actress and marriage [part 4]

Judul Cerita     : actress and marriage

Author            : Jeonghoon20180

Main cast         :  Cho Kyuhyun, park hyura(Oc),

Other Cast       : Lee donghae, han nammie (Oc), Han Chaerin, Cho Jino

Genre              : romance

Length             : chapter

***

pic 2

Kyuhyun  pov

Tok….tok….tok…

“masuk” perintahku

“oppa” panggil chaerin saat masuk ke ruanganku

“tumben kau kemari? Ada apa chaerin-ah?” tanyaku dan menarik kursi di depan mejaku, mempersilahkannya duduk.

“apa kau sibuk? Aku ingin mengajak mu makan siang sekaligus ada yang ingin kubicarakan”

“hmmm bagaimana kalau minum kopi saja?” tawarku

“waeyo? oppa sudah makan?”

“belum, tapi tadi pagi aku berjanji pada eomonim untuk menghabiskan bekal makanannya”

“eomonim??? Maksud oppa, ahjuma membawakanmu bekal?”

“ani, maksudku ibu mertua ku yang membawakannya. Tadi pagi dia bilang akan ada yang mengantarkannya kesini, dan aku sedang menunggunya”

“araso, kalau begitu kita minum kopi saja, kajja”

Aku dan chaerin minum kopi di coffe shop dekat kantor. Sebelum pergi dengan chaerin aku berpesan pada sekertarisku jika hyura datang mengantarkan bekal Dan memintanya untuk menungguku.

“apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku pada chaerin setelah aku mengambil pesanan kopi di counter.

“oppa kau benar-benar akan menikah dengan tunanganmu kan?”

“kenapa kau bertanya begitu”? tanyaku bingung

“jawab saja pertanyaanku oppa, kau benar-benar akan menikah dengannya kan?”

“tentu saja aku akan menikah dengannya, bukannya kau juga sudah terima undangan pernikahan ku?”

“iya aku menerimanya, kalian akan menikah lusa kan? Apa tidak bisa dipercepat? Mungkin besok, ani sekarang juga bisa kan? Kalau Hanya pemberkatan pernikahan aku bisa mencarikan pastor untuk kalian” kata chaerin berapi-api

“Han chaerin kau ini bicara apa? aku tidak mengerti” protesku

“aku hanya ingin kau menikah lebih cepat dengan tunanganmu oppa” aku menautkan alisku mendengar ucapannya. Aku semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini. Dan raut wajah Chaerin menunjukan dia sangat cemas akan sesuatu.

“kenapa kau ingin aku menikah cepat-cepat? Apa lusa masih kurang cepat bagimu?” tanyaku masih sangat keheranan dengan maksud perkataannya.

“aku belum bisa bernafas lega jika kau belum menikahi wanita itu oppa, aku—aku sangat takut kehilangan Donghae” kata chaerin lemah kemudian menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Aku mengusap puncak kepalanya dan menarik pelan kedua telapak tangan yang menutupi wajah chaerin.

“Chaerin-ah, kau membuatku semakin bingung. Coba kau ceritakan pelan-pelan kenapa kau akan kehilangan Donghae?”

Chaerin menarik napas dalam-dalam kemudian menatapku serius. “oppa apa kau ingat saat kau mengenalkanku pada tunanganmu? Kubilang wajahnya sangat familiar”

“ ya aku ingat, lalu?”

“entah kenapa perasaanku tidak enak ketika melihat wajahnya. dan sekarang aku tau kenapa wajahnya sangat familiar sekaligus memuakkan bagiku. Karena selama 4 tahun ini aku selalu melihat wajahnya di dompet namjachingu ku.”

“MWO???”

“ne, tunanganmu Park Hyura adalah cinta pertama namjachinguku”

“ja—jadi maksudmu mereka berdua adalah mantan kekasih?”

“tidak bisa dibilang begitu juga, karena setauku dulu mereka tidak pernah putus. Setelah aku dan Donghae dijodohkan. Ny Lee mengirim Hyura ke prancis tanpa sepengetahuan Donghae. hal itu hanya aku yang tau bahkan tuan Lee dan Donghwa Oppa tidak tau sama sekali. Kemudian dia juga mengirim aku dan Donghae ke Newyork. Dengan alasan agar aku bisa memupuk perasaan Donghae dan membuatnya melupakan cinta pertamanya. selama 4 tahun ini aku mati-matian mengejarnya dan setahun belakangan sikapnya sedikit melunak dan mau membuka hatinya sedikit demi sedikit. Tapi usahaku selama 4 tahun akan sia-sia jika mereka bertemu kembali” terdengar sekali suara Caerin bergetar dan putus asa.

Aku mendesah pelan “mereka sudah bertemu Chaerin-ah dan hari ini mereka akan bertemu lagi” sesalku.

“aku tau, tanpa kau beri tau pun aku bisa tau hanya dengan merasakan perubahan pada sikapnya. dia—sikap donghae padaku kembali lagi seperti dulu” katanya sambil terisak.

“Chaerin-ah, aku dan hyura akan menikah. Jadi tak ada yang perlu kau takutkan”  aku sendiri tidak yakin dengan ucapanku, karena aku dan hyura hanya menikah diatas kertas. Setelah kami berdua berhasil dengan tujuan masing-masing maka yang ada hanya perceraian.

“tapi aku benar-benar tidak tenang jika kalian belum menikah. Apalagi setelah kalian bekerja sama, maka mereka akan semakin sering bertemu. Oppa kumohon kau harus mencegah mereka bertemu lagi sebelum kalian menikah”

“aku tidak yakin dengan hal itu Chaerin-ah. Aku tidak bisa mengekang hyura”

“tapi kau bisa mengekang Donghae. ingat, sekarang ini perusahaannya sangat bergantung pada investasi perusahaanmu”

Aku berpikir sebentar “akan ku usahakan” kataku akhirnya.

“gomawo oppa, dan aku akan sangat berterimakasih setelah kau menikahi tunanganmu”

***

Setelah kembali ke kantor aku menyuruh sekertaris ku menghubungi Coex, aku meminta pihak Coex untuk memantau langsung persiapan pembuka cabang di china, Taiwan dan hongkong. dan aku juga meminta hal itu dilakukan oleh direkturnya sendiri sesegera mungkin. Dengan begitu Donghae tidak akan ada di korea hingga beberapa hari ke depan.

“nona Kwon apa Hyura belum datang?” Tanya ku pada Kwon Yuri sekertaris yang kutitipi pesan tadi sesaat sebelum aku pergi.

“kulihat nona Hyura sudah datang sejak tadi tapi dia tidak kesini melainkan pergi keatap bersama tuan Jino dan tuan Leeteuk.”

“apa? Dengan manager Cho Jino?”tanyaku memastikan

“n—ne sajangnim.” Tanpa pikir panjang aku segera menuju ke atap memastikan apa yang dikatakan sekertarisku. Namun ketika aku hendak berbelok ke lorong yang menuju arah lift aku melihat Jino dan Leeteuk Hyung berjalan ke arahku. Aku pun segera berbalik dan merapatkan tubuhku ke dinding agar mereka tidak melihatku

“sepertinya sekali-sekali aku harus mentraktir ibumu hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih” kata Jino saat berjalan melewatiku

“hanya bekal makan siang tidak perlu dibesar-besarkan”balas Leeteuk Hyung yang berjalan semakin menjauh.

“Park Hyura, neo jinja!!!!” ucapku geram.

Ting

Pintu lift terbuka dan  entah kebetulan atau apa disana berdiri wanita yang hari ini membuat moodku jelek. Yah dia adalah Park Hyura, mungkin dia sedang melamun atau berpikir sampai dia tidak melihatku sama sekali padahal aku jelas-jelas berdiri di depannya

“sedang apa kau disini” tegurku dan gadis itu sedikit tersentak

“a a ani” jawabnya bingung, mungkin aku terlalu mengejutkannya

“ck, ikut aku” kataku tidak sabar dan menariknya keluar lift menuju ruanganku, tanpa memperdulikan mata karyawan lain yang menatap kami heran.

“ada urusan apa kau disini?” tanyaku tajam begitu kami sudah di ruanganku. Hari ini hyura benar-benar menguji kesabaranku. Mood ku hari ini sudah jelek karena tahu dia mantan kekasih rekan bisnisku ditambah lagi dia memberikan bekal makan siangku untuk Jino. Orang yang kubenci.

“aku hanya makan siang dengan Leeteuk oppa, wae?”

“makan siang?” aku menaikkan satu alis “hanya itu?” tanyaku ketus

“ani, aku juga ingin bertemu denganmu ada yang ingin kubicarakan”

“apa? Katakan padaku apa yang ingin kau bicarakan” tantangku. Aku penasaran setelah bertemu mantan kekasihnya apa dia masih memegang janjinya.

“aku—aku ingin membicarakan kembali masalah pernikahan kita”

“kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi soal pernikahan. Lusa kita menikah dan semua persiapan hampir beres. lalu apalagi masalahnya?”

“mungkin penikahan—ani, maksudku…”hyura berpikir sejenak seperti sedang menimbang-nimbang “hmmm, bagaimana kalau kita…..kita batalkan saja pernikahan itu?”

Aku hanya tersenyum mengejek mendengar pernyataannya. Ternyata tebakanku benar. Dia tidak memegang janjinya

“aku tau kau pasti akan mengatakan hal ini” hyura mengernyitkan dahi dan menatapku bingung

“wahhh park hyura ssi kau benar-benar hebat setelah kau mendapatkan semuanya lalu dengan mudah kau membatalkan pernikahan yang sudah di depan mata. akhirnya kau menampakkan wajah aslimu”

“a apa? Wajah asliku?”

“aku tidak menyangka kau benar-benar licik” kataku sinis

“ya!! Cho Kyuhyun jaga bicaramu!!!”

“wae? Apa ucapanku salah?. setelah mendapatkan apa yang kau inginkan lalu kau membatalkan kesepakatan kita. Itu sama saja kau hanya memperalatku” hyura hanya memandangku bingung tapi ada raut kekecewaan di wajahnya. mungkin dia kecewa karena harus tetap menikah denganku.

Dengan pasti aku mendekatinya perlahan, memandang wajahnya lebih dekat. Memandangnya lekat untuk sesaat.

aku membuat jarak sedekat mungkin dengannya hingga mulutku mendekati telinganya. Bahkan dengan jarak sedekat itu aku bisa menghirup aroma tubuh dan parfumnya. “jangan harap aku akan mudah melepaskanmu” bisikku kemudian mengecup pipinya singkat dan aku segera menarik diriku menjauhinya.

“ oh ya satu lagi, jika ibumu memberikan sesuatu padaku jangan kau berikan pada orang lain lagi” kataku sebelum benar-benar meninggalkannya.

~

aku hanya memandangi ponselku yang terus-terusan berdering tanpa niat untuk menjawabnya.

From: my actress

Aku bisa jelaskan semuanya

Tolong angkat telponku.

To: my actress

Sampai ketemu di altar

***

Author pov

Hyura menilik setiap inchi gaun yang ia kenakan. Gaun yang cukup simpel dan sederhana untuk ukuran pernikahan seorang artis dan pewaris perusahaan besar. Akhirnya hari yang ditakutinya tiba juga. Semenjak pertengkaran tempo hari di kantor Kyuhyun, hyura dan Kyuhyun samasekali tidak berkomunikasi. Kyuhyun tidak mau mendengarkan penjelasan hyura begitu pun dengan hyura sudah malas menghadapi Kyuhyun. Sebenarnya ia juga menyadari betapa keterlaluannya dia karena ingin membatalkan pernikahan hanya 2 hari sebelum hari H.

Dengan amat sangat berat hati hyura harus menikah dengan Kyuhyun. padahal beberapa hari yang lalu hyura optimis dapat mencegah pernikahan ini dengan negoisasi yang ia rencanakan. Ia akan tetap membantu Kyuhyun mendapatkan perusahaan tanpa menikah dengannya Tapi bukan hanya Kyuhyun yang menyulitkan, tapi ibu dan calon mertuanya terlihat sangat gembira dengan adanya pernikahan ini. Ia juga tidak tega untuk membatalkannya karena ibu dan calon mertuanya itu sudah sangat berusaha mempersiapkan acara ini.

“Huhhh” hyura menghela nafas panjang

“ kalau kau mau kau bisa membuat drama sungguhan. melarikan diri beberapa menit sebelum upacara pernikahan. Kurasa tidak terlalu buruk untuk drama kacangan” goda nammie yang sedang sibuk merapikan ekor gaun hyura. Tugas nammie hari ini sebagai pengiring pengantin untuk hyura

“suasana hatiku sedang tidak enak, ocehanmu semakin merusak moodku” nammie hanya terkekeh mendengar omelan hyura.

“kau yakin suasana hatimu tidak enak? atau jangan-jangan kau gugup karena sebentar lagi akan menyandang status nyonya Cho?” nammie hanya mendapat tatapan tajam dari hyura.

“hei, Jangan menatapku seperti itu nyonya Cho Hyura” kata nammie dengan penekanan yang disengaja

“ ya! Han nammie” bentak hyura

“araso araso, aku akan diam” kata nammie sambil mengangat kedua telapak tangannya seolah-olah menyerah.

“kalian sudah siap?” Tanya Leeteuk yang sudah diambang pintu.

“Ne oppa” sahut nammie singkat. Leeteuk berjalan mendekati Hyura kemudian menatap adiknya dalam kemudian mendesah pelan “kajja” Leeteuk memberikan jarak antara lengan dan pinggangnya memberikan ruang pada tangan Hyura. Hyura pun mengamit lengan oppanya dan diikuti oleh nammie yang memegang ekor gaun.

Semua para undangan berdiri dan bertepuk tangan ketika Hyura, Leeteuk dan Nammie mulai memasuki gereja tempat pemberkatan pernikahan. Hyura semakin mengeratkan pegangannya pada lengan Leeteuk saat ia melihat sosok Kyuhyun berdiri tegap menunggunya. Jantung Hyura  seakan mau meledak, langkah kakinya sedikit gemetar. Ia merasa tatapan mata Kyuhyun menusuk hingga jauh ke dalam dadanya. Pria itu terlihat tampan dan gagah dalam balutan tuxedonya. Tapi tidak dengan ekspresinya yang sangat dingin.

Leeteuk melirik dan menyadari perubahan pada hyura “tarik nafas Hyura-ya” tanpa berpikir dua kali gadis itu pun melakukan saran Leeteuk. Ia menarik nafas dalam-dalam agar ia bisa menguasai dirinya

“setelah kau mengucapkan janji pernikahan didepan tuhan, kau bukan tanggung jawabku lagi. Terlepas apakah pernikahan ini bisnis atau perjanjian kau akan menjadi tanggung jawab suamimu.” Bisik Leeteuk disela-sela langkah mereka menuju altar.  Hyura hanya diam dan mencerna perkataan oppanya.

“kuserahkan adikku padamu” kata Leeteuk sambil menyerahkan tangan Hyura pada Kyuhyun, dan Kyuhyun sedikit menunduk memberi hormat pada Leeteuk.

“Tuan Cho Kyuhyun. Apakah saudara bersedia menerima Park Hyura sebagai istri dengan tulus dan ikhlas hati. mengasihi, menghormati dan selalu setia kepada istri saudara seumur hidup sampai maut memisahkan, serta menjadi ayah yang baik atas anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada saudara dan mendidik mereka dalam iman kepada Tuhan?” Tanya sang pastor pada Kyuhyun

“Ya, saya bersedia”

“nona Park Hyura. Apakah saudara bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suami dengan tulus dan ikhlas hati. mengasihi, menghormati dan selalu setia kepada suami saudara seumur hidup sampai maut memisahkan, serta menjadi ibu yang baik atas anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada saudara dan mendidik mereka dalam iman kepada Tuhan?”

Hyura menarik nafas panjang sebelum menjawabnya

“ya saya bersedia”

Pastor menyelesaikan pemberkatannya dan kemudian mengijinkan mereka bertukar cincin. Kyuhyun memasangkan cincin bertahta berlian kecil itu di jari manis Hyura. Tapi Hyura masih belum berani menengadah untuk menatap Kyuhyun. Bahkan seinci pun. Kemudian  hyura melakukan hal yang sama padanya, melingkarkan cincin ke jari manisnya. mereka bisa merasakan telapak tangan masing-masing yang sama dinginnya.

Sebagaimana seharusnya dan semestinya Kyuhyun mendekatkan wajahnya namun hyura tetap bergeming tidak mau menengadahkan wajahnya. Kyuhyun pun memegang dagu hyura dan membuatnya mau tidak mau menatap Kyuhyun. Mereka saling berpandangan beberapa detik sebelum akhirnya Kyuhyun mendaratkan bibirnya dengan lembut ke bibir hyura.

“aku tidak akan meminta maaf” bisik Kyuhyun pada hyura setelah ia  melepas ciumannya.

“kau terlalu meremehkanku” balas hyura lirih. Singkat namun berkesaan itulah yang ia rasakan sebenarnya saat Kyuhyun menciumnya. Padahal sebelumnya ia sudah mempersiapkan diri untuk ini dan menganggapnya hanya sebagai adegan ciuman yang biasa ia lakukan saat syuting film. Tapi nyatanya saat itu hyura mati-matian menahan debaran jantungnya.

***

Hyura pov

Kini aku dan Kyuhyun berada di kamarnya di kediaman keluarga Cho. Aboenim menyuruh kami untuk menginap disini untuk beberapa hari, Kyuhyun pun menyetujuimya Karena dia bilang dia belum membereskan kamarku di apartemennya.

Sejak masuk kamar tanpa berganti pakaian dia sudah  di tempat tidur dan sibuk dengan laptopnya. Sedangkan aku setelah ganti baju dan membersihkan make up di kamar mandi tidak tau lagi harus melakukan apa. kamar Kyuhyun sangat sederhana. Hanya ada satu tempat tidur yang menurutku tidak terlalu besar, meja kerja beserta kursinya dan satu lemari besar.

“apa dikamarmu tidak ada sofa?” tanyaku ragu

“kalau kau mau duduk di situ ada kursi” katanya sambil menunjuk kursi yang ada dibelakang meja kerja. “atau kau bisa duduk di ruang tamu” katanya lagi tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop.

Aku mendengus kasar mendengar ucapannya dan kemudian beranjak keluar.

Aku duduk di meja makan sambil memainkan pinggiran cangkir teh yang isinya sudah habis kuminum. Suasana di rumah keluarga Cho saat ini sangat sunyi. Eomonim dan aboenim mungkin sudah tidur. Mereka pasti lelah karena pernikahanku hari ini. Sedangkan Jino pulang ke apartemennya, padahal aku sudah memintanya menginap tapi dia malah bilang “aku tidak mau mendengar suara-suara aneh dari sebelah kamarku saat aku tidur.” memangnya dia pikir aku akan melakukan apa dengan Kyuhyun.

Saat aku kembali kekamar kulihat Kyuhyun sudah tertidur, dengan perlahan aku pun berbaring di sampingnya.

“dari mana kau” tanyanya tiba-tiba dan membuatku terkejut

“ommo, ku kira kau sudah tidur”

“kau tidak menjawab pertanyaanku?” Kyuhyun memiringkan posisi tidurnya menghadapku.

“aku hanya minum teh di bawah”  dia menatapku sebentar kemudian membalikan tubuhnya lagi memunggungiku. Begitu juga denganku, aku tidur dengan posisi memunggunginya. Sudah tengah malam tapi mataku tidak mau terpejam juga.

“apa sangat tidak nyaman bagimu?” tanya Kyuhyun, kukira ia sudah tidur. Tapi sepertinya ia juga tidak bisa tidur. Sama sepertiku.

“ne?” otomatis aku membalikan tubuhku lagi menghadapnya tapi dia tetap memunggungiku

“apa begini membuatmu tidak nyaman?” tanyanya lagi.

“apa aku membuatmu tidak nyaman?” tanyaku balik dan kini dia pun memposisikan tubuhnya mengahadapku. Kami hanya saling memandang tanpa menjawab pertanyaan masing-masing. Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya kearahku bahkan aku sudah bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahku. Ia menatapku dalam sebelum akhirnya menyapukan bibirnya sekilas ke bibirku. Aku membelalakan mataku. Terkejut? Tentu saja. Dia sudah mencuri ciumanku yang kedua kalinya.

“Kyuhyunn ssi, apa yang………”

“oppa. Kyuhyun oppa” Kyuhyun memotong ucapanku “jangan lupa kau harus memanggilku seperti itu”  katanya tegas dan bangkit dari tempat tidur.

“aku akan tidur di kamar Jino” katanya lagi tanpa menoleh lagi ke arahku.

~

Aku bangun pagi-pagi sekali keesokan harinya. Malah bisa dibilang aku belum tidur. Aku terlalu banyak berpikir mengenai Hubunganku dengan Kyuhyun dan alhasil aku terjaga semalaman.

Pertengkaran kami tempo hari berlalu begitu saja tanpa adanya penyelesaian. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana tajamnya kata-kata yang dia lontarkan. Aku tau seharusnya aku menjelaskannya lebih dulu baru aku meminta pembatalan pernikahan tapi meskipun begitu tidak sepantasnya dia berkata buruk tentangku.

Selain itu dia sudah menciumku tanpa izin, mungkin aku bisa memaklumi saat dia menciumku di depan pastor karena memang itu sudah menjadi tradisi suatu pernikahan tapi ciuman semalam aku tidak bisa mentolerirnya lagi.

Author pov

“Kyuhyun ssi ireona” panggil hyura sambil mengguncang tubuh Kyuhyun

“hmmmm” gumam Kyuhyun dengan mata masih terpejam

“kau harus pindah sebelum eomonim dan aboenim bangun”

“hmmmm araso” Kyuhyun berjalan sempoyongan dengan mata tertutup keluar kamar Jino dan pindah ke kamarnya  melanjutkan tidurnya lagi. Sedangkan hyura menuju ke dapur untuk membantu ahjuma ahn  membuat sarapan.

Sama halnya dengan hyura. Kyuhyun pun semalam tidak bisa tidur — dia baru terlelap saat subuh.

Drtt drttt drttt drrtt drrttt

“aishhh berisik” gerutu Kyuhyun dan tangannya meraba-raba mencari sumber suara

“yeoboseo” jawab Kyuhyun. “yeoboseo” kata Kyuhyun lagi, karena tidak mendapat jawaban dari sebrang. Kyuhyun pun menjauhkan ponsel dari telinganya untuk melihat siapa orang yang menelpon. Tertera nama Lee Donghae di layar ponsel dan kyuhyun baru menyadari ternyata yang dia pegang bukanlah ponsel miliknya melainkan milik hyura.

“yeoboseo Lee Donghae ssi” Kyuhyun mencoba menyapa lagi

“ehemmmm” Donghae berdehem sejenak sebelum menjawab Kyuhyun“bisa aku berbicara dengan nona Park?” sahut Donghae

“maaf sekali Donghae ssi, istriku masih tidur mungkin dia kelelahan karena aktivitas kami semalam—kalau boleh ku tau ada urusan apa kau pagi-pagi begini mencari istriku?” Donghae menggertakan giginya sekuat tenaga menahan amarahnya mendengar pernyataan Kyuhyun, apalagi Pria itu terus menyebut hyura dengan panggilan istriku.

“hanya masalah pekerjaan, yasudah kalau begitu” tuut tuut tuut, Donghae memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

“seharusnya kau sadar dia itu milik siapa” gumam kyuhyun sambil menyeringai dan masih dengan ponsel menempel ditelinganya

~

“kalian yakin tidak ingin bulan madu” Tanya aboenim disela-sela sarapan

“aniya aboenim, perusahaan tidak memberiku libur” kata hyura

“aku juga sibuk” sambung Kyuhyun

“Kyuhyun-ah, bukankah sudah kubilang kau bisa ambil cuti selama yang kau inginkan”

“aku tidak bisa ambil cuti, nanti proyekku dengan Coex akan terbengkalai, aku juga tidak bisa menyerahkannya pada appa”

“aku tidak mengerti dengan keputusanmu, untuk apa bekerja sama dengan Coex yang tidak terlalu menguntungkan bagi perusahaan”

“itu urusanku, aku yang akan bertanggung jawab penuh—oh ya hari ini aku dan hyura akan pindah ke apartemen ku” hyura menatap Kyuhyun bingung, sepengetahuannya Kyuhyun samasekali belum membicarakan soal kepindahan mereka.

“kenapa secepat itu? Apa tidak bisa kalian tinggal disini lebih lama?” Tanya eomonim

“tinggal bersama-sama membuat kami kurang leluasa”

“dasar pengantin baru” desah aboenim sambil tersenyum simpul

“aku sudah selesai, aku duluan” kata Kyuhyun dan meninggalkan meja makan

“aku juga” kata hyura dan segera menyusul Kyuhyun

“Kyuhyun ssi” panggil hyura tepat sebelum Kyuhyun masuk ke mobilnya—“kenapa kau memutuskan pindah tanpa membicarakannya denganku dulu?”

“memang kau ingin tinggal disini?:

“ani, maksudku aku belum menyiapkan………….”

“kalau masalah barang-barang kau tidak usah khawatir, semuanya sudah siap”

“araso” jawab hyura pelan, dia kehabisan kata-kata untuk mendebatnya

“kalau tidak ada lagi, aku pergi dulu”

“ne, hati-hati” kata hyura sesaat setelah Kyuhyun masuk mobil tapi pria itu masih bisa mendengarnya.

***

pagi ini Shindong sajangnim menyuruh hyura dan nammie datang ke kantor agency.

“bagaimana malam pertamamu? Apa Kyuhyun hebat?” Tanya nammie antusias begitu hyura masuk ke mobilnya. Tanpa menanggapi pertanyaan managernya itu, hyura memasang headset di kedua telinganya dan memejamkan mata.

“ya! Park hyura aku sedang bertanya padamu— Hyura-ya” nammie mengguncang bahu hyura pelan dengan tangan kanannya sedangkan tangan yang lainnya tetap memegang setir.

“ahh berisik aku mau tidur”

“memang semalam kau tidak tidur?? — Wahhh sepertinya kalian sibuk semalaman sampai-sampai membuatmu tidak tidur?” nammie terkekeh—merasa lucu dengan ucapannya sendiri. sedangkan hyura tetap memejamkan mata pura-pura tidak mendengarkan apa-apa

~

Setibanya di kantor agensi, semua karyawan, sunbae, hoobae dan rekan sesama artis memberikan ucapan selamat atas pernikahannya dengan Kyuhyun.

“ah, kalian sudah datang” kata Shindong begitu hyura dan nammie masuk keruangannya. “duduklah!” Hyura dan Nammie duduk santai di kursi tepat di depan meja kerja atasannya. “maaf Hyura-ya, padahal kemarin kau baru menikah tapi aku tetap memintamu bekerja” Ucap shindong dengan wajah menyesal

“Gwenchana, lagi pula aku tidak butuh honeymoon atau libur semacamnya” sahut Hyura santai.

“oh ya ini” Shindong mengeluarkan beberapa kotak hadiah dari bawah mejanya

“apa ini?” Tanya hyura penasaran begitu juga dengan nammie yang sudah mencodongkan tubuhnya ke arah kota-kotak tersebut.

“ini hadiah dari Coex, dikirim kesini tadi pagi”

“Coex?” Tanya Hyura dan Nammie berbarengan kemudian mereka saling berpandangan sejenak.

“ne, katanya ini hadiah khusus dari direkturnya langsung” hyura meraih kotak-kotak hadiah tersebut. Terdapat 3 kotak hadiah tersusun rapi. “apa kau mengenal direktur Coex?” Tanya Shindong lagi

“kurasa ini hanya hadiah pernikahanku” sahut Hyura sedatar mungkin.

“kalau hadiah pernikahan kenapa dikirim kesini? Bukannya ke Cho corporate? Mereka kan tidak bekerja sama dengan kita”

“pasti mereka juga mengirimkannya ke Cho Corp” jawab nammie membantu Hyura dan Hyura pun mengangguk setuju

“coba sini kulihat” Nammie mengambil kotak hadiah pertama kemudian ia membuka penutup kotak tersebut Dan terlihat gaun sutra berwarna hijau toska.

Setelah melihat gaun itu nammie menatap hyura penuh arti

“aku pergi dulu” kata hyura tiba-tiba dan segera meninggalkan Shindong dan Nammie

“hey kau mau kemana? Aku belum selesai” teriak Shindong tapi hyura mengabaikannya.

***

BRAAKKKK

Donghae  melempar semua berkas-berkas yang ada ditangannya. Sedangkan Kim Ryewook sekertarisnya hanya bergidik ngeri melihat kelakuan bosnya itu. “sa sajangnim….” Panggil Ryewook takut-takut sambil memunguti kertas-kertas yang berserakan dilantai

“apa-apaan itu? Aku tidak pernah merasa menandatangani surat pemindahan itu”

“sajangnim, anda sendiri yang menandatanganinya sebelum pulang ke korea” Ryewook  menaruh kembali berkas yang tadi donghae  lempar ke meja kerjanya.

Setelah Donghae mendapat kabar Hyura telah menikah dengan Kyuhyun, dengan terburu-buru ia  pulang kekorea hingga ia tidak memperhatikan apa yang disodorkan sekertarisnya itu. Yaitu surat tugas  untuk memimpin cabang yang baru dibangunnya di Taiwan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan

“kenapa kau tidak mencegahku? apakah lulusan korea selatan hanya bisa melakukan hal ini, hah?”

“bagaimana bisa saya mencegah anda kalau anda sudah merebutnya tanpa mau mendengarkan penjelasan saya” balas Ryewook yang tidak terima direndahkan oleh Donghae.

“arrgggghhhhhhh” Donghae mengacak-acak rambutnya frustasi. Hari ini adalah hari terburuk baginya. Pertama dia mendapat kabar bahwa Hyura telah menikah dengan rekan bisnisnya Cho Kyuhyun, dimana saat ini perusahaannya sangat tergantung pada investasi dari Cho Corporate. Dan disaat dia ingin meminta penjelasan dari hyura dia malah mendapatkan suara serak Kyuhyun yang baru saja bangun tidur yang mengatakan “hyura belum bangun karena kelelahan melakukan aktivitas malam pertamanya”. —ditambah lagi surat pemindahannya yang tidak pernah ia sadari kapan ia telah menyetujuinya.

Kriingg kriing

“ya disini Kim Ryewook” Ryewook menjawab telepon yang ada di ruangan Donghae

“………”

“baik aku mengerti” kata Ryewook dan menutup teleponnya “sajangnim, nona Park Hyura ingin bertemu, dia sudah ada diluar.”

Seketika Donghae mengangkat wajahnya “suruh dia masuk”

“ne sajangnim”

~

Donghae menatap Hyura dengan tajam, gadis itu pun merasa tidak nyaman ditatap seperti itu.

Ehemmm hyura berdehem sebelum memulai.“oppa, aku sudah terima hadiah darimu, gomawo”

“apakah kegiatanmu semalam begitu melelahkan sampai kau bangun kesiangan?” Tanya Donghae sinis. Sedangkan hyura hanya mengerutkan dahinya bingung dengan perkataan Donghae

“oppa, apa maksudmu?” bukannya menjawab pertanyaan hyura tapi Donghae malah berjalan mendekat memangkas jarak diantara mereka  kemudian dia  mengangkat pergelangan tangan hyura dengan kasar hingga sejajar dengan wajah mereka

Hyura sedikit tersentak dengan prilaku Donghae “oppa—sakit” keluh hyura saat Donghae terlalu kuat memegang tangan hyura

“sudah kubilangkan untuk melepaskan benda INI!!!” kata Donghae setengah berteriak sambil menunjukan cincin pernikahan hyura

“oppa lepaskan!! Sakitt!!!” hyura meringis menahan nyeri di pergelangan tangannya

“kau…..”Donghae mengeraskan rahangnya Dan nafasnya memburu, terlihat sekali dia sedang menahan emosi yang hampir meledak “katakan!!! Apa yang semalam kau lakukan dengan Cho Kyuhyun”

“oppa, kumohon lepaskan!!”

“sepertinya kau sangat menikmati malam pertamamu” Donghae makin mencengkram pergelangan tangan hyura.

Hyura tersentak mendengar pertanyaan Donghae, ia menatapnya tidak percaya “oppa…. Kau pikir aku ini wanita macam apa??” pegangan Donghae melonggar begitu saja saat melihat mata Gadis yang ia Cintai berkaca-kaca “serendah itukah kau memandangku?”

Setelah merasakan pegangan Donghae sedikit mengendur hyura pun menarik tangannya dan Beranjak pergi dari situ. Meninggalkan Donghae yang masih memandangi kepergian Hyura dengan tatapan sendu “Kau bodoh sekali Lee donghae” gumam Donghae pada dirinya sendiri

***

Hyura pov

Aku menghabiskan sepanjang siang bersama Jino, dia bilang aboenim sedang tidak ada jadi tak ada yang mengawasinya. Aku sangat berterimakasih padanya yang mau menemaniku karena saat ini aku tidak ingin sendiri ataupun menangis—aku memintanya menemaniku makan siang dan jalan-jalan ke sungai han. Karena Semenjak aku tiba dikorea aku belum pergi kesana.

Setibanya di sungai han Jino memakaikan ku topi bisbol miliknya yang kebesaran untuk ukuran kepalaku, bahkan hampir menutupi mataku.

“untuk berjaga-jaga”katanya sambil tersenyum.

Sambil menikmati pemandangan sungai han Jino mengobrol dengan gembira, hanya perlu kupancing sedikit untuk meneruskan obrolan. Ia menceritakan kehidupan sekolahnya dulu dan gadis-gadis yang pernah ia kencani.

“dari tadi aku yang berbicara terus” protes Jino setelah bercerita panjang lebar. “bagaimana kalau sekarang gantian?—hmmmmm” dia menimbang-nimbang memilih topic  “ misalnya apa yang paling kau suka dan tidak suka dari Kyuhyun Hyung?”

“Kyuhyun?” aku mengangkat sebelah alisku kemudian medesah dalam “tidak ada yang kusuka darinya” jawabku terus terang

Jino terbahak “lalu kenapa kau menikah dengannya?”

“karena mungkin tidak akan ada wanita lain yang mau menikahinya”jawabku mencoba bergurau dan dia tertawa ringan

“hmm, benar juga. Dia itu evil, dia tidak bisa melakukan apapun selain bermain game, marah-marah dan berteriak. kurasa memang tidak ada yang mau menikah dengannya” Jino sedikit tertawa karena merasa lucu dengan ucapannya sendiri. Mau tidak mau aku pun ikut tertawa mendengarnya menjelek-jelekkan Kyuhyun.

“tapi dia cukup tampan. Kuakui Hyungku itu lebih tampan dari pada aku. Dia juga pintar selain itu dia memiliki kharisma dan pesonanya sendiri” lanjut Jino dengan senyum simpul yang masih menghiasi bibirnya

Aku menatapnya dengan seksama. “kau mengaguminya?” menurutku penuturannya barusan mencerminkan bagaimana ia sangat mengidolakan kakaknya sendiri

“menurutmu?” tanyanya balik

“entahlah, tapi kurasa bukan hanya sekedar kagum. Kau menyayanginya”

Jino mendesah dalam “aku tidak tau aku menyayanginya atau tidak tapi yang jelas aku tidak membencinya”

“tapi kalau dia membencimu?”

“itu pilihannya, toh aku juga tidak bisa memaksanya untuk menyukaiku” benar apa yang dikatakan Jino. Itu memang pilihan Kyuhyun tapi yang membuatku tidak mengerti apa yang membuatnya sangat membenci Jino? Apa karena masalah perusahaan? Kurasa Jino sendiri tidak terlalu peduli dengan perusahaan.

“kalian tidak pernah bicara dari hati ke hati atau pembicaran sesama pria tentang masalah kalian sebenarnya?”

“entahlah kurasa itu terlalu rumit” jawabnya acuh, dan aku memutuskan tidak memaksanya lagi untuk bercerita. Itu urusan keluarga mereka

Kami diam beberapa saat “hyura-ya” panggilnya

“hmmm”

“aku pernah bilang padamu kan, aku ini pendengar yang baik” aku mengangguk singkat “jika ada yang membebanimu kau bisa membaginya padaku” lanjutnya lagi

Aku tersenyum simpul mendengar ucapannya ”gwenchana, bersama denganmu sudah mengurangi bebanku, kau tidak perlu khawatir” dan aku tidak bohong dengan apa yang kukatakan. Berbicara dengannya cukup mengalihkan perhatianku—meskipun sedikit.

Hari berlalu kelewat cepat, sebentar saja langit sudah mulai menggelap

“sebaiknya kita pulang, sudah hampir gelap” ajak Jino. Aku pun mengiyakan ajakannya.

***

Sesampainya di apartemen Kyuhyun, Jino ikut masuk ke dalam lift, kupikir ia ingin mengantarku tapi ia justru menekan angka yang bukan menuju lantai dimana Kyuhyun tinggal. Aku menatapnya kebingungan

“kenapa?” tanyanya

“Kita kau mau kemana?”

“ah, mianhe. Aku lupa. Kau harus pulang ketempat Hyung” kemudian ia menekan angka 23. Tepat dimana Kyuhyun Tinggal. Tapi hal tersebut tidak menghilangkan kerutan di keningku. Dan sepertinya Jino menyadari kebingunganku.

“oh itu, kau tidak tau aku juga tinggal di disini?”

“Ye? Jadi. Maksudmu kita bertetangga?” tanyaku masih keheranan

“eo, aku tinggal 2 lantai diatas tempat tinggal mu” sahutnya singkat

“jeongmalyo?”

Jino mengangguk pasti “eo, appa membeli 2 unit apartemen. Untukku dan untuk Kyuhyun Hyung” jelasnya.

Aku mengangguk mengerti “mau mampir?” tawarku

“sebaiknya tidak” aku pun mengerti maksudnya, aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Kyuhyun nanti melihat Jino ada dirumahnya.

“baiklah kalau begitu aku duluan” kataku begitu pintu lift terbuka di lantai yan kutuju

~

Aku berdiri mematung di depan pintu apertemaen Kyuhyun . Aku merutuki diriku sendiri, betapa bodohnya aku. Bagaimana aku bisa masuk kalau aku tidak tau kode kombinasinya selain itu Kyuhyun juga tidak memberikanku kunci apartemenya.

Aku mengeluarkan ponselku dan menghubungi Kyuhyun

“yeoboseo”

“berapa kode pintu apartemenmu? Aku tidak bisa masuk” tanyaku langsung.

“tunggu sebentar” jawabnya datar dan memutuskan teleponku

“mwo? Ya! Cho Kyuhyun aku Cuma………”

Ceklek

pintu dihadapan ku terbuka dan Kyuhyun  sudah berdiri di depanku

“k kau sudah pulang?” tanyaku terkejut karena kemunculannya yang tiba-tiba

“masuklah!” perintahnya datar. Aku pun mengikutinya

“ini kamarmu” dia membuka salah satu pintu kamar di apartemennya.

Aku bisa mencium cat hijau toskanya yang masih baru, terdapat furniture-furniture mahal yang belum terjamah dan ranjang yang cukup besar jika kutiduri sendiri. secara keseluruhan aku suka  kamar ini terlebih lagi karena warna cat dinding yang aku sukai. Hei tunggu dulu darimana dia tau warna kesukaanku? Ahh, masa bodoh itu tidak penting bagiku.

“bagaimana?” tanyanya

“not bad” jawabku ringan

“barang-barangmu sudah ada di lemari, kau bisa mengeceknya dan—kamarku di depan sana” katanya lagi sambil menunjuk pintu disebrang kamarku.

“araso”

“istirahatlah!” Kyuhyun keluar kamarku dan menutup pintunya.

***

Aku berniat membuat sarapan tapi ternyata Kyuhyun sama sekali tidak punya bahan makanan di kulkasnya, mau tidak mau aku harus pergi berbelanja dan kuputuskan pergi ke swalayan milik ibuku sekalian aku ingin bertemu dengannya, karena sejak hari pernikahanku, aku belum bertemu dengannya tapi aku kurang beruntung ternyata ibuku tidak ada disana. dia sedang dirumah dan hanya ada pekerjanya saja.

“kau ingin buat pesta? kenapa belanja banyak sekali? ” tanya Kyuhyun saat melihat ku menjejalkan belanjaanku ke dalam kulkas. Karena acara berbelanja aku agak kesiangan padahal pagi ini aku ada jadwal jadi kuputuskan hanya membuat roti panggang

“nanti sore  setelah pulang kantor kau ada acara?” tanyaku sambil memberikan roti yang sudah ku panggang ke hadapan Kyuhyun

“entahlah, memangnya ada apa?”

“kalau sempat datanglah ke acara premier filmku, disana pasti banyak wartawan. Akan sangat baik jika kita tampil berdua”

“akan kuusahakan” jawabnya datar kemudian mulai memakan rotinya.

Aku memasukkan roti besar-besar kemulutku, tanpa perlu merasakan atau mengunyahnya terlebih dahulu dengan cepat aku menghabiskan sarapanku

“Ya!! mana ada wanita makan seperti itu?” protes Kyuhyun

“akhu bhuru-bhuru” kataku dengan sekuat tenaga menghabiskan sisa roti dimulutku

“kau membuat selera makanku hilang” omelnya

“terserah” aku meletakkan piring bekas makananku di bak cuci tanpa perlu mencucinya dahulu “ingat kalau sempat datang!” kataku sebelum keluar rumah

***

“Terimakasih atas kedatangan kalian yang bersedia menyempatkan diri untuk menonton film kami” kata Changmin memberikan sambutan sesaat sebelum pemutaran film

“dan semoga kalian menikmatinya” sambungku

~

“chukkae Hyura-ya” Jino menyalami dan menyerahkan sebuket bunga mawar merah,

“gomawo Jino-ya, aku tidak menyangka kau akan datang, dan lagi” aku mencium harum bunga mawar  “kau tidak perlu repot-repot untuk ini”

“gwenchana, inikan film pertamamu, tentu saja aku harus melihatnya. Leeteuk hyung meminta maaf, dia tidak bisa datang . pekerjaannya terlalu menumpuk” aku mengangguk paham. Kakak ku itu perlu penyesuaian yang lebih lama. Karena dunia marketing adalah hal yang baru baginya.

“eheemmm” terdengar suara deheman seseorang, aku pun memiringkan kepalaku mencari sumber suara tersebut. Terlihat Kyuhyun berada tepat dibelakang Jino. menyadari hal tersebut Jino pun menyingkir dan memberikan jalan pada Kyuhyun.

“chukkae” kata Kyuhyun datar tanpa memandangku dan tak lupa ia pun meyerahkan sebuket bunga padaku

“gomabta” sahutku tak kalah datar dengannya

“hyura-ya kalau begitu aku duluan” Jino pamit,  belum sempat dia berjalan aku menahan lengannya dan hal itu tak luput dari penglihatan Kyuhyun

“Setelah ini ada pesta perayaan apa kau mau ikut?” tawarku, Jino tersenyum dan melepaskan tanganku perlahan “mianhe, aku masih ada urusan, mungkin lain kali” jawabnya tulus

“sayang sekali—baiklah mungkin lain kali” Jino mengangguk setuju dan pergi,

“sampai kapan kau akan terus memandanginya?”  Tanya Kyuhyun Sinis. aku tidak sadar ternyata sejak tadi aku memandangi kepergian Jino “cih sepertinya kau sangat kecewa dia tidak datang dipestamu” aku menatap Kyuhyun kesal. tapi aku buru-buru menguasai diriku, aku tidak boleh bertengkar dengannya disini karena terlalu banyak kamera.

“jadi menurutmu bagaimana?” tanyaku mengalihkan pembicaraan, Kyuhyun pun menatapku bingung “filmku. bagaimana menurutmu?” aku mengganti kata-kataku untuk menjawab kebingungannya.

“ahh molla, tadi aku tertidur, ceritanya sangat membosankan”

“a apa kata mu? Membosankan?” tanyaku geram. ‘sial’ pria ini benar-benar menguji kesabaranku.

“seharusnya kau lebih pandai memilih scenario, film mu tidak lebiih dari pada drama kacangan” ujar Kyuhyun santai.

Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar. jika bukan karena banyak wartawan mungkin aku sudah sudah menendang bokongnya jauh-jauh. “ YA!! Cho Kyuhyun. tau apa kau……..”

“Hyura-ya, Kyuhyun ssi kemarilah kita foto bersama”Shindong sajangnim tiba-tiba datang dan menggiring kami berhadapan dengan para wartawan yang ingin mengambil foto. Mau tidak mau aku pun harus memasang senyum didepan puluhan kamera.

“wah, tuan Cho Kyuhyun sepertinya anda sangat mendukung karir istri anda” kata seorang wartawan. Kyuhyun pun tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggangku. Aku meliriknya sekilas kemudian memutar bola mataku malas. Sungguh aku ingin muntah melihat senyum palsunya itu.

“apa anda akan terus memberikan kebebasan pada istri anda untuk berkarir?” tanya seorang wartawan.

“aku tidak ingin mengekangnya, dan akan terus mendukung apapun keputusannya” Kyuhyun menjawab dengan bijak dan masing dengan senyum di bibirnya

“bagaimana tanggapan anda dengan adegan ciuman yang dilakukan istri anda? Apa anda tidak cemburu?” Tanya seorang wartawan lagi,

“itu—“ baru saja aku mau membantah tapi kurasakan Kyuhyun meremas pinggangku

“itu hanya sebuah profesionalitas, dan yang berciuman disitu adalah shin haera bukan park hyura” sahut Kyuhyun mantap. Aku menatapnya heran. bukannya tadi dia bilang dia tertidur? Tapi kenapa dia tau tokoh yang kumainkan?

***

“sajangnim, kenapa kita merayakan pestanya disini?” protesku pada Shindong, bagaimana aku tidak protes, Seoul hotel adalah salah satu hotel milik grup Han dan Chaerin adalah managernya. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan tempatnya asalkan wanita itu tidak disini. Entahlah sejak aku mengetahui chaerin adalah tunangan Donghae aku merasa tidak nyaman untuk dekat dengannya.

“loh bukannya suamimu yang menyarankan tempat ini?”

“jinjayo?”

“wae? Ada yang salah dengan tempat ini? Kurasa disini sangat bagus” Kyuhyun menyela sambil melebarkan tangannya seolah menunjukan kesempurnaan dekorasi hotel ini.

“tentu saja, gomawo Kyuhyun ssi, karna kau sudah menunjukan tempat yang sangat bagus” sahut Shindong setuju.

Aku memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua, malas mendengarkan pembicaran mereka yang menurutku tidak penting. Aku berkeliling mencari nammie, sejak di bioskop tadi dia terus-terusan menghilang. Tiba-tiba mataku menangkap dua orang atau bisa dibilang sepasang kekasih berjalan kearahku. Aku buru-buru menghindar, berjalan secepat mungkin menjauhi mereka berdua.

Grep

Tiba-tiba tangan Kyuhyun merangkul pinggangku “kau mau kemana? Buru-buru sekali?” tanyanya dengan nada ramah, namun tidak dengan mimic wajahnya. ia menyeringai dan selama beberapa detik membuatku bergidik ngeri

“a a aku…”

“oppa….” belum sempat aku menjawab pertanyaan Kyuhyun, suara wanita itu sudah terdengar. aku memejamkan mataku sejenak dan mendesah berat.

“Chukkae yo Hyura ssi. Tadi kami juga menonton film mu” kata Chaerin saat sudah dihadapanku dan Kyuhyun. Dia menghampiri kami dengan mengamit lengan Donghae.

“ne gomawo” sahutku dan tersenyum kaku, aku merasa terintimidasi dengan tatapan tajam Donghae. aku merasa tidak nyaman dengan tatapannya. seolah aku adalah terdakwa yang harus diadili padahal seharusnya akulah yang marah karna ia sudah menuduhku melakukan hal yang tidak-tidak.

“aku sangat menikmati filmmu. Dan aktingmu sangat menyentuh. Iya kan oppa??” Chaerin sedikit mendongak menatap Donghae. meminta pembenaran atas ucapannya.

“ani” sahut donghae dingin.

Aku, Kyuhyun dan Chaerin memandang Donghae terperangah. Khususnya Chaerin, ia seperti salah tingkah.

“aku tidak merasa aktingmu cukup menyentuh Hyura ssi” ujar Donghae enteng. “Apa kau tidak pernah merasa terluka karena patah hati atau merasa ingin mati hanya karena seorang Pria?” tanyanya dengan setiap penekanan di setiap katanya.

aku merasakan Kyuhyun mengeratkan pegangannya dipinggangku. Dan Chaerin melongo tidak percaya seperti orang yang terkena serangan Jantung karena pertanyaan Donghae.

aku menelan ludahku kasar kemudian mengalihkan pandanganku ke arah lain. Bertatapan langsung dengan Donghae membuatku sulit bernafas. “tidak. Aku tidak pernah mengalaminya” sahutku akhirnya.

“benarkah?” donghae tersenyum mengejek “perlukah aku memberitahu mu?”

“oppa!!! ” hardik Chaerin. jangankan mendengarkan gadis itu. bahkan sepertinya Donghae tidak menganggap Chaerin ada

“tidak bisa makan dan tidak bisa tidur adalah awalnya. Saat terjaga maupun tidak rasanya sama-sama seperti di neraka. Membayangkan dirimu dan orang yang kau cintai menjadi orang asing. Rasanya seperti ingin mati saja tapi kau tidak bisa melakukannya karena kau tidak akan pernah bisa melihatnya lagi”

Aku mencengkram sisi gaunku. Tenggorkanku tercekat. Dadaku serasa bergemuruh. Seperti ada badai yang mengoyak-ngoyak setiap ruang di dalamnya Dan tanpa sadar, setetes airmata keluar dari mata kananku. Aku buru-bru mengahpusnya sebelum mereka meyadarinya.

“bagaimana? Apa kau sudah mengerti Park Hyura ssi?” tanya donghae lagi

“Cho Hyura!!” sahut Kyuhyun tajam. “jangan lupa ia sudah menjadi istriku dan menggunakan nama keluargaku. Donghae ssi” Kyuhyun dan Donghae saling melemparkan tatapan tajam mereka. Seperti ada perang aura yang tak terlihat

“a aku permisi dulu” kataku cepat dan segera meninggalkan mereka.

***

Aku menyalakan keran wastafel dan menyumbat lubang pembuangannya. Aku menggunakan air yang menggenang untuk membasuh wajahku. Berharap dapat menyegarkan tubuh dan pikiranku. Aku mengangkat wajahku dan menatap nanar pantulan didiriku. Apa yang kau lakukan Park Hyura? Terjebak pernikahan Konyol dan bertemu cinta pertama mu. Dan kau benar-benar bodoh karena tidak mengerti dan memahami hati mu sendiri. aku menertawai diriku sendiri.

~

“meninggalkan orang yang sedang bicara itu tidak sopan Park Hyura ssi” aku menoleh mencari sumber suara yang sangat kukenal. Donghae berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding dekat toilet wanita sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Sepertinya dia menungguku saat di toilet tadi.

“aahhh, atau mungkin kau lebih suka kupanggil Cho Hyura?” tanyanya sinis, kemudian berjalan perlahan mendekatiku. Disini hanya ada kami berdua, aku tidak perlu lagi menahan perasaanku. Dan Kali ini aku membalas tatapan.

“oppa. Neo waegurae?” tanyaku dengan nada lemah

Matanya beralih ke tanganku. Kemudian ia mengangkatnya hingga sejajar dengan wajah kami.” Sudah kubilang aku hanya ingin kau melepaskan benda ini Hyura-ya” ucapnya lembut namun tegas dan matanya menunjuk pada cincin pernikahanku

Aku menghela nafas “ada beberapa hal rinci yang tak bisa kujelaskan padamu, tapi kumohon berikan aku waktu untuk menyelesaikan urasanku dengan Cho Kyuhyun” jelasku singkat

“maksudmu?” tanyanya bingung

“pernikahan ini imbas dari urusanku yang belum selesai, karena itu kumohon padamu berikan aku waktu. eo” kataku melembut “dan jangan bersikap seolah hanya kau yang menderita. Aku melalui semua ini karenamu oppa, aku juga tidak pernah melakukan apa yang kau tuduhkan padaku”

“benarkah? apa aku bisa memegang kata-katamu?” aku mengangguk lemah, Donghae makin mempersempit jarak diantara kami dan merengkuh tubuhku.

“syukurlah” katanya lega “dan… maafkan aku sudah bersikap kasar padamu, juga menuduhmu yang bukan-bukan. Mianhe Hyura-ya. jeongmal mianhe”

“araso, tapi lepaskan ini dulu, nanti dilihat orang” kataku sambil mencoba melepaskan pelukannya

“tidak bisakah begini dulu sebentar saja? Aku merindukanmu—sangat” Donghae makin mengeratkan pelukannya dan menyurukkan kepalanya ke bahuku mengirup aroma tubuhku dalam-dalam.

“Oppa, kumohon lepaskan”

“sebentar lagi chagi”

“Oppa, kumohon. Nanti…….”

“ehemm” aku dan Donghae segera saling menjauhkan diri. Kyuhyun berdiri tak jauh dari kami. Tatapannya menghujam pada kami berdua. Tapi Donghae tetap terlihat tenang, berbeda sekali denganku, aku benar-benar merasa istri yang kepergok selingkuh dengan mantan pacar.

Dengan tenangnya Kyuhyun berjalan mendekati kami dan meraih tanganku.

“sudah waktunya pulang” katanya datar dan tidak tersirat emosi sama sekali, berbeda dengan tatapan matanya yang menyiratkan akan menelanku hidup-hidup. Aku pun menurutinya

“jaga Hyura baik-baik Kyuhyun ssi” ucap Donghae saat aku dan Kyuhyun belum terlalu jauh meninggalkannya

“aku tak butuh nasihatmu” balas Kyuhyun tanpa menoleh pada Donghae

***

Selama perjalanan pulang kami tidak berbicara sama sekali, keheningan ini membuatku hampir gila. Tapi aku juga tidak tau harus menjelaskannya dari mana.

“Kyuhyun ssi” dia menghentikan langkahnya tanpa melihatku. aku memberanikan diri bicara padanya setelah kami sampai di rumah

“tadi aku hanya…..”

“aku tahu” jawabnya singkat dan meninggalkanku

“tunggu, apa maksudmu?” aku mencegahnya sebelum ia berjalan masuk ke kamarnya

Kyuhyun mendengus kasar, dan membalikan tubuhnya menatapku malas tapi kulihat rahangnya mengeras seolah ia sedang menahan emosinya

“aku tau Lee Donghae adalah  mantan kekasih mu”

“mwo? Kau tau dari mana?” tanyaku terkejut

“tidak penting aku tau dari mana, aku juga tidak keberatan kau menjalin hubungan dengan siapapun tapi setidaknya kau harus menjaga nama baikku”

“ta—tapi kau terlihat marah”

Kyuhyun tersenyum mengejek, seolah perkataanku barusan lelucon yang memuakkan

“kau bercanda? Untuk apa aku marah? Pernikahan kita hanya diatas kertas, lagipula kau tidak berarti apa-apa untukku” jawabnya enteng dan berjalan masuk kekamarnya meninggalkanku sendirian. Aku masih terpaku di ruang tengah mencoba mencerna setiap perkataannya.

“tidak berarti apa-apa?” gumamku mengulang ucapan Kyuhyun. Kenapa rasanya sakit?  “tidak berarti apa-apa” Seperti sesuatu yang tidak diinginkan

Drrrtt drrrtt drrrttt

From: Donghae oppa

Besok pagi aku harus ke Taiwan,

Jaga dirimu dan aku percaya padamu

Saranghae <3

To: Donghae oppa

Arasso, kau juga jaga dirimu

Jaljayo

3 weeks later

Sejak saat itu kami. Aku dan Kyuhyun jarang berbicara satu sama lain, dia hanya berbicara seperlunya padaku, atau bisa dibilang sebenarnya dia mengacuhkanku.

“aisshhhh kenapa kau kemari?” gerutu nammie saat aku datang ke apartemennya.

“wae? Apa aku mengganggumu?”tanyaku polos

“sudah tau malah Tanya” katanya sambil memasukan tubuhnya kembali ke bawah selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.

Beberapa minggu terakhir ini kami memang cukup sibuk karena promosi film. dan setelah masa promosi berakhir jadwalku pun sedikit melonggar. Sejak kemarin sampai besok aku tidak memiliki schedule. Dengan begitu pun waktu luang yang kumiliki sangat banyak. Tapi bukan berarti hal itu menjadi menyenangkan. Aku harus seharian dirumah menghadapi sikap dingin Kyuhyun seperti neraka bagiku, aku juga tidak mungkin pulang kerumahku—ibuku pasti curiga. Jadi hanya nammie pilihan terakhirku.

“nammie-ah, ayo bangun” aku mengguncang tubuh nammie dan menyibak selimut yang membungkusnya

“apa kau tidak punya orang lain yang bisa kau ganggu?” tanyanya sambil menatapku kesal. aku pun menggeleng dengan wajah polos dibuat-buat

“aishhhh, seharusnya kau tidak bertengkar dengan suamimu, setidaknya kalian bisa bulan madu memanfaatkan waktu libur yang ada”

“bulan madu apa? lagipula aku tidak bertengkar dengannya”

“kalau kalian tidak saling bicara selama 3 minggu apa itu bukan bertengkar namanya? Kalian berdua ini sungguh kekanak-kanakan. seharusnya……….”

Drrt drrt drrt drrt

Bunyi ponselku menginterupsi ocehan nammie,

“yeobosseyo”

“hyura-ya… hari ini kau sibuk. Bisa kita bertemu?”

“ani, oppa sudah pulang?”

“ne ada pertemuan di seoul, aku menyempatkan diri untuk melihatmu, aku sangat merindukanmu”

“sampai kapan oppa disini?”

“hanya sampai nanti malam, besok pagi aku ada pertemuan di hongkong “

“arasso, kalau begitu sampai ketemu nanti” kataku menyudahi pembicaraan.

“siapa?” Tanya nammie hati-hati satelah aku menutup ponselku “jangan bilang itu Donghae”

“ne, Donghae oppa”

“kau berselingkuh!”ucapnya menuduh

“apa katamu? Berselingkuh? Ya! Han nammie hati-hati dengan ucapanmu” aku tidak terima dia menuduhku berselingkuh lagipula siapa yang kuselingkuhi? Kyuhyun? oh yang benar saja. dia juga tidak pernah memperlakukanku selayaknya seorang istri.

“semua orang tau kau sudah bersuami dan kalau kau pergi menemui mantan pacarmu kau akan dituduh selingkuh. kau ini public figure, semua mata mengawasimu”

“kau ini aneh, belakangan ini aku merasa kau sangat mendukung hubunganku dengan Kyuhyun”

“aku tidak mendukung siapapun, dan aku melakukan ini hanya untuk kelangsungan karirmu karena itu tugasku sebagai manajermu. dengan statusmu yang sekarang ini akan sangat membahayakan image mu jika kau terus-terusan berhubungan dengan Donghae” ucap nammie panjang lebar “mana ponselmu?” nammie mengulurkan tanngannya meminta ponselku

“andwe” kataku mendekap ponselku ke dada seolah melindunginya

“kemarikan!!!” nammie merebut paksa ponselku kemudian dia pergi kekamar mandi dan menutup pintunya rapat-rapat

“nammie-ah kembalikan ponselku” teriakku sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi

“han nammie, buka pintunya!!—mau kau apakan ponselku”

“yaa!!! HAN NAMMIE”

Ceklek

“ini” nammie mengembalikan ponselku. aku menatapnya bingung

“sekarang pulanglah suamimu menunggumu dirumah dan kau tidak perlu menemui Donghae”

“ Apa maksudmu?” aku menyipitan mataku, menatapnya curiga

“aku bilang pada Kyuhyun kau sakit jadi aku menyuruhnya pulang dan aku bilang pada Donghae kau sedang sibuk dan tidak bisa menemuinya”

“MWO??? Yakkk apa yang kau lakukan?” aku buru-buru menelpon Donghae tapi sial ponselku mati karena nammie mengambil baterainya. Nammie memandangku dengan penuh kemenangan

“sudah lebih baik kau pulang sebelum Kyuhyun sampai dirumah” kata nammie sambil mendorong bahuku menuju pintu

~

Saat tiba dirumah ternyata Kyuhyun sudah sampai terlebih dahulu. Dia sedang duduk dimeja makan sambil memainkan pinggir gelas yang ada didepannya. Aku yakin dia mendengar suaraku saat masuk rumah tapi dia tetap tidak mengalihkan pandangannya dari gelas. Didepannya.

“bukankah kau sakit?” tanyanya saat aku melewatinya tanpa mengalihkan pandangannya

“itu…….”aku berpikir keras menemukan alasan yang tepat

“yasudah kalau kau tidak apa-apa” katanya seraya bangkit dari duduknya dan pergi keluar.

Aku memandangi tubuh Kyuhyun yang sudah lenyap di balik pintu. aku semakin tidak mengerti apa yang salah pada diriku hingga dia terus-terusan bersikap acuh seperti ini. rasanya sulit sekali menjalin hubungan yang baik dengannya.

Aku memasuki kamar Kyuhyun, selama aku tinggal disini ini pertama kalinya aku masuk ke kamarnya. Mencermati setiap barang yang ada di kamarnya tidak berbeda jauh dengan kamarnya yang ada di rumah keluarga Cho. Hanya ada satu ranjang yang ukurannya jauh lebih kecil daripada ranjang yang ada dikamarku, lemari pakaian dan meja kerja lengkap dengan kursinya. Berbeda sekali dengan kamarku, dikamarku Kyuhyun menyiapkan sofa, meja rias dan tv flatscreen.

Aku tersenyum simpul saat melihat foto pernikahan kami yang berukuran besar terpajang tepat diatas ranjang Kyuhyun. “kenapa dia tidak menggantungnya di ruang tamu?” batinku

Aku mengitari ranjang untuk mencapai meja kerjanya dan mengambil figura kecil diatas meja kerja—Disana terdapat foto Kyuhyun dan Chaerin. mungkin foto itu diambil ketika mereka masih sekolah. “cih, kenapa dia memajang foto wanita lain dikamarnya” gumamku.

***

“hyura-ya” panggil Jino

“oh, kau sudah pulang”

“kenapa kau disini? Kenapa tidak menelponku?” Tanyanya, yah aku menunggu Jino didepan apartemennya

“ponselku mati. gwenchana, aku belum lama menunggumu”

“yasudah ayo masuk” Jino membukakan pintu untukku

‘duduklah!” perintahnya dan membimbingku ke salah satu sofa, kemudian dia ke dapur dan memberikan ku minuman kaleng.

“hyura-ya gwenchana? Kudengar kau sakit?” Jino duduk disebelahku

“gwenchana sakitku tidak parah kok” aku meneguk minuman kalengku

“benarkah?” Jino menyipitkan matanya menatapku tidak percaya

“geurom, kau lihat sendiri kan aku baik-baik saja”

“iya sih, tapi tadi melihat Hyung…….”

“Kyuhyun? Dia kenapa?” tanyaku penasaran

“begitu mendengar kabar kau sakit dia pergi begitu saja ditengah-tengah rapat dengan investor dari paris dan itu membuat appa sangat marah padanya”

“jinja?” aku merasa sangat bersalah pada Kyuhyun, pantas saja tadi dia  seperti itu padaku—ishh ini semua gara-gara nammie.

***

aku menatap bosan layar tv di ruang tengah. sesekali mataku melirik jam yang sudah menunjukan pukul satu pagi. Berkali-kali pula aku menggapai gagang telepon, mengangkatnya tapi kemudian meletakkannya lagi.

Ting…tong….

Aku terkesiap saat mendengar bunyi bel dengan cepat aku membuka pintu tanpa melihat dulu siapa yang datang.

“chaerin ssi” kataku begitu melihat siapa yang datang, dan yang paling mengejutkanku adalah chaerin datang dengan menopang tubuh Kyuhyun yang tak sadarkan diri.

“bisa kau bukakan pintunya” pinta chaerin. ia terlihat kepayahan menopang tubuh Kyuhyun

“tidak perlu, biar aku saja sebaiknya kau pulang”jawabku datar dan langsung mengambil lengan Kyuhyun yang tersampir di pundak chaerin “gomawo sudah mengantarkannya” kataku lagi tanpa perlu memandangnya dan langsung menutup pintu.

Dengan susah payah aku memapah tubuh Kyuhyun dan membaringkannya di tempat tidur. Kemudian aku melepaskan sepatu, jas dan beberapa kancing bagian atas kemejanya, tidak lupa aku menyelimutinya sebatas leher.

Aku menghela nafas berat, kemudian duduk di tepi ranjang Kyuhyun. Memandang wajahnya lekat. Tidak disangka saat tidur wajahnya begitu menggemaskan dan—tampan. Tanpa sadar tanganku terangkat begitu saja menyentuh wajahnya.

membelai pipinya dan menelusuri setiap lekuk wajahnya. alisnya yang tebal, hidungnya yang mancung sempurna dan—bibirnya yang penuh. Memandangi bibirnya membuatku teringat saat ia menciumku pada malam pertama kami.

Saat itu aku membencinya karena menciumku tanpa izin dan aku makin membencinya setelah mengetahui ternyata aku menyukai sentuhannya. Entah dorongan dari mana aku memberanikan diri mendekati wajahnya. hanya tinggal beberapa senti lagi hidung kami bersentuhan tapi aku buru-buru menarik diriku dan menggeleng cepat “kau jangan gila Park Hyura” aku mengingatkan diri ku sendiri.

***

“semalam kau minum dengan chaerin?” tanyaku saat Kyuhyun mengambil air dari kulkas sedangkan aku masih berkutat dengan sup yang kubuat. Pagi ini aku membuatkan sup hangat untuk Kyuhyun berharap dapat menghangatkannya setelah mabuk semalam.

“hmmm” jawabnya singkat. Aku menghentikan aktivitasku sejenak dan memandangnya.

“apa kau tidak malu mabuk-mabukan dengan wanita lain sedangkan kau sudah menikah?” tanyaku tajam

“memangnya kenapa? Dia kan temanku” sahutnya santai

“teman?” aku tersenyum mengejek, “jangan bercanda”  aku mengembalikan kata-katanya yang pernah ia lontarkan padaku.

“Apa katamu?”

“makanlah! Setidaknya untuk menghilangkan mabuk mu” kataku lagi sambil melepaskan celemek yang kupakai dan berjalan hendak masuk kekamarku tapi sebuah tangan menahan lenganku. Aku manatap sinis tangan Kyuhyun yang memegangi lenganku baru kemudian menatap wajahnya. entah kenapa aku merasa menyesal mengagumi wajahnya semalam karena saat ini wajah itu teramat menyebalkan.

“kau marah?” aku tertawa meremehkan mendengar pertanyaan nya yang menurutku sangat tidak masuk akal.

“pertanyaan mu sangat konyol Cho Kyuhyun ssi”

“lalu kenapa kau sinis begitu?”

“harusnya aku yang Tanya begitu. Kau selalu mengacuhkanku, apa kau membenciku?”

Kyuhyun menatapku dalam, sebelum akhirnya dia mendesah “ lupakan!” katanya sambil melepas lenganku dan berbalik

***

Author pov

Cuaca di seoul saat ini sangat buruk. Pagi tadi berita ramalan cuaca memperingatkan pada masyarakat untuk tidak keluar rumah saat sore hingga malam hari karena akan terjadi hujan badai yang disertai petir.

Kyuhyun merutuki kebodohanya sendiri yang tidak menyimak berita tadi pagi dan mengabaikan peringatan Leeteuk untuk pulang lebih awal. Dia terlalu asik dengan pekerjaannya hingga ia baru menyadari langit mulai menggelap. Hasilnya sekarang ia terjebak di dalam mobil tidak bisa pulang kerumah atau kembali ke kantor. Karena terjadi badai beberapa akses jalan ditutup untuk sementara.

~

“eomma…..”hyura merintih ketakutan, tubuhnya gemetar dan meringkuk di dekat pintu masuk apartementnya. Berharap Kyuhyun cepat pulang karena Ia paling takut sendirian saat terjadi hujan petir. Berkali-kali ia mencoba menghubungi Kyuhyun tapi hasilnya nihil. Hyura juga mencoba menghubungi nammie dan Leeteuk, tapi keadaan mereka juga tidak memungkinkan untuk keluar rumah. Hyura juga tidak ingin mereka membahayakan diri mereka sendiri dengan menerjang badai hanya untuk menemaninya.

Ting…tong

Mendengar bunyi bel apartementnya hyura langsung berdiri dan secepat mungkin membukakan pintu. Betapa leganya ia saat melihat sosok orang yang berdiri dihadapannya. Tanpa pikir panjang ia pun menghambur ke pelukan orang tersebut.

“Jino-ya. syukurlah kau datang”

“hyura-ya gwenchana?” Jino membalas pelukan hyura dan menenangkannya. Yah dia datang ke apartemen hyura setelah mendapat telepon dari Leeteuk dan memintanya untuk menemani hyura.

Jino masih merasakan tubuh hyura sedikit gemetar, dengan lembut dan perlahan Jino membawa hyura masuk dan mendudukannya di sofa. Setelah itu ia membuatkan teh hangat untuk hyura.

“minumlah” Jino menyodorkan secangkir teh melati hangat. Hyura menerima dan langsung meminumnya.

“gomawo”

~

Tarikan nafas hyura sudah terdengar mulai teratur yang menandakan ia sudah terlelap. Jino memandangi setiap sudut apartement Kyuhyun. Ini untuk kedua kalinya ia masuk ke apartemen saudara tirinya itu. Yang pertama saat mereka sama-sama pindah kesini. Tidak ada perubahan yang berarti disini. Semuanya tampak sama seperti dulu saat pertama kali ia, ibunya dan ayahnya berkunjung kesini.

Jino beranjak kekamar Kyuhyun untuk mengambil bantal dan selimut untuk hyura. Ia cukup terkejut dengan suasana kamar Kyuhyun yang tidak berubah sama sekali.

“apa ini tidak terlalu kecil untuk mereka berdua?” gumam Jino sambil menepuk ringan ranjang di kamar Kyuhyun. Jino juga merasa heran, hyura membiarkan suaminya masih memajang foto Kyuhyun dengan Chaerin dikamar mereka, meskipun sudah ada foto pernikahan yang berukuran cukup besar tergantung di dinding.

“ah masa bodoh” Jino langsung mengambil bantal dan selimut kemudian segera keluar dari kamar Kyuhyun, ia tidak ingin berpikiran macam-macam tentang kehidupan pernikahan kakaknya. Itu urusam mereka dan ia tidak ingin terlalu banyak tau.

Dengan sangat perlahan Jino menyelipkan bantal untuk hyura dan menyelimutinya. Hampir menjelang tengah malam dan badai juga sudah mulai mereda tapi Kyuhyun tak kunjung pulang. Untuk menghilangkan rasa kantuk Jino beranjak mencari buku di ruang baca.

Matanya terbelalak saat membuka ruang baca yang sekarang berubah menjadi kamar seorang wanita. Hal itu terlihat dari meja rias yang terpajang berbagai jenis produk kecantikan.

“apa-apaan ini? mereka pisah kamar? Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka?”

Tililit

Jino mendengar pintu terbuka dan tertutup, Ia pun memeriksa siapa yang datang dan berjalan menuju pintu masuk. Terlihat Kyuhyun sedang mengganti sepatu nya dengan sandal rumah.

“kau sudah pulang?” Kyuhyun mendongak dan sangat terkejut melihat Jino ada dirumahnya

“sedang apa kau disini?” bentak Kyuhyun

“kecilkan suara mu Hyung!! hyura sedang tidur!” Jino tidak ingin membangunkan hyura yang terbaring di sofa tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

“aku bisa mengurus istriku, pergilah!!”

“benarkah?” Jino menaikkan sebelah alisnya. Sangsi dengan pernyataan Kyuhyun “aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi kulihat pernikahan kalian tidak bahagia”

Kyuhyun semakin mentap Jino tajam “peduli apa kau dengan pernikahanku?”

“aku tidak peduli denganmu tapi aku peduli dengan hyura” sahut Jino santai

“MWO?”

“pastikan ia bahagia bersamamu!!!” ucap Jino dengan nada sedikit mengancam kemudian melenggang pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih cukup terkejut dengan perkataan adik tirinya.

“Cho Jino!!!! berani sekali kau mengancamku” geramnya.

~

Kyuhyun menghampiri hyura yang masih terbaring di sofa. Ia berjongkok dihadapan hyura. Mensejajarkan wajahnya dengan wajah istrinya. Memperhatikan setiap detail kecantikan yang dimiliki gadis didepannya itu. Kulit putih mulus, pipi yang menggemaskan dan tipis yang menggairahkan.

Ia menyingkirkan rambut-rambut kecil yang menutupi wajah hyura, mengelusnya perlahan dan kemudian tanpa ragu ia mengecup singkat kening serta kedua mata Hyura.

“Lee donghae. kemudian Jino. Lalu siapa lagi setelah itu??” tanya Kyuhyun lirih sambil menggeleng perlahan dan tersenyum miris. Kemudian dengan sangat lembut ia mengangkat tubuh hyura memindahkannya ke kamar.

“jaljayo” sekali lagi Kyuhyun mengecup keningnya singkat.

TBC

Tulisan ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , . Tandai permalink.

62 Balasan ke actress and marriage [part 4]

  1. distykyu berkata:

    Annyeooooooong…
    Aku reader baru dsiniy… ^^ sbnrnya dah baca sebagian part ff niy denk v gak comenti #plak ^^
    Seru ff~nyaaa… ^^

    Fighting!!!! ^^

  2. ninepisces berkata:

    nahh lohh… kyu suka ma hyora!!!!
    lanjuuuuuuuut!!!!!!!!!!

  3. ninepisces berkata:

    ahhh makin seruuuu!!!!1
    lanjuuuuut!!!!!!

  4. Eun berkata:

    Jino suka hyuraa??????????

  5. hai aq reader baru, salam kenal,,,
    aq baca ff nya seru,,
    kayak x kyuhyun cinta nie ma hyura hehehehe

  6. nayy berkata:

    Apa kyu sudah jatuh cinta sama hyura?

  7. nurul berkata:

    Huaaaa keren.

  8. Qheart Wonn berkata:

    Kayaknya kyuhyun dan hyura sdh mulai jatuh cinta. Tp mreka bm sadar ya?
    Ceritanya menarik wlpun miss typo ada tp karena ceritanya menarik dn penyampaianya baik ttp bikin cerita ini menarik.

  9. choi yeon woo berkata:

    ah kyu suka ya sama hyura?

  10. hyunsoo28 berkata:

    Please bgt pasangan ini bkn gregetan, bacanya bkn emosi thor, kapan sih kyuhyun nyatain perasaannya, udh keliatan kalo dia ada ehem sm hyura wkwkwkwkwk

  11. F_Hae berkata:

    Kyu saingannya banyak , kasihan…

  12. arselli_ berkata:

    jino baik bgt ya. kenapa kyu nya benci sama jino sih–”

  13. shinmin berkata:

    Menyentuh.
    Author Fighting!

  14. Kyuvi berkata:

    Kyuhyun udah mulai suka sama hyura yaa ???
    Tapi masih sajah bersikap angkuh

  15. hyuninyeseong berkata:

    matja! Sebenarnya cho jino itu beneran tidak ada benci cho kyu? Atau? Ya ampun! Dan perasaan nya ke hyura itu sekedar ke kakak ipar atau lebih? Astagaaa

  16. aina fitria berkata:

    Jino’a tau aja sama situasinya
    aigooo
    hmmmm
    kpn mereka baikannya ya…

  17. dian012408 berkata:

    “Lee donghae. kemudian Jino. Lalu siapa lagi setelah itu??” ahh kyuhyun cemburu kah. ini makin seru aja. jino baik, gak mungkin kan dia punya perasaan sama hyura.

  18. mayang berkata:

    Kasian ihh am kyu 🙁
    donghae egois bgt seh -_-
    hubungan hye ra am kyu jd sulit :’(

  19. lovey denalisa berkata:

    Kyuhyun cinta hyura? Trus jino?

  20. allyn berkata:

    Sepertinya sikap kyu k hyura ada alesannya deh.. kyu udan mulai suka sm hyura .. dan aku masi penasaran knp hub kyu n jino bisa seburuk itu??
    Aku ngerasa hae egois lah disini u.u hyura gt toh gr2 ummanya .. tp dia jg kesian siih
    Chaerin tak kira ada apa2 sm kyu.. syukur engga
    next lg lah ^^

  21. hana kristina berkata:

    kyuhyun kamu itu dingin di luar tapi angettt bener di dalemnye hahaha 😀
    Kayanya kyuhyun uda mulai suka ama hyunra. tapi agak sebel ma hyunra yg jelas banget selingkuhnya!

  22. cloudkyute berkata:

    Aigoooo kyuuu romantis bgtt.
    coba bersikap manis nya pas hyura lgi sadar…

  23. alviaaputri berkata:

    ya ampun aku kesel sama hyura loh asli !
    itu namanya selingkuh !
    bagus nammie, aku suka sama tindakan nammie
    aku menunggu momen sweet nya mereka
    dengan kyuhyun dingin dan sinis aku tau dia udah ada feel sama hyura
    lanjut ^^

  24. soyu berkata:

    kyuhyun beneran suka hyura??

  25. anandaayu212 berkata:

    Yakin banget klo Kyu dan Hyunra udh ada perasaan

    Haduh Hyunra disukai 3 cowok jadi ngiri kan

  26. chunchan berkata:

    kyu,,,kurang apa coba?
    hyura,,,,hyura,,,sadar,,,cintamu ama donghae ntu cuma cinta masa lalu yg tak terwujud,,,lihat kyu hyura,,

  27. bettybabybap berkata:

    Aaaaaaaahhhhhh kyu romantis T.T kayanya udah mulai lope lope ini 😀 hohohooho
    BETTY.

  28. Chup_chup berkata:

    Part ini bikin emosi saya campur aduk -_-
    lama2 si donghae jadi ngeselin :/

  29. misscold berkata:

    cieee kayanya ada yg cemburu tuh #toelKyu

  30. chieva_chiezchua berkata:

    yg sabar ea kyu… aq tau dari awal kmu udh suka ke hyura… semoga kmu bisa buat pernikahan itu bukan hanya sekedar simbiosis mutualisme aja…

  31. lovey denalisa berkata:

    sweet bgt ya kyu klo d blakang hyura

  32. zie hun berkata:

    kyuhyun itu cinta ma kamu hyura-ya!!!!!
    ,
    hya ampun gemes aq ma hyura, kasian kyuhyun

  33. VynnaELF berkata:

    Ah hyura plin plan nih, kyu mulai suka yah ama hyura? PoorKyu T.T

  34. aidennishy berkata:

    Kyuhyun mulai menyukai hyura kayaknya 😀 terbukti, dia cemburu pas hyura sama donghae, bahkan sama ‘adek’nya sendiri –”

  35. nayy berkata:

    Aku suka saat mereka bertengkar hehe
    Rsanya gmna gitu…

  36. parksoora berkata:

    hayo kyu
    kalo suka bilang aja
    kalo cemburu bilang aja
    gak perlu di pendem.

  37. Yoon Hyemi berkata:

    Nah loo nah looo kyuhyun udah jatuh cinta sm hyuraaa..
    Nah loo nah loo, pengen ungkapin tapi gensinya tinggi..
    Nah loo nAaah looo cemburunya akut banget…
    Hyura jg udh mulai ada rasa kok.
    Tenang aja, hyura jg mulai jatuh cinta kok. Tpi oppa harus lebih lembut jg sm dia, jadi hyura gak merasa klo oppa membencinya.

  38. hankims_ais berkata:

    Saia muak sama sikapnya hyura yg polo atau babo?? Bener” dah udah bnyak yg bilangin tntng sikap jdi seorang istri tpi dy ckck susah dibilangin..

    Udah bnyak yg tau rahasia pernikahan kyura bisa kebongkar nih..

  39. ChoHyura96 berkata:

    Whoaa uda mulai ehem ehem ini mah 😀
    Hihihi
    Suka suka
    Tp agak kesel ama Hyura, dih dia itu aduh hem ga bisa berkata2 XD
    Lanjut baca next part =>

  40. nia kurnianti berkata:

    hyura punya banyak lelaki disampingnya,,
    kyu emang beneran suka sama istrinya

  41. Ping-balik: REKOMENDASI KYUHYUN’S FANFICTION | evilkyu0203

  42. nurhayati3105 berkata:

    ihi udah mulai ada cinta itu. enak banget jadi hyura direbutin banyak pria pria tampan .
    ehe cuss part 5.

  43. Fahmi "kashira" cho berkata:

    ciyeee kyuhyun ngancem donghae karna apa, takut hyura kabur dan perusahaan kbur juga atau sudah mencintai hyura,,
    hyura plin plan banget, deker situ deket sini… aneh bener…

  44. jungie28 berkata:

    Jino suka sama yura ? Semakin ke sini semakin seru

  45. oriiigamine berkata:

    omo, kyu suka punya rasa ya sm hyura?
    sejak kapan?

  46. kyuyang berkata:

    pertanda udh ada benih2 cintanih #colekkyuhyun

  47. alviegyu berkata:

    Nah Jino, Hae. Adalah saingan Kyu! Awas Kyu! Waspadalah! Waspadalah!

  48. Tata berkata:

    Wkwkwkwkwk kyu udah mulai suka hyura tuh.
    Aigoo hae beneran pengganggu.
    Jino, umh mungkinkah dia suka hyura?

  49. just fia berkata:

    wah sepertinya kyu ada rasa sama hyura… sebenarnya apa ya pemicu tidak harmonis nya hubungan kyu dan jino, setuju sama nammie walaupun pernikahan pura2 tapi ttp aja kl hubungan jae sama hyura ketahuan publik pasti Hyura dituduh berselingkuh….. jangan-jangan tanpa hyura sadari dia juga udah jatuh kedalam pesona kyuhyun..

  50. Sepertinya kyuhyun mencintai hyura dehh,, hyura sih mengapa msih berhubungan dgn lee donghae, maaf thor sya bcanya loncat2 maslahnya keburu penasaran hehhehe

  51. rei berkata:

    omongan donghae mirip dialog di secret garden ya

  52. wonkyu87 berkata:

    Wah kyanya kyu da hti nih sma hyura, pnts aj dri kmrn uring2 trus liat klkuan hae hyura. Jino? Msa iyaa jino jga ska hyura? Crtanya bkn pnrsan dah.

  53. Tatik berkata:

    Ksihan dengn kyu……kyu gengsi mengakui klo dia ska sma hyura..

  54. ElvaZavier berkata:

    Hhuuwww …benih2 cinta mulai tumbuh di hati kyuhyun .. ciecie .. 😀
    Tp donghae kok kaya jd posesif bgt gitu yaa..

  55. example6865 berkata:

    Kayak nya kyu udah jatuh cinta deh sma hyura,,,,

  56. choi sena berkata:

    jaljjayo kyuhyun oppa :-*

  57. nha_onk berkata:

    spertinya kyu udh mulai suka
    ato emang dia udh suka dr awal
    ck dsni dongahe nyebelin

  58. puputzaroh berkata:

    Huaaa kyuhyun udah mulai suka sama hyura

  59. Widyaa berkata:

    Kyuu suka sama hyora kann?? tapi knapa doa acuh kyk gtuu

  60. Park ni young berkata:

    Kelihatannya kyuhyun cemburu deh enak y jadi hyura banyak yg ngerebutin

  61. Denacho berkata:

    Baca ulang baca ulang…sapa tau ada ke ajaiban kaka cantik kita yg satu ini post ff baru atau keluatin ebook gtu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *