actress and marriage [part 5]

Judul Cerita     : actress and marriage

Author            : Jeonghoon20180

Main cast         :  Cho Kyuhyun, park hyura(Oc),

Other Cast       : Lee donghae, han nammie (Oc), Han Chaerin, Cho Jino

Genre              : romance

Length             : chapter

pic 2

***

Author pov

Hyura merasakan sinar matahari menelusup masuk ke retinanya. Matanya mengerjap menyesuaikan dengan sekelilingnya. Seingatnya ia semalam tertidur di sofa tapi sekarang ia sudah berada di kamar. “mungkin Jino yang memindahkanku” pikirnya. Ia meraih pc tablet yang terletak di laci meja nakas samping tempat tidurnya. Memeriksa schedule nya untuk hari ini. Hari ini hanya ada satu schedule photo shot jam 4 sore.

“ahh aku bisa santai kalau begitu” ucapnya sambil menggeliatkan tubuhnya, kemudian beranjak dari tempat tidur.

11.00 AM at green leaf café

Hyura mendesah berat saat kakinya melangkah memasuki sebuah café dan melihat wanita yang menghubunginya tadi pagi. Yah saat sarapan tadi Han Chaerin tiba-tiba menghubunginya dan meminta bertemu. Sebenarnya Hyura malas berurusan dengan Chaerin. ia juga sudah menghindar sebisa mungkin tapi Chaerin sedikit memaksa.

“langsung saja, ada apa mencariku?” tanpa basa basi hyura langsung menanyakan maksud Chaerin begitu mereka duduk berhadapan

“kau. Apa kau masih mencintai Donghae oppa?” Chaerin pun langsung menyatakan maksudnya tanpa ragu

“sepertinya hubunganku dengan Donghae bukan menjadi rahasia lagi. Sejak kapan kau mengetahuinya?” jawab Hyura santai

“tidak penting kapan aku mengetahuinya. Jawab saja pertanyaanku. Apa kau masih mencintainya?”

“apa urusanmu aku masih mencintainya atau tidak?” Tanya Hyura skeptis

“tentu saja itu urusanku” nada bicara Chaerin tiba-tiba meninggi “aku ini tunangannya”

“tunangan?” hyura tersenyum mengejek “apa Donghae pernah menganggapmu tunangannya?” Chaerin terbelalak mendengar pernyataan Hyura. Gadis itu menyadari kekurangannya dan wajah Chaerin terlihat miris.

“maaf kalau ucapanku kasar” Hyura melihat wajah Chaerin tiba-tiba berubah. Dia juga tidak bermaksud menyakiti gadis di depannya. Bagaimanapun juga mereka sama-sama wanita. Dan bagi Hyura mencintai seseorang bukanlah kesalahan.

Hyura menarik nafas dalam sebelum memulai lagi “Dengar yah nona Han!!!!  jika saat ini kau bertanya aku masih mencintainya atau tidak. Aku tidak bisa menjawabnya dan aku tidak ingin menyakitimu. Jadi sebaiknya kau tidak mencariku lagi kalau hanya untuk menanyakan hal ini” hyura mengambil tasnya dan bersiap untuk pergi.

“Apa kau tidak terlalu kejam?” Chaerin berkata lirih dan masih tertunduk hingga membuat Hyura kembali menatap chaerin serta mendudukan kembali dirinya.

“mworago?”

Dengan cepat Chaerin mengangkat wajahnya dan menatap Hyura tajam “apa kau tidak terlalu kejam pada Kyuhyun oppa?” Chaerin menatap Hyura dengan tatapan menuduh

“aisshhh kenapa dia bawa-bawa Kyuhyun?” batinnya, “itu juga urusanku, kau tak perlu ikut campur” sahut Hyura lantang

“kau sudah memiliki Kyuhyun oppa tapi kau tidak mau melepaskan Donghae oppa. Kau sangat serakah” ucap chaerin tajam

Hyura sangat gerah dengan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan chaerin padanya. Hyura menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar. Memejamkan matanya sesaat sebelum menjawab perkataan chaerin

“geure, aku memang wanita yang seperti itu. Aku wanita yang kejam dan serakah, apa kau pua…..” tiba-tiba saja hyura merasa ada sesuatu yang dingin menampar wajahnya.

“dasar wanita tidak tau diri” umpat chaerin dan meninggalkan hyura. Sedangkan hyura masih shock dengan perlakuan yang ia terima. Hyura terbengong memandangi bajunya yang basah karena baru saja chaerin menyiramkan air ke muka hyura.

***

Hyura pov

nanti malan jangan lupa datang kerumah, dan jangan lupa juga beli cake dan bunga”

 dia pikir aku ini pesuruhnya apa? Suasana hatiku belum sepenuhnya membaik karena kelakuan sahabatnya itu tadi siang dan sekarang dia menyuruhku seenak jidatnya.

“berhenti didepan toko kue itu” aku menunjukkan sebuah toko kue yang ada dipinggir jalan. Nammie pun menepikan mobilnya.

“biar aku saja yang beli” tawar nammie kemudian melepaskan seatbelt dan membuka pintu mobil

“gomawo” kataku setengah berteriak sesaat sebelum nammie menutup pintu.

Nammie mengantarku sampai ke kediaman keluarga Cho. Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan eomonim dan aboenim. Mereka ingin mengadakan perayaan kecil-kecilan. Bukan hanya aku saja tapi ibu dan kakakku juga diundang.

“eomma” pekik ku saat melihat ibuku sedang sibuk menata meja makan. Aku pun menghampiri dan memeluknya. Aku sangat merindukannya, karena sejak hari pernikahanku aku belum bertemu lagi dengannya “Bogosippoeyo eomma”

“nado” sahut eomma lembut dan tersenyum. Aku menoleh dan mendapati eomonim tersenyum melihatku. Aku pun melepaskan pelukan ibuku dan menghampiri eomonim

“selamat ulang tahun pernikahan eomonim” aku memeluk eomonim dan memberikan sebuket bunga serta kue yang tadi kubeli

“aigoo~uri hyura neomu gwiyeobda, gomawo ne” eomonim tersenyum dan membalas pelukanku.

Tidak lama setelah kedatanganku, aboenim tiba kemudian disusul Jino dan Leeteuk oppa yang datang bersama. “mana Kyuhyun? Kalian tidak datang bersama?” tanya Aboenim dan ditujukan padaku.

“aniyo aboenim. Setelah jadwalku selesai aku langsung kemari. Mungkin Kyuhyun sebentar lagi sampai” sahutku dan aboenim mengangguk singkat.

“Annyonghaseyo”

-DEG- suara itu?

Bulu kudukku sedikit meremang saat mendengar suara yang baru saja tertangkap oleh telingaku itu. Aku membalikkan tubuhku dan berharap yang ku dengar adalah suara orang lain.

“Ommo Chaerin-ah wasseo!!” seru Omoenim sambil berlalu melewatiku dan langsung memeluk Chaerin singkat. Sekaligus menyadarkanku tidak terkabulnya doaku barusan.

“ne ahjuma. Tadi aku hanya mengajak Kyuhyun oppa makan malam tapi dia bilang ada makan malam dengan kalian, jadi kuputuskan untuk ikut datang. Apa aku mengganggu?”

“tidak. Tentu saja tidak. Semakin ramai akan semakin bagus. Iya kan Hyura-ya?” eomonim menoleh kearahku

“n ne” sahutku kaku.

“oh Kyuhyun-ah” panggil eomonim saat melihat Kyuhyun baru masuk dan sedang mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Kyuhyun yang merasa di panggil hanya menundukkan kepalanya singkat sebagai tanda hormat. Kemudian Eomonim menggiringku, Chaerin dan Kyuhyun ke ruang makan dimana semua orang berkumpul.

~

Setelah acara makan malam selesai, ibuku dan Leeteuk oppa langsung pamit pulang.

Aboenim, Chaerin dan Kyuhyun sedang ngobrol santai di ruang tengah. Sedangkan Jino aku tidak tau dia dimana. Terkadang dia seperti hantu, tiba-tiba muncul dan tiba-tiba saja menghilang. Dan sekarang aku dan eomonim sedang di dapur mengupas buah untuk pencuci mulut.

“Chaerin adalah teman kecil Kyuhyun, dia juga sudah kami anggap seperti keluarga” kata eomonim saat kami mengupas buah dan sesekali ia memandang keakraban yang sedang berlangsung di ruang tengah sambil tersenyum “kuharap kau tidak salah paham Hyura-ya” lanjutnya lagi dengan nada yang sama lembutnya dengan sebelumnya.

Aku tersenyum kaku “aniyo eomonim. Aku tidak begitu” sahutku. Meskipun sebenarnya aku heran mereka bisa dekat dengan gadis menyebalkan seperti dia. Tiba-tiba saja aku kesal mengingat kejadian siang tadi.

“geure, seharusnya aku tidak perlu mengkhawatirkan hal yang seperti itu. Lagipula kudengar Chaerin sudah memiliki tunangan, dan mungkin sebentar lagi akan menikah”

“Auwwwww” tanpa sadar aku mengiris jariku sendiri karena mendengar kata ‘menikah’

Eomonim menoleh cepat dan langsung meraih tanganku “Hyura-ya Gwnchana?” terdengar sekali nada Khawatir di suaranya. “sebentar kuambilkan obat” eomonim langsung melesat meninggalkanku.

Aku menuju bak cuci untuk membersihkan lukaku dengan air.” Ahh Appo” aku meringis dan memejamkan mataku saat merasakan tetesan air menyiram luka gores di jariku. Tidak sampai 3 detik aku merasakan ada yang menggenggam tanganku dan meniup-niup lukaku. Aku membuka mata kanan ku perlahan sampai keduanya membulat sempurna saat aku mendapati wajah Kyuhyun tepat dihadapanku yang tengah sibuk meniup lukaku untuk meredakan sakitnya. Secara reflek aku menarik tanganku kembali.

Dia menatapku bingung seolah bertanya ‘kenapa?’

“a aniya” sahutku gugup dan sedikit salah tingkah. Dadaku berdegup sangat kencang saat mendapati wajahnya yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahku. Bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya saat meniup-niup lukaku tadi.

“Hyura-ya ini kubawakan obatnya” suara eomonim membuatku dan Kyuhyun otomatis menoleh.

“biar aku saja” sahut Kyuhyun singkat dan mengambil kotak P3K dari tangan Eomonim. Dengan sigap ia meraih tanganku, membersihkan lukaku dengan alkohol dan menutupnya dengan plester. dan aku hanya diam memperhatikannya yang sibuk menobati lukaku. Dengan jarak sedekat ini membuatku sulit bernapas. Apa aku punya penyakit gangguan pernapasan? Sepertinya tidak. Lalu kenapa begini?

“lain kali hati-hati!” katanya lagi sambil memberesakan perlatan obat-obatan yang tadi ia keluarkan

“Gomawo” sahutku singkat sebelum ia berlalu. Aku memandangi plester di jariku dan tanpa sadar aku menarik kedua sudut bibirku.

“kau kenapa? Kenapa senyum-senyum sendiri?” reflek aku mengangkat wajahku dan melihat Jino tengah menatapku dangan pandangan aneh.

“bukan apa-apa” jawabku salah tingkah. “kajja, kita makan buah” ajakku untuk mengalihkan perhatiannya. Ia menurutiku tapi tetap memandangku dengan tatapan aneh.

~

Aku dan Jino berjalan beriringan saat keluar dari gerbang kediaman keluarga Cho sedangkan Kyuhyun dan Chaerin berjalan didepan kami berdua. Tanpa basa-basi Chaerin langsung masuk ke mobil Kyuhyun dan duduk di kursi penumpang depan. Cih Apa-apaan wanita itu?

Sebelum masuk mobil, Kyuhyun berhenti dan berbalik menghadapku. Sebelum ia sempat mengeluarkan suaranya aku sudah mendahuluinya “kau duluan saja! Aku pulang dengan Jino”

Aku sedikit melirik dan sepertinya Jino juga sedikit kaget dengan keinginanku. “Kajja Jino-ya!” aku langsung menarik Jino dan melewati Kyuhyun tanpa memandangnya lagi. Seperti biasa Jino hanya mengikutiku tapi tetap diiringi dengan tatapan aneh dan bingung.

Setelah menutup pintu marchedes benz milik Jino aku menatap Sebal mobil di depanku. Dan tak lama Mobil itu mulai berjalan dan menghilang. Cih apa dia pikir aku mau dengan sukarela duduk di belakang dan menjadi orang tolol diantara mereka berdua.

“aku tidak pernah merasa menawarimu tumpangan” katanya memulai dan sekaligus menginterupsi pikiran-pikiranku.

“aku bisa naik taxi kalau begitu” sahutku sinis. Aku baru saja mau melepas seatbelt tapi tangan Jino menahanku

“Ya! Kau ini kenapa? Kenapa tiba-tiba sinis begitu?” . Entahlah, aku juga tidak tau. Hari ini moodku benar-benar naik turun karena Kyuhyun dan Chaerin.

“jangan bertanya terus. Kau mau mengantarku tidak?”

Tanpa banyak bicara Jino langsung menyalakan mesin mobil dan meninggalkan kediaman keluraga Cho.

“hhhhh ternyata wanita yang cemburu itu benar-benar menyeramkan” ujar Jino pelan tapi masih bisa kutangkap dengan telingaku.

“barusan kau bilang apa? Cemburu?” aku menautkan kedua alisku. Aku? Cemburu? Oh yang benar saja. untuk apa aku cemburu? Aku sudah tau dengan jelas Chaerin mengejar-ngejar Donghae. aku tidak cembru tapi Aku hanya tidak menyukai gadis menyebalkan itu.

“kalau kau tidak suka seharusnya kau bilang Hyura-ya, kau ini kan istrinya. Kau punya hak untuk itu” katanya dengan pandangan yang masih fokus kejalanan.

“aku sedang tidak ingin membahas hal itu” tukasku

Jino mendesah dalam “terserah, aku kan hanya mengingatkan”

***

“kau yakin dengan film action” tanya nammie saat kami baru keluar dari lift kantor agency. Yah kami baru selesai meeting dengan project film baruku.

“aku harus menghilangkan kesan cengengku di ‘Love Sea’ kupikir dengan film action ini bisa menjadi batu loncatan”

Nammie menghela nafas ringan “kupikir ini terlalu sulit untukmu. Justru aku takut ini justru akan merusak image mu. Kau jangan lupa kau sudah menikah!” kata nammie mengingatkan

“sebenarnya apa sih yang kau khawatirkan?”

Aku dan nammie sudah didepan gedung agency. Kami menunggu van yang akan membawa kami ke stasiun tv untuk acara reality show

“semuanya” sahutnya cepat.

Aku mengerutkan dahiku “semuanya?” tanyaku

“iya semuanya. Ini film action Hyura-ya, kau harus belajar bela diri, dan peranmu disini hanya sebagai pemeran pembantu selain itu yang makin membuatku tidak yakin” dia memberikan jeda sebentar dan menatapku dalam “kau akan menjadi wanita penggoda Hyura-ya dan akan ada adegan ranjang. Kau sudah menikah, bagaimana tanggapan keluarga suami mu nanti?”

“jadi itu yang kau cemaskan?” sahutku santai. Aku mengibaskan tanganku seolah menyuruhnya menghapus pikiran-pikiran itu. “aku menikah dengannya karena dia akan mendukung karirku sepenuhnya. Jadi Kyuhyun pasti akan setuju”

Nammie menggeleng pelan “terserah” bersamaan dengan itu mobil Van sudah terparkir di depan kami. Baru saja aku mau menaiki Van kudengar ada klakson dari mobil belakang. Otomatis aku dan Nammie menoleh.

“cepat naik! Sepertinya mobil itu mau keluar” Nammie naik terlebih dahulu, dan baru saja aku berniat naik ke van, mobil itu kembali membunyikan klakson panjangnya. Bukan sekali tapi berkali-kali dan sangat berisik.

“Ya!kau mau kemana? Cepat naik!!” teriak nammie saat aku memutuskan untuk menegur pemilik mobil BMW hitam itu.

Tok….tok…

Aku mengetuk kaca jendela pintu bagian penumpang. Dan detik itu juga sang pemilik mobil menurunkan kaca jendelanya.

“mau makan siang denganku. Nona Park?” kata orang itu sambil tersenyum begitu kaca mobil turun sepenuhnya. Aku pun membalas senyumnya dengan penuh arti.

***

  “oppa, kau tidak suka makanannya? Kenapa tidak dimakan?” tanyaku bingung saat makanan di piring Donghae oppa masih utuh

Dia menggeleng dan tersenyum “ aku hanya memuaskan mataku. 1 bulan yang sangat menyebalkan. Kau tau” ia memberengut seperti anak kecil yang kehilangan permennya. Ini lah yang paling kurindukan dari seorang Lee Donghae. sifat polos manja yang kekanak-kanakan.

Mau tidak mau aku tersenyum ringan “waeyo oppa?”

“dokumen-dokumen itu, Ryewook bahkan Donghwa hyung juga menyebalkan”

Aku tertawa kecil kemudian berdehem “lalu. Sampai kapan oppa disini?” tanyaku penasaran

“besok aku harus kembali ke Taiwan. Mereka hanya memberiku libur 1 hari. Kau lihatkan? Mereka sangat menyebalkan!!!!” sungutnya lagi.

Aku kembali tersenyum simpul “jadi apa rencana oppa untuk liburanmu yang satu hari ini?

“aku ingin menghabiskan waktu bersamamu” ucapnya sambil mengerlingkan matanya.

Donghae oppa benar-benar memanfaatkan waktu libur seharinya. Setelah makan siang ia mengantarkanku ke stasiun tv. Dia bahkan menonton dan menunggu acara recordingku. Dan hal itu menjadi sorotan tajam dari Nammie. Ia pasti berfikiran soal selingkuh lagi.

“kau benar-benar keterlaluan!!!” omelnya saat Breaktime.

“sekarang apa lagi?” tanyaku malas, aku tidak ingin berdebat dengannya.

“Ya! “ nammie menahan suaranya agar tidak terdengar orang lain “kau datang bersamanya dan dia dengan setianya menunggumu di bangku penonton. Kau pikir semua orang disini buta hah? bahkan PDnim bertanya padaku siapa dia, semua orang disini bisa melihat Lee Donghae tidak pernah melepas pandangannya darimu.”

“ini bukan apa-apa” sergahku “lagipula aku bekerja dengannya, ingat! Aku ini model di perusahaannya”

“Yakkk!!” nammie terlihat semakin geram denganku “kau pikir normal pemilik department store menunggui modelnya sedang syuting. Kau ini punya otak tidak sih?”

“aishh arasseo arasseo…..” kupingku panas mendengarnya mengomel terus “aku akan menyuruhnya pergi” kataku akhirnya

Aku baru saja berniat menghampirinya tapi nammie menahan lenganku. Dan aku menatapnya kesal. “apa lagi?” tanyaku ketus

“telpon dia!!!”

Aku mendengus kesal tapi tidak membantahnya lagi. Dengan cepat kukeluarkan ponselku dan menghubunginya.

ne hyura-ya waeyo?”

“oppa mianhe, sepertinya banyak yang memperhatikan kita, sebaiknya kau tidak perlu menungguku”

jeongmal? Baiklah aku mengerti. Beri tau aku kalau kau sudah selesai!. Aku akan menjemputmu” ucapnya sebelum memutuskan sambungan ponsel.

Aku mengantongi kembali ponselku “kau puas?” kataku penuh dengan penekanan.

“sedikit” sahut nammie kemudian dia melengos pergi.

***

Aku tiba dirumah belum terlalu malam, dan cukup terkejut mendapati Kyuhyun tengah menonton berita malam di ruang tengah. “tidak biasanya” batinku. Karena setiap aku pulang biasanya dia sudah dikamar atau malah belum pulang. Mesipun kami tinggal serumah tapi kami jarang sekali bertemu. Pagi hari biasanya aku belum bangun dan dia sudah berangkat ke kantor.

“kemarilah! Ada yang ingin kubicarakan” katanya saat aku melintasi ruang tengah. Tanpa berkomentar aku pun menurutinya. Aku duduk di sofa yang terdekat dengannya.

“ada apa?” tanyaku

Dia mengalihkan perhatiannya dari Televisi dan menatapku “Lusa peringatan hari kematian ibuku, dan besok kita akan ke Jepang”

“kenapa mendadak?” tanyaku tidak terima “besok aku masih ada jadwal”

“aku tau, kita berangkat setelah jadwalmu selesai. Aku dan appa juga masih harus bekerja.”

“abeonim?”

“kau pikir hanya kita yang pergi?” tanyanya dengan nada mencemooh “eomma dan appa juga akan pergi” kemudian ia memfokuskan lagi pandangan ke televisi.

Aku berpikir sebentar, apa aku harus memberitaunya soal film baru ku. Bagaimanapun juga dia kan suamiku, jangan sampai dia terkejut setelah film itu keluar.

“ada yang ingin kau sampaikan?” tanyanya saat melihatku tidak beranjak dan menatap nya terus.

Aku mengaduk tasku sebentar dan menemukan apa yang kucari. Ringkasan script “The Clues” film terbaruku. Kemudian dengan satu gerakan aku menyodorkan padanya “ini film baruku” Kyuhyun menatapku sejenak kemudian mengambil dan membacanya sebentar.

“Film action?” ia mengangkat sebelah alisnya

Aku mengangguk “eo, bagaimana menurutmu?”

Ia tidak langsung menjawabnya tapi menekuri kembali script yang baru saja kuberikan. Semakin lama ia membacanya semakin banyak pula kerutan di dahinya. “apa sampai separah itu?” pikirku

Ia melemparkan gulungan kertas itu begitu saja keatas meja, kemudian mendengus dan menatapku penuh cemooh “tidak kusangka seleramu memilih film semakin buruk” ejeknya dan menatapku sinis

“a apa kau bilang?”

“kalau tidak dengar ya sudah” sahutnya santai namun ada kilat tidak suka dimatanya. Kemudian ia kembali menonton.

aku menatapnya kesal bercampur marah. Tau begini aku tidak akan bilang apa-apa padanya.

Aku memutuskan untuk kembali kekamar daripada harus berdebat dengannya. Dengan cepat aku mengambil kembali script yang ia lempar.

Aku baru beranjak dari sofa dan dia kembali membuka suara “aku akan bicara dengan CEO-mu, kau tidak akan bermain di film itu!!” ucapnya tegas.

Aku menoleh cepat dan menatapnya tidak percaya. “MWO? YA!! Cho Kyuhyun apa-apaan kau?”

Ia menoleh dan menatapku malas “kenapa?” tantangnya

“ke kenapa??” aku mengulang pertanyaannya “Ya!! Kau tidak punya hak mencampuri urusan pekerjaanku” akhirnya emosiku terpancing juga.

“tentu aku punya hak penuh atas dirimu!” Kyuhyun menaikkan nada bicaranya satu oktaf lebih tinggi. “kau istriku! Aku berhak mengaturmu apapun itu” ucapnya tegas dan tak terbantahkan.

Untuk sesaat nyaliku ciut karena ucapan dan tatapannya yang menusuk. Tapi dengan cepat aku kembali mengumpulkan keberanianku

“istri? Seberapa jauh kau menganggapku sebagai istrimu, hah?”

Dia terlihat salah tingkah dengan pertanyaanku tapi masih bisa mengontrol ekspresinya setelah beberapa saat berlalu “Setidaknya bersikaplah dengan benar selama kau menjadi istriku”

“Bersikap benar yang bagaimana? Aku hanya memberitahumu mengenai Film baruku dan menurutku itu adalah hal yang sudah cukup benar untuk kuberitahukan walaupun sebenarnya itu tidak penting.” kataku menantang. Dia menatapku tajam karena ucapanku barusan.

“beradegan ranjang, mempertontonkan sebagian tubuhmu dan mempermalukan nama keluargaku, kau bilang itu bersikap benar?” tanyanya tertahan dan penuh emosi. “kau tidak jauh berbeda dengan wanita murahan yang  memperlihatkan tubuhmu hanya demi uang dan popularitas”

Aku tersentak mendengar ucapannya. Apa dia bilang? ‘Murahan’ tanpa sadar aku meremas Script yang tengah kupegang, Dadaku nyeri, ucapannya seperti jarum-jarum kecil yang menusuk-nusuk jantungku.

Aku memejamkan mataku sesaat sebelum membalas ucapannya “benar!! kau sangat benar Tuan Cho” ucapku susah payah karena tenggerokanku tercekat dan rasanya air mataku bisa jatuh kapan saja. “aku memang wanita murahan yang tergila-gila dengan uang dan popularitas, aku bahkan menjual hatiku sendiri karena menikahimu” ia sedkit tersentak dengan ucapanku tapi aku tidak memperdulikannya, aku langsung beranjak dari situ sebelum ia sempat berbicara kembali. Aku tidak ingin ia melihatku menangis.

Aku menutup pintu kamarku sekeras yang kubisa. Rasanya ada sesuatu yang menganga di jantungku hingga aku merasa sakit dengan ucapanku sendiri. Airmataku menetes begitu saja saat aku menutup pintu kamarku. Aku bersandar di daun pintu sejenak, membiarkan air asin ini mengalir, menyusuri wajahku.

***

Pagi ini aku dikejutkan dengan kedatangan Donghae oppa yang menjemputku. Untung saja Kyuhyun sudah berangkat. Dan Nammie akan menyusul karena ia ada urusan di kantor agency. Kalau dia tau Donghae mengantarku lagi, ia bisa mengomel sepanjang hari.

“kupikir kau sudah kembali ke Taiwan” ucapku saat di mobilnya.

“aku hanya ingin melihat wajahmu sebelum aku berangkat” sahutnya dengan senyum yang mengembang.

~

Hari ini jadwalku hanya Reading Script dan pendalaman peran. Kesempatan ini juga digunakan untuk saling mengenal semua pemain yang ikut andil dalam film ini. Lawan mainku kali ini adalah actor yang berbakat dan pastinya sangat tampan. Choi Siwon. Meskipun aku bukan pemeran utama disini tapi aku cukup puas beraadu acting dengannya.

Benar apa yang dikatakan Nammie, dalam film ini mau tidak mau aku harus belajar bela diri. Karena ada beberapa scene yang menyorot langsung wajahku dan tidak bisa digantikan dengan Stuntman.

Aku sedikit canggung ketika kami mencoba salah satu scene yang cukup banyak skinship. Dan hasilnya selalu NG. Mau tidak mau aku terus-terusan minta maaf karena mengulang-ngulang adegan yang sama.

Siwon menyentuh bahuku dan tersenyum “kau pasti bisa, berusahalah!” katanya menyemangatiku.

“ne gomawo” sahutku dan membalas senyumnya

***

“kau melamun?” aku menoleh saat ada yang menyentuh pundakku ringan

“oh Jino-ya wasseo”

“sepertinya kau benar-benar melamun, sampai kau tidak menyadari kedatanganku” katanya sambil mengambil tempat duduk di depanku. “aku minta teh” sahutnya otomatis saat pelayan mendekati meja kami

“ada masalah?” Tanyanya

“aniya, gwenchana. Aku ingin bertemu denganmu karena aku ingin meminta bantuan”

“oh ya? bantuan apa?”

“saat disungai Han kau bilang kau pernah masuk klub Taekwondo kan?” Jino mengangguk singkat sebagai jawabannya “bisakah kau mengajariku?”

“aku hanya bisa sedikit, yah Cuma dasar-dasarnya saja. memangnya ada apa? kenapa tiba-tiba ingin belajar bela diri? Apa kau mengalami kekerasan?”

“aniya. aku mendapat tawaran film action, setidaknya aku harus berlatih. Kupikir aku bisa berlatih denganmu”

Dia membulatkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara “ahh aku bisa mengenalkanmu pada senior ku di universitas dulu, ia lebih mahir daripada aku, mungkin dia bisa membantumu. Dia juga punya sekolah khusus action. bagaimana?”

“nice idea” jawabku  setuju sambil mengacungkan jempol

~

“hyung, kenalkan ini hyura. Istri Kyuhyun Hyung” Jino mengenalkanku pada temannya. ia membawaku ke sekolah khusus Bela diri. Berbagai macam jenis bela diri diajarkan disini. Mulai karate, Taekwondo, hapkido, Judo dan banyak lagi jenisnya yang aku tidak paham

“Sungmin imnida” katanya sambil mengulurkan tangan.

“hyura. Park hyura imnida” jawabku sambil menyambut uluran tangannya

“oh jadi kau istri Kyuhyun?” tanya Sungmin

“kau kenal suamiku?” aku balik bertanya padanya

“tentu, kami dulu cukup dekat waktu di sekolah menengah. Maaf aku tidak bisa datang ke pernikahan kalian. Saat itu aku di sedang Cina” katanya dengan senyum meminta maaf

“Gwenchana. Kau pasti sibuk”

“ne. jadi, ada yang bisa kubantu?” tanyanya tiba-tiba antusias

“ne hyung, hyura akan bermain film action. Dia membutuhkan bantuanmu untuk belajar berlatih sedikit” jelas Jino

“jinja? wah dengan senang hati aku akan membantumu”

“tapi bisakah jadwal latihannya mengikuti schedule ku? Dan lagi aku belum pernah melakukan hal ini jadi ini pertama kalinya untukku.”

“oh tidak masalah, waktu ku bebas setelah mengajar anak-anak”

“baiklah aku akan menghubungi managerku untuk mengatur jadwal latihannya. Kamsahamnida Sungmin ssi” kataku sambil menunduk

~

“aku bisa pulang sendiri kau kembalilah kekantor” kataku setelah kami keluar dari sekolah bela diri milik Sungmin.

“tidak apa aku akan mengantarmu? Oh ya bukankah sore ini kau akan ke Jepang? Kenapa tidak sekalian saja ikut denganku kembali kekantor, kau bisa pergi bersama Kyuhyun hyung nanti ”

“aniya, aku harus pulang dulu mengambil barang-barangku” tolakku halus. Bukan karena aku tidak mau diantar. Tapi membayangkan aku harus ke Cho Corp dan bertemu Kyuhyun membuatku bergidik. Mengingat pertengkaran kami semalam.

“ya sudah kalau begitu aku akan mengantarmu pulang”

“aniya. aku benar-benar bisa pergi sendiri” aku mendorong bahu Jino menuju mobilnya. Tapi setelah sampai dimobil ia justru membukakan pintu penumpang

“Ya! Tidak mungkin aku membiarkan seorang selebritis berkeliaran sendirian” sekarang giliran aku yang didorong perlahan masuk kedalam mobil dan menutup pintunya. Kemudian ia berlari kecil masuk ke sisi kemudi.

“ini benar-benar tidak perlu. Kau tau” sahutku sedikit sewot Saat ia sudah masuk mobil.

“ck, kau ini keras kepala sekali. Memangnya kau tidak mau aku antar?”

“bukan begitu, kau terlalu sering keluar bersamaku saat jam kerja. Aboenim bisa berpikir buruk tentangku” kilahku

“Ya! Kau pikir ayahku tipe orang seperti itu? dia tidak akan berpikir buruk tentang mu” jawabnya enteng kemudian menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankannya.

~

Aku sengaja berlama-lama di kamar dan membiarkan Jino menungguku di ruang tamu. padahal sudah sejak tadi aku selesai mengemasi barang-barangku. Aku tidak membawa banyak pakaian karena ini hanya perjalanan 2 hari. Jino bilang biasanya setelah upacara peringatan mereka akan langsung kembali.

“Hyura-ya kau masih lama?” Jino mengetuk pintu kamar dengan beberapa ketukan

“sebentar lagi” sahutku lalu menarik travel bag yang tidak terlalu besar.

“kajja” ajakku saat aku sudah di depannya.

Jino melihat penampilanku dari bawah sampai atas dengan pandangan ganjil

“kenapa? Ada yang salah?” aku tidak nyaman dengan tatapannya

Jino berdecak dan menggelang pelan “kau membutuhkan waktu lebih dari 40 menit hanya untuk menyiapkan barang sebanyak itu?” tunjuknya pada travel Bag yang tengah ku bawa “dasar wanita” desahnya lagi

***

Aku menatap jam digital di dashboard mobil Jino. Masih  ada beberapa jam sebelum jam pulang kantor. Aku bingung apa yang harus kulakukan di Cho Corp nanti? Aku belum mau bertemu Kyuhyun. Aku masih kesal dengannya.

“jino-ya, nanti apa yang harus kulakukan disana?” tanyaku sedikit gelisah

“maksudmu?” ia menoleh sebentar ke arahku kemudian memfokuskan kembali ke jalanan

“iya apa yang harus kulakukan sampai jam kerja selesai, kau tau maksudkukan?”

“kau bisa bertemu Leeteuk Hyung kalau kau mau, dia pasti senang. Kau juga bisa menemani Kyuhyun Hyung bekerja Atau kau juga bisa membantuku, kebetulan sekertarisku sedang cuti melahirkan”

“ya! Jadi kau memintaku ikut ke kantor hanya untuk membantumu?”

“aniya” sangkalnya “aku kan hanya memberikan alternatif, kalau kau lebih suka menemui Leeteuk hyung atau Kyuhyun Hyung aku pun tidak masalah”

“kalau kau mau mentraktirku makan enak aku tidak keberatan menjadi sekertaris dadakan untukmu” sahutku. Tentu saja aku lebih memilih membantu Jino daripada harus bertemu Kyuhyun.

“kurasa itu tidak masalah” sahutnya ringan

Perjalanan dari apartmen Kyuhyun ke Cho Corp hanya memakan waktu 15menit. Aboenim memang sengaja membelikan apertemen yang dekat dengan kantor untuk anak-anaknya. Jino memberhentikan mobilnya di depan Lobi. Lalu dia menatapku bingung karena aku diam saja.

“kau tidak turun?”

“lalu kau?” tanyaku balik

“aku akan memarkirkan mobilku di basement. Kau turunlah terlebih dahulu”

“arasseo” dengan kilat aku melepaskan seatbelt dan turun. “kutunggu kau di lobi” kataku sebelum menutup pintu mobil. Dan ia mengangguk sebagai jawabannya.

Aku baru saja masuk ke pintu lobi dari kejauhan ku lihat Kyuhyun dan sekertarisnya beserta beberapa orang asing sedang berjalan kearahku. Sepertinya ia sedang membicarakan bisnis dan  sekertarisnya sibuk mencatat apa yang dikatakan Kyuhyun.

“semoga dia tidak melihatku” Aku berdoa  dalam hati. Dengan sengaja aku berjalan menunduk dan semakin merapatkan jalanku ke tembok sebelah kiri. Berharap ia tidak menyadari saat berpapasan denganku. Namun harapanku sia-sia saat aku merasakan ada tangan yang menangkup lenganku

“hyura-ya” panggilnya. aku mengangkat wajahku dan mata kami beradu pandang untuk sesaat sampai ia menolehkan kepalanya ke sekertarisnya “nona kwon aku minta tolong padamu” ucap Kyuhyun pada sekertarisnya

“ne sajangnim” sahutnya “ please sir, follow me” ucapnya pada beberapa orang asing yang tadi berjalan bersama Kyuhyun.

“jangan hiraukan aku, kau lanjutkan saja pekerjaanmu” kataku sebelum dia sempat membuka mulut

“kalau begitu tunggu diruanganku! aku tidak akan lama” katanya kemudian berjalan meninggalkanku tapi baru beberapa langkah ia kembali menghampiriku dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

“ini kunci ruang istirahat di ruanganku, kalau aku terlalu lama kau bisa beristirahat disana” katanya sambil menyerahkan kunci ke tanganku kemudian berlari kecil menyusul orang-orang tadi. Aku membuka tanganku yang didalamnya terletak kunci pemberian Kyuhyun. aku memandanginya sesaat sampai ada suara yang familiar menegurku.

“kau sudah bertemu Kyuhyun Hyung?” aku mengangkat kepalaku dan mendapatkan Jino sudah berdiri didepanku.

“ne?”

“tadi aku berpapasan dengan Hyung dipintu masuk, jadi kupikir kau sudah bertemu dengannya”

“ah ne, tadi aku bertemu dengannya. Jino-ya mianhe, sepertinya aku tidak bisa membantumu. Tadi Kyuhyun……”

“gwenchana” potong Jino sambil tersenyum “aku malah senang kalau kau justru memilih bersama Hyung. kajja” Jino merangkul pundakku mengajakku menuju lift.

“benar tidak apa-apa?” tanyaku lagi memastikan dan dia   mengangguk pasti.

“aku justru lebih senang kau menghabiskan waktu bersama Hyung. kalian harusnya meluangkan waktu lebih banyak untuk bertemu. Kuperhatikan Kalian sama-sama sibuk. Kalau begitu terus kapan aku bisa punya keponakan”

“Ya! Cho Jino” aku mendelik mendengar ucapannya. Dan Jino hanya terkekeh.

Ting

Pintu lift terbuka. Aku dan Jino masuk ke dalam lift kemudian dia menekan tombol angka yang mengantarkan ku ke ruangan Kyuhyun

“tapi aku mengatakan yang sebenarnya” katanya lagi dengan nada serius dan otomatis membuatku mengangkat wajahku menatapnya.

“ne?” Jino memegang bahuku dan menatapku dengan intens

“dengar!! Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada kalian. Tapi kumohon!! tolong pertahankan pernikahan kalian. Demi eomma, demi Hyung dan demi keluarga kami” aku menautkan kedua alisku. Tidak mengerti dengan perkataannya, sebenarnya ia mau menyampaikan apa?

Ting

Pintu lift kembali terbuka sekaligus mengembalikan kesadaranku. Jino pun melepaskan pegangannya. Kemudian ia tersenyum lembut dan mengusap kepalaku pelan.

***

Ini kedua kalinya aku berada disini. Yang pertama saat aku dan Kyuhyun  bertengkar sebelum pernikahan kami. Mungkin karena saat itu kami sedang bertengkar aku jadi tidak terlalu memperhatikan ruangan ini. Aku menuju sebuah pintu yang ada di dinding sebalah kanan meja kerjanya.

“mungkin ini yang ia maksud sebagai tempat istirahatnya” batinku. Aku pun memasukan kunci yang tadi diberikan Kyuhyun dan membuka pintunya. Terlihat sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dengan cat dinding berwarna krem soft. Meskipun tidak terlalu besar tapi sepertinya ruangan ini cukup nyaman.

Disini tidak ada barang-barang mewah, hanya ada satu tempat tidur single bed dan gantungan baju yang terdapat beberapa jas dan kemeja tergantung disana, serta satu mesin pembuat kopi yang terletak diatas meja persis disebelah gantungan baju. Ruangan ini memang khas Cho Kyuhyun. kamar yang sederhana tanpa barang yang berlebihan.

Ternyata dia beristirahat disini jika tidak pulang kerumah. Kupikir ia pulang kerumah orang tuanya. Aku masih ingat saat dulu ia mengacuhkanku selama bermingu-minggu. ia sangat jarang dirumah bahkan sampai tidak pulang. Namun saat itu aku tidak terlalu peduli dengannya. Aku cukup lega mengetahui kenyataan bahwa ia tidak beranjak dari kantornya saat tidak pulang kerumah. Aku memutuskan untuk kembali keruang kerjanya dan kembali mengunci ruangan tersebut.

Aku mendudukan diriku di sofa yang ada di ruang kerja Kyuhyun  sambil menopang dagu dengan  kedua tanganku. “mempertahankan pernikahan” ucapan Jino masih terngiang di telingaku. Aku tidak mengerti kenapa Jino tiba-tiba berbicara seperti itu. Apa jangan-jangan dia tau tentang perjanjianku dengan Kyuhyun? “aniya aniya” aku buru-buru menggelengkan kepalaku. Tidak mungkin dia tau. Yang mengetahui perjanjian itu hanya aku dan Kyuhyun, mungkin nammie bisa masuk hitungan tapi ia tidak tau secara detailnya.  Dan lagi yang membuatku bingung apa maksudnya demi eomonim demi Kyuhyun dan demi keluarga Cho?.

Harusnya tadi aku bertanya langsung saja pada Jino, apa maksud ucapannya. Aku kan jadi tidak perlu pusing-pusing memikirkannya “aigoo, babo~” ucapku sambil memukul pelan kepalaku sendiri.

“siapa yang bodoh?”

“ommo” aku mengangkat wajahku dan Kyuhyun sudah berdiri dipintu masuk entah sejak kapan

“sejak kapan kau disitu?” tanyaku

“entahlah, mungkin hampir sepuluh menit yang lalu” jawabnya enteng dan berjalan perlahan menuju meja kerjanya.

“se sepuluh menit?” aku mengernyitkan dahiku “ kau hanya berdiri disana selama sepuluh menit?” tanyaku lagi tidak mengerti dengan prilakunya.

Bukannya menjawab pertanyaanku dia malah mengangkat telepon dan menghubungi seseorang

“nona Kwon tolong siapkan minuman!” perintahnya melalui telepon. Kemudian ia menuju ke belakang meja dan mengambil sesuatu dari laci meja kerjanya. Kyuhyun berjalan santai ke arahku, Sedangkan mataku terus mengikuti setiap gerak-geriknya

Tok tok

“masuk!” perintahnya. Pintu pun terbuka dan terlihat Yuri membawa nampan dengan 2 buah minuman. Kyuhyun pun menghampirinya dan mengambil alih nampan tersebut

“biar aku saja, kau kembalilah bekerja!”

“ne sajangnim” Yuri pun pamit dan menutup pintu kembali.

Kyuhyun meletakkan minuman yang ia bawa di meja yang persis ada didepanku. Kemudian ia duduk memposisikan dirinya disampingku.“minumlah!” tanpa membantah aku menurutinya. Dan sejujurnya aku memang haus.

Kyuhyun menarik pelan tangan kananku setelah aku menaruh gelas yang separuh isinya sudah kuminum.“a apa yang kau lakukan?” aku berjengit kaget saat ia hendak melepas silver bracelet milikku. Secara reflek aku menarik tanganku kembali tapi Kyuhyun menahannya dengan kuat.

“Kyuhyun ssi apa yang kau lakukan?” aku masih berusaha melepaskan tanganku dan dia tetap  memeganginya dengan erat “diamlah!” Perintahnya. Dengan sekali gerakan ia melepas silver Bracelet milikku dan buru-buru memasukkannya ke saku celananya.

“YA!! apa yang kau lakukan?” aku menatapanya galak “Kenapa kau mengantonginya? Kembalikan!! Itu milikku!!” Belum reda kemarahanku karena masalah semalam, sekarang dia kembali mengajakku berperang

“Seberapa penting benda ini untukmu?” tanyanya dengan mata yang menyipit.

“Itu sangat penting bagiku. Kembalikan!” aku berusaha meraih lubang kantungnya tapi dia selalu berhasil menghindar.

“Apa akan sepadan jika ku tukar dengan yang lebih baru?”

Dia merogoh saku celananya yang lain lalu menyodoriku dengan logam emas putih yang bentuknya seperti rantai jangkar kapal berukuran seribu kali lebih kecil. Sudah pasti harganya tidak murah, tapi aku merasa lebih nyaman menggunakan gelang pemberian Donghae ketimbang gelang yang masih terlihat asing di mataku itu.

“Aku tidak mau!” kataku sengit Dan menatapnya galak.

Dia mendengus kasar dan Tanpa memperdulikan ucapanku dia kembali meraih tanganku paksa kemudian langsung memakaikan gelang pemberiannya disana. “Ya!! Apa yang kau lakukan” aku kembali berontak dan tetap tidak mau menerimanya.

“kau ini keras kepala sekali!!” ucapnya kesal, setelah ia berhasil memasangkan barang pemberiannya secara ‘paksa’. Dan aku tidak melepaskan gelang pemberiannya karena aku ini tipe orang yang menghargai pemberian orang lain.

Aku menatapnya kesal “dasar tukang paksa!” kataku ketus kemudian berdiri hendak pergi, tapi ia menahan tanganku dan menarikku kembali hingga terduduk

“aku minta maaf” ucapnya cepat dan tiba-tiba tapi Aku masih belum mau menatapnya

Aku meliriknya sebentar. Mana ada ucapan permintaan maaf seperti itu? dia itu niat tidak sih?

“minta maaf untuk apa?” tanyaku masih dengan nada tidak bersahabat “untuk gelangku, atau untuk masalah semalam”

Dia terdiam cukup lama. Aku menoleh kearahnya. Dan aku menyesali keputusanku untuk melihatnya karena ia sedang menatapku intens. Dan jarak kami hanya beberapa senti. Melihatnya dengan jarak sedekat ini membuat jantungku rasanya dipukul dengan palu berkali. Apa aku menderita penyakit jantung? Kenapa rasanya janeh begini?

“ke— kenapa kau diam?” tanyaku gugup.

Dia mendengus pelan “kau pikir aku akan minta maaf karena gelang jelekmu itu”

Aku melotot ke arahnya. “Arra arra” ucapnya cepat sebelum aku menyemburkan sumpah serapahku karena menyebut gelangku ‘jelek’

Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan silver bracelet ku. dia meraih tanganku dan menaruh benda itu di sana “ini kukembalikan. Tapi jangan pernah memakainya!!! Atau aku akan benar-benar akan melenyapkan benda itu!!!” ucapnya tegas dan penuh ancaman.

Aku bergidik mendengar ancamannya. Bagaimanapun juga ini pemberian Donghae oppa, aku akan menjaganya. Jadi Mau tidak mau aku harus menurutinya.

“kau belum menjawab pertanyaanku” aku kembali bertanya

“pertanyaan yang mana?” tanyanya bingung

“Kau mau minta maaf untuk apa. Tuan Cho?”

Ia memegang tengkuknya dan berpikir sebentar. Sepertinya ia agak ragu.

“untuk masalah semalam” dia memberi jeda sebentar “aku tidak bermaksud berkata seperti itu. aku tidak pernah menganggapmu sebagai wanita murahan. Kau adalah wanita terhormat!!! Dan jangan pernah merasa kau menjual hatimu karena menikahiku. Nyatanya aku tidak memiliki hatimu.  Aku hanya memiliki status sebagai suamimu, jadi anggap saja aku membeli statusmu”

Aku terdiam mendengar penuturannya. apa yang ia katakan 100% benar. Kyuhyun memang tidak memiliki hatiku. Kenyataannya, meskipun aku menikah dengannya tubuh, hati dan pikiranku tetap milikku.

“tapi aku akan tetap melarangmu beramin di film itu” lanjutnya lagi

Aku berdecak “coba saja kalau kau bisa” tantangku

“kita lihat saja nanti” katanya sambil menyeringai

***

Aku tidak tau kalau kami akan menggunakan Jet Pribadi untuk terbang ke Jepang. Decak kagum menyergapku saat melihat interior pesawat pribadi milik Cho Corp. Kyuhyun tertawa mengejek saat melihat ekspresi kagumku.

“kudengar kau dulu tinggal di Jepang” tanya eomonim yang saat ini duduk di depanku sambil menuangkan teh melati yang baru saja diantarkan Pramugari.

“ne eomonim. Sejak umurku 9 tahun aku tinggal di jepang”

“bernarkah? Semuda itu kau sudah meninggalkan korea?” tanyanya lagi dan aku mengagguk “lalu kenapa kau dulu kau pindah” kentara sekali eomonim tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya

“teman ibuku memberikan pekerjaan yang lebih layak dan menjamin pendidikanku dan kakakku. Karena saat itu ayahku baru saja meninggal”

“tidak kusangka keluargamu segigih itu” ucapnya kagum dan tersirat nada simpati di suaranya. Dan Aku tersenyum simpul menanggapi ucapan eomonim.

Aku melemparkan pandanganku kearah Kyuhyun dan Aboenim yang duduk tidak jauh dari kami. Mereka tengah berbicara serius sambil membolak balik kertas-kertas yang terhampar berantakan di meja di depan mereka.

Eomonim mengikuti arah pandangku dan mendesah pelan. “begitulah para pria. Sangat mencintai pekerjaan mereka”

“apa mereka selalu begitu?” tanyaku tanpa mengalihkan perhatianku dari mereka.

“sebenarnya tidak. Tapi akhir-akhir ini mereka terlihat sangat sibuk, terutama Kyuhyun. Ia harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi presdir”

Aku tersentak dan dengan cepat menoleh kembali memandang eomonim “Presdir?”

“iya. Memangnya kau tidak tau? Ayahnya akan menyerahkan posisinya untuk Kyuhyun setelah ia menikah”

“aku tau, tapi… aku tidak menyangka secepat ini” ucapku pelan seperti sebuah bisikan.

Apa ini berarti pernikahan kami akan segera berakhir? Ya tuhan padahal usia pernikahan kami belum genap 3 bulan. Apa aku akan mengahadapi perceraian secepat ini? Tiba-tiba saja aku merasa takut dan cemas. Tapi aku tidak tau apa yang ku cemaskan dan ku takutkan. Cemas akan perceraian atau cemas tentang pandangan orang terhadapku karena menjadi janda hanya dengan usia pernikahan seumur jagung.

Aku menatap nanar aboenim dan emonim secara bergantian. Setelah bercerai apa mereka akan tetap sehangat ini terhadapku? dan Jino?. Aku mengingat kata-katanya soal ‘mempertahankan pernikahan’ demi keluarganya. Bahkan sampai sekarang aku tidak mengerti maksudnya.

***

Rumah nenek Kyuhyun tidak jauh dari pusat kota tokyo. Dari luar terlihat megah dan mewah, tapi didalamnya tetap kental dengan nuansa jepang. Aku hanya pernah sekali bertemu nenek Kyuhyun saat upacara pernikahan kami dulu. Tapi kami tidak sempat ngobrol banyak karena ia segera kembali ke Jepang. Menurut yang kudengar Nenek Kyuhyun tidak terlalu suka di korea. Karena dinegara itu putrinya meninggal.

“ohayou gozaimasu (selamat pagi), ohisashiburi( lama tidak bertemu) “ ucapku sambil membungkuk 90º  memberi salam pada nenek Kyuhyun. karena semalam kami tiba sangat larut dan nenek Kyuhyun pun sudah tidur jadi aku baru bisa menyapanya pagi ini

Nenek Kyuhyun tersenyum ramah padaku “ohayou. Mana Kyuhyun?” tanyanya

“Kyuhyun masih di kamar, sedang bersiap-siap”

Dia mengangguk “kalau begitu duduklah” beliau mempersilahkanku duduk di meja makan. tidak lama setelah itu eomonim dan aboenim beserta Kyuhyun ikut bergabung di meja untuk sarapan bersama. Sarapan kali ini lebih hening dan Khidmat, sepertinya nenek Kyuhyun sangat memperhatikan tata krama.

Setelah sarapan kami berlima menuju pemakaman tempat ibu Kyuhyun berada. aku dan Kyuhyun satu mobil dengan nenek, sedangkan aboenim dan eomonim menggunakan mobil yang berbeda.

Di pemakaman tersebut ternyata sudah berkumpul beberapa kerabat dari keluarga Himura, keluarga Ibu Kyuhyun. Dan tidak ada satu orang pun yang kukenal dari mereka. Upacara peringatan kematian ibu kyuhyun di pimpin oleh seorang pendeta dari kuil yang sudah di percayai oleh nenek Kyuhyun. Meskipun aku menghabiskan hampir separuh hidupku di Jepang tapi ini pertama kalinya bagiku mengikuti acara seperti ini.

***

Aku duduk termangu di taman bargaya khas jepang di rumah nenek Kyuhyun. “aishhh kenapa aku jadi terkurung disini” gerutuku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

Setelah upacara peringatan kematian ibu Kyuhyun, aboenim dan eomonim segera kembali ke korea. Tapi tidak denganku dan Kyuhyun. Aboenim menyuruh kami berbulan madu.

aku sudah menyiapkan paket liburan untuk kalian, jadi nikmatilah. Dan kuharap kalian pulang dengan membawa hasil!” begitulah pesan aboenim sebelum pergi.

Tidak bisa kupungkiri aku senang bisa kembali kesini. Tempat dimana aku di besarkan. Ingin sekali aku mengunjungi kota dimana aku tinggal dulu, melihat sekolahku dan berjalan di jalanan yang dulu selalu ku lewati dengan Donghae oppa. Tanpa sadar aku menarik kedua sudut bibirku mengingat masa laluku.

“besok kita ke Hakone” ucap suara berat yang sangat familiar di telingaku sekaligus menghentikan lamunanku. Aku melirik sekilas, Kyuhyun berjalan mendekatiku perlahan kemudian duduk di sebelahku

“Hakone? Untuk apa kita ke sana?” tanyaku tanpa menoleh padanya

“itu paket Honeymoon yang disediakan appa untuk kita”

“aku tidak mau pergi”

Kyuhyun mendengus “kau pikir aku mau pergi?”

“yasudah kita tidak usah pergi” sahutku cepat

“dan membuat nenek curiga?” dia mendelik tajam padaku “Kau ini bodoh atau apa hah?”

“yasudah kau saja yang pergi ke Hakone, aku sudah punya rencana untuk besok”

“mau kemana kau?” tanyanya dengan nada sedikit tidak suka.

“apa aku harus memberitahumu?” tanyaku sedikit jengkel

“Terserah” sahutnya ketus dan pergi meninggalkanku

~

Aku menikmati pemandangan pepohonan yang berderet seolah berlari berkejaran. Terkadang terlihat jalanan kecil dan sederetan rumah-rumah mungil minimalis. “aishhhhhhh” kegiatanku rusak karena suara gerutuan di sebelahku. Aku melirik malas ke samping kananku, Kyuhyun sedang asik dengan PSPnya. Dia terus mengeluarkan suara tidak jelas karena benda yang ia anggap sebagai dewa itu.

“Apa kau tidak merasa terlalu tua untuk bermain benda seperti itu?” tanyaku dengan nada mencemoohnya

“aahhhhhhhh” teriaknya, aku sedikit terlonjak karena teriakannya. Dan beberapa orang melihat kami dengan tatapan aneh. Aku tersenyum dan sedikit menunduk meminta maaf pada orang-orang yang menatap kami.

“kenapa kau bicara terus? Aku jadi kalahkan” omelnya dan memasukkan kembali PSPnya ke dalam saku jaket.

“ Ya! Kau ini kampungan sekali, apa kau tidak tau manner orang Jepang? Kenapa harus berteriak segala?”

Kyuhyun sepertinya baru menyadari bahwa ia tadi sedikit mengundang perhatian. Meskipun tidak tertulis tentang peraturan ‘dilarang berisik’ tapi orang Jepang sangat menghargai yang namanya ketenangan

“makanya tadi kubilang kita naik mobil saja, kenapa harus naik kereta sih?” ia kembali menggerutu.

“aku tidak memintamu ikut, kau yang memaksa”

“kau pikir aku mau ikut denganmu? Jika aku tidak pergi bersamamu nenek pasti akan curiga”

“kan sudah kubilang, kau pergi saja ke Hakone!! Tapi kau malah memaksa ikut denganku”

Kyuhyun mendengus kasar “itu reservasi untuk paket Honeymoon, apa kata mereka kalau aku hanya datang sendiri?”

“memangnya kau tidak bisa beralasan?”

“aku bukan seorang artis handal yang jago acting seperti dirimu” ucapnya dengan nada menyindir. Aku menatapnya sebal, seharusnya ini menjadi perjalanan menyenangkan tapi karena pria menyebalkan ini rusak semua rencanaku.

Aku melengos, terlalu malas untuk meladeninya. Kulihat dari sudut mataku ia memejamkan matanya. Syukurlah setidaknya akan tenang untuk sesaat.

“Hamamatsu?” Tanyanya saat kami baru saja turun dari kereta. Ia melihat papan petunjuk stasiun dan aku secara bergantian dengan pandangan bingung.

“di kota ini dulu aku tinggal” jelasku sambil membenarkan posisi syal dan topi untuk sedikit menyamarkan wajahku.

“untuk apa kita kesini? Ada yang ingin kau temui?” tanyanya penasaran

“tidak ada, aku hanya ingin mengunjungi beberapa tempat yang membuatku seperti kembali ke masa lalu. Terlalu banyak kenangan disini”

“cih, opera sabun” cibirnya

“bukankah tadi sudah kubilang, seharusnya kau tidak usah ikut” ucapku jengkel

Ia mengendikkan bahunya dan berjalan beberapa langkah di depanku, kemudian berbalik menghadapku “baiklah mulai dari mana kita menapak tilas perjalanan hidupmu. Nona Park Hyura” aku menatapnya bingung, Bukannya tadi dia terus-terusan menggerutu kenapa tiba-tiba dia jadi antusias? Dasar aneh.

~

“jadi dulu kau tinggal disini?” tanyanya saat kami didepan sebuah bangunan apertemen bobrok yang sudah hampir roboh. Aku mengangguk mengiyakannya

“dan disitu” aku menunjukkan sebuah taman kecil yang letaknya tidak jauh dari tempat kami berpijak saat ini “tempat aku menunggu eomma dan Leeteuk oppa pulang”

Dia mengerutkan keningnya, kemudian menatapku “kenapa menunggu disana? Bukan di dalam rumah saja?”

“tetangga sebelah rumahku suka sekali berteriak, dan suaranya seperti petir, itu membuatku takut. Makanya aku benci mendengar petir”

“kau benci petir?”

“eo, kau ingat tempo hari ada hujan petir?? dan Jinolah yang menemaniku dirumah”

Kyuhyun terlihat berpikir “oh jadi begitu” gumamnya pelan seperti berbicara pada diri sendiri, tapi masih bisa kutangkap “kenapa?” tanyaku

“ah bukan apa-apa” sahutnya sambil menggeleng cepat “kajja”

Aku dan Kyuhyun berjalan bersisihan, tanpa kami sadari sejak tadi dari stasiun Kyuhyun terus menggenggam tanganku. Aku pun tidak keberatan, karena tangan Kyuhyun besar, hangat dan Nyaman.

Kami berjalan dalam hening. Aku diam. Dia diam, terlarut dalam pikiran masing-masing. Aku tidak pernah menyangka akan melewati jalan ini lagi tapi  dengan orang yang berbeda. Bertahun-tahun lalu Donghae oppa yang berjalan disampingku dan menggenggam tanganku seperti ini.

Tiba-tiba langkahku terhenti melihat pohon sakura yang tinggal tangkai tanpa daun dan bunga. Karena ini sudah memasuki musim dingin jadi hal yang wajar banyak pohon yang mengering. Masih sangat segar diingatanku, tepat di bawah pohon ini Donghae oppa memberikan silver braceletnya padaku.

Aku malemparkan pandanganku ke pergelangan  tanganku yang sekarang berganti menjadi gelang pemberian Kyuhyun.

“kenapa?” tanya kyuhyun saat melihat perubahan ekspresiku.

Aku menggeleng pelan, baru saja aku berniat untuk kembali melangkahkan kakiku. Aku merasakan tetesan air membasahi pipi dan hidungku. “Kyu, apa akan turun hujan?” aku menahan tangannya yang masih bertautan di jari-jariku

Ia menoleh lalu tertawa kecil “ Hujan apa? Kau tidak lihat langit begitu cer…….”

Byuurrrrrrrr

Kyuhyun belum sempat menyelesaikan kalimatnya tapi kami sudah basah karena hujan tiba-tiba turun deras. “kyaaaaaa” otomatis aku dan Kyuhyun berlari mencari tempat berteduh.

Kami berteduh di bawah perosotan taman. Aku berjongkok memeluk diriku. Meskipun sudah berteduh tapi pakaian kami sudah terlanjur basah semua.

“sekarang bagaimana?” tanyaku dengan gigi bergemeletuk. Kehujanan di musim seperti ini benar-benar bukan pertanda baik.

“jangan bertanya padaku, ini semua salahmu karena tidak mau menggunakan mobil”

Baru saja aku membuka mulutku tapi perutku berbunyi dengan cukup nyaring. Aishh rasanya aku ingin mengutuk perutku sendiri karena berbunyi tidak tau tempat dan situasi. Kulihat sudut bibir Kyuhyun sedikit bergetar menahan senyumnya. Dengan cepat aku membuang mukaku, lebih tepatnya menyembunyikannya.

Kyuhyun merangsek mendekatiku dan memeluk tubuhku dari belakang, karena lengannya yang  panjang jadi ia bisa memeluk seluruh tubuhku hingga lutut. “K…Kyu—“ aku terkejut dengan tindakannnya yang tiba-tiba. Lagi-lagi aku merasakan dadaku sesak karena jantungku bekerja dua kali lipat. Sepertinya aku harus memeriksakan diriku ke dokter.

“begini lebih hangat” sahutnya pelan. Ia meletakkan kepalanya di bahuku. Kurasakan tubuhnya juga gemetar dan bisa kulihat kepulan asap yang keluar dari hidung dan mulutnya. Ia sama kedinginannya denganku.

“seharusnya aku pergi ke Hakone saja” gumamnya di sela leherku. Sejujurnya hembusan nafasnya membuatku tergelitik. Oh ayolah hyura, jangan sampai kau terbawa suasana!!!

“aishhhh” aku menggoyangkan bahuku kasar agar kepalanya menyingkir dari bahuku. “kepalamu itu berat, kau tau”

“Ya!!! Kau ini kasar sekali” protesnya. Tapi aku tidak memperdulikannya dan dengan sekali gerakan aku berdiri hingga membuat pelukannya terlepas begitu saja dan  hampir membuat Dirinya terjengkang kebelakang.

“YAKKK!!!”

“Jangan banyak bicara! Ayo cepat keluar dari sini” tanpa menunggu jawabannya aku berlari keluar menerobos rintik-tintik Hujan. Terlalu lama bersamanya dalam keadaan tadi benar-benar bisa membuatku terkena serangan jantung. Dan aku belum mau mati muda.

“Ya!! Kau mau kemana? Ini masih hujan” teriaknya di belakangku

***

“jangan mendekat!” kataku memperingatinya.

Berbekal petunjuk yang diberikan seorang anak sekolah yang tidak sengaja melewati taman tempat aku dan Kyuhyun berteduh, kami menemukan sebuah penginapan tradisional Jepang. Karena kami tidak menginap jadi kami memutuskan hanya memesan satu kamar.

Dalam ruangan kecil ini kami menyisakan jarak sejauh mungkin. Aku duduk di ujung ruangan dengan selimut tebal yang membalutku, begitu pun dengan Kyuhyun. Dia duduk di ujung terjauh dari tempatku saat ini.

Kami berdua sama-sama hanya berbalut selimut tebal untuk menutupi tubuh polos kami, karena pakaian kami sedang di laundry.

“cih kau pikir aku sudi” dia membuang mukanya “lagipula tidak ada yang bisa dilihat” lanjutnya lagi pelan, tapi aku masih bisa mendengarnya

“kau pikir ada yang bisa dilihat dari tubuhmu” ejekku

Ia melotot kearahku tapi aku tidak memperdulikannya. Ia berniat membuka mulutnya untuk membalasku tapi terdengar suara ketukan di pintu kamar kami. Aku memberi isyarat padanya untuk membuka pintu.

“ya! Kau yang lebih dekat dengan pintu” protesnya

“shiro, tubuhku ini lebih berharga” meskipun selimut ini tebal tapi selimut ini tidak panjang, jadi aku harus meminimalisasikan hal-hal yang tidak diinginkan.

Suara ketukan pintu kembali terdengar

“Ya! Palli!”

“aisssshhhh” gerutunya tapi dengan cepat ia berdiri dan membukakan pintu. Tampak seorang pelayan hotel dengan hakama membawa senampan penuh makanan untuk kami.

Kyuhyun nampak kesulitan membawa nampan makanan dengan satu tangan, karena tangan satunya lagi ia gunakan untuk memegang selimutnya agar tidak terlepas. Yah itulah alasanku tidak ingin membukakan pintu untuk pelayan tersebut. Karena aku tidak yakin dapat membawanya dengan 1 tangan.

Dengan berjalan jongkong aku mendekati Kyuhyun yang ada di tengah ruangan dan bersiap menyantap makanan kami. Demi apapun aku sangat lapar. Tanpa banyak bicara aku langsung melahap makananku. Begitupun dengan Kyuhyun, sepertinya ia sama kelaparannya sepertiku.

Tiba-tiba saja Kyuhyun menghentikan kegiatan makannya dan membuang mukanya kearah samping. Aku mengangkat wajahku dan menatapnya bingung. “waeyo?” tanyaku

“ehmm itu…” dia terlihat gugup. Dia kenapa sih? “da… itu dadamu”

Otomatis aku menunduk dan ternyata selimutku merosot dan hampir menampakkan puncak dadaku. Dengan cepat aku membenarkan posisi selimutku. “aisshhh memalukan” batinku. Karena terlalu fokus makan aku jadi lupa dengan keadaan kami. Dasar Hyura pabo.

Tanpa melihat wajahnya pun aku tau, wajahnya pasti sudah semerah wajahku.

“K Kyu, kau tidak melihatnya kan?” tanyaku gugup

“a aku tidak melihat apapun” sahutnya terbata dan masih belum mau melihatku.

“benarkah? Kau yakin?” tanyaku lagi memastikan

“te tentu saja”

Aku mendesah lega, untung saja “ yasudah, ayo lanjutkan makannya” Kyuhyun mengangguk dan mengikutikuu kembali menyantap makanan kami. Tapi ia masih terlihat aneh. Aku meliriknya sekilas, ia masih belum mau melihatku. Dan ia terlihat tidak nyaman. Aku jadi curiga, apa dia benar-benar tidak melihat apa-apa?

~

“Lusa kita pulang” katanya memecahkan keheningan. Setelah selesai menyantap makanan kami kembali ke posisi semula, saling berjauhan.

“arasseo” sahutku pelan dan tanpa melihatnya. Aku memandangi tatami yang terhampar di lantai

“tapi kita tidak akan ke korea, kita akan langsung ke taiwan”

seketika aku mengangkat wajahku “taiwan?”

Kyuhyun mengangguk. “Lusa pembukaan cabang Coex di Taiwan. Kau dan aku harus hadir di acara peresmian tersebut”

“tapi aku tidak membawa persiapan lebih untuk menghadiri acara seperti itu”

“kita akan bertemu managermu disana. Kau tidak perlu cemas”

Aku mengangguk dan kembali memandangi tatami. Kami sama-sama diam sesaat.

“Kyu….” kataku memulai

“hmmmm”

“kudengar, kau akan segera menggantikan aboenim. Apa itu benar?”

“ne, setelah semua cabang Coex sudah dibuka, appa akan pensiun”

“oh, be—benarkah?” dadaku bergemuruh, dan rasa takut itu kembali menyergapku “kapan?” tanyaku ragu

“paling lama 2 bulan lagi, tapi kalau aku dengan ritme seperti sekarang mungkin bulan depan sudah selesai semua” jelasnya. Tiba-tiba saja Tubuhku serasa ditimpa batu besar. Apa setelah itu kami akan bercerai? Ya tuhan apa secepat itu aku akan menjadi janda?

“pohon itu?” tiba-tiba Kyuhyun membuka suaranya dan aku mengangkat wajahku menatapnya “pohon sakura yang tadi, apa itu tempat kenanganmu?”

“ma—maksudmu?”

“apa itu tempat kenanganmu bersama Lee Donghae?”

Aku tersentak dengan pertanyaan Kyuhyun. Entahlah saat bersama Kyuhyun aku tidak mau membicarakan Donghae.

Aku berpikir sebentar. “eo” sahutku pelan dan tertunduk

“sudah kuduga” katanya pelan, bahkan sangat pelan seperti berbicara pada dirinya sendiri.

“aku sudah mengatakannya padamu. Aku tidak peduli kau berhubungan dengan siapa di belakangku” ucapnya tiba-tiba dingin dan tegas. “tapi kau harus menjaga nama baikku” ia menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar “jadi di Taiwan nanti, saat kau bertemu dengannya. kuharap kau bisa menjaga sikapmu” ucapnya tanpa memandangku sedikitpun.

kata-kata Kyuhyun terdengar sangat menusuk di telingaku. Dan dadaku kembali sesak dan nyeri saat melihat wajahnya yang dingin. Tapi ini sesak yang berbeda. Tanpa sadar airmataku kembali menetes. Dengan cepat aku membuang mukaku dan mengusap air asin itu.

TBC

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

47 Balasan ke actress and marriage [part 5]

  1. ocha_kyu berkata:

    Seru …
    Setelah baca di superjuniorff2010 , searching di google , and finally menemukan blog ini ..
    Kmrin ba®u baca yg cast utama nya donghae ,
    Hri ini baca cast utama nya dibalik ..
    WalaupuÑ agak bingung ,, tapi secara keseluruhan cerita nya makin seru ,, makin bikin penasaran ..
    Dan knpa kyuhyun blum brani ngomong tntang perasaannya , tapi tetep melakÙkan lewat tÍndakan ..
    Smoga honeymoon kali ini bener” mendapatkan hasil ..
    Wkwkwkw“kkkk …
    Keep writing ,

  2. ninepisces berkata:

    lohh…
    mrk dah saling jatuh cinta tp g ad yg nyadar!!!!!
    haaahh mrk itu… sm” punya ego tinggi!!!
    okee lanjuuuuut!!!!!!!

  3. nayy berkata:

    Apakah hyura juga sdh jtuh cinta sama kyu..,
    Ahhh smkin seru

  4. choi yeon woo berkata:

    ah udah ada tumbuh benih-benih cinta ni ye

  5. hyunsoo28 berkata:

    Aaarrggghh kapan sih mereka ga gengsian lagi
    Rasanya bener” bkn greget deh thor

  6. F_Hae berkata:

    Kapan sih mereka sadar kalo mereka saling cinta??

  7. arselli_ berkata:

    ini seruuuu uoyoououiotuzjajsgsuai. hyura positif cinta sama kyuhyun itu hohohohoho

  8. shinmin berkata:

    Malu malu kucing. Kkkk

  9. Kyuvi berkata:

    Aigoo gimana nanti klo ketemu donghae di sana..

  10. hyuninyeseong berkata:

    bener” ini pasangan minta ribut eh? Ayolah..

  11. deewookyu berkata:

    sebenarnya mereka juga sdh saling cinta….
    tapi…..

  12. aina fitria berkata:

    Udah mulai ada feeling ni…

  13. dian012408 berkata:

    ahh gregetan sama mereka berdua. susah banget sadar kalo udah mulai suka.

  14. mayang berkata:

    masih kesel am hye ra -_-
    gg bssa nentuin sikap . bener kta chaerin hye ra bener” serakah -_-
    kyu sabar ya 🙁

  15. lovey denalisa berkata:

    kapan meteka nyatain cnta/.??

  16. allyn berkata:

    Aku rasa udah ada cinta diantara mereka ^^
    Kenapa aku gasuka ya sama keberadaan chaerin.. gasuka kedeketannya sm cho n family huh
    Aaa.. knp hyura ga pasti2 siih.. tinggalin hae, udah ada kyu u.u n hae harusnya relain huhu
    Next lah ..

  17. alviaaputri berkata:

    gak sabar liat mereka saling mengakui perasaan masing”
    aku yakin hyura udah jatuh cinta sma kyuhyun, tapi masa lalunya itu yg bikin dia ragu
    next deh ^^

  18. soyu berkata:

    mereka udh mulai saling cinta

  19. bettybabybap berkata:

    Jujur aja kenapa sih sama perasaan masing2! Issshhhhh gemes!
    BETTY.

  20. misscold berkata:

    wkwkwk ternyata kyu bisa polos juga ya #pisss

  21. lovey denalisa berkata:

    jino ga ikut je jepang…???

  22. zie hun berkata:

    hyura itu sbenernya udah suka ma kyuhyun belom sih.
    ,
    sebel bgt ma perasaannya hyura. tega”nya nyakitin kyuhyun-ku #plakkkk

  23. VynnaELF berkata:

    Hyura tuh suka ama Kyuhyun! Tapi, kenapa dia masih sama donghae!
    Sebel bgt ma sikap hyura disini! Argghh… Jangan sakiti Kyu Ku!

  24. nina berkata:

    kok part ini jd mellow yh
    trnyt kyu oppa sllu perhtian

  25. aidennishy berkata:

    mereka kek anak seumuran gue yg masih gengsi ngakuin kalo mereka saling cinta deh –” come on guys, don’t be like a child please

  26. nayy berkata:

    Kyu tkut terus terang klo dia sdh mlai mnyukai hyura

  27. Yoon Hyemi berkata:

    Kyuhyun oppa, knapa takut sih?? Bilang aja klo cemburu, blg aja klo gak suka, blg aja klo cinta.
    Jangan dipendem sendiri semua. Semua sikapnya terbalik 180 derajat dgn yg dia rasakan..
    Fuuihh, kalian kan bukan anak kecil.. -_-“

  28. hankims_ais berkata:

    Hyera sok polos ikh! Udah tau yg dia rasain ke kyu itu cinta tpi nutup mata sok gga tau!! Arghhh!! Menyebalkan!!

    Hye gga bisa dibilangin pake kiasan kata ya, apa harus diperjelas apa maksud chae jino nammie???

    Nexttt

  29. ChoHyura96 berkata:

    Mereka berdua pabbo banget, apalagi Hyura
    Ya ampun masa gara2 deg2an sampe mau ke dokter XD
    Hihihihi
    Suka chemistry’nya dapet wlopun masih pada gengsi #cieee

  30. nia kurnianti berkata:

    kyuhyun kamu ngeliat apa?
    aku pengen kalian langsung dapat anak aja,, kekeke
    donghae,,,, cepatlah menjauh

  31. Ping-balik: REKOMENDASI KYUHYUN’S FANFICTION | evilkyu0203

  32. Fahmi "kashira" cho berkata:

    semoga kyuhyun mngharapakan yang lain dalam hubungan ini,..
    semoga hyura sadar dengan perasaannya, gak kesihan apa sama eomma nya dan eomma kyuhyun mereka akrab banget… benar benar mengharapkan kebahagiaan dan kelancaran pernikahanna dan menghrpkan seorang penerus cho junior…hehe

  33. vira berkata:

    ohh my godd. cinta yg terpendam

  34. jungie28 berkata:

    Hyura masih belum sadar kalo dia mulai cinta sama kyuhyun

  35. oriiigamine berkata:

    sepertinya tanpa sadar hyura jg udh jatuh cinta sm kyu, tp dy blm sadar.
    duh, plis klo cinta kenapa garus saling menyakiti

  36. alviegyu berkata:

    Ngakak ih pas scene lagi makan dan slimutnya melorot XD
    Btw, mereka ini kayanya udah sama” suka tapi gengsi mreka omg..

  37. Tata berkata:

    Ceritanya makin seru.
    Kak curhat dong kenapa komenku pada nggak masuk ya. .
    Jaringan nya jelek. MAAF KAK

  38. just fia berkata:

    wkwkwk… kyu boong tuh….bilang ga liat apa-apa… apakah hyura udah sepenuhnya suka sama kyu? Ah jadi penasaran, lanjut baca lagi ah..

  39. wonkyu87 berkata:

    Hyura ud mulai ska jga sma kyu tpi blm nydar. Spa jg yg kuat gak jth hti sma pesona kyuhyun cba.

  40. example6865 berkata:

    Cinta mereka terhalang gengsi

  41. Jung Hyo Won berkata:

    hyura kayaknya juga mulai ada rasa, penasaran siapa yang akan mengungkapkan perasaan mereka, kyuhyunkah?
    karena biasanya kalo cewek yang mengungkapkan kemungkinan cuma 30%

  42. choi sena berkata:

    apa kau cemburu kyuhyun oppa?

  43. nha_onk berkata:

    ck hyura ayolah sadar klo kmu udh suka sma kyuhyun
    cb lah buat terbuka masing2 itu akan lbh baik

  44. puputzaroh berkata:

    Hyura juga udah mulai suka sepertinya ~^^ mereka saling suka tpi gk mau mengakui perasaan mereka -_-

  45. Widyaa berkata:

    Mereka saling suka tapii gensii ya…

  46. Park ni young berkata:

    Hyura harusnya sadar kalau y tuh udah mulai suka ma kyuhyun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *