actress and marriage [Part 6]

Judul Cerita : actress and marriage [Part 6]

Author : Jeonghoon20180

Main cast : Cho Kyuhyun, park hyura(Oc),

Other Cast : Lee donghae, han nammie (Oc), Han Chaerin, Cho Jino

Genre : romance

Length : chapter

pic 2

Happy reading ^^

Hyura Pov

Suasana aneh menyelimuti perjalanan pulangku dengan Kyuhyun. Dia lebih banyak diam, begitu pun denganku. Kami tiba di rumah nenek tidak terlalu malam.

“kalian tidak pergi ke Hakone?” tanya Nenek begitu kami memasuki ruang tengah. Beliau tengah asik merangkai bunga.

“kami akan pergi besok” sahut Kyuhyun datar “aku ke kamar dulu” lanjutnya lagi.

Aku mengikuti Kyuhyun masuk ke dalam kamar. Sejujurnya aku juga sangat lelah. Aku menunduk memberi hormat pada nenek sesaat sebelum masuk ke kamar.

Kyuhyun masih sibuk dengan pc tabletnya saat aku baru keluar dari kamar mandi. “besok kita  ke Hakone?” Tanyaku begitu sudah disampingnya.

“hmmm” gumamnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari benda tipis itu. aku pun memutuskan untuk tidak bertanya lagi. dan memilih merebahkan tubuhku. Aku tidur dengan membelakanginya, selama dirumah nenek Kyuhyun kami memang tidur di kamar dan di ranjang yang sama tapi selalu ada pembatas guling diantara kami.

***

Aku membuka setiap bagian dari kamar tradisional ini. dahi ku berkerut saat melihat tumpukan futon dan selimut. “hanya ada satu selimut?” tanyaku. Yah saat ini kami di penginapan pemandian air panas di Hakone. Kyuhyun memutuskan pergi kesini untuk mengurangi resiko kalau-kalau aboenim mengecek apa kami menggunakan paket liburan yang ia sediakan atau tidak.

“benarkah?” Kyuhyun menghampiriku dan memeriksa tumpukan futon dan selimutnya. Ia mendengus kasar “kau saja yang pakai”

“lalu kau bagaimana?”

“tidak apa selama ada penghangat ruangan” sahutnya acuh dan pergi keluar kamar.

Aku memandangi kepergiaan Kyuhyun, hawa aneh masih menyelimuti kami. Entahlah, aku merasa dia itu seperti wanita yang sedang datang bulan, moodnya selalu naik turun. kadang ia menjadi orang yang sangat perhatian tapi terkadang acuh seperti semalam dan hari ini.

Tok…tok

Aku membuka pintu dan terlihat seorang wanita memakai yukata membawa beberapa tumpukan kain sambil tersenyum ramah padaku.

“ya, ada apa?”

“ini beberapa pasang yukata dan hakama yang masih baru”  sahut wanita tersebut sambil menyerahkan tumpukan kain yang ia bawa. Aku pun menerimanya “hai, doumo”

“selamat menikmati honeymoon anda Nyonya. Dan pemandian air panas pribadi milik kami lah yang terbaik, jangan lupa menikmatinya dengan suami anda”

“ah, te..tentu saja aku akan menikmatinya” sahutku kemudian tersenyum kaku

“baiklah, kalau begitu saya permisi dulu” ucapnya kemudian menunduk dalam dan pergi.

Aku mengehela nafas panjang sepeninggal pelayan tersebut, kemudian melemparkan mataku pada sebuah pintu geser yang ada didalam kamarku. Yah di balik pintu itulah terletak kolam pemandian air panas pribadi. Menikmatinya dengan Kyuhyun? Mungkin aku gila jika aku benar-benar melakukan hal itu.

Selagi Kyuhyun tidak ada sebaiknya aku memanfaatkan kesempatan ini. Aku bisa menikmati kolam air panas itu. dengan cepat aku melepas semua pakaian ku dan membungkus tubuhku dengan yukata yang baru saja di berikan oleh pelayan.

Sesampainya di dekat kolam aku melepas yukata yang kukenakan dan membenamkan tubuhku ke dalam kolam beraroma belerang tersebut. “ahh, nyamannya” aku menyandarkan kepalaku di batu besar yang ada di pinggir kolam.

Drrrttt Drrtttt Drrtttt

Benda kecil yang ada di atas yukata milikku itu berkedip dan bergetar. Aku mengangkat separuh tubuhku untuk menggapainya.

“Ne, disini Park Hyura”

“bagaimana bulan madu mu Nyonya Cho?” tanya suara dari seberang terdengar meledek dan lumayan nyaring.

“menurutmu bagaimana….” tukasku kesal

“Hyura-ya, Kau galak sekali?” sahutnya geli dan tidak terpengaruh dengan nada bicaraku yang kurang bersahabat

“Cepat katakan ada apa kau menghubungiku?” tanyaku langsung

“baiklah, sepertinya kau sedang sibuk dengan suamimu. Jadi……..”

“YA!! HAN NAMMIE”

“arasseo…arasseo. kau tidak perlu berteriak. Aku bisa tuli kau tau!”

Aku mendengus kasar “ palli marhae!”

“ Arasseo, besok…………..”

Sreeeeeeekkkkkkkk

“OMMO” pekikku saat pintu yang menghubungkan kolam dengan kamar terbuka. Dengan segera aku membenamkan tubuhku kembali ke dalam kolam.

“mi…mianhe” Kyuhyun langsung membalikkan tubuhnya “ku—kupikir tidak ada orang” katanya terburu-buru dan pergi lagi.

“aishhhhh, kenapa begini lagi” rutukku.

“Yeob……” aku baru menyadari ponselku sudah tidak menempel ditelinga ku atau pun ditanganku. Aku menoleh cepat  ke kanan dan ke kiri sampai aku merasakan kakiku menyentuh sesuatu.

“Aiiissshhhh, ponselku Hiks…Hiks ”

***

Aku merapatkan selimut yang kukenakan dan Kyuhyun meringkuk memunggungiku. Aku tau dia kedinginan. Tapi memikirkan kejadian tadi siang mengurungkan niatku untuk berbagi selimut dengannya.

Berulang kali aku merasakan tubuh Kyuhyun memutar kesana kemari. Aku menoleh sedikit memastikan ia baik-baik saja. “Ya! Kenapa kau terus berguling? Tidurlah yang tenang!!”

“jangan pedulikan aku, kau tidur saja!” sahutnya masih dengan posisi membelakangiku.

“Bagaimana aku bisa tidur kalau kau terus bergerak kesana kemari?” kataku sewot

“LALU AKU HARUS BAGAIMANA?” katanya tiba-tiba dengan nada membentak dan ia sudah bangun terduduk menatapku kesal. Aku cukup terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah.

“K.. Kyuh……”

“Dengar!!!….” potongnya cepat. Ia menghembuskan nafas kasar sebelum melanjutkan lagi “aku sangat lelah dan kedinginan. Jadi kuharap kau bisa diam dan tidur dengan tenang” ucapnya pelan namun tegas dan tak terbantahkan. Sebelum aku sempat berbicara ia sudah kembali terbaring memunggungiku.

Aku terbangun dan menatapnya sebal “kalau begitu pakai ini” ucapku seraya menyelimutinya “aku akan meminta selimut tambahan”

Mendengar ucapanku dia kembali terduduk dan memandangku dengan tidak suka “Ya! kita ini suami istri, mana ada suami istri yang tidak berbagi selimut? Mereka hanya akan menertawakanmu”

“lalu kau mau aku bagaimana?” tanyaku tidak sabar

“sudah kubilang tidur saja, kau ini keras kepala sekali!!”

“bagimana aku bisa tidur sedangkan kau berguling kesana kemari karena kedinginan? Kau pikir aku setega itu?”

Kyuhyun memejamkan matanya sesaat dan mendesah pelan “bisa tidak kita tidak usah bertengkar hanya karena masalah selimut?” ucapnya pelan namun dalam. “aku sangat lelah Hyura-ya” ucapnya lagi, kali ini lebih terdengar seperti memohon. aku jadi merasa bersalah padanya.

“lebih baik kau tidur saja, aku janji aku akan tenang” kyuhyun berkata dengan dingin dan kembali berbaring dan tetap dengan posisi membelakangiku.

Aku menatap punggungnya yang melengkung karena meringkuk. Ya ampun Park Hyura, apa saat seperti ini kau masih berpikiran yang bukan-bukan. Kyuhyun juga tidak sengaja melihatmu tadi siang, meskipun Kyuhyun itu menyebalkan tapi dia bukan orang yang berpikiran seperti itu. “baiklah untuk kali ini saja” batinku

Aku menyelimuti Kyuhyun dan ia menoleh, memandangku bingung. “kita gunakan bersama” sahutku datarkemudian tanpa memandangnya lagi aku kembali berbaring memunggunginya.

***

Mataku mengerjap pelan saat merasakan sinar matahari yang masuk melalui retina mataku. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengumpulkan nyawaku. Dan saat nyawaku menyatu yang kurasakan tubuhku terasa kaku sekaligus detak jantung seseorang yang mengalun damai di telingaku. Tidak, jantungku tidak mungkin sedekat itu dengan telingaku dan tidak mungkin sedamai itu. Aroma maskulin juga menyeruak masuk kedalam hidungku. Di saat itu juga aku sadar, posisi tubuhku sudah berubah.

Tanpa berani bergerak, mataku mulai liar mencari jawaban sendiri. Dan dada yang berlapis kaos putih ini yang menjawabnya. Kudongakkan kepalaku pelan. Saat itu jantungku bertalu tak biasa. Pipinya bersandar pada puncak kepalaku. Mulutku tak bisa mengatup melihat wajah tenang yang masih terpejam itu. Napasku sesak merasakan tangannya yang melingkar di punggungku dengan sikap protective. Tubuhnya menggeliat pelan seiring dengan wajahku yang menjauh dari dadanya. Dengan segera aku bangkit dan menuju kamar mandi.

~

Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar mandi dan melihat gulungan futon yang sudah terlipat rapi ditempatnya. Pandanganku menghambur ke seluruh penjuru ruangan, mencari Kyuhyun. Aku bisa melihatnya tengah bersedekap sembari memandang ke arah tebing landai yang menjadi pemandangan langsung dari kamar kami. Aku berjalan mendekat dengan pelan, tapi implusnya yang jauh lebih cepat menangkap keberadaanku. Dia setengah menoleh, tapi tidak berbalik.

“Kau… Mau mandi, Kyuhyun? Aku sudah selesai” kataku sedikit ragu karena dia telah mengetahui kedatanganku. Dia mengangguk pelan sebagai jawabannya dan melewatiku begitu saja tanpa memandangku lagi.

“kau sudah siap?” tanyanya masih dengan handuk yang melingkar di pingganggnya. Tubuhnya yang setengah telanjang dan rambutnya yang masih basah membuat ketampanannya bertambah seribu kali.

Ya tuhan apa yang kupikirkan? Sadarlah Park Hyura!!!. Tanpa sadar aku menepuk-nepuk pipiku sendiri.

“ Kau kenapa?” tanyanya bingung dan sekaligus mengembalikanku kedunia nyata.

“A ani” sahutku gugup dan menggeleng cepat. “ku tunggu kau di lobi” kataku buru-buru dan pergi keluar kamar.

***

Sesuai dengan rencana, Nammie dan yang lainnya sudah tiba terlebih dahulu di Taiwan. Ia tiba beberapa jam lebih cepat dari ku dan Kyuhyun.

“Hyura-ya” Nammie menyapaku saat aku memasuki lobi hotel bersama Kyuhyun. Ia pun menundukkan kepalanya saat melihat Kyuhyun yang berdiri tepat di sebelahku dan Kyuhyun ikut menundukan kepalanya.

“kau menungguku?” tanyaku

“Tuan Cho!” belum sempat nammie menjawab pertanyaanku terdengar suara yang membuat jantungku berdetak lebih cepat. Otomatis kami bertiga. Aku, Kyuhyun dan nammie menoleh kearah sumber suara.

Terlihat Donghae oppa dengan pakaian casualnya berdiri tidak jauh dari kami. Ia tersenyum dengan sangat lebar, bahkan mungkin bisa menyakiti pipinya saking lebarnya ia tersenyum.

“kalian sudah tiba?” ia bertanya dengan nada yang dibuat seramah mungkin.

“anyonghaseo Donghae ssi” sahut Kyuhyun dingin. Sedangkan aku dan Nammie hanya menundukkan kepala sedikit. Aku tidak berani mengangkat kepalaku untuk sekedar melihat Donghae oppa, Kyuhyun atau Nammie. Sepertinya menatap lantai menjadi jalan yang paling aman bagiku.

“oh ya aku sudah memesankan kamar untuk kalian berdua” kata Nammie tiba-tiba “ kalian jangan Khawatir, aku memesankan kamar spesial, berjaga-jaga mungkin kalian ingin melanjutkan acara Honeymoonnya” tambahnya lagi dengan penekanan yang ia sengaja.

Rasanya aku ingin memplester mulut managerku ini, tanpa melihat aku pun bisa membayangkan bagaimana ekspresi Donghae oppa. “gomawo Nammie ssi, kau memang sangat pengertian” aku mengangkat kepalaku cepat begitu menyadari siapa yang berbicara.

“Cheonman Kyuhyun ssi, aku tau apa yang kalian butuhkan” sahut nammie bangga diiringi dengan senyum kemenangan. Sedangkan aku menatap mereka berdua bergantian dengan tatapan tidak percaya.

“ehhmmm” donghae oppa berdehem untuk mendapatkan kembali perhatian “kalau bagitu sampai ketemu di acara pembukaan besok. Aku permisi dulu” ucapnya dan menunduk singkat sebelum benar-benar pergi.

“Hyura-ya” Nammie sedikit mengguncang bahuku, tanpa kusadari sejak tadi aku memandangi kepergian Donghae oppa, suasana seperti pasti sangat tidak nyaman baginya.

“Ah ne, waeyo?”  Nammie menatapku sedikit sebal kemudian ia merapatkan tubuhnya kearahku “Jaga sikapmu” desisnya. Aku memutar kepalaku cepat mencari keberadaan Kyuhyun alih-alih ia mendengar apa yang dikatakan Nammie.

Aku mendesah lega mendapati Kyuhyun berada di meja receptionis  yang berjarak beberapa meter dari kami

“arasseo” sahutku nyaris berbisik dan memelotot ke arah Nammie. Aku kesal caranya memperlakukanku, aku tau apa yang harus kulakukan.

“Kajja” Kyuhyun menghampiriku dan nammie setelah mendapatkan kunci kamar kami.

“mianheyo Kyuhyun ssi “ sela nammie saat aku baru mau melangkah mengikuti Kyuhyun. “Hyura masih harus fitting baju untuk penampilannya besok” Kyuhyun mengangguk mengerti dan pergi meninggalkan kami.

~

Aku mengikuti nammie ke sebuah ruangan yang ia bilang masih satu lantai dengan kamar ku menginap.

“jaga sikapmu!!!” katanya lagi sebelum membuka pintu.

Aku mendengus kesal “arasseo” kataku tertahan

Setelah Nammie membuka pintu aku baru mengerti kenapa ia begitu khawatir dengan sikapku. Didalam ruangan yang lebih mirip kamar deluxe tersebut terdapat beberapa desaigner Cho Corporate, Coordi eonni, wartawan dari majalah fashion dan Donghae sebagai pemimpin Coex yang juga didampingi oleh sekertarisnya yang kalau tidak salah ingat namanya Ryewook.

“annyonghasseo” kataku memberi salam pada mereka semua.

“Nona Park, anda sudah datang! Kami sudah menunggu anda” kata seorang wartawan wanita China dengan bahasa korea dengan logat yang aneh

“maaf, aku terlambat. Aku tidak tau kalau ada wawancara seperti ini” ucapku dengan nada meminta maaf sambil melirik nammie kesal. Sebagai managerku dia tidak memberi tahu hal seperti ini terlebih dahulu. Dia hanya terus menyuruhku menjaga sikap.

“oh tidak masalah, kudengar anda baru saja melakukan bulan madu dengan Tuan Cho. Demi pekerjaan anda rela menunda bulan madu kalian, kurasa aku bisa memahami hal itu”

“ah n ne, kamsahamnida” sahutku dengan senyum kaku. sejak masuk ruangan ini aku merasakan tatapan yang sangat menusuk, tanpa perlu menoleh aku tau siapa yang menatapku hingga seperti itu.

“sepertinya urusan kami sudah selesai, sebaiknya kami permisi karena ada beberapa persiapan yang harus kami lakukan” kata Ahn Haerin, yang kuketahui sebagai salah seorang desaigner Cho Corp.

“tentu saja, terima kasih atas kerja samanya” kata wartawan tersebut ramah dan kemudian memandangku lagi “mari Nona, kita segera mulai sesi wawancara kalian”

“kalian?” aku sedikit mengangkat alisku dan menoleh kearah Donghae oppa

“iya, sesuai dengan keinginan tuan Lee, ia bersedia di wawancarai asalkan dengan anda. Sebagai model perusahaannya. Begitukan tuan?” tanyanya ke arah Donghae oppa. Dan ia hanya mengangguk pelan sebagai jawabannya. Kulihat dari sudut mataku Nammie memutar bola matanya malas.

***

“Ya! kenapa kau tidak bilang ada wawancara seperti ini?” protesku saat aku baru saja keluar dan menutup pintu.

“bagaimana aku bisa menjelaskan kalau tiba-tiba saja ponselmu mati dan tidak bisa kuhubungi lagi”

Aku baru ingat, kemarin ponselku masuk kedalam kolam pemandian air panas dan belum kunyalakan lagi sampai hari ini.

“ah! Aku baru ingat, ponselku rusak. Belikan aku yang baru”

“kenapa kau tidak meminta pada suamimu? Dia kan sangat kaya dan kau!!! Kau ini seorang selebritis, apa tidak malu meminta—“

“Han Nammie ssi” potong sebuah suara, siapapun dia aku sangat bersyukur karena bisa menghentikan suara cempreng managerku ini. aku dan nammie menoleh ke sumber suara, sekertaris Donghae oppa berdiri diambang pintu menatap kami

“bisakah ikut denganku? Ada beberapa susunan acara yang berubah dan kita harus mendiskusikannya dengan pihak penyelenggara”

“arasseo” Nammie tidak membantah dan langsung mengikuti Ryewook.

“Bagaimana bulan madumu Nona Park?” kata sebuah suara dari belakangku dengan nada yang tidak bersahabat. Aku menoleh dan mendapati Donghae oppa sedang bersedekap dan bersandar di dinding sembari menatapku tajam.

Dia pasti berpikiran yang tidak-tidak lagi. “oppa, ini tidak seperti yang kau bayangkan”  kataku lembut dan mencoba menjelaskannya

“benarkah?” tanyanya dengan sedikit sinis, ia menegakkan tubuhnya dan berjalan kearahku, ia berhenti saat wajah kami hanya berjarak beberapa senti, bahkan hidung kami nyaris bersentuhan. Otomatis aku memundurkan langkahku, tapi refleknya lebih bagus dan sebelum aku sempat mundur tangannya sudahmencengkram kedua sisi lenganku “kalau begitu jelaskan!” katanya lagi nyaris berbisik.

“o oppa, jangan begini” aku mengangkat kedua tanganku berusaha melepas pegangan tangannya dikedua lenganku, tapi kekuatannya jauh lebih besar. Ia sedikit merunduk dan melihat pergelangan tanganku, kemudian dengan cepat menatapku kembali dengan tajam.

“mana gelang pemberianku?” hardiknya dan semakin mencengkram kedua lenganku

“ahhh, oppa kumohon, ini sakit” bukannya melepaskanku dia malah memutar tubuhku dan memojokkannya ke dinding. Bukan hanya lengan, kali ini aku merasakan nyeri di bagian belakang tubuhku karena berbenturan dengan dinding.

“kutanya, mana GELANG DARIKU?” bentaknya.

Meskipun dia bersuara keras dan membentakku tapi matanya terlihat terluka dan berkaca-kaca.

“oppa” lirihku dan memandang wajahnya dalam. aku jadi sedikit merasa bersalah padanya.

“Kumohon Hyura-ya” ucapnya pelan seperti sebuah bisikan sekaligus sarat akan permohonan dan  wajahnya kembali melunak “jangan menyiksaku seperti ini!!” kurasakan pegangannya di lenganku melemah dan ia meletakkan kepalanya di bahuku. Tubuhnya sedikit bergetar dan kurasakan bajuku basah. Apa dia menangis?

“oppa…” aku mengangkat tanganku dan mengelus pelan punggungnya. “mianhe…”

“aku merindukanmu seperti orang gila. Sampai kapan kau mau menyiksaku seperti ini dengan terus berada di samping pria itu?” katanya dengan suara bergetar da masih di bahuku. “hatiku sangat sakit melihat kalian terus bersama”

Tanpa sadar setetes cairan bening keluar dari mataku. Sungguh aku tidak ingin menyakitinya, aku menyanyanginya. Tapi untuk saat ini aku juga tidak mungkin meninggalkan Kyuhyun. Selain perjanjian kami belum berakhir, membayangkan berpisah dengan Kyuhyun membuat hatiku bergejolak tidak menentu.

“mianhe oppa, a aku……” tiba-tiba saja donghae oppa mengangkat wajahnya dan meletakkan jarinya di mulutnya sendiri.

“sssttttt” dia meletakkan kembali kedua tangannya di masing-masing sisi bahuku. Dia menunduk sebentar atau lebih tepatnya menyembunyikan wajahnya. Terlihat sekali mata dan hidungnya memerah karena habis menangis.

Ia kembali mengangkat wajahnya dan menarik kedua sudut bibirnya, bisa dibilang memaksa tersenyum karena matanya tidak. “maaf, aku menyakitimu. Aku hanya terlalu emosi, aku sudah mencoba mempercayaimu tapi begitu melihatmu dengan  pria itu aku sangat marah. Maafkan aku Hyura-ya” ia menarik nafas panjang sebelum bicara lagi dan kali ini ia mencoba tersenyum lebih tulus meskipun aku tau ia tidak benar-benar tersenyum. Aku terlalu mengenalnya.

“aku hanya akan terus mempercayaimu dan tidak akan pernah menuntut penjelasan apa-apa lagi darimu. Selama hatimu ada padaku itu sudah cukup” ia menarikku kedalam pelukannya “saranghae, jeongmal saranghae Park hyura” bisiknya tepat ditelingaku.

Aku hanya terdiam mendengarnya. Pernyataan cintanya sudah ribuan kali kudengar tapi kali ini sangat berbeda. Ada perasaan bersalah dan sesak yang barcampur menjadi satu. Bukankah harusnya aku berbunga-bunga atau merasa senang mendengar pernyataan cinta dari seseorang? Tapi kenapa justru aku tidak merasakan satu pun dari hal tersebut?

***

Untuk kesekian kalinya aku mematut pantulan diriku di cermin, menilik dari ujung rambut hingga ujung kaki. Nammie tidak banyak memberikan banyak pilihan gaun untukku, jadi kupilih gaun berwarna biru langit yang cukup formal namun tidak terlalu berlebihan.

“Hyura-ya kau sudah siap?” Kyuhyun mengetuk pintu kamar dengan beberapa ketukan

“Ya, sebentar lagi aku keluar” jawabku lalu mengambil handbag yang senada dengan gaun yang kukenakan

“Kita pergi sekarang?” tanyaku saat membuka pintu dan mendapatinya sedang mondar-mandir di depan kamarku. Yah untuk menjaga perasaan Donghae oppa aku menerima tawarannya untuk menempati kamar lain.

Kyuhyun menoleh padaku. Dia menatapku dengan sorot mata yang cukup ganjil tanpa berkedip. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya. “Apa ada yang salah?” tanyaku gugup menyikapi ekspresinya yang tak terdeteksi itu.

“Tidak. Ayo sebaiknya kita cepat pergi” katanya buru-buru lalu mendahului langkahku. Mungkin hanya firasatku saja. Kyuhyun  memang aneh dan tatapannya juga tidak konsisten. Tapi kenapa aku malah menyukainya. Aku tersenyum kecil lalu buru-buru mengekor di belakangnya.

“oppa, Kyuhyun oppa!!” panggil sebuah suara dari belakangku

Tidak. Jangan dia, please. Kyuhyun langsung menoleh, tapi aku masih sibuk berdo’a dalam hati agar wanita itu bukan…

“oh!!! Chaerin-ah. Kau ada disini juga?” tanya Kyuhyun takjub dan ucapan yang keluar dari mulutnya itu menjawab do’aku yang tak terkabul. Dia memang Chaerin.

“tentu saja, aku kan harus mendampingi tunanganku. Kalian akan ke acara pembukaan Coex kan? Bolehkah aku menumpang di mobil kalian? Donghae oppa sudah pergi pagi-pagi sekali” tanya Chaerin, bersamaan dengan aku yang tengah membalik badan.

Kyuhyun menoleh canggung padaku. Aku berharap dia menanyakan padaku apakah aku setuju atau tidak. Tapi dia tidak melakukannya.

“Baiklah. Masih ada tempat kosong” jawab Kyuhyun dengan gampangnya.

“Terimakasih” kata Chaerin dengan cukup riang.

“Hyura-ssi, tentu kau tidak keberatan kan?” Chaerin memandangku dengan tatapan memaksa dan mengancam di balik senyumnya yang terlihat menawan.

Aku mendengus kesal lalu memilih berjalan terlebih dahulu. Aku bilang keberatan pun Kyuhyun juga tidak akan peduli. Bagaimana bisa dia membiarkan situasi yang seperti ini?.

Tapi aku cukup senang saat Kyuhyun mencegah Chaerin saat ia hendak duduk disampingnya.” Akan sangat aneh jika kau berada disini dan istriku di belakang. Hyura-ya kemarilah!!” panggil Kyuhyun dan membukakan pintu penumpang depan untukku. Diam-diam aku tersenyum senang merasa ia membelaku.

***

Acara pembukaan Coex berlangsung cepat dan lancar. Pengguntingan pita dilakukan Kyuhyun dan Donghae berbarengan. Setelah itu aku tampil sebagai Brand amasador Cho Corp dan Coex, memamerkan beberapa model terbaru Cho Corp dan hanya akan ada di Coex.

“eonni, tolong rambutku” pintaku pada hye eonni, selaku stylist ku. sedangkan Nammie tengah sibuk membenarkan bagian belakang gaunku.

“terlalu kencang tidak?” tanya Nammie saat menarik tali korset gaunku. Aku menggeleng cepat sebagai jawabannya

“ berapa banyak sisa waktuku?”

“1 menit lagi, setelah model terakhir turun kau mendampingi Kyuhyun memberi hormat pada para undangan dan setelah itu baru Donghae dan Chaerin. Kajja!!’ Nammie menarik pelan tanganku ke back stage sedangkan Hye eonni ikut berjalan di belakangku karena rambutku masih belum beres.

“sudah siap?” tanya Kyuhyun tiba-tiba disampingku, ia melingkarkan tangannya di pinggangku. Aku menoleh dan mengangguk. Kemudian ia menggenggam tangan ku erat dan naik ke atas panggung.

Kami berjalan di catwalk, aku melirik sekilas ke arah Kyuhyun, dibanding menjadi direktur sebuah perusahaan ia lebih cocok menjadi seorang model. Lihat saja postur tubuhnya dan bentuk wajahnya yang nyaris sempurna.

Tepuk tangan para undangan riuh terdengar setelah aku dan Kyuhyun menunduk dalam memberi hormat pada para undangan. Saat kami berbalik, aku berpapasan dengan Donghae oppa dan Chaerin yang berjalan di belakang kami. Chaerin terlihat sangat senang dan Donghae oppa melirikku sekilas membuat mata kami bertemu sesaat. Sekali lagi aku melihat tatapan matanya sama seperti kemarin. Terluka.

~

“besok kau mulai berlatih dengan orang yang bernama Sungmin itu?” tanya Nammie saat acara jamuan setelah acara pembukaan di ruang VIP Coex. Ia membawakanku segelas orange jus.

Aku mengangguk dan menerima orange jus dari tangannya “eo, syuting baru akan dimulai 2 minggu lagi. Jadi aku masih punya waktu untuk berlatih dan reading” sejujurnya aku masih mencemaskan masalah film ini. Karena aku terus gagal dalam sebuah scene yang kemarin kucoba dengan Choi Siwon. Aku sedikit meragukan kemampuanku

“ Nammie-ah, apa aku bisa mendapatkan kelas acting lagi?”

“mwo? Kelas acting? Kau bercanda?” tanyanya dengan nada tidak percaya

“tidak, aku serius. Aku merasa masih perlu banyak belajar”

“Ya! Kau sudah mengikuti kelas acting selama 2 tahun di jepang. Apa itu masih kurang? Bukan belajar yang kau perlukan tapi pengalaman dan jam terbang”

Aku mengerutkan keningku. Pengalaman? Perkataan Nammie tidak salah, aku memang kurang pengalaman.

“dari pada waktumu kau habiskan di kelas acting, lebih baik kau berlatih saja dengan lawan mainmu agar kau mendapatkan feelnya” aku mengangguk menyetujui pendapatnya.

“oh ya mana suamimu?”

Aku mengangkat bahuku acuh dan kembali meneguk orange jusku “Molla”

Nammie menoyor kepalaku pelan “Ya! Kau ini istri macam apa? Lihatlah wanita bernama Han Chaerin itu!! ia terus berada disamping Donghae, mendampingi tunangannya. Sedangkan kau….” ia melihatku dengan pandangan prihatin dan berdecak pelan

“waeyo?” tanyaku tidak terima “kau ini temanku atau bukan? Kenapa malah membela wanita itu? cih, kau tidak tau saja bagaimana menyebalkannya wanita itu” gerutuku

Drrrttt Drrrttt drrttt

Cho Kyuhyun Calling

“waeyo Kyuhyun-ah” sahutku

“kau dimana?”

“aku masih di ruangan VIP, ada apa?”

“aku sudah di parkiran, kemarilah! Kita harus kembali ke hotel”

“apa terjadi sesuatu? Kenapa tiba-tiba”

“Jino dan eomma datang. Cepatlah kemari!!” perintahnya gusar

“APA? Arasseo aku segera kesana” aku buru-buru menutup telpon  dan memasukannya ke dalam tas

“apa terjadi sesuatu?” Tanya Nammie

“aku harus segera kembali, nanti kujelaskan” sahutku terburu-buru dan segera meninggalkan ruangan tersebut

***

“kenapa tiba-tiba mereka datang?” tanyaku langsung begitu masuk ke mobil Kyuhyun

“kau tanya padaku lalu aku harus bertanya pada siapa?” sahutnya asal dan langsung menjalankan mobilnya secepat yang ia bisa. Aku tau ia sama terkejutnya denganku karena kedatangan eomma dan Jino.

“ishhh, ini semua gara-gara kau yang bertingkah berlebihan” gerutunya tanpa memandangku

“bertingkah berlebihan? Apa maksudmu?” tanyaku tidak terima

“kalau kau tidak minta pindah kamar kita tidak akan terburu-buru begini. Apa kata mereka saat melihat kamarku dan tidak ada satu barang milik mu. Kau sangat berlebihan!! Ini bukan pertama kalinya kita harus tidur satu kamar kan!!” ucapannya naik satu oktaf lebih tinggi. Kenapa dia jadi marah-marah. Dia pikir aku mau repot-repot begini. Padahal ini semua gara-gara dia dan Nammie yang memprovokasi Donghae oppa saat di lobi hotel waktu itu sampai aku harus pindah kamar segala.

“cih, jangan bilang alasanmu pindah kamar karena pria pendek itu yang memintanya” katanya mengejek. Aku terdiam.

Ia menghentikan mobilnya dan memang kami sudah ada di pelataran parkir Hotel. Ia mematikan mesin mobil kemudian menoleh kearahku dan  menatapku tajam. “apa? Kenapa tidak menjawabnya? Dugaanku benarkan? Kau pindah kamar demi pria pendek itu” dia mendengus kasar dan melepaskan seatbelt dengan cepat kemudian keluar dari mobil dan membanting pintunya.

Aishhhhh kenapa malah jadi begini. Dengan cepat aku menyusul dan mengejarnya “Cho Kyuhyun tunggu aku!”

~

“urus barang mu sendiri!!” ucapnya ketus saat kami keluar dari lift kemudian melemparkan key card miliknya dan melengos pergi meninggalkanku. Karena kamar kami berlawanan arah maka kami berjalan saling membelakangi.

Sesampainya dikamar aku berganti baju yang lebih casual. Ponselku terus bergetar saat Aku tengah memasukkan barang-barangku ke koper dengan terburu-buru dan dengan cepat menyeretnya ke kamar Kyuhyun. Tanpa memperdulikan panggilan di ponselku.

“Ya! Kenapa lama sekali! Eomma sudah menunggu di lobi” Kyuhyun membantuku menarik koper dan membongkarnya lalu melemparkan isi nya asal ke dalam lemari

“Yak! Kenapa kau melempar-lempar bajuku begitu?” aku melotot kearahnya tapi dia seolah tidak peduli

“tidak ada waktu lagi. Kajja!!” dia langsung menarikku keluar

~

Di lobi hotel terlihat eomonim tengah duduk sendirian menunggu kami. Dimana Jino? bukankah Kyuhyun bilang Jino juga ikut datang.

“annyonghaseo eomonim” sapaku saat sudah didekatnya. Ia menoleh dan tersenyum ramah seperti biasanya.

“oh Hyura-ya, Kyuhyun–ah Wasseo” kata eomonim dan Kyuhyun menundukkan kepala memberi hormat.

“duduklah”

“aniyo eomma, sebaiknya ke kamar kami saja disana lebih private” kata Kyuhyun

“loh apa Jino tidak memberitahu kalian? Aku kesini hanya mampir untuk menyapa kalian dan tidak lama” Aku dan Kyuhyun saling berpandangan kemudian menggelengkan kepala berbarengan.

Eomonim kembali tersenyum “aku kesini untuk berkonsultasi dengan dokter yang biasa merawatku di seoul, karena ia ada seminar di taiwan dan bertepatan dengan jadwal controlku maka aku kemari. Dan kebetulan kalian juga disini jadi kuputuskan untuk datang menyapa kalian”

“tapi eomma tadi Jino bilang kalau…..” ucapan Kyuhyun terputus saat ia menyadari bahwa Jino telah membohonginya

“Aishhh anak nakal itu. ia tidak mungkin meninggalkan perusaahaan saat kau tidak ada Kyuhyun-ah” kata eomonim kemudian ia melihat jam ditangannya “sepertinya aku harus pergi sekarang”

“secepat itu?” tanyaku

“eo, kan sudah kubilang aku ada janji dengan dokterku. Kalau begitu aku pergi, kalian tidak perlu mengantarku!” ucapnya sesaat sebelum pergi.

Aku terduduk lemas di sofa lobi, begitu pula dengan Kyuhyun. Kami saling berpandangan sesaat “ahhhhh” kemudian mengeluh bersama.

“kau kembalilah kekamar, aku harus kembali ke Coex” kata Kyuhyun kemudian berdiri

“Kyu…” panggilku saat ia baru berjalan beberapa langkah didepanku. Ia menoleh. Aku menggigit bibir bawahku sedikit ragu dengan ucapanku tapi akhirnya kukatakan juga “aku akan menunggu dikamar dan—hati-hati” ia tersenyum tipis dan mengangguk pelan sebelum berbalik lagi.

***

Aku kembali ke kamar kami dan tidak berniat pindah ke kamar yang di pesankan Donghae oppa. Aku membuka lemari dan membereskan pakaian dan barang-barangku lainnya yang tadi di lempar sembarangan oleh Kyuhyun.

Hari sudah hampir gelap tapi Kyuhyun belum juga kembali. Kemana dia? Aku mengeluarkan ponselku dan baru teringat ponselku terus bergetar saat bersama eomonim tadi.

37 Miss Caled

6 message

Semua panggilan tak terjawab dan pesan yang masuk semuanya dari Donghae Oppa. Isi pesan teksnya semua sama. Menanyakan keberadaanku dan kenapa aku menghilang tiba-tiba dari acara. Tanpa membalas atau menghubunginya kembali aku memasukkan ponselku lagi ke saku.

Aku baru saja berniat menikmati pemandangan taiwan di sore hari melalu balkon kamarku. Tapi baru saja aku melangkah aku mendengar pintu terbuka dan tertutup. “kyu… kau kah itu?” panggilku

“kyu…” ucapanku terhenti begitu saat melihat siapa yang baru saja masuk. Mataku membulat sempurna melihat Han Chaerin berdiri tegak di depanku dan memandangku dengan tatapan yang aneh. Matanya bengkak. Apa dia habis menangis?

“apa yang kau lakukan disini?” tanyaku tajam “dan bagaimana kau bisa masuk?”

Bukannya menjawabku ia malah berjalan semakin mendekat dengan pandangan kosong. Ada apa dengannya? Apa dia kerasukan?

“ya! Han Chae…….” mulutku terbuka dan mata ku membelalak kaget saat tiba-tiba dia berlutut di hadapanku. “He…hey, apa yang kau lakukan?”

Ia mengangkat wajahnya menatapku dengan memohon dan tiba-tiba ia menangis. Ya tuhan kenapa wanita ini? Aku bahkan tidak melakukan apapun. “Ya! Kenapa kau menangis?”

“Hyura ssi kumohon lepaskan Donghae oppa” katanya disela-sela tangis nya dan sarat akan permohonan seolah-olah apa yang ia minta berhubungan dengan hidup dan matinya seseorang.

“Ya! Apa yang kau bicarakan?” sekarang aku merasa seperti seorang penjahat yang mengambil kesucian seorang gadis.

“kumohon Hyura ssi lepaskan Donghae oppa, aku rela melakukan apa saja untukmu asal kau mau melepaskannya” ia menyatukan kedua tangannya memohon dengan sangat iba.

Aishhh kenapa dia malah berbuat seperti ini dan membuatku seperti orang tidak punya hati. Lagipula melepaskan apa? Aku tidak pernah merasa mengikat Donghae oppa.

“Chaerin ssi, bangunlah dulu. Kita bicarakan ini baik-baik eo” bujukku

Ia menggeleng cepat dan air matanya semakin deras keluar. Aisshhh apa-apaan wanita ini. Aku mendekatinya dan mencoba mengangkat tubuhnya tapi ia bersikeras tidak mau bangun

“Ya! Sebenarnya apa mau mu? kau membuatku seperti seorang penjahat. Kau tau! Sekarang kuminta kau bangun! Dan kita bicarakan ini baik-baik!!”

Lagi-lagi dia menggeleng cepat “ aku tidak akan mau bangun sampai kau mau melepaskan Donghae oppa”

“melepaskan apa? Aku tidak mengikatnya atau menculiknya”

“Donghae oppa membatalkan pertunangannya denganku. Itu sama saja seperti membunuhku. Karena itu Hyura ssi, Kumohon kau lepaskan dia dan jangan pernah berhubungan lagi dengannya. Kumohon… kumohon dengan sangat Hyura ssi” ia merintih seperti meminta kehidupan padaku. Aku memundurkan kakiku saat ia semakin mendekat

“Ya! Apa yang kau lakukan” ia memeluk kaki kananku dan menangis di sana

“Kumohon Hyura-ssi…. kumohon”

“lepaskan kakiku!” kataku sambil berusaha melepas pegangannya yang mencengkram kakiku. Tanpa sadar aku terlalu kuat mendorongnya dan justru aku malah menendangnya.

“PARK HYURA, APA YANG KAU LAKUKAN” Kyuhyun membentakku saat melihat Chaerin tersungkur di bawah kakiku. Ia buru-buru menghampiri chaerin dan membantunya bangun

“Chaerin-ah gwenchana?” tanya Kyuhyun dengan nada yang sangat Khawatir dan entah kenapa membuat dadaku panas. Oh lihat lah!! sekarang aku benar-benar menjadi seorang nenek sihir.

Chaerin mengangguk lemah dan bangun memeluk Kyuhyun. Rasanya aku ingin melempar wanita itu. tadi saat aku memintanya bangun ia tidak mau. Dan saat Kyuhyun yang meminta ia menurutinya. Dan ia juga membuatku seperti wanita jahat di depan Kyuhyun

“Hyura-ya, minta maaf!!!’ perintah Kyuhyun tegas

Aku membelalakkan mataku “apa kau bilang?” tanyaku tidak percaya. Aku tidak sengaja mendorongnya dan dia yang memulai kenapa harus aku yang minta maaf. Enak saja

“kubilang minta maaf!!! Apa kau tuli hah?” Kyuhyun kembali membentakku dan masih dengan memeluk Chaerin dengan posesif

Aku mencengkram bagian bawah blusku, Melihat melodrama di hadapanku ini, rasanya jantungku seperti ditusuk jarum yang sangat runcing. Walaupun hanya jarum tapi jarum tetaplah tajam yang dapat menyakiti. Rasanya detak jantungku menjadi tak terkontrol akibat jarum itu dan darah yang seharusnya dipompa oleh jantung sebagaimana mestinya serasa naik seluruhnya ke otakku. Apa ini? Kyuhyun memeluk wanita itu di depan mata kepalaku sendiri? Dan dia membentakku dua kali karena wanita itu juga.

“berharap saja kau!” ucapku tajam dan dengan segera aku meninggalkan mereka. Aku berjalan dengan cepat dan sengaja aku sedkit menabrak bahu Kyuhyun.

Dadaku sesak. Aku urung menutup pintu itu, Aku juga masih sempat mendengar panggilan dari Kyuhyun, tapi aku mengabaikannya dengan mempercepat langkahku. Tanpa Kusadari setetes demi setetes air mata mulai keluar dari kedua mataku. Park Hyura, apa yang kau lakukan? Kau mau membuat dunia menertawaimu? Menangis karena 2 manusia itu? Oh Yang benar saja, Hyura-ya! Aku mengabaikan pikiran-pikiran konyolku lalu mengusap air mata sialan ini dengan kasar.

Entah sudah berapa jauh aku berjalan,  aku tidak tau dimana aku sekarang dan kakiku sakit serta tubuhku sangat lelah. Aku terduduk di sebuah bangku di pinggir jalan. Memandang nanar ke arah jalanan yang masih sangat ramai. Aku mengutuk diriku sendiri yang tidak bisa mengontrol air mataku. Airmata ini? Konyol sekali, aku menangisi perbuatan Kyuhyun? Apa yang salah pada otakku? Tuhan, ampuni aku. Ampuni aku.

Seorang bocah laki-laki menghampiriku dan memberikanku sebuah permen, mungkin dia pikir dengan memberikan sebuah permen akan membuatku berhenti menangis. Anak kecil tersebut mengucapkan sesuatu dalam bahasa Mandarin yang aku tidak mengerti.

Aku mengusap air mataku dan mencoba tersenyum “xie xie” kataku akhirnya. Bocah itu ternyum bangga dan mencium pipi kanan ku kemudian berlari pergi sambil tertawa. Mau tidak mau aku ikut tertawa kecil

Drrrtttt Drrrttttt Drtttttt

Aku mengeluarkan ponselku dan memandangnya tanpa minat, Sejak keluar dari hotel ponselku memang tidak berhenti bergetar dan aku pun tidak berniat menjawabnya. Setelah deringannya berhenti dalam beberapa menit, barulah aku menghubungi orang yang pertama kali terpikirkan olehku.

“yeoboseo Hyura-ya….” jawabnya cepat

“Nammie-ah, bisa bantu aku?”

***

“apa aku boleh pulang ke apartmenmu?” tanyaku pada Nammie, Yah malam ini juga aku meminta Nammie untuk pulang kekorea tanpa sepengetahuan siapapun khususnya Kyuhyun

Nammie mendesah pelan “aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada kalian, tapi menurutku menghindar dan bersembunyi adalah penyelesaian yang paling buruk Hyura-ya”

“baiklah kalau kau tidak mengizinannya, aku bisa…..”

“kau tau betul bukan itu maksudku!” potongnya cepat “ pulanglah ke apartemenmu, tunggu Kyuhyun disana dan selesaikan masalah kalian” katanya tegas. “Ishhh kalian benar-benar kekanak-kanakan” gerutunya lagi tapi aku masih bisa mendengarnya.

3 days Later

Ini sudah hari ketiga setelah kejadian itu, tapi Kyuhyun Tak kunjung pulang. Selama 3 hari aku sendirian di apartemennya dan itu membuatku kesepian. Apa aku merindukannya? Ani ani. Tidak mungkin aku merindukan si brengsek itu. lihat saja sampai sekarang pun ia tidak menghubungiku sama sekali. Pantas saja ia dan Chaerin bisa berteman, karena mereka berdua sama-sama menyebalkan

Drrrtt Drrrtttt Drrrttt

From : Nammie

Aku sudah dibawah, cepatlah turun!!

To : Nammie

Arasseo

~

Aku menatapnya seduktif. Mendekatinya perlahan dan duduk di pangkuannya. Ia terlihat terkejut dan mencoba menjauhiku. Tapi aku lebih cepat darinya, kucengkram kerah kemeja dan menatap matanya dalam.

“kau tidak adil, seharusnya kau tidak memperlakukanku seperti ini” kataku kesal tapi masih dengan nada lembut.

“mianhe” lirihnya dan membelai wajahku perlahan. Mulai dari kening, mata, hidung, bibir dan dagu. Perlahan tapi pasti tangannya menyusuri leherku, melewati tulang selangka dan akhirnya berhenti di kedua sisi bahuku.

Ia menurunkan tali gaunku dan memperlihatkan bahuku yang seputih susu. Kemudian mengecupnya penuh sayang dan kembali menatapku dalam seolah meminta izin. Tanpa menjawabnya tanganku terangkat begitu saja menelusuri kancing kemejanya dan membuka satu persatu hingga telihat terpampang absnya yang sangat menggoda.

Ia mencengkram tanganku saat menelusuri dada bidangnya. Aku pun mengangkat wajahku dan menatapnya bingung. “aku yang memimpin” katanya tegas

Aku tersenyum simpul “ as your wish” seiringan dengan itu ia menenggelamkan kapalanya diantara leher dan bahuku. Menghirup aroma ku dalam-dalam dan mengecupinya berkali-kali

“ahh……” desahku tertahan

“CUT”

“bagus Hyura ssi, tetaplah seperti itu!” ujar sutradara padaku

“ne, arasseo”

Nammie menghampiriku dan menutup tubuhku dengan kain panjang. “ kenapa kau harus berpakaian se seksi ini sih?” gerutunya “ini kan hanya reading, bukan syuting yang sebenarnya”

“kau sendiri yang bilang aku harus banyak berlatih agar mendapat feelnya, jadi yah beginilah aku” sahutku santai

“Hyura ssi, kau telah bekerja keras” puji siwon sambil mengacungkan jempolnya.

Aku tersenyum dan sedikit menunduk “ gomawo siwon ssi”

“wah dia itu benar-benar tampan” ujar nammie saat Siwon pergi.

Aku tertawa mendengarnya “ kau menyukainya?” tanyaku sedikit mengejek

“dia itu terlalu silau, kalau aku terlalu dekat dengannya mataku bisa buta”

“kau ini bicara apa sih?”

“sudahlah tidak penting” ia mengibaskan tangannya menandakan tidak perlu lagi membahasnya “oh ya, tadi ibu mertuamu menelpon”

“benarkah? Ada apa?” tanyaku terkejut

Nammie mengendikkan bahunya acuh “molla, kau tanya sendiri saja” kata Nammie kemudian memberikan ponselku.

Tanpa pikir panjang aku menghubungi eomonim. Tidak perlu menunggu lama, terdengar nada sambung beberapa kali dan beliau menjawab panggilanku

“yeoboseo” sahutnya ramah

“ne eomonim, ini aku. manager ku bilang tadi kau menghubungiku?”

“ah itu, aku hanya ingin tahu apa kau sudah menyiapkan sesuatu untuk Kyuhyun?”

“untuk Kyuhyun?” tanyaku bingung

“iya untuk Kyuhyun. Hari ini dia kan berulang tahun”

“MWO?”

“kau tidak tau? Aneh sekali”

“bu..bukan begitu eomonim. Aku hanya sedikit lupa, mungkin karena aku terlalu sibuk” kataku berbohong. Sejujurnya aku memang tidak tau kapan tepatnya ulang tahun Kyuhyun.

“begitu yah, baiklah nanti malam kita adakan makan bersama disini. Bagaimana menurutmu?”

“kurasa itu ide yang bagus” sahutku canggung

“baiklah sampai ketemu nanti malam” kata eomonim sebelum mengakhiri percakapan telepon kami.

***

Saat aku tiba dirumah keluarga Cho matahari baru saja tenggelam. Selesai reading aku langsung mencari hadiah kecil untuk Kyuhyun. sebenarnya aku tidak mau memberikannya hadiah segala. Tapi aku akan terlihat seperti istri yang tidak peduli pada suaminya.

Aku meletakkan hadiahku di meja kerja yang ada dikamarnya. Sebuah PSP keluaran terbaru, itu kata penjualnya. Aku sendiri tidak begitu mengerti hal seperti itu. dan tidak lupa kuselipkan kartu ucapan yang dihiasi dengan pita.

Aku dan eomonim bersiap-siap saat Kim ahjushi mengabari ia hampir tiba. Kim ahjushi adalah supir keluarga Cho. Hari ini ia bertugas menjemput Kyuhyun dari bandara. Aku tidak tau alasan apa yang mereka gunakan sampai-sampai Kyuhyun mau dijemput dan justru pulang kerumahnya.

“aku pu…….”

“saengil chukkahamnida….. saengil chukkahamnida. Saranghanda Kyuhyun-ah, saengil chukkahamnida” kami langsung bernyanyi lagu selamat ulang tahun begitu Kyuhyun membuka pintu. Ia tampak sangat terkejut mendapati surprise seperti ini.

“eomma…. Hyura-ya” ucapnya dengan nada yang takjub.

“seangil chukkae Kyuhyun-ah” kata eomonim dan memeluk kyuhyun. meskipun Kyuhyun memeluk Eomonim tapi matanya terus menatapku. Aku sedikit membuang muka saat ia tidak mengalihkan tatapannya

“chukkae Kyuhyun-ah” kataku canggung dan menyodorkan kue tart yang sejak tadi kepegang “ tiuplah!” kataku datar

Ia memejamkan matanya sebentar kemudian meniup lilinnya. Setelah itu ia kembali menatapku dengan pandangan yang aneh.

“ayo kita masuk, kau pasti lelah Kyuhyun-ah” ujar eomonim sekaligus melepaskanku dari tatapan Kyuhyun yang memerangkap mataku.

Kami memulai acara makan malam setelah aboenim dan Jino pulang. Eomonim bilang akhir-akhir ini mereka sangat sibuk hingga setiap hari harus lembur, hal itu dikarenakan Kyuhyun tidak ada selama beberapa hari dan sebentar lagi adalah masa peralihan jabatan aboenim. Beliau akan segera pensiun dan Kyuhyun yang akan menggantikannya.

Malam ini eomonim berhasil memaksaku, Kyuhyun dan Jino untuk menginap. Beliau beralasan ini sudah terlalu larut untuk pulang, lagi pula Kyuhyun baru tiba dari Taiwan, ia pasti lelah.

“kau belum tidur?” tanya Jino saat mendapatiku masih terduduk di meja makan. Ia membuka kulkas dan meneguk air mineral langsung dari botolnya

Aku menggeleng pelan “aku belum mengantuk” dustaku, padahal aku menunggu Kyuhyun tidur. Aku masih sedikit canggung berada disatu ruangan dengannya

“benarkah?” jino mengangkat sebelah alisnya, sepertinya ia tidak mempercayaiku “wajahmu terlihat sangat lelah”

“aku masih ingin duduk disini” kilahku

ia menarik kursi yang ada dihadapanku kemudian mendudukinya “ apa ada masalah? Beberapa hari tidak bertemu denganmu kau terlihat lebih kurus! Apa sungmin Hyung terlalu keras mengajarimu?”

aku tersenyum simpul dan menggeleng pelan “aku bahkan baru satu kali berlatih dengannya, itu pun hanya sit up dan skipping. Katanya untuk membentuk tubuhku”

“baguslah, latihan fisik itu memang harus bertahap”

Aku mengangguk mengiyakan, kemudian melemparkan pandanganku kearah jam dinding. Tidak kusangka suah hampir tengah malam. Kyuhyun juga pasti sudah tidur “ kau benar, ini sepertinya ini sudah terlalu larut. Sebaiknya kita beristirahat” aku bangkit dan naik ke lantai 2, ku lihat Jino pun mengikutiku

Dugaanku melesat. Kyuhyun belum tidur, ia tengah asik duduk bersandar dikepala ranjang sambil memainkan PSP barunya. Tanpa sadar aku menarik kedua sudut bibirku melihat ia menggunakan hadiah ku dengan baik.

Ia melirikku sekilas saat aku baru masuk kamar. “Gomawo” katanya sambil mengangkat PSPnya saat aku baru saja melewatinya dan hendak ikut berbaring.

“itu bukan apa-apa” sahutku datar. Kemudian berbaring disebelahnya dan memunggunginya. Sebuah ritual biasa jika kami harus tidur satu kamar. Dari sudut mataku bisa kulihat ia terus mengikuti gerakanku.

“oh iya……” katanya terputus. Dan aku membalikkan tubuhku agar bisa melihatnya

“Aku minta maaf atas kejadian  saat di Taiwan” lanjutnya dengan nada yang terdengar pelan.

Aku bangun terduduk dan menatapnya sinis “Kejadian yang mana? Saat kau membentakku atau saat kau danChaerin berpelukan di depanku?”

Dahinya berkerut “Kau mempermasalahkan kami?”

“Seharusnya aku punya hak untuk mempermasalahkan itu karena aku adalah  istrimu. Tapi kenyataannya semua ini hanya pura-pura, jadi aku tidak akan menuntut apapun. Bahkan seandainya kau berpelukan denganwanita lain sekalipun, di matamu aku juga tidak punya hak untuk menuntut apa-apa”

Entah kenapa mengingat kejadian-kejadian itu rasanya ada api yang selalu berkobar di dadaku. Panas! Dan itu selalu memicu emosiku. Mendengar itu Kyuhyun terperangah dan berusaha menjelaskan.

“Aku…”

“Kau kenapa?” potongku cepat.

“Kau tidak punya kewajiban untuk menjelaskan apapun padaku. Kau sudah tahu statusku sebagai apa di sini. Aku juga tidak akan mengumbar bagaimana perasaanku saat melihat kalian melakukan itu. Toh, kau tidak akan peduli dan menganggapnya angin lalu” aku baru saja berniat kembali berbaring namun ia kembali membuka suara

“Kalau aku peduli?”

-DEG-

Aku menoleh lagi ke arahnya. Aku tidak tahu tatapan macam apa yang dipancarkan oleh matanya saat ini. Aku tidak mengerti.

“kau selalu memintaku menjaga sikap dan menjaga nama baikmu, tapi kau sendiri justru melakukan hal itu didepanku”

“Kau tidak menjawab pertanyaanku, Hyura-ya. Bagaimana kalau aku peduli dengan semua itu?”

Aku menghela nafas panjang. Rasanya tidak ada tenaga lagi untuk melanjutkan perdebatan ini. Aku lelah dan malas meladeninya.

“sudahlah, aku lelah. Aku mau tidur” aku kembali berbaring dan membelakanginya. Tapi ia menarik bahuku kasar, membalikkan tubuhku dan kemudian menindihnya.

“a apa yang kau lakukan?” tanyaku terkejut. Aku bisa merasakan hembusan nafas nya yang memburu menyapu wajahku dan Jantungku berdetak beberapa kali lipat lebih cepat.

“benarkah? Benarkah kau sudah menjaga sikapmu?” tanya sinis “tidak kah kau penasaran kenapa aku begitu lama disana?” katanya sambil menyeringai. Aku cukup bergidik melihatnya seringaiannya

“Hyura sayang” katanya sambil membelai pipiku lembut, tapi aku justru semakin ngeri karena ada nada ancaman di dalam ucapan lembutnya itu “kau harus lihat sendiri bagaimana aku menghancurkan Lee Donghae mu itu”

“MWO”

TBC

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

48 Balasan ke actress and marriage [Part 6]

  1. Sky High berkata:

    cepet dilanjut yah, sama yang versi sjff 2010. aku lebih suka versi sjff yang donghae jadi suaminya, lebih dapet feelnya hehe

  2. ninepisces berkata:

    lohh??
    mank donghae diapain ma kyu??
    ahhh lanjuuuuuut!!!!!!!

  3. nayy berkata:

    Omooo ini sdh pukul stngah 4 sbh dan ak msh tdk hs menghentikan membaca ffmu thor

  4. nurul berkata:

    Huaaa bertambah keren aja ceeritaanyaaaaaaaaa…
    Daebak daebakkk !

  5. choi yeon woo berkata:

    ah kyu kalo marah ganas..

  6. hyunsoo28 berkata:

    Yah thor, hae mau di apain, aduh ini makin complicated bgt sih, makin bikin gregetan, trs ga bisa berenti bacanya

  7. F_Hae berkata:

    Lama disana? Disana maksudnya?

  8. arselli_ berkata:

    kesel klo hyura lg sama donghae. tp kadang kasian juga donghae nya sakit hati gitu

  9. shinmin berkata:

    Next»»»»
    Author Fighting!!

  10. hyuninyeseong berkata:

    yak? Apa ini? Apa maksud mu cho?

  11. deewookyu berkata:

    hyura frustasi liat kyuhyun sm chaery…..
    tapi …..
    kok kyu punya niatan gak baik buat hancurin donghae…..
    Kyu…..blm sadar juga yah….
    kl hyura juga sdh polinginlop with you……
    aaaiiisssshhhkk….

  12. aina fitria berkata:

    Apa yg dilakukan kyu k donghae ya???

  13. dian012408 berkata:

    kyuhyun ngapain coba? ini makin menarik

  14. mayang berkata:

    Hyera makin keterlaluan -_-
    udda lah kyu am nammie aja ,. hahahhahaha
    nah emang apa yg dya lakuin am donghae ?????!!!!

  15. lovey denalisa berkata:

    haisss jinja mereka kenaoa si…???

  16. allyn berkata:

    Mwoya??? Kyu apain hae.. dia hancurin coex??
    Aku lihat chaerin berlutut gt ngerasa kasian, tp tiba2 hilang n sebel setelah itu .. ckck
    yaampuun.. hae itu kayanya bukan cinta lagi.. tapi obsesi..
    pernikahan kyu-ra kayanya udah mulai normal.. saling cemburu haha
    next lagi lah

  17. alviaaputri berkata:

    di ff lain dengan genre marriage life kayak gini biasanya cewenya yang lebih dulu suka dan kebanyakan cewe yang sakit hati
    tapi disini aku rasa kyuhyun yang lebih banyak sakit hati
    suka sama ff ini ^^
    next ya ^^

  18. soyu berkata:

    kyuhyun mau apa?

  19. bettybabybap berkata:

    Shit! /plak
    Lanjuuuuuuuut!
    BETTY.

  20. misscold berkata:

    dibikin bingung sama sikap chaerin,wahhh kaya.a kyu mulai bergerak cepat nih…

  21. lovey denalisa berkata:

    Udah keliatan kyu cinta hyura.hyuraaa..sdarlah..sadarlaah

  22. lovey denalisa berkata:

    Udah keliatan kyu cinta hyura.hyuraaa..sdarlah..sadarlaah hyuraaaaaa

  23. Lee kyuhee berkata:

    Tinggalkan jejak dulu hehehe

  24. zie hun berkata:

    wah kyuhyun ngapain donghae?

  25. VynnaELF berkata:

    Aishh kalian berdua! Kenapa gk sadar2 juga kalau saling cinta *toyor KyuRa*
    ah gemes bgt bacanya..

  26. aidennishy berkata:

    Seharusnya kyuhyun ga kek gitu sama hyura :’ meskipun chaerin sahabatnya, tapi gimanapun juga kyuhyun harus jaga perasaan istrinya kan :’ dan lagi, apa yg bakal kyuhyun lakuin ke donghae??

  27. nayy berkata:

    Semakin seruuu…. next part ya

  28. hankims_ais berkata:

    Sumpah yg bikin greget itu bukan chaerin tpi malah si hyura yg keras kepala, gga ngerti” klo dibilangin! Dah gitu kelakuan dy yg gga tegas ma perasaannya ngebuat masalah buat org disekitarnya!!

    Ckck mikirin perasaan sendiri tpi perasaan org dibiarin..
    #ESMOSItingkatDEWA

  29. ChoHyura96 berkata:

    Yess akhirnya mereka sekamar lagi,
    Nyesek pas td Kyu meluk Chaerin, mana gatau apa2 langsung nyuruh Hyura minta maaf,
    Yee sebel kan Hyura’nya #Toss sama Hyura
    Hihihi /ketawa setan/
    Lanjuttttttt next chapt >>>

  30. nia kurnianti berkata:

    donghae diapain kyu

  31. Ping-balik: REKOMENDASI KYUHYUN’S FANFICTION | evilkyu0203

  32. nurhayati3105 berkata:

    Ow o apa maksud kata kata menghancurkan lee donghae mu ??
    Oke cuss ke part 7 🙂

  33. Fahmi "kashira" cho berkata:

    kenapa gak cerita aja sih tentang insiden ketendang itu, chaerinnya bocah menyebalkan sekali…

    wiiieeehhhh kyuhyun, sikapnya nunjukin suka sama hyura,,
    ngeri ikhhh liat sikap cembutunya donghae, kalau misalkan hyura jadian sama donghae pasti banyak penyiksaan kalau dia cembutu…

  34. liyahseull berkata:

    Aku baru Baca XDDDD dan lanfsung lompat ke sini hahahaha.
    Termyata cukup nyambung dan dimengerti XDDDD BAGUUUSSSSS

  35. Yoolin berkata:

    Han chaerin, apa dia sengaja pura pura berlutut di hadapan hyura utk mengadu domba ke kyuhyun??
    Dan itu knpa kyu jadi mengerikan?
    Haiss

  36. jungie28 berkata:

    Semakin ke sini semakin keren ceritanya.

  37. oriiigamine berkata:

    waaa….
    kyu apain donghae?
    penasaran

  38. kyuyang berkata:

    huaaa kyu oppa wanjon daebak ㅋㅋㅋㅋㅋ

  39. alviegyu berkata:

    Nahloh? Donghae diapain euy?

  40. Tata berkata:

    Hiattt ini kece bangetttr
    Jadi sebel banget sama donghae n. Hyura.
    Aah untungnya sudah dibereskan kyu.
    Hyura jangan marah sama kyuhyun dong.
    Chaerin jaga donghae mu itu.
    Kyu batalin drama nggak penting nya hyura dong

  41. just fia berkata:

    sepertinya kyu tau apa yg terjadi dengan hyura dan hae waktu di taiwan…. apa kyu akan membuat hancur perusahaan hae? sebenarnya mereka saling suka tapi belum sadar aja mungkin… lebih tepatnya hyura yg belum sadar, kl kyu sepertinya dari awal dia emang udah suka sama hyura..

  42. wonkyu87 berkata:

    Kyanya kyu sdiain mata2 deh buat tau sgla hal yg berkaitan dgn hyura apa lgi klo lgi dkt2 sma hae. Jdi pnrsn pa yg dlkukan kyu sma hae.

  43. ElvaZavier berkata:

    Omona ! Evilnya kyu mulai keluar …

  44. choi sena berkata:

    yes! tibalah hari penghancuran

  45. puputzaroh berkata:

    Aku pikir hyura mau diapain,ternyata kyuhyun cuma blng mau hancurin donghae,,astaga…

  46. Widyaa berkata:

    Huaaa…ntr jdinyaa gmanaa dong??

  47. Park ni young berkata:

    Apa maksud dari perkataan kyuhyun kalu dia bakal ngancurin donghae?? Jadi penasaran nih next part

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *