau ada waktu? Kita bisa makan malam bersama” tawarnya

“joahe” sahutku

“kau dimana? Biar aku yang menjemputmu”

“aniyo. Aku yang akan kesana. Tidak baik kalau kita terlihat berdua”

“baiklah kutunggu di apartemenku”

“ne arasseo oppa” kataku sebelum menutup telepon.

***

“kau mengagetkanku” ucapnya saat membukakan pintu untukku. Tentu saja penampilan ku terlihat seperti penjahat karena aku menggunaka topi, masker dan kacamata hitam.

“kita akan makan apa?” tanyaku sembari berjalan masuk ke apartemennya. Apertemen Donghae oppa terlihat minimalis dan sangat cocok untuk seorang pria single seperti dia.

“aku sedang memanggang daging, tapi kita kehabisan minuman”jelasnya. Aku mengikutinya ke arah dapur. Dan aroma daging panggang langsung menyeruak masuk ke hidungku membuatku meneteska air liur.

“wahh sepertinya enak”

“kau tidak apa kutinggal sebentar? Aku beli minuman dulu”

Aku mengangguk “eo, pergilah. Biar aku yang mengurus disini”

“aku tidak akan lama” ucapnya dan mengusap puncak kepalaku sebelum pergi.

Aku memanggang semua daging yang ada di kulkas Donghae oppa. Sepertinya aku benar-benar kelaparan. Selagi menunggunya aku menata sayuran, piring dan gelas di meja makan sampai aku mendengar ada yang membuka dan menutup pintu.

Aku melepaskan aproanku dan berjalana ke ruang tamu “oppa dagingnya sudah ma…..” kata-kataku terhenti begitu melihat siapa yang ada di depanku.

“APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?” bentaknya

“ eomonim, ini tidak seperti yang kau bayangkan” kataku buru-buru menjelaskan

“eomonim? Berani sekali kau memanggilku eomonim!!! Dasar wanita murahan!!!!” ia melemparkan semua buah yang ia bawa ke arahku sementara Aku melindungi wajahku dengan tanganku.

“jadi memang gara-gara kau Donghae memaksa membatalkan pertunangannya? Apa suamimu kurang kaya sampai kau harus merebut tunangan orang lain hah?” Nyonya Lee hampir berteriak saat mengucapkannya

“ini benar-benar bukan seperti yang anda bayangkan. Aku ti….”

“apa? Apa aku harus membuangmu ke amazon dulu baru kau akan menghilang dari kehidupan putraku?”

“membuang?” ulangku tidak percaya. Ternyata dulu dia menyekolahkanku ke paris memang berniat untuk menyingkirkanku “sebenarnya apa salahku sampai anda begitu membenciku dan keluargaku? Bukankah dulu anda bilang anda sangat menyayangiku seperti anakmu sendiri?”

“benar. Dulu aku sangat menyukaimu karena kau sangat penurut dan manis. Tapi aku sadar itu hanya topeng yang kau gunakan untuk menipu semua orang” desisnya

“topeng?”

“jangan pura-pura polos! Kau dan ibumu tidak jauh berbeda. Kalian sama-sama wanita penggoda dan murahan!! Kalian benar-benar menjijikan”

Dadaku seperti disiram minyak panas saat ia membawa-bawa ibuku “jangan pernah mengatakan ibuku sebagai wanita murahan!!!”

“dia memang wanita murahan yang menggunakan tubuhnya dan merayu suami orang”

“jaga Mulutmu!!!!!”

“berani sekali kau berteriak didepanku!!”

“ibuku adalah wanita terho…..”

PLAAKK

Kurasakan pipiku perih dan panas. Aku mengusapnya pelan dengan tanganku “eomonim” kataku bergetar dan tanpa bisa ku kontrol lagi air mataku mengalir begitu saja. bukan hanya fisik tapi hatiku juga sakit.

“sekali lagi kau memanggilku eomonim! Kurobek mulutmu!!!”

Aku mengangkat wajahku dan menatapnya tajam. Tapi itu tidak berguna karena mataku buram karena air mata. Aku memberanikan diri mendekatinya, rasanya aku benar-benar ingin menyumpal mulut tajamnya. Tidak peduli ia jauh lebih tua dariku

“EOMMA” langkahku terhenti saat Donghae oppa muncul. Ia langsung menghampiriku, merangkulku posesif dan menatap ibunya tajam “apa yang eomma lakukan?”

“harusnya eomma yang bertanya padamu! apa yang kau lakukan dengan membawa pulang wanita ini hah?”

“ini rumahku dan aku berhak membawa siapa saja kesini”

“LEE DONGHAE!! berani sekali kau berkata begitu padaku” ia terlihat sangat marah dan maju hendak ingin memukul Donghae oppa juga tapi ia mengurungkan niatnya

“oppa sebaiknya aku pulang” aku langsung menyingkir dari situ dan mempercepat langkahku meninggalkan apartemen Donghae oppa. Aku masih bisa mendengar ia meneriakkan nama ku tapi aku tidak menghiraukannya.

***

Jadwalku Pagi ini untuk Photoshoot koleksi gaun tidur Cho Corp tidak dibatalkan. Aku berangkat menuju studio bersama Kyuhyun. sejak kemarin aku tidak berbicara apapun padaya. Suasana hatiku masih keruh karena pertengkaranku dengan Nyonya Lee semalam.

“kau yakin kau baik-baik saja” tanyanya sambil membukakan pintu mobil untukku. Dan kau berjalan mendahulinya

Aku menangguk sebagai jawabnnya “tapi kau sangat pucat Hyura-ya, bahkan kau tak menyentuh sarapanmu”

“kalau kau cemas karena masalah pemotretan, kau tidak perlu khawatir. Aku sangt profesional dan kujamin pemotretan kali ini akan berjalan lancar.

“aku tidak mencemaskan pemotretan itu tapi aku mencemaskanmu” katanya dan otomatis membuat langkahku terhenti. Aku menoleh kebelakang dan mendaptinya berdiri beberapa meter di belangku sambil menatapku dalam. Demi Tuhan Cho Kyuhyun jangan melihatku seperti itu. aku bisa salah paham.

“aku tidak apa-apa. Sungguh. Kau tidak perlu mencemaskanku”

“aku tidak bisa memegang kata-katamu” ujarnya acuh dan mensejajarkan langkahnya denganku. Dalam sekali gerakan ia merangkul pinggangku dan merapatakan tubuh kami

“Kyuhyun-ah” protesku dan mencoba menjauh tapi dia malah menarikku semakin erat

“jangan banyak bergerak” hanya itu yang ia ucapkan.

~

Aku cukup terkejut saat melihat Kim Ryewook ada di studio, apa jangan-jangan Donghae oppa juga ada. “kau cari apa?” tanya Nammie saat aku menjenjangkan leherku mencari-cari sesuatu.

“a aniyo”

“masuklah ganti pakaianmu! Kyuhyun sudah menunggu” aku menurutinya dan masuk ke ruang ganti

Aku bercermin berkali-kali dan agak ragu untuk keluar dari ruang ganti. Gaun tidur seperti ini sangat seksi. Selain minim, gaun ini juga transparan dan sedikit memperlihatkan pakaian dalamku. Aku mengambil Coat panjang yang tersampir dan menggunakannya.

Untuk Scene pertama aku berpose di tempat tidur dan Kyuhyun mengenakan kemeja yang semua kancing terbuka dan menampakkan dada telanjangnya. Melihatnya begitu aku jadi ingat malam saat kami bercinta. Astaga Park Hyura! Apa yang kau pikirkan.

“oke, kita mulai, Kyuhyun ssi bisakah kalian lebih mendekat?” perintah Kibum selaku Photografer Coex

Kyuhyun melingkarkan lengannya dipinggangku dan tangan yang lainnya ia gunakan untuk membelai wajahku. Jantungku berdegup kencang melihat wajahnya yang sangat dekat denganku.

“kau gugup?” bisiknya.

“ani” jawabku setenang mungkin “harusnya aku yang bertanya begitu, inikan pertama kalinya bagimu” saat kami berdekatan seperti ini aku seperti tidak mempedulikan sekitarku lagi. Seolah waktu berhenti dan hanya ada kami berdua. Yah kurasa aku memang sudah benar-benar gila.

Kyuhyun menempelkan badan kami dan semakin mengeratkan pegangannya. Sedangkan sang photografer terus berteriak dan memotret, tapi kami berdua seolah tuli dan tidak mendengarkan apapun atau siapapun

“apa yang kau lakukan?”

“melindungi tubuhmu. Sial. Banyak sekali pria disini” ia menghalagi lampu kamera dengan tubuhnya.

Aku menoleh sepintas ke samping kiri Kyuhyun dan menyadari mata itu menghujamku dalam dan tajam. Tapi tidak sampai 1 detik karena Kyuhyun menangkup kedua pipiku dan mengembalikan pandanganku padanya

“jangan melihat yang lain selain aku! Saat ini aku adalah partner mu. Dan anggaplah aku sebagai rotasimu. Jadi jangan melihat selain aku!!” tidak perlu membantah karena matanya sudah seperti penjara bagiku.

~

Aku dan Kyuhyun hanya perlu memamerkan 1 gaun dan sisanya dilakukan model lain yang sudah dipilih oleh Cho Corp. Lagipula Kyuhyun juga terus menggerutu panjang lebar melihatku memakai gaun tidur seseksi itu.

Aku masuk keruang ganti dan Nammie menyodorkan gaun sederhana namun cukup terlihat elegan untukku

“untuk apa ini? Bukankah sudah selesai?”

“setelah ini kau ada wawancara, bersama Kyuhyun dan Juga Lee Donghae. Sajangnim yang mengatur ini semua.”

“jadi sajangnim yang mengundang Donghae oppa kesini?”

Ia mengangguk “ikuti saja alurnya, setidaknya ini bisa membersihkan nama baikmu. Kyuhyun dan Donghae juga sudah diberi penjelasan oleh sajangnim”

Aku keluar ruang ganti dan menuju sebuah ruangan yang lebih mirip dengan loby hotel. Disana sudah menunggu beberapa orang wartawan, Donghae oppa, Shindong Sajangnim dan Kyuhyun. Sepertinya ini lebih pada wawancara eksklusive.

Kyuhyun langsung menghampiriku dan menggandeng tanganku “lakukan seperti biasanya” bisiknya

Aku duduk tepat disamping Kyuhyun dan Shindong sajangnim berada di sisi kiriku sementara Donghae Oppa di sebelah kanan Sajangnim.

“baiklah, langsung saja. sebenarnya apa Hubungan kalian bertiga?” tanya seorang wartawan botak di depan kami “apa kah benar anda, hyura ssi mempunyai hubungan Khusus dengan Rekan bisnis suami anda?”

“ah animida” sahutku diiriingi senyum.

“sebenarnya Istriku dan Donghae ssi sudah kenal sejak lama. Mereka teman satu sekolah saat Di Jepang dulu” jelas Kyuhyun ramah

“benarkah itu Donghae ssi?”

“ne majayo, aku sangat dekat dengan Hyura bahkan kami sempat tinggal serumah selam beberapa tahun”

“wah? Benarkah?” bukan hanya wartawan itu sepertinya Kyuhyun juga ikut terkejut

“bisa kau ceritakan lebih detail?”

“kau tidak keberatan aku menceritakan ini kan Hyura-ya?” tanya memnta ijin namun dengan nada menyindir.

Aku mengangguk kaku dan kurasakan pegangan Kyuhyun di jariku mengerat.

“Hyura pindah ke jepang saat ia umur 9 tahun. Saat itu ibunya menjadi asisten rumah tangga di rumahku. Dan mereka juga tinggal bersama kami selama mereka belum mendapatkan tempat tinggal. Saat kecil kami selalu bersama, bahkan kami sering mandi dan tidur bersama. Jadi jika hanya sebuah pelukan kurasa itu tidak berarti sama sekali”

“jadi kalian terus bersama sejak dulu sampai sekarang?”

“kami berpisah selama 4 tahu karena aku sekolah bisnis di Newyork dan Hyura merintis karirnya dari Paris” jelas Donghae oppa lagi

“Kyuhyun ssi apa kau tidak pernah merasa cemburu dengan kedekatan mereka?”

Kyuhyun tersenyum ringan “tentu saja tidak, mereka hanya teman dan aku mempercayai mereka berdua” sahutnya dengan nada yang meyakinkan

“baiklah sebagai pertanyaan terakhir. Donghae ssi apa anda tidak pernah terpikirkan aka menyukai Hyura ssi lebih dari teman?”

“ahh maaf sepertinya pertanyaan itu…..”

“Gwenchana Shindong ssi, aku akan menjawabnya” potong Donghae oppa

Donghae oppa tersenyum lebar “tentu. Tentu saja aku menyukainya” jawabnya mantap

“y ye?” ulang wartawan tersebut tidak percaya, begitu pula dengan Shindong sajangnim. sementara aku hanya bisa menahan nafasku dan Kyuhyun menatap Donghae tajam,

“biar kuperjelas! Aku Lee Donghae Mencintai Park Hyura dan begitu pula sebaliknya!”

 

TBC

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , . Tandai permalink.

67 Balasan ke actress and marriage [part 7 ]

  1. kyuhyunistielf berkata:

    Kya……….akhirnya munculjg n susah ya dpt pw dr Uthor nya..kkkkkkk(peace)
    Panasssss, pantes di protek,seneng banget deh kyuhyun sm hyira akhir nya..ehm..ehm, tp tu hyura udah ML sm kyu jg masih aja mikirin donghae, seandai nya aku di situ udah q seret tu bamg ikan dr acara Interview….plak(dk siksa author), nemt lart jngn lama2 ya…, thanks ya thor udah kasih tau pw nya…^_^

  2. mira_MM berkata:

    Jia hahahahahaha…
    Kyaaaaa!!! akhirnya aku bs baca full versionny jg hehehe..
    Trima ksih ya author tersayang >///<
    aku hrs manggil km apa ni? masa author?kyakny kurang akrab gt hehehe

    D tgg part slanjtnya..
    Hyura sm Kyu aja..
    Hae!!! awas kau klo ngom macem2..

    FIGHTING!!!!

  3. 13elieve berkata:

    Dasar otakku yadong…. Stlh bca d.blog sblah… Langsung meluncur(?) kesini mw mnta pw…. Eh ga d.sangka tak d.protek…. *jingkrak2 gaje*plakk hohoh…
    Knpa hyura blum sadar jga sih klo dia cinta ma kyuppa….. Gemez liatnya….. Oh ya bagian ehm nya lmyan bkin q sesek nafas thor… Kkkk q suka… *plakk* aplg pas lg syuting d.ranjang bwat q snyum2 gaje hohoh
    next part cepetn ne thor… Mkin penasaran…. ^__^

  4. devi berkata:

    akhirny baca juga g da pw2an hehe
    hyura masih aja datangin donghae udah tau bakal ada masalah besar.pokokny author bagus bikin saya kesel kasian n senang ketika baca
    lanjuutt

  5. Ayunie CLOUDsweetJewel berkata:

    Akhirnyaaaaaa, gak diprotect lagi. kkkkkk

    Berhasil juga niCh Tn. Cho. Selamat ye. Aduh, malamnya panas banget kayaknya. Wkwkwkw….

    Aigo, apa yang kau lakukan abang ikan?? Kyu bakal ngamuk deCh.

  6. asih firmansyah berkata:

    Bgus bgt. Lagi donk!

  7. niza berkata:

    Ahir tau ada full versionnya langsung deh pindah ke blog ini #dasarotakyadong
    wahhhhh mlm pertmanya kyuhyun n yura hot bnget. ayolah hyura kyuhyun itu mencintai kmu
    thor next chpt ada yadongny lgi gk

  8. vievie berkata:

    annyeongggg

    baru nemu blog ini^^

  9. fazriyah berkata:

    Hallo~aku dengan sengaja mencari blog mu ~hahaha 😀
    Ternyata begitu kejadiannya .. Aku baru tahu full part 7 ini..

  10. ninepisces berkata:

    bener” g nyadar klo bakal ad nc-nya… pas bc judul kirain full itu habis dibagi 2 part…
    astaga donghaeeeeeee!!!!!! dy segitunya!!!!
    lanjuuuut!!!!!!

  11. dwie1202paturusi berkata:

    akhir nya bisa masuk ke blog ini d syukur part ini dah nga di protec lg. yes bisa bc full ver. nya. comment di next aja yach.

  12. rumit ya thor konfliknya 🙂
    love, again love 🙁

  13. hinata berkata:

    Sbnrnya dh bc v ps muter2 nmu yg full y bc lg dh!!
    😛

  14. nayy berkata:

    Omoo lee donghae bikin kacau

  15. nurul berkata:

    OMG sumpah demi apapun ini semakin kerennn…
    Udah kayak drama” koreaaa
    Aaaaaaaaa
    Daebak daebak(ˆ▽ˆ)/ (ˆ▽ˆ)/ (ˆ▽ˆ)/

  16. choi yeon woo berkata:

    ah hae gila,.kasian hyura. .ibunya hae juga jahat si .

  17. EsaKodok berkata:

    hyaa..
    q suka bangett
    semua tokoh disini karakternya menonjol
    kerenn

  18. hyunsoo28 berkata:

    Hot bgt sih thor, sampe deg”an bacanya…
    Semoga dgn ini, mereka cepet” bersatu deh wkkakaka

  19. Arsyie layurea berkata:

    Astaga,,,dongek kau kejam!tadinya aq fkr akan ada saat2 kyu menggoda hyura saat pemotretan gaun tdur tp,,,dongek kburu muncul!hadeuh,,,ff mu bener2 menghanyutkan!

  20. F_Hae berkata:

    Demi apa? Donghae nekat banget…

  21. arselli_ berkata:

    gila gilagila… ikut kesel sbenrnya sama hyura. kasian kyuhyunnnnn

  22. shinmin berkata:

    Lee donghae nekat banget. Bukan cinta malah terkesan kaya obsesi ke hyura.
    Aduuh kyuhyun bikin geregetan. Kkkk
    Author Fighting!

  23. hyuninyeseong berkata:

    waaah waah lee donghae! Benar benar yah sialan aku ikut emosi –”

  24. deewookyu berkata:

    kyyyaaaa……
    lee donghaqe….. cari mati deh….
    aaaiiisshhh…..akhirnya….. KyuRa……ml…..asssiiikkkk….

  25. aina fitria berkata:

    Sudah sah sah sah bgt itu jd suami istri’a
    kasian uri oppa harus keganggu tidur’a gara2 ada yg lg First night,wkwkwkwkkwk
    duuuhhh itu suamiku ngapain lagi coba pake ngaku suka sama hyura
    aigooo….

  26. dian012408 berkata:

    ye akhirnya mereka sah jadi suami istri. donghae ngeselin sumpah, apaan coba. pake ngaku cinta sama hyura lagi.

  27. mayang berkata:

    Boleh gg kl aq gantiin posisi hye ra sbgai istri kyu , hahahahaha
    beneran gg tega am kyu , hye ra gg punya pendirian ini mau itu mau -_-
    hadeuh makin kacau karna omongan donghae -_-

  28. lovey denalisa berkata:

    sumpah konfikmakin bikin pusing
    adoh donghae qm gg cinta ma hyura jalo gtu msahh
    kyura wow atas ranjablng nya ituloh

  29. allyn berkata:

    Woaah..akhirnya kyura kkk Whoahaha poor teuk oppa.. kyura berisik lol
    lah.. itu dongek nekat bgt siih.. dia udah bangunin singa tidur aka cho #digeplak padahal kan udah diperibgatin ckck
    aku gasabar nunggu kyura bilang cinta eh
    Next lagii

  30. hana kristina berkata:

    Ahrghhh pengen liat hasil pemotretan kyuhyun dan hyunra. Wah tenyata ada alasan tersendiri ommanya donghae benci ama hyunra tpi spertinya belum jelas masalhnya. Cap cuss lanjuttt

  31. hana kristina berkata:

    Ahrghhh pengen liat hasil pemotretan kyuhyun dan hyunra. Wah tenyata ada alasan tersendiri ommanya donghae benci ama hyunra tpi spertinya belum jelas masalhnya. Cap cuss lanjuttt 😉

  32. cloudkyute berkata:

    Arrrrggghhh gemes bgt, keren keren keren
    dongjae nyebelin abis, huuuuuuu.

  33. alviaaputri berkata:

    dong hae nyebeliiiiin !
    aduh ini bikin makin penasaran
    next dulu ya

  34. soyu berkata:

    wahhhh perang nihh

  35. bettybabybap berkata:

    Sebenernya ngga mau benci donghae -,- cuma kalo udah gini ya tau dah. Males.
    BETTY.

  36. misscold berkata:

    OMG…Hae oppa karaktermu berhasil membuatku membencimu #dibakarFishy

  37. lovey denalisa berkata:

    Entah apa q disini pengen nyekek d0nghae

  38. Lee kyuhee berkata:

    Aq baca kelanjutannya dulu

  39. mizzmk berkata:

    mianhae aku readers baru hehehe… oh iya eonni kalau g salah aku prnah baca d sni ada bagian pas mereka ML ya… tpi aku baca ulang ko seperri d potomg scenes nya.. apa memang d potong..? tlg jawabannya ..gomawo 😉

  40. zie hun berkata:

    ihhhh ebel ma donghae. knpa pake bilang kyak gitu sih

  41. VynnaELF berkata:

    Ah first night nya udah terlewati… Tapi tunggu, kenapa donghae msih brsikap gitu, hyura plis! Tegas dikit napa! Kasiah myKyu!

  42. aidennishy berkata:

    Apa?? 😮 apa yg donghae katakan 😮 hae oppa, ada apa dengan otakmu 😮 hyura sudah menjadi istri orang, dan kau. . . Mengatakan hal seperti itu 😮 :’

  43. nayy berkata:

    Gk ska bnget aku sma tindakannya donghae

  44. tyasyunita97 berkata:

    donghae kau merusak hubungan kyura couple +_+

    #cekekdonghae:3

    baru aja baikan aishh kesel ma donghae -_-
    hyura pilih kyu aja biar hae ma q :3
    #plaaaakkkk-_-

  45. Yoon Hyemi berkata:

    Oowowoowowowooo, donghae oppa berani banget ngomong kayak gitu???
    Didepan wartawan pula. Sengaja banget yaa??
    OMG, jadi kyuhyun sm hyura udh berhubungan suami-istri???
    Woooowww… Apa saat itu ada kata cinta yg keluar ya dri bibir mereka berdua???

  46. hankims_ais berkata:

    Ck! Hae-ra ini gga ngerti” klp dibilangin!!

    Sumpah saia dongkol!! No comment!¡

  47. ChoHyura96 berkata:

    NC scene nya kog di cut yaa unni?
    Hihihi
    Padahal ditunggu banget lhoh #OtakMesum hihihi /plakk/
    Ketawa sendiri pas tadi digodain Leeteuk soal bagian ‘ehem ehem uhuk uhuk’ hahaha lol
    Yakk Donghae-yaa what are you say? Pliss deh
    Aku jadi syebel sama Dongek, pdhal dia bias aku stlah Kyupil :3

  48. nia kurnianti berkata:

    donghae bikin masalah nih,,
    semoga ku punya cara buat ngehalangin dongek

  49. Ping-balik: REKOMENDASI KYUHYUN’S FANFICTION | evilkyu0203

  50. nurhayati3105 berkata:

    omo ?!!!
    donghae ngakuin perasaan nya di depan wartawan , apa yang akan terjadi nanti ?
    Oke cuss ke part 8 🙂

  51. Fahmi "kashira" cho berkata:

    sialan si lee donghae itu, sebegitu yakinnya dia sama hyura masih mencintainya,,haha
    semoga konferensi persnya itu di bantah sama hyura, semoga aja hyura udah mnyadari sama perasaannya, bahwa di mulai mencintai suaminya_kyuhyun.

  52. febrikim2247 berkata:

    aqu ketawa ngakak dibagian leeteuk yg trnyata dengerin desahan adiknya

  53. jungie28 berkata:

    Ya ampun apa-apaan domghat itu berani ngungkapin perasaan nya di depan publik

  54. oriiigamine berkata:

    omoooo…
    apa yang akan terjadi? kenapa begini?
    andwe andwe andweeee….

  55. kyuyang berkata:

    huaaa hae oppa noe wae gereo?
    knpa ngomongnya gitu waeee hiks hiks kam kasian kyuhyunnya

  56. alviegyu berkata:

    Ih kelakuan Donghae disini nyebelin!! *kbwasuasana

  57. Tata berkata:

    Anjrit kan donghae kan. .
    Izzz percaya diri aja lo “begitu juga sebaliknya” heoll emangnya kyupil kalah ganteng dari lo?
    Aaa kok “itu” nya di cut. . Hueeee nangis bareng kyupil di pojokan. .

  58. just fia berkata:

    ibunya donghae sadis juga ya…Ckck… wah donghae bakal bilang kl mereka saling mencintai saat ini apa mereka saling mencintai 4 tahun yg lalu ya…. leeteuk kasian banget sih kamu kenapa ga si sumpel aja tuh telinga wkwkwk…

  59. Wah donghae parah nih, semoga semuanya baik2 saja

  60. wonkyu87 berkata:

    Hae mah otknya ska gak dpke deh. Egois cma mntngin drinya doang. Emknya hae ud glak gtu msh aj hyura mau sma hae? Jgn2 bpknya hae prnh da hti kli ama emknya hyura mknya emknya hae smpai ngmuk gtu.

  61. Jung Hyo Won berkata:

    astaga ternyata mulut lee donghae lebih kejam dari mulut kyuhyun, mulutnya udah kayak bom yang kapan aja bisa meledak dan sekarang hampir waktunya

  62. choi sena berkata:

    war war war !!!

  63. nha_onk berkata:

    mulut c donghae perlu di plester

  64. puputzaroh berkata:

    Waaahhhh perang dunia ketiga ini huaaaaaaaaa

  65. Widyaa berkata:

    Donghaaae… sebell bgt sama donghae,dasarr pho…

  66. Park ni young berkata:

    Aigoo donghae ngaku kalau dia suka ma hyura, Kira2 masalah apa lagi yg akan muncul?? Next part

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *