Don't Remember Me

Judul Cerita     : Don’t Remember Me

Author            : Jeonghoon20180

Main cast         :  Cho Kyuhyun, Park hyura(Oc),

Other Cast       : Lee donghae, Lee Sungmin

 

3087541177_1_3_bBAD7SzV

“Hidupku….dan Hidupmu!!”

“lebih baik aku mati saja”

 “aku akan mengejarmu meskipun harus sampai ke ujung neraka”

Hyura pov

“hah..hah..hah..” aku mengatur nafasku yang sedikit tersengal. Astaga, mimpi itu lagi. entah sudah berapa kali aku mengalami mimpi yang sama. Mimpi abstrak yang tidak bisa kuingat detailnya namun menyuarakan suara-suara aneh dan membuat kepalaku sakit seperti ditusuk-tusuk.

“mimpi buruk lagi?” aku menoleh dan mendapati Kyuhyun ikut terbangun. Kemudian ia menyalakan lampu kecil yang persis ada disebelahnya.

“maaf membangunkanmu” kataku dan berniat beranjak dari tempat tidur tapi tangan Kyuhyun menahan lenganku.

“mau kemana kau?” tanyanya dengan nada sedikit tidak suka

“aku mau ambil air”

“biar aku yang ambil” sahutnya datar kemudian memakai pakaiannya yang tercecer di lantai dan keluar kamar.

Aku menghela nafas lega saat Kyuhyun meninggalkanku. Setidaknya aku butuh waktu untuk  menjernihkan kepalaku. Rasanya aku ingin sekali mengingat apa yang barusan kulihat dimimpiku, tapi aku tidak bisa, karena jika aku memaksa yang ada kepalaku kembali seperti ditusuk-tusuk.

“ini” tanpa kusadari Kyuhyun sudah ada didepanku dan menyodorkan segelas air putih. Tanpa pikir panjang aku mengambil dan meminumnya sampai habis. Aku sendiri cukup terkejut, ternyata aku sehaus itu.

“tidurlah! Besok akan jadi hari yang melelahkan” kata Kyuhyun malas dan kembali berbaring disampingku.

Aku memilih untuk tidak mendengarkannya dan menyenderkan punggungku di kepala ranjang. Hal tersebut menjadi sorotan tajam Kyuhyun. “Hyura-ya tidurlah! Kau tidak lihat ini jam berapa?”

“aku tidak bisa tidur, lagipula besok kita punya waktu yang panjang di pesawat” kataku keras kepala

Kyuhyun menghela nafas kemudian ia menarikku paksa ke dalam pelukannya. “kubilang aku tidak bisa tidur” aku mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun. tapi tenaganya jauh lebih kuat dan menahan kepalaku tetap didadanya.

“pejamkan matamu dan mulailah menghitung domba” ia semakin mengeratkan pelukannya dan mulai mengelus pelan kepalaku. Hangat. Pelukan Kyuhyun hangat dan nyaman, membuatku seolah terlindungi. Tanpa sadar tanganku ikut terangkat dan membalas pelukannya.

“aku janji tidak akan ada lagi mimpi buruk” katanya sebelum aku benar-benar terlelap.

***

Kyuhyun semakin mengeratkan pegangan tangannya di jemariku saat keluar bandara Incheon. Seorang pria paruh baya langsung menghampiri kami begitu kami keluar dari pintu kedatangan luar negeri.

“anyyonghasseo Tuan muda Kyuhyun” sapa pria tersebut dan Kyuhyun mengangguk membalasnya. “silahkan tuan, nona. Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu anda di rumah” kami mengikuti pria tersebut ke mobil yang telah menunggu kami di parkiran.

Selama perjalanan pulang Kyuhyun jarang sekali berbicara. Lebih dari 13 jam, perjalanan dari LA ke Seoul bisa dihitung berapa kali ia membuka mulutnya. Sebenarnya ia memang menjadi lebih sering uring-uringan semenjak ayahnya meminta ia kembali ke Seoul beberapa minggu lalu. dan puncaknya hari ini ia benar-benar tidak pernah mengulum senyumnya sedikitpun, walaupun itu untukku.

“kau tidak akan bekerja disini!” katanya tiba-tiba dan otomatis membuatku menatapnya bingung.

“maksudmu?”

“Aku sudah bicara pada eomma, kau akan membantunya di café”

“tapi Kyu….”

“kau akan mulai bekerja jam 10 dan selesai sebelum aku pulang kantor, dengan begitu jam kerjamu lebih flexible” katanya tanpa menoleh ataupun mendengarkan pendapatku.

Aku menghela nafas lelah dan memilih tidak membantahnya. Begitulah Cho Kyuhyun, dia tunanganku yang sangat otoriter. Dia selalu mengatur hidupku tanpa terkecuali. Terkadang aku merasa lelah dan muak, tapi ada bagian dari dalam diriku yang selalu ingin menurutinya dan tidak bisa meninggalkannya.

4 tahun lalu, saat aku membuka mataku untuk pertama kalinya, sosoknya lah yang kulihat. Saat itu ia sangat asing di mataku. Dia bilang namaku Park Hyura dan dia, Cho Kyuhyun adalah tunanganku. tapi sampai satu tahun kami bersama aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. Yah Mungkin ini efek karena aku tidak mengingatnya.

“aku akan membuatmu jatuh cinta padaku lagi” itulah yang ia ucapkan saat aku bilang tidak mengenalnya. Dan ia membuktikan ucapannya. Aku benar-benar jatuh cinta padanya, meskipun itu memakan waktu yang cukup lama, setidaknya sampai setahun lalu.

“ayo turun” kata Kyuhyun sekaligus membuyarkan lamunanku. Aku mengangguk dan turun mengikutinya masuk ke kediaman keluarga Cho. Rumah yang hanya bisa kukunjungi sekali dalam setahun pada saat perayaan natal. Dan itu pun hanya sehari, karena besoknya Kyuhyun pasti sudah membawaku kembali ke LA.

“aigoo~ Hyura-ya, neomu bogoshippo” eomonim menyambut kami dan langsung memelukku.

“ne eomonim, kami juga sangat merindukanmu” sahutku masih dalam pelukannya. Ia menoleh dan mendapati Kyuhyun di sampingku.

“dasar anak nakal” kata eomonim dan melepas pelukanku kemudian memeluk anak laki-lakinya itu.

~

Tidak seperti yang diharapkan, makan malam bersama keluarga Cho tidak seceria biasanya. Kali ini suasana lebih hening dan hanya terdengar dentingan bunyi alat makan. “kalian akan tinggal disini kan?” tanya eomonim sekaligus memecahkan keheningan.

“aniyo, aku sudah membeli rumah yang dekat dengan perusahaan dan KonaBeans” sahut Kyuhyun datar.

“Kyuhyun-ah, kalian belum menikah, tidak baik kalau kalian tinggal bersama” kata Aboenim, jelas sekali ia tidak menyetujui keputusan Kyuhyun.

“kalau begitu percepat pernikahannya” jawab Kyuhyun santai

“baiklah kami akan mempercepat pernikahan kalian, tapi sampai hari itu tiba, kalian harus tinggal terpisah dan biarkan Hyura tinggal disini” kali ini eomonim yang membujuknya.

“SHIREO” sahut Kyuhyun keras atau bisa dibilang ia membentak ibunya. Astaga, apa yang bocah ini pikirkan. Apa susahnya sih membiarkanku tinggal dengan orang tuanya.

“CHO KYUHYUN!! jaga bicaramu! Berani sekali kau berbicara seperti itu pada ibumu” kata aboenim tak kalah kerasnya dengan Kyuhyun.

“Appa! Aku sudah menurutimu untuk kembali kesini meskipun aku tidak mau. Dan sebagai gantinya aku hanya ingin pernikahan kami di percepat, bukannya malah memisahkanku dengan Hyura!”

“dasar anak bodoh! Memisahkan apanya? Dia hanya tinggal bersama kami” geram Aboenim

“Kyuhyun-ah” aku memegang tangan Kyuhyun berusaha menenangkannya, ini hari pertama kami tiba tapi sudah di warnai pertengkaran yang tidak berarti menurutku.

Diluar dugaanku, ia malah menepis tanganku kasar “aku sudah menuruti Appa untuk kembali dan bekerja disini. Tapi Hanya sampai situ batas toleransiku, diluar hal itu sepenuhnya adalah keputusanku. Permisi!” Kyuhyun langsung bangkit dan pergi meninggalkan ruang makan.

“dasar keras kepala” desah Aboenim

“Jesoanghamnida Aboenim, eomonim. Aku akan bicara dengannya” kataku sebelum meninggalkan mereka.

Aku membuka pintu kamar Kyuhyun perlahan. Kamarnya gelap karena ia tidak menyalakan lampu, tapi masih ada sedikit cahaya bulan yang menerobos masuk melalui beranda yang terbuka. Ia duduk di pinggir ranjang dan membelakangiku.

Ia sedikit menoleh saat aku menutup pintu namun tidak berbalik. “kenapa? Kau juga lebih memilih tinggal terpisah denganku?” tanyanya langsung dan masih membelakangiku

“Kyu, ini korea, bukan Amerika. Orang tua mu hanya ingin menjaga nama baik keluarga. Lagipula ini hanya sementara sampai kita menikah”

Ia berdiri dan berbalik menghadapku dengan cepat. Tanpa sadar aku memundurkan kakiku 1 langkah saat ia menatapku tajam, seolah apa yang kukatakan barusan adalah kesalahan fatal.

“menikah? Kapan? 1 bulan? 2 bulan? Atau 1 tahun hah?” katanya penuh emosi.”mereka sudah menjanjikan pernikahan sejak 6 bulan lalu tapi mana? Mereka malah menyuruh kita pulang dan membuatmu menjauh dariku”

“menjauh bagaimana maksudmu? Kita hanya tinggal terpisah dan kau bisa kemari kapan saja, ini kan rumahmu! Lagipula aku tidak akan kemana-mana” kataku tidak sabar, entahlah kali ini aku benar-benar seperti berhadapan dengan anak kecil yang keras kepala.

“kau…” ucapnya tertahan, kemudian ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar “ bagaimana aku bisa melewati satu malam tanpa kau di sampingku Hyura-ya” katanya frustasi.

aku berjalan mendekat dan kemudian memeluknya “nado Kyuhyun-ah, aku tidak bisa melewati malamku tanpamu” kataku lirih. Ia membalas pelukanku dan menyurukkan kepalanya disela leher dan bahuku. “tapi bertahanlah, hanya untuk sementara sampai kita menikah. Demi keluargamu eo”

bukannya menjawabku ia malah mengecupi bahuku dan manjilat leherku “ahh Kyu… sebaiknya akuh….ahhh” aku berusaha melepas pelukannya tapi ia semakin mengeratkan pelukannya

“sebaiknya apa honey hmmm” bisiknya lirih dan mengecupi telingaku sekaligus membuat bulu kudukku berdiri. Ia mulai menghisap-hisap kecil leherku dan membuat tanda disana “Kyu, jangan disituhh, ahhh…nanti eomonim….” susah payah aku berbicara tapi yang keluar malah desahan-desahan yang semakin membuat Kyuhyun bersemangat

Ia mengangkat kepala dan menatapku dalam “biar saja mereka tau, mungkin dengan kau hamil kita bisa menikah dengan cepat”

“Mwo?”

“malam ini kau tidak akan kubiarkan tidur Nyonya Cho” katanya sembari menyeringai

***

“hoaamm” aku menutup mulutku untuk kesekian kalinya. Kyuhyun benar-benar membuktikan ucapannya dan baru membiarkanku terlelap saat menjelang subuh.

“Hyura-ya kau lelah? Sebaiknya kau beristirahat saja” suara lembut eomonim menginterupsiku

Aku tersenyum simpul kemudian menggeleng lemah “aniyo eomonim, gwenchana. Lagipula ini baru tengah hari”

“mianhe, gara-gara Kyuhyun kau jadi harus bekerja disini” kata eomonim sarat akan penyesalan “anak itu memang sangat keras kepala jika sudah menyangkut dirimu” desahnya lagi

“gwenchana, dengan begini aku jadi bisa membantu eomonim”

“tapi pekerjaan ini sebenarnya bisa dikerjakan oleh pekerja paruh waktu, dan bukan kau”

Aku tersenyum kaku mendengarnya, Entahlah aku juga tidak mengerti dengan jalan pikiran Kyuhyun dengan memintaku untuk membantu ibunya di KonaBeans, padahal menjaga kasir bisa dilakukan siapapun. Dan akhirnya aku tidak bisa bekerja sesuai bidangku.

~

Aku menunduk dalam pada eomonim sebelum meninggalkan KonaBeans “sampai besok eomonim”

“ne hati-hati dijalan” sahutnya dan menepuk bahuku ringan.

Aku mengangguk kemudian berbalik dan berjalan ke luar, menghampiri mobil Kyuhyun yang sudah menungguku.

Pada akhirnya aku, aboenim ataupun eomonim tidak ada yang bisa mencegah keinginan Kyuhyun untuk tinggal dirumah yang telah ia beli. Dan dengan begitu aku semakin terkekang. Setiap hari aku diantar jemput oleh Kyuhyun ke KonaBeans, dan dia tidak akan membiarkanku pergi sendirian.

“bagaimana hari pertamamu di kantor?” tanyaku begitu masuk ke mobil Kyuhyun

“biasa saja” sahutnya datar sembari menyalakan mesin mobil dan menjalankannya.

“Kyu, aku harus ke supermarket sebentar. Kita tidak mempunyai apapun dikulkas”

“kita pergi bersama” jawabnya masih dengan fokus jalanan di depannya.

~

Kupikir ini ide yang cukup bagus mengajak Kyuhyun berjalan-jalan meskipun hanya ke supermarket. Dia cukup banyak menjelaskan beberapa jenis barang yang tidak bisa ku temui di LA. Disini aku juga cukup banyak menemukan makanan yang bisa dimakan gratis sebagai tester. Tapi berita buruknya, aku sama sekali tidak bisa memasak masakan korea, sedangkan Kyuhyun memasukkan belanjaan yang tidak kumengerti cara memasak.

“kyu, bisakah kita makan dengan makanan yang biasanya” kataku saat ia memasukkan bungkusan yang dia bilang itu namanya Chunjjang. Dia menatapku sesaat kemudian mengangguk mengerti. “mianhe, aku lupa kau belum terbiasa” katanya dan mengembalikan beberapa barang kembali ke raknya.

Setelah membayar ke kasir aku menunggu Kyuhyun yang sedang mengambil mobil di pintu masuk.

“Hyura-ya” aku membalikkan tubuhku saat mendengar suara dibelakangku. Terlihat seorang pria yang sangat manis memandangku lekat. Ia melihatku dari atas sampai bawah.

“ne, nuguseyo?”

“K kau benar-benar Park Hyura?” tanyanya lagi dengan nada takjub.

Aku mengerutkan keningku. dasar aneh, kalau dia tidak yakin kenapa memanggil namaku. “ne, nuguseyo?” aku mengulang pertanyaanku

“kau tidak mengenalku?”tanyanya tidak percaya dan ia berjalan semakin dekat denganku. Ia manatap mataku dalam,

jantungku berdetak lebih cepat saat matanya yang mengintimidasi memerangkap mataku. Tanpa sadar aku mundur satu langkah “k kau mengenalku?”

“ternyata kau benar-benar sudah melupakanku” gumamnya lirih.

“bu bukan begitu” selaku buru-buru “mianhe, bukan aku melupakanmu. Tapi….” Aku sedikit ragu apa aku harus menceritkannya pada orang yang baru kutemui.

“tapi….?” Tanyanya menunggu

“sebenarnya 4 tahun lalu aku mengalami kecelakaan, dan aku tidak mengingat apapun” jawabku akhirnya. Sepertinya dia benar-benar mengenalku, jadi kupikir tidak masalah untuk memberitahunya.

“apa? kecelakaan?” dia terbelalak mendengar pernyataanku dan aku hanya mengangguk mengiyakan.

Tiinnn Tiinnnn

Aku sedikit tersentak mendengar suara klakson mobil didepanku “mianhe, aku harus pergi” tanpa menunggu jawabannya aku mengambil kantong belanjaanku dan masuk ke mobil Kyuhyun.

“sudah kubilang berapa kali!!Jangan pernah bicara pada orang asing!!” hardik Kyuhyun begitu aku masuk ke mobilnya

“dia hanya tanya jalan” dustaku. Entahlah aku merasa tidak perlu berbicara hal yang sebenarnya pada Kyuhyun

“apa dia pikir kau ini penunjuk jalan? Memangnya tidak ada bagian informasi atau satpam?”

“sudahlah Kyu, ini bukan sesuatu yang harus diributkan!”

Dia mendengus kasar kemudian dengan terburu-buru ia memacu mobilnya 2 kali lebih cepat dari biasanya. Kulihat dari sudut mataku mulutnya masih menggerutu tidak jelas.”mulai besok setiap jam makan siang kau akan bersama denganku!” katanya tegas atau bisa dibilang itu perintah “kita akan makan siang bersama” tambahnya

“wae? Saat jam makan siang KonaBeans sangat ramai” protesku

“justru itu, tadi kulihat kau selalu tersenyum pada para pria. Apa kau tidak lihat bagaimana cara mereka menatapmu?”

“ya! Mereka itu pelanggan, masa aku harus cemberut saat melayani mereka”

“tapi kau tidak perlu tersenyum semanis itu pada mereka, senyum itu hanya aku yang boleh melihatnya. Arra!!”

“cih, kekanak-kanakan”

Dia menoleh cepat ke arahku dan memelototti ku “wae?” tantangku dan balas memelototinya.

“kau selamat karena ini masih dijalan, kalau tidak aku pasti akan langsung menyerangmu” aku sedikit bergidik mendengarnya. Kyuhyun adalah tipe orang yang selalu memegang kata-katanya, bahkan dulu saat di LA kami pernah bercinta di dalam perpustakaan karena aku lupa waktu dan membuatnya menunggu terlalu lama. Seberapa besar kami bertengkar pasti akan selalu berakhir di tempat tidur.

“kenapa? Kau takut?” Ejeknya begitu melihat ekspresiku “pushy” desisnya

im not pushy Mr Cho! Malam ini biar aku yang memimpin”

as your wish honey” sahutnya menyeringai

***

Author pov

“Aaahh… Kyuu…uuughh…” suara erangan itu terdengar dari kamar Kyuhyun dan Hyura di rumah baru mereka.

Hyura  melenguh sambil mendekap kepala kyuhyun, milik pria itu menekan kuat titik nikmatnya, membuatnya klimaks sementara Kyuhyun menyemburkan cairannya saat ia mengerang panjang.

“kau lelah” bisik Kyuhyun lembut dan mengecup kening Hyura penuh sayang. Gadis itu mengangguk pelan dan bergelung turun dari atas badan Kyuhyun dan memeluknya. Kyuhyun pun menarik selimut dan mendekap Hyura posesif.

“jangan pernah lakukan itu lagi!”kata Kyuhyun lembut dengan nada sedkit memohon.

“apa?” gumam Hyura di dada Kyuhyun.

“jangan pernah bicara pada orang asing, siapapun itu! atau aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumah ini. Bahkan sesentipun” ujar Kyuhyun masih dengan nada lembut namun tegas.

“Hmmm” Hyura kembali bergumam, sebenarnya ia tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun karena ia terlalu lelah.

“saranghae. Jeongmal saranghae Park Hyura” bisik Kyuhyun kemudian mengecup puncak kepala Hyura dan semakin mengeratkan pelukannya

***

“ini pesanan anda tuan” Hyura meletakkan kopi pesanan pelanggannya. Ia baru berbalik hendak menuju konter tapi ada tangan yang menahan lengannya.

“Nona Park!” sapa seorang pria begitu Hyura menghadapnya. Gadis itu begitu terkejut melihat pria yang semalam ia temui di supermarket datang ke KonaBeans.

“k kau, bukankah pria yang semalam?” tanya Hyura takjub, entah untuk alasan apa Hyura sangat senang bertemu kembali dengan pria ini. “bagaimana bisa kau….”

“plat nomer” sahut pria tersebut cepat. “berkat plat nomer mobil yang kau tumpangi semalam. Apa kau punya waktu?” tanya pria tersebut to the point

Hyura menoleh cepat ke kiri dan ke kanan seolah takut ada yang melihat mereka “15 menit lagi kutunggu kau di parkiran gedung sebrang” bisik Hyura sepelan mungkin tapi pria itu masih bisa mendengarnya “dan kuharap kau membawa mobil” kata Hyura lagi sebelum meninggalkan pria itu.

Tokk tokk